Rabu, 11 Februari 2026

Berhenti Jadi “Pampidokang” dalam Hidup!




 🔥 Kebaikan Itu Bukan Soal Terlihat Sibuk, Tapi Soal Sistem Hati. Berhenti Jadi “Pampidokang” dalam Hidup!


Dalam kehidupan sehari-hari, kebaikan sering diukur dari:


✔ Sering membantu

✔ Sering menasihati

✔ Sering ikut campur

✔ Sering terlihat peduli


Tapi ada satu pertanyaan yang lebih jujur:


👉 Kalau kamu tidak ada, apakah kebaikan tetap berjalan?


Apakah anak tetap disiplin?

Apakah keluarga tetap saling menghargai?

Apakah tim tetap jujur dan amanah?


✅ Kalau iya, berarti kamu sedang membangun nilai, bukan sekadar hadir.


❌ Kalau tidak? Semua bergantung pada omelanmu, perintahmu, atau kontrolmu.


Masalahnya biasanya dua:


1️⃣ Terlalu ingin mengatur semua

2️⃣ Tidak memberi ruang orang lain bertumbuh


Kebaikan sejati bukan mengontrol, tapi menanamkan.

Bukan memerintah terus, tapi membangun kesadaran.


Jangan jadi “pampidokang” dalam kehidupan .

"Pappidokang", jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia,

orang yang terlalu ikut campur tapi lupa membangun sistem nilai".


💡 Jadilah arsitek karakter.


1. Bangun kebiasaan baik.

2. Tanamkan tanggung jawab.

3. Biarkan orang tumbuh.


Karena kebaikan yang matang adalah

kebaikan yang tetap hidup — bahkan saat kamu tidak ada. 🔥

Tidak ada komentar: