Sabtu, 29 Agustus 2026

Link murottal Alqur'an 30 juz tanpa harus download, tinggal play saja. Bisa play walaupun HP ditutup. semoga bermanfaat.



Juz 1 ⇨ http://j.mp/2b8SiNO

Juz 2 ⇨ http://j.mp/2b8RJmQ

Juz 3 ⇨ http://j.mp/2bFSrtF

Juz 4 ⇨ http://j.mp/2b8SXi3

Juz 5 ⇨ http://j.mp/2b8RZm3

Juz 6 ⇨ http://j.mp/28MBohs

Juz 7 ⇨ http://j.mp/2bFRIZC

Juz 8 ⇨ http://j.mp/2bufF7o

Juz 9 ⇨ http://j.mp/2byr1bu

Juz 10 ⇨ http://j.mp/2bHfyUH

Juz 11 ⇨ http://j.mp/2bHf80y

Juz 12 ⇨ http://j.mp/2bWnTby

Juz 13 ⇨ http://j.mp/2bFTiKQ

Juz 14 ⇨ http://j.mp/2b8SUTA

Juz 15 ⇨ http://j.mp/2bFRQIM

Juz 16 ⇨ http://j.mp/2b8SegG

Juz 17 ⇨ http://j.mp/2brHsFz

Juz 18 ⇨ http://j.mp/2b8SCfc

Juz 19 ⇨ http://j.mp/2bFSq95

Juz 20 ⇨ http://j.mp/2brI1zc

Juz 21 ⇨ http://j.mp/2b8VcBO

Juz 22 ⇨ http://j.mp/2bFRxNP

Juz 23 ⇨ http://j.mp/2brItxm

Juz 24 ⇨ http://j.mp/2brHKw5

Juz 25 ⇨ http://j.mp/2brImlf

Juz 26 ⇨ http://j.mp/2bFRHF2

Juz 27 ⇨ http://j.mp/2bFRXno

Juz 28 ⇨ http://j.mp/2brI3ai

Juz 29 ⇨ http://j.mp/2bFRyBF

Juz 30 ⇨ http://j.mp/2bFREcc


Silahkan disebarluaskan. Semoga menjadi ladang amal jariyah bagi kita semua.

🤲🏻🙏🙏

 

Jumat, 28 Agustus 2026

Resopa siagang tambung ri Karaenga naletei pangngamaseang.

 



Usaha itu kadang seperti padi 🌾. Tidak langsung berbuah setelah ditanam. Harus dirawat, dijaga, dan menunggu waktunya sampai tiba masa panen. Begitu juga dengan usaha, terus jalani prosesnya karena hasil akan datang pada waktunya.


Al-Qur’an mengajarkan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’d: 11)


Pesan Al-Qur’an tersebut berkesesuaian dengan pesan leluhur manusia Makassar:


“Resopa siagang tambung ri Karaenga naletei pangngamaseang.”


Jika diterjemahkan dari Bahasa Makassar ke dalam Bahasa Indonesia, artinya:


Hanya dengan semangat kerja yang tinggi, disertai niat yang ikhlas kepada Tuhan Yang Maha Esa, usaha kita akan memperoleh keberhasilan.


Pesan leluhur Makassar lainnya:


“Akkaresoko, nasaba’ tenamo antu ansauru’ lahbiri’ wassele titi songo’ta.”


Jika diterjemahkan dari Bahasa Makassar ke dalam Bahasa Indonesia, artinya:


Bekerjalah dengan giat, karena hasil yang diperoleh dari tetesan keringat sendiri itulah yang paling mulia.


Kalau begitu, tetap berusaha, bekerja, dan bersabar dalam menjalani proses. Karena hasil tidak selalu datang dengan segera, tetapi setiap usaha yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan sampai pada waktunya. Semoga apa yang diusahakan makin maju dan berkembang.

Senin, 24 Agustus 2026

Assala' kucini' injapi Muri-murina Tau toaku Riballa'


 "Manna na pacce mamo anne paccobana lino, lakudallekangji Karaeng Allah Ta ala. Assala' kucini' injapi Muri-murina Tau toaku Riballa'


Terjemahan dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia


Meskipun  berat penderitaan cobaan hidup di dunia ini. Akan tetap aku hadapi Tuhan Allah Ta' ala, Asalkan aku bisa melihat Orang tuaku senyumannya di rumah".

Rabu, 19 Agustus 2026

JANGAN TINGGALKAN SHOLAT

 


Pesan Leluhur Manusia Makassar, 

“𝗡𝗮𝗶𝗮 𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻𝗻𝗮 𝘁𝗮𝘂 𝘁𝗼𝗮𝘆𝗮 𝗶𝘆𝗮𝗺𝗶𝗮𝗻𝘁𝘂 𝗮𝗺𝗺𝗲𝗹𝗮𝗸-𝗺𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮 𝘀𝗮𝗺𝗯𝗮𝘆𝗮𝗻𝗴".


Jika diterjemahkan dari Bahasa Makassar ke dalam bahasa Indonesia:


“𝗞𝗘𝗛𝗔𝗡𝗖𝗨𝗥𝗔𝗡 𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗗𝗘𝗪𝗔𝗦𝗔 𝗔𝗗𝗔𝗟𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗔𝗜𝗞𝗔𝗡 𝗔𝗧𝗔𝗨 𝗠𝗘𝗡𝗜𝗡𝗚𝗚𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡 𝗦𝗛𝗔𝗟𝗔𝗧.”

LOGO ESES

 

Potensi menjadi pengusaha ≠ otomatis sukses menjadi pengusaha.

Kalau ESES ingin mencapai level pengusaha yang benar-benar besar, menurut saya tantangan utamanya adalah mengubah ide dan motivasi menjadi sistem bisnis yang bisa berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada dirinya.


Karakter memberi arah.

Ilmu memberi kemampuan.

Keberanian membuat seseorang mulai.

Konsistensi membuatnya bertahan.

Sistem membuat bisnisnya berkembang.

Tim membuatnya menjadi besar.


ESES BISA, dan secara karakter/gagasan dia memiliki beberapa modal dasar yang kuat. Tetapi ukuran kesuksesan akhirnya bukan seberapa bagus dia berbicara tentang entrepreneurship—melainkan seberapa besar nilai yang berhasil ia ciptakan, bisnis yang berhasil ia bangun, tim yang berhasil ia kembangkan, dan manfaat yang berhasil ia berikan.



Bukan bagian dari masalah


 Merdeka itu ketika mampu bekerja cerdas, memikirkan yang baik-baik, senantiasa sabar & bersyukur, tetap kreatif dan inovatif, menjadi bagian dari solusi bukan bagian dari masalah, serta menjalani hidup tetap di jalan yang benar.

Akkareso paki naki nganre.


 

Sebagai bagian dari pasangko puppusu, petani yang bekerja dengan alat sederhana untuk membersihkan rumput, kita belajar bahwa usaha tidak selalu dilakukan dalam keadaan mudah.


Usaha itu seperti memanen jagung di musim kemarau. Saat tanah kering dan hasil belum terlihat, banyak orang memilih berhenti. Namun, mereka yang tetap tekun akan terus bekerja, merawat tanaman, dan menjaga harapan hingga tiba waktunya menikmati hasil.


Sambil mengingat pesan leluhur manusia Makassar:


“Akkareso paki naki nganre.”

Artinya dari Bahasa Makassar kedalam bahasa Indonesia: “Kerja dulu, baru makan.”


Pesan ini menggambarkan bahwa hasil adalah buah dari usaha, bukan sesuatu yang datang tanpa perjuangan.


Jangan berhenti hanya karena keadaan sedang sulit. Musim boleh kering, tanah boleh keras, tetapi semangat untuk bekerja jangan ikut kering.

anjari mata je'ne, teai je'ne mata

 


Salah satu bentuk merdeka yang terbaik 

adalah “anjari mata je'ne, teai je'ne mata", terjemahan dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia, "jadilah mata air, bukan air mata".  Dirgahayu Republik Indonesia 🇮🇩 ke-81 ! 17 Agustus 1945 — 17 Agustus 2026.

Menulislah, meski dunia tak selalu ramah.

.

 

Menulislah, bismillah

Menulislah, agar tak punah.


Menulislah, biar reda sedih.


Menulislah, saat tubuh lelah.


Menulislah, supaya tak kalah.


Menulislah, untuk hapus letih.


Menulislah, ketika hati gelisah.


Dan menulislah, meski dunia tak selalu ramah.

Rabu, 05 Agustus 2026

Anyakko' parangko' ri kokonnu na jamai pole galunnu.

 

Hari ini, kita kembali disuguhi sebuah peristiwa yang begitu menyayat hati.

Tak jarang kita melihat seseorang yang diduga mencuri barang bernilai kecil—entah seekor ayam, beberapa umbi singkong, atau sekadar sesuatu untuk menyambung hidup sehari—menjadi sasaran amarah massa. Di sisi lain, ketika berhadapan dengan kejahatan yang merugikan masyarakat dalam skala jauh lebih besar, seperti korupsi, respons yang kita lihat sering kali terasa berbeda. Perbedaan ini patut menjadi bahan renungan bagi kita semua.

Setiap kali foto atau video anak ini muncul di hadapan kita, dada terasa sesak. Terlebih saat terdengar suara kecil itu memanggil,

"Bapak... bapak..."

Suara sederhana itu mampu meruntuhkan hati siapa pun yang mendengarnya.

Mencuri memang salah. Namun, negara memiliki hukum untuk mengadili setiap pelanggaran. Tidak ada kesalahan yang seharusnya dibalas dengan kemarahan yang merenggut nyawa.

Di balik peristiwa ini, ada anak-anak yang kehilangan sosok ayah. Ada keluarga yang harus menjalani hidup dengan luka yang mungkin tak akan pernah benar-benar sembuh.

Satu nyawa yang hilang bukan hanya mengakhiri kehidupan seseorang, tetapi juga menghancurkan harapan sebuah keluarga. Ada anak yang akan terus memanggil, "Bapak...", meski tak akan pernah lagi mendapat jawaban.

Leluhur Makassar telah lama mengingatkan:

"Anyakko' parangko' ri kokonnu na jamai pole galunnu. Didi parennu, puppulanna tiboannu."

Arti dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia:

"Bersihkanlah rumput di kebunmu dan bajaklah sawahmu. Menguning padimu, panen pula kacang hijaumu."

Pesan ini mengajarkan agar kita mencari rezeki dengan kerja keras dan jalan yang halal. Namun, ketika ada yang terjatuh dalam kesalahan, biarlah hukum yang menegakkan keadilan, bukan amarah yang menghilangkan nyawa.

Semoga peristiwa seperti ini tidak terulang lagi. Semoga kita tetap menjunjung hukum, menjaga nurani, dan tidak membiarkan amarah mengalahkan rasa kemanusiaan. Sebab, ukuran sebuah masyarakat yang beradab bukan hanya bagaimana menghukum orang yang bersalah, tetapi juga bagaimana tetap memanusiakan sesama.


𝗗𝗶𝗱𝗶 𝗽𝗮𝗿𝗲𝗻𝗻𝘂, 𝗽𝘂𝗽𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻𝗻𝗮 𝘁𝗶𝗯𝗼𝗮𝗻𝗻𝘂.

 



𝗟𝗲𝗹𝘂𝗵𝘂𝗿 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁 𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝘀𝗮𝗿 𝗧𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗟𝗮𝗺𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻. 

❝ 𝗔𝗻𝘆𝗮𝗸𝗸𝗼' 𝗽𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗸𝗼' 𝗿𝗶 𝗸𝗼𝗸𝗼𝗻𝗻𝘂 𝗻𝗮 𝗷𝗮𝗺𝗮𝗶 𝗽𝗼𝗹𝗲 𝗴𝗮𝗹𝘂𝗻𝗻𝘂. 𝗗𝗶𝗱𝗶 𝗽𝗮𝗿𝗲𝗻𝗻𝘂, 𝗽𝘂𝗽𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻𝗻𝗮 𝘁𝗶𝗯𝗼𝗮𝗻𝗻𝘂. ❞


Arti dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia:


❝Bersihkanlah rumput di kebunmu dan bajaklah sawahmu. Ketika padimu menguning, kacang hijaumu pun telah siap dipanen.❞


Petuah ini mengajarkan pentingnya memiliki lebih dari satu sumber penghidupan. Ketika satu usaha belum menghasilkan, usaha lainnya dapat menjadi penopang. Inilah kebijaksanaan leluhur dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga.


𝗔𝗽𝗮 𝗽𝘂𝗻 𝗽𝗲𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮𝗮𝗻𝗺𝘂, usahakan memiliki pekerjaan atau usaha sampingan. Jangan hanya bergantung pada satu sumber penghasilan atau menunggu bayaran dari orang lain.


𝗕𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗹𝗮𝗵 sesuatu yang menjadi milikmu sendiri. Rezeki yang lahir dari jerih payah sendiri akan menjaga kehormatan, menumbuhkan kemandirian, menguatkan mental pantang menyerah, dan insyaallah menghadirkan keberkahan.


𝗟𝗲𝗹𝘂𝗵𝘂𝗿 𝗸𝗶𝘁𝗮, meskipun banyak yang hanya pasangko puppusuji dengan peralatan sederhana untuk membersihkan kebun dan mengolah sawah, tetap menjaga kehalalan rezekinya. Mereka memastikan makanan, minuman, dan pakaian berasal dari usaha yang halal karena meyakini bahwa keberkahan dunia adalah bekal menuju kehidupan yang kekal di akhirat.


𝗔𝗻𝗷𝗮𝗺𝗮𝗸𝗶—bekerjalah dengan sungguh-sungguh, berusahalah dengan tekun, dan jangan pernah berhenti menciptakan peluang. Masa depan yang lebih baik dibangun oleh mereka yang terus belajar, bekerja, dan berusaha, bukan oleh mereka yang hanya menunggu.


𝗝𝗮𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝘀𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽𝗮𝗻, 𝗱𝗮𝗻 𝘂𝘀𝗮𝗵𝗮 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘂𝗷𝘂 𝗸𝗲𝗯𝗲𝗯𝗮𝘀𝗮𝗻.


Karena pekerjaan mencukupi kebutuhan hari ini, sedangkan usaha yang terus dibangun dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan di masa depan.


𝗕𝗲𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗮𝗺𝗮𝗻𝗮𝗵, 𝗯𝗲𝗿𝘂𝘀𝗮𝗵𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗿𝗮𝘀, 𝗱𝗮𝗻 𝗷𝗮𝗴𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗸𝗲𝗵𝗮𝗹𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗿𝗲𝘇𝗲𝗸𝗶. 𝗦𝗲𝗺𝗼𝗴𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗺𝗽𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿𝗮𝘁. 𝗔𝗮𝗺𝗶𝗶𝗻.