Jumat, 06 April 2012

motivasi berprestasi

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
Motivasi artinya menggerakkan seseorang untuk bertindak, memiliki fungsi khusus dalam menunjang prestasi.  Motivasi merupakan salah satu faktor internal selain konsep diri, minat, kebiasaan, kemandirian belajar, dan lain-lain yang mendukung pencapaian prestasi belajar. Sedangkan, faktor eksternal antara lain sarana prasarana, guru, orang tua dan lain-lain (Muhammad Yaumi, 2008)
Irwanto dkk (1996) menyatakan motivasi sering disebut sebagai penggerak perilaku (the energizer of behaviour), dengan kata lain motivasi adalah suatu konstruk teoritis terjadinya perilaku. Di dalamnya terkandung aspek-aspek pengaturan, pengarahan, dan tujuan.
Motivasi yang positif akan memudahkan orang untuk berhasil mengembangkan diri. Hal ini sejalan dengan pendapat Dr. William James, Father of America psychology, mengatakan : "We can alter our lives by altering our altitudes” – Manusia dapat mengubah kehidupannya dengan mengubah sikap dan cara berpikirnya. Motivasi akan berpengaruh besar terhadap keseluruhan prilaku yang akan ditampilkan oleh seseorang, sehingga peserta didik yang memiliki motivasi positif akan mudah dikembangkan minatnya untuk belajar, karena menyadari bahwa belajar adalah kebutuhannya.
Orang yang kurang motivasi biasanya kurang mengaktualisasikan dirinya secara optimal. Dengan pengerjaan makalah ini, kami akan mengungkapkan faktor apa sajakah yang memotivasi seseorang dalam mencapai prestasinya.

I.2 Fenomena Aktual
Motivasi merupakan hal yang paling penting dalam diri seorang manusia untuk mencapai apa yang ia inginkan. Motivasi terbagi menjadi dua bagian yaitu: motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik berasal dari dalam diri individu itu sendiri, sedangkan motivasi ekstrinsik asalnya dari luar individu tersebut. Umumnya, motivasi intrinsik seseorang berporsi lebih kuat dalam diri individu. Bila seorang individu memiliki motivasi intrinsik dalam dirinya, maka akan lebih mudah ditingkatkan motivasinya dengan diberi motivasi ekstrinsik, bagaikan menambah minyak di dalam api yang telah bekobar.
Seorang mahasiswa psikologi memiliki motivasi intrinsik berupa ambisinya sukses di masa depan dan mendapatkan gelar S.Psi. Ditambah motivasi ekstrinsik berupa dukungan dari orangtua dengan menyediakan fasilitas dan selalu perduli dengan bagaimana kondisi ia dikampus.sehingga dia pun tak ingin menyianyiakan pengorbanan dan perhatian orang tuanya, dia pun semakin semangat untuk belajar agar meraih nilai yang bagus dan mendapatkan IPK yang tinggi serta akhirnya menjadi mahasiswa terbaik diantara mahasiswa lainnya.

Dengan adanya fenomena aktual di atas, dapat  diajukan pertanyaan apakah motivasi seseorang itu paling dipengaruhi oleh pihak yang mana saja antara dosen, orang tua, pacar, peergroup atau diri sendiri. Berikut pembahasan proyek kelompok yang dilakukan di Fakultas Psikologi USU khususnya mahasiswa berprestasi angkatan 2010.

BAB II
LANDASAN TEORI

II.1. Pengertian Motivasi
Motivasi sering diartikan penggerak perilaku (energizer of behavior), didalamnya terkandung aspek pengaturan, pengarahan dan tujuan  (Irwanto dkk, 1996).
 Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan/ dorongan terhadap seseorang untuk melakukan sesuatu (Kartono,2008). Intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan.  Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.

II.2. Motivasi dan Perilaku
Mengapa suatu perilaku terjadi?  Irwanto dkk (1996) menyatakan bahwa secara umum dapat digolongkan 3 determinan terjadinya perilaku, yaitu :
  1. Determinan yang berasal dari lingkungan ( lingkungan keluarga, desakan guru, dan lain-lain).
  2. Determinan dari dalam diri individu (harapan/cita-cita, emosi,  keinginan, dan lain-lain).
  3. Tujuan/insentif/nilai dari suatu objek. Faktor-faktor ini berasal dari dalam diri individu (kepuasan, tanggung jawab, dan lain-lain).
Ditinjau dari sifatnya, maka determinan-determinan tersebut dapat dikatakan :
  1. Sifat biologis (nafsu, kebutuhan-kebutuhan biologis)
  2. Berseifat mental (cita-cita, rasa tanggung jawab)
  3. Bersifat objek atau kondisi dalam lingkungan (uang, pangkat, rencana)
Walau motivasi menggerakkan perilaku, tetapi hubungan antara kedua konstruk ini cukup kompleks. Berikut ini beberapa ciri motivasi dalam perilaku :
1.      Penggerakan perilaku menggejala dalam bentuk tangapan-tanggapan yang bervariasi. Motivasi tidak hanya merangsang suatu perilaku tertentu saja, tetapi merangsang berbagai kecendrungan berperilaku yang memungkinkan tanggapan yang berbeda.
2.      Kekuatan dan efisiensi perilaku mempunyai hubungan yang bervariasi dengan kekuatan determinan.
3.      Motivasi mengarahkan perilaku pada tujuan tertentu.
4.      Penguatan positif (positive reinforcement) menyebabkan suatu perilaku tertemtu cenderung untuk diulangi kembali.
5.      Kekuatan perilaku akan melemah bila akibat dari suatu perbuatan tidak baik.

II.3. Sejarah Teori Motivasi
Tahun 1950an merupakan periode perkembangan konsep-konsep motivasi. Teori-teori yang berkembang pada masa ini adalah hierarki teori kebutuhan, teori X dan Y, dan teori dua faktor. Teori-teori kuno dikenal karena merupakan dasar berkembangnya teori yang ada hingga saat ini yang digunakan oleh organisasi-organisasi di dunia dalam menjelaskan motivasi karyawan.
                                                                                             
Teori hierarki kebutuhan
Abraham Maslow, pencetus hierarki teori kebutuhan
Teori motivasi yang paling terkenal adalah hierarki teori kebutuhan milik Abraham Maslow. Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional), sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri).
Maslow memisahkan lima kebutuhan ke dalam urutan-urutan. Kebutuhan fisiologis dan rasa aman dideskripsikan sebagai kebutuhan tingkat bawah sedangkan kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri sebagai kebutuhan tingkat atas. Perbedaan antara kedua tingkat tersebut adalah dasar pemikiran bahwa kebutuhan tingkat atas dipenuhi secara internal sementara kebutuhan tingkat rendah secara dominan dipenuhi secara eksternal.

Teori Motivasi Kontemporer

David McClelland, pencetus Teori Kebutuhan
Teori kebutuhan McClelland berfokus pada tiga kebutuhan sebagai berikut:  
    • kebutuhan pencapaian: dorongan untuk melebihi, mencapai standar-standar, berusaha keras untuk berhasil.
    • kebutuhan kekuatan: kebutuhan untuk membuat individu lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.
    • kebutuhan hubungan: keinginan untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah dan akrab. 

Teori Motif Berprestasi
Konsep motif berprestasi mula-mula dikemukakan oleh Henry Murray (1893) pada tahun  1938 dalam bukunya Explorations in personality. Beliau membagi kebutuhan-kebutuhan manusia ke dalam 17 kategori. Di antaranya adalah kebutuhan untuk berprestasi (n.achievment) dan kebutuhan berafiliasi/berteman (n.affilation). Konsep-konsep ini dipakai untuk menggambarkan kepribadian seseorang dalam rangka suatu diagnosa yang sifatnya klinis ( dalam Irwanto, 1996).
Pada tahun 1940-an John Atkinson dan David Mc Clelland mempelajari motivasi untuk keperluan yang lebih luas. Mereka yakin bahwa pengetahuan akan faktor-faktor yang mendasari manusia mempunyai dampak yang amat luas. Hasil-hasil penelitian mereka menhasilkan teori motivasi berprestasi yang dampaknya di bidang ekonomi cukup luas dan mendalam.
Mc Clelland membedakan tiga kebutuhan utama yang mempengaruhi perilaku manusia, yaitu: kebutuhan berprestasi atau n-ach (need of achievement), kebutuhan untuk berkuasa atau n-power dan kebutuhan untuk berafiliasi atau n-affiliasi.
Kebutuhan berprestasi atau n-ach tercermin dari perilaku individu yang selalu mengarah pada suatu standar keunggulan (standard of exellence). Orang seperti ini menyukai tugas-tugas yang menantang, tanggung jawab secara pribadi, dan terbuka untuk memperbaiki prestasi inovatif-kreatifnya.
N-ach, seperti juga kebutuhan-kebutuhan lain dalam teori Mc. Clelland, merupakan hasil dari suatu proses belajar. Dalam penelitiannya antara lain ia merumuskan hubungan antara n-ach dengan pola asuhan dalam budaya tertentu. Karena n-ach adalah hasil dari proses belajar, maka n-ach dapat ditingkatkan melalui latihan. Berbagai laporan menunjukkan bahwa paket latihan yang dirancang Mc Clelland dan kawan-kawan, yaitu: Achievement Motivation Training (AMT), memberikan hasil yang menggembirakan di berbagai negara berkembang seperti di India dan Indonesia.
Kedua kebutuhan lain, yaitu n-power dan n-aff kurang banyak diteliti dibanding n-ach. N-power terlihat dari perilaku individu yang selalu berusaha menanamkan pengaruh atas orang lain demi reputasinya sendiri. N-aff terlihat pada perilaku individu yang menyukai kumpul-kumpul bersama orang lain, membina hubungan baik, dan menjalin hubungan-hubungan baru.

Motivasi Takut Berprestasi
            Teori ini dikembangkan oleh John Atkinson, rekan kerja David Mc Clelland. Menurut Atkinson, terdapat dua tipe manusia yang perilakunya mengarah pada prestasi. Kelompok yang pertama adalah orang-orang yang lebih termotivasi untuk berprestasi daripada menghindari kegagalan. Kelompok kedua adalah mereka yang lebih termotivasi oleh ketakutan akan gagal. Orang-orang dalam kelompok pertama mengalami rasa gembira bila meraih sukses, sedangkan kelompok dua senang bisa menghindari kegagalan.
            Kelompok pertama dan kedua mempunyai performance (prestasi)  yang berbeda pada tugas-tugas yang mempunyai derajat kesulitan yang bervariasi. Atkinson mempostulasikan bahwa orang yang termotivasi untuk berhasil akan mempunyai  performance terbaik pada tugas-tugas dengan taraf kesulitan sedang. Orang-orang termotivasi menghindari kegagalan akan menunjukkan performance terbaik pada tugas-tugas dengan taraf kesulitan amat tinggi atau taraf kesulitan amat rendah.
            Teori Atkinson ini telah diuji dengan berbagai penelitian, tetapi hasilnya masih membingungkan. Meskipun demikian, teori ini merangsang para ahli untuk memperbaiki alat ukur yang ada sampai saat ini, khususnya untuk motif berprestasi.

