Kehadiran saat menjenguk orang sakit adalah bagian dari silaturahmi keluarga. Di sinilah nilai siri’ na pacce hidup dan terasa nyata.
Siri’ mengajarkan kita menjaga harga diri dan kehormatan keluarga. Pacce mengajarkan kita ikut merasakan penderitaan, hadir bukan sekadar formalitas—tapi sebagai wujud empati dan kepedulian.
Dalam satu momen di Tanah Luwu, di Rumah Sakit Mega Buana, Kota Palopo, kita belajar bahwa kebersamaan tidak diukur dari lamanya waktu, tetapi dari ketulusan langkah yang datang menjenguk.
Karena dalam budaya kita sebagai Manusia Makassar, hadir itu bukan sekadar datang—
tapi tanda bahwa kita tidak membiarkan keluarga berjuang sendirian.
“Baji’ maki kabajiki, kodi’mi kakodiki.”
Arti dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia:
“Orang akan berbuat baik kepadamu jika kamu juga berbuat baik. Orang akan berlaku buruk jika kamu berlaku buruk.”
Atau maknanya kurang lebih seperti ini, bukan sekadar menyalahkan orang lain, tapi menegaskan bahwa sikap kita sering menjadi cermin bagi perlakuan orang terhadap kita.
