Garring Tena Pa'ballena ( ᨁ ᨑᨗ ᨞ ᨈᨙ ᨊ ᨞ ᨄ ᨅ ᨒᨙ ᨊ ) alias Sakit di Makassar yang tidak ada obatnya
1. Piti ( ᨄᨗ ᨈᨗ )
Garring Piti ( ᨁ ᨑᨗ ᨞ ᨄᨗ ᨈᨗ ) ini sangat banyak jenisnya di Makassar. Kata Piti kalau berdiri sendiri berarti "Sembarang", tapi jika diikuti dengan kata kerja di belakangnya maka akan berubah arti. Misalnya: Piti Cini'-Ciniki ( ᨄᨗ ᨈᨗ ᨞ ᨌᨗ ᨊᨗ ᨌᨗ ᨊᨗ ᨀᨗ ) bisa diartikan Jelalatan
2. Gi'gili' ( ᨁᨗ ᨁᨗ ᨒᨗ )
Gi'gili' adalah kata lain dari sibaku' ( ᨔᨗ ᨅ ᨀᨘ ) yang artinya Kikir. Namun dalam bahasa Makassar banyak istilah-istilah yang dipakai untuk menggambarkan betapa kikirnya orang tersebut.
Di antaranya :
- Gi'gili' Paku Jambatang ( ᨁᨗᨁᨗᨒᨗ ᨞ ᨄᨀᨘ ᨞ ᨍᨅᨈ)
- Gi'gili' Paru' Gallang ( ᨁᨗᨁᨗᨒᨗ ᨞ ᨄᨑᨘ ᨞ ᨁᨒ )
- Gi'gili' Ka'bili' Tanru' ( ᨁᨗᨁᨗᨒᨗ ᨞ ᨀᨅᨗᨒᨗ ᨞ ᨈᨋᨘ )
Dan lain sebagainya.
3. Toli Pammaja' ( ᨈᨚ ᨒᨗ ᨞ ᨄᨆᨍ )
Toli Pammaja' secara Bahasa Berarti Telinga Wajan. Namun secara istilah, Toli Pammaja' ini disematkan kepada orang yang tidak mau mendengar. Bukan orang Tuli, tapi sengaja menulikan dirinya terhadap omongan orangtua ataupun orang lain. Istilah lain yang sama artinya adalah Toli Mangngiwang ( ᨈᨚ ᨒᨗ ᨞ ᨆ ᨂᨗ ᨓ) yang secara Bahasa artinya Telinga Hiu.
4. Tattai Otere' ( ᨈ ᨈ ᨕᨗ ᨞ ᨕᨚ ᨈ ᨑᨙ )
Secara Bahasa, Tattai Otere' berarti Berak Tali. Tapi bukan berarti orang tersebut mengeluarkan tali saat buang air besar (BAB). Tattai Otere' dialamatkan kepada orang yang izinnya ke belakang untuk BAB, tapi ternyata setelah BAB dia keluyuran dan tidak kembali lagi.
5. Tinggi Langga ( ᨈᨗᨁᨗ ᨞ ᨒᨁ)
Langga dalam bahasa Makassar mempunyai beberapa arti, di antaranya Tampan, Panggang, Galang dan lain sebagainya. Namun jika ditambah dengan kata Tinggi sebelumnya, maka artinya berubah menjadi Sombong, Angkuh, atau Congkak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar