Rabu, 11 Februari 2026

Awas pemimpin Pampidokang

 





🔥 Sukses Jadi Pemimpin Itu Bukan Soal Sibuk, Tapi Soal Sistem

Bicara soal kesuksesan pemimpin itu luas: target tercapai, tim perform, kultur berubah. Tapi ada satu pertanyaan sederhana yang lebih jujur:

👉 Kalau kamu tidak masuk kantor beberapa hari, apa yang terjadi?

Tim tetap jalan, target tembus, semua rapi?

✅ Selamat, kamu sedang membangun kepemimpinan yang matang.

Atau kamu deg-degan, HP berdering terus, tim bingung ambil keputusan?



❌ Itu tanda kamu belum benar-benar memimpin.


Pemimpin sukses itu bisa tidur nyenyak dan libur tenang, karena sistem dan timnya sudah dewasa.

Masalah Utamanya Apa?

Biasanya ada di dua hal:

1. Gagal mendelegasikan.

2. Tidak mendewasakan tim.

Dalam Teori Situasional Leadership (Hersey–Blanchard), level tertinggi kepemimpinan adalah delegating — ketika kontrol minim, tapi hasil tetap maksimal.


Delegasi Itu Apa?

- Memberi otoritas.

- Memberi kepercayaan.

- Memberi ruang orang lain bertanggung jawab.

Semakin kamu bisa delegasi dengan tepat, semakin efektif kamu sebagai pemimpin.

Jangan Jadi “Pampidokang”

Dalam bahasa Makassar jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, pampidokang itu orang yang terlalu ikut campur.

Dalam manajemen, ini tipe pemimpin yang:


1. Semua mau diurus sendiri.

2. Tidak percaya tim.

3. Ingin terlihat paling hebat.

Padahal, itu bukan tanda kuat — tapi tanda kurang percaya diri.

💡 Pemimpin sejati bukan yang mengerjakan semuanya, tapi yang membuat semua orang bisa mengerjakan bagiannya dengan baik.

Karena kepemimpinan itu bukan tentang jadi pusat segalanya,

tapi tentang membangun sistem yang tetap hidup meski kamu tidak di tempat.

Tidak ada komentar: