Jumat, 13 Maret 2026

𝚂𝚒𝚙𝚊𝚌𝚌𝚒𝚗𝚒𝚔𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚘𝚖𝚘-𝚕𝚘𝚖𝚘, 𝚝𝚊𝚜𝚒𝚙𝚊𝚌𝚌𝚒𝚗𝚒𝚔𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚞𝚔𝚔𝚊𝚛𝚊





Di zaman yang serba cepat ini, orang berlomba terlihat paling hebat. Pamer harta, pamer kuasa, seolah dunia ini panggung lomba siapa paling kuat.


Padahal leluhur manusia Makassar

telah lama berpesan:


“𝚂𝚒𝚙𝚊𝚌𝚌𝚒𝚗𝚒𝚔𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚘𝚖𝚘-𝚕𝚘𝚖𝚘, 𝚝𝚊𝚜𝚒𝚙𝚊𝚌𝚌𝚒𝚗𝚒𝚔𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚞𝚔𝚔𝚊𝚛𝚊𝚔..”


Artinya sederhana dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia, namun dalam maknanya:


𝙎𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙚𝙧𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙪𝙙𝙖𝙝𝙖𝙣,

𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙚𝙧𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙨𝙪𝙡𝙞𝙩𝙖𝙣. 


Hari ini…

banyak yang tersenyum di depan,

tapi menekan dari belakang.

Banyak yang berkata “saudara”,

tapi diam-diam menaruh batu di jalan.


Padahal hidup ini sudah cukup sulit,

tak perlu lagi manusia

membuatnya lebih rumit.


Jika kau punya jabatan,

permudahlah urusan orang.


Jika kau punya ilmu,

terangkanlah jalan yang gelap.


Jika kau punya rezeki,

ringankanlah beban yang lelah.


Karena pada akhirnya,

yang dikenang manusia

bukan seberapa tinggi kursimu,

tapi seberapa banyak

jalan yang kau lapangkan.


Sebab manusia besar

bukan yang membuat orang takut,

melainkan yang membuat orang

mudah bernapas di sekitarnya.


Maka ingatlah pesan itu—

sederhana tapi menampar zaman:


Jangan jadi manusia yang menambah susah hidup orang. Jadilah manusia yang kehadirannya membuat dunia terasa lebih ringan.


Dan jika ingin berlomba,

maka berlombalah dengan cara yang mulia.


Fastabiqul khairat.

Berlomba-lombalah dalam kebaikan.


Bukan saling menjatuhkan,

tetapi saling menguatkan.


Bukan saling menyulitkan,

tetapi saling memudahkan. 






Tidak ada komentar: