Selasa, 03 Februari 2026

Petani jangan mati tanpa kekayaan!




Harga jagung anjlok. Rakyat disuruh ikhlas.

Impor dibuka lebar, mulut petani dipaku sunyi.


Kami menanam dengan do'a dan keringat,

kalian memanen dengan tanda tangan.


Saat panen tiba, harga dibunuh atas nama “stabilitas”.


🔥 Petani jangan mau hidup dalam kemiskinan! Jika petani miskin di negeri agraris, itu bukan bencana alam—itu kejahatan kebijakan.


🔥 Petani jangan mati tanpa kekayaan! Di negeri ini, petani dianggap penting lima menit sebelum pemilu, lalu dilupakan seumur hidup setelahnya.

Senin, 02 Februari 2026

𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐧𝐚𝐬𝐢𝐛 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡




𝐂𝐚𝐛𝐞 𝐭𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐮𝐛𝐮𝐫

𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐝𝐢𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭.


𝐃𝐚𝐮𝐧 𝐤𝐫𝐢𝐭𝐢𝐧𝐠,

𝐛𝐞𝐫𝐜𝐚𝐤,

𝐝𝐢𝐬𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐞𝐧𝐲𝐚𝐤𝐢𝐭—

𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐭𝐚𝐧𝐚𝐦𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐥𝐞𝐦𝐚𝐡,

𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫𝐢 𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧.


𝐇𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐝𝐞𝐦𝐢𝐤𝐢𝐚𝐧.

𝐊𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐢𝐧𝐢 𝐤𝐚𝐮 𝐥𝐞𝐦𝐚𝐡,

𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐧𝐚𝐬𝐢𝐛 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡—

𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐦𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐬𝐞𝐦𝐛𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧.


🔥 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐮 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐤𝐞𝐦𝐢𝐬𝐤𝐢𝐧𝐚𝐧!

🔥 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐭𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐤𝐞𝐤𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧!

Jangan hidup miskin pahala

 


Kita kejar dunia sampai lelah,

tapi lalai mengejar Allah.


Takut miskin di bumi,

tapi santai miskin di akhirat.


Masjid memanggil,

hati menolak.


Jangan hidup miskin pahala,

dan jangan mati

sebelum benar-benar kaya di sisi-Nya.

𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬

 




𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵.

𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵 𝘪𝘵𝘶 𝘯𝘢𝘴𝘪𝘣

𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘦𝘯𝘵𝘪 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩.


𝘋𝘶𝘯𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯

𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘩.


𝘏𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪,

𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬.

𝘉𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩,

𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢

𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘳𝘦𝘯𝘥𝘢𝘩.


🔥 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐮 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐤𝐞𝐦𝐢𝐬𝐤𝐢𝐧𝐚𝐧!

🔥 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐭𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐤𝐞𝐤𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧!

Minggu, 01 Februari 2026

Keluarga tetaplah keluarga

 

𝐏𝐄𝐒𝐀𝐍 𝐋𝐄𝐋𝐔𝐇𝐔𝐑 𝐎𝐑𝐀𝐍𝐆 𝐌𝐀𝐊𝐀𝐒𝐒𝐀𝐑


❝ Manna ni bissai je’ne si tamparang,

baji kodina punna bija, bija tonji.


Manna baji tau maraenga,

baji tau maraeng tonji. ❞


Maknanya dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia:


Walaupun dicuci selaut, baik–buruk keluarga tetaplah keluarga.


Dan walaupun sebaik apa pun orang lain, ia tetap orang lain.


Karena itu, berbuat baiklah kepada siapa pun,

sebab kebaikan pada orang lain adalah cermin diri kita sendiri.


Jika dalam diri ada pale kodi bija pammanakkanta — niat yang tak lurus, hati yang kotor — maka yang lahir bukan kemuliaan,

melainkan pacce: rasa perih yang suatu hari kembali ke diri sendiri.


Tidak semua yang terlihat baik memiliki siri’ na pacce. Sebab baji’ bisa dibuat-buat, tetapi pacce lahir dari hati yang hidup.


Pengingat untuk Diri Kita. Jika hari ini kita diberi:


1. pangkat

2. harta

3. kegagahan atau kecantikan

4. kecerdasan

5. kebaikan

6. keshalehan

7. atau gelar apa pun


ingatlah:

semuanya hanya titipan dari Allah.


Orang Makassar menyebutnya:

“𝑅𝑎𝑘𝑖-𝑟𝑎𝑘𝑖 𝑟𝑎𝑘𝑘𝑖.” 


Ibarat daki yang menempel di badan—ia tidak menambah harga diri, tidak menguatkan martabat, dan tidak membuat manusia lebih mulia.


Bahkan bila disertai kesombongan, ia justru mengotori jiwa dan melukai hati orang lain.


Yang memuliakan manusia bukan apa yang melekat di luar dirinya, melainkan cara menjaga hati, sikap, dan siri’ na pacce dalam hidupnya.


Tetaplah berbuat baik agar jadi sorotan 

🔥 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐮 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐤𝐞𝐦𝐢𝐬𝐤𝐢𝐧𝐚𝐧!  

🔥 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐭𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐤𝐞𝐤𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧!

Rabu, 28 Januari 2026

Jangan selalu berkata: nanti.

 




Jual Payung Lipat Mini
Beli sekarang

Kamu kehujanan,
bukan karena hujan terlalu deras—
tapi karena kamu
terlalu sering menunda keputusan kecil.

🔥 Jangan mau hidup dalam kemiskinan!

Karena hidup rusak bukan oleh badai besar,
tapi oleh hal sederhana
yang kamu anggap remeh.

🔥 Jangan mati sebelum memiliki kekayaan!

Orang gagal bukan karena tak punya uang,
tapi karena selalu berkata: nanti.

Sabtu, 24 Januari 2026

jangan diam di tempat yang sama!

 


Hari berganti,

tapi diri jangan diam di tempat yang sama.


Kemarin lelah,

hari ini harus lebih kuat.


Jika hidupmu tak bertumbuh,

pelan-pelan kau sedang kehilangan arah.


Bukan takdir yang membuatmu miskin,

tapi kebiasaan menunda perubahan.


Bukan usia yang membunuh mimpi,

tapi rasa puas sebelum waktunya.


Bangun.Belajar. Bergerak.


Karena hidup bukan sekadar bertahan,

tapi tentang naik kelas setiap hari.


🔥 Jangan mau hidup dalam kemiskinan mental.


🔥 Jangan mati sebelum kekayaan makna dan ikhtiar kau miliki.

Minggu, 18 Januari 2026

𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐊𝐄𝐂𝐄𝐖𝐀𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐀𝐓𝐈

 


Sadar sebagai anak desa yang terbuang di kota perantauan, selalu ada ikhtiar untuk meneguhkan diri dengan satu kalimat sederhana “𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐊𝐄𝐂𝐄𝐖𝐀𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐀𝐓𝐈.”


Sebab hidup tidak selalu seromantis film Ada Apa Dengan Cinta. Perjuangan tidak selamanya seindah kisah dalam novel Kupinang Kau Dengan Bismillah. Dan keinginan tidak selalu lurus dan perkasa seperti kehebatan Superman yang sering terdengar di telinga.


Di kota perantauan, suka dan duka hadir bersamaan. Ada rindu yang tak pernah benar-benar pergi—rindu pada keluarga di kampung halaman.


Ada masa ketika diri ini dicuci air mata derita,

dipakaikan keringat dan darah juang, serta diwarnai jalan penuh duri yang kerap tampak buruk di mata banyak orang.


Sering kali kata-kata dianggap biasa saja,

bahkan tak jarang dinilai tak berfaedah.


Namun ketika seseorang telah sampai pada titik sukses dan bahagia, setiap kata yang pernah terucap berubah menjadi kebenaran

dan mulai diakui oleh banyak orang.


Bila kenyataan memang harus berjalan seperti ini, bukan berarti menyerah menjadi pilihan.

Bukan berarti langkah harus terhenti

sebelum sukses dan bahagia menemukan jalannya.


Mengapa demikian? Karena hati tak pernah berhenti berteriak—melarang larut dalam kesedihan, melarang diam dalam keputusasaan, dan melarang berhenti berusaha.


Walaupun sejuta ketidakpastian tentang sukses dan bahagia terus menghantui.

Walaupun situasi dan kondisi hidup terasa buntu, sunyi, sedih, dan sangat gelap.


Lalu apa sebenarnya modal dan rahasia para perantau sukses dan bahagia—sebagaimana dimiliki tokoh-tokoh besar dunia dan nasional yang berpengaruh—yang paling sulit dikalahkan oleh keadaan?


Jawabannya tentu bukan semata-mata soal uang. Melainkan niat yang diawali Bismillahirrahmanirrahim, do'a orang tua yang tak pernah putus, keberanian untuk melangkah,

pengetahuan dan keterampilan, sikap yang terjaga, semangat yang terus dipelihara, kejujuran dalam perilaku, kepedulian terhadap sesama, serta ketulusan untuk berbagi—meski dalam keterbatasan.


Ditambah kebiasaan bersikap adil, tidak mudah menyerah pada keadaan, menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, ikhlas dalam ujian, bersyukur dalam setiap keadaan, tetap ceria meski lelah, percaya diri meski sederhana, tidak menyia-nyiakan waktu,

terus kreatif dan inovatif, berani tampil berbeda, memiliki jaringan pertemanan yang produktif, serta senantiasa mengandalkan pertolongan Allah SWT.


Intinya satu: yang membuat diri ini tetap bertahan di jalan yang baik adalah kekuatan iman dan keyakinan kepada Allah, serta ada harapan besar bahwa apa yang dapat diubah, diusahakan, dan disempurnakan hari ini harus lebih baik daripada kemarin.


𝙆𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙩𝙞𝙖𝙙𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙪𝙗𝙖𝙝𝙖𝙣,

𝙩𝙞𝙖𝙙𝙖 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙮𝙚𝙢𝙥𝙪𝙧𝙣𝙖𝙖𝙣.


𝑱𝒊𝒌𝒂 𝒃𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒃𝒂𝒈𝒊𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒑𝒆𝒓𝒔𝒐𝒂𝒍𝒂𝒏,

𝒎𝒂𝒌𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒓𝒕𝒊 𝒃𝒂𝒈𝒊𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒑𝒆𝒏𝒚𝒆𝒍𝒆𝒔𝒂𝒊𝒂𝒏.


𝐓𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐞𝐭𝐚𝐤 𝐩𝐫𝐞𝐬𝐭𝐚𝐬𝐢,

𝐛𝐞𝐫𝐚𝐫𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐞𝐭𝐚𝐤 𝐡𝐚𝐥𝐮𝐬𝐢𝐧𝐚𝐬𝐢.


Dan esok harus lebih baik daripada hari ini—

sepasti matahari akan kembali terbit di ufuk pagi.

𝗟𝗘𝗡𝗧𝗘𝗥𝗔 𝗦𝗘𝗡𝗝𝗔: 𝐒𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐩𝐞𝐦𝐮𝐝𝐚 𝐝𝐞𝐬𝐚 🌾

 

𝐒𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐩𝐞𝐦𝐮𝐝𝐚 𝐝𝐞𝐬𝐚,
𝐣𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐥𝐚𝐬, 𝐣𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐠𝐞𝐧𝐬𝐢.
𝐓𝐚𝐧𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐤 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐡𝐢𝐧𝐚,
𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐡𝐢𝐧𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐫𝐚𝐡.

𝐌𝐚𝐥𝐚𝐬 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐤𝐚𝐫 𝐤𝐞𝐦𝐢𝐬𝐤𝐢𝐧𝐚𝐧,
𝐝𝐚𝐧 𝐰𝐚𝐤𝐭𝐮 𝐭𝐚𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐢𝐚𝐩.

❝𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐭𝐚?❞
❝𝐊𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠?❞

𝐀𝐲𝐨 𝐤𝐞 𝐬𝐚𝐰𝐚𝐡, 𝐚𝐲𝐨 𝐤𝐞 𝐤𝐞𝐛𝐮𝐧,
𝐝𝐢 𝐬𝐚𝐧𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐝𝐞𝐩𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐦𝐚𝐢.

𝐊𝐞𝐭𝐚𝐡𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐩𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐰𝐚𝐜𝐚𝐧𝐚,
𝐢𝐚 𝐭𝐮𝐦𝐛𝐮𝐡 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚.

𝐌𝐞𝐧𝐚𝐧𝐚𝐦 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐝𝐚𝐫 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮 𝐩𝐚𝐧𝐞𝐧,
𝐦𝐞𝐧𝐚𝐧𝐚𝐦 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐞𝐧𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐠𝐚 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐚𝐧.

𝐃𝐢𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐛𝐚𝐫,
𝐝𝐢𝐬𝐲𝐮𝐤𝐮𝐫𝐢 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐢𝐦𝐚𝐧.

🔥 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐮 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐤𝐞𝐦𝐢𝐬𝐤𝐢𝐧𝐚𝐧!
🔥 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐭𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐤𝐞𝐤𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧!

🌱 𝐓𝐚𝐧𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐮𝐛𝐮𝐫,
💪 𝐡𝐚𝐭𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐮𝐚𝐭,
🔥 𝐝𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐦𝐮𝐝𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐮 𝐛𝐞𝐫𝐠𝐞𝐫𝐚𝐤.

𝐋𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐀 𝐒𝐄𝐍𝐉𝐀: 𝙩𝙞𝙜𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥

 

𝘿𝙞 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙞𝙣𝙞
𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙩𝙞𝙜𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥:
𝙢𝙖𝙣𝙪𝙨𝙞𝙖,
𝙝𝙚𝙬𝙖𝙣,
𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙢𝙗𝙪𝙝𝙖𝙣.

𝙃𝙪𝙟𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙖𝙥𝙖 𝙥𝙖𝙜𝙞,
𝙢𝙖𝙣𝙪𝙨𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗𝙣𝙮𝙖.
𝙅𝙖𝙜𝙪𝙣𝙜, 𝙥𝙖𝙙𝙞, 𝙘𝙖𝙗𝙚—
𝙩𝙖𝙠 𝙩𝙪𝙢𝙗𝙪𝙝 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙤𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖,
𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙞𝙧𝙖𝙬𝙖𝙩
𝙙𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙟𝙖𝙜𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙞𝙡𝙢𝙪.

𝙏𝙖𝙣𝙖𝙢 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙨𝙖𝙡,
𝙥𝙖𝙣𝙚𝙣 𝙥𝙪𝙣 𝙨𝙚𝙨𝙖𝙡.
𝙍𝙖𝙬𝙖𝙩 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙣𝙜𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙩𝙞,
𝙡𝙖𝙮𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙩𝙞𝙣𝙜𝙜𝙞.

𝘽𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙥𝙪𝙡𝙖 𝙞𝙢𝙖𝙣.
𝘽𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙥𝙪𝙡𝙖 𝙩𝙖𝙠𝙬𝙖.
𝙏𝙖𝙠 𝙘𝙪𝙠𝙪𝙥 𝙙𝙞𝙪𝙘𝙖𝙥,
𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙩𝙪𝙩 𝙙𝙞𝙟𝙖𝙜𝙖
𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙝𝙪𝙟𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙧𝙖𝙪
𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙞𝙡𝙞𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙜𝙖𝙣𝙩𝙞.

𝙆𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙤𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙖,
𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙣𝙞𝙡𝙖𝙞.

🔥 𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐌𝐀𝐔 𝐇𝐈𝐃𝐔𝐏 𝐃𝐀𝐋𝐀𝐌 𝐊𝐄𝐌𝐈𝐒𝐊𝐈𝐍𝐀𝐍!
🔥 𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐌𝐀𝐓𝐈 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐋𝐔𝐌 𝐌𝐄𝐌𝐈𝐋𝐈𝐊𝐈 𝐊𝐄𝐊𝐀𝐘𝐀𝐀𝐍!

𝙎𝙚𝙗𝙖𝙗 𝙢𝙞𝙨𝙠𝙞𝙣 𝙞𝙢𝙖𝙣
𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙜𝙚𝙡𝙖𝙥
𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙨𝙚𝙣𝙟𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙡𝙚𝙣𝙩𝙚𝙧𝙖.

𝗟𝗘𝗡TE𝗥𝗔 𝗦𝗘𝗡𝗝𝗔: Jantung pisang

 





Di dapur yang kita sepelekan,
jantung pisang bekerja tanpa sorak.
Kaya serat, vitamin, dan mineral—
ia menjaga jantung,
menurunkan tekanan dan kolesterol,
melancarkan perut yang letih,
menjinakkan gula darah,
mengangkat mood lewat magnesium,
mendampingi diet tanpa siksaan,
menguatkan ibu lewat ASI,
menambal darah yang bocor,
menenangkan tubuh saat haid gaduh.

Yang sederhana ternyata menyelamatkan.
Yang murah sering paling berharga.

🔥 𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗠𝗔𝗨 𝗛𝗜𝗗𝗨𝗣 𝗗𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗞𝗘𝗠𝗜𝗦𝗞𝗜𝗡𝗔𝗡!

🔥 𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗠𝗔𝗧𝗜 𝗦𝗘𝗕𝗘𝗟𝗨𝗠 𝗠𝗘𝗠𝗜𝗟𝗜𝗞𝗜 𝗞𝗘𝗞𝗔𝗬𝗔𝗔𝗡!

𝗟𝗘𝗡𝗧𝗘𝗥𝗔 𝗦𝗘𝗡𝗝𝗔: Kita anak bangsa




Kita lahir sebagai anak semua bangsa,

di zaman cepat yang tak memberi ampun pada mereka yang ragu dan diam.


Sekali layar berkembang,

pantang mundur ke belakang.

Karena hidup bukan museum kenangan,

ia adalah medan tempur harapan.


Hari ini harus lebih baik dari kemarin,

bukan karena nasib berubah,

tetapi karena tekad dipaksa dewasa.


🔥 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐮 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐤𝐞𝐦𝐢𝐬𝐤𝐢𝐧𝐚𝐧!


Miskin bukan sekadar tak punya uang,

tapi saat pikiran menyerah,

saat usaha berhenti,

saat mimpi dikubur sebelum tumbuh.


🔥 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐭𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐤𝐞𝐤𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧!


Kekayaan adalah ketika

iman tetap tegak,

ikhtiar tak putus,

dan syukur tidak hilang

meski hidup belum ramah.


Selamat beraktivitas.

Jadikan hari ini bermakna,

tetap bersyukur,

dan berani baha

gia

di tengah dunia yang bising.

𝗟𝗘𝗡𝗧𝗘𝗥𝗔 𝗦𝗘𝗡𝗝𝗔 : 𝘛𝘶𝘫𝘶𝘩 𝘒𝘦𝘨𝘦𝘮𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘈𝘯𝘢𝘬 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢




Bangunlah sebelum matahari sempat malas,

sebab bangsa besar tidak lahir dari selimut yang nyaman.


Pagi adalah janji—

siapa yang bangun awal,

sedang menyalip nasibnya sendiri.


Makanlah yang bergizi dan seimbang,

karena mimpi tidak bisa tumbuh

di tubuh yang diabaikan.

Isi piringmu dengan kesadaran,

bukan sekadar kenyang yang lalai.


Gerakkan badanmu,

keringat adalah doa diam-diam

agar hidup tak kaku,

agar semangat tidak karatan

oleh rebahan tanpa tujuan.


Tambah ilmumu,

karena dunia hari ini kejam pada yang malas berpikir.

Gawai bisa membuatmu terkenal,

tetapi ilmu membuatmu bernilai.


Jangan lupa bersujud,

sebab setinggi apa pun kau berdiri,

ada Tuhan yang harus kau ingat

agar hidupmu tidak sombong dan sesat arah.


Hiduplah bermasyarakat,

karena manusia bukan pulau.

Yang hanya memikirkan diri

akan karam di lautan ego.


Tidurlah cepat di malam hari,

bukan kalah oleh layar,

bukan tumbang oleh scroll tak berujung.

Esok hari menunggu orang-orang yang siap.


𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐌𝐀𝐔 𝐇𝐈𝐃𝐔𝐏 𝐃𝐀𝐋𝐀𝐌 𝐊𝐄𝐌𝐈𝐒𝐊𝐈𝐍𝐀𝐍!


miskin disiplin,

miskin mimpi,

miskin keberanian untuk berubah.


🔥 𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐌𝐀𝐓𝐈 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐋𝐔𝐌 𝐌𝐄𝐌𝐈𝐋𝐈𝐊𝐈 𝐊𝐄𝐊𝐀𝐘𝐀𝐀𝐍!


kekayaan akhlak,

kekayaan ilmu,

kekayaan karya

yang membuat namamu pantas dikenang.


Lentera senja tak datang untuk menghibur,

ia datang untuk menyadarkan:

hari ini masih ada,

selama kau mau bangkit dan berjalan.

Lentera senja: Dia tidak sendiri






 LENTERA SENJA


Dia tidak sendiri.

Jika malam datang terlalu cepat,

rembulan setia menunggu—

tak pernah ingkar pada gelap.


Jika dada terasa sempit,

ada api kecil di dalam jiwa

yang menolak padam,

itulah semangat yang belum menyerah.


Pagi selalu datang membawa senyum,

lewat wajah orang tua yang berdoa diam-diam,

keluarga yang tetap percaya,

teman yang hadir tanpa banyak tanya.

Mereka seperti matahari—

tidak selalu terlihat,

tapi selalu menyinari bumi.


Namun dengar baik-baik, wahai diri:

kemiskinan bukan sekadar tak punya harta,

ia adalah pikiran yang menyerah,

hati yang takut bermimpi,

dan jiwa yang berhenti berjuang.


𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐮 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐤𝐞𝐦𝐢𝐬𝐤𝐢𝐧𝐚𝐧!


Lebih berbahaya dari miskin adalah mati pelan-pelan

dalam rasa cukup yang palsu,

dalam malas yang dibenarkan,

dalam doa tanpa usaha.


𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐭𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐤𝐞𝐤𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧!


Kekayaan bukan sekadar angka,

ia adalah keberanian untuk bangkit,

akal yang bekerja,

tangan yang bergerak,

dan hati yang bersih.


Dan jika semua terasa berat,

ingat—

ada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

yang tidak pernah tidur,

tidak pernah lalai,

dan tidak pernah salah menepati janji.


Maka mulai hari ini,

mulailah dengan BISMILLAH—

doa, usaha, dan ikhtiar.

Melangkah dengan iman,

berjalan dengan harapan,

dan menang dengan izin Tuhan

𝑱𝑨𝑵𝑮𝑨𝑵 𝑴𝑨𝑼 𝑯𝑰𝑫𝑼𝑷 𝑫𝑨𝑳𝑨𝑴 𝑲𝑬𝑴𝑰𝑺𝑲𝑰𝑵𝑨𝑵 𝑫𝑨𝑵 𝑱𝑨𝑵𝑮𝑨𝑵 𝑴𝑨𝑻𝑰 𝑺𝑬𝑩𝑬𝑳𝑼𝑴 𝑴𝑬𝑴𝑰𝑳𝑰𝑲𝑰 𝑲𝑬𝑲𝑨𝒀𝑨𝑨𝑵




𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘵𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘶𝘳𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘮𝘱𝘪𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘦𝘭𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯,

𝘔𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘬𝘦𝘮𝘪𝘴𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘵𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶 𝘥𝘪𝘱𝘦𝘳𝘫𝘶𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯.


𝘚𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘦𝘳𝘢𝘴 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯,

𝘛𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘯𝘺𝘢𝘭𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘣𝘢𝘩 𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘨𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘳𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯.


𝘓𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢𝘸𝘪, 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘳𝘶𝘨𝘪𝘢𝘯,

𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘳𝘪𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘤𝘶𝘤𝘶𝘮𝘶 𝘩𝘶𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘤𝘪𝘤𝘪𝘭𝘢𝘯.


𝘉𝘢𝘯𝘨𝘬𝘪𝘵𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘳𝘦𝘳𝘶𝘯𝘵𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯,

𝘏𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩 𝘱𝘰𝘯𝘥𝘢𝘴𝘪 𝘬𝘰𝘬𝘰𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘯𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯.


𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘢𝘴 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘥𝘢𝘳 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘰𝘯𝘵𝘰𝘯 𝘬𝘦𝘴𝘶𝘬𝘴𝘦𝘴𝘢𝘯,

𝘔𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘱𝘪𝘢𝘯.


𝘒𝘦𝘮𝘪𝘴𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘳𝘢𝘱 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘮 𝘴𝘶𝘢𝘳𝘢 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘢𝘯,

𝘒𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘢𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯.


𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯,

𝘏𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘧𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘦𝘣𝘢𝘯 𝘭𝘪𝘯𝘨𝘬𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯.


𝘒𝘦𝘫𝘢𝘳 𝘩𝘢𝘳𝘵𝘢 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘵𝘶𝘯𝘢𝘯,

𝘚𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘫𝘢𝘶𝘩 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘮𝘶𝘭𝘪𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘥𝘢𝘳 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱𝘢𝘯.


𝘗𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘮𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘮 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘢𝘯,

𝘔𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘣𝘦𝘬𝘢𝘭 𝘢𝘮𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘩𝘪𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘤𝘶𝘬𝘶𝘱𝘢𝘯.


𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘺𝘢𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘭𝘢𝘵 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘶𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯,

𝘋𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘵𝘪𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘣𝘢𝘯.


𝘛𝘦𝘵𝘢𝘱𝘭𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘪𝘯𝘴𝘢𝘯,

𝘈𝘨𝘢𝘳 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘥𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘯𝘢, 𝘤𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢, 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘰𝘳𝘰𝘵𝘢𝘯.


𝘛𝘪𝘢𝘥𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘩𝘢𝘯,

𝘛𝘪𝘢𝘥𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘦𝘮𝘱𝘶𝘳𝘯𝘢𝘢𝘯.


𝘚𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯,

𝘚𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘵𝘶𝘩𝘢𝘯.


𝘈𝘬𝘳𝘦𝘴𝘰𝘱𝘪 𝘯𝘢 𝘯𝘨𝘯𝘨𝘢𝘯𝘳𝘦, 𝘈𝘯𝘫𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘪𝘬𝘢𝘮𝘮𝘢 𝘢𝘵𝘢' 𝘢𝘯𝘨𝘯𝘨𝘢𝘯𝘳𝘦 𝘬𝘢𝘮𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘢𝘦𝘯𝘨, 𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘉𝘢𝘩𝘢𝘴𝘢 𝘔𝘢𝘬𝘢𝘴𝘴𝘢𝘳 𝘬𝘦 𝘉𝘢𝘩𝘢𝘴𝘢 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢" 𝘏𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘒𝘦𝘳𝘫𝘢 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯. 𝘉𝘦𝘳𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘣𝘶𝘥𝘢𝘬, 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘵𝘶𝘢𝘯.

Kamis, 01 Januari 2026

Jangan pikir aneh-aneh





Jangan pikir aneh-aneh❗ Di tahun 2026 ini, pikirkan saja hal-hal yang baik. Dari pikiran yang baik itu, pilih satu hal yang paling kamu senangi, lalu kerjakan dengan sungguh-sungguh.


Jadikan ia kebiasaan. Jadikan ia hobi yang terus kamu latih dan kembangkan secara konsisten. Insya Allah, cepat atau lambat,

yang awalnya biasa akan menjadi pintar,

yang pintar akan menguasai, dan yang menguasai akan menjadi ahli.


Di sanalah kamu akan menemukan dirimu yang sesungguhnya: menemukan biasamu menjadi bisamu, serta menemukan jalan yang kelak menentukan masa depanmu.


Yakinilah dan percayalah akan hal itu.

Orang Makassar berkata:

“Tappa paki nampa nigaukangi, gaukangi nampa akulle anjari.” Artinya: percayalah lalu kerjakan; kerjakan, maka sesuatu akan terjadi.

 Inilah yang disebut kekuatan iman — The Power of Faith.


Karena itu, percayalah pada setiap kebiasaan dan hobi yang kamu tekuni, selama ia berguna dan bermanfaat, tidak melanggar hukum agama, hukum negara, serta tidak bertentangan dengan adat dan nilai luhur.


Don’t stop here. Jangan berhenti di sini.

Teruslah melangkah dan berkembang.

Abaikan keraguan dan bisik-bisik, selama yang kamu lakukan adalah kebaikan.


Yakin dan percayalah, manfaatnya bukan hanya kamu rasakan sendiri, tetapi juga akan dirasakan oleh orang lain.


Pada akhirnya, kamu akan memiliki nilai di mata orang lain dan bangga pada dirimu sendiri. Di tahap inilah kamu merasakan kepuasan sejati: kepuasan batin, kepuasan materi, dan kepuasan karena telah menjadi dirimu sendiri.


Don’t stop here. Jangan berhenti sampai di sini. Teruslah maju dan berkembang.

Pelajarilah hal-hal baru, dan belajarlah menyukai hal-hal baru, agar apa pun yang kamu kerjakan memberi pengaruh positif

bagi dirimu, keluargamu, masyarakat, dan tentu saja agamamu. 


Berhentilah mencela.

Ingat pesan leluhur orang Makassar:

“Te’ mako accalla-callai niatonja antu callannu.”

Artinya: jangan saling mencela, karena setiap orang pun memiliki cela.


Maka tetaplah bersemangat.

Jangan menyerah dan jangan kalah oleh keadaan.


Teruslah berusaha, dan percayalah:

setiap ikhtiar yang sungguh-sungguh akan menemukan jalannya menuju puncak pencapaian.


Dan selanjutnya, jangan pikir aneh-aneh❗

Kalau ingin scan, edit, fotocopy, dan print 

👉 hubungi ESES 📞 081 338 567 456

Jumat, 26 Desember 2025

Pemimpin hebat mendelegasikan, bukan pampidokang


Pemimpin sukses bukan yang paling sibuk,
tapi yang paling tenang saat ditinggalkan.
Jika Anda pergi,
apakah tim tetap bekerja,
target tetap tercapai,
dan sistem tetap berjalan?
Jika tanpa Anda semuanya berhenti,
itu bukan kepemimpinan—itu ketergantungan.
Pemimpin hebat mendelegasikan,
bukan pampidokang
(bukan sibuk mencampuri semua urusan).
Karena puncak kepemimpinan
adalah percaya dan membesarkan tim.
 

Minggu, 21 Desember 2025

DILARANG BERHENTI BERUSAHA !





Sadar sebagai anak desa yang terbuang di kota perantauan, selalu ada ikhtiar untuk meneguhkan diri dengan satu kalimat sederhana “𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐊𝐄𝐂𝐄𝐖𝐀𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐀𝐓𝐈.”


Sebab hidup tidak selalu seromantis film Ada Apa Dengan Cinta. Perjuangan tidak selamanya seindah kisah dalam novel Kupinang Kau Dengan Bismillah. Dan keinginan tidak selalu lurus dan perkasa seperti kehebatan Superman yang sering terdengar di telinga.


Di kota perantauan, suka dan duka hadir bersamaan. Ada rindu yang tak pernah benar-benar pergi—rindu pada keluarga di kampung halaman.


Ada masa ketika diri ini dicuci air mata derita,

dipakaikan keringat dan darah juang, serta diwarnai jalan penuh duri yang kerap tampak buruk di mata banyak orang.


Sering kali kata-kata dianggap biasa saja,

bahkan tak jarang dinilai tak berfaedah.


Namun ketika seseorang telah sampai pada titik sukses dan bahagia, setiap kata yang pernah terucap berubah menjadi kebenaran

dan mulai diakui oleh banyak orang.


Bila kenyataan memang harus berjalan seperti ini, bukan berarti menyerah menjadi pilihan.

Bukan berarti langkah harus terhenti

sebelum sukses dan bahagia menemukan jalannya.


Mengapa demikian? Karena hati tak pernah berhenti berteriak—melarang larut dalam kesedihan, melarang diam dalam keputusasaan, dan melarang berhenti berusaha.


Walaupun sejuta ketidakpastian tentang sukses dan bahagia terus menghantui.

Walaupun situasi dan kondisi hidup terasa buntu, sunyi, sedih, dan sangat gelap.


Lalu apa sebenarnya modal dan rahasia para perantau sukses dan bahagia—sebagaimana dimiliki tokoh-tokoh besar dunia dan nasional yang berpengaruh—yang paling sulit dikalahkan oleh keadaan?


Jawabannya tentu bukan semata-mata soal uang. Melainkan niat yang diawali Bismillahirrahmanirrahim, do'a orang tua yang tak pernah putus, keberanian untuk melangkah,

pengetahuan dan keterampilan, sikap yang terjaga, semangat yang terus dipelihara, kejujuran dalam perilaku, kepedulian terhadap sesama, serta ketulusan untuk berbagi—meski dalam keterbatasan.


Ditambah kebiasaan bersikap adil, tidak mudah menyerah pada keadaan, menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, ikhlas dalam ujian, bersyukur dalam setiap keadaan, tetap ceria meski lelah, percaya diri meski sederhana, tidak menyia-nyiakan waktu,

terus kreatif dan inovatif, berani tampil berbeda, memiliki jaringan pertemanan yang produktif, serta senantiasa mengandalkan pertolongan Allah SWT.


Intinya satu: yang membuat diri ini tetap bertahan di jalan yang baik adalah kekuatan iman dan keyakinan kepada Allah, serta ada harapan besar bahwa apa yang dapat diubah, diusahakan, dan disempurnakan hari ini harus lebih baik daripada kemarin.


𝙆𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙩𝙞𝙖𝙙𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙪𝙗𝙖𝙝𝙖𝙣,

𝙩𝙞𝙖𝙙𝙖 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙮𝙚𝙢𝙥𝙪𝙧𝙣𝙖𝙖𝙣.


𝑱𝒊𝒌𝒂 𝒃𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒃𝒂𝒈𝒊𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒑𝒆𝒓𝒔𝒐𝒂𝒍𝒂𝒏,

𝒎𝒂𝒌𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒓𝒕𝒊 𝒃𝒂𝒈𝒊𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒑𝒆𝒏𝒚𝒆𝒍𝒆𝒔𝒂𝒊𝒂𝒏.


𝐓𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐞𝐭𝐚𝐤 𝐩𝐫𝐞𝐬𝐭𝐚𝐬𝐢,

𝐛𝐞𝐫𝐚𝐫𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐞𝐭𝐚𝐤 𝐡𝐚𝐥𝐮𝐬𝐢𝐧𝐚𝐬𝐢.


Dan esok harus lebih baik daripada hari ini—

sepasti matahari akan kembali terbit di ufuk pagi.

Sabtu, 20 Desember 2025

CASHFLOW QUADRANT ESES




 🔷 CASHFLOW QUADRANT→ ESES MODEL


1️⃣ E – Employee → EDUCATIONAL


Bekerja untuk belajar

Makna: Fase membangun ilmu, skill, dan mental kerja

Fokus:

Pendidikan formal & nonformal

Disiplin, tanggung jawab, etos kerja

Nilai ESES:

Ilmu adalah modal pertama sebelum harta.

📌 Tanpa EDUCATIONAL, naik level hanya mimpi.


2️⃣ S – Self Employed → SPIRITUAL


Bekerja dengan kesadaran & nilai

Makna: Mengandalkan diri sendiri, diuji kejujuran & niat

Fokus:

Integritas

Keberanian mengambil risiko

Kesadaran bahwa rezeki datang dari Allah

Nilai ESES:

Bekerja bukan sekadar cari uang, tapi cari berkah.

📌 SPIRITUAL menjaga agar usaha tidak kehilangan arah.


3️⃣ B – Business Owner → ENTREPRENEURSHIP


Membangun sistem, bukan sekadar kerja

Makna: Menciptakan usaha yang berjalan tanpa ketergantungan penuh pada diri

Fokus:

Sistem

Tim

Inovasi

Nilai ESES:

Entrepreneur sejati menciptakan lapangan, bukan sekadar penghasilan.

📌 ENTREPRENEURSHIP adalah mesin pertumbuhan.


4️⃣ I – Investor → SOCIAL


Harta bekerja untuk kemaslahatan

Makna: Uang dikelola untuk memberi dampak luas

Fokus:

Investasi produktif

Pemberdayaan

Keberlanjutan sosial

Nilai ESES:

Kekayaan sejati adalah yang bermanfaat bagi banyak orang.

📌 SOCIAL adalah puncak kebermaknaan.


🔁 POLA NAIK KELAS (ESES FLOW)

EDUCATIONAL → SPIRITUAL → ENTREPRENEURSHIP → SOCIAL

Ilmu menuntun langkah,

nilai menjaga arah,

usaha menciptakan sistem,

dan harta menghidupkan masyarakat.


✨ KALIMAT PENUTUP 

Bukan soal di kuadran mana kamu berada,

tapi sejauh mana ilmu, iman, usaha, dan dampak sosial

hidup bersamaan di dalam dirimu.

Minggu, 09 November 2025

BURA'NE BAINE SULAPA' APPA''



 BURA'NE NA BAINE SULAPA' APPA''....ada yang tahu apa maksud dan pengertiannya???

BURA'NE/BAINE SULAPA' APPA' berkaitan dengan sistem pengetahuan orang makassar. Sistem pengetahuan ini, 

pada dasarnya berpangkal pada alam, seperti pengetahuan mereka, bahwa alam ini terdiri atas empat segi, yaitu timur, barat, utara, dan selatan. Berdasarkan pada adanya empat arah pada alam, maka timbullah sistem pengetahuan mereka yang disebut sulapak appaka (segi empat). Maksud daripada pengertian sulapak appaka ini, adalah suatu pengetahuan tentang kesempurnaan. Jadi seseorang yang memiliki pengetahuan yang sempurna, maka ia disebut burakne sulapak 

appaka bagi laki-laki dan baine sulapak appaka bagi perempuan. 

Pengertian pengetahuan sulapak appak bagi orang makassar ada dua macam, yaitu : 

( 1) Seseorang dapat disebut burakne/baine sulapak appak apabila orang tersebut memiliki empat sifat keturunan, yaitu karaeng (bangsawan), tukalumannyang (orang kaya), tupanrita (orang pintar), dan tubarani (pemberani). Dengan demikian seseorang yang mempunyai turunan bangsawan, memiliki harta yang banyak, serta pintar dan berani, maka orang tersebut akan dijuluki burakne/baine sulapak appak, yakni laki-laki/ perempuan yang dapat menguasai empat penjuru angin. 

(2) Orang makassar dapat dijuluki burakne atau baine sulapak appak, apabila warga masyarakat tersebut menguasai atau memiliki empat macam ilmu, yaitu: 

a) Ilmu surat, ilmu membaca dan menulis yang diperoleh 

melalui belajar. Ilmu ini berguna untuk mengetahui alam sekitar dan dapat dipergunakan untuk berhubungan dengan manusia lain . Dengan kemahiran membaca dan menulis, maka seseorang dapat bertambah luas pengetahuannya. 

b) Ilmu agama yang diperoleh dari seorang guru yang me￾miliki pengetahuan agama secara mendalam, termasuk kemahiran membaca Al Qur'an. Di dalam penuntutan ilmu agama ini biasanya dilakukan dengan berbagai 

persyaratan yang harus dipenuhi oleh sang penuntut ilmu, dan biasanya dilakukan pula secara perorangan 

dan dalam waktu-waktu tertentu. Bagi orang makassar, ilmu agama yang paling perlu dikuasai adalah ilmu yang disebut Tarikat. Makrifat, dan Hakikat. 

c) llmu silat, yaitu ilmu bela diri yang dapat dipergunakan menghadapi musuh-musuh yang mungkin tirnbul dalam pergaulan antara manusia. Ilmu silat ini sangat penting bagi seseorang karena merupakan ilmu penjaga diri. 

Ilmu penjaga diri ini bagi orang makassar , disebut mancak (pencak), tangkak (ilmu tangkis), atau silat. 

d) Ilmu magic, yaitu ilmu yang hanya dapat dimiliki dengan usaha yang keras dan dalam penuntutannya harus 

diikuti oleh beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. 

Bagi orang makassar ilmu ini disebut pangngissengang. Ilmu ini berguna untuk menghadapi musuh 

yang tangguh atau musuh yang juga menggunakan 

pangngissengang. Pangngissengang ini bermacam-macam, seperti kakaballang, (kekebalan), kaburakneang 

(kelaki-lakian), kabaineang (kewanitaan),dan ilmu-ilmu magic lainnya. Bagi orang makassar  ilmu ini 

sangat penting dan biasa diungkapkan dalam suatu ucapan....pakajarreki pangngalaknu.....yang berarti 'pereratlah pagarrnu'. Maksud ungkapan ini adalah bahwa setiap orang makassar  wajib menuntut ilmu semacam ini sebagai penjaga diri terhadap serangan serangan dari luar atau sebagai penjaga diri dalam perantauan. Tanpa menguasai ilmu ini, maka mudah diserang orang dan apabila terkena, maka sulit pemulihannya.


Pakajarreki Pangngalaknu..

Sabtu, 25 Oktober 2025

🖨️ RENUNGAN PERCETAKAN ESES





~Kalau mencetak brosur sederhana,

harganya ribuan.

~Kalau mencetak undangan elegan, 

harganya puluhan ribu.

~Kalau mencetak majalah berkualitas,

harganya ratusan ribu.

~Kalau mencetak karya seni eksklusif, 

nilainya bahkan bisa jutaan.

~Tapi kalau mencetak yang tak berguna, 

hasilnya hanya akan dibuang dan tak bernilai.


Sama-sama dari PERCETAKAN, 

tetapi berbeda nilainya, sebab ISI dan KARYA yang dihasilkan berbeda.


Begitu juga dengan kita; tidak ada yang membedakan, sama-sama manusia.


Yang membedakannya adalah KARAKTER yang ada di dalam diri kita.


Ilmu dan Pemahaman yang Benar akan membangun Karakter yang Baik.


“SUKSES tidak diukur dari posisi yang kita capai, tapi dari kesulitan yang berhasil kita atasi ketika kita berusaha meraih sukses.”


Bila kita mengisi hati dengan penyesalan masa lalu dan kekhawatiran akan masa depan, bisa dipastikan kita tidak akan memiliki hari ini untuk kita syukuri.


Hujan dan badai akan selalu kita temui dalam perjalanan kehidupan. Namun,


“Hujan besar itu seperti tantangan hidup!

Tidak perlu berdoa memohon hujan berhenti, tetapi cukup berdoa agar payung kita bertambah kuat.”


Ingat! Umur itu seperti kertas cetak,

dipakai atau tidak dipakai tetap akan habis.

digunakan atau tidak digunakan, jatah hidup kita akan terus berkurang.


5 Perilaku yang mesti kita perhatikan


1. Ada 3 hal dalam hidup yang tidak bisa kembali: Waktu, Ucapan, dan Kesempatan.

Jagalah itu, jangan sampai kita menyesal karenanya.


2. Ada 3 hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang: Amarah, Keangkuhan, dan Dendam.

Hindarilah ia selalu.


3. Ada 3 hal yang tidak boleh hilang:

Harapan, Keikhlasan, dan Kejujuran.

Peliharalah itu dengan benar.


4. Ada 3 hal yang paling berharga:

Kasih Sayang, Cinta, dan Kebaikan.

Pupuklah semua itu.


5. Ada 3 hal dalam hidup yang tidak pernah pasti: Kekayaan, Kejayaan, dan Mimpi.

Jadi jangan terlalu dipikirkan.

 

“Selagi masih tersisa jatah usia kita,

lakukanlah setiap KEBAIKAN sebanyak yang kita mampu lakukan.”

ESES: LAKUKAN SEKARANG!

 


𝘽𝙞𝙨𝙢𝙞𝙡𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙧𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙧𝙧𝙖𝙝𝙞𝙢. 𝙎𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙢𝙚𝙢𝙪𝙡𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙜𝙖𝙡𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧. 𝙋𝙚𝙥𝙖𝙩𝙖𝙝 𝙈𝙖𝙠𝙖𝙨𝙨𝙖𝙧 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙠𝙖𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣, “𝙎𝙖𝙖𝙩 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙣𝙖𝙢 𝙥𝙤𝙝𝙤𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 25 𝙩𝙖𝙝𝙪𝙣 𝙡𝙖𝙡𝙪. 𝙆𝙖𝙡𝙖𝙪 25 𝙩𝙖𝙝𝙪𝙣 𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣, 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙖𝙞𝙠.”

Minggu, 12 Oktober 2025

BIASAKAN BERTANYA




“BOLEHKAH BERTANYA”? 

Maka jawabannya, pasti tanya balik “APA ITU KAK”

Itulah contoh ilustrasi kebiasaan bertanya yang berarti memperjelas DUDUK MASALAH, mempersingkat jarak KOMUNIKASI dan menumbuhkan budaya dialog.

Tetapi, bilamana kita sudah berhenti bertanya, maka akibatnya adalah: kita tidak pernah MENDAPATKAN JAWABAN BARU, kitapun akan hidup sebagai PENIKMAT-NIKMAT, penyontek,pengcopy-Vaste, pengunyah-ngunyah, dan PENGULANG-ULANG JAWABAN LAMA.

Akibatnya lain dari mengandalkan jawaban-jawaban lama, maka KEHIDUPAN KITA MAKIN KERDIL, MAKIN MUDAH DIKTE,  MAKIN KETINGGALAN, DAN MAKIN KALAH.

Kalau begitu, JANGAN BERHENTI MEMBIASAKAN bertanya-tanya pada yang baik-baik, AGAR KITA MAKIN PEDULI DENGAN DIRI DAN ORANG LAIN, makin mau cerdas, makin mau kreatif, dan makin mau MENDENGAR NASEHAT-NASEHAT dari DIRI dan atau yang dari ORANG LAIN.

Sabtu, 11 Oktober 2025

ESES : CINTA & CITA

 

Masjid Al-Amin Sanrangan adalah satu-satunya yang ada dikampung ini. Terletak di lokasi strategis. Sekolah Dasar negeri Sanrangan, gunung lassang, di arah timur ada sumur Tua yang menjadi tempat menimba air untuk kebutuhan sehari-hari dan diarah selatan ada pasar Kammisi yang hanya beroperasi dihari kamis, terpampang jelas padi yang sudah menguning disawah, kambing sudah keliatan kenyang setelah digembalakan oleh pemilik nya dan jagung kuning yang siap panen dapat dilihat dari sini.


Sore ini aku sempat kan duduk di beranda masjid setelah menunaikan shalat Ashar berjamaah. Sembari merenungi dan  memikirkan ciptaan Allah SWT dengan menyaksikan burung bangau yang terbang lepas diangkasa, tiba-tiba dikejutkan suara seseorang yang memanggilku. 


"ESES..." Panggil seseorang dari belakangku yang suaranya sudah tidak asing lagi. Aku pun membalikkan tubuhku perlahan-lahan dengan memberikan senyuman hangat yang kuberikan khusus untuk nya.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 


Tidak dijawab tanda orang angkuh? Tanya lelaki itu, AI namanya lelaki itu, Ayah dan ibunya asli rakyat jelata yang melarat. 


Ia menatapku dengan tatapan mata yang berisi pengharapan. Tetapi Aku langsung mengalihkan pandangan itu dengan ucapan astagfirullah adziim. 


Aku sangat sadar sebagai akhwat bercadar  yang masih berpegang teguh pada budaya Makassar yakni Siri Na Pacce dan sekaligus tidak ingin menambah gosip-gosip yang tidak berfaedah dan juga tidak mau menambah catatan  dosa hanya karena memandang yang bukan muhrimku, "Hei, ESES.


Boleh bertanya?  Bagaimana kabarnya? Boleh lanjut?" ucapnya lagi, menyadarkan lamunanku.


"Alhamdulilah kabar baik, lanjut apa?  Bicara yang jelas! Jangan seperti orang bermain teka-teki? " Jawabku bercanda, lalu memalingkan wajahku kearah anak-anak yang sedang asyik main layang-layang di lorong Cambayya, Dusun Sanrangan, Desa Berutallasa, Kec. Biringbulu, Kabupaten Gowa.


Sekilas kulihat raut wajah AI berubah menjadi murung , putus asa dan sedih. Aku jadi serba salah dan kasihan melihatnya, serta mencoba menanyakan sesuatu padanya.


"AI, sebenarnya yang kita bicarakan ini tentang apa? Apakah ada masalah? Bicaralah! Biar semua jelas ?" Tanyaku.

AI tampak diam membisu. 


Pandangannya terlihat kosong. Isi batok kepala nya berantakan. Lidahnya seperti sudah ditebas oleh pedang saat perang. Tak lama, ia segera menarik nafas dalam-dalam. 


"ESES, bolehkah aku berbicara dari hatiku kehatimu?" .Tanya AI, yang ingin menyampaikan sesuatu melalui secarik kertas berisi curahan hati yang ia serahkan kepada ku.


 "Boleh" . Pintaku sambil menerima kertas putih yang berisi sesuatu.


 Akupun membacanya dengan rasa penasaran.


"ESES yang baik hati. Tolong lah diriku ini dengan jawaban solusimu,bukan jawaban masalah yang bertingkat-tingkat. Mengingat masalah besar yang dihadapi, apakah aku harus kehilangan mu? 


Ya, di alam dunia ini dan bahkan sampai ke alam akhirat, mungkin akulah manusia paling bodoh, paling miskin, paling jelek, paling hina, paling gila, dan paling pantas ditertawakan oleh semua manusia didunia saat ini. Lantaran telah mencintai sesosok bidadari sempurna dari penilaian hatiku, berdasarkan kajian pikiranku, apa yang ada dibatok pikiran ku dan juga menurut mataku sendiri. 


Dari alasan itulah, sebelum aku meninggalkan dunia , sebelum tubuhku masuk kedalam liang lahat dan sebelum namaku dilupakan oleh semua orang, aku ingin terlebih dahulu mengejar cinta abadi itu dengan mengungkapkan perasaan itu dari hatiku kehatimu. Agar kamu tahu isi hati ini, cuma tidak tahu harus memulai dari mana? Harus menggunakan bahasa apa agar kamu paham dan mengerti? 


Jawabannya, aku harus memulai mencari 100.000.0000 cara dan 1.000.000.000 usaha sampai akhirnya aku menemukan keberanian diri untuk mengungkapkan Bismillahirrahmanirrahim aku mencintaimu? aku berharap kamu mau menjadi pasanganku dalam hidup selamanya. Mau jadi istri sholehah ku. 


Meskipun aku sangat sadar, sangat yakin, aku memang tidak sempurna, anak orang melarat yang terbuang di kota perantauan. Tapi percayalah, sulit untuk kamu temukan hati yang insya Allah sebersih hatiku. Karena diriku sudah dicuci air mata derita sejak kecil di kota perantauan.


Maka dari itu, janganlah kecewakan hati yang ingin mendapatkan jawaban membahagiakan darimu untuk menjadikan diri ini lebih bersemangat, yang tentunya dilandasi lebih dahulu iman dan taqwa kepada Allah SWT.


Intinya, aku menunggu jawabanmu dalam waktu sekarang, sebulan, atau bahkan sampai dunia ini musnah. Kalau kamu bertanya-tanya mengapa aku menunggu jawababmu? Itu karena aku percaya dan yakin 100% bahwa insya Allah kamu adalah wanita shaleha yang selalu taat menjalankan perintah Allah dan selalu menghijabkan diri dimana saja berada.


Dan akhirnya, sambil memohon kepada Allah SWT agar merestui langkah pilihan ini, memudahkan urusan ini dan semoga kehadiranku didunia ini hanya untuk kamu. Begitupun sebaliknya, semoga kelahiranmu didunia hanya untukku agar bisa saling mengisi didalam kelebihan dan kekurangan.


Curahan hati AI rupanya dibuat dengan jiwa, bukan dengan tulisan tangan semata. Apa yang menjadi gelora perjuangan di dalam hati ditumpahkan dikertas. Dan bagi yang membacanya, tentu tersentuh jiwanya, termasuk diriku.


Betapa gemetar kedua tanganku saat membaca tulisan tersebut. Tanpa sadar air mataku tiba-tiba jatuh membasahi cadarku. Namun aku harus menanggapi curahan hatinya.


"Terima kasih. Aku bersyukur masih ada orang mencintaiku. Jangan berlebihan menilai diriku! Aku seperti yang kamu pikirkan dan kamu tidak perlu menilai dirimu seperti itu. Karena mencintai itu hal biasa, bukan dengan mencintai seseorang itu dianggap bodoh atau apalah namanya. Tapi tanya besar, mengapa kamu mencintaiku? Dan jika bertanya perasaan, aku minta maaf karena tidak punya perasaan kepadamu. Aku tidak bisa mempunyai perasaan seperti yang kamu rasakan dan sekali lagi aku minta maaf telah membuatku kecewa".Kataku disertai tetesan air mata yang menetes di pipi. Setelah lama termenung menimbang maksud curahan AI.


Tetapi entah mengapa kata-katanya sangat menyentuh hatiku. Padahal sudah sekian banyak lelaki menyatakan cinta padaku, namun baru kali ini menemukan sosok Ikhwan yang kata-katanya mampu menembus lubuk hatiku yang paling dalam.


Ya! Rasanya telah tak terhitung sudah berapa banyak orang yang sudah mengucap cinta untukku. Namun kutepis. Aku selalu mengatakan tidak ingin pacaran. Selain Pacaran melanggar hukum agama, hukum adat kebiasaan Siri Na Pacce juga sangat dijunjung tinggi di kampung ini dan pacaran juga banyak menghabiskan uang. Sedangkan aku sendiri ingin lebih fokus untuk menjalani masa madrasah Aliyah Ku, yang juga harus menyisihkan uangku untuk keperluan masuk ke perguruan tinggi. Makanya aku menanam jagung sendiri dikebunku sendiri dengan harapan agar bisa dijual ke pedagang.


Walaupun aku sangat sadar sebenar aku juga memiliki rasa lebih dengannya. Tapi apa daya, aku hanya ingin membuktikan bahwa kekuatan imanku dan SIRIKU lebih kuat daripada nafsu yang menyeringai.


Suasana hening sesaat sampai AI menepis keheningan.


"Tapi ESES, jika ini memang cita-cita besarmu. Kejarlah! Rebutlah! Kamu pantas meraih cita-cita mulia mu daripada terkorbankan hanya karena cinta. Meskipun aku sangat menyadari dirimu yang belum memiliki perasaan sama sekali pada diriku saat ini. Janganlah putuskan komunikasi! Jangan menjadi orang angkuh! Jangan biarkan perjuangan berhenti disini! Biarlah ini menjadi menjadi gelora perjuangan dari  seorang calon imammu kepada calon Makmunku. Tidak ada kata mundur mencintaimu! Mencintaimu adalah amanah hati. Semua yang diperjuangkan sepenuh hati berawal dari niat Bismillahirrahmanirrahim. Semua yang dimulai dari niat BismillaBismillahirrahmanirrahim tidak pernah berhenti ditengah-tengah.” Lanjutnya menghentakkanku.


Seakan-akan kata-katanya berubah menjadi siraman rohani yang begitu mudah masuk kedalam sanubariku. Jarang sekali ia berucap bagai malaikat seperti ini. Atau mungkin memang aku belum terlalu dalam mengenalnya.


Kutengadahkan pandanganku kelangit mencari, sisa cahaya senja yang masih menyelimuti langit sore ini. Kicauan burung pun mulai bersahut-sahutan menyambut datangnya petang. Sungguh  indah ciptaanmu, ya Allah. Sama indahnya seperti kau menciptakan manusia yang hidup berpasangan.


“AI, setiap orang mempunyai cita-cita yang pasti orang tersebut ingin berani mewjudkannya. Tidak ada satu orang pun yang membiarkan cita-citanya terhapus oleh ombak dan terbawa arus lautan. Aku yakin kamu pun begitu. Kemudian maaf sebelumnya, aku sarankan jangan terlalu berharap! Walaupun berusaha bagaimana? Kalau memang aku tidak buka pintu, kamu tidak akan bisa masuk. Karena saat ini yang aku pikirkan hanya sekolahku yang tidak lama lagi akan lanjut kuliah dan juga saat ini yang aku pikirkan hanya masa depanku. Tetapi bilamana Allah SWT menakdirkan kita berjodoh, pasti suatu saat nanti kita akan dipertemuanoleh-Nya dengan cara apapun. AI, aku sangat percaya itu!”. Ucapku mengakhiri perbincanganyang terjadisekitar Tahun 2016 yang lalu. Ya! Aku masih ingat, bahkan detail gerakannya pun masih terlukis indah dimemoriku. Baju gamis dan celana cingkrang yang dia pakai saat itu dan senyumannya seakan tak akanpernah terhapus termakan oleh waktu. Ya aku merindukannya.


Aku merindukannya. Mengapa aku masih saja memikirkannya? Mengapa hatiku masih teringat pada namanya? Padahal aku sudah tidak tahu lagi, apakah hatinya masih menarik bagiku? Bahkan pada ketulusan dengan Allah mungkin sudah tidak menarik lagi hatinya.


Ya Allah seandainya ini lebih baik bagiku, perintahkanlah malaikat pencabut nyawa untuk mencabut nyawaku sekarang juga. Agar hidupku tidak lagi tersiksa karena beratnya penderitaan rindu dan cinta yang kurasakan Tuhan. Tetapi jika seandainyamati lebih baik bagiku ya Allah, siapakah kelak yang akan menjadi jodoh akhiratku di alam sana?atau jika memangmasih ada sia-sia puing umurku didunia ini ya Allah, lalu siapakah pasangan hidupku salam didunia.


Demi kebesaranmu ya Allah, sungguh aku tidak sanggup menanggung dosa rindu kepada orang kucintai ini. Sungguh aku tidak apa yang telah terjadi pada dirikuyang merasasudah dikuasai oleh gelombang sihir rindu dan cinta. Wahai orang yang pernah mengungkapkan cinta karena Allah kepadaku, apa yang telah kamu perbuat pada hatiku? Hingga hatiku tak dapat melupakanmu.

                                             *********************


Petang mulai datang menyambar. Semilir anginyang mulai dingin semakin menusuk hatiku. Entah mengapa, petang selalu melukiskan kecerian yang diliputi kesedihan. Sedih karena sang raja siang telah pergi bersama cahaya indahnya dan bulan yang selalu menjadi primadona malam. Dan mungkin karena petang mempunyai kenangan tersendiri bagiku.


Kubentangkan sajadah kearah kiblat-Nya dan memulai shalat Magrib ini dengan penuh kekhusyukan, demi mengharap ridho dan rahmat-Nya. Hatiku terasa lebih damai daripada sebelumnya, sungguh rahmat yang luar biasatelah kurasakan kini, kuangkat kedua tanganku dengan penuh pengharapan.


“Ya Allah…. Terimakasih atas rahmat dan kasih sayang-Mu yang telah kau curah limpahkan kepada hamba ini. Ya Rabb, engkaulah dzat yang maha mengetahui segalanya. Engkau pun tahu, siapakah calon imam yang memimpin keluarga hamba nanti. Apakah ia ya Rabb? Yang selalu datang menyusup melewati rongga-rongga kesepian hati? Aku hanya berharap dan tidak boleh ada kata jangan terlalu berharap! Namaun jangan biarkan cinta ini terlalu dalam padanya. Tetapi sesungguhnya engkaulah yang maha tahu siapa yang terbaikuntuk hamba. Siapapun ia, jagalah dia selalu. Sempurnakanlah akhlaknya, agar bias menuntun hamba menuju surge-Mu nanti. Aamiin”.


Kutapaki kaki diatas jalan yang telah dijemur seharian oleh terik matahari. Menyusuri jalan yang penuh kebisingan dari suara kendaraan yang sedang berlalu lalang.


Semilir angin sejuk menemani yang sedan duduk terpaku bsendiri dibawah pohon yang ada dikaki Gunung Lassang. Ya! Terpaku dalam kesendirian yang semakin menyesakkan dada. Langsung kuambil hanphoneku untuk menulis di blogku yang berjudul, ."Berani Melawan Takdir". Makna dari blog ini, aku berpendapat bahwa, PEMENANG TIDAK BERHENTI MELAWAN TAKDIR DAN ORANG YANG BERHENTI MELAWAN TAKDIR TIDAK PERNAH MENJADI PEMENANG


Selanjutnya aku menulis diblogku tentang "Don't hope too much!" .


Adapun isi blogku yaitu, 

Tidak ada kata "Jangan terlalu berharap!" . Tidak ada kata jangan terlalu berharap untuk meraih kebahagiaan. Tidak ada kata jangan terlalu berharap untuk prestasi dan keberhasilan. Tidak ada kata "Don't hope too much!" . Tidak ada kata untuk melihat kebelakang, dan tidak ada kata berhenti berusaha untuk mewujudkan impian, kemenangan, dan kebahagiaan.


Itu berarti "Don't hope too much!" adalah tekad, semangat, kemauan yang pantang menyerah dalam mengejar tujuan, bahkan "Don't hope too much!" adalah strategi yang digunakan untuk fokus pada hasil bukan pada proses, sehingga "Don't hope too much!" menjadi bahan bakar untuk mendorong kinerja tanpa lelah untuk menggapai impian dan kemenangan, serta akan menjadi dorongan untuk memacah dan mengubah masalah menjadi solusi untuk menemukan alternatif dan menjadikan tantangan, ancaman, dan halangan sebagai peluang.


Makna lain dari kata "Don't hope too much!" adalah tidak ada kata menyerah dalam berusaha menggapai impian dan kemenangan. Karena "Don't hope too much!" adalah keyakinan yang bisa merubah kenyataan pahit, yang sedih menjadi energi kemenangan dan prestasi.


Kalau begitu, "Don't hope too much!" harus menjadi prinsip dalam bersaing untuk memenangkan pertarungan, sehingga tidak boleh menjadi salah satu, tapi harus menjadi satu-satunya, agar menjadi pemenang.


Makanya, pemenang tidak mengenal kata "jangan terlalu berharap", arti dalam Bahasa Inggris, "Don't hope too much!". Untuk terus menjadi pemenang, seorang petarung harus bertarung, kalau tidak, kekalahan menjadi penggantinya, dan satu-satunya cara agar dapat diposisi puncak seseorang haruslah terus meningkatkan kemampuannya dengan terus belajar dari sekarang.


Dan harus di ingat bahwa pemenang selalu bersyukur, bekerja keras, dan selalu berharap yang baik-baik untuk mengalahkan lawan dan orang yang berhenti berharap  tidak akan pernah menjadi pemenang.


Ayo terus gunakan kekuatan iman untuk meruntuhkan ejekan kata " jangan terlalu berharap" dengan mau mengalahkan kemalasan, kebodohan, kemiskinan, penindasan, godaan iblis, kesusahan, kesedihan , kejengkelan dan masih banyak lagi musuh yang harus dilawan dan dikalahkan.


Itulah isi blogku , dan diblogku juga  kurangkai kata-kata rindu, rindu sosok lelaki yanga akan menjadi imamku kelak. Ingin cepat rasanya bertemu dengannya. 


Ya Allah sabarkanlah hati hamba ini. Hamba yakin dan percaya kau pasti punya cara terbaik untuk mempertemukan hambanya.


Tak lama kututup akun blogku. Kupandangi kambing yang asyik makan rumput yang sesekali mengibas ekornya sendiri. Aku tersenyum memandangnya. Tapi kusadari, sosok lelaki yang sepertinya tidak asing lagi duduk disamping ku yang jaraknya kurang lebih 10 meter. 


Entah sejak kapan ia berada disitu. Apakah ia mendengar curhatan hatiku pada sang sang khalik yang kutulis melalui blog. Apakah ia mengetahui isi hatiku? Ah sudahlahm, lagi pula ia tidak ada urusan denganku. Tapi siapakah ia? Seperti aku sangat mengenalnya.


Aku masih mencoba mengingat wajahnya dibalik cadarku sambil terus memperhatikan ia yang sedari tadi diam, menatap layar hanphone sambil membaca Al-qur’an yang ada dalam layar handphone yang ia genggam erat.


Ingin rasanya kusapa, ia masih terpaku. Tapi nampaknya nyali ini lebih kecil daripada inginku “ a…a…a…payah!


Mengapa lidah menjadi kaku sekaku kanebo? Mulutku seperti terkunci oleh gembok yang begitu kuat. Entah mengapa detak jantungku berubah, berdetak lebih kencang daripada sebelumnya.


 Ternyata yang berada disampingku sejak tadi ia adalah AI. 


Oh! Sosok yang tak pernah kupikir akan berjumpa lagi, sosok yang selama ini kurindukan, sosok yang selama ini kuimpikan menjadi imam dalam keluargaku. Aku tak percaya dapat bertemu kembali.


“ESES”

“AI”


“ESES, apa betul ini kamu yang biasa pakai cadar?


“Ya aku ini ESES, teman Sekolah dasar kamu AI di SDN Sanrangan, yang di Dusun Sanrangan,Desa Berutallasa,Kecamatan Biringbulu,Kabupaten Gowa”


“ESES, aku tak menyangka dapat bertemu kembali lagi. ESES yang kekenal dulu sebagai keluargayang berasal dari keluarga yang taat beragam islam, sopan santun dan ramah kepada semua orang. ESES juga sudah istiqamah sejak kecil memakai cadar dan aku sungguh tak menyangka dapat bertemu kembali di kaki Gunung Lassang ini’. Ucap AI dengan mempelihatkan wajah yang mudah tersenyum ramah, sama seperti ketika aku masih sama-sama duduk disekolah dasar dikampung ini dan kini ia sudah tahfidz 30 juz Al-qur’an , banyak hafal hadist dan sudah memiliki perusahaan dibawah bendera "GRUP ESES", perusahaan yang bernama ESES Corporation,  bergerak dibidang percetakan, makan, minuman, dan sebagainya. 


“Aku juga AI. Ini seperti mimpi”, seakan ini lamunanku. Balasku, mimpi dan lamunan yang menjadi nyata, lanjutku dalam hati.


Aku dan AI masih meneruskan perbincangan tentang asal-muasal nama merek perusahaan “ESES” milik AI yang terinspirasi dari namaku. Tapi perbincangan yang kulakuakn bersama AI tidak melakuakan perbuatan yang melanggar dengan cara berdekatan. Karena jarak antara kami berdua, kira-kira kurang lebih 10 meter. Namun malam lebih cepat datang menyapa .


Aku mengakhiri secepatnya perbincangan itu, takut akan menjadi fitnah jika hari sudah malam masih berbincang yang bukan muhrim , takut ada fitnah yang tidak berdasarkan fakta dan kami pun berjanji besok akan bertemu kembali di Lantaka yang menjadi tempat rekreasi bagi pemuda-pemudi didesa ini dan sekaligus menjadi salah satu tempat mencari jaringan signal untuk internetan, untuk main Facebook, mau kirim email dan sebagainya.

                                      *********************


Suasaan sore ini, aku sudah berada di Lantaka yang menjadi lokasi kesepakatan bersama untuk melanjutkan pertemuan yang kemarin. Tapi , mengapa AI belum juga datang? Apakah ia lupa? Padahal aku sudah 4  jam lamanya . tidak biasanya AI seperti ini kalau dia berjanji, telat datang disuatu perjanjian.


Dengan hati yang begitu kecewa, akhirnya akupun meninggalkan lokasi yang menjadi tempat pertemuan. Karena sebentar lagi adzan magrib akan berkumandang, memenuhi isi ruang perut bumi ini.


Sebelum melaju motor bututku, melaju kencang lebih jauh, aku sempatkan menengok kebelakang. 


Siapa tahu AI sudah ada disana. Tapi sewaktu aku melempar pandanganku kearah sana-sini tempat duduk di Lantaka, sudah tidak ada seorangpun disana.


Bahkan petani jagung yang ada didesa ini yang biasa masih berlalu lalang pun tidak ada.


Di area lantaka tampak seperti tidak berpenghuni, seperti kuburan yang sudah sunyi senyap, hanya suara jangkrik dan kodok yang sesekali terdengar. 


Dan akhirnya, aku melaju kencangkan motor bututku yang sempat terhenti tadi. Sambil mencoba menghilangkan pikiran negatif yang semakin memenjara batok akal sehatku.

 

*********************


“Maaf ESES, kemarin aku tidak bias datang. Aku benar-benar ada urusan penting, jadi tidak sempat mengabarimu lewat akun messenger facebookmu, lewat WhatsApp mu dan atau lewat nomor kontakmu. Apa kamu marah, kecewa dan sedih?


 Aku hanya berdehem pelan sambil menampakkan senyum dihadapannya, meskipun itu tidak terlihat dibalik cadarku. Sebetulnya aku begitu kecewa atas kejadian kemarin. Tapi apa boleh buat, aku hanya ingin mengambil pelajaran dari setiap kejadian.


“Oh iya ESES, sebenarnya ada sesuatu hal yang aku mau katakan padamu”.


 Ucap AI dengan nada sedikit menaik dan Memandang kosong batu-batuan hitam yang ada di sekitar Lantaka.


“Apa itu?” Tanyaku cepat.


“Lusa, aku akan melangsungkan akad nikah”. Jawab AI datar seolah tak percaya akan kalimat yang baru ia ucap. Mimpi-mimpiku dan angan-anganku seakan hancur lebur seketika, sepenggal asa yang kupunya juga perlahan menjauhi harapanku dan impian ku. Aku tidak mengerti, mengapa takdir harus berkata seperti itu dan ini? 


Sungguh berbanding sangat terbalik dengan semua mimpi-mimpi dan angan-angan yang telah ku ukir sempurna.


 Tetapi ada yang aneh dan tidak masuk akal, aku sama sekali tidak melihat wajah senang dan bahagianya. 


Yang biasa terpampang jika setiap orang akan melakukan suatu upacara yang sangat suci sehidup semati. 


Betul, ya pernikahan. Entah ini hanya pikiranku atau memang benar apa adanya.


“Selamat ya AI”. Ucapku begitu berat tanpa sedikitpun memandangnya.


“Mengapa kamu mengucapkan kalimat selamat padaku?”.


 Tanya AI yang sungguh aku tak mengerti apa maksud dari pertanyaan itu.


“Maksudnya?”

“Ya, Bukankah kamu juga  memiliki rasa lebih sama dengan aku? Aku pun begitu ESES. Aku benar-benar tidak tahu, mengapa harus ada perjodohan yang seperti ini, yang seakan menjadi pemisah cinta yang selama ini kuperjuangkan hanya untuk dirimu sendiri”. AI berkata serius.


 Wajahnya pun bergurat dengan perasaan bingung bercampur cemas. Menyiratkan hatinya sedang gusar tak menentu.


Aku malah menatapnya bingung, mencoba mencerna setiap yang keluar dari bibirnya. Apa mungkin, AI masih menyimpan rasa di peristiwa tahun 2016 yang lalu kutinggal pergi?


“Apa kamu  …?

“Ya! Aku masih mencintaimu dan tidak akan mencintai orang lain selama kamu masih hidup.Katakanlah satu kata paling pahit yang bisa kamu ucapkan sesukamu. 


Jika aku mencintaimu hanya membuatmu semakin menjauh dari Allah, maka hinakanlah diriku ini dengan hinaan yang paling biasa kamu lontarkan dimana saja , atau bilamana cintaku padamu hanya membuatmu seolah meninggalkan agama islammu, maka tutuplah hatimu serapat-rapatnya. 


Tetapi, jika aku mencintaimu karena Allah sebagai bentuk penyempurnaan dalam agama islamku dan agama islammu pada Allah dan sekaligus untuk sama-sama menjaga kehormatanmu dan kehormatanku pada manusia dan iblis dari godaan yang ada.


 Ingalah selalu, jika tujuan utamanya aku mencintaimu karena ingin membawamu pada keduduka yang baik dihadapan Allah dan juga ingin menjadikan dirimu sebagai ibu bagi anak shaleh dan shalehaku kelak. 


Jadi, jangan kamu palingkan wajahmu dariku, jangan kamu tutupi hatimu untukku, jangan kamu campakkan diriku begitu saja dan jangan kamu sia-sia diriku yang sudah berkata jujur. Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah, bukan karena hartamu, wajahmu, garis keturunanmu, tapi sekali lagi karena Allah, agamamu dan bahkan rasa ini tak berkurang sedikitpun dari perjalanan yang telah memisahkan kita”. Kata-kataku yang sempat dipotong olehnya. Tapi ia akan seakan menjadi menjadi peramal yang mampu mengetahui maksud dari pertanyaan itu walau sempat ku ucapkan.


“Tapi AI, kamu sudah dijodohkan dengan wanita lain yang mungkin lebih baik untuk keluargamu dan masa depan hidumu”.


“tidak”. Jawanya begitu cepat hingga hampir memotong kata-kataku lagi.


“Bagiku, kamulah yang paling tepat untukku dan masa depanku, ESES”. Lanjutnya.


“AI sudahlah. Jangan buang-buang waktu lagi! Semakin lama masalahnya akan semakin rumit. Hidup itu realistis bukan khayalan. Mungkin cara Allah memberitahukan kita bahwa sebenarnya kita….tidak berjodoh”. Ucapku pasrah dengan takdir yang sudah terlanjut membalikkan mimpi cintaku.


“ESES, mengapa kamu secepat ini berubah? Buanglah pikiran negatifmu! Benarkah kamu tidak merasakan dan tidak melihat, bahwa ini suatu cobaan yang sengaja Allah datangkan untuk menguji kekuatan cinta dan menguji kekuatan iman seseorang dengan suatu pernikahanyang begitu sakral?”. Tanyaku yang aku sendiripun tidak tahu, darimana kata itu berasal.


“Tapi ESES…”. Kata-kata tersengat kembali, mungkin otaknya sedang berpikir keras untuk menemukan jawaban itu.


“sekali lagi sudahlah, AI. Jangan sampai lebih kupermalukan dirimu. Karena berbicara menerima atau menolak, walaupun kamu misalnya datang kerumah melamarku. Aku berhak menolak dan menerima yang datang kerumah itu adalah hakku tidak ada yang bisa mengganggu gugat, dalam islam walaupun laki-laki itu shaleh kalaupun perempuan itu tidak suka, maka tidak bias baginya. Tataplah kedepan! Lihatlah! Pasti disana aka suara dan cahaya yang menuntunmu menuju kebahagian. Ikutilah perkataan umi mu dan abi mu! Ingatlah ridho Allah bergantung pada ridho orang tua? Ya, aku sarankan janganlah terlalu dipikirkan itu! Karena punya keputusan tersendiri dan kalau bagi aku tidak ada masalah, aku mau ambil keputusan apapun itu hakku, tapi yang aku khawatirkan kamu dan keluargamu. Jangan sampai kecewa, aku Cuma mau jaga silahturahmi dan atau ini mungkin jawaban dari penantian dan penantianmu selama ini”. Jelasku panjang kali lebar.


Entah mengapa aku bisa setegar itu mengucap semuanya pada AI. Padahal jauh dilubuk hatiku, didalam mimpiku, aku begitu rapuh.


Apakah aku sudah menjadi orang ahli munafik, orang yang mudah berbohong kepada perasaan dan pikiranku sendiri ? apakah aku yang selalu bermimpi, karena  takut menghadapi realita dan tidak berani melawan takdir yang ada? Ya Allah maafkanlah hambamu ini yang tak sanggup menjalani takdir telah kau tetapkan. 

                                           *********************


Pagi ini dengan langkah yang begitu kaku dan berat, aku sempatkan untuk datang ke acara akad nikah AI dan IA  .


 Ya, namanya IA. Potret gadis yang kelak akan menjadi istri AI. Nama panggilan IA yang begitu indah dan hamper mirip nama AI yang jadi calon suami nya kelak.


 Begitupun ketika aku melihat foto bercadar yang ditunjukkan oleh AI. Sosoknya begitu sempurna. Terlebih karena murni anak karaeng  dan ia juga orang kaya, terkenal, punya banyak ladang jagung, memiliki puluhan ekor kambing hasil ternaknya sendiri. Hebatkan? Tidak salah lagi, orang tua memilih IA untuk menjadi pendamping hidup AI yang sekampungnya sendiri. Namun ayah IA merantau ke Malaysia sejak tahun 2015.


Tidak teras waktu berlalu begitu cepat, kulalui dengan sia-sia. Menunggu seseorang bertahun-tahun yang pada akhirnya menjadi milik orang lain. Tapi apa daya, aku tidak berani melawan takdir.


 Aku selalu berkata, kalau Allah menakdirkan seperti itu, itulah yang terbaik. Aku hanya dapat mengikhlaskan dia, aku hanya mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim dengan mengedepankan berpikir yang baik-baik. 


 Ya Allah, engkaulah yang paling tahu siapa jodoh yang terbaik untuk hamba. Kuserahkan masalah jodohku, hidupku, rejeki, dan matiku hanya padamu ya Allah.


Detak jam terus berputar, hari terus berganti kebulan, Dari bulan berganti ketahun.


 Aku pun telah duduk disini menyaksikan AI yang akan mempersunting wanita lain dan itu bukan aku. Aku harus ikhlas, aku harus sabar, aku harus bersyukur karena masih bisa merasakan nikmat nya hidup, aku harus memiliki kekuatan iman dan aku harus tegar.


Tiba-tiba ada suara hanphone berdering. Tampaknya itu suara handphone milik AI.


Dengan sigap, AI mengangkat panggilan itu dengan suara lembutnya.


Aku tidak tahu, apakah yang baru ia bicarakan barusan. Yang aku tahu, raut wajahnya berubah seketika. Seperti baru saja mendengar kabar buruk.


Dugaanku tepat. Ya, IA mengalami kecelakan. mobil dari daerah Donggala , Manado yang dikemudikan langsung oleh Daeng Baha Lija, Ayah nya Andi Anwar, mengalami Kecelakaan ini terjadi akibat gempa dan tsunami di  Provinsi Sulawesi-Tengah. 


Mobil itu mengalam kecelakaan saat melakukan perjalanan kesini. Aku ikut AI dan rombongannya untuk menjenguk IA yang dibawa langsung kerumah sakit yang ada di kota Makassar. 


Baru kali ini aku melihat wajah AI untuk pertama kalinya. Tapi sayang, aku melihat wajahnya ketika nyawanya telah diambil oleh sang maha kuasa.


 Aku tidak tahu pasti kejadian sebenarnya, aku hanya tahu, ia mengalami pendarahan besar diotaknya yang mengakibatkan nyawanya tidak dapat ditolong kembali.

 

Semua orang yang ada disini telah larut dalam kesedihan. Bagaimana tidak? Ia meninggal ketika hendak melangsungkan pernikahan. Dan pernikahanitu sendiri adalah momen sakral, waktu yang paling ditunggu-tunggu oleh umat manusia karena hanya dilakukan sekali seumur hidup.


 Begitu suci dan salah satu sunnah nabi Muhammad SAW. Tapi lagi-lagi ini telah menjadi garis Takdir-Nya.


 Manusia tidak dapat mengubah takdir, manusia hanya bisa menerimanya dengan hati yang ikhlas.


 Wajah AI pun terlihat terlihat begitu cemas, lelah dan sedih. Mungkin ia masih belum bisa menerima kepergian calon istrinya itu.


Aku mencoba   menghampiri AI". Sabar ya AI. Disetiap kejadian pasti ada hikmanya dan semoga semua akan berganti dengan yang lebih baik". Ucapku


"Iya ESES. Aku tahu dibalik kepedihan pasti ada kebahagiaan yang terkandung di dalamnya.


Ya aku tidak mengerti, mengapa takdir mengalihkan jalan cintaku" balasnya masih dengan wajah imutnya.


"AI , kamu tidak boleh Buruk  sangka sama Allah, kamu harus memiliki kekuatan yakin dan percaya, bahwa Allah telah menyusun yang paling indah untukmu"


"Ya aku harus memiliki kekuatan yakin dan percaya! Terima kasih ESES, telah meyakinkanku". Ucap AI dengan senyum lebar dan hangat .


*********************


Langit telah memperlihatkan pesona dari siang yang dapat menyilaukan mata. Burung bangau berterbangan membentuk suatu formasi yang begitu indah. Angin pun tidak henti-hentinya berhembus untuk membawa segenggam udara segar. 


Semuanya bertasbih. Memuji keagungan Allah SWT yang telah mereka semua dengan keajaibannya.


Entah mengapa hari hari-hari terakhir ini, aku dekat dengan AI diacara kegiatan Musyabaqah Tilawatil Qur'an yang dilaksanakan oleh organisasi daerah atau Organda. 


organisasi yang ada dikampung bernama Kerukunan Keluarga Berutallasa disingkat (KKB) Gowa. 


Pertemuan di Musyabaqah Tilawatil Qur'an  ini seolah menggambarkan mimpi-mimpi yang dulu itu pun seakan terjahit kembali dengan sisa-sisa benang lalu yang mulai rapuh. Aku tidak tahu, rencana apa yang sedang disusun sang khalik terhadap jalan cintaku. Aku hanya bisa memasrahkan semua ini pada-Nya.


"ESES, bagaimana kabar kuliahmu? . Tanya AI yang sedang duduk di atas batu yang ada dibibir sungai salari bersama denganku dan teman-teman panitia pelaksana Musyabaqah Tilawah Qur'an (MTQ)  yang sedang rekreasi sekaligus untuk pembubaran panitia.


"Alhamdulillah baik. Kamu sendiri bagaimana? Balasku


"Alhamdulillah aku juga baik. Em... Apa kamu tidak keberatan jika aku mengucapkan bismillah aku mencintaimu dengan tujuan untuk memulai kisah cinta dari awal?


Aku hanya mengangguk pelan . Rasanya kekuatan mimpi-mimpiku dan kekuatan imanku semakin kuat menjadi nyata. Ya Rabb inikah jalan takdirmu untukku? Sungguh aku tak menyangka begitu indah jalan takdirmu.


Kini aku dan AI telah ta'aruf setelah sekian lama sama-sama menunggu kaliah kami berdua selesai. 


Dan Jum'at tanggal 30 Agustus 2019, esok di Masjid Al-Amin Sanrangan kami akan melangsungkan akad pernikahan dengan mahar merek dari perusahaan ESES sebagai bukti perjuangan Cinta dan Cita-cita. 


Ya, momen yang paling aku tunggu-tunggu sepanjang hidupku.


 Kekuatan kepercayaan dan kekuatan impianku menjadi nyata. Selama ini, tenyata Allah selalu mendengar do'a-doaku.


 Terimakasih ya Rabb atas semua ini. Maafkan hamba karena sempat berputus asa atas jalan takdir yang telah Engkau tetapkan. Tapi ternyata, dibalik itu semua Engkau telah menyiapkan kejutan indah bagi hambamu. 

*********************

Senin, 22 September 2025

MALAS ADALAH SUMBER TERBESAR KEMISKINAN DAN KEGAGALAN

 


Bendera HMI, Buku Manusia Makassar, Buku Filsafat Siri Na Pacce, buku Akuntansi, Al-Qur'an dan di dinding ada tulisan, "MALAS ADALAH SUMBER TERBESAR KEMISKINAN DAN KEGAGALAN".

Disini terlihat anak kost berjuang mencari jejak untuk masa depan yang lebih baik. Meskipun anak kost adalah orang yang jauh dari kampung halaman, makan kadang seadanya, semua penyampaian kabar ke orang tua harus baik, biaya hidup dicukup - cukupkan agar orang tua tidak resah dan gelisah dikampung yang itu lagi tanam padi. 

Tetapi bagi anak kost, semua harus dijalani agar bisa mengubah hidup susah, yang selama ini telah menjadi suratan .

Tinggal di rumah orang yang di bayar, tidur dalam kamar yang beralaskan tikar, berbantalkan dari alas tangan yang tegar dan terkadang menangis demi menahan lapar .

Jadi, begitulah perjuangan anak kos   yang tidak pernah berakhir. Laksana gelombang yang datang bergilir dan

laksana embun di pagi hari yang terus mengalir.

Ya, memang susah untuk menjadi orang yang cerdas, sukses dan bahagia. Karena harus menderita seorang diri dalam belajar yang bagaikan membaca sehelai kertas sambil berlayar  dan atau bagaikan bertanam mawar di hamparan pasir yang lebar, seakan semua itu mustahil untuk dikejar.

Meski pahit banyak dirasakan,  rasa semangat anak kost tidak akan tergoyahkan, meski badai topan yang datang mengoda untuk berhenti berjalan dan demi mengenang orang tua yang hanya tinggal tulung pembalut badan .

Dan sekali lagi, cinta dan cita-cita besar yang ingin diwujudkan oleh anak kost adalah mengharapkan hidup yang tidak lagi di hina orang lain, supaya tidak dikatakan orang yang miskin gairah, miskin input, miskin gagasan, miskin ibadah, miskin hati dan atau supaya tidak dikatakan orang yang miskin harta.

Terakhir yang harus dipahami sebagai anak kost bahwa  ESES  juga Empat Pilar Hebat , diantara:

1. 📘 E= ducational Quotient

Cerdas dalam ilmu, haus dalam pengetahuan.

2. 🕊️ S= piritual Quotient

Luhur dalam akhlak, damai dalam jiwa.

3. 🚀 E= ntrepreneurship Quotient

Kreatif dalam karya, berani dalam berinovasi.

4. 🤝 S= ocial Quotient

Hangat dalam pergaulan, kuat dalam empati.

Hebat itu tumbuh dari keseimbangan:

Nalari, hati, aksi, dan relasi.

MANUSIA PERANTAU MAKASSAR

 


Sejenak merenungi diri kita sebagai MANUSIA MAKASSAR , MANUSIA PERANTAU, atau memikirkan diri kita sebagai MAHASISWA yang SANGAT jauh merantau dari kampung halaman, tinggal di kota keramaian, hidup bergaya seperti orang yang sangat kaya di perantauan, sekali pergi habis ratusan ribu, sekali makan kena ratusan ribu. 


Pernahkah saat kita menghabiskan uang yang begitu banyak untuk SEKEDAR KESENANGAN, demi biar dikatain "INILAH ANAK GAUL", INILAH ANAK PUNK, INILAH ANAK KALUMANNYANG atau Inilah anak orang kaya".


Apakah ada waktu kita UNTUK memikirkan KELUARGA yang ada di kampung halaman atau Manusia Makassar menyebutnya KAMPONGA?


Pernahkah kita juga pikirkan berapa penghasilan orang tua kita yang kerjanya cuma petani miskin yang melarat , dalam sehari saja kita pikiran kan dengan membandingkan banyaknya pengeluaran kita sekali jalan? Pernahkah kita pikirkan apa yang orang tua makan saat kita makan di restoran mewah? Supaya orang berkata "JEKAJI TAU PORE ATAU INILAH ORANG HEBAT"


Apakah kita malu jadi orang miskin sehingga kita berpura-pura jadi orang kaya di perantauan ini? Bukankah kita tidak ingin menyangkal bahwa orang tua kita yang hidup dikampung tak seenak hidup kita di perantauan ? 


INGAT TUJUAN KITA DIPERANTAUAN INI! . Mengapa harus mudah terpengaruh ajakan yang membuat kita lupa siapa sebenarnya diri kita, yang membuat kita jauh dari tujuan dan cita-cita semula, yang membuat kita lupa kepada Allah, yang membuat kita mudah bergaul dengan sabu-sabu, free seks, minuman keras dan sejenisnya. 


Yang membuat kita membohongi diri kita sendiri dan berpura-pura jadi orang lain, hanya karena demi mengikuti zaman penuh kehura-huraan, dengan melupakan ajaran agama islam , lupa nasehat orang tua, dan lupa kearifan lokal yang berlandaskan genius culture. Bukannya kita iri atau tidak bisa seperti orang lain . 


Tetapi harus kita sadari secepatnya, bahwa kita masih tahu batas, tahu batas perintah dan larangan agama, batas etika, dan batasan yang bermanfaat dan yang merugikan . Marilah kita hidup sederhana yang tidak akan membuat kita mati, tetapi perbuatan itu sebagai syukur atas perjuangan kita ditanah rantauan. 


Ingat, BAHAGIA ITU BUKAN SYUKUR, TETAPI SYUKURLAH YANG MEMBUAT KITA BAHAGIA. Dan ayo Kejar dan capailah dulu tujuaan utama atau cita-cita besar kita di tanah perantauan ini . Kelak kita sukses dan kaya, kita bisa ajak orang tua kita merasakan kesenangan itu. Karena cita-cita kita itu bukan untuk kepentingan kita sendiri, tetapi harus bermanfaat bagi diri, orang lain, bagi agama islam dan bangsa, atau dunia kalau bisa.


Kalau Begitu, jadilah kita MANUSIA PERANTAU. Apakah alasan kita merantau karena mencari ilmu, harta, tahta, wanita, atau alasan lainya? Tetapi yang pasti MANUSIA PERANTAU MAKASSAR itu tidak akan BALIK KEKAMPUNG JIKA TUJUAN DAN CITA-CITA BESARNYA BELUM TERWUJUD. 


Karena prinsipnya MANUSIA PERANTAU MAKASSAR, "bajikangngangi matea ri kampong'na tau nikanre gallang-gallang na lammotereka rikamponga tena angerang assele", artinya lebih baik mati dikampung orang dimakan cacing daripada pulang kekampung tanpa membawa hasil. 


Ingat itu ESES , hadirkan the power of Faith! Tidak ada proses, Tidak sukses. Hadapi itu dengan tenang, senang dan Insyaallah pada akhirnya akan menang. 


Tappa laloki Mae ritappaka, percayalah pada kepada kepercayaan!


Dan terakhir, ingatlah selalu Pesan leluhur ORANG MAKASSAR. 

"Tena nia takkulle, assala' erojaki a'kareso",

Arti dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia, "Tidak ada yang tidak bisa, asalkan kita mau berusaha". 

Minggu, 21 September 2025

Sante Mako, Teako Rapa - Rapai!

 


Tanda orang baik Itu mungkin salah satunya " Tena Rapa-Rapa" . "Tena Rapa-Rapa" Berasal Dari Bahasa Makassar, Yang Jika Di Terjemahan Dalam Bahasa Indonesia, "Tidak Tergesa-Gesa" . Sante Mako Nah! Artinya: Eh Kamu Santai Aja kaleee..

Ya, Ketika Situasi Dan Kondisi Tidak Bersahabat, Apakah Kamu Harus Mengeluh, Marah, Bertindak Tanpa Perhitungan Dan Berbuat Ceroboh? Tentu Itu Bukan Pilihan Orang Cerdas.

Pilihan Orang Cerdas Itu, harus Mengusai Dirimu, Tidak Gegabah Dan Selalu Berbuat Dengan Perhitungan Yang Matang. Orang Yang Panik Mudah Berbuat Kesalahan, mudah Menyalahkan Orang Lain Dan Mudah Sekali Menyerah Terhadap Situasi Dan Kondisi.


Kalau Begitu, Tata Dirimu Dengan Mengusai Pikiran, Tindakan, Tulisan, Dan Ucapanmu. Jika Semua Itu Tertata Dengan Baik, Niscaya Akan Mendatangkan Pengaruh Dan Faedah Dalam Hidupmu. Bismillahirrahmanirrahim ! Hadirkan semangat 25 Oktober 1991 dan semangat 25 Oktober 2025 . Seimbangkan Hubungan Baikmu Sama Allah Dan Sesama Manusia.