Selasa, 27 Oktober 2026

DOA TERINDAH UNTUK PENGANTIN KASMAWATI KASANUDDIN & SUPARDI SAMINJA

 











Doa Cinta, Ketulusan, Keberkahan, dan Perjalanan Seumur Hidup Menuju Surga Allah SWT.

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Segala puji bagi Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, Tuhan Yang Maha Pengasih, Tuhan Yang Maha Penyayang, Tuhan yang menggenggam seluruh hati manusia, yang mempertemukan dua jiwa dengan cara yang terkadang tidak pernah terbayangkan oleh manusia, dan yang mengatur perjalanan hidup setiap hamba dengan hikmah yang sering kali baru kita pahami setelah waktu berlalu.

Ya Allah, ya Rahmān, ya Rahīm, ya Rabbal ‘ālamīn.

Pada hari yang penuh kebahagiaan ini, kami datang menghadap-Mu dengan hati yang penuh syukur, mata yang menyaksikan kebahagiaan, dan doa yang kami titipkan setulus-tulusnya kepada-Mu.

Hari ini, dua nama yang begitu indah kami sebut dalam doa: Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja.

Dua insan yang dahulu menjalani kehidupan masing-masing, memiliki perjalanan, cerita, harapan, air mata, perjuangan, dan doa yang mungkin hanya Engkau yang mengetahui seluruh isinya.

Hingga pada hari ini, dengan izin-Mu, keduanya dipertemukan dalam sebuah ikatan suci bernama pernikahan.

Ya Allah, sungguh kami menyadari bahwa pertemuan dua manusia bukan semata-mata tentang dua hati yang saling mencintai. Pernikahan bukan sekadar tentang dua orang yang berdiri berdampingan di hadapan keluarga, mengenakan pakaian terbaik, mengucapkan janji, lalu menerima ucapan selamat dari orang-orang yang menyayangi mereka.

Pernikahan adalah tentang dua jiwa yang bersedia berjalan bersama dalam perjalanan panjang kehidupan. Tentang dua hati yang belajar saling memahami. Tentang dua manusia yang tidak selalu sempurna, tetapi bersedia saling menerima, saling memperbaiki, saling menguatkan, dan saling menggenggam ketika kehidupan tidak berjalan sesuai harapan.

Maka, ya Allah, pada hari yang bersejarah bagi Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja ini, kami memohon kepada-Mu, jangan biarkan kebahagiaan mereka hanya indah pada hari pernikahan ini. Jadikanlah kebahagiaan itu tumbuh, berakar, dan bertahan sepanjang usia mereka, hingga rambut memutih, langkah melambat, dan akhirnya Engkau mempertemukan mereka kembali dalam surga-Mu.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

1. Ya Allah, berkahilah ikatan suci Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja

Ya Allah, Tuhan yang membolak-balikkan hati manusia.

Kami memohon kepada-Mu, berkahilah pernikahan Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja. Jadikanlah akad yang mengikat mereka sebagai awal dari perjalanan panjang yang dipenuhi cinta, ketenangan, kesetiaan, kesabaran, dan keberkahan.

Sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ untuk pasangan pengantin:

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ، وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

Bārakallāhu laka, wa bāraka ‘alaika, wa jama‘a bainakumā fī khair.

Artinya:

“Semoga Allah memberkahimu, melimpahkan keberkahan atasmu, dan mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

Ya Allah, jadikanlah doa ini bukan hanya ucapan yang terdengar indah pada hari pernikahan mereka, melainkan doa yang menyertai setiap langkah rumah tangga mereka.

Berkahilah cinta mereka ketika sedang berbahagia. Berkahilah kesabaran mereka ketika menghadapi ujian. Berkahilah rezeki mereka ketika memperoleh kelapangan. Berkahilah hati mereka ketika harus menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan.

Jangan biarkan cinta mereka hanya hidup ketika segala sesuatu terasa mudah. Tumbuhkanlah cinta yang tetap bertahan ketika kehidupan menuntut kesabaran, ketika penghasilan belum mencukupi seluruh kebutuhan, ketika rencana harus ditunda, ketika tubuh merasa lelah, dan ketika persoalan datang silih berganti.

Ya Allah, jadikanlah Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja sebagai dua insan yang tidak hanya pandai mengucapkan kata cinta, tetapi juga mampu membuktikannya melalui kesetiaan, tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, dan kesediaan untuk saling memaafkan.

Jadikanlah rumah tangga mereka tempat pulang yang paling menenangkan, tempat hati yang lelah mendapatkan ketenteraman, tempat kesedihan disambut dengan pelukan, dan tempat kebahagiaan disyukuri bersama.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

2. Ya Allah, jadikanlah Kasmawati Kasanuddin sebagai penyejuk hati Supardi Saminja

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui isi hati setiap manusia.

Jagalah Kasmawati Kasanuddin dalam setiap langkah kehidupannya. Jadikanlah ia istri yang salehah, yang kehadirannya membawa ketenangan, yang perkataannya menghadirkan kelembutan, yang nasihatnya menjadi pengingat dalam kebaikan, dan yang cintanya menjadi salah satu sumber kekuatan bagi suaminya.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada Kasmawati Kasanuddin hati yang lapang, kesabaran yang luas, pikiran yang jernih, dan kebijaksanaan dalam menghadapi setiap keadaan.

Ketika Supardi Saminja pulang dengan tubuh yang lelah, jadikanlah kehadiran Kasmawati Kasanuddin sebagai ketenteraman baginya.

Ketika Supardi Saminja menghadapi kegagalan, jadikanlah Kasmawati Kasanuddin sebagai orang yang tidak terburu-buru menghakimi, tetapi bersedia mendengarkan, menguatkan, dan mengingatkannya bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan.

Ketika Supardi Saminja merasa kehilangan semangat, jadikanlah Kasmawati Kasanuddin sebagai teman yang mengingatkannya untuk kembali bangkit.

Ketika Supardi Saminja berhasil meraih sesuatu yang diimpikannya, jadikanlah Kasmawati Kasanuddin sebagai orang yang turut bersyukur tanpa kesombongan, yang berbahagia tanpa iri hati, dan yang mengingatkan bahwa setiap keberhasilan adalah karunia-Mu.

Ya Allah, ajarkanlah Kasmawati Kasanuddin untuk mencintai Supardi Saminja dengan cinta yang dewasa. Cinta yang tidak menuntut suaminya menjadi manusia tanpa kekurangan, tetapi cinta yang membantunya menjadi manusia yang lebih baik.

Ajarkanlah Kasmawati Kasanuddin bahwa menjadi istri bukan berarti harus selalu kuat tanpa boleh menangis, bukan berarti harus selalu mengalah hingga kehilangan suara, dan bukan berarti harus memendam setiap kesedihan seorang diri.

Anugerahkanlah kepadanya suami yang mau mendengarkan, menghargai pendapatnya, menjaga perasaannya, dan menjadikan kebahagiaannya sebagai bagian penting dari kebahagiaan rumah tangga mereka.

Ya Allah, jangan biarkan Kasmawati Kasanuddin merasa sendirian ketika sedang berada di dalam pernikahannya sendiri.

Ketika ia bersedih, hadirkanlah Supardi Saminja sebagai teman berbagi. Ketika ia takut, hadirkanlah Supardi Saminja sebagai penguat. Ketika ia melakukan kesalahan, hadirkanlah Supardi Saminja sebagai orang yang menegur dengan kasih sayang. Ketika ia berhasil, hadirkanlah Supardi Saminja sebagai orang pertama yang ikut berbahagia atas keberhasilannya.

Jadikanlah Kasmawati Kasanuddin seorang istri yang dicintai dengan tulus, dihormati dengan sepenuh hati, dilindungi dengan penuh tanggung jawab, dan disayangi bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata.

Ya Allah, peliharalah senyum Kasmawati Kasanuddin. Jangan biarkan kesulitan hidup memadamkan cahaya kebahagiaan di wajahnya. Jika suatu hari air matanya jatuh, jadikanlah air mata itu disambut oleh tangan yang lembut dan hati yang penuh pengertian.

Dan apabila suatu saat Kasmawati Kasanuddin merasa tidak cukup baik, bisikkanlah melalui kebaikan Supardi Saminja bahwa dirinya berharga, bahwa dirinya dicintai, dan bahwa kehadirannya adalah anugerah yang patut disyukuri.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

3. Ya Allah, jadikanlah Supardi Saminja sebagai pelindung dan penenteram hati Kasmawati Kasanuddin

Ya Allah, Tuhan Yang Mahaadil dan Maha Penyayang.

Bimbinglah Supardi Saminja agar menjadi suami yang bertanggung jawab, yang memahami bahwa kepemimpinan dalam rumah tangga bukanlah tentang siapa yang paling berkuasa, melainkan siapa yang paling bersungguh-sungguh menjaga amanah.

Jadikanlah Supardi Saminja laki-laki yang kuat tanpa bersikap kasar, tegas tanpa merendahkan, bijaksana tanpa merasa paling benar, dan berani tanpa melupakan kelembutan.

Ajarkanlah kepadanya bahwa seorang istri bukanlah seseorang yang harus selalu mengikuti setiap keinginannya tanpa didengarkan, melainkan teman hidup yang memiliki hati, pikiran, perasaan, harapan, dan cita-cita.

Ya Allah, tanamkanlah dalam hati Supardi Saminja kesadaran bahwa Kasmawati Kasanuddin adalah amanah dari-Mu.

Amanah yang harus dijaga kehormatannya, dihargai perasaannya, dipenuhi hak-haknya, dan diperlakukan dengan cara yang Engkau ridai.

Jadikanlah Supardi Saminja suami yang tidak hanya sibuk mencari nafkah, tetapi juga menyediakan waktu untuk mendengarkan cerita istrinya.

Jadikanlah ia suami yang tidak hanya memikirkan kebutuhan rumah, tetapi juga memperhatikan keadaan hati orang yang tinggal di dalamnya.

Jadikanlah ia suami yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga hadir dengan perhatian, kasih sayang, kesabaran, dan kepedulian.

Ya Allah, kuatkanlah Supardi Saminja dalam mencari rezeki yang halal. Luaskanlah ikhtiarnya, lapangkanlah jalannya, sehatkanlah tubuhnya, jernihkanlah pikirannya, dan teguhkanlah hatinya ketika menghadapi kesulitan.

Apabila suatu hari usaha Supardi Saminja mengalami kegagalan, jangan biarkan ia kehilangan harapan. Apabila pekerjaannya terasa berat, jangan biarkan ia kehilangan semangat. Apabila rezekinya sedang sempit, jangan biarkan ia kehilangan rasa syukur.

Dan apabila ia memperoleh kelimpahan, jauhkanlah ia dari kesombongan dan kelalaian.

Ya Allah, jadikanlah Supardi Saminja suami yang tetap menyayangi Kasmawati Kasanuddin ketika usianya bertambah, ketika kecantikannya berubah seiring waktu, ketika tubuhnya tidak lagi sekuat dahulu, dan ketika kehidupan menghadirkan berbagai keterbatasan.

Ajarkanlah Supardi Saminja untuk memahami bahwa kecantikan yang paling berharga bukan hanya yang terlihat oleh mata, tetapi juga yang tumbuh dari kesetiaan, ketulusan, kebaikan hati, dan perjalanan panjang yang telah mereka lalui bersama.

Jadikanlah ia laki-laki yang tetap menggenggam tangan istrinya ketika rambut mereka mulai memutih, yang tetap menanyakan kabar istrinya ketika hari-hari terasa biasa, dan yang tetap mengucapkan rasa syukur karena Allah telah mempertemukan mereka.

Ya Allah, jangan biarkan Kasmawati Kasanuddin kehilangan tempat untuk bersandar ketika dunia terasa berat. Jadikanlah Supardi Saminja tempat yang aman bagi hatinya, bukan sumber ketakutannya; tempat ia menemukan ketenangan, bukan tempat ia harus menyembunyikan kesedihannya.

Dan jadikanlah Supardi Saminja seorang suami yang ketika melihat istrinya menangis, tidak segera bertanya siapa yang salah, melainkan terlebih dahulu bertanya dengan penuh kasih sayang, “Apa yang bisa kulakukan agar hatimu merasa lebih tenang?”

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

4. Ya Allah, satukanlah hati mereka dalam sakinah, mawaddah, dan rahmah

Ya Allah, dalam Al-Qur'an Engkau telah berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 21 tentang tanda-tanda kebesaran-Mu, ketika Engkau menciptakan pasangan agar manusia mendapatkan ketenteraman, serta menjadikan di antara mereka kasih sayang dan rahmat.

Maka, ya Allah, anugerahkanlah kepada Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja rumah tangga yang dipenuhi sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Sakinah, ketenangan yang tidak mudah runtuh hanya karena masalah datang.

Mawaddah, cinta yang terus tumbuh, bukan hanya ketika hati sedang berbunga-bunga, tetapi juga ketika kehidupan membutuhkan pengorbanan.

Rahmah, kasih sayang yang membuat keduanya tetap saling menjaga, bahkan ketika salah satu sedang berada dalam keadaan paling lemah.

Ya Allah, jadikanlah rumah mereka rumah yang damai. Rumah yang di dalamnya nama-Mu disebut. Rumah yang dihiasi salat, doa, kejujuran, kesederhanaan, dan rasa syukur.

Jauhkanlah rumah tangga mereka dari pertengkaran yang melukai, perkataan yang menghancurkan harga diri, kebohongan yang merusak kepercayaan, serta kesombongan yang membuat seseorang sulit meminta maaf.

Jika suatu hari terjadi perbedaan pendapat, ajarkanlah mereka berbicara dengan baik.

Jika suatu hari salah satu melakukan kesalahan, ajarkanlah yang lain untuk menegur tanpa menghina.

Jika suatu hari keduanya sama-sama lelah, ajarkanlah mereka untuk beristirahat sejenak, menenangkan hati, lalu kembali berbicara dengan pikiran yang lebih jernih.

Jika amarah mulai meninggi, ingatkanlah mereka akan cinta yang pernah mereka perjuangkan.

Jika ego mulai menguasai hati, ingatkanlah mereka bahwa mempertahankan pernikahan bukan tentang memenangkan pertengkaran, melainkan menemukan jalan keluar yang baik bagi keduanya.

Ya Allah, jangan biarkan masalah kecil tumbuh menjadi kebencian yang besar. Jangan biarkan kesalahpahaman merusak kepercayaan yang dibangun dengan susah payah. Jangan biarkan ucapan sesaat meninggalkan luka yang terus diingat bertahun-tahun.

Anugerahkanlah kepada mereka kemampuan untuk meminta maaf tanpa merasa hina, memaafkan tanpa terus mengungkit kesalahan, dan memperbaiki diri tanpa menunggu pasangan berubah terlebih dahulu.

Jadikanlah mereka pasangan yang lebih takut kehilangan keberkahan-Mu daripada kehilangan perdebatan, lebih mengutamakan kebaikan daripada kemenangan ego, dan lebih memilih memperbaiki keadaan daripada memperpanjang pertengkaran.

Namun, ya Allah, jika ada persoalan yang tidak mampu mereka selesaikan sendiri, bimbinglah mereka untuk mencari nasihat yang bijaksana dan pertolongan yang baik.

Jangan biarkan mereka terjebak dalam kesombongan yang menutup pintu perbaikan.

Ya Allah, tumbuhkanlah cinta yang tidak hanya indah ketika diucapkan, tetapi juga terasa dalam keseharian. Cinta yang terlihat dari segelas air yang disiapkan, dari pertanyaan sederhana tentang keadaan, dari kesediaan membantu ketika pasangan kelelahan, dari doa yang diam-diam dipanjatkan, dan dari kesetiaan yang tetap dijaga meskipun tidak ada seorang pun yang melihat.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

5. Ya Allah, jagalah cinta mereka ketika kehidupan tidak selalu mudah

Ya Allah, kami tahu bahwa hari ini adalah hari bahagia bagi Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja. Senyum menghiasi wajah, ucapan selamat terdengar dari berbagai penjuru, dan doa-doa baik mengiringi langkah mereka.

Namun, ya Allah, kami juga mengetahui bahwa setelah hari ini, kehidupan akan terus berjalan.

Akan ada pagi ketika mereka bangun dengan semangat. Akan ada malam ketika mereka tidur dengan hati yang penuh syukur. Akan ada hari ketika rezeki terasa lapang, dan mungkin akan ada masa ketika mereka harus menghitung pengeluaran dengan lebih berhati-hati.

Akan ada saat ketika semua rencana berjalan lancar, tetapi mungkin juga ada saat ketika mereka harus menerima bahwa tidak semua yang diinginkan dapat diperoleh dengan segera.

Maka, ya Allah, persiapkanlah hati mereka untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya.

Jangan hanya berikan mereka kebahagiaan yang mudah disyukuri, tetapi anugerahkanlah juga kesabaran ketika menghadapi kesulitan.

Jangan hanya dekatkan mereka ketika keadaan menyenangkan, tetapi kuatkanlah ikatan mereka ketika ujian datang.

Jangan hanya jadikan mereka pasangan yang pandai tertawa bersama, tetapi jadikanlah mereka pasangan yang sanggup saling menguatkan ketika salah satunya tidak lagi mampu tersenyum.

Ya Allah, apabila suatu hari Supardi Saminja pulang dengan wajah lelah karena perjuangan mencari nafkah, lembutkanlah hati Kasmawati Kasanuddin agar mampu memahami perjuangannya.

Dan apabila suatu hari Kasmawati Kasanuddin merasa kelelahan dalam menjalankan tanggung jawabnya, lembutkanlah hati Supardi Saminja agar mampu memahami bahwa istrinya juga membutuhkan istirahat, perhatian, dan kasih sayang.

Jangan biarkan keduanya mengukur cinta hanya dari banyaknya uang, mahalnya hadiah, indahnya perjalanan, atau besarnya pesta yang dapat mereka selenggarakan.

Ajarkanlah mereka menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana: makan bersama, berbincang sebelum tidur, saling menanyakan kabar, tertawa atas hal-hal kecil, dan duduk berdampingan tanpa harus selalu melakukan sesuatu yang istimewa.

Ya Allah, jika suatu hari mereka belum memiliki rumah impian, jadikanlah tempat tinggal mereka tetap dipenuhi ketenteraman.

Jika suatu hari mereka belum mampu membeli apa yang diinginkan, jadikanlah mereka kaya dengan rasa syukur.

Jika suatu hari mereka harus menunda perjalanan yang diimpikan, jadikanlah kebersamaan mereka sebagai perjalanan yang tetap membahagiakan.

Jika suatu hari mereka mengalami kegagalan, ajarkanlah mereka untuk tidak saling menyalahkan.

Dan jika suatu hari mereka harus memulai kembali dari awal, kuatkanlah hati mereka agar mampu berkata, “Tidak apa-apa, kita hadapi bersama. Selama Allah membimbing kita dan kita tetap berusaha, masih ada harapan untuk melangkah.”

Ya Allah, jangan biarkan kesulitan ekonomi menghilangkan kasih sayang di antara mereka. Bimbinglah mereka mengelola rezeki dengan bijaksana, menjauhi utang yang memberatkan, menghindari pemborosan, dan membangun kehidupan dengan kesabaran serta perencanaan yang baik.

Karuniakanlah rezeki yang halal, baik, cukup, dan penuh keberkahan.

Sebab kami percaya, ya Allah, rumah tangga yang bahagia bukanlah rumah tangga yang tidak pernah menghadapi masalah, melainkan rumah tangga yang selalu mencari pertolongan-Mu dan berusaha menyelesaikan masalah dengan cara yang Engkau ridai.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

6. Ya Allah, jadikanlah mereka saling mencintai hingga usia senja

Ya Allah, Tuhan yang menguasai waktu dan perjalanan kehidupan.

Hari ini, Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja memulai babak baru dalam hidup mereka.

Hari ini, mereka mungkin masih muda, langkah mereka masih kuat, senyum mereka masih penuh semangat, dan masa depan terbentang dengan begitu banyak harapan.

Namun, waktu akan terus berjalan.

Hari ini akan menjadi kenangan. Bulan demi bulan akan berlalu. Tahun demi tahun akan berganti. Wajah mereka akan berubah, rambut mereka mungkin memutih, langkah mereka mungkin melambat, dan tubuh mereka mungkin tidak lagi sekuat ketika pertama kali mengucapkan janji pernikahan.

Maka, ya Allah, sebelum waktu membawa mereka jauh ke masa depan, kami memohon satu hal yang sangat kami harapkan bagi keduanya: jangan biarkan mereka kehilangan kasih sayang ketika usia mereka bertambah.

Jadikanlah Supardi Saminja tetap melihat Kasmawati Kasanuddin sebagai perempuan yang patut disyukuri kehadirannya, sebagaimana ia mensyukuri kehadirannya pada hari pernikahan ini.

Jadikanlah Kasmawati Kasanuddin tetap melihat Supardi Saminja sebagai laki-laki yang ingin ia temani dalam perjalanan hidup, sebagaimana ia memilihnya hari ini.

Ketika kecantikan berubah, tumbuhkanlah cinta yang lebih dalam.

Ketika tenaga berkurang, tumbuhkanlah kepedulian yang lebih besar.

Ketika langkah tidak lagi secepat dahulu, ajarkanlah mereka berjalan lebih perlahan tanpa saling meninggalkan.

Ketika ingatan mulai melemah, biarkanlah kenangan indah menjadi jembatan yang menghubungkan hati mereka.

Ketika salah satu mulai mudah lelah, ajarkanlah yang lain untuk lebih sabar.

Dan ketika keduanya sudah memasuki usia senja, jadikanlah mereka pasangan yang masih senang duduk berdua, mengingat perjalanan panjang yang telah mereka lalui.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada mereka kesempatan untuk menyaksikan banyak musim kehidupan bersama.

Biarkan mereka mengenang masa-masa sulit sambil bersyukur karena telah melewatinya.

Biarkan mereka mengenang masa-masa bahagia sambil menyadari bahwa semua itu adalah karunia-Mu.

Biarkan mereka melihat anak-anak mereka tumbuh, jika Engkau mengaruniakan keturunan kepada mereka. Biarkan mereka menyaksikan cucu-cucu berlarian di sekitar rumah, jika Engkau mengizinkan mereka merasakan kebahagiaan itu.

Dan ketika rumah yang dahulu ramai suatu hari menjadi lebih tenang, biarkanlah mereka tetap memiliki satu sama lain sebagai teman berbagi cerita.

Ya Allah, semoga pada suatu pagi di usia senja mereka, Supardi Saminja masih sempat menanyakan kepada Kasmawati Kasanuddin, “Bagaimana tidurmu tadi malam?”

Semoga pada suatu sore yang tenang, Kasmawati Kasanuddin masih dapat menanyakan kepada Supardi Saminja, “Apakah hari ini engkau lelah?”

Semoga pertanyaan-pertanyaan sederhana itu tidak pernah kehilangan makna, karena di dalamnya tersimpan kasih sayang yang telah melewati puluhan tahun.

Semoga mereka tetap saling menggenggam tangan, bukan karena takut menghadapi dunia, melainkan karena bersyukur telah berjalan sejauh itu bersama.

Ya Allah, jika Engkau mengizinkan mereka menua bersama, jadikanlah usia senja mereka dipenuhi rasa syukur, bukan penyesalan; dipenuhi kelembutan, bukan kebencian; dipenuhi kenangan baik, bukan luka yang terus dipelihara.

Dan semoga, ketika mereka melihat kembali perjalanan hidupnya, mereka dapat berkata dengan penuh haru, “Alhamdulillah, Allah telah memberiku teman hidup yang bersedia berjalan bersamaku melewati begitu banyak keadaan.”

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

7. Ya Allah, limpahkanlah rezeki yang halal, luas, dan penuh keberkahan

Ya Allah, Engkaulah Ar-Razzāq, Maha Pemberi Rezeki.

Engkau yang melapangkan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkau pula yang mengajarkan manusia untuk berusaha, bekerja, berdoa, bersabar, dan bertawakal kepada-Mu.

Maka, ya Allah, bukakanlah pintu-pintu rezeki yang baik bagi Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja.

Anugerahkanlah kepada Supardi Saminja kemampuan untuk bekerja dengan jujur, menjalankan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh, dan mencari nafkah tanpa mengorbankan prinsip-prinsip agama.

Karuniakanlah kepada Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja kecerdasan dalam mengelola keuangan, ketenangan dalam mengambil keputusan, serta kebijaksanaan untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Jika mereka bekerja, berkahilah pekerjaan mereka.

Jika mereka berusaha atau berdagang, berkahilah usaha mereka.

Jika mereka memiliki cita-cita untuk membangun sesuatu bersama, mudahkanlah langkah mereka selama berada dalam jalan yang baik.

Jika mereka memiliki impian membeli rumah, kendaraan, atau memenuhi kebutuhan keluarga, mudahkanlah mereka mencapainya melalui jalan yang halal dan terhormat.

Ya Allah, jauhkanlah mereka dari rezeki yang haram, dari transaksi yang merugikan orang lain, dari keserakahan yang membuat hati tidak pernah merasa cukup, dan dari keinginan mengejar kemewahan hingga melupakan kewajiban kepada-Mu.

Jadikanlah mereka orang-orang yang tetap bersyukur meskipun rezekinya sederhana, tetapi juga tetap berusaha meningkatkan kehidupannya tanpa kehilangan kerendahan hati.

Ya Allah, berkahilah setiap rupiah yang mereka peroleh. Jadikanlah penghasilan mereka cukup untuk memenuhi kebutuhan, menjadi sebab tumbuhnya ketenteraman, membantu mereka mempersiapkan masa depan, serta memberi kesempatan untuk berbagi dengan keluarga dan sesama.

Jika Engkau melapangkan rezeki mereka, jangan biarkan mereka lupa kepada orang-orang yang pernah membantu mereka.

Jika Engkau memberikan keberhasilan, jadikanlah mereka semakin rendah hati.

Jika Engkau memberikan kekayaan, jadikanlah kekayaan itu jalan untuk berbuat baik.

Dan jika suatu saat rezeki mereka sedang terbatas, jangan biarkan mereka kehilangan rasa hormat satu sama lain.

Ya Allah, jangan biarkan uang menjadi alasan mereka saling merendahkan. Jangan biarkan kesulitan menjadi alasan mereka saling menyakiti. Jangan biarkan keinginan memiliki lebih banyak membuat mereka melupakan nikmat yang telah tersedia.

Tanamkanlah keyakinan dalam hati mereka bahwa keberhasilan rumah tangga bukan hanya diukur dari apa yang dimiliki, melainkan juga dari bagaimana mereka menjaga amanah, menggunakan rezeki dengan baik, dan menjalani kehidupan dalam ketaatan kepada-Mu.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

8. Ya Allah, jika Engkau mengaruniakan keturunan kepada mereka, jadikanlah anak-anak mereka penyejuk hati

Ya Allah, Engkaulah yang menganugerahkan keturunan kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang paling mengetahui waktu serta keadaan terbaik bagi setiap hamba-Mu.

Apabila Engkau berkehendak mengaruniakan keturunan kepada Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja, anugerahkanlah kepada mereka anak-anak yang sehat, saleh dan salehah, berakhlak mulia, cerdas, penyayang, serta bermanfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Karuniakanlah kepada mereka keturunan yang menjadi penyejuk mata dan hati, sebagaimana doa yang Engkau ajarkan dalam Al-Qur'an, Surah Al-Furqan ayat 74:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a‘yunin waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.

Artinya:

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata (hati), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Ya Allah, apabila Engkau menitipkan anak kepada mereka, ajarkanlah Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja menjadi orang tua yang penuh kasih sayang, adil, sabar, dan bijaksana.

Jangan hanya jadikan mereka orang tua yang mampu memenuhi kebutuhan materi anak-anaknya, tetapi jadikanlah mereka orang tua yang juga memenuhi kebutuhan kasih sayang, pendidikan, perhatian, dan bimbingan rohani.

Ajarkanlah mereka untuk mendidik dengan keteladanan, menasihati tanpa merendahkan, mengoreksi tanpa menghancurkan kepercayaan diri, serta memberikan kebebasan yang disertai tanggung jawab.

Jadikanlah rumah mereka tempat anak-anak belajar tentang kejujuran, penghormatan kepada orang tua, kasih sayang kepada sesama, kesungguhan dalam menuntut ilmu, dan ketaatan kepada Allah.

Ya Allah, jauhkanlah keturunan mereka dari pergaulan yang merusak, perilaku yang membahayakan, dan jalan hidup yang menjauhkan mereka dari kebaikan.

Bimbinglah anak-anak mereka agar menjadi manusia yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Jadikanlah mereka anak-anak yang tidak melupakan orang tuanya ketika berhasil, tidak meninggalkan mereka ketika sudah dewasa, dan tetap menyayangi mereka ketika usia telah menua.

Ya Allah, jika kelak Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja menjadi kakek dan nenek, anugerahkanlah kepada mereka kesempatan untuk merasakan kebahagiaan melihat generasi penerus tumbuh dalam kebaikan.

Namun, ya Allah, kami serahkan seluruh urusan keturunan mereka kepada kebijaksanaan-Mu. Apa pun ketetapan-Mu, bimbinglah mereka untuk tetap saling menyayangi, saling menguatkan, dan bersyukur atas jalan kehidupan yang Engkau berikan.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

9. Ya Allah, bahagiakanlah kedua orang tua dan keluarga mereka

Ya Allah, pada hari pernikahan ini, janganlah kami melupakan orang-orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja sejak awal.

Kami memohon kepada-Mu, limpahkanlah rahmat dan keberkahan kepada kedua orang tua mereka, kepada keluarga yang membesarkan mereka, kepada saudara-saudara mereka, dan kepada semua orang yang dengan tulus mendoakan kebaikan bagi keduanya.

Ya Allah, Engkau mengetahui berapa banyak pengorbanan yang mungkin tidak pernah diceritakan.

Berapa banyak malam yang dilalui orang tua dengan kekhawatiran demi anak-anak mereka.

Berapa banyak doa yang dipanjatkan dalam kesunyian.

Berapa banyak kelelahan yang disembunyikan di balik senyuman.

Berapa banyak kebutuhan pribadi yang ditunda demi pendidikan, kesehatan, dan masa depan anak-anak mereka.

Ya Allah, balaslah setiap pengorbanan itu dengan pahala yang berlipat ganda.

Ampunilah dosa kedua orang tua Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja. Sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangi anak-anak mereka sejak kecil. Sehatkanlah mereka yang masih Engkau berikan kesempatan hidup, lapangkanlah hati mereka, cukupkanlah kebutuhan mereka, dan bahagiakanlah mereka dengan kebaikan anak-anaknya.

Ya Allah, jadikanlah pernikahan ini sebagai kebahagiaan bagi keluarga, bukan awal dari renggangnya hubungan kekeluargaan.

Ajarkanlah Kasmawati Kasanuddin untuk tetap menyayangi dan menghormati orang tuanya setelah menikah.

Ajarkanlah Supardi Saminja untuk tetap berbakti kepada orang tuanya tanpa mengabaikan tanggung jawabnya sebagai suami.

Bimbinglah keduanya agar mampu membangun rumah tangga sendiri dengan tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga besar.

Jauhkanlah mereka dari perselisihan keluarga, kesalahpahaman, perasaan dibanding-bandingkan, dan perkataan yang dapat melukai hati orang tua maupun saudara.

Jika terdapat perbedaan kebiasaan antara dua keluarga, lapangkanlah hati mereka untuk saling memahami.

Jika terdapat perbedaan pendapat, bimbinglah mereka mencari penyelesaian dengan adab dan kebijaksanaan.

Jika ada keluarga yang sedang mengalami kesulitan, tumbuhkanlah kepedulian tanpa mengabaikan kemampuan dan tanggung jawab rumah tangga mereka sendiri.

Ya Allah, jadikanlah keluarga besar Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja sebagai lingkungan yang mendukung kebaikan pernikahan mereka.

Jadikanlah saudara-saudara mereka sebagai orang-orang yang mendoakan, bukan mengadu domba; yang menguatkan, bukan memperkeruh keadaan; yang membantu mendamaikan, bukan memperpanjang perselisihan.

Dan apabila suatu hari kedua orang tua mereka telah kembali kepada-Mu, jadikanlah Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja anak-anak yang tetap mendoakan, mengenang kebaikan, dan meneruskan nilai-nilai luhur yang telah diajarkan kepada mereka.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

10. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari segala sesuatu yang merusak pernikahan

Ya Allah, Engkaulah yang mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Kami memohon perlindungan-Mu bagi rumah tangga Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja.

Lindungilah mereka dari godaan yang merusak kesetiaan, dari kebohongan yang menghancurkan kepercayaan, dari kesombongan yang mematikan kasih sayang, dan dari kelalaian yang membuat mereka lupa menjaga hubungan yang telah Engkau izinkan terjalin.

Jauhkanlah mereka dari pengkhianatan, dari hubungan yang melampaui batas, dari kebiasaan menyembunyikan sesuatu yang seharusnya dibicarakan dengan jujur, dan dari tindakan yang sengaja melukai hati pasangan.

Jauhkanlah mereka dari kebiasaan membandingkan pasangannya dengan orang lain, baik dalam penampilan, pekerjaan, penghasilan, kemampuan, maupun kehidupan rumah tangga.

Ajarkanlah mereka untuk melihat kebaikan yang ada pada pasangannya, tanpa menutup mata terhadap kekurangan yang perlu diperbaiki.

Ya Allah, lindungilah mereka dari hasutan, fitnah, prasangka buruk, dan campur tangan yang tidak membawa kebaikan.

Namun, jadikanlah mereka tetap rendah hati untuk menerima nasihat yang benar, berani mengakui kesalahan, dan bersedia mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang berat.

Ya Allah, apabila ada pihak yang berusaha merusak hubungan mereka, berikanlah perlindungan-Mu dan bimbinglah mereka menyikapinya dengan bijaksana.

Apabila ada kabar yang belum jelas kebenarannya, ajarkanlah mereka untuk tidak tergesa-gesa menuduh.

Apabila muncul rasa cemburu, jadikanlah rasa itu alasan untuk membangun komunikasi yang sehat, bukan alasan untuk menguasai atau menyakiti.

Apabila kepercayaan mereka pernah terguncang, bimbinglah mereka menempuh jalan perbaikan yang jujur dan bertanggung jawab.

Ya Allah, jangan biarkan mereka menjadikan kekurangan pasangan sebagai bahan penghinaan. Jangan biarkan rahasia rumah tangga menjadi bahan pembicaraan yang merendahkan martabat. Jangan biarkan kemarahan membuat mereka melupakan batas-batas akhlak.

Jadikanlah lisan mereka terbiasa mengucapkan kata-kata yang baik.

Jadikanlah tangan mereka terbiasa membantu.

Jadikanlah mata mereka terbiasa melihat kebaikan.

Jadikanlah telinga mereka bersedia mendengarkan.

Dan jadikanlah hati mereka senantiasa terbuka untuk menerima kebenaran.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

11. Ya Allah, jadikanlah rumah tangga mereka jalan menuju surga-Mu

Ya Allah, Tuhan yang menjadi tujuan akhir dari seluruh perjalanan hidup kami.

Kami memohon agar pernikahan Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja tidak hanya membawa kebahagiaan di dunia, tetapi juga menjadi jalan untuk mendapatkan rida dan rahmat-Mu di akhirat.

Jadikanlah mereka pasangan yang saling mengingatkan untuk mendirikan salat.

Jadikanlah mereka pasangan yang saling menguatkan ketika salah satunya sedang lemah dalam ibadah.

Jadikanlah mereka pasangan yang senang mempelajari Al-Qur'an, memahami ajaran agama, memperbaiki akhlak, dan meneladani kehidupan Rasulullah ﷺ.

Ya Allah, jangan biarkan kesibukan dunia membuat mereka lupa kepada-Mu.

Ketika mereka sibuk mencari nafkah, ingatkanlah mereka untuk tetap menjaga salat.

Ketika mereka sibuk mengurus rumah tangga, ingatkanlah mereka untuk tetap bersyukur.

Ketika mereka memperoleh keberhasilan, ingatkanlah mereka untuk tetap rendah hati.

Ketika mereka melakukan kesalahan, bukakanlah pintu taubat bagi mereka.

Ketika mereka sedang menghadapi kesedihan, dekatkanlah hati mereka kepada-Mu.

Ya Allah, jadikanlah rumah mereka tempat tumbuhnya amal saleh.

Biarkan setiap makanan yang mereka siapkan dengan niat baik menjadi bagian dari kebaikan.

Biarkan setiap nafkah halal yang mereka usahakan menjadi amal yang Engkau berkahi.

Biarkan setiap nasihat yang disampaikan dengan kasih sayang menjadi sebab bertambahnya kebaikan.

Biarkan setiap kesabaran dalam menghadapi ujian menjadi jalan untuk mendekat kepada-Mu.

Dan biarkan setiap doa yang mereka panjatkan bersama menjadi pengingat bahwa rumah tangga mereka selalu membutuhkan pertolongan-Mu.

Ya Allah, karuniakanlah kepada mereka hati yang selalu ingin kembali kepada-Mu.

Jangan biarkan mereka merasa terlalu hebat untuk meminta ampun, terlalu sibuk untuk berdoa, atau terlalu putus asa untuk berharap.

Jika mereka melakukan kesalahan, tuntunlah mereka kembali.

Jika mereka kehilangan arah, tunjukilah jalan yang benar.

Jika mereka merasa jauh dari-Mu, bukakanlah pintu untuk kembali mendekat.

Jika mereka menghadapi keputusan besar, bimbinglah mereka agar memilih jalan yang paling baik menurut agama dan membawa manfaat bagi kehidupan mereka.

Ya Allah, semoga pada akhirnya, ketika seluruh perjalanan dunia telah selesai, Engkau mengumpulkan mereka bersama orang-orang yang beriman dalam surga-Mu.

Semoga cinta yang mereka rawat di dunia menjadi bagian dari kenangan indah yang Engkau berkahi, dan semoga rahmat-Mu mempertemukan mereka kembali di tempat yang tidak lagi mengenal perpisahan, kesedihan, dan kematian.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

12. Ya Allah, dengarkanlah doa-doa yang tidak mampu mereka ucapkan

Ya Allah, bagian ini kami titipkan kepada-Mu dengan penuh kerendahan hati.

Sebab, tidak semua keinginan mampu diucapkan dengan kata-kata.

Tidak semua kesedihan dapat diceritakan.

Tidak semua ketakutan dapat diperlihatkan.

Dan tidak semua harapan dapat disampaikan kepada orang lain.

Namun, Engkau mengetahui semuanya, bahkan sebelum Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja menemukan kata-kata untuk menjelaskannya.

Ya Allah, Engkau mengetahui impian yang mereka simpan di dalam hati.

Engkau mengetahui masa depan yang mereka harapkan.

Engkau mengetahui hal-hal yang mereka khawatirkan, keputusan yang mereka pikirkan, dan pertanyaan-pertanyaan yang terkadang membuat mereka terdiam.

Maka, ya Allah, apabila di dalam hati Kasmawati Kasanuddin terdapat harapan yang belum mampu ia ceritakan kepada Supardi Saminja, bimbinglah ia untuk menyampaikannya dengan cara yang baik.

Apabila di dalam hati Supardi Saminja terdapat beban yang belum mampu ia ungkapkan kepada Kasmawati Kasanuddin, berikanlah ia keberanian untuk berbagi dengan jujur.

Apabila keduanya memiliki ketakutan tentang masa depan, gantilah ketakutan itu dengan ikhtiar, doa, dan tawakal.

Apabila mereka menyimpan cita-cita yang baik, mudahkanlah jalan untuk mencapainya.

Apabila mereka sedang menunggu jawaban atas doa-doa yang panjang, anugerahkanlah kesabaran untuk menjalani prosesnya.

Dan apabila ada keinginan yang tidak Engkau kabulkan, lapangkanlah hati mereka untuk menerima bahwa tidak semua yang diinginkan manusia adalah yang terbaik baginya.

Ya Allah, jangan biarkan mereka merasa bahwa doa mereka sia-sia hanya karena jawaban-Mu belum datang.

Ajarkanlah mereka untuk terus berusaha tanpa putus asa, berharap tanpa memaksakan kehendak, dan menerima ketetapan-Mu tanpa berhenti memperbaiki diri.

Ya Allah, apabila suatu hari mereka memandang masa depan dengan penuh tanda tanya, ingatkanlah mereka bahwa mereka tidak harus mengetahui seluruh perjalanan untuk dapat mengambil langkah pertama.

Bimbinglah mereka untuk menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya, menjaga amanah yang ada di hadapan mereka, dan mempercayakan hari esok kepada-Mu sambil tetap berikhtiar.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

13. Ya Allah, apabila suatu hari salah satu dari mereka menangis, jadikanlah yang lain sebagai penguatnya

Ya Allah, kami tidak meminta agar Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja menjalani kehidupan tanpa air mata.

Kami juga tidak meminta agar mereka tidak pernah merasa lelah, kecewa, atau sedih.

Sebab, mereka adalah manusia yang memiliki keterbatasan, perasaan, dan kebutuhan untuk dikuatkan.

Namun, ya Allah, kami memohon agar jangan biarkan mereka menghadapi kesedihan tanpa kasih sayang.

Apabila suatu hari Kasmawati Kasanuddin menangis karena beratnya kehidupan, jadikanlah Supardi Saminja orang yang mendekat dengan kelembutan, bukan menjauh dengan ketidakpedulian.

Apabila suatu hari Supardi Saminja merasa gagal dan kehilangan kepercayaan diri, jadikanlah Kasmawati Kasanuddin orang yang membantunya menemukan kembali keberanian untuk melangkah.

Apabila salah satu dari mereka sakit, tanamkanlah kesabaran dan kepedulian dalam hati yang lain.

Apabila salah satu kehilangan pekerjaan, jadikanlah pasangannya sebagai sumber dukungan untuk bangkit kembali.

Apabila salah satu kehilangan orang yang dicintai, jadikanlah yang lain sebagai tempat berbagi duka dan doa.

Apabila salah satu menghadapi masalah yang tidak mudah dijelaskan, berikanlah pasangannya kebijaksanaan untuk mendengarkan tanpa tergesa-gesa menghakimi.

Ya Allah, ajarkanlah mereka bahwa terkadang orang yang dicintai tidak membutuhkan nasihat yang panjang, tetapi membutuhkan seseorang yang bersedia duduk di sampingnya dan mendengarkan dengan tulus.

Terkadang, yang dibutuhkan bukan jawaban atas semua persoalan, melainkan keyakinan bahwa ia tidak harus menanggung semuanya sendirian.

Maka, ya Allah, jadikanlah mereka pasangan yang mampu memberikan ketenangan seperti itu.

Jadikanlah mereka saling menguatkan tanpa merasa paling berjasa, saling membantu tanpa menghitung setiap pengorbanan, dan saling memaafkan tanpa menjadikan kesalahan masa lalu sebagai senjata.

Jika mereka pernah saling mengecewakan, ajarkanlah mereka memperbaiki keadaan.

Jika mereka pernah saling melukai melalui perkataan, ajarkanlah mereka meminta maaf dan menjaga lisan.

Jika mereka pernah tidak memahami perasaan satu sama lain, bukakanlah hati mereka agar lebih peka.

Dan jika suatu hari mereka merasa cinta mulai tertutup oleh kesibukan, ingatkanlah mereka untuk kembali menyediakan waktu bagi satu sama lain.

Ya Allah, semoga Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja tidak hanya menjadi pasangan pada saat bahagia, tetapi juga menjadi sahabat yang saling menguatkan ketika kehidupan menguji keteguhan hati mereka.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

14. Ya Allah, jadikanlah mereka pasangan yang membawa manfaat bagi sesama

Ya Allah, Engkau menciptakan manusia bukan hanya untuk hidup bagi dirinya sendiri, melainkan juga untuk berbuat kebaikan dan memberikan manfaat kepada sesama.

Maka, jadikanlah pernikahan Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja sebagai sumber kebaikan bagi keluarga, tetangga, sahabat, dan masyarakat di sekeliling mereka.

Jadikanlah mereka pasangan yang murah hati tanpa berlebihan, suka menolong sesuai kemampuan, menghormati orang lain tanpa memandang kedudukan, serta menjaga hubungan baik dengan siapa pun yang membawa kebaikan.

Jika mereka memiliki kelebihan rezeki, ajarkanlah mereka berbagi.

Jika mereka memiliki ilmu, bimbinglah mereka untuk mengamalkannya.

Jika mereka memiliki kemampuan membantu orang lain, bukakanlah hati mereka untuk melakukannya dengan ikhlas.

Jika mereka dipercaya memegang tanggung jawab, jadikanlah mereka orang yang jujur dan amanah.

Jauhkanlah mereka dari kesombongan, sikap merendahkan, dan kebiasaan memamerkan apa yang dimiliki demi mendapatkan pujian.

Ya Allah, jadikanlah mereka orang-orang yang ketika hadir membawa ketenteraman, ketika berbicara membawa kebaikan, dan ketika meninggalkan suatu tempat tetap dikenang karena akhlak yang mulia.

Jadikanlah mereka pasangan yang tidak hanya berdoa agar kehidupannya baik, tetapi juga berusaha menjadikan kehidupan orang lain sedikit lebih baik.

Dan apabila suatu hari mereka menghadapi orang yang berbeda pandangan, ajarkanlah mereka untuk tetap bersikap adil, santun, dan menghormati martabat manusia.

Semoga rumah tangga mereka menjadi teladan dalam kejujuran, kesederhanaan, tanggung jawab, dan kasih sayang.

Semoga kebahagiaan mereka tidak berhenti pada pintu rumah sendiri, tetapi juga memancarkan kebaikan kepada orang-orang yang mereka temui.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

15. Ya Allah, jika suatu hari maut datang menjemput, akhirilah kehidupan mereka dalam husnul khatimah

Ya Allah, doa ini kami panjatkan dengan penuh harap sekaligus kesadaran bahwa setiap kehidupan di dunia memiliki batas.

Tidak seorang pun mengetahui berapa lama ia akan hidup.

Tidak seorang pun mengetahui kapan perjalanan dunianya berakhir.

Dan tidak seorang pun mampu memastikan apakah esok hari masih akan menjadi miliknya.

Maka, ya Allah, karuniakanlah kepada Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja umur yang panjang dalam ketaatan, kesehatan yang membawa manfaat, rezeki yang penuh keberkahan, serta kesempatan untuk memperbanyak amal saleh.

Jangan biarkan waktu mereka habis hanya untuk mengejar sesuatu yang akan ditinggalkan, sementara bekal untuk menghadap-Mu mereka lupakan.

Bimbinglah mereka agar setiap hari yang mereka jalani menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat ibadah, menambah kebaikan, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Ya Allah, peliharalah mereka dari kematian dalam keadaan lalai terhadap-Mu.

Ampunilah dosa-dosa mereka, dosa yang mereka sadari maupun yang tidak mereka sadari, kesalahan yang mereka lakukan melalui perkataan maupun perbuatan, serta kekhilafan yang mungkin pernah menyakiti orang lain.

Anugerahkanlah kepada mereka husnul khatimah.

Dan ya Allah, jika Engkau mengizinkan mereka hidup bersama hingga usia senja, berikanlah kesempatan kepada mereka untuk saling mendampingi dalam kebaikan sampai akhir hayat.

Semoga ketika salah satu dari mereka menghadapi sakit atau kelemahan, yang lain diberikan kekuatan untuk merawatnya dengan penuh kasih sayang.

Semoga ketika salah satu dari mereka harus berpulang lebih dahulu, Engkau menerima kepergiannya dalam keadaan beriman, mengampuni segala dosanya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di antara hamba-hamba-Mu yang saleh.

Semoga Engkau memberikan ketabahan kepada pasangan yang ditinggalkan, menguatkan hatinya dalam menghadapi kesedihan, dan membantunya meneruskan kehidupan dengan kesabaran serta doa.

Ya Allah, kami tidak mengetahui bagaimana akhir perjalanan mereka. Kami hanya memohon agar setiap hari yang Engkau berikan kepada mereka dipenuhi kebaikan dan setiap akhir yang Engkau tetapkan menjadi akhir yang Engkau ridai.

Dan semoga, dengan rahmat-Mu yang tidak terbatas, Engkau mengumpulkan mereka kembali di surga-Mu bersama keluarga dan orang-orang yang mereka cintai.

Di tempat yang tidak ada lagi air mata kesedihan.

Di tempat yang tidak ada lagi rasa takut kehilangan.

Di tempat yang tidak ada lagi penyakit, kelemahan, dan perpisahan.

Di tempat ketika orang-orang beriman mendapatkan kebahagiaan yang tidak pernah berakhir.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

16. Doa penutup: Ya Allah, jagalah Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja dalam cinta yang Engkau berkahi

Ya Allah, ya Rabb kami.

Pada akhirnya, setelah begitu banyak doa kami panjatkan, kami menyadari bahwa tidak ada kata-kata manusia yang mampu menjamin sempurnanya perjalanan hidup seseorang.

Tidak ada janji manusia yang mampu memastikan bahwa kehidupan akan selalu berjalan sesuai harapan.

Tidak ada kekuatan manusia yang mampu mengendalikan seluruh keadaan.

Namun, kami percaya bahwa rahmat-Mu luas, pertolongan-Mu dekat, dan kasih sayang-Mu tidak pernah terbatas oleh kelemahan kami.

Karena itulah, ya Allah, kami menitipkan Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja kepada-Mu.

Kami menitipkan kebahagiaan mereka.

Kami menitipkan kesedihan mereka.

Kami menitipkan harapan mereka.

Kami menitipkan masa depan mereka.

Kami menitipkan rumah tangga yang mereka bangun.

Dan kami memohon agar Engkau selalu membimbing mereka menuju jalan yang Engkau ridai.

Ya Allah, apabila suatu hari mereka lupa bersyukur, ingatkanlah mereka.

Apabila suatu hari mereka mulai saling menjauh, dekatkanlah kembali hati mereka dalam kebaikan.

Apabila suatu hari mereka kehilangan kesabaran, anugerahkanlah kelapangan hati.

Apabila suatu hari mereka terjatuh, kuatkanlah mereka untuk bangkit.

Apabila suatu hari mereka melakukan kesalahan, bukakanlah pintu perbaikan.

Apabila suatu hari mereka menghadapi pilihan yang sulit, tunjukilah mereka jalan yang terbaik.

Dan apabila suatu hari mereka merasa tidak mampu lagi menghadapi persoalan yang datang, ingatkanlah mereka bahwa pertolongan-Mu tidak pernah tertutup bagi hamba yang bersungguh-sungguh memohon dan berikhtiar.

Ya Allah, jadikanlah Kasmawati Kasanuddin sebagai istri yang dicintai Supardi Saminja dengan ketulusan.

Jadikanlah Supardi Saminja sebagai suami yang dicintai Kasmawati Kasanuddin dengan penuh penghormatan.

Jadikanlah keduanya saling menjaga ketika jauh, saling merindukan dalam kebaikan, saling memaafkan ketika terjadi kesalahan, saling mendukung dalam perjuangan, dan saling mendoakan dalam setiap keadaan.

Jangan biarkan cinta mereka berubah menjadi kebiasaan yang kehilangan perhatian.

Jangan biarkan kebersamaan mereka berubah menjadi hubungan yang kehilangan penghargaan.

Jangan biarkan kesibukan mereka membuat mereka lupa menanyakan keadaan satu sama lain.

Dan jangan biarkan waktu menghapus rasa syukur atas pertemuan yang mereka rayakan.

Ya Allah, jadikanlah setiap pagi mereka sebagai kesempatan baru untuk mencintai dengan lebih baik.

Jadikanlah setiap malam mereka sebagai kesempatan untuk mengevaluasi diri, memaafkan kekurangan, dan mensyukuri kebersamaan.

Jadikanlah setiap tahun pernikahan mereka sebagai bukti bahwa cinta yang dipelihara dengan keimanan, tanggung jawab, dan ketulusan dapat terus bertumbuh melewati perubahan zaman.

Semoga mereka selalu memiliki alasan untuk tersenyum ketika mengingat hari pernikahan mereka.

Semoga mereka selalu memiliki keberanian untuk memperbaiki diri ketika menghadapi kesalahan.

Semoga mereka selalu memiliki kesabaran ketika menunggu sesuatu yang belum Engkau berikan.

Semoga mereka selalu memiliki kerendahan hati ketika menerima keberhasilan.

Dan semoga mereka selalu memiliki iman yang kuat untuk tetap berpegang kepada-Mu dalam setiap keadaan.

Ya Allah, jika hari ini mereka berdiri berdampingan dengan pakaian terbaik dan senyum yang penuh kebahagiaan, semoga kelak mereka juga dapat berdiri berdampingan di hadapan-Mu dengan membawa amal saleh, hati yang bersih, dan harapan akan rahmat-Mu.

Jika hari ini mereka mengucapkan janji untuk menjalani kehidupan bersama, semoga setiap hari setelahnya menjadi kesempatan untuk membuktikan janji itu melalui perbuatan yang baik.

Jika hari ini mereka menerima doa dari keluarga dan sahabat, semoga doa-doa itu menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjalan sendirian, bahwa ada orang-orang yang menyayangi mereka, dan bahwa mereka selalu dapat memohon pertolongan kepada-Mu.

Ya Allah, kami tidak meminta agar Engkau menjadikan mereka pasangan yang tidak pernah melakukan kesalahan.

Kami memohon agar Engkau menjadikan mereka pasangan yang mau mengakui kesalahan dan memperbaikinya.

Kami tidak meminta agar Engkau menjadikan mereka pasangan yang tidak pernah menghadapi ujian.

Kami memohon agar Engkau memberikan kekuatan, kesabaran, dan petunjuk ketika ujian datang.

Kami tidak meminta agar Engkau memenuhi setiap keinginan mereka tanpa batas.

Kami memohon agar Engkau memberikan apa yang terbaik bagi kehidupan mereka, melapangkan hati mereka menerima ketetapan-Mu, dan menjaga mereka dari hal-hal yang dapat merusak dunia serta akhirat mereka.

Ya Allah, berkahilah Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja.

Berkahilah cinta mereka.

Berkahilah rumah mereka.

Berkahilah rezeki mereka.

Berkahilah kesehatan mereka.

Berkahilah hubungan mereka dengan kedua orang tua dan keluarga.

Berkahilah setiap ikhtiar mereka.

Berkahilah setiap doa yang mereka panjatkan.

Berkahilah setiap langkah yang mereka ambil menuju kebaikan.

Jadikanlah mereka pasangan yang saling membahagiakan tanpa melupakan kewajiban, saling mencintai tanpa kehilangan jati diri, saling menghormati tanpa merasa lebih tinggi, dan saling menguatkan tanpa mengabaikan pertolongan-Mu.

Ya Allah, semoga Kasmawati Kasanuddin tidak pernah menyesal telah berjalan bersama Supardi Saminja, dan semoga Supardi Saminja tidak pernah berhenti mensyukuri kehadiran Kasmawati Kasanuddin dalam hidupnya.

Semoga keduanya selalu memiliki hati yang cukup lapang untuk memahami, lisan yang cukup lembut untuk menenangkan, pikiran yang cukup jernih untuk menyelesaikan masalah, dan iman yang cukup kuat untuk bertahan dalam kebaikan.

Semoga ketika dunia terasa bising, mereka menemukan ketenangan dalam kebersamaan.

Semoga ketika masa depan terasa tidak pasti, mereka tetap berani melangkah dengan ikhtiar dan doa.

Semoga ketika usia bertambah, kasih sayang mereka semakin matang.

Semoga ketika rambut memutih, kenangan mereka semakin indah.

Semoga ketika langkah melambat, mereka tetap bersedia berjalan berdampingan.

Dan semoga ketika mereka menoleh ke belakang, mereka tidak hanya mengingat banyaknya hari yang telah dilewati, tetapi juga mensyukuri banyaknya kesempatan untuk saling mencintai, memaafkan, menolong, dan berbuat baik.

Ya Allah, jadikanlah pernikahan ini bukan sekadar peristiwa bahagia yang dirayakan, tetapi awal dari kehidupan yang dipenuhi keberkahan.

Jadikanlah rumah tangga ini tempat bertumbuhnya iman, tempat terpeliharanya kehormatan, tempat berkembangnya kasih sayang, tempat lahirnya kebaikan, dan tempat pulangnya dua hati yang ingin selalu mendekat kepada-Mu.

Jika kelak mereka memiliki banyak harta, semoga mereka tetap sederhana.

Jika kelak mereka memperoleh kedudukan, semoga mereka tetap rendah hati.

Jika kelak mereka menghadapi kesulitan, semoga mereka tetap bersabar.

Jika kelak mereka memperoleh kebahagiaan, semoga mereka tetap bersyukur.

Dan dalam keadaan apa pun, semoga mereka tidak pernah melupakan bahwa Engkaulah sumber pertolongan, tempat bergantung, dan tujuan akhir dari seluruh perjalanan kehidupan.

Ya Allah, terimalah doa ini.

Ampunilah kekurangan dalam doa ini.

Sempurnakanlah segala harapan yang baik dengan rahmat-Mu.

Kabulkanlah permohonan yang membawa kebaikan bagi Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja, baik yang kami ucapkan maupun yang hanya tersimpan di dalam hati.

Jadikanlah hari pernikahan ini sebagai salah satu hari paling indah dalam perjalanan hidup mereka, dan jadikanlah hari-hari setelahnya sebagai rangkaian kesempatan untuk membuktikan rasa syukur atas karunia-Mu.

Ya Allah, kepada-Mu kami memohon, kepada-Mu kami berharap, dan kepada-Mu kami menyerahkan masa depan Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja.

Semoga Engkau selalu menjaga mereka dalam iman.

Semoga Engkau selalu menuntun mereka dalam kebaikan.

Semoga Engkau selalu melindungi mereka dari keburukan.

Semoga Engkau selalu melimpahkan rahmat kepada mereka.

Dan semoga Engkau mempertemukan mereka kembali di surga-Mu dalam keadaan saling mencintai, saling meridai, dan mendapatkan rida-Mu.

Selamat menempuh kehidupan baru, Kasmawati Kasanuddin dan Supardi Saminja.

Semoga cinta kalian tidak hanya indah ketika disaksikan manusia, tetapi juga bernilai ibadah di hadapan Allah.

Semoga kebahagiaan kalian tidak hanya terasa pada hari pernikahan, tetapi terus tumbuh dalam setiap langkah kehidupan.

Semoga rumah tangga kalian tidak hanya bertahan karena janji, tetapi dikuatkan oleh iman, dipelihara oleh kesetiaan, dan diberkahi oleh rahmat Allah.

Semoga Allah menjadikan kalian pasangan yang saling menemukan ketenangan, saling memberikan kekuatan, saling menjaga kehormatan, dan saling menggandeng tangan menuju surga-Nya.

Bārakallāhu lakumā wa bāraka ‘alaikumā wa jama‘a bainakumā fī khair.

Semoga Allah memberkahi kalian berdua, melimpahkan keberkahan atas kalian, dan mempersatukan kalian dalam segala kebaikan.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمَا، وَبَارِكْ عَلَيْهِمَا، وَاجْمَعْ بَيْنَهُمَا فِي خَيْرٍ، وَارْزُقْهُمَا الْمَوَدَّةَ وَالرَّحْمَةَ وَالسَّكِينَةَ، وَاجْعَلْ بَيْتَهُمَا بَيْتًا مُبَارَكًا مَمْلُوءًا بِالْإِيمَانِ وَالطَّاعَةِ وَالْمَحَبَّةِ، وَاجْمَعْهُمَا فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Allāhumma bārik lahumā, wa bārik ‘alaihimā, wajma‘ bainahumā fī khair, warzuqhumal-mawaddata war-raḥmata was-sakīnah, waj‘al baitahumā baitan mubārakan mamlū’an bil-īmāni waṭ-ṭā‘ati wal-maḥabbah, wajma‘humā fī jannātin-na‘īm biraḥmatika yā arḥamar-rāḥimīn.

Artinya:

“Ya Allah, berkahilah keduanya, limpahkanlah keberkahan atas keduanya, dan persatukanlah keduanya dalam kebaikan. Anugerahkanlah kepada mereka cinta, kasih sayang, dan ketenteraman. Jadikanlah rumah mereka rumah yang diberkahi, dipenuhi iman, ketaatan, dan kasih sayang. Dan kumpulkanlah mereka berdua di dalam surga yang penuh kenikmatan dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.”

ĀMĪN YĀ RABBAL ‘ĀLAMĪN. 🤲❤️

Selasa, 29 September 2026

Strategi 3 Dimensi Tanpa Bayangan

 


“Strategi 3 Dimensi Tanpa Bayangan” dapat dimaknai sebagai strategi yang melihat persoalan dari tiga sisi secara utuh, tanpa membiarkan ada aspek penting yang “tersembunyi” atau terabaikan.

Contoh kerangkanya:

1️⃣ DIMENSI DIRI — Siapa kita?
Niat • karakter • ilmu • disiplin • integritas

2️⃣ DIMENSI SESAMA — Dengan siapa kita berjalan?
Komunikasi • kepercayaan • kerja sama • tanggung jawab

3️⃣ DIMENSI HASIL — Ke mana kita menuju?
Tujuan • tindakan • evaluasi • keberlanjutan

Tanpa Bayangan:
Jangan hanya melihat apa yang tampak di depan. Periksa niat, proses, dampak, dan konsekuensinya secara bersamaan.

 

Strategi yang matang bukan sekadar melihat peluang, tetapi mampu melihat keseluruhan ruang—dari tiga dimensi, tanpa ada sisi yang dibiarkan menjadi bayangan.

Minggu, 20 September 2026

Battuirawaki appaenteng

 


Pesan Leluhur Manusia Makassar

“Battuirawaki appaenteng”, terjemahan dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia: “Dari bawah kita membangun.”


Obsesi membangun manusia seutuhnya tidak perlu terlalu besar dan tidak perlu terlalu muluk. Sangat bersyukur apabila kita mampu membangun keluarga kecil kita, tentunya mulai dari diri sendiri, istri, dan anak-anak; menata dan menjaga kelestarian halaman rumah, membersihkan tempat tidur, menjaga kebersihan WC, dan sebagainya.


Demikian juga bagi mereka yang mendapat amanah lebih besar, misalnya Ketua RT, Ketua RK, Kepala Desa/Lurah, Camat, Bupati/Wali Kota, Gubernur, Menteri, Presiden, ataupun sebagai owner dan founder, Direktur, bawahan, dan seterusnya. Hendaknya memulai perubahan dari hal-hal kecil sesuai dengan jabatan dan amanah yang diembannya.


Kalau begitu, tetaplah berbuat baik. Tidak ada hari tanpa perubahan dan tiada hari tanpa penyempurnaan, agar yang menjadi sorotan  hanyalah kebaikan.

Antama appa’ assulu lima

 



Usaha itu seperti memetik kacang gude, yang dalam bahasa Makassar disebut bintatoeng.


Ketika sudah mendapatkan hasil, kita patut bersyukur dan menjaganya dengan baik.


Pesan leluhur manusia Makassar juga mengajarkan:


“Antama appa’ assulu lima”,

terjemahan dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia: “Masuk empat, keluar lima.”


Pesannya untuk kita yang ingin menjalani hidup dengan baik: jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Oleh karena itu, hemat adalah bagian dari menjaga hasil usaha.


Kalau begitu, mari kita tetap semangat:

berusaha untuk mendapatkan rezeki,

bersyukur atas hasilnya, hemat dalam menggunakannya, dan sabar jika belum tercapai suatu keinginan yang baik.


Karena setiap hasil membutuhkan usaha, dan setiap keinginan yang baik membutuhkan kesabaran.

Teako Pakei Punna Teai Bulubulunnu

 





Uwi atau ubi kelapa tidak langsung bisa dinikmati setelah ditanam. Ada proses yang harus dilalui: menanam, merawat, menunggu, menggali, membersihkan, lalu memasaknya.


Begitu juga dengan usaha. Hasil membutuhkan proses, waktu, kesabaran, ikhtiar, dan doa.


Jangan terburu-buru ingin menikmati hasil sebelum waktunya. Jalani proses dengan apa yang kita punya dan nikmati hasil dari usaha kita sendiri.


Seperti pesan leluhur manusia Makassar:


ᨈᨙᨕᨀᨚ ᨄᨀᨙᨕᨗ ᨄᨘᨊ ᨈᨙᨕᨕᨗ ᨅᨘᨒᨘᨅᨘᨒᨘᨊᨘ


“Teako Pakei Punna Teai Bulubulunnu.”


Terjemahan dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia


“Janganlah memakai kalau bukan bulumu.”


Ada waktunya menanam, ada waktunya merawat, dan ada waktunya menikmati hasil.


Jalani prosesnya, sabar menunggu waktunya, dan syukuri hasilnya.

Sabtu, 29 Agustus 2026

Link murottal Alqur'an 30 juz tanpa harus download, tinggal play saja. Bisa play walaupun HP ditutup. semoga bermanfaat.



Juz 1 ⇨ http://j.mp/2b8SiNO

Juz 2 ⇨ http://j.mp/2b8RJmQ

Juz 3 ⇨ http://j.mp/2bFSrtF

Juz 4 ⇨ http://j.mp/2b8SXi3

Juz 5 ⇨ http://j.mp/2b8RZm3

Juz 6 ⇨ http://j.mp/28MBohs

Juz 7 ⇨ http://j.mp/2bFRIZC

Juz 8 ⇨ http://j.mp/2bufF7o

Juz 9 ⇨ http://j.mp/2byr1bu

Juz 10 ⇨ http://j.mp/2bHfyUH

Juz 11 ⇨ http://j.mp/2bHf80y

Juz 12 ⇨ http://j.mp/2bWnTby

Juz 13 ⇨ http://j.mp/2bFTiKQ

Juz 14 ⇨ http://j.mp/2b8SUTA

Juz 15 ⇨ http://j.mp/2bFRQIM

Juz 16 ⇨ http://j.mp/2b8SegG

Juz 17 ⇨ http://j.mp/2brHsFz

Juz 18 ⇨ http://j.mp/2b8SCfc

Juz 19 ⇨ http://j.mp/2bFSq95

Juz 20 ⇨ http://j.mp/2brI1zc

Juz 21 ⇨ http://j.mp/2b8VcBO

Juz 22 ⇨ http://j.mp/2bFRxNP

Juz 23 ⇨ http://j.mp/2brItxm

Juz 24 ⇨ http://j.mp/2brHKw5

Juz 25 ⇨ http://j.mp/2brImlf

Juz 26 ⇨ http://j.mp/2bFRHF2

Juz 27 ⇨ http://j.mp/2bFRXno

Juz 28 ⇨ http://j.mp/2brI3ai

Juz 29 ⇨ http://j.mp/2bFRyBF

Juz 30 ⇨ http://j.mp/2bFREcc


Silahkan disebarluaskan. Semoga menjadi ladang amal jariyah bagi kita semua.

🤲🏻🙏🙏

 

Jumat, 28 Agustus 2026

Resopa siagang tambung ri Karaenga naletei pangngamaseang.

 



Usaha itu kadang seperti padi 🌾. Tidak langsung berbuah setelah ditanam. Harus dirawat, dijaga, dan menunggu waktunya sampai tiba masa panen. Begitu juga dengan usaha, terus jalani prosesnya karena hasil akan datang pada waktunya.


Al-Qur’an mengajarkan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’d: 11)


Pesan Al-Qur’an tersebut berkesesuaian dengan pesan leluhur manusia Makassar:


“Resopa siagang tambung ri Karaenga naletei pangngamaseang.”


Jika diterjemahkan dari Bahasa Makassar ke dalam Bahasa Indonesia, artinya:


Hanya dengan semangat kerja yang tinggi, disertai niat yang ikhlas kepada Tuhan Yang Maha Esa, usaha kita akan memperoleh keberhasilan.


Pesan leluhur Makassar lainnya:


“Akkaresoko, nasaba’ tenamo antu ansauru’ lahbiri’ wassele titi songo’ta.”


Jika diterjemahkan dari Bahasa Makassar ke dalam Bahasa Indonesia, artinya:


Bekerjalah dengan giat, karena hasil yang diperoleh dari tetesan keringat sendiri itulah yang paling mulia.


Kalau begitu, tetap berusaha, bekerja, dan bersabar dalam menjalani proses. Karena hasil tidak selalu datang dengan segera, tetapi setiap usaha yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan sampai pada waktunya. Semoga apa yang diusahakan makin maju dan berkembang.

Senin, 24 Agustus 2026

Assala' kucini' injapi Muri-murina Tau toaku Riballa'


 "Manna na pacce mamo anne paccobana lino, lakudallekangji Karaeng Allah Ta ala. Assala' kucini' injapi Muri-murina Tau toaku Riballa'


Terjemahan dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia


Meskipun  berat penderitaan cobaan hidup di dunia ini. Akan tetap aku hadapi Tuhan Allah Ta' ala, Asalkan aku bisa melihat Orang tuaku senyumannya di rumah".

Rabu, 19 Agustus 2026

JANGAN TINGGALKAN SHOLAT

 


Pesan Leluhur Manusia Makassar, 

“𝗡𝗮𝗶𝗮 𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻𝗻𝗮 𝘁𝗮𝘂 𝘁𝗼𝗮𝘆𝗮 𝗶𝘆𝗮𝗺𝗶𝗮𝗻𝘁𝘂 𝗮𝗺𝗺𝗲𝗹𝗮𝗸-𝗺𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮 𝘀𝗮𝗺𝗯𝗮𝘆𝗮𝗻𝗴".


Jika diterjemahkan dari Bahasa Makassar ke dalam bahasa Indonesia:


“𝗞𝗘𝗛𝗔𝗡𝗖𝗨𝗥𝗔𝗡 𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗗𝗘𝗪𝗔𝗦𝗔 𝗔𝗗𝗔𝗟𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗔𝗜𝗞𝗔𝗡 𝗔𝗧𝗔𝗨 𝗠𝗘𝗡𝗜𝗡𝗚𝗚𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡 𝗦𝗛𝗔𝗟𝗔𝗧.”

LOGO ESES

 

Potensi menjadi pengusaha ≠ otomatis sukses menjadi pengusaha.

Kalau ESES ingin mencapai level pengusaha yang benar-benar besar, menurut saya tantangan utamanya adalah mengubah ide dan motivasi menjadi sistem bisnis yang bisa berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada dirinya.


Karakter memberi arah.

Ilmu memberi kemampuan.

Keberanian membuat seseorang mulai.

Konsistensi membuatnya bertahan.

Sistem membuat bisnisnya berkembang.

Tim membuatnya menjadi besar.


ESES BISA, dan secara karakter/gagasan dia memiliki beberapa modal dasar yang kuat. Tetapi ukuran kesuksesan akhirnya bukan seberapa bagus dia berbicara tentang entrepreneurship—melainkan seberapa besar nilai yang berhasil ia ciptakan, bisnis yang berhasil ia bangun, tim yang berhasil ia kembangkan, dan manfaat yang berhasil ia berikan.



Bukan bagian dari masalah


 Merdeka itu ketika mampu bekerja cerdas, memikirkan yang baik-baik, senantiasa sabar & bersyukur, tetap kreatif dan inovatif, menjadi bagian dari solusi bukan bagian dari masalah, serta menjalani hidup tetap di jalan yang benar.

Akkareso paki naki nganre.


 

Sebagai bagian dari pasangko puppusu, petani yang bekerja dengan alat sederhana untuk membersihkan rumput, kita belajar bahwa usaha tidak selalu dilakukan dalam keadaan mudah.


Usaha itu seperti memanen jagung di musim kemarau. Saat tanah kering dan hasil belum terlihat, banyak orang memilih berhenti. Namun, mereka yang tetap tekun akan terus bekerja, merawat tanaman, dan menjaga harapan hingga tiba waktunya menikmati hasil.


Sambil mengingat pesan leluhur manusia Makassar:


“Akkareso paki naki nganre.”

Artinya dari Bahasa Makassar kedalam bahasa Indonesia: “Kerja dulu, baru makan.”


Pesan ini menggambarkan bahwa hasil adalah buah dari usaha, bukan sesuatu yang datang tanpa perjuangan.


Jangan berhenti hanya karena keadaan sedang sulit. Musim boleh kering, tanah boleh keras, tetapi semangat untuk bekerja jangan ikut kering.

anjari mata je'ne, teai je'ne mata

 


Salah satu bentuk merdeka yang terbaik 

adalah “anjari mata je'ne, teai je'ne mata", terjemahan dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia, "jadilah mata air, bukan air mata".  Dirgahayu Republik Indonesia 🇮🇩 ke-81 ! 17 Agustus 1945 — 17 Agustus 2026.

Menulislah, meski dunia tak selalu ramah.

.

 

Menulislah, bismillah

Menulislah, agar tak punah.


Menulislah, biar reda sedih.


Menulislah, saat tubuh lelah.


Menulislah, supaya tak kalah.


Menulislah, untuk hapus letih.


Menulislah, ketika hati gelisah.


Dan menulislah, meski dunia tak selalu ramah.

Rabu, 05 Agustus 2026

Anyakko' parangko' ri kokonnu na jamai pole galunnu.

 

Hari ini, kita kembali disuguhi sebuah peristiwa yang begitu menyayat hati.

Tak jarang kita melihat seseorang yang diduga mencuri barang bernilai kecil—entah seekor ayam, beberapa umbi singkong, atau sekadar sesuatu untuk menyambung hidup sehari—menjadi sasaran amarah massa. Di sisi lain, ketika berhadapan dengan kejahatan yang merugikan masyarakat dalam skala jauh lebih besar, seperti korupsi, respons yang kita lihat sering kali terasa berbeda. Perbedaan ini patut menjadi bahan renungan bagi kita semua.

Setiap kali foto atau video anak ini muncul di hadapan kita, dada terasa sesak. Terlebih saat terdengar suara kecil itu memanggil,

"Bapak... bapak..."

Suara sederhana itu mampu meruntuhkan hati siapa pun yang mendengarnya.

Mencuri memang salah. Namun, negara memiliki hukum untuk mengadili setiap pelanggaran. Tidak ada kesalahan yang seharusnya dibalas dengan kemarahan yang merenggut nyawa.

Di balik peristiwa ini, ada anak-anak yang kehilangan sosok ayah. Ada keluarga yang harus menjalani hidup dengan luka yang mungkin tak akan pernah benar-benar sembuh.

Satu nyawa yang hilang bukan hanya mengakhiri kehidupan seseorang, tetapi juga menghancurkan harapan sebuah keluarga. Ada anak yang akan terus memanggil, "Bapak...", meski tak akan pernah lagi mendapat jawaban.

Leluhur Makassar telah lama mengingatkan:

"Anyakko' parangko' ri kokonnu na jamai pole galunnu. Didi parennu, puppulanna tiboannu."

Arti dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia:

"Bersihkanlah rumput di kebunmu dan bajaklah sawahmu. Menguning padimu, panen pula kacang hijaumu."

Pesan ini mengajarkan agar kita mencari rezeki dengan kerja keras dan jalan yang halal. Namun, ketika ada yang terjatuh dalam kesalahan, biarlah hukum yang menegakkan keadilan, bukan amarah yang menghilangkan nyawa.

Semoga peristiwa seperti ini tidak terulang lagi. Semoga kita tetap menjunjung hukum, menjaga nurani, dan tidak membiarkan amarah mengalahkan rasa kemanusiaan. Sebab, ukuran sebuah masyarakat yang beradab bukan hanya bagaimana menghukum orang yang bersalah, tetapi juga bagaimana tetap memanusiakan sesama.


𝗗𝗶𝗱𝗶 𝗽𝗮𝗿𝗲𝗻𝗻𝘂, 𝗽𝘂𝗽𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻𝗻𝗮 𝘁𝗶𝗯𝗼𝗮𝗻𝗻𝘂.

 



𝗟𝗲𝗹𝘂𝗵𝘂𝗿 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁 𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝘀𝗮𝗿 𝗧𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗟𝗮𝗺𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻. 

❝ 𝗔𝗻𝘆𝗮𝗸𝗸𝗼' 𝗽𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗸𝗼' 𝗿𝗶 𝗸𝗼𝗸𝗼𝗻𝗻𝘂 𝗻𝗮 𝗷𝗮𝗺𝗮𝗶 𝗽𝗼𝗹𝗲 𝗴𝗮𝗹𝘂𝗻𝗻𝘂. 𝗗𝗶𝗱𝗶 𝗽𝗮𝗿𝗲𝗻𝗻𝘂, 𝗽𝘂𝗽𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻𝗻𝗮 𝘁𝗶𝗯𝗼𝗮𝗻𝗻𝘂. ❞


Arti dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia:


❝Bersihkanlah rumput di kebunmu dan bajaklah sawahmu. Ketika padimu menguning, kacang hijaumu pun telah siap dipanen.❞


Petuah ini mengajarkan pentingnya memiliki lebih dari satu sumber penghidupan. Ketika satu usaha belum menghasilkan, usaha lainnya dapat menjadi penopang. Inilah kebijaksanaan leluhur dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga.


𝗔𝗽𝗮 𝗽𝘂𝗻 𝗽𝗲𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮𝗮𝗻𝗺𝘂, usahakan memiliki pekerjaan atau usaha sampingan. Jangan hanya bergantung pada satu sumber penghasilan atau menunggu bayaran dari orang lain.


𝗕𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗹𝗮𝗵 sesuatu yang menjadi milikmu sendiri. Rezeki yang lahir dari jerih payah sendiri akan menjaga kehormatan, menumbuhkan kemandirian, menguatkan mental pantang menyerah, dan insyaallah menghadirkan keberkahan.


𝗟𝗲𝗹𝘂𝗵𝘂𝗿 𝗸𝗶𝘁𝗮, meskipun banyak yang hanya pasangko puppusuji dengan peralatan sederhana untuk membersihkan kebun dan mengolah sawah, tetap menjaga kehalalan rezekinya. Mereka memastikan makanan, minuman, dan pakaian berasal dari usaha yang halal karena meyakini bahwa keberkahan dunia adalah bekal menuju kehidupan yang kekal di akhirat.


𝗔𝗻𝗷𝗮𝗺𝗮𝗸𝗶—bekerjalah dengan sungguh-sungguh, berusahalah dengan tekun, dan jangan pernah berhenti menciptakan peluang. Masa depan yang lebih baik dibangun oleh mereka yang terus belajar, bekerja, dan berusaha, bukan oleh mereka yang hanya menunggu.


𝗝𝗮𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝘀𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽𝗮𝗻, 𝗱𝗮𝗻 𝘂𝘀𝗮𝗵𝗮 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘂𝗷𝘂 𝗸𝗲𝗯𝗲𝗯𝗮𝘀𝗮𝗻.


Karena pekerjaan mencukupi kebutuhan hari ini, sedangkan usaha yang terus dibangun dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan di masa depan.


𝗕𝗲𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗮𝗺𝗮𝗻𝗮𝗵, 𝗯𝗲𝗿𝘂𝘀𝗮𝗵𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗿𝗮𝘀, 𝗱𝗮𝗻 𝗷𝗮𝗴𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗸𝗲𝗵𝗮𝗹𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗿𝗲𝘇𝗲𝗸𝗶. 𝗦𝗲𝗺𝗼𝗴𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗺𝗽𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿𝗮𝘁. 𝗔𝗮𝗺𝗶𝗶𝗻.

Rabu, 29 April 2026

Pappasanna Tau Toayya ri Mangkasara (Pesan Orang Tua Terdahulu di Makassar)





Langere’ baji’-bajiki anne ana’, pantamai ri lalang atinnu, nanu gaukangki!


Dengarkanlah baik-baik wahai anakku, masukkanlah ke dalam hatimu, lalu kerjakanlah!


Teako attinroi punna tena natangkasa kalennu siagang atinnu. Teako a’jappai punna tena nuboliki katallassannu ri patanna linoa. Anjo kakodianga aa’rurungangi kabajikanga. Ikatte mami ammilei kerea ero’ ri pinawang!


janganlah engkau tidur jika belum engkau perbaiki tubuh dan hatimu. Janganlah engkau melangkah bila tidak kau simpan kehidupanmu kepada Sang pemilik. Karena keburukan beriringan dengan kebaikan. Kamulah yang memilih, mana yang akan engkau bawa!


Su’jukku teai ulunna bawang, pasu’juki atinnu siagang akkala’nu. Tena ruanna, tena singkammanna Karaeng Allah Ta’ala. Nu angkaki limannu nanu lappassang anne cinnanu rilino, Saba’ niami Karaeng Allah Ta’ala antayangko nanu sa’bumi KalompoanNa!


Bersujud Bukan Kepala saja, sujudkan hati beserta akalmu. Tidak ada duanya, tidak ada yang menyerupai Allah SWT. Engkau angkat tanganmu, lalu lepaskan keinginanmu pada dunia, Karena Allah SWT sudah menunggumu, lalu engkau menyebut kebesaran-Nya!


Je’ne Sambayang anjari pa’bissa kalennu. Zikkiri anjari pa’bissa atinnu. Tafakkoro’nu anjari pa’bissa pikkirannu. Sukkuru na ikhlaska anjari pa’bissa cinnanu rilinoa. Sa’bara anjari pa’bissa kalarroannu.


Wudhumu akan jadi pembersih Tubuhmu. Dzikirmu akan jadi Pembersih hatimu. Tafakurmu akan jadi pembersih Pikiranmu. Syukur dan Ikhlas menjadi pembersih kecintaanmu pada dunia. Sabar menjadi Pembersih Kemarahanmu.



Manna Ronro linoa, gesara butta maraeng, Tu Mangkasaraka Abulo sibatang tonjo, accera’ sitongka-tongka tonji.


Biar dunia bergemuruh, Bercerai berai negeri seberang, Orang Makassar, bersatu padu, bertanah air satu jua.


Le’ba kusoronna biseangku, kucampa’na sombalakku, tamassaile punna teai labuang.


Bila perahu telah kudorong, layar telah terkembang, takkan ku berpaling kalau bukan labuhan yang kutuju.


Ku alleangi tallanga na toalia.


Lebih baik tenggelam dari pada kembali (latar belakang kata tersebut dari seorang pelaut yang telah berangkat melaut)!


Eja pi nikana doang.


Merah baru disebut Udang

(Seseorang baru dapat dikenali atas karya dan perbuatannya).


Teai mangkasara’ punna bokona loko’.


Bukanlah orang Makassar kalau yang tidak bengkok tulang belakangnya. (Adalah simbol keberanian agar tidak lari dari masalah apapun yang dihadapi”).


Oe ana’ku… a’ngu’rangiko, nia’ antu tallu cappa (cappa Lila, cappa kabura’neang na cappa badi’) nuerang, Punna joengko ri bori maraeng, jagai baji-baji tallu cappaka. I kau assawala iyareka su’lu, battu rikauji antekamma gionu siagang tallu cappa nueranga.


Duhai anakku… ingatlah selalu, ada tiga ujung (ujung Lidah, Ujung Kemaluan dan ujung Badik) yang harus kau bawa sebagai bekal Kalo dikampungnya orang, jaga baik-baik ketiga ujung itu. Kau akan jadi untung atau merugi, tergantung bagaimana kau berperilaku dengan tiga ujung yang kau bawa.


Manna Intang Ballanu, Bulaeng Co’corannu, tamanaika ka iratei la’baku.. La’baku sibungkeng. Pa’risikku sikapoyang. Jene matangku ma’solong si lepa-lepa.


Walau Intan Rumahmu. walau emas titian tanggamu, aku tak mau naik, karena diataslah kesedihanku. Kesedihanku menumpuk, kugenggam sakitku, Air mataku mengaliri perahu kecil itu.


Sa’ribattangaji tojeng. Iyaji kalli majarre. Pindu cikali. Naempoi ranggasela.


Saudara yang sebenarnya adalah saudara kebenaran. Merekalah yang pantas menjadi pelindung.


Apayya kau nupasang Punna nakku ri amma’nu. Inakke iya Anginga punna lammiri.


Kepada siapa engkau akan berpesan, jika engkau rindu kepada ibumu. Adapun saya akan berpesan kepada angin yang akan bertiup.


Punna boko’mo lampaku Teako rampea kodi Rampea golla Nakurampeko kaluku.


Jika aku sudah meninggalkan tempatku Jangan kau membicarakan kejelekanku Bicarakanlah kelakuan baikku Saya pun akan berlaku demikian.


Lompobattammonjo cini Ti’rinna bawakaraeng Iya tea gio Iya tena ta’lenggang-lenggang!


Tirulah gunung Lompobattang Tinggi menyamai Bawakaraeng Tapi dia tidak banyak bergerak Juga tidak melenggok-lenggok!


Niaka anne mammempo Angngerang kasi asiku Saba’ nia’na Hajjakku lakupabattu.


Kamilah datang menghadap Membawa kemiskinanku karena ada hajat yang ingin kusampaikan.


Kamase-mase kuerang Taddongko rimangko kebo Naki’minasa Nipaempo kalabbirang.


Kesederhanaan kubawa Kutaruh di mangkuk putih, Kami berharap Didudukkan pada acara adat.


Apa nikanre ri anja Nikaddo ri padatari Sambayangiya Puasa sibulangiya.


Apa yang akan disantap di akhirat Lauk pauk di alam baqa Adalah shalat Dan puasa satu bulan ramadhan.

Senin, 13 April 2026

SEMUA MILIK ALLAH

 




Orang sering bicara tentang brand.
Tentang nama besar.
Tentang kepemilikan.

“Ini usaha saya.”
“Ini brand saya.”
“Ini hasil kerja keras saya.”

Kita ulang-ulang itu,
sampai lupa satu hal paling mendasar:

Apa benar itu milik kita?

Tanah tempat usaha berdiri bukan kita yang ciptakan.
Bahan baku bukan kita yang tumbuhkan dari nol.
Bahkan tenaga dan napas untuk bekerja pun bukan kita yang buat.

Semua hanya titipan.
Semua hanya amanah.

Tapi manusia mudah terjebak.
Saat usaha berkembang, mulai merasa hebat.
Saat keuntungan bertambah, mulai merasa berkuasa.
Seolah semua terjadi karena dirinya semata.

Padahal tidak.

Dalam pandangan Islam,
Allah adalah Pemilik mutlak.
Sedangkan manusia hanyalah pengelola sementara.

Harta bukan mahkota.
Bukan bukti kehebatan.
Melainkan ujian.

Ujian apakah kita tetap adil,
atau justru jadi rakus.
Tetap jujur,
atau mulai menindas.

Lihat dunia hari ini.
Yang kuat menguasai pasar.
Yang kecil terdesak.
Harga dimainkan.
Kebutuhan dikuasai segelintir pihak.

Kita sering silau pada nama besar:
Apple, Microsoft, Saudi Aramco, Alphabet (Google), Amazon, NVIDIA, Tesla, Meta (Facebook), Berkshire Hathaway, TSMC, Samsung, Tencent, Visa, JPMorgan Chase, Walmart, ExxonMobil, LVMH, Procter & Gamble, Nestlé, Coca-Cola.

Dua puluh brand raksasa dunia.
Nilainya triliunan.
Pengaruhnya lintas negara.

Namun satu hal tetap sama:

Mereka tidak memiliki bumi tempat mereka berdiri.
Tidak menciptakan sumber daya yang mereka olah.
Tidak menciptakan waktu yang mereka gunakan.

Semua tetap dalam kuasa Allah.

Karena sejatinya,
semua brand,
semua usaha,
sekecil warung pinggir jalan
hingga sebesar perusahaan dunia,

adalah milik Allah.

Kita hanya dititipi.
Sebentar saja.

Dan saat waktu itu habis,
kita pulang dengan tangan kosong.

Yang tersisa bukan nama besar,
bukan logo,
bukan angka di rekening.

Tapi amal
dan bagaimana kita menjaga amanah itu.

Selasa, 07 April 2026

The power “𝑻𝒆𝒂𝒌𝒐 𝒏𝒂𝒓𝒂𝒓𝒂𝒏𝒈𝒊 𝒂𝒍𝒍𝒐 𝒎𝒂𝒏𝒈𝒆 𝒓𝒊 𝒋𝒂𝒎𝒂-𝒋𝒂𝒎𝒂𝒏𝒏𝒖

 



𝙈𝙖𝙣𝙛𝙖𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪𝙢𝙪, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙢𝙤𝙙𝙖𝙡𝙢𝙪


“𝑻𝒆𝒂𝒌𝒐 𝒏𝒂𝒓𝒂𝒓𝒂𝒏𝒈𝒊 𝒂𝒍𝒍𝒐 𝒎𝒂𝒏𝒈𝒆 𝒓𝒊 𝒋𝒂𝒎𝒂-𝒋𝒂𝒎𝒂𝒏𝒏𝒖.”


𝘼𝙧𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙙𝙚𝙧𝙝𝙖𝙣𝙖 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝘽𝙖𝙝𝙖𝙨𝙖 𝙈𝙖𝙠𝙖𝙨𝙨𝙖𝙧 𝙠𝙚 𝘽𝙖𝙝𝙖𝙨𝙖 𝙄𝙣𝙙𝙤𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖, 𝙣𝙖𝙢𝙪𝙣 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙢𝙖𝙠𝙣𝙖𝙣𝙮𝙖:


𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙠𝙚𝙣𝙖 𝙨𝙞𝙣𝙖𝙧 𝙢𝙖𝙩𝙖𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙥𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙠𝙚 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖𝙢𝙪


━━━━━━━━━━━━━━━━━━


𝑱𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒃𝒊𝒂𝒓𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒕𝒂𝒉𝒂𝒓𝒊 𝒎𝒆𝒍𝒊𝒉𝒂𝒕𝒎𝒖 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒕—

𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒊𝒕𝒖 𝒕𝒂𝒏𝒅𝒂 𝒌𝒂𝒖 𝒕𝒆𝒓𝒍𝒂𝒎𝒃𝒂𝒕 𝒎𝒆𝒍𝒂𝒘𝒂𝒏 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑𝒎𝒖 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊.

𝑩𝒂𝒏𝒈𝒖𝒏𝒍𝒂𝒉… 𝒔𝒆𝒃𝒆𝒍𝒖𝒎 𝒅𝒖𝒏𝒊𝒂 𝒎𝒆𝒎𝒂𝒏𝒈𝒈𝒊𝒍 𝒏𝒂𝒎𝒂𝒎𝒖 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒉𝒊𝒏𝒂,

𝒔𝒆𝒃𝒆𝒍𝒖𝒎 𝒓𝒆𝒛𝒆𝒌𝒊 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒆𝒃𝒖𝒕𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒆𝒃𝒊𝒉 𝒅𝒖𝒍𝒖 𝒃𝒆𝒓𝒅𝒊𝒓𝒊 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒕𝒊𝒅𝒖𝒓 𝒑𝒂𝒏𝒋𝒂𝒏𝒈𝒏𝒚𝒂.


━━━━━━━━━━━━━━━━━━


𝑲𝒂𝒖 𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒂𝒏𝒑𝒂 𝒑𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈?

𝑴𝒂𝒌𝒂 𝒃𝒖𝒏𝒖𝒉𝒍𝒂𝒉 𝒎𝒂𝒍𝒂𝒔𝒎𝒖 𝒔𝒆𝒃𝒆𝒍𝒖𝒎 𝒇𝒂𝒋𝒂𝒓.

𝑻𝒆𝒃𝒂𝒔 𝒓𝒂𝒈𝒖𝒎𝒖 𝒔𝒂𝒂𝒕 𝒍𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝒎𝒂𝒔𝒊𝒉 𝒈𝒆𝒍𝒂𝒑.

𝑲𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒑𝒆𝒑𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒑𝒂𝒍𝒊𝒏𝒈 𝒌𝒆𝒋𝒂𝒎

𝒃𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝒎𝒆𝒅𝒂𝒏—

𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒅𝒊 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒅𝒊𝒓𝒊𝒎𝒖 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊.


━━━━━━━━━━━━━━━━━━


𝑱𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒖 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒌𝒆𝒎𝒊𝒔𝒌𝒊𝒏𝒂𝒏—

𝒃𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒌𝒂𝒅𝒂𝒓 𝒎𝒊𝒔𝒌𝒊𝒏 𝒉𝒂𝒓𝒕𝒂,

𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒎𝒊𝒔𝒌𝒊𝒏 𝒕𝒆𝒌𝒂𝒅,

𝒎𝒊𝒔𝒌𝒊𝒏 𝒌𝒆𝒃𝒆𝒓𝒂𝒏𝒊𝒂𝒏,

𝒎𝒊𝒔𝒌𝒊𝒏 𝒓𝒂𝒔𝒂 𝒎𝒂𝒍𝒖 𝒔𝒂𝒂𝒕 𝒃𝒆𝒓𝒎𝒊𝒎𝒑𝒊 𝒌𝒆𝒄𝒊𝒍.


━━━━━━━━━━━━━━━━━━


𝑫𝒖𝒏𝒊𝒂 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒌𝒆𝒋𝒂𝒎,

𝒊𝒂 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒋𝒖𝒋𝒖𝒓:

𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒎𝒃𝒂𝒕 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒊𝒕𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍,

𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒓𝒂𝒈𝒖 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒏𝒈𝒈𝒆𝒍𝒂𝒎,

𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒊𝒅𝒖𝒓 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒊𝒍𝒖𝒑𝒂𝒌𝒂𝒏.


━━━━━━━━━━━━━━━━━━


𝑫𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒖…

𝒂𝒑𝒂𝒌𝒂𝒉 𝒎𝒂𝒔𝒊𝒉 𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒍𝒆𝒍𝒂𝒑

𝒔𝒂𝒂𝒕 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒊𝒏 𝒔𝒖𝒅𝒂𝒉 𝒃𝒆𝒓𝒍𝒂𝒓𝒊

𝒎𝒆𝒏𝒈𝒆𝒋𝒂𝒓 𝒕𝒂𝒌𝒅𝒊𝒓𝒏𝒚𝒂?


━━━━━━━━━━━━━━━━━━


𝑱𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒕𝒊 𝒔𝒆𝒃𝒆𝒍𝒖𝒎 𝒎𝒆𝒎𝒊𝒍𝒊𝒌𝒊 𝒌𝒆𝒌𝒂𝒚𝒂𝒂𝒏—

𝒃𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒆𝒎𝒂𝒔 𝒅𝒂𝒏 𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂,

𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒌𝒆𝒌𝒂𝒚𝒂𝒂𝒏 𝒋𝒊𝒘𝒂

𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒂𝒌 𝒕𝒖𝒏𝒅𝒖𝒌 𝒑𝒂𝒅𝒂 𝒏𝒂𝒔𝒊𝒃,

𝒌𝒆𝒓𝒊𝒏𝒈𝒂𝒕 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒔𝒂𝒌𝒔𝒊,

𝒅𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒓𝒈𝒂 𝒅𝒊𝒓𝒊

𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒂𝒌 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒅𝒊𝒃𝒆𝒍𝒊.


━━━━━━━━━━━━━━━━━━


𝑲𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒌𝒆𝒎𝒂𝒕𝒊𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒂𝒍𝒊𝒏𝒈 𝒔𝒖𝒏𝒚𝒊

𝒃𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒂𝒕 𝒏𝒂𝒑𝒂𝒔 𝒃𝒆𝒓𝒉𝒆𝒏𝒕𝒊—

𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒔𝒂𝒂𝒕 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒃𝒆𝒓𝒍𝒂𝒍𝒖

𝒕𝒂𝒏𝒑𝒂 𝒑𝒆𝒓𝒏𝒂𝒉 𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓-𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓

𝒌𝒂𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒋𝒖𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒏.


━━━━━━━━━━━━━━━━━━


“𝑻𝒆𝒂𝒌𝒐 𝒏𝒂𝒓𝒂𝒓𝒂𝒏𝒈𝒊 𝒂𝒍𝒍𝒐 𝒎𝒂𝒏𝒈𝒆 𝒓𝒊 𝒋𝒂𝒎𝒂-𝒋𝒂𝒎𝒂𝒏𝒏𝒖.”

𝑩𝒂𝒏𝒈𝒌𝒊𝒕𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒆𝒃𝒆𝒍𝒖𝒎 𝒄𝒂𝒉𝒂𝒚𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒆𝒏𝒕𝒖𝒉 𝒘𝒂𝒋𝒂𝒉𝒎𝒖—

𝒂𝒕𝒂𝒖 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒊𝒂𝒑𝒍𝒂𝒉 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑

𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒃𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈-𝒃𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈

𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒆𝒃𝒊𝒉 𝒅𝒖𝒍𝒖 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒏𝒊.

𝙩𝙤𝙡𝙤’ 𝙩𝙚𝙣𝙖 𝙣𝙖 𝙩𝙤𝙡𝙤, 𝙥𝙪𝙣𝙣𝙖 𝙩𝙤𝙡𝙤 𝙩𝙚𝙖𝙞 𝙩𝙤𝙡𝙤’

 



𝘽𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙋𝙚𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜, 𝙆𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙏𝙖𝙠 𝙈𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜,


𝙄𝙣𝙜𝙖𝙩…𝙆𝙖𝙪 𝙩𝙚𝙧𝙞𝙖𝙠 𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣, 𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙧𝙖𝙨, 𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙣𝙞—𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙖𝙧𝙖𝙝𝙢𝙪… 𝙠𝙤𝙨𝙤𝙣𝙜.


𝙆𝙖𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙪𝙩 𝙞𝙩𝙪 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣, 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙚𝙢𝙤𝙨𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙥𝙞𝙠𝙞𝙧.


𝙇𝙚𝙡𝙪𝙝𝙪𝙧 𝙢𝙖𝙣𝙪𝙨𝙞𝙖 𝙈𝙖𝙠𝙖𝙨𝙨𝙖𝙧 𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙥𝙚𝙨𝙖𝙣:


"𝙩𝙤𝙡𝙤’ 𝙩𝙚𝙣𝙖 𝙣𝙖 𝙩𝙤𝙡𝙤, 𝙥𝙪𝙣𝙣𝙖 𝙩𝙤𝙡𝙤 𝙩𝙚𝙖𝙞 𝙩𝙤𝙡𝙤’ ".


Artinya sederhana dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia, namun dalam maknanya:


"𝙋𝙚𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙤𝙙𝙤𝙝, 𝙆𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙗𝙤𝙙𝙤𝙝 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜".


𝙋𝙚𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙖𝙠 𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙡𝙖 𝙠𝙤𝙨𝙤𝙣𝙜.

𝙄𝙖 𝙩𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜—𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙩𝙖𝙟𝙖𝙢.

𝙄𝙖 𝙙𝙞𝙖𝙢—𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙥𝙚𝙣𝙪𝙝 𝙥𝙚𝙧𝙝𝙞𝙩𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣.


𝙆𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙣𝙞𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙡

𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙝𝙤𝙧𝙢𝙖𝙩𝙖𝙣—𝙞𝙩𝙪 𝙠𝙚𝙝𝙖𝙣𝙘𝙪𝙧𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙗𝙪𝙣𝙜𝙠𝙪𝙨 𝙝𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙙𝙞𝙧𝙞.


𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙠𝙖𝙩,

𝙞𝙩𝙪 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙣𝙞—𝙞𝙩𝙪… 𝙠𝙚𝙝𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙖𝙧𝙖𝙝.


𝙆𝙖𝙪 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜…

𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙩𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙗𝙚𝙧𝙥𝙞𝙠𝙞𝙧.


𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙢𝙞𝙢𝙥𝙞 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜, 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙡𝙢𝙪 𝙠𝙖𝙪 𝙩𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡𝙠𝙖𝙣.


𝙆𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙥𝙞𝙠𝙞𝙧, 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜— 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙟𝙪 𝙠𝙚𝙠𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣.


𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙧𝙚𝙡𝙖 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙠𝙚𝙠𝙪𝙧𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣, 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙠𝙚𝙝𝙖𝙢𝙥𝙖𝙖𝙣.


𝙆𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙚𝙠𝙖𝙮𝙖𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙩𝙞 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙩𝙖—𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙖𝙠𝙖𝙡, 𝙝𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙙𝙞𝙧𝙞, 𝙙𝙖𝙣 𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙟𝙚𝙡𝙖𝙨.