Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Oktober 2017

Tanpa teman kita bukan siapa-siapa

 Foto Supardi Saminja.

Kangen pada teman-teman adalah kondisi di mana kenangan indah terpanggil kembali dan membuat diri kita ingin merasakan hal yang sama.
Seperti saat kita kangen pada teman-teman dimasa-masa indah sewaktu di TK, SD, SMP, SMA, dan tentunya juga kangen di masa-masa kuliah, atau kangen dimasa-masa apa saja.
Memang ada berpendapat bahwa tujuan berteman dengan berbagai kararakter teman disegala masa yaitu :
1. Ada TEMAN yang bersifat sangat KERAS, dialah sebetulnya teman yang mendidik kita untuk berani mewujudkan impian dan bersikap tegas pada yang kita yakini.
2. Ada TEMAN yang sangat LEMBUT, dialah teman yang mengajarkan kepada kita bahwa betapa pentingnya cinta dan kasih sayang terhadap sesama.
3. Ada TEMAN yang sangat CUEK dan suka bermasa bodoh, dialah sebetulnya yang membuat kita berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain.
4. Ada TEMAN yang tidak bisa dipercaya dan kata-katanya sulit dipegang kebenarannya, sebetulnya dialah yang membuat kita berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati, maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya.
5. Ada TEMAN yg jahat dan hanya memanfaatkan kebaikan orang lain, sebenarnya dia adalah orang yg membuat kita bertindak bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada.
Jadi begitulah, setiap karakter teman-teman yang akan ada selalu hal baik yang secara tidak langsung mendidik kita, seperti perumpamaan besi menajamkan besi, teman menajamkan sesama temannya.
Tanpa teman-teman seperti itu kita bukan siapa-siapa, kita akan selalu terlena dalam zona nyaman di kehidupan kita sendiri dan tentu kita tidak maju berkembang didalam kesuksesan.
Marilah kita bersyukur selalu dalam setiap keadaan dan terimalah setiap teman-teman dalam hidup kita. Selama teman itu tidak membahayakan nyawa kita, tidak mengajak kita untuk melanggar hukum Allah, tidak merusak etika dan estetika, dan tidak mendekatkan kita pada neraka.
Karena setiap keinginan Allah tidak pernah keliru mempertemukan kita dengan teman-teman siapa pun, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya.
Karena karakter teman-teman seperti diatas tadi secara tidak langsung selain melatih kesabaran dan potensi diri kita, juga membuat kita semakin DEWASA dan BIJAKSANA
Kalau begitu, kesimpulannya adalah Ketika ada teman-teman membicarakan mengenai diri kita di belakang, itu adalah tandanya bahwa kita sudah ada di garis nomor pertama paling depan untuk mengalahkan teman-teman.
Saat teman-teman bicara merendahkan diri kita, itu adalah tanda bahwa kita sudah berada di tempat yg lebih tinggi diurutan terbaik diantara teman-teman.
Saat orang teman-teman bicara dengan nada iri mengenai kita, itu adalah tanda bahwa kita sudah jauh lebih berbeda dan jauh lebih baik pada kebaikan dan kemanfaatan dibandingkan dengan teman-teman.
Saat teman-teman bicara buruk mengenai kita, padahal kita tidak pernah mengusik kehidupan teman-teman, itu adalah tanda bahwa kehidupan kita sebenarnya lebih indah dari teman-teman.
Ingatlah selalu teman-teman! "Payung tidak dapat menghentikan hujan tapi membuat kita bisa berjalan menembus hujan untuk mencapai Tujuan".
Teman-teman pintar bisa gagal,
Teman-teman hebat bisa jatuh,
Tetapi teman-teman yg RENDAH HATI dan SABAR dalam segala hal akan selalu mendapatkan jalan untuk menempatkan diri dengan seimbang karena kokoh pijakannya.


Jadilah seperti air terjun yang saling bersaing.

Foto Supardi Saminja.

Jadilah seperti air terjun yang terus mengalir walaupun banyak halangan tetapi masih terus mengalir dengan deras, yang tak peduli berapa kali harus terjatuh tak membuatnya berhenti mengalir, yang tak pernah mengeluh walau harus selalu jatuh berkali2, dan yang tetap memiliki dan memperlihatkan keindahannya yang dikagumi banyak orang. Tetapi, jangan mau menjadi air sungai yg mengalirnya seperti itu-itu saja terus . Kalau begitu, jadilah seperti air terjun yang saling bersaing.

Tantangan selalu ada

 Foto Supardi Saminja.

DALAM menapaki kehidupan pasti saja ada tantangan, ancaman, ketidak nyamanan serta hambatan-hambatan yang mengganggu. Tetapi kalau itu sudah dipikirkan matang serta diyakini dengan hati yang tulus, bismillah, semuanya hanya akan menjadi kerikil-kerikil kecil, yang sunnatullah untuk mencapai keberhasilan. Kalau begitu, jangan berharap tidak akan ada masalah dan semua akan mudah. Yang harus disiapkan adalah kemampuan kita yang lebih baik menghadapi semua tantangan.

Berhasil dan gagal itu sama

 Foto Supardi Saminja.

Seni lukisan disamping kiri-kanan memang bagus, cukup berkelas, dan sangat berkualitas. Seni lukisan dibutuhkan didalam kehidupan, dan melalui seni lukisan dapat dipahami mengenai prinsip seorang pelukis yang menganggap bahwa berhasil maupun gagal, pada intinya sama saja . Mengapa? Karena berhasil maupun gagal akan menjadi pembelajaran dan kematangan kualitas hidup yang akan menjawab tantangan dan peluang ke depan. Patut diprinsipkan dan diyakini 100% bahwa tidak ada yang sia-sia dari pengorbanan yang ikhlas , apalagi kalau itu diniatkan dan dilakukan atas nama ibadah karena Allah, dan tentunya juga demi kepentingan yang lebih besar. Ingatlah, waktu akan menjawab akan kebenaran dan keyakinan tersebut.

"HIJRAH ITU ISTIQAMAH".

Foto Supardi Saminja.


Biarkanlah dirimu ditarik oleh lelaki masuk kedalam surga, tetapi jangan biarkan dirimu menarik lelaki masuk kedalam neraka. Kalau begitu, perempuan lebih mudah masuk surga dan mudah juga masuk neraka, tergantung dari perhatian ayahmu, tergantung dari didikan suamimu, tergantung dari bimbingan saudara lelakimu, dan juga tergantung dari nasehat anak lelakimu. Atau yang paling terpenting adalah tergantung juga amal dan perbuatanmu yang selalu mau berprinsip bahwa "HIJRAH ITU ISTIQAMAH".

Apakah kita sudah siap mengundang resiko

Foto Supardi Saminja.

SEMUA sisi kehidupan kita, tidak pernah lepas dari yang namanya RESIKO. Resiko itu, bisa baik. Juga, sebaliknya, bisa jelek.
Selain itu, resiko bisa jadi kecil. Pun bisa besar, akibatnya. Resiko yang baik itu adalah rezeki yang berdatangan dari segala arah, usaha yang makin maju dan berkembang, usaha da'wah makin bagus dan hebat, usaha penerapan kepemimpinan dipemerintahan makin berkelas, makin berkualitas, dan makin berprestasi. Termasuk, tawa dan canda serta bersuka ria.
Sementara resiko yang jelek, itu bisa kegagalan, kecelakaan, kerugian, bencana, sakit, bahkan kematian dan lain-lain. Kedua dari resiko yang baik dan resiko yang jelek bisa datang dan menimpa semua orang. Siapa saja!
Kalau begitu, semua kembali kepada kita. Apakah kita sudah siap atau tidak? Karena, kesemuanya harus dihadapi dengan pikiran yang tenang tapi positif, dan tentunya harus disanggupi dengan perasaan yang senang tapi aktif.
Sekali lagi, itu hanya bisa dijawab dengan cara positif dan aksi aktif . Kalau yang baik kita tahu bersyukur dan berterima kasih kepada Allah Swt, pun jikalau jelek dan atau musibah, juga harus bisa diterima secara positif dan aktif.
Kita semua yakin bahwa tidak ada resiko tanpa tujuan, dan pasti ada pelajaran di balik musibah dan celaka itu. Serta kita harus juga memperbaiki agama kita, ibadah, shalat dan doa-doa kita. Ditambah Juga dengan terus melakukan silaturahmi. Selanjutnya, bergaul dengan tulus, yang akan membawa kita sampai pada tujuan yang bahagia, cita-cita kita tercapai, dan semoga saja kita masuk surga bersama keluarga dialam keabadian.

