QQ
Sabtu, 10 Oktober 2009
Tugas Kelompok "artikel etika bisnis"
“CONTOH KASUS ETIKA BISNIS”
NAMA : 1. Gusti Agung Ayu Mirah Utami (10206403)
2. Kiki Kurniati (10206528)
KELAS : 4EA01
DOSEN : Titi Ayem Lestari
UNIVERSITAS GUNADARMA
2009/2010
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Beberapa bulan belakangan ini negara kita sering mendapatkan musibah karena perubahan alam. Gempa bumi yang baru-baru ini terjadi di Tasikmalaya, Bali, bahkan terjadi gempa dahsyat 7.6 Skala Richter di Padang. Hal itu mungkin suatu teguran dari Tuhan YME kepada kita untuk selalu senantiasa menjaga dan melestarikan negara kita. Semua bencana alam datang silih berganti. Belum lama bencana gempa di Sumatera Barat dengan sekejap meluluhlantahkan sebagian daerah itu rata dengan tanah. Banyak korban jiwa yang kehilangan harta, tidak hanya itu mereka juga kehilangan anggota keluarga mereka. Akibat dari bencana itu harga kebutuhan pokok yang diperlukan langsung naik hampir 50%.
Globalisasi telah memudarkan batas-batas antar dari aspek ekonomi, sosial, budaya dan politik, serta semakin mempertinggi mobilitas sumberdaya manusia, sumberdaya modal, sumber daya kelembagaan dan sebagainya. Praktik bisnis pasca gempa yang dijalankan oleh pelaku bisnis cenderung mengabaikan etika, rasa keadilan dan kerapkali diwarnai praktik-praktik bisnis tidak terpuji. Sebagian pelaku bisnis tidak bisa membedakan antara perbuatan yang semata-mata tidak sejalan dengan kaidah-kaidah etik dan moral, dengan perbuatan yang masuk kategori perbuatan melanggar hukum.
Kenaikan harga yang dilakukan oleh para pelaku bisnis secara sepihak sangat merugikan para korban bencana, mereka sudah sulit malah ditambah susah lagi dengan kenaikan harga yang membuat mereka semakin terpuruk. Praktik curang ini bukan hanya merugikan perusahaan lain, melainkan juga masyarakat dan negara.
BAB II
PEMBAHASAN
Etika merupakan filsafat / pemikiran kritis dan rasional mengenal nilai dan norma moral yg menentukan dan terwujud dalam sikap dan pada perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok. Alasan etika bisnis diperlukan karena para pelaku bisnis dituntut profesional, persaingan semakin tinggi, kepuasan konsumen faktor utama, perusahaan dapat dipercaya dalam jangka panjang, dan mencegah jangan sampai dikenakan sanksi-sanksi pemerintah pada akhirnya mengambil keputusan.
Contoh kasus:
Gempa “Enggak” Gempa, Cari Untung Jalan Terus
Kamis, 8 Oktober 2009 | 04:01 WIB
PADANG, KOMPAS.com - Derita korban gempa 7,6 SR di Sumatera Barat (Sumbar) ternyata belum mampu menyentuh hati sejumlah oknum warga yang selamat untuk bersimpati meringankan dampak musibah ini. Sebaliknya, mereka malahan justru menangguk untung berlipat dengan menjual kebutuhan pokok jauh di atas harga wajar.
Rabu malam (30/9), beberapa jam setelah bumi berguncang, ribuan warga yang terjebak antrean panjang kendaraan untuk menyelamatkan diri dari kemungkinan terjadinya tsunami di Padang telah disuguhkan lonjakan harga gila-gilaan
Di tengah antrean ribuan mobil dan sepeda motor di ruas-ruas jalan yang gelap karena listrik padam, beberapa pemuda menawarkan air mineral gelas dengan harga Rp 2.000 sedangkan biasanya hanya Rp 500 per gelas. Warga yang haus dalam antrean, terpaksa membeli dengan harga yang telah naik tiga kali lipat itu. Ada juga yang menjual rokok Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per bungkus sedangkan harga normalnya hanya Rp10.000 per bungkus. "Sehari pascagempa, saat warga butuh bahan bakar untuk transportasi, banyak pedagang eceran menjual bensin dengan harga tak wajar, sedangkan membeli ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) harus antre berjam-jam," kata Budi warga di pesisir Pantai Tabing, Padang. Di saat kebutuhan akan bahan bakar minyak, ada oknum warga yang sempat membeli bensin di SPBU dengan harga wajar, tapi kemudian justru menjual lagi harga hingga Rp 40 ribu per liter. Karena memang sangat butuh untuk transportasi dan menghidupkan mesin genset karena listrik PLN padam total, banyak warga yang terpaksa membeli bensin eceran dengan harga gila-gilaan. "Saya terpaksa harus beli bensin itu untuk bahan bakar sepeda motor yang akan dipakai untuk melihat saudara dan keluarga saya yang belum diketahui nasibnya pasca gempa," tambahnya. Melihat kondisi demikian, pemerintah bersikap cepat dengan mengusahakan pendistribusian BBM ke SPBU-SPBU pasca gempa. Instruksi langsung dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro membuat upaya percepatan pendistribusian BBM dapat berjalan cepat. Pada hari ke tiga pascagempa, pasokan BBM ke SPBU-SPBU di Padang dapat mulai lancar dilakukan sehingga antrian panjang pembeli dapat diatasi dan pedagang eceran yang sebelumnya menjual harga melangit terpaksa gigit jari dan menurunkan kembali harga.
Harga di tingkat eceran langsung anjlok menjadi Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per liter dan masih diburu pembeli yang belum mengetahui pasokan BBM ke SPBU telah normal kembali. Namun sebelumnya, ratusan orang dengan sangat terpaksa membeli bensin mencapai Rp 40 ribu perliter dengan pasrah, sebaliknya oknum pedagang tersenyum puas dapat untung berlipat-lipat. Lonjakan harga kebutuhan pokok pascagempa tidak hanya terjadi pada BBM tapi juga beberapa pelayanan jasa dan barang yang sangat dibutuhkan masyarakat atau relawan yang datang ke Sumbar untuk membantu mencari korban yang hilang. Harga yang naik menggila itu seperti tarif taksi yang mencapai Rp 500 ribu sekali jalan, atau kebutuhan bahan masakan seperti cabe yang naik menjadi Rp 100 ribu per kilogram. "Kita tahan dulu makan dengan lauk-pauk pakai cabe. Harga cabe tak terjangkau lagi, karena ada yang menjual Rp 100 ribu di pasar pagi," kata Rama seorang ibu rumah tangga. Mie instan sebagai bahan makanan praktis dan sangat dibutuhkan saat masa darurat juga melonjak tinggi harganya dari biasa Rp 25 ribuan per kardus menjadi Rp 75 ribu per kardus. Kehadiran Menteri Perdagangan Marie Pangestu dengan agenda mengantar bantuan, tidak berdampak besar terhadap upaya menstabilkan harga, sehingga beban masyarakat tetap semakin berat setelah sebelumnya masih trauma karena gempa.
SUMBER http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/08/04012656/gempa.enggak.gempa.cari.untung.jalan.terus
Amboi..., Harga BBM Meroket!
Kamis, 1 Oktober 2009 | 05:18 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - - Harga bahan bakar minyak (BBM) di tingkat pengecer di Kota Padang melonjak hingga Rp10.000/liter seiring dengan menipisnya persediaan.
Berdasarkan pantauan di Padang, Kamis (1/10), stok bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) maupun di tingkat pengecer di kota tersebut mulai menipis, sehingga harga melonjak hingga mencapai Rp10.000 per liter.
Kebutuhan BBM di Kota Padang meningkat akibat aksi borong masyarakat yang khawatir tidak mendapatkan BBM setelah gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter pada Rabu sore (30/9) melumpuhkan aktivitas kota tersebut.
Masyarakat tampak tidak hanya menyerbu SPBU tetapi juga kios-kios pengecer BBM di Kota Padang. Diperkirakan aktivitas masyarakat kota tersebut akan lumpuh pada Kamis siang, mengingat stok BBM di beberapa SPBU sudah mulai habis.
Masyarakat Kota Padang mulai kesulitan untuk mencari BBM jenis premium, sehingga lebih memilih tidak berpergian dengan menggunakan kendaraan.
Sebelumnya Wali Kota Padang Fauzi Bahar menginstruksikan agar pemilik SPBU tetap membuka tempat pengisian bahan bakarnya, mengingat kebutuhan BBM masyarakat cukup tinggi pascagempa.
SUMBER: http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/01/05180765/amboi....harga.bbm.meroket
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dengan adanya kenaikan harga BBM di pengecer, air mineral, mie instan, hingga mencapai lebih dari harga normal tentu saja itu merupakan suatu tindakan yang tidak manusiawi kepada konsumen yang membutuhkan. Pertistiwa ini secara tidak langsung masuk dalam pelanggaran etika bisnis yang terjadi pasca gempa yang sangat merugikan masyarakat. Masyarakat Sumatra Barat terkena musibah, tetapi ada sebagian oknum yang memanfaatkan untuk memporoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Hal yang dilakukan pelaku bisnis tersebut telah melanggar hak keadilan bagi konsumen. Para pelaku bisnis telah melakukan berbagai macam cara hanya untuk mendapatkan keuntungan semata tanpa memikirkan bagaimana dampaknya bagi konsumen atas kerugian yang telah mereka lakukan.
3.2 Saran
Untuk mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat agar jangan hanya satu pihak saja yang menjalankan etika sementara pihak lain berpijak kepada apa yang mereka inginkan. Etika bisnis tidak akan dilanggar jika ada aturan dan sangsi yang jelas. Apabila ada yang melanggar aturan diberikan sangsi yang tegas untuk memberi pelajaran kepada yang bersangkutan.
DAFTAR PUSTAKA
kompas.com/read/xml/2009/10/01/05180765/amboi....harga.bbm.meroket
kompas.com/read/xml/2009/10/08/04012656/gempa.enggak.gempa.cari.untung.jalan.terus
PEMENANG TIDAK BERHENTI MELAWAN TAKDIR DAN ORANG YANG BERHENTI MELAWAN TAKDIR TIDAK PERNAH MENJADI PEMENANG
Kamis, 07 April 2011
artikel etika bisnis
* Home
* About Us
* Disclaimer
* Kontak
* Link-Exchange
* Valas
* SiteMap
* Kirim Artikel
Zona Ekonomi Islam
Zonaekis.com
Info Lowongan Kerja
* Home
* Akuntansi Syariah
* Ekonomi Islam
* Fiqih
* Manajemen
* News Ekonomi Islam
* Perbankan Syariah
Usaha Berhasil
Home >> Fiqih >> Analisis Fiqh mengenai Produk yang digunakan MLM
Analisis Fiqh mengenai Produk yang digunakan MLM
Artikel ini dipublish pada 9 October 2010 at 00:09 oleh Choir
produk MLM 300x249 Analisis Fiqh mengenai Produk yang digunakan MLM
Kelanjutan Dari Kajian Fiqh Muammalah tentang MLM seri 3
Zona Ekonomi Islam–Seorang muslim harus menghindari produk haram, karena ini dilarang oleh Allah SWT dan rasulnya. Segala macam produk makanan dan minuman termasuk yang diproduksi oleh perusahaan MLM, harus halal dan tidak ada keragu-raguan mengenai produk tersebut. Dalam hadistnya, diriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda :
Dari Abu Hurairoh radhiallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah itu baik, tidak mau menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin (seperti) apa yang telah diperintahkan kepada para rosul, Allah berfirman, “Wahai para Rosul makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal sholih” (QS Al Mukminun: 51). Dan Dia berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu” (QS Al Baqoroh: 172). Kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: ”Wahai Robbku, wahai Robbku”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan (perutnya) dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin orang seperti ini dikabulkan do’anya.” (HR. Muslim)
Al Bugha dan Mistu (2009:77) menyatakan bahwa hadist ini merupakan dasar dari berbagai hukum Islam, yang berkaitan dengan memakan makanan yang halal dan menjauhi yang haram. Dengan hadist ini maka akan didapatkan manfaat yang luas di masyarakat. Bila masyarakat mengkonsumsi yang halal maka akan tercipta kasih sayang, doanya mudah terkabul, kebagusan beribadah, tidak ada dendam, iri, saling tipu bahkan mencuri. Hadits ini merupakan salah satu ashlud din (pokok agama), di mana kebanyakan hukum syariat berporos pada hadits tersebut. Thayyib adalah suci, tidak ada kekurangan dan cela. Demikian juga Allah, Dia itu thayyib. Dia suci, tidak ada kekurangan dan cela pada diri-Nya. Dia sempurna dalam seluruh sisi. Allah tidak menerima sesuatu kecuali yang thoyyib. Thayyib dalam aqidah, thayyib dalam perkataan dan thayyib dalam perbuatan. Tidak menerima artinya tidak ridho, atau tidak memberi pahala. Dan ketidakridhoan Allah terhadap sebuah amal biasanya melazimkan tidak memberi pahala pada amalan tersebut. Mengkonsumsi sesuatu yang thayyib merupakan karakteristik para rasul dan kaum mukminin. Makanan yang thayyib sangat berpengaruh terhadap kebagusan ibadah, terkabulnya doa dan diterimanya amal. Oleh sebab itu umat Islam selalu waspada agar tidak mengkonsumsi makanan yang haram, karena ini sangat merugikan bagi perusahaan MLM dan non MLM.
Umat muslim juga sebaiknya menghindari diri dari menjalankan perusahaan yang memusuhi Islam baik secara langsung atau pun tidak langsung. Perusahaan tersebut dapat dilihat pada web site http://warlockcomet.page.tl/Daftar-Boikot-Produk-US-dan-Israel.htm. Perhatikan apakah perusahaan tersebut anak perusahaan atau ada kerja sama dengan dengan perusahaan yang menjadi donatur musuh Islam dan keuntungannya bisinis ini malah digunakan untuk membunuh saudara-saudara muslim di belahan bumi lainnya, misalnya di Palestina.
3. Analisis mengenai sisi Marketing Dan Etika Penawaran
Menurut Syarwat (2009) hal yang paling rawan dalam pemasaran gaya MLM ini adalah dinding yang teramat tipis antara kejujuran dan dengan dusta. Biasanya, orang-orang yang diprospek itu diberikan dengan beragam tujuan untuk menjadi kaya dan berhasil dalam waktu singkat, atau bisa punya rumah real estate, mobil mewah, apartemen mahal, kapal pesiar besar dan ribuan mimpi lainnya. Dengan rumus hitung-hitungan yang dibuat seperti masuk akal, akhirnya banyak yang terbuai dan meninggalkan profesi sejatinya atau yang kita kenal dengan istilah `pensiun dini`. MLM dikenalkan sebagai bisnis yang menawarkan kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan banyak uang dibandingkan dengan bisnis lain maupun pekerjaan lain.
Menarik apa yang dikatakan ahli ekonomi syariah Utomo (2009) bahwa perlu dipelajari lebih lanjut, bahwa bagi hampir semua orang yang menanamkan uang, MLM berakhir dengan hilangnya uang. Kurang dari 1% distributor MLM mendapatkan laba dan mereka yang mendapatkan pendapatan seumur hidup dalam bisnis ini persentasenya jauh lebih kecil lagi. Cara pemasaran dan penjualan yang tidak lazim menjadi penyebab utama kegagalan ini. Namun, kalau bisnis ini lebih berkelayakan, perhitungan matematis pasti akan membatasi terjadinya peluang sukses tersebut. Tipe struktur bisnis MLM sesungguhnya adalah berupa piramid hanya dapat menopang sejumlah sangat kecil pemenang. Jika seseorang memerlukan downline sejumlah 1000 orang agar dia memperoleh pendapatan seumur hidup, maka 1.000 orang downline tadi akan memerlukan 1.000.000 orang untuk bisa memperoleh kesempatan yang sama. Jadi, berapa orang yang secara realistis bisa diajak bergabung ?
Syarwat (2009) menyatakan bila objeknya itu orang kurang mampu yang hidupnya sedang kurang mencukupi, maka semakin menjadilah mimpi tersebut berlebihan, sama dengan halnya dengan mimpi menjadi tokoh-tokoh dalam dunia sinetron TV yang tidak pernah menjadi kenyataan. Simbol-simbol kekayaan seperti memakai jas dan dasi, pertemuan di gedung mewah atau ke mana-mana naik mobil seringkali menjadi jurus pemasaran. Sebagai upaya pencitraan diri bahwa seorang distributor itu sudah makmur diduga terasa dipaksakan. Bahkan istilah yang digunakan pun bukan sales, tetapi manager atau general manager atau istilah-istilah lain yang punya citra bahwa dirinya adalah orang penting di dalam perusahaan besar.
Menurut analisis penulis sesungguhnya tidak ada yang salah dalam membeli mobil baru, apalagi itu digunakan untuk menunjang bisnisnya, baik pada perusahaan MLM atau non MLM. Namun yang menjadi masalah adalah bila nilainya dan cicilannya berlebihan, dan ia hanya berhitung pada masa jayanya, namun kurang berhitung tepat pada keadaan yang tidak menguntungkan. Ingatlah sesungguhnya Allah tidak suka orang yang berlebihan lagi membanggakan diri (At Takaatsur 1):
1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu
Ada kecenderungan bahwa masyarakat awam yang kurang luas wawasannya, dapat terlena. Sering pula penggunaan dalil yang tidak pada tempatnya untuk melegalkan MLM. Seperti sering kita dengar banyak orang yang membuat keterangan yang kurang tepat. Misalnya bahwa Rasulullah SAW itu profesinya adalah pedagang. Sesungguhnya yang benar adalah beliau memang pernah berdagang dan ketika masih kecil memang pernah diajak berdagang. Keadaan ini terjadi sebelum beliau diangkat menjadi Nabi oleh Allah SWT pada usia 40 tahun. Namun setelah menjadi nabi, beliau tidak lagi menjadi pedagang. Pemasukan (ma`isyah) beliau adalah dari harta rampasan perang / ghanimah, bukan dari hasil jualan atau menawarkan barang dagangan, juga bukan dengan sistem MLM. Lagi pula kalaulah sebelum jadi nabi beliau pernah berdagang, jelas-jelas sistemnya bukan sistem seperti perusahaan MLM, karena memang tidak ada perusahaan tersebut di masa rasulullah.
Masih ada pembahasan berikutnya yang akan kami tayangkan di artikel berikutnya, nantikan.
Artikel Terkait:
* Syariah Membuat MLM Bebas Eksploitasi
* MLM Menurut Fiqh Muammalah
* Analisis tambahan Tentang MLM: Mengenai Samsarah dan Dua akad dalam satu akad
* Hukum Dasar dari sistem MLM
* MLM Syariah Dapat Sertifikasi MUI
Pencarian yang terkait :
cara menghindari makanan haram, fiqhul hadits, hadits tentang produksi, fiqih mengenai bisnis, MAKALAH TENTANG MAKANAN DAN MINUMAN MENURUT FIQIH, makalah fiqih, analisis produk makanan, produk makanan yang haram, produk yg bagus untuk menunjang MLM, mlm analisis
lg share en Analisis Fiqh mengenai Produk yang digunakan MLM
← Next post Previous post →
Subscribe / Share
Article by Choir
Authors bio is coming up shortly. Choir tagged this post with: Analisis Fiqh, analisis produk MLM, Fiqh Muammalah, Hukum Dasar MLM, hukum MLM, Menurut Fiqh, MLM, MLM haram, MLM Menurut Fiqh, Muammalah, Produk MLM, sistem MLM Read Choir articles by Choir
It's very calm over here, why not leave a comment?
Leave a Reply
Click here to cancel reply.
Name (required)
Mail (will not be published) (required)
Website
CAPTCHA Image
CAPTCHA Audio
Refresh Image
CAPTCHA Code *
Recent Posts
* BWI: Potensi Wakaf Sangat Besar
* Ingin Kembangkan Perbankan Syariah, Filipina Undang Investor Timur Tengah
* BWI Optimis Atas Pencapaian Wakaf Perbankan Syariah
* Biayai Sektor Mikro, BNI Syariah Bersinergi Dengan PINBUK
* Inggris Tawarkan Kerjasama Syariah
* London Pusat Penghubung Transaksi Syariah Dunia
* Bank Syariah Bukopin Relokasi KCP di Sumbar
* IDB Intensifkan Pembiayaan Mikro
* Pengusaha Minta Sertifikasi Standar Wisata Halal Dipermudah
* Amanah Finance Genjot Pembiayaan
Terbanyak Dilihat
* sistem ekonomi campuran
* sistem ekonomi sosialis
* sistem ekonomi kapitalis
* EKONOMI ISLAM
* pengertian produksi
Terakhir Dilihat
* contoh kerangka makalah
* keuntungan produksi
* artikel etika dan bisnis
* artikel permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia
* pengaruh zakat terhadap penawaran
Follow @Zona Ekonomi Islam
TopOfBlogs
Copyright © Ekonomi Islam | Entries (RSS) and Comments (RSS) Theme by Anxiety Disorder
2010-2011 Created by Muhammad Ibawa [Back to top ↑ ]
* About Us
* Disclaimer
* Kontak
* Link-Exchange
* Valas
* SiteMap
* Kirim Artikel
Zona Ekonomi Islam
Zonaekis.com
Info Lowongan Kerja
* Home
* Akuntansi Syariah
* Ekonomi Islam
* Fiqih
* Manajemen
* News Ekonomi Islam
* Perbankan Syariah
Usaha Berhasil
Home >> Fiqih >> Analisis Fiqh mengenai Produk yang digunakan MLM
Analisis Fiqh mengenai Produk yang digunakan MLM
Artikel ini dipublish pada 9 October 2010 at 00:09 oleh Choir
produk MLM 300x249 Analisis Fiqh mengenai Produk yang digunakan MLM
Kelanjutan Dari Kajian Fiqh Muammalah tentang MLM seri 3
Zona Ekonomi Islam–Seorang muslim harus menghindari produk haram, karena ini dilarang oleh Allah SWT dan rasulnya. Segala macam produk makanan dan minuman termasuk yang diproduksi oleh perusahaan MLM, harus halal dan tidak ada keragu-raguan mengenai produk tersebut. Dalam hadistnya, diriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda :
Dari Abu Hurairoh radhiallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah itu baik, tidak mau menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin (seperti) apa yang telah diperintahkan kepada para rosul, Allah berfirman, “Wahai para Rosul makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal sholih” (QS Al Mukminun: 51). Dan Dia berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu” (QS Al Baqoroh: 172). Kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: ”Wahai Robbku, wahai Robbku”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan (perutnya) dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin orang seperti ini dikabulkan do’anya.” (HR. Muslim)
Al Bugha dan Mistu (2009:77) menyatakan bahwa hadist ini merupakan dasar dari berbagai hukum Islam, yang berkaitan dengan memakan makanan yang halal dan menjauhi yang haram. Dengan hadist ini maka akan didapatkan manfaat yang luas di masyarakat. Bila masyarakat mengkonsumsi yang halal maka akan tercipta kasih sayang, doanya mudah terkabul, kebagusan beribadah, tidak ada dendam, iri, saling tipu bahkan mencuri. Hadits ini merupakan salah satu ashlud din (pokok agama), di mana kebanyakan hukum syariat berporos pada hadits tersebut. Thayyib adalah suci, tidak ada kekurangan dan cela. Demikian juga Allah, Dia itu thayyib. Dia suci, tidak ada kekurangan dan cela pada diri-Nya. Dia sempurna dalam seluruh sisi. Allah tidak menerima sesuatu kecuali yang thoyyib. Thayyib dalam aqidah, thayyib dalam perkataan dan thayyib dalam perbuatan. Tidak menerima artinya tidak ridho, atau tidak memberi pahala. Dan ketidakridhoan Allah terhadap sebuah amal biasanya melazimkan tidak memberi pahala pada amalan tersebut. Mengkonsumsi sesuatu yang thayyib merupakan karakteristik para rasul dan kaum mukminin. Makanan yang thayyib sangat berpengaruh terhadap kebagusan ibadah, terkabulnya doa dan diterimanya amal. Oleh sebab itu umat Islam selalu waspada agar tidak mengkonsumsi makanan yang haram, karena ini sangat merugikan bagi perusahaan MLM dan non MLM.
