Rabu, 04 Juni 2025

ESES: Kecerdasan Multidimensi Manusia


🔍 Apa itu ESES?


ESES adalah konsep kecerdasan multidimensi yang mencakup 4 aspek utama:


 *E= ducational Quotient (Kecerdasan Pendidikan)* 


 *S= piritual Quotient (Kecerdasan Spiritual)* 


 *E= ntrepreneurship Quotient (Kecerdasan Kewirausahaan)* 


 *S= ocial Quotient (Kecerdasan Sosial)* 

---


🧠 *1. E= ducational Quotient (EQ)* 


> “Ilmu adalah cahaya.”


🔹 Kemampuan berpikir logis, menganalisis, dan memecahkan masalah.

🔹 Diperoleh melalui proses belajar formal maupun informal.

🔹 Mengasah kecerdasan intelektual dan akademik.


Contoh: Prestasi belajar, berpikir kritis, keterampilan membaca & menulis.

---


🙏 *2. S= piritual Quotient (SQ)* 


> “Orang yang cerdas secara spiritual, hidupnya penuh makna.”


🔹 Kecerdasan dalam memahami tujuan hidup dan nilai kebaikan.

🔹 Berkaitan dengan kesadaran diri, kejujuran, integritas, dan hubungan dengan Allah, manusia serta alam semesta.

🔹 Dasar moral dan etika dalam kehidupan.


Contoh: Ketulusan, empati, kepedulian, keteguhan hati, Konsisten, 

---


🚀 *3. E= ntrepreneurship Quotient (EnQ)* 


> “Melihat peluang di balik setiap tantangan.”


🔹 Kemampuan menciptakan ide, solusi, dan inovasi.

🔹 Siap mengambil risiko dan bertindak secara mandiri.

🔹 Mengasah kreativitas, kepemimpinan, dan jiwa bisnis.


Contoh: Membuka usaha, membuat inovasi sosial, berpikir visioner.

---


🤝 *4. S= ocial Quotient (SoQ)* 


> “Kesuksesan tak pernah sendirian.”


🔹 Kecerdasan berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain.

🔹 Menumbuhkan komunikasi yang baik dan sikap inklusif.

🔹 Fondasi kepemimpinan, kolaborasi, dan toleransi.


Contoh: Membangun relasi, membangun tim hebat, bekerja dalam tim, memimpin , dan berorganisasi.

---


🔗 Kesimpulan: Bangun Diri secara Holistik


 *ESES* membantu kita tumbuh tidak hanya pintar, tapi juga:

Bijaksana secara spiritual.

Kreatif secara kewirausahaan.

Peduli secara sosial.

> “Orang hebat bukan hanya yang tahu banyak, tapi juga yang hidup bermakna dan bermanfaat.”

---

Jenis kecerdasan ESES

 



"ESES" adalah kepanjangan yang menggabungkan empat jenis kecerdasan atau "quotient" untuk pengembangan diri dan keberhasilan yang holistik, sebagai berikut:

 * Educational Quotient (EQ) - Kecerdasan Pendidikan: Merujuk pada ukuran kemampuan individu dalam memperoleh, memahami, dan menerapkan pengetahuan. Ini berkaitan dengan tingkat pendidikan formal, prestasi akademik, dan kemampuan belajar secara berkelanjutan. Kecerdasan ini mencerminkan sejauh mana seseorang mampu menguasai informasi dan keterampilan yang relevan dalam konteasi pendidikan.

 * Spiritual Quotient (SQ) - Kecerdasan Spiritual: Ini adalah kecerdasan jiwa atau kecerdasan batin yang berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menemukan makna, tujuan, dan nilai-nilai dalam hidupnya. SQ melibatkan kesadaran diri, belas kasih, kebijaksanaan, serta kemampuan untuk mengatasi kesulitan dan menemukan kedamaian batin. Ini bukan hanya tentang agama, tetapi tentang koneksi dengan diri sendiri dan alam semesta yang lebih besar.

 * Entrepreneurship Quotient (EQ) - Kecerdasan Kewirausahaan: Mengacu pada potensi dan kecenderungan seseorang untuk menjadi seorang wirausaha. Ini melibatkan kemampuan untuk melihat peluang, berinovasi, mengambil risiko yang terukur, serta membangun dan mengembangkan bisnis atau proyek. Kecerdasan ini mencakup kreativitas, inisiatif, ketahanan, dan kemampuan memecahkan masalah dalam konteks kewirausahaan.

 * Social Quotient (SQ) - Kecerdasa Sosial: Atau dikenal juga sebagai kecerdasan sosial. Ini adalah kemampuan seseorang untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Meliputi empati, kemampuan membangun dan menjaga hubungan, memahami isyarat sosial, serta menavigasi situasi sosial yang kompleks. Seseorang dengan SQ tinggi mampu bekerja sama dengan baik dalam tim dan memiliki jaringan sosial yang kuat.

Secara keseluruhan, konsep ESES ini menekankan bahwa keberhasilan dan kesejahteraan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual (IQ) semata, tetapi juga oleh keseimbangan dan pengembangan keempat Kecerdasan ini.

Jenis kecerdasan ESES atau kapasitas yang penting untuk pengembangan pribadi




Empat jenis kecerdasan ESES  atau kapasitas yang penting untuk pengembangan pribadi dan profesional seseorang:

1. Educational Quotient (EQ) – Kecerdasan Pendidikan

Merujuk pada tingkat kemampuan seseorang dalam memperoleh, memahami, dan menerapkan pengetahuan akademis atau formal. Ini mencakup prestasi akademik, kemampuan belajar, berpikir kritis, dan problem solving.

2. Spiritual Quotient (SQ) – Kecerdasan Spiritual

Mengacu pada kemampuan seseorang dalam memahami makna hidup, nilai-nilai moral, dan hubungan dengan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri (misalnya Allah sebagai Tuhan yang maha Esa, alam semesta, atau nilai kemanusiaan). SQ mencakup kesadaran diri yang dalam, empati, dan integritas.

3. Entrepreneurship Quotient (EQ) - Kecerdasan Kewirausahaan 

Ini adalah kapasitas seseorang untuk berpikir dan bertindak sebagai seorang wirausahawan, termasuk kreativitas, inovasi, pengambilan risiko yang terukur, kepemimpinan, dan manajemen sumber daya untuk menciptakan nilai atau solusi.

4. Social Quotient (SQ) – Kecerdasan Sosial

Merupakan kemampuan dalam membangun dan menjaga hubungan sosial yang sehat. Ini mencakup komunikasi, kerja sama, empati, kepemimpinan sosial, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan sosial.

Intinya: Konsep ESES adalah pendekatan holistik dalam pengembangan individu, yang tidak hanya mengandalkan aspek akademis (Educational), tetapi juga spiritual, kewirausahaan, dan sosial. Cocok diterapkan dalam pendidikan karakter, kepemimpinan, dan pengembangan sumber daya manusia.

ESES: Educational Quotient, Spiritual Quotient, Entrepreneurship Quotient, Social Quotient



ESES adalah singkatan dari empat jenis kecerdasan atau kemampuan yang berbeda, yaitu:

1. E = Educational Quotient (Kecerdasan Pendidikan): kemampuan secara  akademis dan pengetahuan.

2. S = Spiritual Quotient (Kecerdasan Spiritual): kemampuan mengaplikasikan hubungan baik kepada Allah, hubungan baik terhadap sesama manusia, dan hubungan baik terhadap alam semesta serta memaknai hidup didalam mengembangkan kesadaran diri.

3. E = Entrepreneurship Quotient (Kecerdasan Kewirausahaan): kemampuan memulai dan menjalankan bisnis dengan sukses, bahagia dan disertai adanya perkembangan dan kemajuan yang tiga kali jauh lebih baik.

4. S = Social Quotient (Kecerdasan Sosial): kemampuan berinteraksi, beraksi dan berkomunikasi dengan orang lain dalam hubungan sosial. 

Jenis kecerdasan ESES: Educational Quotient, Spiritual Quotient, Entrepreneurship Quotient, Social Quotient

ESES: Educational quotient (kecerdasan pendidikan atau EQ),  Spiritual Quotient (kecerdasan spiritual atau SQ), Entrepreneurship Quotient ( Kecerdasan Kewirausahaan atau EQ), Social Quotient (Kecerdasan Sosial atau SQ)

1. Educational quotient (kecerdasan pendidikan, atau EQ)

Sebuah kecerdasan pendidikan, atau EQ, adalah skor yang dirancang untuk menilai tingkat subjek pendidikan umum. Meskipun terkait dengan kecerdasan intelektual, tidak ada korelasi langsung antara keduanya. Seseorang dengan IQ tinggi, mungkin memiliki EQ yang rendah, dan sebaliknya.

Pendidikan Quotient (EQ) yang Anda sebutkan sebenarnya lebih dikenal sebagai istilah yang mirip dengan Intelligence Quotient (IQ), namun lebih spesifik pada kemampuan akademis atau pendidikan. Istilah yang lebih umum digunakan dalam konteks ini adalah Achievement Quotient atau Academic Quotient, yang mengukur pencapaian akademis seseorang.

Namun, ada istilah lain yang juga menggunakan singkatan EQ, yaitu Emotional Quotient, yang lebih umum dikenal sebagai Emotional Intelligence (EI). Emotional Intelligence mengacu pada kemampuan seseorang untuk mengenali dan memahami emosi diri sendiri dan orang lain, serta menggunakan kemampuan ini untuk mengarahkan pikiran dan perilaku.

Jadi, ada dua konsep yang berbeda:

1. *Achievement Quotient/Academic Quotient*: Mengukur pencapaian akademis.

2. *Emotional Quotient/Emotional Intelligence*: Mengukur kecerdasan emosional.

Kedua konsep ini memang berbeda dari Intelligence Quotient (IQ), yang mengukur kecerdasan intelektual secara umum.

2. Spiritual Quotient (kecerdasan spiritual atau SQ) adalah kecerdasan spiritual atau kecerdasan jiwa yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya dan mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan.

Ciri-ciri Kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik akan ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bersikap fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, mampu menghadapi penderitaan dan rasa sakit, mampu mengambil pelajaran yang berharga dari suatu kegagalan, mampu mewujudkan hidup sesuai dengan visi dan misi, mampu melihat keterkaitan antara berbagai hal, mandiri, serta pada akhirnya membuat seseorang mengerti akan makna hidupnya.

Kecerdasan Spiritual (SQ) memang merupakan kemampuan untuk memahami dan mengembangkan diri secara spiritual, serta menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Ciri-ciri yang Anda sebutkan, seperti kemampuan untuk bersikap fleksibel, memiliki kesadaran yang tinggi, dan mampu menghadapi penderitaan, merupakan indikator penting dari kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik.

Dengan kecerdasan spiritual yang kuat, seseorang dapat:

- Mengembangkan kesadaran diri dan memahami makna hidup

- Menghadapi tantangan dan kesulitan dengan lebih baik

- Membuat keputusan yang lebih bijak dan seimbang

- Membangun hubungan yang lebih harmonis dengan diri sendiri dan orang lain

- Mencapai kepuasan dan kebahagiaan yang lebih mendalam

Kecerdasan spiritual dapat dikembangkan melalui praktik-praktik seperti meditasi, refleksi diri, dan pengembangan kesadaran spiritual. Dengan demikian, seseorang dapat meningkatkan kemampuan untuk memahami diri sendiri dan orang lain, serta menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

3. Entrepreneurship Quotient (EQ) adalah ukuran yang digunakan untuk menilai kemampuan seseorang dalam memulai dan menjalankan bisnis dengan sukses. EQ mencakup berbagai aspek, seperti:


- Kreativitas dan inovasi

- Kemampuan mengambil risiko

- Kemampuan memecahkan masalah

- Kemampuan memimpin dan mengelola tim

- Kemampuan mengembangkan strategi bisnis

- Kemampuan mengelola keuangan dan sumber daya


Seseorang dengan EQ yang tinggi biasanya memiliki kemampuan untuk:


- Mengidentifikasi peluang bisnis dan mengembangkan ide-ide inovatif

- Mengambil risiko yang terukur dan mengelola ketidakpastian

- Memecahkan masalah dan mengatasi tantangan dengan efektif

- Memimpin dan mengelola tim dengan baik

- Mengembangkan strategi bisnis yang efektif dan mencapai tujuan


EQ sangat penting bagi mereka yang ingin menjadi entrepreneur sukses. Dengan memiliki EQ yang tinggi, seseorang dapat meningkatkan kemampuan untuk memulai dan menjalankan bisnis dengan sukses, serta mencapai tujuan dan impian mereka.

4. Social Quotient (SQ) adalah ukuran yang digunakan untuk menilai kemampuan seseorang dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain dalam konteks sosial. SQ mencakup berbagai aspek, seperti:

- Kemampuan berkomunikasi efektif

- Kemampuan membangun hubungan

- Kemampuan memahami dan mengelola emosi orang lain

- Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial

- Kemampuan memecahkan konflik

Seseorang dengan SQ yang tinggi biasanya memiliki kemampuan untuk:

- Berkomunikasi dengan jelas dan efektif

- Membangun hubungan yang kuat dan positif dengan orang lain

- Mengelola konflik dan situasi sulit dengan baik

- Beradaptasi dengan perubahan sosial dan lingkungan

- Memahami dan menghargai perbedaan pendapat dan budaya

SQ sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks pribadi maupun profesional. Dengan memiliki SQ yang tinggi, seseorang dapat membangun hubungan yang lebih baik, mencapai tujuan dengan lebih efektif, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Selasa, 03 Juni 2025

ESES : hal besar dimulai dari hal kecil

 




Inilah salah satu alasan kita tidak boleh meremehkan hal kecil, karena "hal besar dimulai dari hal kecil". 



ESES: "Singkammai bulu na tingkokokona! Satu kata dengan perbuatan



Tojeng"  arti dari bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia, "Kebenaran" .Menjunjung tinggi kebenaran secara konsisten dalam perkataan dan tindakan. "Singkammai bulu na tingkokokona! Satu kata dengan perbuatan. 

Mau pesan undangan, hubungi ESES 

Selamat Hari Lahir Pancasila, semoga sukses

ESES : Tidak ada atasan, yang tidak memiliki atasan, kecuali Tuhan

 




"Tidak ada atasan, yang tidak memiliki atasan, kecuali Tuhan".


Hari ini jadi helper, bisa jadi besok jadi owner. 

Dani insya Allah bisa jadi lusa jadi jutawan tenar. 


Mau nikah, pesan aja di ESES ❗

Selamat hari buruh 2025, semoga Sukses❗

Jumat, 01 Maret 2024

JAGA NAMAMU ESES !

 


Kalau kamu punya nama, kamu punya pangkat, kamu punya kedudukan, ingatlah bahwa semua orang yang perna mendengar namamu itu akan menjadi pengawasmu. Bahkan istri dan anak-anakmu akan di perhatikan tingkah lakumu oleh banyak orang.


Kalau begitu, jaga napasmu, jaga keputusanmu, dan jaga rekam jejakmu. Apapun yang kau torehkan, ada orang lain yang akan menilaimu. 


Ingat, kau bagaikan macam putih siraja siang. Tapi ada kambing hitam yang juga siap mencelakakanmu! Kuncinya ada pada ibadah, doa, dan kepasrahanmu pada-Nya. Selamat kerja sahabat!

JANGAN PAPPIDOKANG ESES!

 


BICARA soal kesuksesan pemimpin,cakupannya sangat luas. Kesuksesan pemimpin bisa mengenai kesuksesan pencapaian target, performance team yang tinggi, sukses mengubah kultur perusahaan dan sebagainya.


      Selama anda menjadi pemimpin, bagaimanakah hidup anda sehari-hari? Inilah sebuah pertanyaan penting bagi pemimpin. Berapa lamakah pekerjaan anda bisa tinggalkan? Sehari? Atau lebih lama dari itu? Apakah saat anda tinggalkan tidak ada yang berubah?


      Perfomance team tetap tinggi, target bulanan tembus, pekerjaan teratur dan kinerja bagus? Atau ketika anda tinggalkan maka anda semakin degdegan, tidak bisa tidur, ragu dengan kinerja tim anda dan penuh kekhawatiran? Atau anda mencoba untuk santai tetpi telepon anda berdering terus karena tim tidak dapat mengambil keputusan, dan membutuhkan arahan dan bimbingandari anda?


      Jika yang terakhir anda hadapi maka anda belumlah pemimpin yang sukses. Pemimpin yang sukses bisa tidur tenang dan berlibur lama sementara pekerjaan di kantor tetap beres dikerjakan orang-orang yang anda pimpin.


      Di manakah letaknya kesalahan pemimpin jika demikian? Ketidakmampuan mendewasakan tim, kegagalan mendelegasikan pekerjaan dengan baik akan berujung mimpi buruk. Pendelegasikan pekerjaan merupakan sesuatu yang menarik untuk dipelajari karena menyangkut ketenangan hidup anda.


      Hersey-Blanchard dalam Teori Situasional Leadership berpendapat pendelegasian merupakan tingkat yang tertinggi dalam kepemimpinan. Setiap tugas diperlukan suatu leadership style yang berbeda dan yang paling tinggi adalah ketika pemimpin mampu mendelegasikan sehingga walaupun minim kontrol, pekerjaan dapat berjalan.


      Mendegelasikan artinya suatu tindakan untuk memberikan otoritas kepada orang lain atau mempercayakan tugas kepada orang  yang dapat bertanggung jawab. Ketika kita mampu mendelegasikan suatu pekerjaan dengan baik maka berarti efektivitas kita sebagai pemimpin bertanbah.


      Ada beberapa kiat sukses dalam mendelegasikan pekerjaan. Salah satunya tidak “pampidokang”.dalam Bahasa Makassar, “pampidokang” diartikan sebagai orang yang terlalu banyak mencampuri pekerjaan pekerjaan atau urusan orang lain dalam dunia manajemen, sikap “pampidokang” sedapat mungkin harus dihindari. Kalaulah hal itu bukan urusan  dan kewenangan kita, tidak usah dicampuri. Beri kesempatan kepada mereka yang memang berwewenang.


      Mengenai pemaknaan “pampidokang”, bisa juga didekatkan pada orang-orang atau pemimpin yang tidak PeDe, tidak percaya diri, biasanya justru intelektualnya rendah, dia mau dibilang hebat, hanya dia yang hebat, sehingga semuanya dia urus sendiri. Oleh karena itu, pemimpin tidak boleh “pampidokang” yang maunya mengurusi sendiri semuanya- sebab, pemimpin itu harus mampu mendelegasikan tanggung jawab pada semua pihak sesuai tugas dan tanggung jawab pada semua pihak sesuai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Rabu, 28 Februari 2024

Pengusaha bukan penguasa



Seribu jadi satu juta

Satu juta jadi satu milyar

Satu Milyar jadi satu trilyun

Satu Trilyun jadi bangkrut

Itulah…Pengusaha


Modalnya adalah dengkulnya

Tak punya dengkul pun,

bisa pinjem dengkul orang lain.

Pengalaman kerjanya adalah,

Tak pernah melamar pekerjaan

Keberaniannya adalah optimisme

terhadap duitnya orang lain

Itulah…Pengusaha


Kemandirian adalah jiwanya.

Memulai usaha sendiri

Mengangkat dirinya sendiri

jadi direktur di perusahaannya sendiri

menjual barangnya sendiri

tidak laku ya dibeli sendiri

Itulah…Pengusaha


Perjuangan adalah hari-harinya

Hutang adalah darahnya

Keuntungan adalah keringatnya

Tak berhutang hidup pun terasa hampa

baginya berhutang pun tetap mulia

Itulah…Pengusaha


Hidungnya panjang

Matanya tajam

Senyumnya mekar

Telinganya lebar

Itulah…Pengusaha

Selasa, 20 Februari 2024

KERJA DULU , LALU MAKAN

 


Kamu hanya bisa bahagia dan sukses, kalau kamu melewati susahnya kehidupan. 


Disana - sini  pasti jelas ada lelah, ada penolakan, ada tangis, ada air mata, ada ini dan itu yang jelek -jeleknya, ada kekecewaan, ada hati yang sakit, bahkan ada frustasi yang kamu harus taklukkan. 


Dari berbagai referensi yang ada,  jangan 

kamu pikir, orang bisa langsung jadi presiden, jadi menteri , bisa langsung jadi anggota DPR , dan atau bisa langsung jadi pengusaha yang sukses dan bisa langsung berleha-leha?


Tentu jawabannya Tidaklah, harus berproses dulu, harus mau bersabar, harus banyak bersyukur, mau ikhlas, harus ditempa dulu, marangkak dulu, jatuh bangun dulu, harus taklukkan tantangan agar bisa survive di segala cuaca dan arena.


Ingat sekali lagi, mencetak kehidupan masa depan itu  yang tentukan kamu dan ridho Allah. Jika ingin sukses, kamu harus kerja keras , mau kerja cerdas, harus ada kerja ikhlas, dan harus dikerjakan dengan tuntas.


Tetapi Jika kamu ingin masa tua sengsara,

maka mulai dari muda silahkan hidup sesuka kamu. Kamu tidak mau ambil resiko, tidak mau melaksanakan perintah Allah juga tidak mau menjauhi larangan Allah, tidak mau berbuat baik sama orang lain, tidak mau pelajari ini dan itu. 


Kalau begitu mari manfaatkan waktu yang ada! Para leluhur selalu berpesan "AKKARESOKO ROLO NAMPA ANGGANREKO ",  arti dari Bahasa MAKASSAR Ke Bahasa INDONESIA, "KERJA DULU , LALU MAKAN!".


Ayo di pagi ini, 

Bismillahirrahmanirrahim. semoga yang sudah direncanakan, yang akan atau yang sedang dilakukan, dan yang akan dilakukan mendapatkan hasil yang terbaik.


Akkareso paki, nappaki gappa, nappaki nganre, arti dari Bahasa Makassar kedalam bahasa Indonesia, kerjalah, lalu dapat sesuatu, lalu bisa makan.


Dan Jangan "ERO ANGNGANRE TEI AKKARESO", Artinya dari bahasa Makassar ke dalam Bahasa Indonesia, "MAU MAKAN TAPI TIDAK MAU KERJA". Maunya cuma makan dan  tidur.

BISAMU, BIASAMU




 Setelah hingar bingar pemilihan umum usai, inilah saatnya kita kembali bersantai, kembali bekerja, kembali cetak ini dan itu atau kembali ke profesi masing-masing.


Lupakan dulu hiruk pikuk Pemilihan presiden, saling sindir,  saling serang, dan perang isu.


Mari kembali ikat persahabatan, jahit silaturahmi, rawat persatuan, dan kembali lanjutkan kebiasaan atau hoby yang berguna dan yang ada manfaatnya.


Oke gas oke gas, menuju perubahan dengan

pilih satu hal yang paling kamu senangi, lalu kerjakan dengan baik. Jadikan itu sebagai kebiasaan, sebagai hobi yang harus kamu latih dan kembangkan secara terus-menerus.


Insya Allah, cepat atau lambat, kamu awalnya bisa menjadi biasa, jadi pintar, bahkan bisa mengusai atau ahli di bidang ini dan itu,  kamu akan menemukan dirimu yang sesungguhnya, menemukan biasamu jadi bisamu, serta menemukan jalan yang mungkin akan menentukan masa depanmu, yakini dan percayalah tentang itu! 


Oang Makassar bilang, "Tappa paki nampa nigaukangi, gaukangi nampa akulle anjari", artinya dari Bahasa Makassar kedalam Bahasa Indonesia, percayalah lalu kerjakan, kerjakan maka terjadi sesuatu". Inilah "kekuatan iman", atau biasa juga disebut" The power of Faith".


Jadi percayalah, apapun kebiasaan atau hoby selama itu berguna dan bermanfaat, tidak melanggar hukum agama, tidak melanggar hukum, dan tidak melanggar adat istiadat, 


Don't stop here! Jangan berhenti disini, terus saja maju dan kembangkan! Jangan peduli ini dan itu, selama ini dan itu baik, yakinlah dan percayalah bahwa kamu akan mendapatkan manfaat dan orang lain pun akan merasakan hal yang sama.


Pada akhirnya kamu akan memiliki nilai di mata orang lain dan bangga dengan dirimu sendiri. Di starata inilah kamu akan mendapatkan kepuasaan diri, kepuasaan materi dan kepuasaan karena telah menjadi dirimu sendiri.


Don't stop here! Jangan berhenti sampai disini! teruslah maju dan berkembang mempelajari hal-hal baru dan belajar menyukai hal-hal baru,  agar apapun yang kamu kerjakan akan memberikan pengaruh yang baik bagi dirimu, bagi keluargamu, bagi masyarakat dan tentunya bagi agamamu itu sendiri.


Berhenti mencela! Ingat pesan leluhur orang Makassar , teamako accalla callai niatonja antu callannu", artinya, "Janganlah kamu saling mencela, ada juga itu celamu".


Jadi tetap semangat itu, jangan sampai menyerah dan kalah oleh keadaan. Tetap berusaha dan percayalah usaha itu akan sampai di puncak pencapaian.

Selasa, 14 November 2023

ESES lelahmu menjadi lillah




 Selamat hari lahir Daengku, semangat kerja nya dan semoga tetap dlm lindungan Allah 😇 dengan kebaikan yg tak banyak orang tahu, Terimakasih sudah berperan menjadi apapun dan siapapun dlm keluarga kecil kita 💞 sabarku melayanimupun belum banyak berkorban untuk memudahkan jalanmu.

Tapi ketahuilah di balik beratnya bebanmu, diamku menjuta doa di setiap langkahmu, semoga lelahmu menjadi lillah, peluhmu menjadi pahala tak terhingga 🙏😇 tetaplah merendah hati dan jgn meninggi  Krn kita bukan langit, sebab air tidak pernah berisik untuk nunjukin aksinya, slalu taburkan kebaikan di usia yang bermanfaat.! 

Panjang umur dan sehat selalu  Suamiku 😇💞

Rabu, 25 Oktober 2023

8 Falsafah Hidup Orang Makassar

 

UNTUK MEMBANGUN PERADABAN GOWA TALLO YANG MEGAH TERNYATA RAHASIANYA ADA PADA RAKYATNYA YANG MEMEGANG TEGUH NILAI2 KEARIFAN LOKAL


Selain terkenal dengan kulinernya yang enak-enak, Orang Makassar  juga terkenal dengan karakteristik orang-orangnya yang lugas, terutama dalam berbinis. Orang-orang suku Makassar kukuh memegang prinsip yang diajarkan turun -temurun. 


Prinsip-prinsip yang berupa pepatah ini menjadi pedoman mereka dalam bertindak dan bertutur kata. 


Ini dia tujuh prinsip yang senantiasa dipegang teguh oleh pengusaha Makassar (dan Bugis):


1. Teai mangkasara' punna bokonna loko' (Bukan orang Makassar kalau yang luka di belakang)


Maknanya, orang  Makassar tidak boleh lari dari masalah, apalagi dalam bisnis. Setiap persoalan diselesaikan dengan cara menghadapinya langsung, bukan dengan kabur menghindar. 


Setiap kegagalan dijadikan cambuk untuk mencoba kembali, hingga usahanya berhasil.


2. Ku alleanngi tallanga na toalia (lebih baik tenggelam daripada kembali)


Pantang bagi orang Makassar menyerah dalam tujuan yang diinginkannya. Mereka mengibaratkan seorang seorang pelaut yang memilih kapalnya tenggelam daripada pulang tidak membawa hasil.


Tenggelam dalam hal ini juga punya makna tak masalah kamu gagal berapa kali, tapi suatu saat keberhasilan yang akan kamu petik.


3. Ejapi nikana doang (Seseorang dikenali atas karya dan perbuatan)


Orang-orang Makassar tak terbuai dengan andai-andai dan keberhasilan semu. Capaian dinilai jika memang hasilnya nampak terlihat. Prinsip ini juga bisa bermakna bahwa mereka mengutamakan karya dan ingin dikenal dengan sebagai seseorang pekerja keras. Karena perpaduan dua hal ini bisa membuat orang Makassar dihormati.


4. Anggulungmi naung batu lompoa nanggulung nai' batu-batu cakdia (Batu besar bergulir ke bawah, sedangkan batu kecil bergulir ke atas)


Kesuksesan dan keberhasilan jangan membuatnya sombong dan lupa diri. Karena orang-orang sukses yang sombong akan jatuh, dan orang-orang rendah diri akan menanjak naik.

Pepatah ini juga bisa bermakna bahwa kesuksesan itu berputar. Kadang yang di atas akan tergantikan oleh yang ada di bawah.


5. Caradde na Kanatojeng (pintar dan jujur)


Prinsip orang Makassar sangat mengajarkan kejujuran dan kepintaran. Orang pintar yang tidak jujur hanya akan melahirkan penipu. Orang jujur yang tidak pintar, akan dimanfaatkan kepolosannya dan akan dibodoh-bodohi.


6. Bajikkangangi tattilinga naia tallanga (Lebih baik miring daripada tenggelam)


 Prinsip-prinsip orang Makassar banyak diilhami dari falsafah-falsah pelaut. Ini karena suku Makassar sejak dulu terkenal sebagai pelaut ulung. Salah satunya adalah pepatah ini.


Pepatah ini bermakna, tak mudah merintis bisnis. Adakalanya mengalami kerugian hingga bangkrut. Bagi orang Makassar, prinsip ini berarti lebih baik rugi daripada bangkrut. Karena itu, berbisnislah dari hal-hal kecil, sehingga tidak mudah bangkrut.


Hal ini juga bisa bermakna, bahwa orang Makassar berusaha sekeras-kerasnya untuk tidak bangkrut. Tidak apa-apa merugi, asal jangan sampai gulung tikar. 


Gambaran orang makassar terkait poin 6 ini ada pada bisnis UKM yang banyak di geluti orang makassar. Orang makassar cenderung lebih banyak terjun di dunia bisnis UKM seperti Kuliner lantaran UKM salah satu bisnis yang tahapan polanya dari modal sedikit kemudian dikembangkan perlahan hingga membesar. Bisnis kuliner juga telah banyak membuka lapangan pekerjaan, dalam data resmi pemerintah, UKM menyerap 90 % tenaga kerja di banding bisnis Korporate. 


7. Le'ba kusuronna biseangku, kucampa'na sombalakku, tamassaile punna teai labuang (Bila perahu telah kudorong, layar telah terkembang, takkan ku berpaling kalau bukan labuhan yang kutuju)


Prinsip ini sangat dipegang teguh oleh pengusaha dan perantau asal Makassar. Mereka malu untuk melihat kebelakang. Mereka hanya fokus untuk melihat ke depan. Pandangan ke depan dimaknai sebagai tujuan yang akan dicapai. Sementara, pandangan ke belakang hanya jadi simbol menyerah dan lepas tangan. 


8. Tallu Cappa


Salah satu identitas yang dimiliki oleh manusia Makassar adalah merantau. Melakukan perjalanan dan menetap di tempat lain untuk mencari kehidupan. Selain dikenal sebagai perantau, manusia Makassar juga dikenal dengan kehebatannya dalam mengarungi lautan. Tidak salah jika mereka dijuluki pelaut ulung. Ada kebiasaan yang dipegang teguh oleh orang tua ketika melepas anaknya ke perantauan. Para orang tua tidak hanya membekali anak mereka dengan uang tapi ada tallu cappa' mereka sematkan di hati anak mereka.  "Jika ini gagal, sorongi lasonu (sorong kemaluanmu) dengan kata lain kawini putri raja, ketua adat, atau mereka yang berpengaruh di negeri tersebut" Dalam pappasang to riolo (pesan para leluhur) dikatakan: “Nia tallu cappa’ bokonna to lampaiyya, iyamintu: Cappa’ lila, Cappa’ laso, Cappa’ badi’. (Ada tiga ujung yang harus menjadi bekal bagi yang bepergian, yaitu ujung lidah, ujung kemaluan, dan ujung badik).  “Oe ana’… a’ngu’rangiko, nia’ antu tallu cappa nuerang (Duhai, anak, ingatlah selalu, ada tiga ujung yang harus kau bawa sebagai bekal) Kalo dikampungnya ko orang jaga baik-baik tiga ujung itu. Kau akan jadi untung atau merugi, tergantung bagaimana kau berperilaku dengan tiga ujung yang kau bawa.” Tiga ujung yang menjadi bekal setiap orang Makassar ini sepintas terkesan vulgar dan sadis. Namun hakikatnya tidak demikian. Perantau Makassar dibekali dalam dirinya tiga ‘alat’: lidahnya, kemaluannya, dan badiknya. Lidah dan kemaluan sudah ada sejak lahir, sementara badik adalah diri kedua yang harus dimiliki setiap laki-laki Makassar saat mereka sudah baligh. Sampai pada pembahasan ini, dalam budaya Makassar dikenal pesan: “Teyai bura'ne punna tena ammallaki badik” (Bukan laki-laki jika tidak memiliki badik), yang sering bersamanya, minimal ada tersimpan di rumahnya, miliknya.   Merantau bagi manusia Makassar berarti penaklukan, adaptasi, atau paling rendah bertahan di negeri orang dengan hidup tidak direndahkan. Tallu Cappa adalah tahapan dalam proses penaklukan, adaptasi atau bertahan tersebut. Dalam situasi apapun, ketiga ujung ini berperan menurut situasi dan kondisi.  Jika keadaan masih bisa diselesaikan atau dimenangkan dengan cara berucap atau berdiplomasi, sorongi lilanu (sorong lidahmu) dan menangkan hati mereka dengan ucapan santun dan ujaran lembut. Jika ini gagal, sorongi lasonu (sorong kemaluanmu) dengan kata lain kawini putri raja, ketua adat, atau mereka yang berpengaruh di negeri tersebut. Jika ini masih juga gagal, sorongi badi’nu (sorong badikmu), perangi, kuasai atau tundukkan mereka dengan perkelahian (pertempuran).  Budaya Tallu Cappa sangat dikenal di kalangan orang Makassar sebagai falsafah hidup, beriringan dengan budaya siri’ na pacce (rasa malu dan kesetiakawanan) baik di tanah adat sendiri, terlebih di negeri orang. Tallu Cappa digunakan di banyak aspek kehidupan: sosial, politik, maupun ekonomi.  


Poin kedelapan ini nampaknya hanya orang makassar, bugis, mandar, luwu saja yang bisa lakukan ya, agak sulit dikerjakan oleh orang luar sulsel.. 😁😎


Itulah delapan prinsip orang Makassar yang bisa juga kamu tiru agar sukses dan mencapai impianmu selama ini!


Dari berbagai sumber

MANUSIA MAKASSAR, MANUSIA SIRI NA PACCE.

 


"Saya orang Bugis Makassar...

Dan rasanya harga diri jauh lebih tinggi daripada pangkat maupun jabatan...

Biarkan saya hadapi, dan berikan saya kesempatan membuktikan bahwa saya sudah terbiasa mengurus rakyat...

Dan saya berharap nasehat nasehat orang tua saya, Nasehat budaya saya dari sana bahwa Kalau berani berbuat, Berarti harus berani bertanggung jawab... 

Dan saya siap bertanggung jawab....!!!"


By... Prof. Dr. Syahrul Yasin Limpo


MANUSIA MAKASSAR, MANUSIA SIRI NA PACCE....

SYL : HADAPI TANTANGAN

 


Tak ada yang dapat menahan awan berarak. Hanya orang yang mau menghadapi tantangan dan badai yang dapat meraih tahapan lebih besar.                                           


Jika ada ombak menghadang jangan membawa menyamping perahumu, apalagi balik belakang untuk pulang. Hadapi gelombang itu. Ketulusanmu adalah seni. Budayamu adalah peganganmu atau tenggelam hanya dari Allah SWT.


Presiden Roselve menyatakan pada saat Amerika di ujung kehancuran, 1938: “Jika tak ada lagi yang dapat kau beri kepada bangsamu, hadirkan rasa seni. Hanya seni bisa selamatkan diri kamu.”  Jabatan bukan segala-galanya bagi kita orang Bugis – Makassar.


“Punna tena takammana, lampako barang-barang, lampako jama-jamang, mantangko pacce mantangko siri.” Jagakanka’ ini!


Satu saya mau raih sesudah jadi gubernur, cuma sebuah catatan bersih seperti yang sudah saya jalani.


(Diucapkan SYL pada saat malam in memorium AM Mochtar di gedung DKM Societet de Harmonie Makassar, Nopember 2012).

MANUSIA MAKASSAR, MANUSIA SIRI' NA PACCE

 


Siri’ji nanimmantang attalasa’ ri linoa, punna tenamo siri’nu matemako kaniakkangmami anggara’na olo-oloka. Artinya, hanya karena rasa malu kita bisa hidup di dunia ini, jika rasa malu itu sudah hilang, maka lebih baik mati, karena engkau tak berarti lagi sama sekali bahkan binatang lebih berharga dibanding dirimu.

Oleh karena itu,

Bagi MANUSIA MAKASSAR,

SIRI' NA PACCE (RASA MALU) wajib jadi pegangan tiap individu. SIRI' itulah yang mengontrol semua tingkah laku dalam bermasyarakat kapanpun dan di manapun berada. Intinya dimanapun

 kiprah tidak masalah, asalkan "SIRI NA PACCE jadi pegangan.

Rabu, 28 Juni 2023

ESES MULAI SAJA



Tentu anda tahu Walt Disney Company, salah satu media kerja sama terbesar di dunia dalam hal pendapatan. Perusahaan yang terdiri dari berbagai macam bidang yaitu jaringan televisi, saluran kabel, perusahaan produksi dan distribusi terkait dan stasiun televisi. Salah satu ikon kartun yang paling terkenal adalah Mickey Mouse. Pertanyaannya dari mana Walt Disney memulai? Dari garasi mobil.

 

Anda tentu juga tau tentang Apple, Steve Jobs. Dari mana Steve Jobs memulai merakit apple pertamanya? Dari garasi milik keluarga Jobs.

 

Tentu anda juga tahu tentang Google. Mesin pencari terbesar di dunia ini dulunya hanyalah sebuah proyek penelitian dua lulusan Standford, yaitu Larry Page dan Sergey Brin yang dikerjakan di garasi rumah. Dari ruangan sempit dan ala kadarnya itu sekarang kantor google menjadi kantor paling fenomenal di dunia. 


Merek Harley Davidson saat ini terkenal dengan barang barang keren dan mewah. Tapi ternyata semua berawal dari kesederhanaan. Willian S Harley dan Arthur Davidson sudah bereksperimen sejak muda di sebuah garasi miliknya. Siapa menyangka saat ini Harley Davidson menjadi produsen Sepeda Motor ikonis di dunia.


Nama Amazon bukan hanya sekedar nama sungai dan hutan belantara lagi. Tahun 1994, yang disebut dengan era awal internet, Jeff Bezoz mendirikan toko online miliknya. Kantor pertama berada di garasi miliknya. Bahkan sebuah pintu tua diubah menjadi meja kerjanya. 


Terdapat kesamaan dari beberapa perusahaan besar dunia di atas. Mereka memulainya dari garasi. Garasi melambangkan sebuah ruangan yang tidak terpakai. Melambangkan tempat yang enggan kita berlama lama jika tidak memang perlu untuk melakukannya. Sesuatu yang bukan menjadi solusi pertama jika ada kesulitan.


Mengapa mereka bisa menggunakan hal yang terlihat tidak berguna untuk membangun perusahaan sebesar saat ini? 

Kuncinya adalah memulai. Mereka punya impian besar, tervisualisasikan dalam benaknya lalu memulai langkah setapak untuk mewujudkannya.

Memang betul, banyak orang mengatakan,

"LEBIH BAIK MEMILIKI USAHA KECIL MESKIPUN AWALNYA KECIL MENJADI BESAR. DARIPADA JADI BOS BESAR TETAPI TETAP KECIL DI PERUSAHAAN BESAR".

Ya, berbicara tentang usaha kecil berarti berbicara mendekati tentang Kekayaan yang bukan hanya uang. Kesehatan, kedamaian, nama baik untuk perusahaan besar, pengamalan agama yang baik dan keluarga adalah kekayaan.

Semua orang menginginkan predikat kaya. Ada yang menginginkan kaya gairah, kaya ilmu, kaya gagasan, kaya ibadah, kaya hati, dan kaya harta yang baik-baik . Lalu disisi lain, jangan mau mati miskin dalam keadaan yang jelek-jelek. Katakanlah miskin itu seperti miskin gairah, miskin ilmu, miskin gagasan, miskin ibadah, miskin hati, dan miskin harta

Oleh karena itu, alangkah bagusnya mungkin kalau kekayaan nama baik ITU hadir untuk memberi mamfaat bagi diri, orang lain, agama, dan bahkan bangsa dan negara. 

Terakhir, Ingat baik-baik dan catat baik! 

ESES hadir untuk :

E =ducational (Kependidikan) 


S =pritual ( Kerohanian)


E = conomial ( Keekonomian)


S = ocial ( Kesosialan)

Dan asal kata ESES terinspirasi dari kata PErSEuS. Hadir nya ESES Diharapkan menjadi pahlawan bagi kaum lemah. Sebagai mana kita ketahui bahwa Perseus merupakan pahlawan pertama dalam mitologi Yunani yang telah mengalahkan berbagai monster yang dikirim oleh dewa-dewa Olimpus.

Atau bisa juga kepanjangan ESES diambil dari huruf SS , yang di ambil dari kata S = UPARDI S = AMINJA. ITU sejarah dan cikal bakal "SS" dibaca "ESES".

Serta ingatlah pesan ini,

Bisnismu menentukan masa depan mu, Pekerjaanmu menentukan masa depan bossmu.

 Sekecil apapun usahamu kamu adalah boss nya, dan sebesar apapun jabatanmu kamu adalah pegawainya.

Sekedar catatan tambahan, pada tanggal 17 April  2019 saat pemilihan presiden, dan pemilihan anggota DPR secara serentak, ESES Memulai usaha di garasi milik orang lain. Dengan menjual minuman sekitar 20 gelas dengan harga Rp 5.000. Semua orang yang hadir saat itu awalnya heran dan ada juga menertawakan, tapi dengan The power of Faith, insya Allah ESES BISA JADI BESAR. 

JANGAN KECEWAKAN HATI

 




Sadar sebagai anak desa yang terbuang dikota perantauan. Ingin selalu berusaha menguatkan diri dengan mengatakan, “JANGAN KECEWAKAN HATI”. Karena memang hidup tidak selalu romantis seperti romantisnya  film  “ADA APA DENGAN CINTA”, perjuangan tidak selamanya indah sebagaimana indahnya isi novel  “KUPINAG KAU DENGAN BISMILLAH ”, dan keinginan tidak selalu lurus semisal lurusnya kehebatan “SUPERMAN“ yang sering terdengar ditelinga.


Begitupun disini ada rasa suka dan duka yang terasa dikota perantauan, yaitu rasa rindu pada keluarga yang ada dikampung halaman, ketika diri ini SEDANG DICUCI AIR MATA DERITA, DIPAKAIKAN KERINGAT DARAH JUANG, DAN DIWARNAI JALAN PENUH DURI yang seolah terlihat buruk. 


Bila memang harus kenyataannya seperti itu, bukan berarti boleh menyerah begitu saja dikota perantauan sampai yang namanya sukses, cinta dan cita-cita itu bisa terwujud. 


Mengapa? Karena hati ini selalu berteriak melarang bersedih, melarang diam, dan melarang berhenti berusaha!  WALAUPUN 1000 KETIDAKPASTIAN SUKSES, CINTA, dan CITA-CITA YANG TETAP MENGHANTUI DIRI INI. Atau walaupun situasi, dan kondisi hidup yang sedang berada dijalan yang buntu, dan sangat gelap.


Kalau begitu apa kira-kira modal, sekaligus rahasia orang perantau sukses yang paling sulit dikalahkan dalam berusaha itu?


Jawabannya, berdasarkan referensi yang dalam buku, ternyata awalnya adalah modal niat Bismillahir rahmanir rahiim, dukungan do’a orang tua, uang, berani, knowledge, skill, attitude, selalu bersemangat, selalu berperilaku jujur, selalu menghadirkan kepedulian, dan suka berbagi. 


Atau pernah terdengar ditelinga bahwa mungkin kebiasaan orang perantau sukses itu selalu bersikap adil, tidak mudah menyerah, selalu melaksanakan perintah Allah dan selalu menjauhi larangan Allah, selalu ikhlas, selalu bersyukur, selalu ceria, selalu percaya diri, tidak suka buang-buang waktu, selalu kreatif, selalu tampil beda, Jaringan teman banyak  yang  produktif, selalu mengandalkan pertolongan Allah, dan masih banyak lagi.


Intinya, yang membuat diri ini selalu berusaha bertahan pada yang baik-baik adalah besarnya kekuatan percaya dan yakin pada Allah, cinta, cita-cita, dan tentunya ditambah dengan harapan besar bahwa, apa yang bisa diubah, diusahakan,  dan disempurnakan pada hari ini, harus pasti lebih baik daripada kemarin. 


Dan BESOK HARUS PASTI LEBIH BAIK DARIPADA HARI INI, SEPERTI PASTINYA BESOK AKAN TERBIT MATAHARI.