Hijrah itu istiqamah, istiqamahlah karena Allah

HIJRAH itu ISTIQAMAH, ISTIQAMAHlah karena Allah. Mengapa? Karena, HIJRAH ITU MUDAH, TAPI ISTIQAMAHNYA YANG SULIT, Kalau ada yg lebih gampang dari istiqamah itu istirahat. Selain itu, HIJRAH juga harus diuji dengan 100% KEKUATAN IMAN yang terus- menerus diperjuangkan disetiap tempat dan waktu. Selanjutnya, semoga ditahun baru 1439 hijriah ini, kita makin mau menjadi manusia yg berubah dari segala-galanya untuk kebaikan diri kita dan orang lain, dan semoga juga disetiap urusan kita dipermudahkn oleh Allah yang maha berkuasa atas setiap sesuatu. Tugas kita juga harus ingatkan diri kita, keluarga kita, ataupun sahabat kita yang masih berjahiliah, masih belum terlambat untuk berhijrah. untuk yang sedang hijrah, istiqamah itu payah namun manis di penghujung.

Ingat tujuan kita diperantauan

Foto Supardi Saminja.



Sejenak merenungi diri kita sebagai MANUSIA PERANTAU, atau memikirkan diri kita sebagai MAHASISWA yang SANGAT jauh merantau dari kampung halaman, tinggal di kota keramaian, hidup bergaya seperti orang yang sangat kaya di perantauan, sekali pergi habis ratusan ribu, sekali makan kena ratusan ribu.
Pernahkah saat kita menghabiskan uang yang begitu banyak untuk SEKEDAR KESENANGAN, demi biar dikatain "INILAH ANAK GAUL", apakah ada waktu kita UNTUK memikirkan KELUARGA yang ada di kampung halaman ?
Pernahkah kita juga pikirkan berapa penghasilan orang tua kita sehari dibandingkan banyaknya pengeluaran kita sekali jalan? Pernahkah kita pikirkan apa yang orang tua makan saat kita makan di restoran mewah?
Apakah kita malu jadi orang miskin sehingga kita berpura-pura jadi orang kaya di perantauan ini? Bukankah kita tidak ingin menyangkal bahwa orang tua kita yang hidup dikampung tak seenak hidup kita di perantauan ?
INGAT TUJUAN KITA DIPERANTAUAN INI! . Mengapa harus mudah terpengaruh ajakan yang membuat kita lupa siapa sebenarnya diri kita, yang membuat kita jauh dari tujuan dan cita-cita semula, yang membuat kita lupa kepada Allah, yang membuat kita mudah bergaul dengan sabu-sabu, free seks, minuman keras dan sejenisnya.
Yang membuat kita membohongi diri kita sendiri dan berpura-pura jadi orang lain, hanya karena demi mengikuti zaman penuh kehura-huraan, dengan melupakan ajaran agama islam , lupa nasehat orang tua, dan lupa kearifan lokal yang berlandaskan genius culture. Bukannya kita iri atau tidak bisa seperti orang lain .
Tetapi harus kita sadari secepatnya, bahwa kita masih tahu batas, tahu batas perintah dan larangan agama, batas etika, dan batasan yang bermanfaat dan yang merugikan . Marilah kita hidup sederhana yang tidak akan membuat kita mati, tetapi perbuatan itu sebagai syukur atas perjuangan kita ditanah rantauan.
Ingat, BAHAGIA ITU BUKAN SYUKUR, TETAPI SYUKURLAH YANG MEMBUAT KITA BAHAGIA. Dan ayo Kejar dan capailah dulu tujuaan utama atau cita-cita besar kita di tanah perantauan ini . Kelak kita sukses dan kaya, kita bisa ajak orang tua kita merasakan kesenangan itu. Karena cita-cita kita itu bukan untuk kepentingan kita sendiri, tetapi harus bermanfaat bagi diri, orang lain, bagi agama islam dan bangsa, atau dunia kalau bisa.
Kalau Begitu, jadilah kita MANUSIA PERANTAU. Apakah alasan kita merantau karena mencari ilmu, harta, tahta, wanita, atau alasan lainya? Tetapi yang pasti MANUSIA PERANTAU MAKASSAR itu tidak akan BALIK KEKAMPUNG JIKA TUJUAN DAN CITA-CITA BESARNYA BELUM TERWUJUD.
Karena prinsipnya MANUSIA PERANTAU MAKASSAR, "bajikangngangi matea ri kampong'na tau nikanre gallang-gallang na lammotereka rikamponga tena angerang assele", artinya lebih baik mati dikampung orang dimakan cacing daripada pulang kekampung tanpa membawa hasil.
Sejenak merenungi diri kita sebagai MANUSIA PERANTAU, atau memikirkan diri kita sebagai MAHASISWA yang SANGAT jauh merantau dari kampung halaman, tinggal di kota keramaian, hidup bergaya seperti orang yang sangat kaya di perantauan, sekali pergi habis ratusan ribu, sekali makan kena ratusan ribu.
Pernahkah saat kita menghabiskan uang yang begitu banyak untuk SEKEDAR KESENANGAN, demi biar dikatain "INILAH ANAK GAUL", apakah ada waktu kita UNTUK memikirkan KELUARGA yang ada di kampung halaman ?
Pernahkah kita juga pikirkan berapa penghasilan orang tua kita sehari dibandingkan banyaknya pengeluaran kita sekali jalan? Pernahkah kita pikirkan apa yang orang tua makan saat kita makan di restoran mewah?
Apakah kita malu jadi orang miskin sehingga kita berpura-pura jadi orang kaya di perantauan ini? Bukankah kita tidak ingin menyangkal bahwa orang tua kita yang hidup dikampung tak seenak hidup kita di perantauan ?
INGAT TUJUAN KITA DIPERANTAUAN INI! . Mengapa harus mudah terpengaruh ajakan yang membuat kita lupa siapa sebenarnya diri kita, yang membuat kita jauh dari tujuan dan cita-cita semula, yang membuat kita lupa kepada Allah, yang membuat kita mudah bergaul dengan sabu-sabu, free seks, minuman keras dan sejenisnya.
Yang membuat kita membohongi diri kita sendiri dan berpura-pura jadi orang lain, hanya karena demi mengikuti zaman penuh kehura-huraan, dengan melupakan ajaran agama islam , lupa nasehat orang tua, dan lupa kearifan lokal yang berlandaskan genius culture. Bukannya kita iri atau tidak bisa seperti orang lain .
Tetapi harus kita sadari secepatnya, bahwa kita masih tahu batas, tahu batas perintah dan larangan agama, batas etika, dan batasan yang bermanfaat dan yang merugikan . Marilah kita hidup sederhana yang tidak akan membuat kita mati, tetapi perbuatan itu sebagai syukur atas perjuangan kita ditanah rantauan.
Ingat, BAHAGIA ITU BUKAN SYUKUR, TETAPI SYUKURLAH YANG MEMBUAT KITA BAHAGIA. Dan ayo Kejar dan capailah dulu tujuaan utama atau cita-cita besar kita di tanah perantauan ini . Kelak kita sukses dan kaya, kita bisa ajak orang tua kita merasakan kesenangan itu. Karena cita-cita kita itu bukan untuk kepentingan kita sendiri, tetapi harus bermanfaat bagi diri, orang lain, bagi agama islam dan bangsa, atau dunia kalau bisa.
Kalau Begitu, jadilah kita MANUSIA PERANTAU. Apakah alasan kita merantau karena mencari ilmu, harta, tahta, wanita, atau alasan lainya? Tetapi yang pasti MANUSIA PERANTAU MAKASSAR itu tidak akan BALIK KEKAMPUNG JIKA TUJUAN DAN CITA-CITA BESARNYA BELUM TERWUJUD.
Karena prinsipnya MANUSIA PERANTAU MAKASSAR, "bajikangngangi matea ri kampong'na tau nikanre gallang-gallang na lammotereka rikamponga tena angerang assele", artinya lebih baik mati dikampung orang dimakan cacing daripada pulang kekampung tanpa membawa hasil.

Kebakaran adalah ujian

Inilah kebakaran yang terjadi pada salah satu pertokoan dekat "COLUMBUS" yang ada disekitar Balla Lompoa Gowa. Mari kita jadikan insiden kebakaran ini sebagai kesadaran kepada kita agar sentiasa memeriksa keselamatan rumah kita dan sekaligus menjadikan kebakaran yang terjadi ini sebagai pengingat bahwa barang benda/harta yang kita kumpulkan selama ini akan lenyap dalam sekejap jika Allah menghendaki.

Senin, 20 Februari 2017

Perbanyak memberi

Musim hujan, musim tanam padi. Lalu panen padi. Bukan panen rumput. Ini pendapat salah atau betul mikaaah?


Membingkai kenangan pada pemuda desa Berutallasa biringbulu gowa

Masih dalam suasana hari jadinya yang ke-3 bagi Kerukunan Keluarga Berutallasa (KKB) Gowa, yang seharusnya diperingati pada tanggal 26 Januari 2017. Anggaplah ini hanya sebagai catatan tercecerji hehehe… yang sudah terlupakan selama tiga tahun MEMBINGKAI KENANGAN diorganisasi ini.
Kalau kita mau bertanya-tanya, apa hubungannya antara kita sebagai generasi muda KKB GOWA dengan Desa Berutallasa? Ya, Kita mungkin sepakat bahwa, baik buruknya suatu daerah dapat dilihat dari kualitas generasi mudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris kepemimpinan dimasa yang akan datang.

Mauka’ pinjam dulu kata-katanya Bapak Bupati Gowa sekarang, Adnan Purichta IYL yang mengatakan bahwa “masa depan suatu daerah bukan ditentukan oleh berapa banyak SUMBER DAYA ALAMNYA, tapi ditentukan bagaimana SUMBER DAYA MANUSIANYA”. Maka dari itu, GENERASI MUDA harus memiliki KARAKTER KUAT, punya tujuan, BERDAYA SAING, dan MEMAHAMI PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI untuk bersaing secara global.

Selanjutnya mengenai masa depan Desa Berutallasa itu...ada pada generasi muda yang masih berstatus pelajar, mahasiswa, maupun yang sudah menyelesaiakan pendidikan.
Mengapa? Karena generasi muda inilah yang bisa meningkatkan KERUKUNAN, menciptakan KEDAMAIAN, DAN setidaknya mampu membantu MEWUJUDKAN VISI MISINYA desa BERUTALLASA.

Meskipun telah dipahami bersama bahwa didalam upaya mewujudkan cita-cita, atau visi misi tersebut. Tentu pasti akan menghadapi banyak permasalahan, hambatan, rintangan, dan bahkan ancaman.
Untuk mengatasi tersebut, Pilihannya bagi generasi muda harus mempersiapkan diri dengan pengetahuan, keahlian, karakter baik, dan paling utama (khusus generasi mudanya KKB GOWA) adalah komitmen kuat untuk bersama-sama mewujudkan visi dan misi KKB GOWA itu sendiri . 

