🔥 ORANG MAKASSAR ITU...
Orang Makassar itu pemberani.
Slogannya tegas:
“Kualleangi Tallanga Na Towalia.”
Aku pilih karam daripada surut.
Bagi orang Makassar, mundur bukan pilihan.
Lebih baik tenggelam bermartabat, daripada hidup tanpa harga diri.
Tapi keberanian itu kadang membuatnya nekat.
“Eja Tong Pi Na Doang.”
Baru disebut udang jika sudah merah.
Artinya?
Belum lengkap sebelum benar-benar matang.
Belum selesai sebelum benar-benar tuntas.
Sekali jalan — harus total.
Namun jangan salah…
Orang Makassar juga tahu balas budi.
“Rampea’ Golla Na Ku Rampeko Kaluku.”
Kau beri aku gula, kubalas dengan kelapa.
Kebaikan tidak pernah hilang dalam ingatan.
Sekecil apa pun yang kau tanam, akan tumbuh dalam bentuk yang lebih besar.
Orang Makassar juga bijak dalam melangkah.
“Tutuko A’lepa-lepa, A’biseang Rate Bonto. Tallangko Sallang Nana Sakkokko Alimbu’bu’.”
Hati-hati mengayuh perahu kehidupan.
Sebab jika engkau karam, akibatnya tak sederhana.
Berani bukan berarti ceroboh.
Tegas bukan berarti gegabah.
Orang Makassar menjunjung tinggi nilai
“Appa’nia’ Siri’ na Pacce.”
Siri’ — rasa malu menjaga kehormatan.
Pacce — empati yang membuat hati ikut terluka melihat penderitaan orang lain.
Inilah yang membuatnya keras tapi berhati lembut. Tegas tapi penuh solidaritas.
Orang Makassar juga kuat menerima kenyataan.
“Le’ba’ Gangga Na Paria.”
Sudah perih, pahit lagi.
Hidup kadang tidak adil.
Tapi mengeluh bukan tradisi.
Yang pahit ditelan, yang berat dipikul.
Dan ketulusannya luar biasa.
“Punna Tena Bajikku, Kodiku Seng U’rangi.”
Kalau tak ada kebaikanku, kenang saja keburukanku.
Ada kerendahan hati di situ.
Ada jiwa besar di dalamnya.
Dan terakhir… tentang keikhlasan.
“Sareang Ngaseng Ma’ Inakke Kodia, Alle Ngaseng Mi Ikau Bajika.”
arti dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia,
Yang buruk biar untukku, yang baik semua untukmu.
Inilah jiwa pengorbanan.
Inilah semangat persaudaraan.
Inilah karakter yang tumbuh dalam budaya Makassar.
Orang Makassar bukan hanya keras.
- Ia berani.
- Ia tahu balas budi.
- Ia bijak.
- Ia empatik.
- Ia kuat.
- Ia tulus.
- Ia ikhlas.
Itulah identitas yang diwariskan turun-temurun. 🔥


