“Nanti Aja, Santai Aja”
(Versi Baku Percetakan)
Suatu hari seorang pelanggan datang ke Percetakan ESES untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan usahanya.
“Pak, sepertinya saya perlu membuat logo, kartu nama, dan brosur untuk usaha saya. Namun nanti saja, masih santai.”
Petugas percetakan menjawab dengan ramah,
“Baik, Pak. Namun semakin cepat Bapak menyiapkan branding, semakin cepat pula usaha Bapak dikenal.”
Pelanggan itu tersenyum, “Tidak apa-apa. Usaha saya masih kecil. Santai saja.”
Beberapa Bulan Kemudian
Ia kembali datang.
“Sepertinya saya perlu mencetak banner promosi. Penjualan sedang menurun.”
Petugas bertanya, “Apakah sebelumnya sudah memiliki identitas merek yang konsisten?”
“Belum. Saya pikir nanti saja. Ternyata pesaing saya sudah lebih dulu memasang spanduk, membagikan brosur, bahkan memiliki kemasan yang menarik.”
Petugas itu menjelaskan dengan bijak,
“Dalam dunia percetakan, waktu sangat menentukan. Desain yang baik tetapi terlambat dicetak, nilainya bisa berkurang. Momentum promosi tidak selalu datang dua kali.”
Setahun Kemudian
Usaha pesaingnya berkembang pesat.
Mereka mencetak katalog, kemasan eksklusif, serta materi promosi yang terkonsep dengan baik di Percetakan ESES.
Sementara ia masih berkata,
“Nanti saja, santai saja. Kalau sudah benar-benar ramai, baru saya cetak besar-besaran.”
Padahal pelanggan tidak datang karena menunggu, melainkan karena melihat keseriusan.
Pesan Moral
Dalam percetakan, mesin yang siap tetapi tidak segera digunakan akan berhenti.
Tinta yang tidak dipakai bisa mengering.
Momentum yang ditunda bisa hilang.
Demikian pula dalam usaha dan kehidupan.
Bersikap tenang itu baik,
tetapi menunda tindakan dengan alasan “nanti saja” dapat membuat kesempatan berlalu tanpa kembali.
Santai boleh,
namun bertindak tetap harus sekarang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar