Mengapa pepatah Bahasa Makassar ini mengatakan "Berperahu di atas tanah?"
Di syair tua ini kita diingatkan agar berhati-hati berperahu tapi mengapa di atas tanah? Mengapa pula tenggelam dan tersedak debu?
Tafsiran sederhananya adalah hidup ini tak lain adalah pelayaran panjang (kehidupan yang dilalui penuh tantangan, cobaan, penantian, dan perjuangan layaknya sebuah pelayaran, serta memiliki tujuan). Kita dituntut menjadi pelaut ulung (orang yang sukses, sejahtera, berhasil). Pelaut yang gagal akan tenggelam dan binasa oleh tipu daya dan gemerlap dunia.