Umat muslim juga sebaiknya menghindari diri dari menjalankan perusahaan yang memusuhi Islam baik secara langsung atau pun tidak langsung. Perusahaan tersebut dapat dilihat pada web site http://warlockcomet.page.tl/Daftar-Boikot-Produk-US-dan-Israel.htm. Perhatikan apakah perusahaan tersebut anak perusahaan atau ada kerja sama dengan dengan perusahaan yang menjadi donatur musuh Islam dan keuntungannya bisinis ini malah digunakan untuk membunuh saudara-saudara muslim di belahan bumi lainnya, misalnya di Palestina.
3. Analisis mengenai sisi Marketing Dan Etika Penawaran
Menurut Syarwat (2009) hal yang paling rawan dalam pemasaran gaya MLM ini adalah dinding yang teramat tipis antara kejujuran dan dengan dusta. Biasanya, orang-orang yang diprospek itu diberikan dengan beragam tujuan untuk menjadi kaya dan berhasil dalam waktu singkat, atau bisa punya rumah real estate, mobil mewah, apartemen mahal, kapal pesiar besar dan ribuan mimpi lainnya. Dengan rumus hitung-hitungan yang dibuat seperti masuk akal, akhirnya banyak yang terbuai dan meninggalkan profesi sejatinya atau yang kita kenal dengan istilah `pensiun dini`. MLM dikenalkan sebagai bisnis yang menawarkan kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan banyak uang dibandingkan dengan bisnis lain maupun pekerjaan lain.
Menarik apa yang dikatakan ahli ekonomi syariah Utomo (2009) bahwa perlu dipelajari lebih lanjut, bahwa bagi hampir semua orang yang menanamkan uang, MLM berakhir dengan hilangnya uang. Kurang dari 1% distributor MLM mendapatkan laba dan mereka yang mendapatkan pendapatan seumur hidup dalam bisnis ini persentasenya jauh lebih kecil lagi. Cara pemasaran dan penjualan yang tidak lazim menjadi penyebab utama kegagalan ini. Namun, kalau bisnis ini lebih berkelayakan, perhitungan matematis pasti akan membatasi terjadinya peluang sukses tersebut. Tipe struktur bisnis MLM sesungguhnya adalah berupa piramid hanya dapat menopang sejumlah sangat kecil pemenang. Jika seseorang memerlukan downline sejumlah 1000 orang agar dia memperoleh pendapatan seumur hidup, maka 1.000 orang downline tadi akan memerlukan 1.000.000 orang untuk bisa memperoleh kesempatan yang sama. Jadi, berapa orang yang secara realistis bisa diajak bergabung ?
Syarwat (2009) menyatakan bila objeknya itu orang kurang mampu yang hidupnya sedang kurang mencukupi, maka semakin menjadilah mimpi tersebut berlebihan, sama dengan halnya dengan mimpi menjadi tokoh-tokoh dalam dunia sinetron TV yang tidak pernah menjadi kenyataan. Simbol-simbol kekayaan seperti memakai jas dan dasi, pertemuan di gedung mewah atau ke mana-mana naik mobil seringkali menjadi jurus pemasaran. Sebagai upaya pencitraan diri bahwa seorang distributor itu sudah makmur diduga terasa dipaksakan. Bahkan istilah yang digunakan pun bukan sales, tetapi manager atau general manager atau istilah-istilah lain yang punya citra bahwa dirinya adalah orang penting di dalam perusahaan besar.
Menurut analisis penulis sesungguhnya tidak ada yang salah dalam membeli mobil baru, apalagi itu digunakan untuk menunjang bisnisnya, baik pada perusahaan MLM atau non MLM. Namun yang menjadi masalah adalah bila nilainya dan cicilannya berlebihan, dan ia hanya berhitung pada masa jayanya, namun kurang berhitung tepat pada keadaan yang tidak menguntungkan. Ingatlah sesungguhnya Allah tidak suka orang yang berlebihan lagi membanggakan diri (At Takaatsur 1):
1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu
Ada kecenderungan bahwa masyarakat awam yang kurang luas wawasannya, dapat terlena. Sering pula penggunaan dalil yang tidak pada tempatnya untuk melegalkan MLM. Seperti sering kita dengar banyak orang yang membuat keterangan yang kurang tepat. Misalnya bahwa Rasulullah SAW itu profesinya adalah pedagang. Sesungguhnya yang benar adalah beliau memang pernah berdagang dan ketika masih kecil memang pernah diajak berdagang. Keadaan ini terjadi sebelum beliau diangkat menjadi Nabi oleh Allah SWT pada usia 40 tahun. Namun setelah menjadi nabi, beliau tidak lagi menjadi pedagang. Pemasukan (ma`isyah) beliau adalah dari harta rampasan perang / ghanimah, bukan dari hasil jualan atau menawarkan barang dagangan, juga bukan dengan sistem MLM. Lagi pula kalaulah sebelum jadi nabi beliau pernah berdagang, jelas-jelas sistemnya bukan sistem seperti perusahaan MLM, karena memang tidak ada perusahaan tersebut di masa rasulullah.
Masih ada pembahasan berikutnya yang akan kami tayangkan di artikel berikutnya, nantikan.
Artikel Terkait:
* Syariah Membuat MLM Bebas Eksploitasi
* MLM Menurut Fiqh Muammalah
* Analisis tambahan Tentang MLM: Mengenai Samsarah dan Dua akad dalam satu akad
* Hukum Dasar dari sistem MLM
* MLM Syariah Dapat Sertifikasi MUI
Pencarian yang terkait :
cara menghindari makanan haram, fiqhul hadits, hadits tentang produksi, fiqih mengenai bisnis, MAKALAH TENTANG MAKANAN DAN MINUMAN MENURUT FIQIH, makalah fiqih, analisis produk makanan, produk makanan yang haram, produk yg bagus untuk menunjang MLM, mlm analisis
lg share en Analisis Fiqh mengenai Produk yang digunakan MLM
← Next post Previous post →
Subscribe / Share
Article by Choir
Authors bio is coming up shortly. Choir tagged this post with: Analisis Fiqh, analisis produk MLM, Fiqh Muammalah, Hukum Dasar MLM, hukum MLM, Menurut Fiqh, MLM, MLM haram, MLM Menurut Fiqh, Muammalah, Produk MLM, sistem MLM Read Choir articles by Choir
It's very calm over here, why not leave a comment?
Leave a Reply
Click here to cancel reply.
Name (required)
Mail (will not be published) (required)
Website
CAPTCHA Image
CAPTCHA Audio
Refresh Image
CAPTCHA Code *
Recent Posts
* BWI: Potensi Wakaf Sangat Besar
* Ingin Kembangkan Perbankan Syariah, Filipina Undang Investor Timur Tengah
* BWI Optimis Atas Pencapaian Wakaf Perbankan Syariah
* Biayai Sektor Mikro, BNI Syariah Bersinergi Dengan PINBUK
* Inggris Tawarkan Kerjasama Syariah
* London Pusat Penghubung Transaksi Syariah Dunia
* Bank Syariah Bukopin Relokasi KCP di Sumbar
* IDB Intensifkan Pembiayaan Mikro
* Pengusaha Minta Sertifikasi Standar Wisata Halal Dipermudah
* Amanah Finance Genjot Pembiayaan
Terbanyak Dilihat
* sistem ekonomi campuran
* sistem ekonomi sosialis
* sistem ekonomi kapitalis
* EKONOMI ISLAM
* pengertian produksi
Terakhir Dilihat
* contoh kerangka makalah
* keuntungan produksi
* artikel etika dan bisnis
* artikel permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia
* pengaruh zakat terhadap penawaran
Follow @Zona Ekonomi Islam
TopOfBlogs
Copyright © Ekonomi Islam | Entries (RSS) and Comments (RSS) Theme by Anxiety Disorder
2010-2011 Created by Muhammad Ibawa [Back to top ↑ ]
Rabu, 30 Maret 2011
MAKALAH KEPEMIMPINAN
Sesungguhnya Allah Ta'ala Maha Pemberi rahmat (kasih sayang). Bahkan sayangNya terhadap hamba-hambaNya lebih dari sayangnya seorang ibu kepada anaknya. Dengan kasih sayangNya, Dia menciptakan kita. Dengan rahmatNya, Dia memberikan rizki kepada kita. Dengan rahmatNya, Dia memberikan kesehatan kepada kita. Dengan rahmatNya, Dia memberikan makan dan minum, pakaian serta tempat tinggal kepada kita. Dengan rahmatNya, Dia menunjukkan kita kepada Islam dan Iman serta amal shalih. Dengan rahmatNya, Dia mengajarkan kepada kita apa yang tidak kita ketahui. Dengan rahmatNya, Dia memalingkan kejahatan musuh-musuh dari diri kita. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Sesungguhnya Allah
Ta'ala membela orang-orang yang telah beriman." (QS. al-Hajj: 38). Dengan rahmatNya, Dia menurunkan hujan dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, . Dengan rahmatNya, Dia memasukkan hamba-hambaNya yang beriman dan yang beramal shalih ke dalam surga. Dengan rahmatNya, Dia menyelamatkan mereka dari Neraka.Segala sesuatu semuanya adalah berkat
rahmat Allah Ta'ala. Oleh karenanya seorang muslim perlu mengetahui faktor penyebab, Allah Ta'ala memberikan rahmat kepada makhlukNya, yaitu:
1. Berbuat Ihsan dalam beribadah kepada Allah Ta'ala dengan menyempurnakan ibadah kepadaNya dan merasa dimonitor (diawasi) oleh Allah Ta'ala, bahwasanya kamu beribadah kepada Allah Ta'ala, seolah-olah kamu melihatNya, maka jika kamu tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu, dan berbuat baik kepada manusia semaksimal mungkin, baik dengan ucapan, perbuatan, harta, dan kedudukan. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. al-A'raf: 56)
2. Dan di antara sebab-sebab yang paling utama untuk mendapatkan rahmat Allah Ta'ala adalah bertakwa kepadaNya dan menaatiNya dengan melaksanakan perintah-perintahNy a dan menjauhi larangan-laranganNya, seperti mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya (Mustahiq), beriman dengan ayat-ayat Allah swt, dan mengikuti RasulNya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan rahmatKu meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmatKu untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami. (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi." (QS. al-A'raf: 156, 157)
3. Kasih sayang kepada makhluk-makhlukNya baik manusia maupun binatang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Orang-orang yang penyayang, maka Allah Ta'ala akan menyayangi mereka (memberikan rahmat kepada mereka), sayangilah/ kasilah penduduk bumi, niscaya penduduk langit akan menyayangi kalian." (HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi)
Dan hal itu lebih ditekankan lagi kepada orang-orang fakir dan miskin yang sangat membutuhkan. Sedangkan balasan (ganjarannya) sesuai dengan perbuatan, sebagaimana kita berbuat baik, maka kita akan mendapatkan balasan dari kebaikan tersebut.
4. Beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. al-Baqarah: 218).
Maka orang-orang yang beriman selalu mengharapkan rahmat Allah Ta'ala setelah mereka melaksanakan sebab-sebab mendapatkan rahmat yaitu iman, hijrah, dan berjihad di jalan Allah Ta'ala. Adapun hijrah meliputi berpindah dari negri syirik ke negri Islam dan meninggalkan apa yang dilarang Allah Ta'ala dan RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam, sebagaimana Rasululullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah Ta'ala." (Muttafaq 'alaih).
Sedangkan jihad mencakup jihad melawan hawa nafsu dalam menaati Allah Ta'ala, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Orang yang berjihad adalah orang yang memerangi hawa nafsunya dalam menaati Allah Ta'ala." (HR. al-Baihaqi).
Sebagaimana jihad meliputi pula jihad melawan setan dengan menyelisihinya dan bersungguh-sungguh untuk mendurhakainya dan jihad dalam memerangi orang-orang kafir dan jihad terhadap orang-orang munafik dan pelaku-pelaku maksiat baik dengan tangan, kemudian (jika
tidak mampu) dengan lisan, kemudian (jika tidak mampu juga), maka dengan hati.
5. Mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menaati Rasulullah Ta'ala, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta'atlah kepada Rasul, supaya kamu diberi rahmat." (QS. an-Nur: 56).
6. Berdo'a kepada Allah Ta'ala untuk mendapatkannya dengan bertawasul dengan nama-namaNya yang Maha Pengasih (ar-Rahman) lagi Maha Penyayang (ar-Rahim) atau yang lainnya dari nama-namaNya yang Agung/ Indah, seperti kamu mengatakan, "Ya Rahman (Wahai Yang Maha Penyayang), sayangilah aku (rahmatilah aku), ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuni dosaku dan menyayangiku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)." (QS. al-Kahfi: 10).
Dan Allah Ta'ala juga berfirman, artinya, "Hanya milik Allah asma`u al-Husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asma`u al-Husna itu." (QS. al-A'raf: 180).
Maka hendaklah seseorang memohon setiap permintaannya dengan nama yang sesuai dengan permintaannya itu untuk mendapatkannya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdo'alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu'." (QS. al-Mu'min: 60).
Dan firman Allah Ta'ala lainnya, artinya, "Dan katakanlah, 'Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik." (QS. al-Mu'minun: 118).
Sungguh Allah Ta'ala telah menyuruh (kita) berdo'a dan menjamin ijabah (mengabulkan do'a tersebut) dan Dia Maha Suci yang tidak pernah mengingkari janji.
7. Mengikuti al-Qur`an al-Karim dan mengamalkannya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan Al-Qur`an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (QS. al-An'am: 155).
8. Menaati Allah Ta'ala dan RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat." (QS. Ali 'Imran: 132).
9. Mendengarkan dan memperhatikan dengan tenang ketika dibacakan al-Qur`an al-Karim. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan apabila dibacakan Al-Qur`an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat." (QS. al-A'raf: 204).
10. Istighfar, memohon ampunan dari Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat." (QS. an-Naml: 46). Wallahu a'lam.
Ta'ala membela orang-orang yang telah beriman." (QS. al-Hajj: 38). Dengan rahmatNya, Dia menurunkan hujan dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, . Dengan rahmatNya, Dia memasukkan hamba-hambaNya yang beriman dan yang beramal shalih ke dalam surga. Dengan rahmatNya, Dia menyelamatkan mereka dari Neraka.Segala sesuatu semuanya adalah berkat
rahmat Allah Ta'ala. Oleh karenanya seorang muslim perlu mengetahui faktor penyebab, Allah Ta'ala memberikan rahmat kepada makhlukNya, yaitu:
1. Berbuat Ihsan dalam beribadah kepada Allah Ta'ala dengan menyempurnakan ibadah kepadaNya dan merasa dimonitor (diawasi) oleh Allah Ta'ala, bahwasanya kamu beribadah kepada Allah Ta'ala, seolah-olah kamu melihatNya, maka jika kamu tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu, dan berbuat baik kepada manusia semaksimal mungkin, baik dengan ucapan, perbuatan, harta, dan kedudukan. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. al-A'raf: 56)
2. Dan di antara sebab-sebab yang paling utama untuk mendapatkan rahmat Allah Ta'ala adalah bertakwa kepadaNya dan menaatiNya dengan melaksanakan perintah-perintahNy a dan menjauhi larangan-laranganNya, seperti mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya (Mustahiq), beriman dengan ayat-ayat Allah swt, dan mengikuti RasulNya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan rahmatKu meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmatKu untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami. (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi." (QS. al-A'raf: 156, 157)
3. Kasih sayang kepada makhluk-makhlukNya baik manusia maupun binatang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Orang-orang yang penyayang, maka Allah Ta'ala akan menyayangi mereka (memberikan rahmat kepada mereka), sayangilah/ kasilah penduduk bumi, niscaya penduduk langit akan menyayangi kalian." (HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi)
Dan hal itu lebih ditekankan lagi kepada orang-orang fakir dan miskin yang sangat membutuhkan. Sedangkan balasan (ganjarannya) sesuai dengan perbuatan, sebagaimana kita berbuat baik, maka kita akan mendapatkan balasan dari kebaikan tersebut.
4. Beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. al-Baqarah: 218).
Maka orang-orang yang beriman selalu mengharapkan rahmat Allah Ta'ala setelah mereka melaksanakan sebab-sebab mendapatkan rahmat yaitu iman, hijrah, dan berjihad di jalan Allah Ta'ala. Adapun hijrah meliputi berpindah dari negri syirik ke negri Islam dan meninggalkan apa yang dilarang Allah Ta'ala dan RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam, sebagaimana Rasululullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah Ta'ala." (Muttafaq 'alaih).
Sedangkan jihad mencakup jihad melawan hawa nafsu dalam menaati Allah Ta'ala, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Orang yang berjihad adalah orang yang memerangi hawa nafsunya dalam menaati Allah Ta'ala." (HR. al-Baihaqi).
Sebagaimana jihad meliputi pula jihad melawan setan dengan menyelisihinya dan bersungguh-sungguh untuk mendurhakainya dan jihad dalam memerangi orang-orang kafir dan jihad terhadap orang-orang munafik dan pelaku-pelaku maksiat baik dengan tangan, kemudian (jika
tidak mampu) dengan lisan, kemudian (jika tidak mampu juga), maka dengan hati.
5. Mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menaati Rasulullah Ta'ala, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta'atlah kepada Rasul, supaya kamu diberi rahmat." (QS. an-Nur: 56).
6. Berdo'a kepada Allah Ta'ala untuk mendapatkannya dengan bertawasul dengan nama-namaNya yang Maha Pengasih (ar-Rahman) lagi Maha Penyayang (ar-Rahim) atau yang lainnya dari nama-namaNya yang Agung/ Indah, seperti kamu mengatakan, "Ya Rahman (Wahai Yang Maha Penyayang), sayangilah aku (rahmatilah aku), ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuni dosaku dan menyayangiku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)." (QS. al-Kahfi: 10).
Dan Allah Ta'ala juga berfirman, artinya, "Hanya milik Allah asma`u al-Husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asma`u al-Husna itu." (QS. al-A'raf: 180).
Maka hendaklah seseorang memohon setiap permintaannya dengan nama yang sesuai dengan permintaannya itu untuk mendapatkannya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdo'alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu'." (QS. al-Mu'min: 60).
Dan firman Allah Ta'ala lainnya, artinya, "Dan katakanlah, 'Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik." (QS. al-Mu'minun: 118).
Sungguh Allah Ta'ala telah menyuruh (kita) berdo'a dan menjamin ijabah (mengabulkan do'a tersebut) dan Dia Maha Suci yang tidak pernah mengingkari janji.
7. Mengikuti al-Qur`an al-Karim dan mengamalkannya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan Al-Qur`an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (QS. al-An'am: 155).
8. Menaati Allah Ta'ala dan RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat." (QS. Ali 'Imran: 132).
9. Mendengarkan dan memperhatikan dengan tenang ketika dibacakan al-Qur`an al-Karim. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan apabila dibacakan Al-Qur`an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat." (QS. al-A'raf: 204).
10. Istighfar, memohon ampunan dari Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat." (QS. an-Naml: 46). Wallahu a'lam.
rahasia kepemimpinan
Sesungguhnya Allah Ta'ala Maha Pemberi rahmat (kasih sayang). Bahkan sayangNya terhadap hamba-hambaNya lebih dari sayangnya seorang ibu kepada anaknya. Dengan kasih sayangNya, Dia menciptakan kita. Dengan rahmatNya, Dia memberikan rizki kepada kita. Dengan rahmatNya, Dia memberikan kesehatan kepada kita. Dengan rahmatNya, Dia memberikan makan dan minum, pakaian serta tempat tinggal kepada kita. Dengan rahmatNya, Dia menunjukkan kita kepada Islam dan Iman serta amal shalih. Dengan rahmatNya, Dia mengajarkan kepada kita apa yang tidak kita ketahui. Dengan rahmatNya, Dia memalingkan kejahatan musuh-musuh dari diri kita. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Sesungguhnya Allah
Ta'ala membela orang-orang yang telah beriman." (QS. al-Hajj: 38). Dengan rahmatNya, Dia menurunkan hujan dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, . Dengan rahmatNya, Dia memasukkan hamba-hambaNya yang beriman dan yang beramal shalih ke dalam surga. Dengan rahmatNya, Dia menyelamatkan mereka dari Neraka.Segala sesuatu semuanya adalah berkat
rahmat Allah Ta'ala. Oleh karenanya seorang muslim perlu mengetahui faktor penyebab, Allah Ta'ala memberikan rahmat kepada makhlukNya, yaitu:
1. Berbuat Ihsan dalam beribadah kepada Allah Ta'ala dengan menyempurnakan ibadah kepadaNya dan merasa dimonitor (diawasi) oleh Allah Ta'ala, bahwasanya kamu beribadah kepada Allah Ta'ala, seolah-olah kamu melihatNya, maka jika kamu tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu, dan berbuat baik kepada manusia semaksimal mungkin, baik dengan ucapan, perbuatan, harta, dan kedudukan. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. al-A'raf: 56)
2. Dan di antara sebab-sebab yang paling utama untuk mendapatkan rahmat Allah Ta'ala adalah bertakwa kepadaNya dan menaatiNya dengan melaksanakan perintah-perintahNy a dan menjauhi larangan-laranganNya, seperti mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya (Mustahiq), beriman dengan ayat-ayat Allah swt, dan mengikuti RasulNya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan rahmatKu meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmatKu untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami. (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi." (QS. al-A'raf: 156, 157)
3. Kasih sayang kepada makhluk-makhlukNya baik manusia maupun binatang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Orang-orang yang penyayang, maka Allah Ta'ala akan menyayangi mereka (memberikan rahmat kepada mereka), sayangilah/ kasilah penduduk bumi, niscaya penduduk langit akan menyayangi kalian." (HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi)
Dan hal itu lebih ditekankan lagi kepada orang-orang fakir dan miskin yang sangat membutuhkan. Sedangkan balasan (ganjarannya) sesuai dengan perbuatan, sebagaimana kita berbuat baik, maka kita akan mendapatkan balasan dari kebaikan tersebut.
4. Beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. al-Baqarah: 218).
Maka orang-orang yang beriman selalu mengharapkan rahmat Allah Ta'ala setelah mereka melaksanakan sebab-sebab mendapatkan rahmat yaitu iman, hijrah, dan berjihad di jalan Allah Ta'ala. Adapun hijrah meliputi berpindah dari negri syirik ke negri Islam dan meninggalkan apa yang dilarang Allah Ta'ala dan RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam, sebagaimana Rasululullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah Ta'ala." (Muttafaq 'alaih).
Sedangkan jihad mencakup jihad melawan hawa nafsu dalam menaati Allah Ta'ala, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Orang yang berjihad adalah orang yang memerangi hawa nafsunya dalam menaati Allah Ta'ala." (HR. al-Baihaqi).
Sebagaimana jihad meliputi pula jihad melawan setan dengan menyelisihinya dan bersungguh-sungguh untuk mendurhakainya dan jihad dalam memerangi orang-orang kafir dan jihad terhadap orang-orang munafik dan pelaku-pelaku maksiat baik dengan tangan, kemudian (jika
tidak mampu) dengan lisan, kemudian (jika tidak mampu juga), maka dengan hati.
5. Mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menaati Rasulullah Ta'ala, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta'atlah kepada Rasul, supaya kamu diberi rahmat." (QS. an-Nur: 56).
6. Berdo'a kepada Allah Ta'ala untuk mendapatkannya dengan bertawasul dengan nama-namaNya yang Maha Pengasih (ar-Rahman) lagi Maha Penyayang (ar-Rahim) atau yang lainnya dari nama-namaNya yang Agung/ Indah, seperti kamu mengatakan, "Ya Rahman (Wahai Yang Maha Penyayang), sayangilah aku (rahmatilah aku), ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuni dosaku dan menyayangiku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)." (QS. al-Kahfi: 10).
Dan Allah Ta'ala juga berfirman, artinya, "Hanya milik Allah asma`u al-Husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asma`u al-Husna itu." (QS. al-A'raf: 180).
Maka hendaklah seseorang memohon setiap permintaannya dengan nama yang sesuai dengan permintaannya itu untuk mendapatkannya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdo'alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu'." (QS. al-Mu'min: 60).
Dan firman Allah Ta'ala lainnya, artinya, "Dan katakanlah, 'Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik." (QS. al-Mu'minun: 118).
Sungguh Allah Ta'ala telah menyuruh (kita) berdo'a dan menjamin ijabah (mengabulkan do'a tersebut) dan Dia Maha Suci yang tidak pernah mengingkari janji.
7. Mengikuti al-Qur`an al-Karim dan mengamalkannya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan Al-Qur`an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (QS. al-An'am: 155).
8. Menaati Allah Ta'ala dan RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat." (QS. Ali 'Imran: 132).
9. Mendengarkan dan memperhatikan dengan tenang ketika dibacakan al-Qur`an al-Karim. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan apabila dibacakan Al-Qur`an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat." (QS. al-A'raf: 204).
10. Istighfar, memohon ampunan dari Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat." (QS. an-Naml: 46). Wallahu a'lam.
Ta'ala membela orang-orang yang telah beriman." (QS. al-Hajj: 38). Dengan rahmatNya, Dia menurunkan hujan dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, . Dengan rahmatNya, Dia memasukkan hamba-hambaNya yang beriman dan yang beramal shalih ke dalam surga. Dengan rahmatNya, Dia menyelamatkan mereka dari Neraka.Segala sesuatu semuanya adalah berkat
rahmat Allah Ta'ala. Oleh karenanya seorang muslim perlu mengetahui faktor penyebab, Allah Ta'ala memberikan rahmat kepada makhlukNya, yaitu:
1. Berbuat Ihsan dalam beribadah kepada Allah Ta'ala dengan menyempurnakan ibadah kepadaNya dan merasa dimonitor (diawasi) oleh Allah Ta'ala, bahwasanya kamu beribadah kepada Allah Ta'ala, seolah-olah kamu melihatNya, maka jika kamu tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu, dan berbuat baik kepada manusia semaksimal mungkin, baik dengan ucapan, perbuatan, harta, dan kedudukan. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. al-A'raf: 56)
2. Dan di antara sebab-sebab yang paling utama untuk mendapatkan rahmat Allah Ta'ala adalah bertakwa kepadaNya dan menaatiNya dengan melaksanakan perintah-perintahNy a dan menjauhi larangan-laranganNya, seperti mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya (Mustahiq), beriman dengan ayat-ayat Allah swt, dan mengikuti RasulNya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan rahmatKu meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmatKu untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami. (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi." (QS. al-A'raf: 156, 157)
3. Kasih sayang kepada makhluk-makhlukNya baik manusia maupun binatang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Orang-orang yang penyayang, maka Allah Ta'ala akan menyayangi mereka (memberikan rahmat kepada mereka), sayangilah/ kasilah penduduk bumi, niscaya penduduk langit akan menyayangi kalian." (HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi)
Dan hal itu lebih ditekankan lagi kepada orang-orang fakir dan miskin yang sangat membutuhkan. Sedangkan balasan (ganjarannya) sesuai dengan perbuatan, sebagaimana kita berbuat baik, maka kita akan mendapatkan balasan dari kebaikan tersebut.
4. Beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. al-Baqarah: 218).
Maka orang-orang yang beriman selalu mengharapkan rahmat Allah Ta'ala setelah mereka melaksanakan sebab-sebab mendapatkan rahmat yaitu iman, hijrah, dan berjihad di jalan Allah Ta'ala. Adapun hijrah meliputi berpindah dari negri syirik ke negri Islam dan meninggalkan apa yang dilarang Allah Ta'ala dan RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam, sebagaimana Rasululullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah Ta'ala." (Muttafaq 'alaih).
Sedangkan jihad mencakup jihad melawan hawa nafsu dalam menaati Allah Ta'ala, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Orang yang berjihad adalah orang yang memerangi hawa nafsunya dalam menaati Allah Ta'ala." (HR. al-Baihaqi).
Sebagaimana jihad meliputi pula jihad melawan setan dengan menyelisihinya dan bersungguh-sungguh untuk mendurhakainya dan jihad dalam memerangi orang-orang kafir dan jihad terhadap orang-orang munafik dan pelaku-pelaku maksiat baik dengan tangan, kemudian (jika
tidak mampu) dengan lisan, kemudian (jika tidak mampu juga), maka dengan hati.
5. Mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menaati Rasulullah Ta'ala, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta'atlah kepada Rasul, supaya kamu diberi rahmat." (QS. an-Nur: 56).
6. Berdo'a kepada Allah Ta'ala untuk mendapatkannya dengan bertawasul dengan nama-namaNya yang Maha Pengasih (ar-Rahman) lagi Maha Penyayang (ar-Rahim) atau yang lainnya dari nama-namaNya yang Agung/ Indah, seperti kamu mengatakan, "Ya Rahman (Wahai Yang Maha Penyayang), sayangilah aku (rahmatilah aku), ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuni dosaku dan menyayangiku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)." (QS. al-Kahfi: 10).
Dan Allah Ta'ala juga berfirman, artinya, "Hanya milik Allah asma`u al-Husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asma`u al-Husna itu." (QS. al-A'raf: 180).
Maka hendaklah seseorang memohon setiap permintaannya dengan nama yang sesuai dengan permintaannya itu untuk mendapatkannya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdo'alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu'." (QS. al-Mu'min: 60).
Dan firman Allah Ta'ala lainnya, artinya, "Dan katakanlah, 'Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik." (QS. al-Mu'minun: 118).
Sungguh Allah Ta'ala telah menyuruh (kita) berdo'a dan menjamin ijabah (mengabulkan do'a tersebut) dan Dia Maha Suci yang tidak pernah mengingkari janji.
7. Mengikuti al-Qur`an al-Karim dan mengamalkannya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan Al-Qur`an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (QS. al-An'am: 155).
8. Menaati Allah Ta'ala dan RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat." (QS. Ali 'Imran: 132).
9. Mendengarkan dan memperhatikan dengan tenang ketika dibacakan al-Qur`an al-Karim. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan apabila dibacakan Al-Qur`an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat." (QS. al-A'raf: 204).
10. Istighfar, memohon ampunan dari Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat." (QS. an-Naml: 46). Wallahu a'lam.
SUKSES ALA NABI
Hadits Muthahharah
Dari Sayyidina Khalid bin Al-Walid Radiallahu’anhu telah berkata : Telah datang seorang arab desa kepada Rasulullah S.A.W yang mana dia menyatakan tujuannya : "Wahai Rasulullah! sesungguhnya kedatanganku ini adalah untuk bertanya kepada engkau mengenai apa yang akan menyempurnakan diriku di dunia dan akhirat"
.
Maka baginda S.A.W telah berkata kepadanya : "Tanyalah apa yang engkau kehendaki"
.
Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang alim
.
Baginda S.A.W menjawab : Takutlah kepada Allah maka engkau akan jadi orang yang alim
.
Dia berkata : Aku mau menjadi orang paling kaya
.
Baginda S.A.W menjawab : Jadilah orang yang yakin pada diri engkau, maka engkau akan jadi orang paling kaya
.
Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang adil
.
Baginda S.A.W menjawab : Kasihanilah manusia yang lain sebagaimana engkau kasih pada diri sendiri maka jadilah engkau seadil-adil manusia
.
Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang paling baik
.
Baginda S.A.W menjawab: Jadilah orang yang berguna kepada masyarakat, maka engkau akanjadi sebaik-baik manusia
.
Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang istimewa di sisi AllahBaginda S.A.W menjawab : Banyakkan zikrullah nescaya engkau akan jadi orang istimewadi sisi AllahDia berkata : Aku mau disempurnakan imanku
.
Baginda S.A.W menjawab : Perelokkan akhlakmu niscaya imanmu akan sempurnaDia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan orang yang muhsinin (baik)
.
Baginda S.A.W menjawab : Beribadatlah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya dan jika engkau tidak merasa begitu sekurangnya engkau yakin, Dia tetap melihat engkau maka dengan cara ini engkau akan termasuk golongan muhsinin
.
Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan mereka yang taat
.
Baginda S.A.W menjawab : Tunaikan segala kewajipan yang difardhukan, maka engkau akan termasuk dalam golongan mereka yang taat
.
Dia berkata : Aku mau berjumpa Allah dalan keadaan bersih daripada dosa
.
Baginda S.A.W menjawab : Bersihkan dirimu daripada najis dosa, nescaya engkau akanmenemui Allah dalam keadaan suci daripada dosa
.
Dia berkata : Aku mau dihimpun pada hari qiamat di bawah cahayaBaginda S.A.W menjawab : Jangan menzalimi seseorang maka engkau akan dihitung pada hari qiamat di bawah cahaya
.
Dia berkata : Aku mau dikasihi oleh Allah pada hari qiamat
.
Baginda S.A.W menjawab : Kasihanilah dirimu dan kasihanilah orang lain nescaya Allah akan mengasihanimu pada hari qiamat
.
Dia berkata : Aku mau dihapuskan segala dosakuBaginda S.A.W menjawab : Banyakkan beristighfar nescaya akan dihapuskan (kurangkan) segala dosamu
.
Dia berkata : Aku mau menjadi semulia-mulia manusiaBaginda S.A.W menjawab : Jangan mengesyaki sesuatu perkara pada orang lain, nescaya engkau akan jadi semulia-mulia manusia
.
Dia berkata : Aku mau menjadi segagah-gagah manusiaBaginda S.A.W menjawab : Sentiasa menyerah diri (tawakkal) kepada Allah, nescaya engkauakan jadi segagah-gagah manusia
.
Dia berkata : Aku mau dimurahkan rezeki oleh AllahBaginda S.A.W menjawab : Sentiasa berada dalam keadaan bersih (dari hadas), nescaya Allah akan memurahkan rezeki kepadamu
.
Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan mereka yang dikasihi oleh Allah dan rasulNya
.
Baginda S.A.W menjawab : Cintailah segala apa yang disukai oleh Allah dan rasulNya maka engkau termasuk dalam golongan yang dicintai oleh Mereka
.
Dia berkata : Aku mau diselamatkan dari kemurkaan Allah pada hari qiamat
.
Baginda S.A.W menjawab : Jangan marah kepada orang lain nescaya engkau akan terselamat daripada kemurkaan Allah dan rasulNya
.
Dia berkata : Aku mau diterima segala permohonanku
.
Baginda S.A.W menjawab : Jauhilah makanan haram nescaya segala permohonanmu akan diterimaNya
.
Dia berkata : Aku mau agar Allah menutupkan segala keaibanku pada hari qiamat
.
Baginda S.A.W menjawab : Tutuplah keburukan orang lain nescaya Allah akan menutup keaibanmu pada hari qiamat
.
Dia berkata : Siapa yang terselamat daripada dosa?
.
Baginda S.A.W menjawab : Orang yang sentiasa mengalir air mata penyesalan, mereka yang tunduk pada kehendakNya dan mereka yang ditimpa kesakitan
.
Dia berkata : Apakah sebesar-besar kebaikan di sisi Allah?
.
Baginda S.A.W menjawab : Elok budi pekerti, rendah diri, dan sabar dengan ujian (bala)Dia berkata : Apakah sebesar-besar kejahatan di sisi Allah?
.
Baginda S.A.W menjawab : Buruk akhlak dan sedikit ketaatan
.
Dia berkata : Apakah yang meredakan kemurkaan Allah di dunia dan akhirat ?
.
Baginda S.A.W menjawab : Sedekah dalam keadaan sembunyi (tidak diketahui) dan menghubungkan kasih sayang
.
Dia berkata: Apakah yang akan memadamkan api neraka pada hari qiamat?
.
Baginda S.A.W menjawab : sabar di dunia dengan bala dan musibah
Dari Sayyidina Khalid bin Al-Walid Radiallahu’anhu telah berkata : Telah datang seorang arab desa kepada Rasulullah S.A.W yang mana dia menyatakan tujuannya : "Wahai Rasulullah! sesungguhnya kedatanganku ini adalah untuk bertanya kepada engkau mengenai apa yang akan menyempurnakan diriku di dunia dan akhirat"
.
Maka baginda S.A.W telah berkata kepadanya : "Tanyalah apa yang engkau kehendaki"
.
Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang alim
.
Baginda S.A.W menjawab : Takutlah kepada Allah maka engkau akan jadi orang yang alim
.
Dia berkata : Aku mau menjadi orang paling kaya
.
Baginda S.A.W menjawab : Jadilah orang yang yakin pada diri engkau, maka engkau akan jadi orang paling kaya
.
Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang adil
.
Baginda S.A.W menjawab : Kasihanilah manusia yang lain sebagaimana engkau kasih pada diri sendiri maka jadilah engkau seadil-adil manusia
.
Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang paling baik
.
Baginda S.A.W menjawab: Jadilah orang yang berguna kepada masyarakat, maka engkau akanjadi sebaik-baik manusia
.
Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang istimewa di sisi AllahBaginda S.A.W menjawab : Banyakkan zikrullah nescaya engkau akan jadi orang istimewadi sisi AllahDia berkata : Aku mau disempurnakan imanku
.
Baginda S.A.W menjawab : Perelokkan akhlakmu niscaya imanmu akan sempurnaDia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan orang yang muhsinin (baik)
.
Baginda S.A.W menjawab : Beribadatlah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya dan jika engkau tidak merasa begitu sekurangnya engkau yakin, Dia tetap melihat engkau maka dengan cara ini engkau akan termasuk golongan muhsinin
.
Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan mereka yang taat
.
Baginda S.A.W menjawab : Tunaikan segala kewajipan yang difardhukan, maka engkau akan termasuk dalam golongan mereka yang taat
.
Dia berkata : Aku mau berjumpa Allah dalan keadaan bersih daripada dosa
.
Baginda S.A.W menjawab : Bersihkan dirimu daripada najis dosa, nescaya engkau akanmenemui Allah dalam keadaan suci daripada dosa
.
Dia berkata : Aku mau dihimpun pada hari qiamat di bawah cahayaBaginda S.A.W menjawab : Jangan menzalimi seseorang maka engkau akan dihitung pada hari qiamat di bawah cahaya
.
Dia berkata : Aku mau dikasihi oleh Allah pada hari qiamat
.
Baginda S.A.W menjawab : Kasihanilah dirimu dan kasihanilah orang lain nescaya Allah akan mengasihanimu pada hari qiamat
.
Dia berkata : Aku mau dihapuskan segala dosakuBaginda S.A.W menjawab : Banyakkan beristighfar nescaya akan dihapuskan (kurangkan) segala dosamu
.
Dia berkata : Aku mau menjadi semulia-mulia manusiaBaginda S.A.W menjawab : Jangan mengesyaki sesuatu perkara pada orang lain, nescaya engkau akan jadi semulia-mulia manusia
.
Dia berkata : Aku mau menjadi segagah-gagah manusiaBaginda S.A.W menjawab : Sentiasa menyerah diri (tawakkal) kepada Allah, nescaya engkauakan jadi segagah-gagah manusia
.
Dia berkata : Aku mau dimurahkan rezeki oleh AllahBaginda S.A.W menjawab : Sentiasa berada dalam keadaan bersih (dari hadas), nescaya Allah akan memurahkan rezeki kepadamu
.
Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan mereka yang dikasihi oleh Allah dan rasulNya
.
Baginda S.A.W menjawab : Cintailah segala apa yang disukai oleh Allah dan rasulNya maka engkau termasuk dalam golongan yang dicintai oleh Mereka
.
Dia berkata : Aku mau diselamatkan dari kemurkaan Allah pada hari qiamat
.
Baginda S.A.W menjawab : Jangan marah kepada orang lain nescaya engkau akan terselamat daripada kemurkaan Allah dan rasulNya
.
Dia berkata : Aku mau diterima segala permohonanku
.
Baginda S.A.W menjawab : Jauhilah makanan haram nescaya segala permohonanmu akan diterimaNya
.
Dia berkata : Aku mau agar Allah menutupkan segala keaibanku pada hari qiamat
.
Baginda S.A.W menjawab : Tutuplah keburukan orang lain nescaya Allah akan menutup keaibanmu pada hari qiamat
.
Dia berkata : Siapa yang terselamat daripada dosa?
.
Baginda S.A.W menjawab : Orang yang sentiasa mengalir air mata penyesalan, mereka yang tunduk pada kehendakNya dan mereka yang ditimpa kesakitan
.
Dia berkata : Apakah sebesar-besar kebaikan di sisi Allah?
.
Baginda S.A.W menjawab : Elok budi pekerti, rendah diri, dan sabar dengan ujian (bala)Dia berkata : Apakah sebesar-besar kejahatan di sisi Allah?
.
Baginda S.A.W menjawab : Buruk akhlak dan sedikit ketaatan
.
Dia berkata : Apakah yang meredakan kemurkaan Allah di dunia dan akhirat ?
.
Baginda S.A.W menjawab : Sedekah dalam keadaan sembunyi (tidak diketahui) dan menghubungkan kasih sayang
.
Dia berkata: Apakah yang akan memadamkan api neraka pada hari qiamat?
.
Baginda S.A.W menjawab : sabar di dunia dengan bala dan musibah
Label:
Karakter pengusaha
rahasia kepemimpinan
Majalah Fortune pernah menerbitkan sebuah artikel berjudul Ini adalah artikel bagus yang menawarkan kecerdasan dan kebijaksanaan tentang mencapai kesuksesan bisnis "The Best Nasihat Pernah Got.". I liked it so much, that it motivated me to produce my newest book, Leadership: Best Advice I Ever Got , which describes the best leadership advice 136 successful CEOs, coaches, consultants, professors, managers, executives, presidents, politicians, and religious leaders received that most helped them become effective and successful leaders. Aku menyukainya begitu banyak, sehingga memotivasi saya untuk menghasilkan terbaru buku saya, Kepemimpinan: Best Ever Got Saran saya, yang menggambarkan nasihat kepemimpinan terbaik 136 CEO sukses, pelatih, konsultan, dosen, manajer, eksekutif, presiden, politisi, dan agama pemimpin menerima bahwa kebanyakan membantu mereka menjadi pemimpin yang efektif dan berhasil.
Here are seven secrets to leadership success: Berikut adalah tujuh rahasia untuk keberhasilan kepemimpinan:
1. 1. Leadership is about making things happen. Kepemimpinan adalah tentang membuat sesuatu terjadi.
If you want to make something happen with your life – in school, in your profession or in your community, do it. Jika Anda ingin membuat sesuatu terjadi dengan hidup Anda - di sekolah, dalam profesi Anda atau di komunitas Anda, melakukannya. Perceived obstacles crumble against persistent desire. hambatan dirasakan ambruk terhadap keinginan persisten. John Baldoni, Author, Leadership Communication Consultant and Founder of Baldoni Consulting LLC, shared this advice that had come from his father, a physician. John Baldoni, Penulis, Kepemimpinan Komunikasi Konsultan dan Pendiri Baldoni Consulting LLC, bersama ini nasihat yang datang dari ayahnya, seorang dokter. He taught him the value of persistence. Dia mengajarkan dia nilai ketekunan. At the same time, his mother taught him compassion for others. Pada saat yang sama, ibunya mengajarinya kasih sayang bagi orang lain. Therefore, persistence for your cause should not be gained at the expense of others. Oleh karena itu, kegigihan untuk menyebabkan Anda tidak boleh diperoleh dengan mengorbankan orang lain. Another bit of leadership wisdom! Sedikit lain kebijaksanaan kepemimpinan!
2. 2. Listen and understand the issue, then lead. Mendengarkan dan memahami masalah ini, kemudian memimpin.
Time and time again we have all been told, "God gave us two ears and one mouth for a reason"... Waktu dan waktu lagi kita semua telah diberitahu, "Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut karena suatu alasan" ... or as Stephen Covey said, "Seek to understand, rather than be understood." atau sebagai Stephen Covey berkata, "Berusahalah untuk memahami, bukan dipahami." As a leader, listening first to the issue, then trying to coach, has been the most valuable advice that Cordia Harrington, President and CEO of Tennessee Bun Company has been given. Sebagai seorang pemimpin, mendengarkan pertama untuk masalah ini, kemudian mencoba untuk pelatih, telah menjadi saran yang paling berharga yang Cordia Harrington, Presiden dan CEO Perusahaan Tennessee Bun telah diberikan.
3. 3. Answer the three questions everyone within your organization wants answers to. Jawab tiga pertanyaan setiap orang dalam organisasi Anda ingin jawaban.
What the people of an organization want from their leader are answers to the following: Where are we going? Apa orang-orang organisasi inginkan dari pemimpin mereka adalah jawaban sebagai berikut: Di mana kita akan pergi? How are we going to get there? Bagaimana kita akan ke sana? What is my role? Apa peran saya? Kevin Nolan, President & Chief Executive Officer of Affinity Health Systems, Inc. believes the more clarity that can be added to each of the three questions, the better the result. Kevin Nolan, Presiden & Chief Executive Officer Affinity Health Systems, Inc percaya kejelasan lebih yang dapat ditambahkan ke masing-masing dari tiga pertanyaan, semakin baik hasilnya.
4. 4. Master the goals that will allow you to work anywhere in today's dynamic business world. Guru tujuan yang akan memungkinkan Anda untuk bekerja di mana saja di dunia usaha yang dinamis hari ini.
Debbe Kennedy, President, CEO and Founder of Global Dialogue Center and Leadership Solutions Companies, and author of Action Dialogues and Breakthrough once shared this piece of advice that was instrumental in shaping her direction, future and achievements. Debbe Kennedy, Presiden, CEO dan Pendiri Pusat Dialog Global dan Solusi Kepemimpinan Perusahaan, dan penulis Aksi Dialog dan Terobosan sekali berbagi ini nasihat yang sangat berperan dalam membentuk arahnya, masa depan dan prestasi.
She was a young manager at IBM just promoted to her first staff assignment in a regional marketing office. Dia adalah seorang manajer muda di IBM hanya dipromosikan untuk tugas staf pertama di kantor pemasaran regional. For reasons she can't explain, one of her colleagues named Bookie called her into his office while she was visiting his location. Untuk alasan dia tidak bisa menjelaskan, salah satu koleganya bernama Bookie menelepon ke kantornya ketika dia sedang mengunjungi lokasi-nya. He then began to offer unsolicited advice, but advice that now stays fresh in her mind. Dia kemudian mulai menawarkan nasihat yang tidak diminta, tapi saran yang sekarang tetap segar dalam benaknya. He mentioned that jobs, missions, titles and organizations would come and go as business is dynamic - meaning it is always changing. Dia menyebutkan bahwa pekerjaan, misi, judul dan organisasi akan datang dan pergi sebagai bisnis yang dinamis - artinya itu selalu berubah. He advised her not to focus your goals toward any of these, but instead learn to master the skills that will allow you to work anywhere. Dia menyarankan untuk tidak fokus tujuan Anda terhadap salah satu, melainkan belajar untuk menguasai keterampilan yang akan memungkinkan Anda untuk bekerja di mana saja.
He was talking about four skills: Dia berbicara tentang empat keterampilan:
• The ability to develop an idea; Kemampuan untuk mengembangkan ide;
• Effectively plan for its implementation; Efektif rencana untuk pelaksanaannya;
• Execute second-to-none; Jalankan kedua-ke-none;
• Achieve superior results time after time. Mencapai hasil unggul waktu ke waktu.
With this in mind, Kennedy advises readers to seek jobs and opportunities with this in mind. Dengan pemikiran ini, Kennedy menyarankan pembaca untuk mencari pekerjaan dan kesempatan dengan pikiran ini. Forget what others do. Lupakan apa yang orang lain lakukan. Work to be known for delivering excellence. Pekerjaan yang harus diketahui untuk memberikan keunggulan. It speaks for itself and it opens doors. Ia berbicara untuk dirinya sendiri dan itu membuka pintu.
Paul B. Thornton presents more of the best advice for achieving business success that seven top leaders ever received on the next page. Paul B. Thornton menyajikan lebih dari saran terbaik untuk mencapai kesuksesan bisnis yang tujuh pemimpin tertinggi yang pernah diterima pada halaman berikutnya. Click to continue reading about effective leadership. Klik untuk melanjutkan membaca tentang kepemimpinan yang efektif.
Here are seven secrets to leadership success: Berikut adalah tujuh rahasia untuk keberhasilan kepemimpinan:
1. 1. Leadership is about making things happen. Kepemimpinan adalah tentang membuat sesuatu terjadi.
If you want to make something happen with your life – in school, in your profession or in your community, do it. Jika Anda ingin membuat sesuatu terjadi dengan hidup Anda - di sekolah, dalam profesi Anda atau di komunitas Anda, melakukannya. Perceived obstacles crumble against persistent desire. hambatan dirasakan ambruk terhadap keinginan persisten. John Baldoni, Author, Leadership Communication Consultant and Founder of Baldoni Consulting LLC, shared this advice that had come from his father, a physician. John Baldoni, Penulis, Kepemimpinan Komunikasi Konsultan dan Pendiri Baldoni Consulting LLC, bersama ini nasihat yang datang dari ayahnya, seorang dokter. He taught him the value of persistence. Dia mengajarkan dia nilai ketekunan. At the same time, his mother taught him compassion for others. Pada saat yang sama, ibunya mengajarinya kasih sayang bagi orang lain. Therefore, persistence for your cause should not be gained at the expense of others. Oleh karena itu, kegigihan untuk menyebabkan Anda tidak boleh diperoleh dengan mengorbankan orang lain. Another bit of leadership wisdom! Sedikit lain kebijaksanaan kepemimpinan!
2. 2. Listen and understand the issue, then lead. Mendengarkan dan memahami masalah ini, kemudian memimpin.
Time and time again we have all been told, "God gave us two ears and one mouth for a reason"... Waktu dan waktu lagi kita semua telah diberitahu, "Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut karena suatu alasan" ... or as Stephen Covey said, "Seek to understand, rather than be understood." atau sebagai Stephen Covey berkata, "Berusahalah untuk memahami, bukan dipahami." As a leader, listening first to the issue, then trying to coach, has been the most valuable advice that Cordia Harrington, President and CEO of Tennessee Bun Company has been given. Sebagai seorang pemimpin, mendengarkan pertama untuk masalah ini, kemudian mencoba untuk pelatih, telah menjadi saran yang paling berharga yang Cordia Harrington, Presiden dan CEO Perusahaan Tennessee Bun telah diberikan.
3. 3. Answer the three questions everyone within your organization wants answers to. Jawab tiga pertanyaan setiap orang dalam organisasi Anda ingin jawaban.
What the people of an organization want from their leader are answers to the following: Where are we going? Apa orang-orang organisasi inginkan dari pemimpin mereka adalah jawaban sebagai berikut: Di mana kita akan pergi? How are we going to get there? Bagaimana kita akan ke sana? What is my role? Apa peran saya? Kevin Nolan, President & Chief Executive Officer of Affinity Health Systems, Inc. believes the more clarity that can be added to each of the three questions, the better the result. Kevin Nolan, Presiden & Chief Executive Officer Affinity Health Systems, Inc percaya kejelasan lebih yang dapat ditambahkan ke masing-masing dari tiga pertanyaan, semakin baik hasilnya.
4. 4. Master the goals that will allow you to work anywhere in today's dynamic business world. Guru tujuan yang akan memungkinkan Anda untuk bekerja di mana saja di dunia usaha yang dinamis hari ini.
Debbe Kennedy, President, CEO and Founder of Global Dialogue Center and Leadership Solutions Companies, and author of Action Dialogues and Breakthrough once shared this piece of advice that was instrumental in shaping her direction, future and achievements. Debbe Kennedy, Presiden, CEO dan Pendiri Pusat Dialog Global dan Solusi Kepemimpinan Perusahaan, dan penulis Aksi Dialog dan Terobosan sekali berbagi ini nasihat yang sangat berperan dalam membentuk arahnya, masa depan dan prestasi.
She was a young manager at IBM just promoted to her first staff assignment in a regional marketing office. Dia adalah seorang manajer muda di IBM hanya dipromosikan untuk tugas staf pertama di kantor pemasaran regional. For reasons she can't explain, one of her colleagues named Bookie called her into his office while she was visiting his location. Untuk alasan dia tidak bisa menjelaskan, salah satu koleganya bernama Bookie menelepon ke kantornya ketika dia sedang mengunjungi lokasi-nya. He then began to offer unsolicited advice, but advice that now stays fresh in her mind. Dia kemudian mulai menawarkan nasihat yang tidak diminta, tapi saran yang sekarang tetap segar dalam benaknya. He mentioned that jobs, missions, titles and organizations would come and go as business is dynamic - meaning it is always changing. Dia menyebutkan bahwa pekerjaan, misi, judul dan organisasi akan datang dan pergi sebagai bisnis yang dinamis - artinya itu selalu berubah. He advised her not to focus your goals toward any of these, but instead learn to master the skills that will allow you to work anywhere. Dia menyarankan untuk tidak fokus tujuan Anda terhadap salah satu, melainkan belajar untuk menguasai keterampilan yang akan memungkinkan Anda untuk bekerja di mana saja.
He was talking about four skills: Dia berbicara tentang empat keterampilan:
• The ability to develop an idea; Kemampuan untuk mengembangkan ide;
• Effectively plan for its implementation; Efektif rencana untuk pelaksanaannya;
• Execute second-to-none; Jalankan kedua-ke-none;
• Achieve superior results time after time. Mencapai hasil unggul waktu ke waktu.
With this in mind, Kennedy advises readers to seek jobs and opportunities with this in mind. Dengan pemikiran ini, Kennedy menyarankan pembaca untuk mencari pekerjaan dan kesempatan dengan pikiran ini. Forget what others do. Lupakan apa yang orang lain lakukan. Work to be known for delivering excellence. Pekerjaan yang harus diketahui untuk memberikan keunggulan. It speaks for itself and it opens doors. Ia berbicara untuk dirinya sendiri dan itu membuka pintu.
Paul B. Thornton presents more of the best advice for achieving business success that seven top leaders ever received on the next page. Paul B. Thornton menyajikan lebih dari saran terbaik untuk mencapai kesuksesan bisnis yang tujuh pemimpin tertinggi yang pernah diterima pada halaman berikutnya. Click to continue reading about effective leadership. Klik untuk melanjutkan membaca tentang kepemimpinan yang efektif.
kepemimpinan
pakah Anda seorang pemimpin hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil? No. But you need to be. Tidak. Tapi kau perlu. Without leadership, the ship that is your small business will aimlessly circle and eventually run out of power or run aground. Tanpa kepemimpinan, kapal yang adalah bisnis kecil Anda akan tanpa tujuan lingkaran dan akhirnya kehabisan kekuasaan atau kandas.
It's not having followers that defines leadership. Ini tidak memiliki pengikut yang mendefinisikan kepemimpinan. Cool-headed, farseeing, visionary, courageous – whichever adjectives you choose, leadership is a winning combination of personal traits and the ability to think and act as a leader, a person who directs the activities of others for the good of all. Berkepala dingin, berpandangan jauh ke depan, visioner, berani - kata sifat kepemimpinan mana yang Anda pilih, adalah kombinasi pemenang sifat-sifat pribadi dan kemampuan untuk berpikir dan bertindak sebagai pemimpin, orang yang mengarahkan kegiatan orang lain demi kebaikan semua. Anyone can be a leader, even if the only person they're leading is themselves. Siapapun bisa menjadi pemimpin, bahkan jika orang hanya saja mereka memimpin adalah diri mereka sendiri.
But you can't become a leader just by saying you are. Tapi Anda tidak bisa menjadi pemimpin hanya dengan mengatakan Anda. Leadership needs to be worked at. Kepemimpinan perlu bekerja di. Transform yourself into a leader with these five keys of leadership. Mengubah diri Anda menjadi pemimpin dengan kelima kunci kepemimpinan.
1. 1. A leader plans. Seorang pemimpin rencana.
The core of leadership is being proactive rather than reactive. Inti kepemimpinan sedang proaktif dan bukan reaktif. Sure, leaders are good in crises – but that doesn't mean they sit around letting crises develop. Tentu, pemimpin yang baik dalam krisis - tetapi itu tidak berarti mereka duduk-duduk membiarkan krisis berkembang. Leadership involves identifying potential problems and solving them before they reach crisis proportions – and the ability to identify and reap potential windfalls. Kepemimpinan melibatkan identifikasi potensi masalah dan memecahkan mereka sebelum mereka mencapai proporsi krisis - dan kemampuan untuk mengidentifikasi dan menuai bawah tangan potensial. So good leaders analyze and plan and adapt their plans to new circumstances and opportunities. Jadi pemimpin yang baik menganalisa dan merencanakan dan menyesuaikan rencana mereka untuk keadaan baru dan kesempatan.
2. 2. A leader has a vision. Seorang pemimpin memiliki visi.