Rabu, 25 Januari 2017

Anggaran Rumah Tangga kerukunan keluarga berutallasa gowa



ANGGARAN RUMAH TANGGA ( ART )
KERUKUNAN KELUARGA BERUTALLASA (KKB) GOWA


BAB I
KETENTUAN UMUM
            PASAL 1          
YANG DIMAKSUD DENGAN KETENTUAN UMUM
Telah Jelas
BAB II
NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN
PASAL 2
NAMA
Telah Jelas
PASAL 3
WAKTU DIDIRIKAN DAN LAMANYA
Telah Jelas
PASAL 4
TEMPAT KEDUDUKAN
Telah Jelas
BAB III
AZAS, SIFAT, STATUS,  VISI, MISI DAN TUJUAN
PASAL 5
AZAS
Telah Jelas
PASAL 6
SIFAT
Telah Jelas
PASAL 7
STATUS
Telah Jelas
PASAL 8
VISI
Telah Jelas
PASAL 9
MISI
Telah Jelas
PASAL 10
TUJUAN
ORGANISASI INI BERTUJUAN
Telah Jelas
BAB IV
FUNGSI DAN PERAN
PASAL 11
FUNGSI
Telah Jelas
PASAL 12
PERAN
Telah Jelas
BAB V
GAMBAR LAMBANG DAN PENJELASAN
PASAL 13
Telah Jelas
Pasal 14
PENJELASAN
Telah Jelas
BAB VI
KEANGGOTAAN
PASAL 15
Keanggotaan terdiri dari :
1.    Anggota Pengurus  : Anggota biasa adalah semua  pengurus kkb yang berasal dari desa Berutallasa maupun yang diluar berutallasa yang telah telah terdaftar dikepengurusan.
2. Anggota Biasa : Anggota biasa adalah semua  warga yang berasal dari desa Berutallasa maupun yang diluar berutallasa yang telah telah terdaftar dikepengurusan.
3.    Anggota Kehormatan :Anggota Kehormatan adalah orang – orang yang mempunyai kepedulian Pada KKB dan disetujui oleh pengurus KKB
PASAL 16
SYARAT KEANGGOTAAN
Syarat dan prosedur pendaftaran menjadi anggota.
a.  Mendaftarkan diri sebagai anggota KKB
b.  Mematuhi dan melaksanakan AD/ ART
c.   Aktif dalam kegiataan KKB
D. Memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan  pengurus kkb
PASAL 17
HAK DAN KEWAJIBAN PENGURUS
Hak-hak Anggota Organisasi :
1.    Setiap anggota biasa mempunyai hak pilih dan dipilih dalam setiap jabatan dalam organisasi selama memenuhi syarat dan ketententuan yang berlaku di Anggaran Dasar
2.    Setiap anggota biasa mempunyai hak bicara dan hak suara.
3.    Setiap anggota mempunyai hak pembelaan dan perlakuan yang sama dalam organisasi.
4.    Setiap anggota kehormatan mempunyai hak bicara.

Kewajiban-Kewajiban Anggota Organisasi :
Anggota biasa :

1)     Anggota biasa wajib mentaati dan melaksanakan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, peraturan serta keputusan-keputusan yang telah ditetapkan oleh rapat pengurus KKB Gowa.

2)     Anggota biasa wajib setia dan taat kepada KKB Gowa dan menjunjung tinggi serta menjaga nama baik KKB Gowa .
3)     Anggota biasa wajib berusaha untuk memajukan dan mensukseskan Program kerja KKB Gowa 

Anggota Kehormatan :
Anggota kehormatan turut membantu KKB dalam bentuk moral dan materil untuk mensukseskan tujuan KKB dengan mentati dan melaksanakan AD/ART
BAB VII
STRUKTUR ORGANISASI
PASAL 18
STRUKTUR ORGANISASI
1.    Pengurus harian, yang terdiri dari:
a. Ketua Umum KKB Gowa:
i.      Ketua umum KKB Gowa adalah pimpinan tertinggi Kerukunan Keluarga Berutallasa
ii.    Ketua menjabat selama 3 tahun dan tidak dapat dipilih kembali maksimal  dalam satu periode kepengurusan.
iii.  Apabila Ketua berhalangan tetap dan tidak dapat menjalankan tugas maka digantikan oleh  Sekretaris umum dan selanjutnya berlaku sebagai Pejabat Sementara (PJS).

a.  Sekretaris umum KKB Gowa
i.   Sekretaris KKB diangkat oleh Ketua Umum KKB.
ii.    Sekretaris bertugas membantu Ketua dalam mengatur Administrasi Organisasi.

b.   Bendahara umum KKB Gowa 
i.      Bendahara KKB diangkat oleh Ketua Umum KKB
ii.    Bendahara bertugas membantu Ketua dalam mengatur Keuangan KKB.
2.    Bidang-bidang
a.  Bidang-bidang adalah struktur organisasi KKB yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan organisasi dan dipimpin oleh seorang koordinator  bidang.
b.  Koordinator Bidang bertugas melaksanakan Program Kerja KKB berdasarkan bidangnya masing-masing yang berkoordinasi dengan wakil Ketua, dan bertanggung jawab kepada Ketua umum KKB.
2. Kepengurusan KKB
  1. Pengurus Harian KKB, yang terdiri dari
1)  Ketua Umum
2)  Sekretaris Umum
3)  Bendahara Umum
4)  Bidang- bidang
3. Pembina  Organisasi
Pembina Organisasi adalah perangkat organisasi yang bertugas mengawasi kepengurusan KKB dan tidak memiliki hak suara dalam mubes KKB
4. Pelindung Dan Dewan Pengawas Organisasi
Susunan Pelindung dan Penasehat terdiri dari:
b.  Pelindung dan Dewan pengawas adalah orang yang mempunyai pemahaman dan komitmen terhadap kemajuan KKB
c.   Pelindung dan Dewan pengawas tidak memiliki hak suara dalam mubes KKB
d.  Pelindung dan Dewan pengawas dapat memberi saran dan anjuran kepada pengurus baik diminta maupun tidak diminta.
PASAL 19
PERANGKAT ORGANISASI
1.    Hak-hak pembina Organisasi :
a.  Memberikan saran dan pandangan pada pengurus KKB diminta atau tidak diminta.
b.  Apabila Ketua umum dan Sekretaris umum berhalangan tetap maka pembina menyelenggarakan Mubes Luar Biasa.
2.    Kewajiban pembina adalah  berupaya mensukseskan pelaksanaan program kerja KKB.
PASAL 20
HAK DAN KEWAJIBAN PENGURUS
Telah Jelas
BAB VIII
KEPENGURUSAN
PASAL 21
MASA KEPENGURUSAN DAN PEMILIHAN PENGURUS
Telah Jelas
BAB IX
PERMUSYAWARATAN DAN RAPAT
PASAL 22
PERANGKAT ORGANISASI
1.Musyawarah besar  KKB
1.    Musyawarah besar Luar Biasa dapat dilaksanakan jika roda organisasi tidak berjalan selama 1 Tahun 6 bulan, atau melakukan pelanggaran yang tidak sesuai dengan AD/ART
2.    Mubes dilaksanakan 3 tahun sekali
3.    Mubes merupakan pengambilan keputusan tertinggi dalam organisasi
4.    Mubes adalah Musyawarah yang dihadiri oleh kepengurusan KKB dan anggota KKB.
5.    Mubes Luar Biasa adalah Musyawarah yang dihadiri oleh pembina, Pengurus KKB.
6.    Raker Kerja (RAKER) adalah Musyawarah yang dihadiri oleh seluruh Pengurus KKB guna membahas dan menyusun program kerja KKB selama satu periode kepengurusan dan dilaksanakan minimal 1 (satu) kali dalam satu periode kepengurusan.
7.    Rapat internal kepengurusan adalah rapat yang diikuti oleh minimal 2 (dua) pengurus harian dan koordinator bidang-bidang guna mengevaluasi kinerja organisasi dan dilaksanakan minimal satu kali dalam dua bulan.
8.    Rapat internal bidang adalah rapat yang diikuti oleh koordinator dan seluruh anggota bidang guna mengevaluasi kinerja bidang dan dilaksanakan minimal satu kali dalam satu bulan.
BAB X
KEUANGAN ORGANISASI
PASAL 23
SUMBER KEUANGAN
Telah Jelas
BAB XI
POLA HALUAN KERJA
PASAL 24
POLA HALUAN KERJA
Telah Jelas
BAB XII
PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
PASAL 25
PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
1.    Pembahasan dan perubahan Anggaran Rumah Tangga hanya dapat dilakukan di MUBES
2.    Rencana pembahasan dan perubahan Anggaran Rumah Tangga sedapat mungkin disampaikan pada anggota –anggota sebelum mubes
3.    Keputusan pembahasan dan perubahan Anggaran Rumah Tangga sekurang-kurangnya 2/3 anggota Peserta yang hadir pada mubes
BAB XI
PASAL 26
PENUTUP
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini, akan diatur dalam Peraturan atau Ketentuan-ketentuan lain dalam Organanisasi KKB.
Pasal 27
Anggaran Rumah Tangga ini disahkan oleh Musyawarah Besar anggota KKB 2014 yang berdasarkan Hikmah Kebijaksanaan serta Mufakat pada hari Minggu 19 Januari 2014. Pukul 13.40 WIB.
Ditetapkan di
Pada Tanggal    :
Musyawarah Besar  ( MUBES )
PIMPINAN SIDANG
KETUA                             WAKIL KETUA             SEKRETARIS