🔥 Kebaikan Itu Bukan Soal Terlihat Sibuk, Tapi Soal Sistem Hati. Berhenti Jadi “Pampidokang” dalam Hidup!
Dalam kehidupan sehari-hari, kebaikan sering diukur dari:
✔ Sering membantu
✔ Sering menasihati
✔ Sering ikut campur
✔ Sering terlihat peduli
Tapi ada satu pertanyaan yang lebih jujur:
👉 Kalau kamu tidak ada, apakah kebaikan tetap berjalan?
Apakah anak tetap disiplin?
Apakah keluarga tetap saling menghargai?
Apakah tim tetap jujur dan amanah?
✅ Kalau iya, berarti kamu sedang membangun nilai, bukan sekadar hadir.
❌ Kalau tidak? Semua bergantung pada omelanmu, perintahmu, atau kontrolmu.
Masalahnya biasanya dua:
1️⃣ Terlalu ingin mengatur semua
2️⃣ Tidak memberi ruang orang lain bertumbuh
Kebaikan sejati bukan mengontrol, tapi menanamkan.
Bukan memerintah terus, tapi membangun kesadaran.
Jangan jadi “pampidokang” dalam kehidupan .
"Pappidokang", jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia,
orang yang terlalu ikut campur tapi lupa membangun sistem nilai".
💡 Jadilah arsitek karakter.
1. Bangun kebiasaan baik.
2. Tanamkan tanggung jawab.
3. Biarkan orang tumbuh.
Karena kebaikan yang matang adalah
kebaikan yang tetap hidup — bahkan saat kamu tidak ada. 🔥

Tidak ada komentar:
Posting Komentar