Motivasi, Belajar, dan Minat
Dalam kaitannya dengan belajar dan minat biasanya para ahli membedakan dua macam motivasi berdasarkan sumber dorongan terhadap perilaku, yaitu: motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik mempunyai sumber dorongan dari dalam diri individu yang bersangkutan seperti : saya mau jadi dokter , saya tahu saya harus lebih banyak belajar karena kurang menguasai biologi, dan lain-lain. Motivasi ekstrinsik mempunyai sumber dorongan dari luar seperti : takut dimarahi ayah,  ingin mendapatkan pujian,  dan lain-lain.
             Motivasi intrinsik erat kaitannya dengan n-achnya Mc Clelland dan aktualisasi dirinya Maslow. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik bersifat lebih tahan lama dan lebih kuat dibanding motivasi ekstrinsik untuk mendorong  belajar. Namun demikian, motivasi ekstrinsik juga bisa sangat efektif karena minat tidak selalu bersifat intrinsik. Guru yang baik, nilai yang adil dan objektif, kesempatan belajar yang luas, suasana kelas yang hangat dan dinamis, merupakan sumber-sumber motivasi ekstrinsik yang efektif untuk meningkatkan minat dan perilaku belajar ( dalam Irwanto dkk, 1996)

BAB III
ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan yang kami gunakan adalah:
  1. Alat tulis
  2. Laptop
  3. Kuestioner
  4. Printer
  5. Kamera
    TIME TABLE







    Perencanaan
    Tanggal

    1
    Penentuan Topik
    08 April 2011

    2
    Judul
    15 April 2011

    3
    Pendahuluan
    16 April 2011

    4
    Landasan Teori
    16 April 2011

    5
    Menentukan subjek
    4 Mei 2011

    6
    Analisis Data
    6 Mei 2011

    7
    Membuat poster
    13 Mei 2011








    Nama   :
    Nim     :
    Kuesioner:
    1.             Menurut saya, bila bersama peer group (teman seabaya) saya semakin semangat dalam belajar  (B/S)
    2.             Menurut saya, orang tua saya sangat membantu proses belajar dengan menyediakan fasilitas yang memadai (B/S)
    3.             Menurut saya, dosen PA sangat peduli terhadap prestasi belajar saya (B/S)
    4.             Menurut saya, teman spesial sangat mempengaruhi mood saya dalam belajar (B/S)
    5.             Menurut saya, rumah merupakan tempat yang nyaman untuk saya belajar (B/S)
    6.             Menurut saya, saya lebih semangat dalam belajar ketika mengingat ambisi saya (B/S)
    7.             Menurut saya, ketika teman spesial saya menghubungi saya saat belajar, konsentrasi saya menjadi buyar (B/S)
    8.             Menurut saya, saya tidak merasa nyaman ketika bercerita kepada dosen PA mengenai pelajaran (B/S)
    9.             Saya tidak memiliki niat untuk menjadi yang terbaik di dalam kelas. (B/S)
    10.         Orang tua saya memberikan reward kepada saya saat saya mendapat prestasi baik. (B/S)
    11.         Saat diajak belajar bersama oleh peer group saya langsung menyiyakan (B/S)
    12.         Untuk mencapai goal dalam belajar, saya senang menyemangati diri sendiri dengan membuat tabel perencanaan (B/S)
    13.         Saya senang belajar bersama teman spesial(pacar) saya (B/S)
    14.         Saya senang ketika dosen memberikan nasehat untuk meningkatkan prestasi belajar kepada saya (B/S)
    15.         Saya lebih konsentrasi belajar sendiri daripada bersama peer group di kampus (B/S)
    Terima Kasih atas kerjasamanya :)



    BAB IV
    ANALISIS DATA

    Berdasarkan data kuisioner yang kami lakukan, diperoleh data:
    Kategori
    Steven
    Vera
    Reza
    Weillon
    Yohanti
    Annisa
    Peer group
    X
    X
    X
    ü   
    X
    ü   
    Orang tua
    ü   
    ü   
    ü   
    ü   
    ü   
    ü   
    Dosen
    ü   
    ü   
    ü   
    ü   
    ü   
    ü   
    Pacar
    ü   
    X
    X
    ü   
    ü   
    X
    Diri sendiri
    ü   
    ü   
    ü   
    ü   
    ü   
    X

    Dimana bila dikonvert ke dalam persentase menjadi:
    Peer group        = 8.37%
    Orang tua         = 27%
    Dosen              = 27%
    Pacar               =10%
    Diri sendiri      =18.37%
    Lain-lain          = 9%


    Diagram


    Kesimpulan
    Dengan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi seseorang dalam berprestasi ada bermacam-macam, ada yang berasal dari orang tua, dosen, pacar, teman, diri sendiri, dll. Namun dari penelitian di atas dosen dan orang tua merupakan motivator yang paling berperan penting dalam mencapai prestasi. Oleh karenanya, diharapkan kepada dosen dan orang tua untuk bisa lebih peduli terhadap pembelajaran siswa sehingga mereka juga bisa lebih termotivasi untuk mencapai prestasi.


    Testimoni Anngota Kelompok

    Nanda Lukita : Menurut saya dengan adanya tugas ini saya senang karena bisa dilihat bagaimana kerja team agar terselesainya tugas kelompok ini, sedikit rumit memang kalo difikir-difikir tapi asik kok kalau dikerjainnya pelan-pelan ga terasa, apalagi bersama peer group, walaupun kadang waktu yang membatasi kami dengan adanya urusan masing-masing.

    Annisa Vanya P : menurut saya dengan adanya tugas proyek mini ini saya merasa lebih mengetahui banyak mengenai motivasi berprestasi. Selama pengerjaannya saya dan kelompok memang memiliki hambatan namun hal tersebut masih bisa diatasi. Hambatan yang biasa kami hadapi adalah masalah waktu. Dengan adanya tugas kelompok membuat kami lebih kompak dan menambah pengalaman kami dalam hal meneliti.. Kegiatan pengerjaan proyek mini ini menyenangkan 

    Caroline Utama : menurut saya tugas mini proyek ini dapat menambah wawasan saya terhadap apa itu motivasi.dan saya merasa senang mengerjakannya dengan teman kelompok saya walaupun ada beberapa hambatan seperti waktu yg menjadi halangan namun hal itu dapat diatasi.

    Testimoni Kelompok :
    Secara keseluruhan pengerjaan proyek ini berjalan sesuai rencana, hambatan yang terdapat selama proses pengerjaan bisa dilalui kelompok dengan baik dan kelompok cukup puas dengan hasil dari penelitian yang dilakukan, pengerjaan proyek ini sangat menyenangkan bagi kelompok :)



    DAFTAR PUSTAKA

    1.        Santrock, J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group
    2.        Hilgard. An Introduction to Psychology. 9th edition.2000.
    3.        Maslow. A. Motivation and Personality. New York: Harper & Row, 1954, hal. 57-67. (dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi)
    4.        McClelland, D.C. The Achieving Society, New York: Van Nostrand Reinhold, 1961, hal. 63-73 (dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi)
    5.        Irwanto. 1996. Psikologi Umum Panduan Mahasiswa, edisi keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Senin, 02 Mei 2011

Andragogi

Pendidkan orang dewasa dapat bersumber dari filsafat-filsafat umum yang berkaitan dengan pendidikan. Semua sumber ide tersebut bisa mendapat respon dan pandangan yang berbeda, tergantung dari individu yang menilai.
Ada empat filsafat umum berdasarkan kerangka pertanyaan, apa itu realita, apa itu pengetahuan, dan apa itu nilai, yaitu:
- IDEALISME
- REALISME
- EXPERIMENTALISME
- EKSISTENSIALISME
Singkat cerita, keempat filsafat ini tentu memberikan ide yang berbeda, dimana Idealisme dan Realisme tergolong filsafat tradisionalisme (seseorang punya hak untuk hasil akhir namun tidak berhak menentukan nilai akhir) dan Eksperimentalisme serta Eksistensialisme tergolong filsafat modern (seseorang punya hak mentukan hasil akhir dan makna).
Idealisme merupakan filsafat tertua yang sangat menjunjung tinggi Tuhan serta hal-hal yang berbau spiritual. Tujuan dan cita-cita hidup kaum idealis berdasar dari semangat manusia dan tidak mempedulikan kedaan fisik maupun materi. Hal ini sangat bertolak belakang dengan kaum Realis, yang sangat mengandalkan dunia fisik dan materi sebagai hal yang nyata. Kaum Realisme sangat memperhatikan keberadaan manusia dan juga kebendaan. Berbeda hal lagi dengan kaum Ekperimentalisme, yang menjadikan pengalaman dan pemecahan masalah serta proses sebagai pedoman hidup, yang bertujuan untuk menguji nilai-nilai hidup. Walaupun ketiga filsafat ini berbeda, namun ketiganya memiliki hubungan, dimana Idealisme dan Realisme dapat saling menutupi dan melengkapi, meskipun sebenarnya keduanya sangat bertentangan. Kedua filsafat ini kemudian dapat memunculkan filsafat ekperimentalisme, yang juga berbeda dengan keduanya, namun merupakan perpaduan dari idelaisme dan realisme, karena kaum ekperimentalisme merupakan kaum yang dinamis, dan selalu mencari mana yang paling benar.
Yang terakhir adalah kaum Eksistensialisme, yang sifatnya sangat individualis, sehingga tidak begitu mempedulikan apa yang dikatakan oleh orang lain karena kaum ini bebas bertindak sesuai dengan apa yang dirasanya benar. Namun ini adalah sebuah tanggung jawab, yang juga dapat mempengaruhi orang lain. Inilah yang mungkin meyebabkan Eksistensialisme terpisah dari filsafat lainnya, karena paham ini sangat berbeda. Walaupun demikian perbedaan-perbedaan inilah yang pada akhirnya menghiasi kehidupan di dunia ini dengan berbagai macam variasi ide, pendapat, pandangan dan juga paham.
Hubungan keempat filsafat ini dapat dikaitkan dengan salah satu performa yang saya ikuti di mata kuliah Andragogi. Dalam hal ini, yang menurut saya paling sesuai dengan gambar ini adalah metode Diskusi. Mengapa? Karena sama halnya dengan konsep keempat filsafat tadi, metode diskusi adalah salah satu metode pembelajaran bagi pendidikan orang dewasa yang sangat variatif dalam hal pelaksanaannya. Terdapat bermacam-macam metode diskusi yang dapat digunakan. Diskusi dapat bersifat formal, maupun informal, dalam bentuk kelompok seperti buzz group, atau huddle, dapat berupa debat, dapat juga brainstorming dan masih banyak yang lainnya. Metode diskusi sendiri juga secara tidak langsung dapat menerapkan berbagai macam paham filsafat tadi. Misalnya saja kita dapat melihat paham apa yang dianut oleh seseorang berdasarkan cara seseorang memimpin sebuah diskusi, ataupun bagaimana cara seseorang berargumen atau memberi tanggapan maupun pendapat di dalam sebuah forum diskusi. Selain itu paham eksistensialis juga dapat kita lihat ketika ada sebuah pemecahan masalah di dalam diskusi, ketika ada hal yang diperdebatkan, dan ketika anggota diskusi mencari solusi ataupun jawaban yang paling tepat dari sebuah masalah.

Selasa, 26 April 2011

PAEDAGOGI

Paedagogi berasal dari bahasa yunani yang berarti membimbing anak.paedagogi juga membahas tentang  pembelajaran dan strategi pembelajarannya, khususnya dalam pendidikan 'Formal'
TujuanInstruksional dari materi ini adalah:
Mahasiswa diharapkan memahami pengertian pendidikan,
alat pendidikan dan tujuan pendidikan. Mahasiswa diharapkan dapat
menjelaskan peran teknologi pendidikan dalam proses belajar serta
membuat rancangan rencana belajar berdasarkan panduan buku sebelum mengikuti kelas pembelajaran
Prinsip belajar yang dimiliki seseorang sebagai upaya pembelajaran. Prinsip itu antara lain:
  1. Perhatian dan Motivasi
Sebagai seorang mahasiswa saya dituntut untuk memberikan perhatian ketika berkuliah dan termotivasi untuk belajar. Inilah yang saya alami ketika saya menyadari bahwa saya tidak mampu menggunakan blog, sehingga saya memeprhatikan cara menggunakannya dan termotivasi untuk terus belajar dan mencoba sampai bisa.
  1. Keaktifan
Selain memeperhatikan saya harus aktif juga dalam belajar dan mencari sumber-sumber pembelajaran yang berguna. Walaupun sebenarnya bisa juga saya terapkan dengan posting menggunakan blog, saya lebih memilih aktif dengan menggunakan media lain, seperti misalnya browsing di google, yahoo, dll.
  1. Keterlibatan Langsung / Berpengalaman
Ini jelas terjadi ketika saya pada awalnya memang tahu tentang blog, namun tidak memiliki blog, sehingga proses pembelajaran yang bisa saya dapatkan sangatlah minim. Namun ketika saya telah terlibat langsung dan berpengalaman dalam penggunaannya, maka proses belajarpun terjadi. Saya juga kemudian tahu sendiri bahwa saya lebih memilih untuk tidak mengikutsertakan berbagai posting yang tidak berhubungan dengan kuliah saya.
  1. Pengulangan
Proses pengulangan dapat menajadi berguna dalam proses belajar. Dengan mengulang kita sekaligus melakukan proses latihan berulang yang dapat meningkatkan daya ingat dan performa kita. Hal ini terjadi ketika saya kerap mendapat tugas sehingga saya semakin sering menggunakan blog dan menjadi semakin terbiasa begitu pula dalam pengerjaan tugas.
  1. Tantangan
Sebagai mahasiswa, tentu ada tujuan yang hendak dicapai. Dalam mencapai tujuan tersebut pasti ada saja halangan yang mengganggu, namun mau atau tidak halangan tersebut harus dihadapi. Inilah tantangan tersebut. Semakin besar tantangan tersebut, maka semakin besar motivasi kita menaklukannya. Dalam hal ini, saya akan sering menghadapi berbagai pertanyaan atau kebingungan-kebingungan , salah satunya masalah posting di blog. Namun inilah tantangan yang harus saya hadapi.
  1. Balikan dan Penguatan
Sesuai dengan “law of effect”, seseorang akan lebih senang jika tahu bahwa ia mendapat hasil yang baik. Itu berarti ia akan mendapat pengaruh yang baik untuk usaha kedepannya. Ketika saya merasa blog saya lebih baik tanpa posting yang lain-lain, maka saya akan belajar dengan lebih baik dan positif.
  1. Perbedaan individual
Pada dasarnya, manusia itu adalah unik dan berbeda, sehingga tidak ada satu orangpun yang memiliki sifat-sifat yang sama persis. Hal ini pastinya mempengaruhi proses dan hasil belajar kita. Jika ada teman saya yang memilih untuk membuat posting diluar kewajiban mata kuliah pada blognya, hal ini membuktikan bahwa perbedaan sifat dan pendapat itu memang ada, bahwa saya berbeda dengan orang lain. Mungkin teman saya memiliki alasan tersendiri untuk melakukan demikian, namun saya juga memiliki alasan untuk tidak melakukannya.

SEMANGAT TAK TER BATAS

Berprestasi adalah idaman setiap individu, baik itu prestasi dalam bidang pekerjaan, pendidikan, sosial, seni, politik, budaya dan lain-lain. Dengan adanya prestasi yang pernah diraih oleh seseorang akan menumbuhkan suatu semangat baru untuk menjalani aktifitas. Pengertian prestasi menurut Murray (dalam J. Winardi, 2004):

…Melaksanakan tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi atau mengorganisasi objek-objek fiskal, manusia atau ide-ide untuk melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin sesuai kondisi yang berlaku.Mencapai perporman puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.
Pengertian kebutuhan untuk berprestasi menurut McClelland (dalam Alex Sabur, 2003:285) adalah suatu daya dalam mental manusia untuk melakukan suatu kegiatan yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif, dan lebih efisien daripada kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya. Ini disebabkan oleh virus mental.
Dari pendapat tersebut Alex Sabur mengartikan bahwa dalam psikis manusia, ada daya yang mampu mendorongnya ke arah suatu kegiatan yang hebat sehingga dengan daya tersebut, ia dapat mencapai kemajuan yang teramat cepat. Daya pendorong tersebut dinamakan virus mental, karena apabila berjangkit di dalam jiwa manusia, daya tersebut akan berkembang biak dengan cepat. Dengan kata lain, daya tersebut akan meluas dan menimbulkan dampak dalam kehidupan.
McClelland juga berpendapat tentang motivasi berprestasi. McClelland dan Atkinson (1953:75) menyebutkan ”Setiap orang mempunyai tiga motif yakni motivasi berprestasi (achievement motivation), motif bersahabat (affiliation motivation) dan motif berkuasa (power motivation)”. Dari ketiga motif itu dalam penelitian ini akan difokuskan pada motivasi berprestasi. Motivasi berprestasi dapat untuk bekerja dan belajar.
Menurut McClelland dan Atkinson (1953:78) bahwa ”Achiement motivation should be characterzed by high hopes of success rather than by fear of failure” artinya motivasi berprestasi merupakan ciri seorang yang mempunyai harapan tinggi untuk mencapai keberhasilan dari pada ketakutan kegagalan. Selanjutnya dinyatakan McClelland (1953:78) bahwa ”motivasi berprestasi merupakan kecenderungan seseorang dalam mengarahkan dan mempertahankan tingkah laku untuk mencapai suatu standar prestasi”. Pencapaian standar prestasi digunakan oleh siswa untuk menilai kegiatan yang pernah dilakukan. Siswa yang menginginkan prestasi yang baik akan menilai apakah kegiatan yang dilakukannya telah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Ahli lain yakni Gellerman (1963: 67) menyatakan bahwa orang yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan sangat senang kalau ia berhasil memenangkan suatu persaingan. Ia berani menanggung segala resiko sebagai konsekwensi dari usahanya untuk mencapai tujuan. Sedangkan motivasi berprestasi menurut Tapiardi (1996:105) adalah sebagai suatu cara berfikir tertentu apabila terjadi pada diri seseorang cenderung membuat orang itu bertingkah laku secara giat untuk meraih suatu hasil atau prestasi.
Dari pendapat di atas dapat di pahami bahwa dengan adanya motivasi berprestasi dalam diri individu akan menumbuhkan jiwa kompetisi yang sehat, akan menumbuhkan individu-individu yang bertanggung jawab dan dengan motivasi berprestasi yang tinggi juga akan membentuk individu menjadi pribadi yang kreatif.
Komarudin (1994) menyebutkan bahwa motivasi berprestasi meliputi pertamakecenderungan atau upaya untuk berhasil atau mencapai tujuan yang dikehendaki; keduaketerlibatan ego individu dalam suatu tugas; ketiga harapan suatu tugas yang terlihat oleh tanggapnya subyek; keempat motif untuk mengatasi rintangan atau berupaya berbuat sesuatu dengan cepat dan baik.
Aspek Motivasi Berprestasi
McClelland (dalam Marwisni Hasan 2006) menyatakan bahwa orang yang mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. Mempunyai tanggung jawab pribadi.
Siswa yang mempunyai motivasi berprestasi akan melakukan tugas sekolah atau bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Siswa yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan akan puas dengan hasil pekerjaan karena merupakan hasil usahanya sendiri.
b. Menetapkan nilai yang akan dicapai atau menetapkan standar unggulan.
Siswa menetapkan nilai yang akan dicapai. Nilai itu lebih tinggi dari nilai sendiri (internal) atau lebih tinggi dengan nilai yang dicapai oleh orang lain (eksternal). Untuk mencapai nilai yang sesuai dengan standar keunggulan, siswa harus menguasai secara tuntas materi pelajaran.
c. Berusaha bekerja kreatif.
Siswa yang bermotivasi tinggi, gigih dan giat mencari cara yang kreatif untuk menyelesaikan tugas sekolahnya. Siswa mempergunakan beberapa cara belajar yang diciptakannya sendiri, sehingga siswa lebih menguasai materi pelajaran dan akhirnya memperoleh prestasi yang tinggi.
d. Berusaha mencapai cita-cita
Siswa yang mempunyai cita-cita akan berusaha sebaik-baiknya dalam belajar atau mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar. Siswa akan rajin mengerjakan tugas, belajar dengan keras, tekun dan ulet dan tidak mundur waktu belajar. Siswa akan mengerjakan tugas sampai selesai dan bila mengalami kesulitan ia akan membaca kembali bahan bacaan yang telah diterangkan guru, mengulangi mengerjakan tugas yang belum selesai. Keberhasilan pada setiap kegiatan sekolah dan memperoleh hasil yang baik akan memungkinkan siswa mencapai cita-citanya.
e. Memiliki tugas yang moderat.
Memiliki tugas yang moderat yaitu memiliki tugas yang tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah. Siswa dengan motivasi berpretasi yang tinggi, yang harus mengerjakan tugas yang sangat sukar, akan tetapi mengerjakan tugas tersebut dengan membagi tugas menjadi beberapa bahagian, yang tiap bagian lebih mudah menyelesaikanya.
f. Melakukan kegiatan sebaik-baiknya
Siswa yang mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi akan melakukan semua kegiatan belajar sebaik mungkin dan tidak ada kegiatan lupa di kerjakan. Siswa membuat kegiatan belajar dari mentaati jadwal tersebut. Siswa selalu mengikuti kegiatan belajar dan mengerjakan soal-soal latihan walaupun tidak disuruh guru serta memperbaiki tugas yang salah. Siswa juga akan melakukan kegiatan belajar jika ia mempunyai buku pelajaran dan perlengkapan belajar yang dibutuhkan dan melakukan kegiatan belajar sendiri atau bersama secara berkelompok.
g. Mengadakan antisipasi.
Mengadakan atisipasi maksudnya melakukan kegiatan untuk menghindari kegagalan atau kesulitan yang mungkin terjadi. Antisipasi dapat dilakukan siswa dengan menyiapkan semua keperluan atau peralatan sebelum pergi ke sekolah. Siswa datang ke sekolah lebih cepat dari jadwal belajar atau jadwal ujian, mencari soal atau jawaban untuk latihan. Siswa menyokong persiapan belajar yang perlu dan membaca materi pelajaran yang akan di berikan guru pada hari berikutnya.

Saya pasti bisa

Motivasi Belajar Menjadi Orang Sukses
Motivasi adalah dorongan atau rangsangan terhadap individu untuk mencapai tujuan tertentu,seperti Motivasi hidup,bekerja dan motivasi belajar. Motivasi memang sangat penting dalam dalam hidup ini karena dengan motivasi seseorang akan berusaha menggapai tujuannya sama seperti motivasi belajar jika seseorang ingin menjadi orang yang sukses dalam bisnis maka seseorang itu harus punya motivasi untuk belajar bisnis sehingga dengan motivasi belajar yang tinggi seseorang akan tekun dan bekerja keras dalam belajar untuk menjadi orang yang sukses. Coba anda baca motivasi dibawah ini dari “Hilary mine” dan “Antony Robbins” “Anda harus senantiasa mencintai belajar.saya pikir ketika anda berhenti belajar anda akan mati.” “Tidak ada kesuksesan sejati tanpa penolakan.Semakin banyak penolakan yang dialami,anda akan semakin banyak belajar dan semakin dekat dengan harapan anda”. kalau kita lihat maknanya sesorang yang berhenti belajar dia akan mati karena orang yang masih punya tujuan hidup dia akan selalu belajar dari apa yang dia alami dan semakin banyak kita belajar semakin dekat kita dengan kesuksesan, sebab belajar itu tidak mesti dari seorang guru bahkan kita bisa belajar dari pengalaman karena pengalaman merupakan guru yang paling berharga. Nah teman jangan pernah berhenti memotivasi diri dalam belajar agar kita menjadi orang yang sukses baik dalam bisnis maupun dalam hidup ini.

motivasi belajar

Motivasi sangat penting artinya dalam kegiatan belajar, sebab adanya motivasi mendorong semangat belajar dan sebaliknya kurang adanya motivasi akan melemahkan semangat belajar. Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar; seorang siswa yang belajar tanpa motivasi (atau kurang motivasi) tidak akan berhasil dengan maksimal.

Motivasi memegang peranan yang amat penting dalam belajar, Maslow (1945) dengan teori kebutuhannya,
menggambarkan hubungan hirarkhis dan berbagai kebutuhan, di ranah kebutuhan pertama merupakan dasar untuk timbul kebutuhan berikutnya. Jika kebutuhan pertama telah terpuaskan, barulah manusia mulai ada keinginan untuk memuaskan kebutuhan yang selanjutnya. Pada kondisi tertentu akan timbul kebutuhan yang tumpang tindih, contohnya adalah orang ingin makan bukan karena lapar tetapi karena ada kebutuhan lain yang mendorongnya. Jika suatu kebutuhan telah terpenuhi atau perpuaskan, itu tidak berarti bahwa kebutuhan tesebut tidak akan muncul lagi untuk selamanya, tetapi kepuasan itu hanya untuk sementara waktu saja. Manusia yang dikuasai oleh kebutuhan yang tidak terpuaskan akan termotivasi untuk melakukan kegiatan guna memuaskan kebutuhan tersebut (Maslow, 1954).
Dalam implikasinya pada dunia belajar, siswa atau pelajar yang lapar tidak akan termotivasi secara penuh dalam belajar. Setelah kebutuhan yang bersifat fisik terpenuhi, maka meningkat pada kebutuhan tingkat berikutnya adalah rasa aman. Sebagai contoh adalah seorang siswa yang merasa terancam atau dikucilkan baik oleh siswa lain mapun gurunya, maka ia tidak akan termotivasi dengan baik dalam belajar. Ada kebutuhan yang disebut harga diri, yaitu kebutuhan untuk merasa dipentingkan dan dihargai. Seseorang siswa yang telah terpenuhi kebutuhan harga dirinya, maka dia akan percaya diri, merasa berharga, marasa kuat, merasa mampu/bisa, merasa berguna dalam didupnya. Kebutuhan yang paling utama atau tertinggi yaitu jika seluruh kebutuhan secara individu terpenuhi maka akan merasa bebas untuk menampilkan seluruh potensinya secara penuh. Dasarnya untuk mengaktualisasikan sendiri meliputi kebutuhan menjadi tahu, mengerti untuk memuaskan aspek-aspek kognitif yang paling mendasar.
Guru sebagai seorang pendidik harus tahu apa yang diinginkan oleh para sisiwanya. Seperti kebutuhan untuk berprestasi, karena setiap siswa memiliki kebutuhan untuk berprestasi yang berbeda satu sama lainnya. Tidak sedikit siswa yang memiliki motivasi berprestasi yang rendah, mereka cenderung takut gagal dan tidak mau menanggung resiko dalam mencapai prestasi belajar yang tinggi. Meskipun banyak juga siswa yang memiliki motivasi untuk berprestasi yang tinggi. Siswa memiliki motivasi berprestasi tinggi kalau keinginan untuk sukses benar-benar berasal dari dalam diri sendiri. Siswa akan bekerja keras baik dalam diri sendiri maupun dalam bersaing dengan siswa lain.
Siswa yang datang ke sekolah memiliki berbagai pemahaman tentang dirinya sendiri secara keseluruhan dan pemahaman tentang kemampuan mereka sendiri khususnya. Mereka mempunyai gambaran tertentu tentang dirinya sebagai manusia dan tentang kemampuan dalam menghadapi lingkungan. Ini merupakan cap atau label yang dimiliki siswa tentang dirinya dan kemungkinannya tidak dapat dilihat oleh guru namun sangat mempengaruhi kegiatan belajar siswa. Gambaran itu mulai terbentuk melalui interaksi dengan orang lain, yaitu keluarga dan teman sebaya maupun orang dewasa lainnya, dan hal ini mempengaruhi prestasi belajarnya di sekolah.

Berdasarkan pandangan di atas dapat diambil pengertian bahwa siswa datang ke sekolah dengan gambaran tentang dirinya yang sudah terbentuk. Meskipun demikian adanya, guru tetap dapat mempengaruhi mapun membentuk gambarang siswa tentang dirinya itu, dengan tujuan agar tercapai gambarang tentang masing-masing siswa yang lebih positif. Apabila seorang guru suka mengkritik, mencela, atau bahkan merendahkan kemampuan siswa, maka siswa akn cenderung menilai diri mereka sebagai seorang yang tidak mampu berprestasi dalam belajar. Hal ini berlaku terutama bagi anak-anak TK atau SD yang masih sangat muda. Akibatnya minat belajar menjadi turun. Sebaliknya jika guru memberikan penhargaan, bersikap mendukung dalam menilai prestasi siswa, maka lebih besar kemungkinan siswa-siswa akan menilai dirinya sebagai orang yang mampu berprestasi. Penghargaan untuk berprestasi merupakan dorongan untuk memotivasi siswa untuk belajar. Dorongan intelektual adalah keinginan untuk mencapai suatu prestasi yang hebat, sedangkan dorongan untuk mencapai kesuksesan termasuk kebutuhan emosional, yaitu kebutuhan untuk berprestasi.
Mengutip pendapat Mc. Donald (Tabrani, 1992: 100), “motivation is energy change within the person characterized by affective arousal and anticipatory goal reaction.” Motivasi adalah sesuatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan. Dari perumusan yang dikemukakan Mc. Donald ini mengandung tiga unsur yang saling berkaitan, yaitu: 1) motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi, 2) motivasi ditandai dengan timbulnya perasaan (affective arousal), 3) motivasi ditandai oleh reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan.

Dari uraian di atas jelas kiranya bahwa motivasi bertalian erat dengan suatu tujuan. Makin berharga tujuan itu bagi yang bersangkutan, makin kuat pula motivasinya. Jadi motivasi itu sangat berguna bagi tindakan atau perbuatan seseorang. Penjelasan mengenai fungsi-fungsi motivasi adalah:





 





1. Mendorong manusia untuk bertindak/berbuat. Motivasi berfungsi sebagai pengerak atau motor yang memberikan energi/kekuatan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu.
2. Menentukan arah perbuatan. Yakni ke arah perwujudan tujuan atau cita-cita. Motivasi mencegah penyelewengan dari jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Makin jelas tujuan itu, makin jelas pula jalan yang harus ditempuh.
3. Menyeleksi perbuatan. Artinya menentukan perbuatan-perbuatan mana yang harus dilakukan, yang serasi, guna mencapai tujuan itu dengan menyampingkan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan.
Perempuan diciptakan dari tulang rusuk Laki – laki
Bukan dari kepalanya untuk menjadi peneduhnya
Bukan dari kakinya untuk menjadi tumpuannya
Tapi dari sisinya untuk menjadi sama
Dekat dengan lengannya untuk dilindungi
Dan dekat dengan hatinya untuk dicintai

Dibutuhkan tiga detik untuk mengatakan aku mencintaimu.
Tiga jam untuk menjelaskannya
dan seumur hidup untuk membuktikannya

Saya memiliki sepasang mata, tetapi tidak dapat selalu melihatmu.
Saya memiliki sepasang tangan, tetapi tidak bisa selalu melindungimu
Tapi aku memiliki hati, yang selalu berdoa untuk mu

Apa gunanya sayap jika Anda tidak bisa merasakan angin pada wajah Anda?
dan apa gunanya hidup akan jika Anda tidak dapat memenuhi cinta hidup Anda

Jika kita mencintai seseorang
Berusahalan untuk tampil apa adanya
karena Cinta sejati selalu dapat
Menerima Kelebihan dan Kekurangan

Bahagialah bagi orang yang mengerti akan arti cinta,
Karena Cinta itu akan memberikan warna bagi kehidupannya

Cinta yang teramat besar kadang dapat membuat kita
tak bisa mencintai lagi

Setetes kebencian di dalam hati
Pasti akan membuahkan penderitaan
Tapi setetes cinta di dalam relung hati
akan membuahkan kebahagiaan sejati

Janganlah berputus asa. Tetapi kalau anda sampai berada dalam keadaan putus asa, berjuanglah terus meskipun dalam keadaan putus asa.


Dunia ini umpama lautan yg luas. Kita adalah kapal yg belayar dilautan telah ramai kapal karam didalamnya..andai muatan kita adalah iman,dan layarnya takwa,nescaya kita akan selamat dari tersesat di lautan hidup ini.


Dalam masyarakat manusia ada binatang jalang tetapi dalam masyarakat binatang tidak ada satu pun manusia jalang -Aristotle


Sahabat sejati adalah mereka yang sanggup berada disisimu ketika kamu memerlukan sokongan walaupun saat itu mereka sepatutnya berada di tempat lain yang lebih menyeronokkan.


Hati yang terluka umpama besi bengkok walau diketuk sukar kembali kepada bentuk asalnya.
Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan
Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. Akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu.
Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan
Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah
Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda
Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan
Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri
Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaa
Anda lambat menjadi kaya raya, penyebabnya adalah penggunaan kata-kata dalam menentukan ide. Sukses dalam hidup juga dipengaruhi oleh kalimat apa yang Anda ucapkan sebagai pemikiran Anda.

Sebagian besar orang menggunakan kata-kata lambat yang menyebabkan membuat ide yang lambat yang berarti mereka memperoleh kekayaan yang lambat. Kata-kata adalah peralatan untuk pikiran. Kita membutuhkan kata-kata yang cepat untuk rencana yang cepat.

Bagi Robert T. Kiyosaki menabung adalah sebuah kata lambat. Ayah miskinnya mengajari cara menabung. Sebaliknya ayah kayanya mengajari cara mengumpulkan modal. Ketika Robert T. Kiyosaki ditanya :

“Bagaimana kalau orang tidak tahu cara mengumpulkan modal?”

Jawabannya adalah :
 “Yang terbaik adalah menabung atau menginvestasikan waktu untuk belajar cara mengumpulkan modal. Mengumpulkan modal merupakan kecakapan yang dapat dipelajari”.

Ketika orang-orang lain menjadi semakin tua dan masih berusaha maju dan bekerja keras untuk menabung (menggunakan rencana yang sangat lambat), Robert T. Kiyosaki yang pada awalnya belajar dan membuat kesalahan-kesalahan juga, namun dia belajar dari kesalahan-kesalahan itu sehingga pendidikan dan pengalamannya membuat pengumpulan modal semakin mudah ketika Robert semakin tua. Ketika orang lain bersusah payah menabung Rp1.000.000/bulan, ada orang yang bisa mengumpulkan puluhan milyar rupiah pada saat yang sama.

Yang dimaksud Robert Kiyosaki disini adalah dengan menabung ini memungkinkan kita mencapai penghasilan pensiun yang cukup makmur yaitu 100.000 Doll.ar – 1.000.000 Doll.ar/tahun. Tapi kata-kata menabung pada umumnya tidak memungkinkan untuk mencapai tingkat penghasilan kaya (1 juta Doll.ar atau lebih/tahun) dan ultra kaya (1 juta Doll.ar atau lebih / bulan).

Bill Gates tidak menjadi orang terkaya didunia dengan membeli saham, dia menjadi orang terkaya di dunia karena dikenal sebagai “Pemegang saham yang menjual”.

Ayah miskin Robert Kiyosaki sering kembali ke sekolah, dia kuliah di Chicago, Northwestern Stanford. Selesai sekolah dia sangat bersemangat dan mengharapkan promosi serta naik gaji karena telah sekolah lagi. Kenyataannya tidak seindah itu.

Ayah kaya Robert Kiyosaki pergi ke seminar, Dia berkata, “Kamu pergi ke sekolah kalau kamu ingin menjadi karyawan yang lebih baik atau profesional yang lebih baik seperti dokter, pengacara, atau akuntan. Kalau kamu tidak peduli dengan gelar, promosi, atau jaminan kerja, pergilah ke seminar. Seminar adalah untuk orang-orang yang menginginkan hasil finansial yang lebih bagus dibanding promosi pekerjaan atau jaminan kerja yang meningkat.”

Seberapa cepatkah kata-kata dan ide-ide kita ?