Vision is essential to good leadership. Visi sangat penting untuk kepemimpinan yang baik. Vision provides direction and without direction, there's not much point to all that planning; your small business will still flail about. Visi memberikan arah dan tanpa arah, tidak ada gunanya untuk semua perencanaan yang; bisnis kecil Anda masih akan memukul sekitar. So if you don't have one already, take your first step towards leadership by creating a Vision Statement for your business. Jadi, jika Anda belum memilikinya, ambil langkah pertama Anda terhadap kepemimpinan dengan membuat Pernyataan Visi untuk bisnis Anda. Because it embodies your dreams and your passions, a vision statement will also serve as a leadership vision. Karena mewujudkan impian Anda dan gairah hidup Anda, sebuah pernyataan visi juga akan menjadi visi kepemimpinan.
3. 3. A leader shares her vision. Seorang pemimpin saham penglihatannya.
Sharing your leadership vision helps your vision grow and your leadership develop. Berbagi visi visi kepemimpinan Anda akan membantu Anda tumbuh dan mengembangkan kepemimpinan Anda. As you tell your leadership vision to others, you will strengthen your own belief in your vision and strengthen your determination to make your leadership vision become reality. Saat Anda menceritakan visi kepemimpinan Anda kepada orang lain, Anda akan memperkuat keyakinan Anda sendiri dalam visi Anda dan memperkuat tekad Anda untuk membuat visi kepemimpinan Anda menjadi kenyataan. And other people will start to see you as a person who's “going places”. Dan orang-orang lain akan mulai melihat Anda sebagai orang yang itu "tempat pergi". Your leadership skills will grow as you and other people recognize you as a person with leadership potential. keterampilan kepemimpinan Anda akan tumbuh seperti yang Anda dan orang lain mengenali Anda sebagai orang dengan potensi kepemimpinan.
4. 4. A leader takes charge. Seorang pemimpin membutuhkan biaya.
At this stage of leadership, you put together your planning and your leadership vision and take action. Pada tahap ini kepemimpinan, Anda menyusun perencanaan dan visi kepemimpinan Anda dan mengambil tindakan. Whether it's implementing a specific plan to improve your business's bottom line or responding to a crisis, you, as the leader, are the one who makes the decisions and sees that the appropriate actions are carried out. Entah itu melaksanakan rencana khusus untuk meningkatkan bottom line bisnis Anda atau menanggapi krisis, Anda, sebagai pemimpin, adalah orang yang membuat keputusan dan melihat bahwa tindakan yang tepat dilakukan. You can't just “talk a good game” to be a leader; you need to act and to be seen as taking effective action for the good of your small business. Anda tidak bisa hanya "bicara permainan yang baik" untuk menjadi pemimpin, Anda harus bertindak dan harus dilihat sebagai mengambil tindakan efektif untuk kebaikan bisnis kecil Anda.
5. 5. A leader inspires through example. Seorang pemimpin mengilhami melalui contoh.
If I asked you, you could easily name three people whose leadership qualities inspire you. Jika saya bertanya kepada Anda, Anda dapat dengan mudah nama tiga orang yang kepemimpinannya kualitas menginspirasi Anda. If I asked you why, you'd tell me about the things these inspiring people did or are doing. Jika saya bertanya kenapa, kau ceritakan tentang hal-hal yang menginspirasi orang-orang ini lakukan atau lakukan. Leadership is defined through action. Kepemimpinan didefinisikan melalui tindakan. Therefore, in developing your own leadership skills, you have to act in ways that are fitting to your leadership vision and your self – all the time. Oleh karena itu, dalam mengembangkan keterampilan kepemimpinan Anda sendiri, Anda harus bertindak dengan cara yang sesuai dengan visi kepemimpinan Anda dan diri Anda - sepanjang waktu. We can all name many actions of other people whom we admire, but what inspires us is the integrity that gives these actions meaning. Kita semua bisa nama banyak tindakan orang lain yang kita kagumi, tapi apa yang menginspirasi kita adalah integritas yang memberikan makna tindakan ini.
Becoming a leader isn't easy because it takes a conscious commitment and consistent effort to develop one's leadership skills. Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah karena membutuhkan komitmen sadar dan upaya yang konsisten untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan seseorang. But on the positive side, anyone who is willing to make the effort can become a good leader. Tapi di sisi positif, siapa saja yang bersedia untuk membuat usaha dapat menjadi pemimpin yang baik.
And as good leadership is critical to business success, your efforts to improve your leadership skills will be amply rewarded. Dan seperti kepemimpinan yang baik sangat penting bagi keberhasilan bisnis, upaya Anda untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan Anda akan berlimpah dihargai. By working on these five keys of leadership, you can become the leader your small business needs. Dengan bekerja pada lima kunci kepemimpinan, Anda dapat menjadi pemimpin usaha kecil kebutuhan Anda.
It's not having followers that defines leadership. Ini tidak memiliki pengikut yang mendefinisikan kepemimpinan. Cool-headed, farseeing, visionary, courageous – whichever adjectives you choose, leadership is a winning combination of personal traits and the ability to think and act as a leader, a person who directs the activities of others for the good of all. Berkepala dingin, berpandangan jauh ke depan, visioner, berani - kata sifat kepemimpinan mana yang Anda pilih, adalah kombinasi pemenang sifat-sifat pribadi dan kemampuan untuk berpikir dan bertindak sebagai pemimpin, orang yang mengarahkan kegiatan orang lain demi kebaikan semua. Anyone can be a leader, even if the only person they're leading is themselves. Siapapun bisa menjadi pemimpin, bahkan jika orang hanya saja mereka memimpin adalah diri mereka sendiri.
But you can't become a leader just by saying you are. Tapi Anda tidak bisa menjadi pemimpin hanya dengan mengatakan Anda. Leadership needs to be worked at. Kepemimpinan perlu bekerja di. Transform yourself into a leader with these five keys of leadership. Mengubah diri Anda menjadi pemimpin dengan kelima kunci kepemimpinan.
1. 1. A leader plans. Seorang pemimpin rencana.
The core of leadership is being proactive rather than reactive. Inti kepemimpinan sedang proaktif dan bukan reaktif. Sure, leaders are good in crises – but that doesn't mean they sit around letting crises develop. Tentu, pemimpin yang baik dalam krisis - tetapi itu tidak berarti mereka duduk-duduk membiarkan krisis berkembang. Leadership involves identifying potential problems and solving them before they reach crisis proportions – and the ability to identify and reap potential windfalls. Kepemimpinan melibatkan identifikasi potensi masalah dan memecahkan mereka sebelum mereka mencapai proporsi krisis - dan kemampuan untuk mengidentifikasi dan menuai bawah tangan potensial. So good leaders analyze and plan and adapt their plans to new circumstances and opportunities. Jadi pemimpin yang baik menganalisa dan merencanakan dan menyesuaikan rencana mereka untuk keadaan baru dan kesempatan.
2. 2. A leader has a vision. Seorang pemimpin memiliki visi.
Vision is essential to good leadership. Visi sangat penting untuk kepemimpinan yang baik. Vision provides direction and without direction, there's not much point to all that planning; your small business will still flail about. Visi memberikan arah dan tanpa arah, tidak ada gunanya untuk semua perencanaan yang; bisnis kecil Anda masih akan memukul sekitar. So if you don't have one already, take your first step towards leadership by creating a Vision Statement for your business. Jadi, jika Anda belum memilikinya, ambil langkah pertama Anda terhadap kepemimpinan dengan membuat Pernyataan Visi untuk bisnis Anda. Because it embodies your dreams and your passions, a vision statement will also serve as a leadership vision. Karena mewujudkan impian Anda dan gairah hidup Anda, sebuah pernyataan visi juga akan menjadi visi kepemimpinan.
3. 3. A leader shares her vision. Seorang pemimpin saham penglihatannya.
Sharing your leadership vision helps your vision grow and your leadership develop. Berbagi visi visi kepemimpinan Anda akan membantu Anda tumbuh dan mengembangkan kepemimpinan Anda. As you tell your leadership vision to others, you will strengthen your own belief in your vision and strengthen your determination to make your leadership vision become reality. Saat Anda menceritakan visi kepemimpinan Anda kepada orang lain, Anda akan memperkuat keyakinan Anda sendiri dalam visi Anda dan memperkuat tekad Anda untuk membuat visi kepemimpinan Anda menjadi kenyataan. And other people will start to see you as a person who's “going places”. Dan orang-orang lain akan mulai melihat Anda sebagai orang yang itu "tempat pergi". Your leadership skills will grow as you and other people recognize you as a person with leadership potential. keterampilan kepemimpinan Anda akan tumbuh seperti yang Anda dan orang lain mengenali Anda sebagai orang dengan potensi kepemimpinan.
4. 4. A leader takes charge. Seorang pemimpin membutuhkan biaya.
At this stage of leadership, you put together your planning and your leadership vision and take action. Pada tahap ini kepemimpinan, Anda menyusun perencanaan dan visi kepemimpinan Anda dan mengambil tindakan. Whether it's implementing a specific plan to improve your business's bottom line or responding to a crisis, you, as the leader, are the one who makes the decisions and sees that the appropriate actions are carried out. Entah itu melaksanakan rencana khusus untuk meningkatkan bottom line bisnis Anda atau menanggapi krisis, Anda, sebagai pemimpin, adalah orang yang membuat keputusan dan melihat bahwa tindakan yang tepat dilakukan. You can't just “talk a good game” to be a leader; you need to act and to be seen as taking effective action for the good of your small business. Anda tidak bisa hanya "bicara permainan yang baik" untuk menjadi pemimpin, Anda harus bertindak dan harus dilihat sebagai mengambil tindakan efektif untuk kebaikan bisnis kecil Anda.
5. 5. A leader inspires through example. Seorang pemimpin mengilhami melalui contoh.
If I asked you, you could easily name three people whose leadership qualities inspire you. Jika saya bertanya kepada Anda, Anda dapat dengan mudah nama tiga orang yang kepemimpinannya kualitas menginspirasi Anda. If I asked you why, you'd tell me about the things these inspiring people did or are doing. Jika saya bertanya kenapa, kau ceritakan tentang hal-hal yang menginspirasi orang-orang ini lakukan atau lakukan. Leadership is defined through action. Kepemimpinan didefinisikan melalui tindakan. Therefore, in developing your own leadership skills, you have to act in ways that are fitting to your leadership vision and your self – all the time. Oleh karena itu, dalam mengembangkan keterampilan kepemimpinan Anda sendiri, Anda harus bertindak dengan cara yang sesuai dengan visi kepemimpinan Anda dan diri Anda - sepanjang waktu. We can all name many actions of other people whom we admire, but what inspires us is the integrity that gives these actions meaning. Kita semua bisa nama banyak tindakan orang lain yang kita kagumi, tapi apa yang menginspirasi kita adalah integritas yang memberikan makna tindakan ini.
Becoming a leader isn't easy because it takes a conscious commitment and consistent effort to develop one's leadership skills. Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah karena membutuhkan komitmen sadar dan upaya yang konsisten untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan seseorang. But on the positive side, anyone who is willing to make the effort can become a good leader. Tapi di sisi positif, siapa saja yang bersedia untuk membuat usaha dapat menjadi pemimpin yang baik.
And as good leadership is critical to business success, your efforts to improve your leadership skills will be amply rewarded. Dan seperti kepemimpinan yang baik sangat penting bagi keberhasilan bisnis, upaya Anda untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan Anda akan berlimpah dihargai. By working on these five keys of leadership, you can become the leader your small business needs. Dengan bekerja pada lima kunci kepemimpinan, Anda dapat menjadi pemimpin usaha kecil kebutuhan Anda.
Langganan:
Postingan (Atom)