Kamis, 20 Juni 2013

Manajemen waktu terbaik

Berikut merupakan kutipan manajemen waktu terbaik yang dikelompokkan berdasarkan topik:
Tepat waktu
Lebih baik datang 3 jam lebih awal daripada terlambat 1 menit.
William Shakespeare
Waktu merupakan guru terbaik
Waktu merupakan penasihat paling bijak yang pernah ada.
Pericles
Waktu merupakan sekolah tempat kita belajar, waktu merupakan api yang kita bakar.
Delmore Schwartz
Anda tidak membuang-buang waktu jika anda menghabiskan waktu anda dengan bijak.
Rodin
Seiring berjalannya waktu, waktu mengajarkan anda banyak hal.
Aeschylus
Sejarah membuat manusia menjadi bijaksana.
Francis Bacon
Gunakan waktu anda dengan bijak
Waktu adalah sesuatu yang paling kita inginkan, namun sesuatu yang kita gunakan paling buruk.
William Penn
Orang rata-rata tidak mempedulikan waktu yang ada, sementara orang yang bijak menggunakan waktu dengan baik.
Shoppenhauer
Waktu = kehidupan; oleh sebab itu, sia siakan waktu dan hidup anda, atau kuasai waktu dan hidup anda.
Alan Lakein
Jangan dibodohi oleh kalender. Kalender hanya berisi jumlah hari dalam satu tahun yang bisa anda gunakan. Seseorang bisa memperoleh 1 minggu yang berharga dalam waktu 1 tahun, sementara orang lain memperoleh 1 tahun yang berharga dalam waktu 1 minggu.
Charles Richards
Kuncinya terletak bukan pada bagaimana anda menghabiskan waktu, namun dalam menginvestasikan waktu anda.
Stephen R. Covey
Orang awam hanya berpikir bagaimana cara menghabiskan waktu. Orang-orang besar berpikir bagaimana cara menggunakannya.
Author Unknown
Ambil keputusan untuk tidak pernah tinggal diam. Orang tidak akan pernah mengeluh membutuhkan waktu lebih jika ia tidak pernah kehilangan waktu. Banyak hal yang bisa kita raih jika kita selalu bekerja melakukan sesuatu.
Thomas Jefferson
Gunakan waktu sebaik mungkin, jangan lewatkan kesempatan yang ada.
William Shakespeare
Saat ini, sama seperti saat-saat yang lain, merupakan waktu yang berharga, jika kita tahu apa yang harus kita lakukan dengan waktu yang ada.
Ralph Waldo Emerson
Seseorang yang berani membuang waktu 1 jam dari hidupnya bukanlah seseorang yang menghargai kehidupan.
Charles Darwin
Apakah anda mencintai kehidupan? Jangan membuang-buang waktu, karena waktu merupakan bagian terpenting dalam hidup anda.
Benjamin Franklin
Jika anda sudah berhasil memanfaatkan waktu, anda akan memahami fakta bahwa kebanyakan orang salah menilai hal-hal yang bisa mereka selesaikan dalam waktu 1 tahun – dan menyepelekan apa yang bisa mereka peroleh dalam waktu 10 tahun.
Anthony Robbins
Periksa kembali prioritas anda
Jika anda ingin memanfaatkan waktu anda sebaik mungkin, anda harus mengetahui hal-hal yang menjadi prioritas anda dan melakukan hal yang terbaik untuk mencapainya.
Lee Iacocca
Tidaklah cukup untuk menyibukkan diri anda; semut pun sibuk. Pertanyaan nya adalah, apa yang menyibukkan anda?
Henry David Thoreau
Perhatikan hal-hal kecil
Gunakan setiap menit yang ada dan setiap jam akan menjadi sangat berharga.
Lord Chesterfield
Anda sedang menulis kisah hidup anda melalui setiap momen yang anda lalui.
Doc Childre and Howard Martin
Lakukan beberapa hal saja
Melakukan 2 hal bersamaan sama artinya dengan tidak melakukan sesuatu.
Publius Syrus
Seseorang tidak bisa melibatkan diri dalam terlalu banyak urusan: sama halnya jika anda mencoba menahan labu dalam air, satu-persatu labu akan bermunculan sementara anda mencoba menahan yang lain di dalam air.
Peribahasa Cina
Fokuskan diri pada masa kini
Jangan pernah membiarkan hari yang sudah lalu menyita hari anda.
Richard H. Nelson
Saya tidak memikirkan masa lalu. Satu-satunya hal yang penting adalah saat ini yang sedang anda jalani.
W. Somerset Maugham
Yang terpenting adalah bagaimana anda memanfaatkan waktu anda saat ini. Jika anda merasa jenuh dengan bagaimana anda menghabiskan waktu anda, maka ubahlah kebiasaan anda.
Marcia Wieder
Sadari bahwa di saat ini, anda sedang berkarya. Anda menciptakan momen anda selanjutnya. Itulah kenyataannya.
Sara Paddison
Waktu untuk bertindak adalah saat ini. Tidak ada kata terlambat untuk melakukan sesuatu.
Carl Sandburg
Anda tidak bisa menunda-nunda melakukan kebaikan, karena anda tidak akan pernah tahu jika anda terlambat melakukannya.
Ralph Waldo Emerson
Apakah ini saat yang tepat atau tidak tepat, hanya itulah waktu yang kita miliki.
Art Buchwald
Hari ini adalah awal yang baru.
Tuhan telah memberi saya hari ini untuk saya gunakan sebaik mungkin.
Saya bisa menyia-nyiakan waktu saya atau menggunakannya untuk kebaikan.
Apa yang saya lakukan hari ini penting karena saya menukarkan 1 hari hidup saya untuk hal tersebut.
Jika esok tiba, hari ini akan hilang selamanya, meninggalkan sesuatu di dalam nya sesuatu yang telah saya lakukan.
Saya ingin meraih sesuatu pada hari itu, bukan kehilangan sesuatu; kebaikan bukan keburukan; kesuksesan bukan kegagalan; agar saya tidak menyesali harga yang saya bayar untuk memperolehnya.
Author Unknown
Waktu yang anda lalui tidak akan pernah anda peroleh kembali
Ia memiliki kehidupan yang panjang dan bermakna; dan waktu yang tidak dimanfaatkan merupakan kerugian.
Thomas Fuller
Seseorang yang selalu berduka adalah seseorang yang menghabiskan waktu.
Dante
Kerugian materi dapat digantikan dengan industri, kerugian pengetahuan dengan belajar, kehilangan kesehatan dengan kendali diri sendiri atau obat-obatan, namun waktu yang kita lewati akan hilang selamanya.
Samuel Smiles
Uang dapat saya peroleh atau lepaskan. Namun waktu adalah sesuatu yang tidak bisa saya peroleh. Sehingga saya harus menghabiskan waktu saya dengan bijak.
Author Unknown
Satu hal yang tidak bisa anda daur ulang adalah waktu yang terbuang.
Author Unknown
Waktu yang hilang tidak akan pernah ditemukan lagi.
Author Unknown
Pentingnya waktu
Satu-satunya hal yang menjadi milik kita sepenuhnya adalah waktu; bahkan seseorang yang tidak memiliki apapun pasti memiliki waktu.
Baltasar Gracian
Waktu adalah hal paling berharga yang bisa dimanfaatkan oleh seseorang.
Theophrastus
Waktu adalah uang.
Benjamin Franklin
Memperoleh waktu sama artinya dengan memperoleh semuanya dalam hal percintaan, perdagangan, dan perang.
John Shebbeare
Sampai anda menghargai diri anda sendiri, anda tidak bisa menghargai waktu yang anda miliki. Sampai anda menghargai waktu yang anda miliki, anda tidak bisa menggunakan waktu dengan baik.
M. Scott Peck
Sumber daya terbaik anda adalah waktu anda.
Brian Tracy
Anda tidak bisa membunuh waktu tanpa melukai keabadian.
Henry David Thoreau
Waktu adalah hal paling berharga yang bisa dimanfaatkan seseorang.
Laertius Diogenes
Waktu adalah hal paling berharga dan paling mungkin lenyap dari semua yang kita miliki.
John Randolph
Waktu adalah satu-satunya modal yang dimiliki oleh manusia, dan ia tidak boleh sampai kehilangan waktu.
Thomas Edison
Sampai kita bisa mengatur waktu, kita tidak bisa mengatur hal-hal lain.
Peter F. Drucker
Jangan menunda
Apa yang bisa anda kerjakan kapanpun bisa anda selesaikan dalam waktu singkat.
Peribahasa Skotlandia
Orang bijak mengerjakan sesuatu dengan segera apa yang orang bodoh lakukan pada akhirnya. Kedua-duanya mengerjakan hal yang sama; hanya pada waktu yang berbeda.
Baltasar Gracian
Sebuah tugas berharga yang diselesaikan dengan sukses jauh lebih bernilai dibandingkan dengan ratusan tugas yang baru rampung sebagian.
Malcolm S. Forbes
Berpikir terlalu lama untuk melakukan sesuatu kadang sama artinya tidak melakukan sesuatu.
Eva Young
Satu tahun dari sekarang anda akan berharap anda telah memulai sesuatu pada hari ini.
Karen Lamb
Jalan terbaik untuk menjadi terlambat adalah dengan memiliki banyak waktu.
Leo Kennedy
Sementara kita menunda, kehidupan terus berlangsung.
Seneca
Anda mungkin menunda, namun waktu tidak.
Benjamin Franklin
Jangan tunda hingga besok apa yang bisa anda lakukan hari ini.
Benjamin Franklin
Jangan mencari-cari alasan, andalah yang memegang kendali
Anda tidak akan pernah menemukan waktu untuk segalanya. Jika anda menginginkan waktu, anda harus menyediakannya.
Charles Bruxton
Jangan berkata anda tidak punya cukup waktu. Anda memiliki jumlah waktu yang sama setiap hari dengan waktu yang diberikan pada Helen Keller, Pasteur, Michelangelo, Mother Teresa, Leonardo da Vinci, Thomas Jefferson, dan Albert Einstein.
H. Jackson Brown
Kabar buruknya adalah waktu berlalu. Kabar baiknya adalah anda yang mengendalikannya.
Michael Altshuler
Waktu merupakan mata uang hidup anda. Waktu adalah satu-satunya mata uang yang anda miliki, dan hanya anda yang bisa menentukan bagaimana anda bisa menghabiskan waktu anda. Berhati-hatilah dalam menggunakannya atau orang lain akan menghabiskan waktu anda.
Carl Sandburg
Saya akan mengikuti kursus manajemen waktu.. segera setelah saya bisa mengatur jadwal saya.
Louis E. Boone
Sebenarnya, orang bisa memilih bagaimana mereka akan menghabiskan waktu mereka; bukanlah waktu yang menjadi masalah namun kemauan.
Sir John Lubbock
Orang-orang yang tidak memanfaatkan waktu mereka dengan baik adalah orang-orang yang mengeluhkan betapa singkatnya waktu yang mereka miliki.
Jean De La Bruyere
Garis pembatas antara kesuksesan dengan kegagalan dapat diungkapkan melalui 4 kata: “Saya tidak memiliki waktu.”
Franklin Field
Bottom of Form


Seni Menghargai Hidup



Hidup itu rangkaian sirkum perputaran yang selalu berputar mengelilingi diri Terkadang seseorang bisa saja menjadi terbawah ketika roda bumi berputar ke bawah Sebagian yang lain bisa saja sedang menanjak terus naik tanpa terlihat puncak Sebagian lagi mungkin saja tetap di tengah dan tidak bergerak sendiri Di sitHidup itu rangkaian sirkum perputaran yang selalu berputar mengelilingi diri
Terkadang seseorang bisa saja menjadi terbawah ketika roda bumi berputar ke bawah
Sebagian yang lain bisa saja sedang menanjak terus naik tanpa terlihat puncak
Sebagian lagi mungkin saja tetap di tengah dan tidak bergerak sendiri

Di situasi apapun kita berada, kita mungkin akan dihadapkan tentang sebuah tentang pertanyaan tentang bagaimana menghargai hidup?

Ketika pertanyaan ini bergulir mungkin kita akan sejenak diajak ke dalam alam pikir kita tentang apa saja yang sudah dilakukan untuk menghargai hidup kita sendiri.
Ukuran apakah yang bisa membuat kita bisa terlihat menghargai hidup kita sendiri.

Bagi saya, menghargai hidup itu ukurannya adalah bercermin
Psikologi dalam bercermin biasanya akan memacu kita untuk menjadi yang terbaik
Lihatlah bagaimana kita sibuk membetulkan dasi yang mungkin sedikit miring
Atau bagi para wanita, mungkin akan sibuk menata riasannya mana kala ada sedikit riasan saja yang tidak pas
Di depan cermin kita selalu ingin tampak baik dan memesona, bila ada cela sedikit kita akan segera memperbaikinya, bukan begitu?

Maka bila mau jujur pada diri sendiri, menghargai diri itu semudah bercermin
Lihatlah kekurangan dalam diri dan belajar memperbaiki diri dari hari ke hari
Tak perlu takut mengakui kesalahan pada diri sendiri
Toh hanya Sang Khalik dan diri kita saja yang tahu kesalahan-kesalahan diri kita kan?

Selama kita memiliki kesadaran yang tinggi untuk terus memperbaiki diri sendiri
Maka selama itulah kita bisa menghargai diri kita sendiri

Harapan


Menghidupi harapan menjadi keinginan bagi semua yang hidup Tak peduli muda maupun tua Ketika muda harapan itu ditampuk untuk diri sendiri Ketika uban memutih harapan itu diserahkan pada insan yang menjadi penerusnya Sayangnya tak semua harapan menarik kenyataan Beberapa harapan tinggallah terbang menjadi gugusan bintang yang menghiasi langit Dan sesosok insan pergi tanpa menjejakan apapun dalam hidupnya Hanya nisan yang mencatatnya sebagai bagian hidup dari dunia Harapan, kemudian kau datang merasuk pada insan-insan baru Tak semua memegang erat dan memeliharanya Sebagian mereka menghempas jauh karena kerasnya dunia Sebagian lagi tetap menjaganya tanpa tahu harus berbuat apa Sebagian lagi memeliharanya hingga tumbuh menjadi sebuah kesadaran untuk mewujudkannya Oh, harapan cara kerjamu sungguh unik Membuat kami tertawa dalam sekap kelam Membuat kami menguat saat terpa air membentuk tsunami Membuat tangis kami tak membentang sepanjang nil Harapan, mari bersamaku saling menggenggam Tuk kuatkanku kini, hingga nanti Senyumku untukmu, harapan....

Kegagalan tidak seperti yang kita pikirkan

Tidak selamanya yang kita rencanakan terealisasi dengan baik, terkadang ada hal-hal mendasar yang tidak bisa terelakan ketika rancangan tersebut kemudian gagal dan tidak bisa terealisasi dengan baik. Berikut ini ada beberapa hal yang mungkin membuat rancangan kita tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita: 1. Kita tidak menyadari potensi kita sebenarnya.... Memaksakan kehendak ingin menjadi sesuatu yang diinginkan memang baik, karena didalamnya terdapat upaya yang jelas untuk mewujudkannya. Namun ada banyak orang yang selalu gagal dalam bidang yang diinginkannya. Jangan pernah berpikir kita bisa meraih kesuksesan yang sama seperti orang lain. Ini adalah hal penting yang harus dipikirkan oleh semua orang, pada dasarnya kita tidak bisa meraih kesuksesan seperti orang lain karena zaman kita dengan orang lain pasti berbeda. Saya masih ingat bagaimana Indro "Warkop" berkata ketika diwawancara bahwa sebenarnya tidak ada lagi yang bisa menggantikan posisi Warkop, kalau bicara Warkop ya, Dono, Kasino dan Indro. Sama halnya dengan kesuksesan, kita tidak bisa menempel kesuksesan orang lain karena pada dasarnya kita punya jalan kesuksesan seperti orang lain, kalaupun ada kesamaan dalam jalan hidup, itu semata hanya karena kita terinspirasi dan berusaha mencari tahu kesamaan orang tersebut dengan diri kita. Jadi buat apa terlalu sibuk memikirkan seperti orang lain, bila kita sendiri sebenarnya tidak memiliki potensi yang sama dengan orang lain. 2. Terlalu cepat menyerah.... Gagal dalam banyak hal, selama ia tidak pernah berhenti untuk mencapainya, maka gagal itu sebenarnya tidak terjadi. Yang ada hanyalah proses pembelajaran. Ketika saya memilih menulis sebagai jalan hidup, saya kerap kali harus menerima banyak sekali ketidakberuntungan, bahkan saya pernah ditolak 4 kali berturut-turut dalam kurun waktu satu bulan untuk 4 naskah berbeda. Kalau saya berhenti mungkin saya sudah tidak menulis lagi. Dan terbukti pada tahun 2010 saya menulis kembali dan menelurkan enam buku. Jadi sebenarnya kita bisa bertanya pada diri sendiri, apakah kita menyerah terlalu cepat atau memang kita sedang berproses menuju kesuksesan seperti yang kita inginkan.... 3. Ada sesuatu yang lebih baik lagi menanti.... Ketika salah satu karya saya mengalami penundaan yang cukup lama, saya kecewa karena sesuatu yang sudah saya kerjakan dengan maksimal ternyata tidak dihargai oleh pihak penerbit. Saya kemudian merasa diri saya sudah tidak berarti lagi, hingga kemudian terjebak pada pikiran yang mengungkung saya. Padahal setelah bersabar menunggu beberapa waktu, ternyata karya saya mendapat sambutan yang cukup baik di kalangan pembaca. Dari sini akhirnya saya belajar, bahwa kegagalan itu pada dasarnya mengajarkan seseorang untuk bersabar lebih, karena ada sebuah kehendak dari-Nya yang akan menjadikan kita jauh lebih baik dari pemikiran kita sebelumnya. 4. Angkuh, hingga tidak sadar kita menjatuhkan diri sendiri.... Angkuh, hal inilah yang membuat seseorang kemudian terjatuh dan terpuruk pada kegagalan. Bisa jadi gagal adalah medium untuk menegur kita dari-Nya. Terkadang tanpa sadar kita selalu merasa bisa mengerjakan semuanya dengan baik, hingga akhirnya kita menganggap diri kita lebih dari orang lain. Padahal hal tersebut adalah jalan untuk tidak mendengarkan pendapat orang lain hingga akhirnya kita terjebak dalam sebuah situasi angkuh dan merasa orang lain tidak lebih baik dari diri kita. Kalau sudah begini jangan heran bila satu persatu orang kemudian meninggalkan kita dan tidak mempercayai diri kita lagi. Hingga kegagalan pun harus diterima dengan rasa pahit. Bila begini situasinya mungkin sudah saatnya kita bernafas sejenak memikirkan hal-hal yang sudah kita lakukan selama ini dan bagaimana kita membangun hubungan dengan orang-orang di sekitar kita.... 5. Terlalu sibuk memikirkan kecurangan orang lain dalam menggapai kesuksesan Tidak semua orang didunia ini berpikir jernih dan jujur dalam menggapai kesuksesan yang diinginkan, terkadang kita akan menemui orang-orang yang dengan segala upaya membuat dirinya sukses dengan cara culas. Menjatuhkan orang disekitarnya hingga mungkin menjual dirinya. Kalau kita terpaku pada cara seperti mereka, maka kita akan hanya terus terpaku pada kesuksesan dengan role model seperti mereka. Ingat point pertama, kita tidak bisa menyamakan jalan kesuksesan kita sama seperti orang lain, karena pada dasarnya kita punya jalan kesuksesan sendiri-sendiri. Jadi sekali lagi buat apa kita mendedikasikan waktu untuk memikirkan kecurangan orang lain, alangkah bijaksananya bila kita sibuk memikirkan karya dan kesuksesan diri kita sendiri. Tidak perlu kita berpikir orang lain banyak yang culas dalam berbisnis, satu hal yang pasti kita bisa menjadi sukses tanpa harus berbuat seperti mereka, bahkan mungkin kita bisa lebih hebat dari mereka.

Kamis, 06 Juni 2013

PEMUDA PEMIMPIN MASA DEPAN


Yang terhormat saudara pembawa acara
Yang terhormat para pembicara
Dan saudara-saudaraku sekalian…
Sebelum mengawali pembicaraan ini, marilah kita bersama-sama menyanjungkan puja dan puji
syukur kita kepada Allah swt, yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita sehingga
kita masih di beri kesempatan untuk hidup di dunia ini, kita masih di berikan kenikmatan yang begitu
besar yang Allah berikan kepada kita sehingga kita masih bisa merasakan kenikmatan jasmani dan
rohani,subhanallahnikmat yang Allah berikan kepada kita jelas tiada terhitungkan dan oleh
karena rahmat itulah kita dapat berkumpul dalam pertemuan yang penuh damai ini.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi AgungHabibana
Muhammad SAW, karena beliaulah penyelamat umat, karena beliaulah suri tauladan dalam kehidupan
ini. Dan semoga mkita menjadi umatnya yang senantiasa setia kepada ajaran dan sunahnya.Amiiin
Dan saya ucapkan terima kasih kepada pembawa acara yang telah memberikan waktu kepada
saya untuk berbicara pada hari ini dengan tema:
PEMUDA PEMIMPIN MASA DEPAN
Saudara-saudara kaum muslimin yang terhormat!
Apabila kita berbicara tentang kaum muda (pemuda), kita sering dapati dalam banyak artikel
(tulisan) dan kita sendiri bahkan menyaksikan peran partisipasi pemuda yang besar dalam
membangun, menyumbang, dan mendukung perkembangan bangsa. Mereka adalah harapan bangsa
yang akan berjuang demi masa depan Negara yang lebih cerah. Demikian juga, mereka dalam waktu
yang sama merupakan harapan Islam, yang akan berjuang demi ajaran Islam di hari esok, yang akan
mempertahankan undang-undang Islam, yang akan melindungi generasi muda Islam secara luas dari
pengaruh gaya hidup barat yang merusak, yang akan menjadi seorang pemimpin pada masa
selanjutnya, hal ini diteriakkan seperti: SEKARANG PEMUDA, BESOK AKAN MENJADI
PEMIMPIN.
Pernyataan ini mendorong kita untuk memperhatikan eksistensi pemuda di masa datang.
Pemuda dianggap melambangkan semangat yang baik tidak pernah redup pemuda dianggap
melambangkan keberanian yang tidak pernah luntur . Pemuda dianggap melambangkan
kekuatan yang tidak mudah hancur.
One Young World”perdana telah digelar di London pada tanggal 8-10 Februari 2010.
Kegiatan yang diikuti 1.500 pemuda dari 192 negara itu membahas enam agenda penting issu dunia,
yaitu :
1.Politik Kepemimpinan masa depan
2.Bisnis Global dan perannya dalam membangun masyarakat melalui ekonomi3.Dialog antar-iman (agama)
4.Pelestarian Lingkungan Hidup
5.Identitas dan peranan media, dan
6.Kesehatan Global.
Kegiatan yang digagas oleh mantan Sekjen PBB Koffi Anan, Archbishop Desmon Tutu, dan Bob
Geldof itu, bertujuan memberikan sarana bagi pemuda dan pemudi dunia, untuk berlatih berpikir kritis,
tampil dan menyampaikan konsepnya bagi perbaikan dunia. Mereka menyadari betapa pentingnya
peranan pemuda untuk membangun masa depan dunia menjadi lebih baik. Karena pemuda adalah
sosok idealis, dinamis, kreatif, proaktif, dan responsif terhadap perubahan.Pemuda adalah agent of
change(pemuda adalah agen perubahan).Gambaran pentingnya peranan pemuda telah disampaikan Presiden pertama Indonesia, bung
Karno dalam salah satu selogannya: BERIKAN KEPADAKU 10 PEMUDA AKAN AKU
GUNCANGKAN DUNIA.
Syekh Musthafa al Ghulayaini, salah seorang pujangga Mesir mengatakan:
Sesungguhnya di tangan pemudalah urusan umat dan di kaki-kaki merekalah kehidupan umat.
Lebih dari 1400 tahun yang lalu, Rasulullah telah menyadari pentingnya peningkatan kualitas
pemuda, dan bagaimanakah dengan kita? Al Quran memberikan petunjuk bagi kita agar mendidik
generasi muda yang kuat, sehingga kita tidak khawatir bila meninggalkannya, sebagaimana diterangan
dalam QS. Surat An-Nisa ayat 9 sebagai berikut:
dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka
anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu
hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang
benar.
Karena itulah, agama kita menganjurkan agar kita menjadi seorang pemimpin Islam yang
fleksibel bagi masyarakat yang pada akhirnya harus mempersembahkan sumbangan bagi
perkembangan masyarakat Islam secara luas. Ironisnya, di era yang canggih ini kita menyaksikan
perbuatan kaum muda selalu bertentangan dengan hukum-hukum Islam. Kita memperhatikan banyak
kaum muda tikad sadar akan pendidikan dan lebih sedih lagi jika kita perhatikan saudara-saudara kita
kaum muslimin di Negara kita berprilaku buruk dan mereka dengan sengaja menghindari ajaran Islam
dan mengikuti kebudayaan Barat. Kita tidak dapat membanyangkan dan menggambarkan apa yang
bakal terjadi di masa datang jika semua kaum muda tidak memperhatikan tanggung jawab ini. Kita
harus sadar bahwa tanggung jawab membangun bangsa dan menegakkan agama bergantung pada kita.
Dengan beberapa pertimbangan itu harus kita begitu hati-hati terhadap kebudayaan Barat yang
merusak yang akan mewarnai ajaran Islam.
Saudara-saudara sekalian !
Sikap dan ciri kepemimpinan yang baik adalah: (1) Pemimpin berilmu, berakhlak,
berintegritas, professional dan pandai; (2) Pemimpin membuat keputusan dan bertanggung jawab atas
keputusannya; (3) Pemimpin menetapkan yang betul; (4) Pemimpin dapat mempengaruhi bukan
dipengaruhi; (5) Pemimpin harus bersedia mendengar dan berlapang dada; (6) Pemimpin dapat
memberi semangat dan motivasi; (7) Pemimpin menjadi contoh; (8) Pemimpin pemegang obor
pemikiran dan tindakan. Oleh karena itu seorang pemuda perlu mengetahui pengetahuan tentang
kepemimpinan.
Pemimpin adalah seseorang yang pandai dan menggunakan kepandaian tersebut untuk
menggerakkan diri, organisasi dan masyarakat. Di antara kepandaian yang harus dikuasai adalah, (1)
Pandai mengurus diri dan organisasi, termasuk mengatur waktu keperluan diri sendiri dan kerja; (2)
Pandai mendengar dan menghormati; (3) Pandai memperoleh informasi; (4) Pandai menganalisa dan
membuat keputusan; (5) Pandai bermusyawarah; (6) Pandai mengatur keuangan; (7) Pandai
berkomunikasi; (8) Pandai akan teknologi; (9) Pandai dalam pengucapan awam (dalam
bermasyarakat); (10) Pandai menulis dan mendokumentasi. Begitulah kiranya beberapa poin yang
perlu dikuasai oleh para pemuda sekarang agar dapat meneruskan perjuangan mempertahankan dan
memajukan bangsa dan negara.
Saudara-saudara sekalian !
Terakhir namun tak kurang pentingnya, saya ingin mengajak saudara untuk menyiapkan
generasi muda kita agar mampu mengganti generasi tua di masa depan. Dan saya mengharap kepada
anda dan seluruh saudara-saudara kaum muslimin di mana pun mereka berada agar menjaukan diri dari
perbuatan yang jelek dan selanjutnya kita harus mengembangkanskilldan potensi kita untuk
menggapai masa depan yang cerah.
Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua,
amiin manusia memang tidak pernah terlepas dari kesalahan, apabila dalam penyampaian pidato ini
banyak sekali kesalahan, saya minta maaf yang sebesar-besarnya… dan bila ada kebenaran dalam
pidato ini, maka saya pun menyadari bahwa yang benar itu hanya datangnya dari Allah. Kurang
lebihnya mohon maaf.

Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Penjualan Sekaligus Alurnya •


• • • 26 EmailShare Bagimana caranya menghitung harga pokok penjualan? Pertanyaan ini sering saya gunakan untuk test penerimaan calon pegawai di bagian accounting. Melalui tulisan ini saya ingin share cara mudah menghitung harga pokok penjualan, beserta alurnya, dengan bagan grafis sederhana (agar mudah diingat). Mungkin tidak applicable untuk segala kondisi, tetapi (mudah-mudahan) bisa menjadi awal pemahaman yang tentunya masih perlu dilengkapi dengan panduan-panduan dari buku dan literature. Siapa Bilang Menghitung Harga Pokok Penjualan Hanya Urusan Cost Accountant? Kembali ke pertanyaan yang sering saya ajukan dalam test penerimaan staf accounting. Jawaban mereka, bervariasi. Tentu saja ada yang benar dan ada yang salah. Tak sedikit juga jawaban yang membuat saya tersenyum kecut—prihatin persisnya. Bagaimana tidak prihatin, suatu ketika, seorang kandidat yang melamar posisi cost accountant tidak tahu caranya menghitung harga pokok penjualan—padahal perhitungan harga pokok penjualan adalah fundamentalnya akuntansi biaya (cost accounting). Yang lebih memperihatinkan lagi, salah seorang kandidat yang melamar posisi chief accountant dengan penuh percaya diri bertanya: “Apakah perusahaan bapak menerapkan sistim persediaan periodik?” Saya jawab, ‘Tidak. Kami menerapkan sistim perpetual” “Oh. Kalau begitu tidak perlu menghitung HPP, pak. Kan sudah dijurnal saat terjadi penjualan,” dia menyampaikan pandangannya. Betul. Dalam sistim persediaan perpetual, harga pokok penjualan diakui saat barang laku terjual. Tetapi saya tidak terlalu yakin jika dia benar-benar memahami konsep harga pokok penjualan dengan baik. Untuk itu saya meminta dia membuat satu contoh. “Misalnya, Pak. Terjadi penjualan barang persediaan maka dijurnal: [Debit]. Piutang Dagang [Kredit]. Penjualan Dan; [Debit]. Harga Pokok Penjualan [Kredit]. Persediaan Barang Jadi” Jurnalnya sudah benar. Lalu saya minta dia mengisikan angka di masing-masing jurnalnya. Dan, dia memasukan angka (saya tidak ingat persisnya), tetapi kurang-lebih sbb: [Debit]. Piutang Dagang = Rp 20 [Kredit]. Penjualan = Rp 20 Dan; [Debit]. Harga Pokok Penjualan = Rp 15 [Kredit]. Persediaan Barang Jadi = Rp 15 Saya bertanya lagi, “Mengapa kalau penjualannya Rp 20 trus HPP-nya jadi Rp 15? Apakah boleh jika angka 15 itu saya ganti dengan angka 5 atau 1,000,000 atau angka apa saja yang saya suka?” Melihat dia cuma diam dan nampak bingung, saya ganti pertanyaanya dengan ekspresi yang lebih tegas, “Saat anda membuat jurnal transkasi penjualan, dari mana anda tahu harga pokok penjualan sebesar angka yang anda masukan dalam jurnal?” “Biasanya sudah ada di system, pak,” dia menjawab dengan jujur. Mendapat jawaban seperti itu, lalu saya mendesak dia dengan pertanyaan, “Dan, anda PERCAYA dengan angka yang di sistem itu?” “Kan sudah dihitung oleh cost accountant, pak. Bukan tanggungjawab saya.” Dari sana saya mengambil kesimpulan bahwa kandidat tidak sungguh-sungguh memahami teknis perhitungan harga pokok penjualan. Dan dia bukan orang yang tepat untuk berada dalam team saya. Yang mungkin luput dari pertimbangannya adalah: seorang cost accountant berada di bawah tanggungjawabnya—sebagai seorang chief accountant. Lepas dari itu semua, khususnya chief accountant, harus bisa menjamin akurasi setiap digit angka yang tersaji dalam laporan keuangan—termasuk harga pokok penjualan yang “muncul di system.” Nah, jika darimana datangnya (teknis perhitungannya) saja tidak tahu, bagaimana bisa menjamin angka yang dihasilkan sudah akurat atau belum. Mengenai angka harga pokok penjualan satuan yang suda ada di sistem (software) akuntansi perusahaan, TIDAK muncul begitu saja, melainkan melalui perhitungan teknis—entah itu dilakukan secara manual (lalu diinput ke sistem) atau melalui proses otomatisasi dengan menggunakan variable-variable data yang dimasukan saat proses produksi berlangsung. Pada perushaan-perusahaan yang menerapkan “standard costing”, perhitungan harga pokok penjualan biasanya diotomatisasi dengan menggunakan input data yang dimasukan pada saat suatu product (barang) dirancang di bagian Research and Development. Unit cost (harga pokok satuan) suatu produk terdiri dari berbagai element cost (yang sudah distandarisasi) yang kemudian membentuk apa yang disebut dengan ‘Bill of Materials” (BOM). Bagimanapun juga, tetap melalui alur pehitungan yang menggunakan konsep dasar harga pokok penjualan. Yang ingin saya sampaikan (melalui ilustrasi kasus di atas) adalah: “Mampu menghitung harga pokok penjualan adalah wajib bagi seorang akuntan—terlepas apakah dia seorang cost accountant atau bukan.” Bahkan seorang auditor—yang nota benanya lebih banyak menggeluti akuntansi keuangan (dibandingkan akuntantansi biaya/akuntansi manajemen)—pun wajib tahu. Tidak menutup kemungkinan, seorang auditor perlu menguji akurasi angka-angka yang ada di Laporan Laba Rugi yang pastinya mengandung harga pokok penjualan. Melalui tulisan ini saya ingin share cara mudah menghitung harga pokok penjualan, sekaligus alurnya. Jika tertarik, silahkan ikuti sampai selesai. Perhitungan Harga Pokok Penjualan Sederhana Perhitungan Harga Pokok Penjualan yang paling sederhana adalah sbb: Saldo Awal Persediaan + Pembelian (atau penambahan persediaan) – Saldo Akhir Persediaan = Harga Pokok Penjualan Perhitungan sederhana itu bisa diterapkan pada jenis perusahaan dagang yang jenis persediaannya hanya berupa barang jadi—yang dibeli dari pemasok. Misalnya: Data persediaan UD. JAK (pedagang eceran beras) untuk tahun 2012 adalah sbb: Saldo awal persediaan = Rp 5,000,000 Pembelian beras dari 1 Januari s/d 31 Desember 2012 = Rp 85,000,000 Saldo Akhir Persediaan per 31 Desember 2012 = Rp 3,000,000 Harga Pokok Penjualan 2012 = 5,000,000 + 85,000,000 – 3,000,000 Harga Pokok Penjualan 2012 = 87,000,000 Itu perhitungan harga pokok penjualan beras pada perusahan dagang beras. Perhitungan menjadi agak rumit untuk perusahan manufaktur—yang barang persediaannya dibuat sendiri (baik itu sebagian atau keseluruhan). Bagaimana menghitung harga pokok penjualan perusahaan manufaktur? Yuk kita pindah ke paragraph berikutnya… Alur Perhitungan Harga Pokok Penjualan Perusahaan Manufaktur Menghitung harga pokok penjualan untuk perusahaan manufaktur menjadi sedikit lebih rumit, jika dibandingkan dengan perusahaan dagang, karena adanya “persediaan bahan baku” (raw materials) yang diolah menjadi “persediaan barang dalam proses” (work in process—biasanya disingkat WIP), lalu barang jadi (finished goods—biasa disingkat FG). Proses pengolahan dari bahan baku menjadi barang dalam proses lalu barang jadi menimbulkan cost-cost lain, diantaranya: “biaya tenaga kerja langsung” (labor cost) dan “overhead produksi” (production overhead). Secara garis besar alur proses produksi adalah sbb: Bahan Baku (raw materials) dikeluarkan dari gudang ==> Bahan baku diolah menjadi barang dalam proses (work in process) ==> Barang dalam proses diolah lagi menjadi barang jadi (finished goods). Nah, perhitungan harga pokok penjualan mengikuti alur produksi di atas. Berikut adalah bagan alur perhitungan yang saya buat sedemikian rupa sehingga menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami: Penjelasan: Dari bagan di atas jelas terlihat bahwa, alur penghitungan “Harga Pokok Penjualan” perusahaan manufaktur melalui 4 tahapan, mengikuti alur produksi, yang terdiri dari: • Tahap-1. Perhitungan “Bahan Baku Yang Digunakan” • Tahap-2. Perhitungan “Total Biaya Produksi” • Tahap-3. Perhitungan “Harga Pokok Produksi” • Tahap-4. Pergitungan “Harga Pokok Penjualan” Berikut adalah penjelasan lebih rincinya: Tahap-1. Perhitungan BAHAN BAKU YANG DIGUNAKAN: Saldo Awal Persediaan Bahan Baku – Yang dimaksud dengan “saldo awal persediaan bahan baku” adalah total nilai persediaan bahan baku di awal periode yang dihitung (awal bulan untuk bulanan dan awal tahun untuk tahunan). Saldo awal periode yang dihitung sama dengan saldo akhir periode sebelumnya yang secara global bisa dilihat di Neraca, sedangkan per jenis bahan baku bisa dilihat di buku persediaan (inventory ledger) dan kartu stock. Cakupan “bahan baku” dalam hal ini termasuk: bahan penolong/pembantu/apapun namanya. Pembelian Bahan Baku – Yang dimaksud dengan “pembelian bahan baku” dalam hal ini adalah total pembelian bahan baku (termasuk bahan penolong) NETO selama periode yang dihitung. Misalnya: “Perhitungan HPP untuk bulan Juni 2012”, berarti total pembelian bahan baku dari 1 s/d 30 Juni 2012. Jika “Perhitungan HPP untuk Tahun 2012”, berarti total pembelian bahan baku dari 1 Januari s/d 31 Desember 2012. Bisa dilihat di buku besar persediaan. Dan “NETO” dalam hal ini artinya: sudah memperhitungkan pengurangan dan penambahan akibat adanya discount, rabat, dan retur. Saldo Akhir Persediaan Bahan Baku – Yang dimaksud dengan “saldo akhir persediaan bahan baku” adalah total nilai persediaan bahan baku (yang tersisa) pada akhir periode yang dihitung—setelah dilakukan penghitungan fisik dan penyesuaian-penyesuaian. Bahan Baku yang Digunakan – Yang dimaksud dengan “bahan baku yang digunakan” dalam hal ini adalah total bahan baku yang diolah (diproduksi) untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Angka ini (Rp 67,000 dalam contoh) diperoleh dengan menggunakan formula perhitungan seperti yang terlihat pada bagan: saldo awal persediaan bahan baku + pembelian bahan baku – saldo akhir persediaan bahan. Tahap-2. Perhitungan TOTAL BIAYA PRODUKSI Bahan Baku yang Digunakan – Ini pindahan dari perhitungan tahap-1 Biaya Tenaga Kerja Langsung – Yang dimaksud dengan “biaya tenaga kerja langsung” adalah total upah karyawan/buruh yang pekerjaannya berimplikasi langsung terhadap volume output produk yang dihasilkan. Angkanya bisa dilihat dari daftar pembayaran gaji untuk karyawan yang masuk dalam kelompok “tenaga kerja langsung”. Yang masuk dalam kelompok tenaga kerja langsung adalah pegawai yang dibayar berdasarkan jumlah jam kerja (yang ada rate per jamnya) atau berdasarkan volume pekejaan yang diselesaikan (biasa disebut borongan). Sedangkan pegawai bagian produksi di luar kriteria itu, tidak ikut dihitung. Overhead Produksi – Overhead ini sering menjadi sumber kebingungan dan simpang-siur. Begini saja, yang dimaksud dengan “overhead produksi” adalah segala biaya yang berhubungan dengan aktivitas produksi SELAIN bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung (lihat bahan penjelasan mengenai bahan baku di tahap-1). Termasuk dalam kelompok ini adalah biaya yang timbul dari aktivitas packaging, pengiriman barang, biaya pemeliharaan mesin dan peralatan, biaya pemeliharaan gedung pabrik dan gudang, penyusutan mesin dan peralatan, penyusutan gedung pabrik dan gudang. Total Biaya Produksi – Yang dimaksud dengan “total biaya produksi” dalam hal ini adalah semua biaya yang timbul akibat aktivitas produksi yang berlangsung selama periode yang dihitung—termasuk bahan baku yang digunakan (itu sebabnya mengapa “biaya bahan baku yang digunakan” dari perhitungan tahap-1 diikutsertakan) ditambah biaya tenaga kerja langsung dan overhead produksi. Note: Sampai pada tahap ini, perhitungan telah mencerminkan segala biaya/cost yang timbul dari aktivitas produksi selama periode yang dihitung, TETAPI belum mengikutsertakan penggunaan “persediaan barang dalam proses” yang merupakan SISA (saldo akhir) periode sebelumnya. Itu sebabnya mengapa hasil perhitungan sampai pada tahap-2 ini disebut “Biaya produksi” saja—BELUM disebut Harga Pokok Produksi. Lanjut ke tahap-3… Tahap-3. Perhitungan HARGA POKOK PRODUKSI Total Biaya Produksi – Ini pindahan dari perhitungan tahap-2 (baca note di tahap-1) Saldo Awal Persediaan Barang Dalam Proses – Yang dimaksud dengan “saldo awal persediaan barang dalam proses” adalah total nilai persediaan barang dalam proses di awal periode yang dihitung. Saldo awal periode yang dihitung sama dengan saldo akhir periode sebelumnya yang secara global bisa dilihat di Neraca, sedangkan rincian per item/jenis barang bisa dilihat di buku persediaan (inventory ledger) persediaan barang dalam proses. Saldo Akhir Persediaan Barang Dalam Proses – Yang dimaksud dengan “saldo akhir persediaan barang dalam proses” adalah total nilai persediaan barang dalam proses (yang tersisa) pada akhir periode yang dihitung—setelah dilakukan penghitungan fisik dan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan. Harga Pokok Produksi – Yang dimaksud denga “harga pokok produksi” adalah segala biaya/cost yang timbul dari aktivitas produksi pada masa yang dihitung (itu sebabnya mengapa total biaya produksi dari hasil perhitungan tahap-2 diikutsertakan) ditambah dengan saldo awal persediaan barang dalam proses,

cara menghitung HPP


PROSEDUR PENYUSUNAN ANGGARAN PERUSAHAN DALAM BIDANG JASA


BUDGETING (PENGANGGARAN PERUSAHAAN)

BUDGETING (PENGANGGARAN PERUSAHAAN) OLEH : SUPARDI SAMINJA MATERI Pendahuluan, definisi dan fungsi budgeting Forecast sales (Peramalan Penjualan)’ Sales Budget ( Anggaran Penjualan) Production Budget (Anggaran Produksi) Raw Material Budget (Anggaran Bahan Baku) Labour Budget (Anggaran Biaya Tenaga Kerja) Overhead Cost Budget (Anggaran BOP) Variable cost Budget (Anggaran Varabel) Buku Budgeting “ Glen A Welsch “ Budgeting “ Munandar “ BPFE Yogyakarta Anggaran Perusahaan “ Gunawan A S dkk “ Anggaran Perusahaan “Nafarin “……… Anggaran Perusahaan “…………. Planning and Budgeting Planning : Tindakan yang dibuat berdasarkan fakta, asumsi, mengenai gambaran kegiatan yang dilakukan pada waktu yang akan datang dalam mencapai tujuan yang diinginkan. jenis Rencana : Tujuan, kebijakan, peraturan, metode, strategi, standar, prosedur, anggaran Budget -Budgeting Anggaran termasuk dalam salah satu jenis (bentuk) dari Planning. Anggaran (Budget), Penganggaran (Budgeting) Anggaran : Anggaran (Budget) Merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang untuk jangka waktu tertentu. anggaran 2. Alat manajemen untuk mencapai tujuan. 3. Rencana dalam bentuk angka-angka Budgeting (Penganggaran) : adalah proses penyusunan anggaran yang dibuat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam memperoleh laba. Faktor yang perlu dipertimbangkan Dalam penyusunan anggaran perlu dipertimbangkan : Tujuan dan kebijakan perusahaan Data waktu yang lalu Perkembangan kondisi ekonomi Perubahan kebijakan pemerintah Penelitian dan pengembangan perusahaan Anggaran harus Realistis Dapat dikoordinasikan Dapat memotivasi karyawan KEGUAAN BUDGET : Sebagai pedoman kerja Alat pengkoordinasian kerja Alat pengawasan kerja Fungsi anggaran Fungsi Perencanaan Fungsi Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Kelemahan anggaran Anggaran dibuat berdasarkan taksiran dan anggapan, sehingga mengandung unsur ketidak pastian. Tidak semua perusahaan mampu menyusun anggaran yang komprehensif, karena biaya bisa mahal. Anggaran menjadi tidak efektif bagi yang terpaksa melakukannya. Macam-macam Anggaran Menurut dasar penyusunan : a. Anggaran Variabel b. Anggaran Tetap 2. Menurut Cara Penyusunan : a. Anggaran Periodik b. Anggaran Kontinu 3. Menurut Jangka waktu : a. Anggaran jangka pendek b. Anggaran jangka panjang 4. Menurut Bidangnya : a. Anggaran Operasional b. Anggaran Keuangan. 5. Menurut kemampuan menyusun : a. Anggaran Komprehnsif b. Anggaran Partial 6. Menurut fungsinya : a. Anggaran dgn tujuan tertentu b. Anggaran aktivitas (Performance budget)

Sabtu, 18 Mei 2013

Lakukanlah Yang Terbaik


Apapun tugas hidup anda lakukanlah yang terbaik dan jangan sering menunda, sebab jika bisa lakukan saat ini lakukanlah saat ini juga, sebab waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali kepada anda, jika banyak orang menyatakan waktu adalah uang, menurut saya waktu adalah kesempatan, kesempatan mencari uang, kesempatan memperbaiki hidup, kesempatan belajar, kesempatan bekerja, dan masih banyak lagi kesempatan yang akan kita miliki setiap hari. Sekali kita menunda apa yang ingin dikerjakan, kita telah menunda kesempatan yang datang kepada kita, untuk itu manfaatkanlah waktu anda untuk melakukan yang terbaik, sebab belum tentu kedepannya kita memiliki kesempatan yang sama untuk menyelesaikannya. Hambatan macam-macam bisa saja terjadi. Lengah sedikit, hilang sudah tertinggal jauh. Maka dari itu, setiap hari yang diberikan oleh Tuhan kepada kita adalah kesempatan besar untuk melakukan yang terbaik. Apapun keinginan, impian, dan tujuan Anda untuk hari esok, lakukan yang terbaik saat ini dan hari ini juga, sebab apa yang anda lakukan hari ini akan menentukan apa yang akan terjadi hari esok, untuk itu lakukan yang terbaik saat ini setiap hari, jika anda ingin hari esok anda lebih baik. Jika anda ingin orang lain tidak dapat menyaingi anda, maka lakukanlah yang terbaik supaya orang lain tidak bisa melakukan apa yang anda lakukan. Setiap hari bangunlah lebih pagi dan rencanakan kegiatan apa yang dapat anda lakukan dan jangan menunda, rencanakan kegiatan yang menurut anda adalah kegiatan yang terbaik. Kemudian lakukan rencana - rencana tersebut sebaik-baiknya dan jangan menunda, tetapi lakukanlah dengan penuh semangat dan Jangan mengatakan untuk melakukan lain kali, jika bisa hari ini, kerjakanlah hari ini. Apa pun tugas hidup anda. lakukan dengan baik. Seseorang semestinya melakukan pekerjaannya sedemikian baik sehingga mereka yang masih hidup, yang sudah mati, dan yang belum lahir tidak mampu melakukannya lebih baik lagi.

Ketika Kata Motivasi Hanya Terdengar Indah


Anda mungkin sering misalnya mengintip (membaca) status facebook teman yang isinya merupakan kata motivasi. Mungkin juga teman tersebut mengutip ungkapan-ungkapan dari motivator terkenal misalnya. Usually kata motivasi memang indah juga untuk didengar. Namun demikian jika kata motivasi tersebut hanya tedengar indah saja, dan tidak mampu lagi mendorong kita untuk take action atas isinya, maka ia seperti obat yang tak manjur lagi!, hehe.. Seharusnya setiap kata motivasi yang kita dengar, selain hanya indah, juga mempunyai daya dorong yang kuat, sehingga kita benar-benar tidak hanya mendengarnya, melainkan meresap ke dalam jantung!, eh hati!.. lalu berubah menjadi energy untuk menggerakkan anggota tubuh kita untuk Take Action!. Yuk temen-teman, kita pekakan diri kita agar setiap kata motivasi mempunyai efek positif yang lebih dalam, sehingga kita menjadi lebih giat bekerja, dan lebih berhasil serta pandai bersyukur. Amiiinnn

Keberhasilan Berawal dari Sebuah Keyakinan


Bagi Gede Prama, keberhasilan maupun kegagalan adalah buah dari keyakinan seseorang. “Keberhasilan itu berawal dari keyakinan. Dan kita bisa mengubah banyak sekali hal lewat keyakinan,” katanya. Sayangnya menurut Gede, keyakinan orang sering terbelenggu oleh pikiran-pikiran rasionalnya serta pengalaman-pengalaman ekstrim di masa lalu. Mereka yang gagal menumbuhkan keyakinan positif –sekalipun dia sangat berpotensi-- biasanya justru gagal dalam kehidupan. “Saya mengenal banyak orang yang secara potensial biasa-biasa saja. Tapi karena didukung oleh yang namanya raksasa keyakinan, dia berhasil. Yang banyak terjadi adalah orang yang potensinya rendah tapi keyakinannya tinggi, dia berhasil. Sebaliknya ada orang yang potensinya tinggi tapi keyakinannya rendah, ya ndak berhasil,” ungkap Gede Prama. Agak sulit mencari tokoh seperti Gede Prama ini. Ia tidak saja dikenal sebagai seorang kolumnis yang produktif, penulis buku, konsultan manajemen, public speaker, tapi juga dikenal pernah menjadi CEO perusahaan jamu papan atas. Sebagai kolumnis, tulisannya yang mudah dicerna menghiasi berbagai media masa dan media online. Belasan buku laris sudah diselesaikannya, termasuk sejumlah kaset (audio book) yang digemari banyak orang. Sejak tahun 1993 ia menjadi konsultan manajemen dan presiden Dynamics Consulting, dan pernah pula berposisi sebagai CEO perusahaan besar yang tak lama kemudian ditinggalkannya. Alumnus Universitas Lancaster Inggris ini juga dikenal sebagai salah satu inspirator dan public speaker terbaik di Indonesia. Lebih dari seratus lembaga profit dan non profit seperti perbankan, asuransi, BUMN, perhotelan, manufaktur, telekom, perusahaan-perusahaan DS/MLM, serta berbagai asosiasi pernah mengundangnya sebagai pembicara. Orang gemar dengan gaya penuturannya yang menyegarkan, menyentuh, mudah dimengerti, mendalam, sekaligus mengandung unsur-unsur filosofi yang tinggi. Tak mengherankan bila banyak orang terinspirasi oleh gagasan-gagasannya. Tak terkecuali seorang cendekiawan Islam kondang seperti Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, yang mengaku terkesan sekali dengan teori “Tahi Sapi” ala Gede Prama. Teori ini bertutur tentang cara pandang positif yang bisa membangkitkan sebuah kebesaran hati apabila seseorang mendapat penghinaan atau perlakuan buruk dari orang lain. Gede Prama dikarunia tiga orang anak. Ia mengaku, keluarga adalah kekayaan dalam kehidupannya. Ia sering menikmati waktu hujan bersama dengan anak-anaknya di halaman rumah. Saat-saat libur akhir tahun misalnya, lebih sering dipakai untuk menulis dan berkumpul bersama keluarga. Dan Gede Prama sangat bersyukur dengan kehidupan yang diperolehnya saat ini. “Sebagai seorang public speaker merupakan jalan kehidupan yang indah, dapat uang cukup, senang, dan beribadah. Saya dapat tiga-tiganya sekaligus. Makanya saya melihat hidup saya itu indah. Life is beautiful,” tutur Gede menyebut sebuah judul film Itali yang ditontonnya berulang-ulang. Wawancara berikut merupakan salah satu wawancara terlengkap dan terbaik yang pernah dilakukan Edy Zaqeus dengan sang inspirator. Wawancara ini merupakan salah satu bagian dari buku best seller Kalau Mau Kaya Ngapain Sekolah! (Gradien, 2004) Berikut petikan wawancaranya setelah diedit seperlunya untuk dihadirkan kembali khusus untuk Pembelajar.Com: Anda punya tujuan yang lebih…..? Oh, ya. Bagi saya kekayaan itu yang paling berguna adalah independensi. Kebebasan dalam arti yang luas. Di mana dunia kepegawaian adalah salah satu rantai yang membuat kita tidak terlalu independen. Jangankan di posisi bawah, di posisi presiden direktur pun kita ndak independen. Kan berhadapan dengan pemilik, berhadapan dengan komisaris, dengan aturan-aturan. Kalau kita menjadi pekerja independen, kan kita menentukan dan mengarahkan hidup kita sendiri. Jadi orang pikir saya enjoy di posisi nomor satu. Sebenarnya ndak. Saya lebih enjoy di profesi di mana saya bisa terbang sebebas burung-burung terbang di udara. Jadi, kebebasan! Persoalan jumlah uang dan jumlah materi itu relatif. Materi jadi sedikit, kalau kita pengeluarannya banyak. Materi jadi banyak, kalau kita pinter mengelolanya. Jadi bukan jumlah yang saya hitung, tapi bagaimana kita mengelolanya. Orang itu sukses karena dia dilahirkan sebagai orang sukses, atau karena usahanya sendiri? Saya menganut keyakinan, ya lebih banyak karena usaha. Kalau benar keyakinan banyak orang bahwa sukses itu terlahir, berarti sukses sesuatu yang sudah given. Tepatnya ndak. Sukses adalah sesuatu yang harus kita upayakan, kita cari. Badan serta jiwa kita yang mirip dengan karet yang bisa dibentuk ke mana-mana. Perkaranya apakah kita membentuknya ke arah yang lebih berbau kegagalan atau ke arah yang berbau keberhasilan. Itu lebih banyak bentukan kita. Ada unsur di luar bentukan kita, tapi lebih banyak unsur bentukan kita. Jadi sukses lebih banyak diusahakan. Terutama faktor perjuangan yang kita lakukan dalam hidup. Karet bisa ditarik sebesar apapun tergantung seberapa kuat kita menariknya. Kalau keberuntungan, apakah dibawa sejak lahir atau karena diupayakan? Bisa dua-duanya. Ada orang mengatakan dengan seluruh ilmu hokinya, dia terlahir (beruntung) dengan bentuk hidung dan sebagainya. Dua-duanya ada. Orang-orang yang dilahirkan beruntung mungkin memerlukan upaya lebih rendah dibanding orang yang terlahir tidak beruntung. Yang jelas dua-duanya sama-sama bisa berhasil. Cuma dengan tingkat kuantitas dan kualitas usaha yang berbeda. Jangan menyetempel; ndak hoki Anda pasti gagal, ndak! Namun kebanyakan orang meyakini keberuntungan dilahirkan? Boleh saja. Dan sebagaimana diketahui oleh sahabat-sahabat dari MLM, keberhasilan itu berawal dari keyakinan. Kalau belum apa-apa Anda sudah meyakini tidak beruntung dan tidak berhasil, kalau kemudian Anda tidak beruntung dan tidak berhasil lebih banyak gara-gara keyakinan Anda. Keyakinan itu awalnya. Dan kita bisa mengubah banyak sekali hal lewat keyakinan. Nah, dalam mengubah proses keyakinan, penghambat kita yang paling utama adalah mind. Mind itu bukan otak atau pikiran. Tapi yang jelas pikiran itu salah satu pintu menuju mind. Kalau kita bisa mengubah mind kita menjadi mind yang absolutly and totally believe pada keberhasilan, kita berhasil. Saya mengenal banyak orang yang secara potensial biasa-biasa saja. Tapi karena didukung oleh yang namanya raksasa keyakinan, dia berhasil. Yang banyak terjadi adalah, orang yang potensinya rendah tapi keyakinannya tinggi, dia berhasil. Sebaliknya, ada orang yang potensinya tinggi, tapi keyakinannya rendah, ya ndak berhasil. Saya punya teman, orang yang brilian, pintar. Tapi kebriliyanannya tidak membuat dia berhasil, karena menyepelekan banyak perkara. Akhirnya nggak berhasil. Sebaliknya ada banyak orang biasa –jangan terlalu bodoh—karena merasa dirinya punya kekurangan, kemudian dia menutup kekurangannya dengan usaha besar-besaran. Usaha besar-besaran inilah yang menjadi energi keberhasilan yang luar biasa. Anda tahu, orang-orang yang berhasil sebagian datang dari orang-orang yang ndak cerdas. Tapi, karena kekurangcerdasan itulah kemudian dia menutup kekurangannya dengan usaha besar. Dan kecerdasan bisa positif, bisa negatif. Positifnya, menjadi modal lari yang kuat. Negatifnya, membuat kita menyepelekan. Sekarang perkaranya tergantung pada kita. Mau meletakkan potensi kecerdasan dan sebagainya sebagai modal untuk maju, atau sebaliknya membuat kita leha-leha dan tidur siang tiap hari. Jadi kembali ke yang tadi, life is a mind game. Jadi keyakinan yang utama? Keyakinan intinya. Cuma menyangkut keyakinan itu seringkali dibatasi banyak hal, antara lain pikiran. Pikiran cara kerjanya kan berkalkulasi, berhitung. Kalau saya melompat paling tinggi 50 cm. Kalau saya melakukan ini maksimum saya bisa mencapai ini. Berhitung. Jadi keyakinan pertama kali dihambat oleh pikiran. Pikiran itu kayak langit-langit (dalam ruangan) yang membatasi penglihatan kita. Kalau Anda memiliki keyakinan yang tinggi, raksasa yang berasal dari dalam, maka yang pertama mesti dilampaui adalah pikiran. Hanya, banyak orang yang dibelenggu dan digembok oleh pikiran. Yang kedua adalah pengalaman, terutama yang ekstrim di masa lalu. Pengalaman buruk membuat orang traumatik, kemudian ndak yakin. Pengalaman pernah berhasil membuat orang menjadi sombong. Yang ketiga pendidikan masa kecil. Point utamanya keyakinan. Orang bodoh bisa cakap. Orang yang nggak pengalaman bisa percaya diri. Itu karena keyakinan saja. Banyak hal bisa berubah karena keyakinan. Orang bisa mengalami kegagalan secara beruntun, dan akhirnya berkesimpulan, dirinya dilahirkan bukan sebagai orang yang beruntung. Komentar Anda? Yang terpenting sebenarnya bukan berapa banyak kita jatuh. Tapi seberapa banyak kita bangun. Karena keberhasilan ditentukan oleh seberapa banyak kita bangun, bukan seberapa banyak kita jatuh. Masalahnya adalah banyak orang gagal yang lebih banyak berhitung berapa kali jatuhnya dibanding berapa kali bangunnya. Banyak orang mengatakan lebih banyak jatuh, lebih down Anda. Saya katakan lain. Lebih banyak Anda jatuh, lebih kuat Anda. Kejatuhan dalam jumlah yang banyak jangan diijinkan sebagai sebuah kecelakaan yang membuat Anda pasti runtuh. Tapi gunakan kejatuhan yang banyak itu sebagai vitamin untuk bangkit, bangkit, dan bangkit lagi. Dalam kehidupan banyak orang yang berhasil, mereka adalah orang yang ndak pernah berhenti bangun. Apakah benar semua orang dilahirkan untuk menjadi pemenang? Bisa ya, bisa tidak. Kembali kepada keyakinan keberhasilan yang lebih banyak kita bentuk dibandingkan unsur dilahirkan tadi. Kalah menang itu hanya perkara pikiran saja. Orang menjadi kalah karena pikirannya memproduksi dia untuk menjadi kalah. Orang menjadi menang karena pikirannya memproduksi dia menjadi menang. Sehingga point utamanya adalah seberapa cermat kita dan seberapa pintar kita mengelola pikiran. Pikiran itu mirip dengan pedang. Dia bisa membantu. Dengan pikiran kita bisa mengukur, mengkalkulasi, meramalkan, memilah-milah. Tapi ada aspek kedua dari pikiran, di samping membantu dia juga membatasi. Pikiran membatasi orang untuk bisa terbang tinggi. ‘Ah, saya satpam. Sehebat-hebatnya saya hanya kepala satpam!’. Kalau saya di banyak forum menyatakan, ‘Jangan gunakan pikiran sebagai pembatas. Gunakanlah sebagai pembantu!’. Caranya hanya satu, lampaui pikiran. Untuk melampaui pikiran itu apa yang harus dilakukan? Ada kegiatan interaktif sifatnya. Dengan mencoba, ada hasil. Kalau ada hasil, keyakinan akan naik. Coba-hasil-keyakinan. Tapi dalam lingkaran ini yang terpenting adalah mencoba. Beda antara orang beruntung dengan orang kurang beruntung hanya dalam jumlah mencoba. Orang yang beruntung mencobanya lebih sedikit. Orang yang kurang beruntung mencobanya lebih banyak. Itu saja. Perkaranya adalah –terutama yang kurang beruntung-- seberapa sabar dan seberapa tahan dia mencoba. Orang gagal adalah orang kurang beruntung, dan mencobanya kurang banyak. Orang beruntung sama sekali tidak mencoba, gagal juga. Perkaranya hanya frekuensi dan jumlah kita mencoba. Saya lihat sukses menurut Anda lebih banyak ditentukan ‘dari dalam’ bukan ‘dari luar’. Padahal orang baru mau berusaha atau belajar setelah dia melihat kondisi-kondisi di luar dirinya? Ya. Proses belajar banyak orang memang seperti itu. Karena dia akan belajar dari apa yang dia lihat, apa yang diajarkan orang lain. Dari luar ke dalam. Di tingkatan-tingkatan tertentu terbalik, nanti dari dalam ke luar. Nah, sahabat-sahabat yang masih belajar dari luar ke dalam, nanti dia akan menghasilkan ketergantungan. Termasuk ketergantungan kepada saya sebagai sumber ide. Di tingkat-tingkat tertentu tidak salah belajar dari sumber luar. Tapi kalau Anda mau mendalami substansi sukses yang lebih mendalam, kita harus ganti. Gurunya tidak lagi orang luar, tapi inner teacher. Guru yang datang dari dalam. Kalau Anda sudah bertemu dengan inner teacher, Anda sudah ketemu guru terbaik. Dan dia akan membimbing Anda. Hanya saja banyak orang yang seumur hidup tidak pernah menemukan inner teacher. Kenapa? Karena membiarkan dirinya selamanya tergantung kepada guru dari luar. Pada titik tertentu Anda harus berani memutuskan ini, adalah waktu yang tepat di mana saya berhenti kepada orang, tetapi lebih banyak berguru pada guru yang ada di dalam. Lebih konkritnya, bagaimana kita bergaul dengan inner teacher itu? Modal, sarana, dan kendaraannya adalah rajin berefleksi. Kalau Anda rajin berefleksi terutama mempelajari catatan sejarah hidup, Anda akan menemukan sebuah pola. Tapi ingat, berefleksi itu ndak bisa sekali dua kali. Ada pola, ada pathern, ada flow. Cara mengenali pola ini adalah dengan menandai titik-titik ekstrim di mana Anda pernah berhasil, di mana Anda pernah terjun ke bawah. Tanya diri Anda sendiri, kenapa berhasil waktu itu dan kenapa gagal. Pasti ada hal-hal yang menjadi benang merah yang menyatukan titik-titik ekstrim tadi. Nah, semakin banyak titik-titik ekstrim yang Anda tandai, Anda akan ketemu faktor-faktor atau variabel-variabel yang muncul di titik ekstrim itu. Kalau variabel –katakanlah kejujuran—nah, itu benang merahnya. Atau usaha, itu benang merahnya. Konsentrasikan pada satu faktor, satu variabel, yang hampir muncul di semua titik ekstrim. Nah, konsentrasikan, selami, pelajari, dalami sedalam-dalamnya satu faktor itu. Dan Anda akan dibimbing oleh inner teacher. Kalau kita sudah menemukan inner teacher dan berpegang kepadanya, apakah kita bisa menjadi kurang peka dengan sekeliling? Ndak seperti itu. Sebaliknya Anda malah akan lebih peka. Orang curiga kalau kita berguru pada inner teacher, kita jadi ndak peka, egois, ndak. Yang saya rasakan malah lebih peka lagi. Bimbingan yang datang dari luar, kita hanya bisa berguru jika gurunya ada. Inner teacher itu kan kita bawa ke mana-mana? Sehingga di semua tempat, di semua situasi, Anda akan peka. Tapi kalau Anda bergantung pada guru luar, kan Anda hanya sensitif kalau gurunya ada. Ada yang menjuluki agama Anda adalah ‘agama cinta’. Bisa nggak unsur cinta kasih memainkan peran dalam bisnis? Sangat bisa, tapi cinta dalam artian luas. Di tingkatan di mana Anda sudah sampai di ujung kehidupan yang bernama cinta itu, tidak ada yang sulit. Kalau ukuran uang itu kan relatif, rezeki di tangan Tuhan. Tapi di puncak kehidupan yang bernama cinta itu, saya katakan sudah sampai di tingkatan ekstasi. Jadi keberhasilan tidak lagi dilawankan dengan kegagalan. Keberhasilan ya keberhasilan. Keberhasilan yang masih dilawankan dengan kegagalan itu menunjukkan Anda masih belum sampai di tingkatan cinta. Tingkatan bawah. Cinta itu tidak mengenal dikotomi, tidak mengenal hitam putih, tidak lawan-lawanan. Cinta ya cinta, keberhasilan ya keberhasilan. Jangan dilawankan dengan kegagalan. Tapi di bisnis orang selalu melihat winner and loser? Nah, itu hasil produksi pikiran. Winner and loser, true and false, right and wrong, itu hasil pekerjaan pikiran. Cinta itu melampaui pikiran. Tidak hanya melampaui pikiran, bahkan melampaui waktu. Bayangkan cinta seorang ibu kepada anak. Saya punya ibu sudah almarhum, tapi cintanya masih saya rasakan. Bayangkan cinta Ibu Theresa yang sudah meninggal beberapa tahun lalu, dia dirasakan oleh seluruh umat yang peka terhadap cinta kasihnya Ibu Theresa. Bayangkan senyuman seorang Lady Diana yang sudah meninggal di Paris, tapi orang masih terbayang kan dengan senyum-senyumnya yang lembut? Perjuangan seorang Mahatma Gandhi, akan dikenang sampai seratus dua ratus tahun kemudian dalam sejarah dunia. Kalau Anda di tingkatan cinta, banyak hal sudah dilampaui. Hanya saja cinta sebagai spirit, bukan cinta sebagai sebuah pengertian sebagaimana yang dilakukan kata-kata. Kata-kata kan selalu untuk menerangkan bahwa kalau hitam harus ada putih? Orang hanya bisa mengerti cinta kalau ada kebencian. Ndak, ini di luar pengertian. Masalahnya paradigma yang dominan, the winner is always the best. Ketika the winner muncul, selalu ada the loser…. Nah, itu paradigma yang harus kita bongkar. Kalau dalam frame of mind cinta, tidak ada winner and loser. Yang ada hanya winner. Everybody adalah the winner. Tidak ada loser dalam tingkatan cinta. Kenapa? Karena di tingkatan cinta kita sudah memeluk cinta dan kebencian, pujian dan makian, siang dan malam, pria dan wanita, suka dan duka, dalam sebuah lingkaran yang sama mesranya. Sama dengan saya sekarang ini, kan dilayani dan dipuja orang karena jabatan. Karena baju. Tapi besok lusa atau nanti saat harus pensiun, nggak lagi dilayani orang. Karena apa? Karena baju lagi. Artinya apa? Yang dipuja, dilayani, dan dimaki itu baju. Pujian dan makian itu ditujukan ke baju, tidak ke diri kita sendiri. Kalau kita konsentrasi ke dalam cinta yang ada dalam diri kita, tidak ada pujian dan makian. Semuanya tidak perlu mempengaruhi kita. Licin! Seperti air yang menetesi batu es. Lewat! Itu cinta. Tidak lagi mengenal hitam putih. Bagaimana caranya supaya orang-orang yang masih berada di tataran pemikiran-pemikiran sangat rasional mengenal bahasa-bahasa cinta? Nah, gurunya yang di balik. Ke inner teacher. Sayangnya kebanyakan orang masih bergantung kepada guru-guru dari luar. Dan guru-guru dari luar kebanyakan menyampaikan pesannya melalui sarana bahasa dan kata-kata pikiran. Dalam bahasa dan sarana pikiran terjadi dikotomi. Tapi kalau gurunya inner teacher, ndak! Ini inner teacher saya yang bicara…. salah satu cara untuk bisa di tingkatan cinta, atau cara di mana kita bisa melampaui mind dan pikiran, adalah keikhlasan. Cuman bukan keikhlasan yang tanpa usaha. Ikhlas tanpa usaha itu keliru. Tapi ikhlas plus kerja keras. Beda… jadi orang kerja keras, berusaha maksimal, tapi hasilnya ikhlas itu ekstasi. Tidak lagi mengenal ukuran-ukuran angka. Tidak lagi melihat keberhasilan sebagai lawan kegagalan. Winner and loser itu ndak ada. Jadi ikhlas yang bisa membawa kita terbang lebih tinggi dari pikiran kita. Sayangnya orang-orang yang rasional, orang-orang yang masih mengenal winner and loser itu dibatasi oleh langit-langit yang namanya pikiran, dan kemudian dia ndak bisa terbang. Padahal untuk bisa terbang ini ada sayap yang bernama keikhlasan, di mana tidak ada lagi hitungan. Sama dengan sahabat-sahabat di MLM dan direct marketing. Kalau Anda bertemu orang dengan sebuah hitungan mudah-mudahan orang itu jadi network, orang itu membeli, keberhasilan itu terbatas. Tapi kalau Anda bertemu dengan orang dengan spirit cinta yang ikhlas, keberhasilannya tidak terbatas. Kadang keikhlasan itu menyakitkan. Kita ikhlas ditipu orang. Kita ikhlas terus dipecat orang, ya bisa menyakitkan. Kita ikhlas dikira bodoh, itu menyakitkan. Tapi jangan pernah lupa! Di suatu tempat kita jatuh dua tangga karena ikhlas, di tempat lain kita dinaikkan dua puluh tangga oleh Tuhan. Cuma itu hanya bisa dilakukan oleh manusia-manusia yang keikhlasannya total. Keikhlasan disertai kerja keras. Tahapan-tahapan apa yang perlu dilalui supaya orang bisa sampai pada keikhlasan? Cara, tips, teknik, itu kan kayak kendaraan. Teknik saya ini hanya kendaraan yang cocok dengan saya. Kalau ada orang yang cocok dengan cara ini syukur alhamdullilah. Kendaraan itu banyak. Ada yang menyebut meditation, kendaraan kerja keras, macam-macamlah. Tapi saya suka berbagi kepada orang yang namanya jalan-jalan yoga. Ini tidak ada kaitannya dengan agama. Dalam jalan-jalan yoga itu ada delapan tingkatan. Tingkatan satu dan dua adalah good daily life, yaitu kehidupan sehari-hari yang penuh dengan kebajikan. Sederhananya ya jalankan perintah agama masing-masing. Good daily life, kurangi menyakiti hati orang, bantu sebanyak mungkin orang, lakukan pekerjaan Anda dengan rasa cinta yang penuh. Tiga dan empat adalah mengelola badan kita. Terutama panca indera, mulut, mata, telinga. Karena alasan itu sudah sejak lama saya vegetarian sebagai bagian dari perjalanan yoga. Di samping itu adalah mengelola perhatian. Apa yang kita perhatikan berulang-ulang dalam waktu yang lama akan membuat kehidupan kita sebagaimana yang kita perhatikan. Kalau Anda sering memperhatikan kehidupan seseorang, orang itu terus Anda amati dari A sampai Z, lama-lama Anda akan mirip dengan dia kehidupannya. The power of attention. Anda memperhatikan nafsu seks, Anda akan liar, pingin-pingin-pingin. Anda perhatikan makanan enak, nanti anda tertarik terus pada makanan. Makanya ada istilah attention is the active partner of intention. Perhatian adalah mitra aktifnya niat. Kalau kita memperhatikan serangkaian perilaku, sama dengan meniatkan diri kita sendiri untuk berkembang ke sana. Kalau Anda ingin berhasil, perhatikan hanya faktor-faktor yang berbau keberhasilan. Bilamana perlu seluruh panca indera Anda hanya digunakan untuk keberhasilan. Mata hanya untuk melihat yang berhasil, telinga hanya untuk mendengar yang berhasil, mulut makan sambil membayangkan raw material keberhasilan, semuanya. Lima dan enam baru mengelola pernafasan. Pernafasan maksud saya adalah the breath of life is love. Nafasnya hidup itu cinta. Kalau Anda melihat dan mengalami semuanya dengan spirit-spirit cinta, Anda sudah sampai di tingkat lima dan enam. Tujuh itu meditasi, delapan itu enlightment, pencerahan. Nah, ndak perlu sampai delapanlah. Kalau Anda sampai di lima dan enam, live, life, and love. Maka inner teacher-nya ketemu. Keikhlasan. Syukur-syukur sampai tujuh dan delapan. Mengapa Anda suka memasang gambar bertuliskan leader dan opportunity? Apa maknanya? Saya terutama suka opportunity gambarnya bagus. Peluang adalah pulau yang berada di tengah-tengah kesulitan. Di kita, terutama di direct marketing dan MLM banyak orang baru, begitu ketemu kesulitan langsung mundur. Ketemu tantangan mudah menyerah. Kalau saya menemui kesulitan saya bayangkan diri saya tengah mencari pulau yang di tengah itu. Karena peluang selalu bersembunyi di tengah-tengah kesulitan. Di bisnis DS/MLM orang memiliki spirit membantu orang lain menjadi sukses. Apakah itu bagus menurut Anda? Yang saya amati banyak orang yang mendapatkan member atau downline dengan cara-cara yang “memaksa” atau “berbohong”. Walaupun yang dengan cara-cara jujur juga banyak. “Memaksa” atau “berbohong” adalah cara yang cepat atau lambat akan menghancurkan profesi itu sendiri. Saya justru menghargai sahabat-sahabat direct marketing atau MLM yang jujur sejak awal. Imej direct marketing dan MLM di Indonesia jadi kurang baik gara-gara itu. Padahal ada 1001 cara di mana kita bisa mengajak orang menjadi network kita tanpa perlu berbohong. Saya masih percaya kejujuran, ketulusan, dan cinta akan membantu dan menyelamatkan orang. Anda sudah mendapatkan semua yang diinginkan. Apalagi yang ingin Anda capai? Bagi saya kehidupan adalah perjalanan jiwa menuju Tuhan. Restless soul, jiwa yang tidak pernah berhenti berjalan. Dan dalam proses berjalan itu yang dicari adalah usaha penyatuan dengan Tuhan. Apapun profesi kita mau MLM, direct marketing atau wartawan, pandang seluruh perjalanan kita menuju arah sana. Kesuksesan, kegagalan, harta, tahta, rumah dan mobil, itu kalau dalam perjalanan mirip dengan pohon-pohon di pinggir jalan. Dan itu akan kita lewati. Kalau hari ini Anda naik mercedes jangan lupa itu akan Anda lewati. Entah lewat gara-gara meninggal, dijual, atau ganti yang lain. Celakanya di kita banyak sekali orang berjalan berhenti di tengah jalan memperhatikan pohon yang ditemukan. Entah pohon itu harta, pujian orang lain, terkenal, ketenaran, makian, hujatan, saya ndak mau berhenti. Jangan berhenti di pohon-pohon simbol keberhasilan. Jalan terus! Dan kendaraan utama yang membuat perjalanan saya agak peaceful itu adalah ikhlas. Dalam tingkat keikhlasan total, perjalanan kita seperti berjalan di langit. Berjalan ndak ada hambatan. Banyak orang perjalanannya terhambat karena mobilnya menabrak pohon. Kalau yang dia tabrak kegagalan ndak masalah, karena kegagalan membuat kita berubah kemudian berusaha lagi. Yang bahaya adalah (menabrak) keberhasilan, karena kita terikat dengan simbol-simbol keberhasilan. Kayak saya terkenal, saya mau selamanya terkenal, terikat! Keberhasilan sering memproduksi keterikatan. Makanya saya sering mengatakan keberhasilan memproduksi kegagalan permanen. Kenapa? Karena dengan keberhasilan Anda menghasilkan benda-benda mewah. Dan dengan benda-benda mewah itu Anda terikat, dan dalam keterikatan itulah perjalanan Anda terhenti. Itu yang saya sebut kegagalan permanen.

Pelajaran Sang Keledai


Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna menolong si keledai, ia mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian melarikan diri. Renungan: Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari "sumur" ( kesedihan dan masalah ) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita ( pikiran dan hati kita ) dan melangkah naik dari "sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik.

Impian, Syarat Awal Menuju Kesuksesan.


Kesuksesan adalah pencapaian akhir yang berhasil yang ingin dicapai dan diraih oleh setiap orang. Saya pernah membaca sebuah buku yang mengatakan kalau kesuksesan dapat diraih hanya jika kita mempunyai impian desertai keinginan dan keyakinan yang kuat dan besar. Saya pernah mendengar sebuah audio motivasi yang mengatakan kalau sebenarnya ketika kita memiliki impian yang besar, otak alam bawah sadar kita akan memerintahkan kita agar berjuang untuk mengapai impian tersebut. Jadi buatlah impian yang besar dan jangan menyerah untuk mengapai impian itu. Namun ingat impian harus desertai dengan keyakinan yang besar dan keyakinan juga harus disertai dengan tindakan. Dan ingat jangan menyerah untuk merai kesuksesan dan impian anda, karena orang yang sukses itu tidak akan pernah menyerah karena yang menyerah tidak akan pernah sukses.

KEGAGALAN ADALAH TANGGA-TANGGA MENUJU KESUKSESAN


Orang-orang berkata, “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda” Saya kurang sepakat. Karena kata-kata itu masih belum memiliki power. Menurut saya, yang lebih tepat justru ”Kegagalan adalah tangga-tangga menuju kesuksesan”. Kalimat ini lebih tajam. Karena disini kesuksesan telah memiliki syarat. Syaratnya jelas, bila anda ingin sukses…. temui terlebih dahulu kegagalan. Anda enggan gagal. Berarti tak usah bermimpi untuk sukses! Tapi kenapa dia bisa langsung sukses tanpa melalui fase kegagalan? Sementara saya harus mendaki lama satu persatu anak tangga? Anda pernah melihat anak tangga yang cuma terdiri dari satu atau dua anak tangga. Pendakinya kadang tidak perlu melewati anak tangga itu untuk mencapai tujuannya. Cukup meloncat saja, dan hap! Sampai…. Namun kebanyakan tujuan yang ada harus dicapai dengan tangga yang bukan hanya terdiri dari puluhan atau ratusan anak tangga, bahkan bentuk tangganya pun berliku-liku. Anda iri dengan orang yang pertama? Kenapa iri? Toh kemudahannya mencapai tujuan setimpal dengan apa yang diraihnya. Paling-paling dia hanya sampai di sebuah tempat yang rendah dan landai. Sementara anda, dengan jerih payah anda akhirnya sampai di tempat yang lebih tinggi. Jadi kenapa harus iri? Tapi proses menaikinya tersebut? Saya merasa terlampau lama…. sepertinya saya stagnan di sini. Saya seakan hidup untuk gagal dan gagal lagi….. Sahabat, untuk anda yang mengeluh seperti di atas, ada baiknya anda menyimak kisah berikut. Anda tahu pohon bambu cina? Pohon bambu cina tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 6-7 tahun pertama. Selama tahun-tahun itu pohon ini hanya akan tumbuh beberapa puluh sentimeter saja. Sementara tanaman-tanaman lain dalam waktu cepat mampu menjulang. Bahkan rumput saja yang tumbuh di sebelahnya, dalam satu sampai dua minggu sudah mampu menyaingi tingginya. Namun apa yang terjadi setalah lewat waktu enam sampai tujuh tahun itu? setelah waktu tersebut, pertumbuhan pohon bambu cina tidak dapat dibendung, ia tumbuh begitu cepatnya dan ukurannya bukan lagi sentimeter melainkan meter. Sahabat, sebetulnya apa yang terjadi pada pohon bambu cina tersebut? Ternyata selama 6-7 tahun pertama, ia bukannya tidak mengalami pertumbuhan, hanya saja kita memang tidak melihat pertumbuhannya dengan kasat mata. Fokus pertumbuhan pohon bambu cina pada waktu tersebut adalah pada akar, bukan pada batang. Pohon bambu cina sedang menyiapkan pondasi yang kuat agar ia bisa menopang ketinggiannya yang berpuluh-puluh meter. Bayangkan apa yang terjadi jika pohon bambu cina tidak mempunyai akar yang cukup kuat untuk menopang ketinggiannya? Sedikit tiupan angin saja akan membuatnya tumbang. Sahabat, maka jangan khawatir. Karena pertumbuhan tidak selalu berarti harus ke atas. Mungkin saat ini akar anda sedang tumbuh jauh ke dalam menyiapkan pondasi bagi kesuksesan anda kelak. Bisa jadi pula ranting-ranting anda sedang menjalar ke samping-sampingnya, mencoba merangkul tanaman-tanaman sekitarnya. Namun ada saatnya nanti anda dengan cepat melesat tumbuh meninggi. Dan saat itu anda telah benar-benar kokoh. Kesuksesan anda tak terbendung. Maka, nikmati perjalanan melewati anak-anak tangga bernama kegagalan ini. Bersabarlah, anda sudah di jalan yang tepat. Tinggal beberapa langkah lagi… Maka hitunglah kegagalan itu seperti anda menghitung umur. Secara bilangan bertambah, tapi hakikatnya berkurang. Artinya secara jumlah kegagalan memang bertambah; sekali, dua kali, tiga kali Tapi secara hakikat berkurang karena semakin banyak gagal, semakin banyak pelajaran yang diambil dan semakin dekatlah tangga kesuksesan. Karenanya percayalah.. “kesuksesan, sejatinya adalah anak tangga terakhir dari kegagalan Diposkan oleh Abraham Watung on Senin, 29 Agustus 2011 di 05.24 Kirimkan Ini lewat Email

Sikap

Kita ditantang untuk bekerja tanpa mengenal lelah agar dapat meraih keunggulan dalam pekerjaan kita. Tak semua orang terpanggil untuk menekuni pekerjaan profesional atau spesialisasi; bahkan lebih sedikit lagi yang naik ke tingkat kejeniusan dalam seni dan ilmu; banyak yang menjadi pekerja di pabrik,ladang, dan jalanan. Tapi, tak ada pekerjaan yang tak berarti. Semua pekerjaan yang mengangkat kemanusiaan itu memiliki martabat dan kepentingan, dan harus dilaksanakan dengan keunggulan yang sungguh-sungguh. Kalau seseorang menjadi penyapu jalan, ia semestinya menyapu seperti Michaelangelo melukis atau Beethoven menggubah musik, atau Shakespeare menulis syair. Ia semestinya menyapu jalan begitu baik sehingga semua penghuni langit dan bumi sejenak berhenti untuk berkata, ” Di sini hidup seorang penyapu jalan yang hebat, yang melakukan pekerjaannya dengan baik. ”