Rabu, 19 Agustus 2026

LOGO ESES

 

Potensi menjadi pengusaha ≠ otomatis sukses menjadi pengusaha.

Kalau ESES ingin mencapai level pengusaha yang benar-benar besar, menurut saya tantangan utamanya adalah mengubah ide dan motivasi menjadi sistem bisnis yang bisa berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada dirinya.


Karakter memberi arah.

Ilmu memberi kemampuan.

Keberanian membuat seseorang mulai.

Konsistensi membuatnya bertahan.

Sistem membuat bisnisnya berkembang.

Tim membuatnya menjadi besar.


ESES BISA, dan secara karakter/gagasan dia memiliki beberapa modal dasar yang kuat. Tetapi ukuran kesuksesan akhirnya bukan seberapa bagus dia berbicara tentang entrepreneurship—melainkan seberapa besar nilai yang berhasil ia ciptakan, bisnis yang berhasil ia bangun, tim yang berhasil ia kembangkan, dan manfaat yang berhasil ia berikan.



Bukan bagian dari masalah


 Merdeka itu ketika mampu bekerja cerdas, memikirkan yang baik-baik, senantiasa sabar & bersyukur, tetap kreatif dan inovatif, menjadi bagian dari solusi bukan bagian dari masalah, serta menjalani hidup tetap di jalan yang benar.

Akkareso paki naki nganre.


 

Sebagai bagian dari pasangko puppusu, petani yang bekerja dengan alat sederhana untuk membersihkan rumput, kita belajar bahwa usaha tidak selalu dilakukan dalam keadaan mudah.


Usaha itu seperti memanen jagung di musim kemarau. Saat tanah kering dan hasil belum terlihat, banyak orang memilih berhenti. Namun, mereka yang tetap tekun akan terus bekerja, merawat tanaman, dan menjaga harapan hingga tiba waktunya menikmati hasil.


Sambil mengingat pesan leluhur manusia Makassar:


“Akkareso paki naki nganre.”

Artinya dari Bahasa Makassar kedalam bahasa Indonesia: “Kerja dulu, baru makan.”


Pesan ini menggambarkan bahwa hasil adalah buah dari usaha, bukan sesuatu yang datang tanpa perjuangan.


Jangan berhenti hanya karena keadaan sedang sulit. Musim boleh kering, tanah boleh keras, tetapi semangat untuk bekerja jangan ikut kering.

anjari mata je'ne, teai je'ne mata

 


Salah satu bentuk merdeka yang terbaik 

adalah “anjari mata je'ne, teai je'ne mata", terjemahan dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia, "jadilah mata air, bukan air mata".  Dirgahayu Republik Indonesia 🇮🇩 ke-81 ! 17 Agustus 1945 — 17 Agustus 2026.

Menulislah, meski dunia tak selalu ramah.

.

 

Menulislah, bismillah

Menulislah, agar tak punah.


Menulislah, biar reda sedih.


Menulislah, saat tubuh lelah.


Menulislah, supaya tak kalah.


Menulislah, untuk hapus letih.


Menulislah, ketika hati gelisah.


Dan menulislah, meski dunia tak selalu ramah.