Minggu, 22 Juni 2025

ESES Corporation : Dari Garasi Tetangga Menuju Dampak Dunia

 


๐ŸŒ PERUSAHAAN DUNIA YANG BERAWAL DARI GARASI


1. ๐ŸŽ Apple (1976)  

• Pendiri: Steve Jobs & Steve Wozniak  

• Awal: Garasi orang tua di California  

• Fakta: Komputer pertama dirakit di meja bekas  


2. ๐Ÿ“ฆ Amazon (1994)  

• Pendiri: Jeff Bezos  

• Awal: Garasi sewaan di Bellevue  

• Fakta: Kantor awal hanya meja dari pintu daur ulang  


3. ๐Ÿ” Google (1998)  

• Pendiri: Larry Page & Sergey Brin  

• Awal: Garasi milik teman (Susan Wojcicki)  

• Fakta: Server awal dibangun dari balok LEGO  


4. ๐Ÿ‘Ÿ Nike (1964)  

• Pendiri: Phil Knight & Bill Bowerman  

• Awal: Jualan dari bagasi mobil & garasi  

• Fakta: Nama awalnya "Blue Ribbon Sports"  


5. ๐Ÿ–ฅ️ Hewlett-Packard (HP) (1939)  

• Pendiri: Bill Hewlett & Dave Packard  

• Awal: Garasi kecil di Palo Alto  

• Fakta: Dikenal sebagai “birthplace of Silicon Valley”  


6. ๐Ÿ’ฟ Microsoft (1975)  

• Pendiri: Bill Gates & Paul Allen  

• Awal: Dikerjakan dari garasi & kamar sewaan  

• Fakta: Mulai dengan software untuk komputer Altair  


7. ๐Ÿงข Disney (1923)  

• Pendiri: Walt Disney & Roy O. Disney  

• Awal: Garasi paman Walt Disney  

• Fakta: Membuat film animasi pendek pertama di sana  


8. ๐ŸŽฎ Mattel (1945)  

• Pendiri: Harold Matson & Elliot Handler  

• Awal: Garasi rumah  

• Fakta: Mainan pertama dibuat dari sisa bahan bingkai foto  


9. ๐Ÿ› ️ Dell Technologies (1984)  

• Pendiri: Michael Dell  

• Awal: Kamar asrama & garasi  

• Fakta: Mulai dengan rakit PC custom untuk mahasiswa  


10. ๐Ÿ“ธ GoPro (2002)  

• Pendiri: Nick Woodman  

• Awal: Garasi rumah & pantai California  

• Fakta: Ide tercetus dari surfing trip!  


━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ PERUSAHAAN INDONESIA YANG BERAWAL DARI TEMPAT SEDERHANA


1. ๐Ÿ’„ Wardah (1995)  

• Pendiri: Nurhayati Subakat  

• Awal: Garasi rumah di Bandung  

• Fakta: Kini brand halal kosmetik terbesar di Asia Tenggara  


2. ๐Ÿ›’ Tokopedia (2009)  

• Pendiri: William Tanuwijaya  

• Awal: Kamar kos 3x3m di Jakarta  

• Fakta: Kini unicorn marketplace  


3. ๐Ÿ‘• Erigo (2010)  

• Pendiri: Muhammad Sadad  

• Awal: Kamar kos di Sidoarjo  

• Fakta: Kini ekspor ke luar negeri  


4. ๐Ÿ—️ Bosowa Group (1973)  

• Pendiri: Aksa Mahmud  

• Awal: Bengkel alat berat di Makassar  

• Fakta: Kini konglomerasi industri & properti  


5. ๐Ÿœ Indomie (1969)  

• Pendiri: Sudono Salim (Salim Group)  

• Awal: Produksi rumahan sebelum mendirikan pabrik besar  

• Fakta: Produk mie instan paling terkenal di dunia  


6. ๐Ÿ“ท Kudo (2014)  

• Pendiri: Albert Lucius & Agung Nugroho  

• Awal: Kos kecil di Jakarta  

• Fakta: Diakuisisi oleh Grab, jadi fondasi GrabKios  


7. ๐Ÿงด Scarlett Whitening  

• Pendiri: Felicya Angelista  

• Awal: Produksi home industry  

• Fakta: Omzet miliaran per bulan, marketing via sosial media  


8. ๐Ÿฉ J.CO Donuts & Coffee (2005)  

• Pendiri: Johnny Andrean  

• Awal: Gerai kecil  

• Fakta: Kini ekspansi ke Asia Tenggara  


━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━


๐Ÿ“ UMKM & LOKAL SULSEL


1. ๐ŸŒ Pisang Epe Dg. Sija  

• Awal: Gerobak sederhana pinggir jalan  

• Fakta: Kuliner ikonik di Pantai Losari  


2. ๐Ÿงต Tenun Butta Toa (Bulukumba)  

• Awal: Rumah adat & komunitas lokal  

• Fakta: Sekarang masuk katalog e-commerce nasional  


3. ⛵ Kapal Phinisi (Tana Beru, Bulukumba)  

• Awal: Tradisi bahari dari pantai lokal  

• Fakta: Jadi warisan budaya UNESCO  


4. ๐Ÿ–จ️ ESES Corporation  

• Awal: Dari garasi tetangga  

• Fakta: Kini terus tumbuh dan berkembang demi dampak positif lebih luas  


━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━


๐Ÿ’ก PELAJARAN DARI MEREKA:


✔️ Fokus pada solusi, bukan fasilitas  

✔️ Gunakan digital & kolaborasi  

✔️ Mulai dari mana pun kamu berada  


๐Ÿš€ Siap mulai dari garasi, kos, kios, atau bahkan dapur rumahmu?  

> Yang penting: MULAI SEKARANG.

Sabtu, 07 Juni 2025

Tokoh inspiratif dunia dan Indonesia berbasis ESES




Tokoh inspiratif dunia dan Indonesia berbasis ESES (Educational Quotient, Spiritual Quotient, Entrepreneurship Quotient, dan Social Quotient) adalah contoh kepemimpinan integral yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki nilai-nilai spiritual, inovatif, dan peduli terhadap sesama.

Tokoh Dunia:

- *Nabi Muhammad SAW*: Memimpin dengan integritas dan amanah, membina masyarakat Madinah dengan ilmu dan hikmah, serta menyatukan umat tanpa memandang suku atau bangsa.

- *Mahatma Gandhi*: Simbol perlawanan tanpa kekerasan, mendorong kemandirian ekonomi, dan menjadi pemimpin rakyat dari bawah.

- *Nelson Mandela*: Mematangkan jiwanya melalui pengalaman penjara, memperkuat kecakapan berpikir, dan menjadi simbol rekonsiliasi nasional.

- *Steve Jobs*: Menggabungkan kreativitas otodidak, pencarian makna dalam desain, dan inovasi teknologi untuk mengubah cara manusia berinteraksi dengan dunia.

- *Oprah Winfrey*: Menyentuh ranah spiritual melalui empati dan literasi emosional, mendirikan jaringan media dan yayasan, serta menyuarakan keberpihakan kepada mereka yang tertindas.

*Tokoh Indonesia:*

- *KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)*: Membangun ruang dialog dan memperjuangkan pluralisme sebagai kekuatan bangsa.

- B.J. Habibie: Menggabungkan iman dan sains untuk kemajuan teknologi dan demokrasi.

- *Martha Tilaar*: Membangun bisnis kosmetik lokal dan memberdayakan perempuan melalui pendidikan kecantikan berbasis budaya.

- *Ir. Ciputra*: Menanamkan nilai kejujuran dan membangun lembaga wirausaha untuk pendidikan entrepreneur sosial.

- *Susi Pudjiastuti*: Menjaga laut dengan keberanian moral dan membangun bisnis transportasi dan perikanan untuk melindungi nelayan.

*Pelajaran dari Tokoh-Tokoh ESES:*

- Integritas dan amanah adalah kunci fondasi kepemimpinan.

- Kekuatan sejati ada pada non-kekerasan dan kemandirian.

- Pengampunan adalah senjata terkuat untuk perubahan.

- Inovasi digital dapat memiliki dampak sosial yang besar.

- Keberanian melawan arus demi kebaikan bersama sangat penting.

Jumat, 06 Juni 2025

Tokoh Inspiratif Dunia & Indonesia Berbasis ESES

 


๐ŸŒŸ Pendekatan ESES: Kepemimpinan yang Integral

Di tengah dunia yang semakin kompleks, muncul kebutuhan akan kepemimpinan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sarat nilai, inovatif, dan berpihak kepada sesama. 

Pendekatan ESES—gabungan antara Educational Quotient atau Kecerdasan Pendidikan (EQ), Spiritual Quotient atau Kecerdasan Keagamaan (SQ), Entrepreneurship Quotient atau Kecerdasan Kewirausahaan (EnQ), dan Social Quotient atau Kecerdasan Sosial (SoQ)

—menjadi kerangka penting untuk memahami dan meneladani tokoh-tokoh besar yang telah mengubah dunia.

---

๐ŸŒ Tokoh Dunia: Inspirasi Global dalam Format ESES

 1. Nabi Muhammad SAW

Sebagai tokoh spiritual dan pemimpin revolusioner, Nabi Muhammad menanamkan nilai-nilai ESES dalam setiap aspek kehidupannya. 

Ia membina masyarakat Madinah dengan ilmu dan hikmah (EQ), membumikan akhlak mulia sebagai inti kepemimpinan (SQ), membangun pasar yang jujur (EnQ), dan menyatukan umat tanpa memandang suku atau bangsa (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Integritas dan Amanah adalah Kunci Fondasi.”

 2. Mahatma Gandhi

Gandhi adalah simbol perlawanan tanpa kekerasan. Dengan kecerdasannya sebagai pengacara (EQ) dan kekuatan spiritualnya melalui prinsip ahimsa (SQ), ia mendorong kemandirian ekonomi lewat swadesi (EnQ) dan menjadi pemimpin rakyat dari bawah (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Kekuatan Sejati Ada pada Non-Kekerasan dan Kemandirian.”

 3. Nelson Mandela

Melewati 27 tahun penjara, Mandela mematangkan jiwanya (SQ) dan memperkuat kecakapan berpikir sebagai pengacara dan orator (EQ). Ia membangun institusi baru (EnQ) dan menjadi simbol rekonsiliasi nasional (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Pengampunan adalah Senjata Terkuat untuk Perubahan.”

 4. Steve Jobs

Jobs menggabungkan kreativitas otodidak (EQ), pencarian makna dalam desain (SQ), dan inovasi teknologi (EnQ). Melalui Apple dan Pixar, ia mengubah cara manusia berinteraksi dengan dunia (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Ikuti Intuisi dan Jangan Pernah Berhenti Berinovasi.”

 5. Oprah Winfrey

Sebagai jurnalis yang mengangkat cerita-cerita manusiawi (EQ), Oprah menyentuh ranah spiritual melalui empati dan literasi emosional (SQ). Ia mendirikan jaringan media dan yayasan (EnQ), serta menyuarakan keberpihakan kepada mereka yang tertindas (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Vulnerabilitas dan Empati Adalah Kekuatan.”

 6. Bill Gates

Awalnya penguasa teknologi (EQ), Gates berkembang menjadi filantropis spiritual yang memberi kembali (SQ). Lewat Microsoft dan Gates Foundation (EnQ), ia menghadapi masalah global seperti pandemi dan kemiskinan (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Skala Ambisi dan Dampak Positif.”

 7. Elon Musk

Polymath modern yang berpikir jauh ke depan (EQ), Musk menciptakan visi menyelamatkan umat manusia (SQ). Ia membangun SpaceX, Tesla, dan Neuralink (EnQ), serta menyediakan teknologi terbuka bagi dunia (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Berani Memimpikan Masa Depan Adalah Awal Perubahan.”

 8. Malala Yousafzai

Sebagai remaja, Malala memperjuangkan pendidikan (EQ) meski dalam tekanan Taliban. Keberaniannya lahir dari iman (SQ), dan ia mendirikan Malala Fund (EnQ) sebagai suara global kaum tertindas (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Satu Anak, Satu Guru, Satu Buku, Satu Pulpen Dapat Mengubah Dunia.”

 9. Jacinda Ardern

Perdana Menteri Selandia Baru ini dikenal karena pendekatan riset dan empati dalam kebijakan (EQ), kasih sayang dalam krisis (SQ), dorongan ekonomi hijau (EnQ), dan kejujuran dalam kepemimpinan (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Kebaikan Bisa Menjadi Strategi Politik yang Kuat.”


 10. Barack Obama

Obama memadukan orasi yang reflektif (EQ) dengan komitmen pada nilai moral dan keadilan sosial (SQ). Ia mendirikan Obama Foundation (EnQ) dan mengangkat komunitas melalui pendekatan community organizing (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Kepemimpinan Adalah Mendengarkan, Merangkul, dan Memberdayakan.”

---

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Tokoh Indonesia: Kebijaksanaan Lokal, Dampak Global

 1. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Sebagai intelektual lintas budaya (EQ) dan pemimpin spiritual inklusif (SQ), Gus Dur membangun ruang dialog (EnQ) dan memperjuangkan pluralisme (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Pluralisme adalah Kekuatan Bangsa.”

 2. B.J. Habibie

Habibie adalah insinyur jenius (EQ) yang menggabungkan iman dan sains (SQ). Ia membangun industri strategis (EnQ) dan membawa transisi demokrasi (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Teknologi dan Keimanan Bersatu untuk Kemajuan.”

 3. Martha Tilaar

Melalui pendidikan kecantikan berbasis budaya (EQ) dan filosofi Jawa (SQ), Martha membangun bisnis kosmetik lokal (EnQ) dan memberdayakan perempuan (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Budaya adalah Modal Berharga.”

 4. Ir. Ciputra

Sebagai arsitek dan mentor (EQ), Ciputra menanamkan nilai kejujuran (SQ), membangun lembaga wirausaha (EnQ), dan menjadi pelopor pendidikan entrepreneur sosial (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Wirausaha Sejati Membangun, Bukan Hanya Mencari Untung.”

 5. Susi Pudjiastuti

Tanpa latar akademik tinggi, Susi belajar dari pengalaman (EQ), menjaga laut dengan keberanian moral (SQ), membangun bisnis transportasi dan perikanan (EnQ), serta melindungi nelayan (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Keberanian Melawan Arus demi Kebaikan Bersama.”

 6. Nadiem Makarim

Sebagai inovator pendidikan dan teknologi (EQ), Nadiem membawa makna baru dalam pembelajaran (SQ), mendirikan Gojek sebagai solusi rakyat (EnQ), dan meningkatkan akses pendidikan (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Inovasi Digital untuk Dampak Sosial.”

---

๐ŸŒบ Kearifan Lokal: Siri’ na Pacce dan Tokoh Genius Culture

๐Ÿ•Œ Syekh Yusuf al-Makassari

Syekh Yusuf adalah ulama intelektual (EQ), sufi pejuang (SQ), dan strategi dakwahnya berdaya emansipatif (EnQ). 

Ia membela kaum tertindas dalam kolonialisme (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Spiritualitas dan Perlawanan Sosial Harus Menyatu.”

๐Ÿ›ก Sultan Hasanuddin

Sebagai pemimpin yang berpikir strategis (EQ), ia menunjukkan kepemimpinan bermartabat (SQ), membangun pertahanan dan ekonomi kerajaan (EnQ), dan melindungi marwah rakyat (SoQ).

๐Ÿ“Œ Pelajaran: “Harga Diri adalah Fondasi Perjuangan.”

---

✨ Penutup: ESES Sebagai Kompas Pembelajaran dan Kepemimpinan

Tokoh-tokoh di atas menunjukkan bahwa keberhasilan bukan hanya hasil kecerdasan intelektual, tetapi juga spiritualitas yang mendalam, keberanian mencipta, dan kepedulian sosial.

 Pendekatan ESES memberi kita kerangka yang relevan untuk membangun generasi masa depan yang utuh: cerdas, bermakna, mandiri, dan peduli.

> “Dunia butuh lebih banyak pemimpin dengan ESES: bukan hanya berpikir untuk dirinya, tapi hidup untuk sesama.”







Kamis, 05 Juni 2025

ESES: Membangun Kecerdasan Holistik untuk Kesuksesan Menyeluruh



Konsep ESES yang Anda paparkan—meliputi Educational Quotient (EQ), Spiritual Quotient (SQ), Entrepreneurship Quotient (EnQ), dan Social Quotient (SoQ)—menyediakan kerangka kerja yang kuat untuk memahami kecerdasan holistik. Ini bukan sekadar kumpulan kemampuan yang terpisah, melainkan sebuah orkestra kompleks di mana setiap instrumen memainkan peran penting untuk menciptakan simfoni kehidupan yang harmonis dan bermakna.

Masing-masing pilar ESES bekerja sama, saling melengkapi, dan memperkuat satu sama lain:

1. Educational Quotient (EQ): Fondasi Intelektual

Educational Quotient (EQ) adalah dasar dari penalaran, analisis, dan pemecahan masalah. Ini adalah kemampuan untuk menyerap informasi, memprosesnya secara logis, dan menerapkannya dalam berbagai konteks. EQ diasah melalui pendidikan formal maupun informal, membangun kemampuan berpikir kritis, membaca, menulis, dan berhitung. Tanpa EQ yang kuat, sulit bagi seseorang untuk memahami tantangan, mengidentifikasi peluang, atau mengartikulasikan ide-ide kompleks. EQ memberi kita "alat" untuk berinteraksi dengan dunia informasi.

2. Spiritual Quotient (SQ): Kompas Moral dan Makna

Spiritual Quotient (SQ) adalah kecerdasan yang membimbing tujuan hidup dan nilai-nilai luhur. Ini melampaui dogma agama dan menyentuh inti kesadaran diri, kejujuran, integritas, serta empati. Seseorang dengan SQ tinggi memiliki kompas moral yang kuat, mampu menemukan makna dalam setiap pengalaman, dan menghadapi kesulitan dengan ketenangan. SQ adalah "bahan bakar" yang memberi energi pada tindakan kita, memastikan bahwa kesuksesan yang diraih memiliki pondasi etika dan tujuan yang lebih besar dari sekadar keuntungan pribadi.

3. Entrepreneurship Quotient (EnQ): Inovasi dan Keberanian Bertindak

Entrepreneurship Quotient (EnQ) adalah kecerdasan untuk melihat peluang di balik setiap tantangan. Ini adalah kemampuan menciptakan ide, berinovasi, dan bertindak secara mandiri untuk mewujudkannya. EnQ mendorong kreativitas, pengambilan risiko yang terukur, dan jiwa kepemimpinan. Seseorang dengan EnQ yang kuat tidak hanya menunggu instruksi, tapi aktif mencari cara untuk memperbaiki keadaan atau menciptakan nilai baru, baik itu dalam bentuk usaha bisnis, proyek sosial, atau solusi inovatif untuk masalah sehari-hari. EnQ adalah "mesin penggerak" yang mengubah ide menjadi kenyataan.

4. Social Quotient (SoQ): Harmoni dan Kolaborasi

Social Quotient (SoQ) adalah kecerdasan untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain secara efektif. Ini melibatkan kemampuan berkomunikasi dengan baik, membangun relasi positif, menunjukkan empati, dan memimpin atau bekerja dalam tim. Di dunia yang semakin terhubung, SoQ menjadi krusial untuk kesuksesan. Seseorang dengan SoQ yang tinggi mampu membangun jaringan, menyelesaikan konflik, dan memfasilitasi kolaborasi yang produktif. SoQ adalah "perekat" yang memungkinkan individu dan kelompok mencapai tujuan bersama, karena kesuksesan sejati jarang sekali diraih sendirian.

ESES: Integrasi untuk Kehidupan yang Seimbang dan Bermakna

Mengembangkan keempat aspek ESES secara seimbang memungkinkan individu untuk menjadi pribadi yang lebih seimbang, bijaksana, dan bermanfaat.

 * EQ memberi kita pengetahuan dan keterampilan untuk berpikir jernih.

 * SQ memberi kita arah dan makna dalam hidup.

 * EnQ memberi kita dorongan untuk berkreasi dan berinovasi.

 * SoQ memungkinkan kita untuk terhubung dan berinterkontribusi dengan orang lain.

Ketika keempatnya terintegrasi, seseorang tidak hanya mampu mencapai kesuksesan dalam karier atau akademis, tetapi juga merasakan kepuasan batin, membangun hubungan yang kuat, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ini adalah definisi sebenarnya dari kecerdasan holistik, yang melahirkan individu yang tangguh, adaptif, dan mampu menjalani kehidupan yang kaya akan makna dan tujuan.

Kecerdasan Holistik ESES


Konsep ESES (Educational Quotient, Spiritual Quotient, Entrepreneurship Quotient, Social Quotient) adalah suatu pendekatan holistik untuk memahami kecerdasan manusia.

 Dengan mencakup empat aspek utama, ESES membantu individu untuk tumbuh dan berkembang secara menyeluruh.

Setiap aspek memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan kemampuan seseorang:

1. *Educational Quotient (EQ)*: Kemampuan akademis dan intelektual yang diperoleh melalui proses belajar.

2. *Spiritual Quotient (SQ)*: Kecerdasan spiritual yang berkaitan dengan kesadaran diri, nilai-nilai, dan hubungan dengan Tuhan dan sesama.

3. *Entrepreneurship Quotient (EnQ)*: Kemampuan menciptakan ide, solusi, dan inovasi, serta mengambil risiko dan bertindak secara mandiri.

4. *Social Quotient (SoQ)*: Kecerdasan sosial yang berkaitan dengan kemampuan berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain.

Dan kecerdasan holistik ESES membantu individu untuk:

- Mengembangkan kemampuan akademis dan intelektual (Educational Quotient)

- Membangun kesadaran spiritual dan nilai-nilai (Spiritual Quotient)

- Menciptakan ide dan inovasi, serta mengambil risiko (Entrepreneurship Quotient)

- Berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain (Social Quotient)

ESES kecerdasan holistik

 



ESES adalah sebuah kerangka kerja yang menarik untuk memahami kecerdasan manusia secara lebih holistik. Ini melengkapi pandangan tradisional tentang kecerdasan dengan menambahkan dimensi-dimensi penting yang sering diabaikan. Mari kita telaah lebih lanjut keempat aspek yang Anda sebutkan:

๐ŸŽ“ 1. Educational Quotient (EQ)

> “Ilmu adalah cahaya.”

Aspek Educational Quotient (EQ) dalam ESES berfokus pada kecerdasan kognitif dan akademik. Ini mencakup kemampuan fundamental seperti berpikir logis, menganalisis informasi, dan memecahkan masalah secara sistematis. EQ adalah hasil dari proses belajar, baik formal (seperti di sekolah) maupun informal (melalui pengalaman dan observasi). Mengasah EQ berarti mengembangkan kecerdasan intelektual yang memungkinkan kita untuk memahami dunia di sekitar kita dan berfungsi secara efektif dalam berbagai situasi yang membutuhkan pemikiran rasional. Contohnya, kemampuan untuk berprestasi di bidang akademik, berpikir kritis saat dihadapkan pada informasi, serta memiliki keterampilan membaca dan menulis yang kuat, semuanya termasuk dalam ranah EQ.

๐Ÿ™ 2. Spiritual Quotient (SQ)

> “Orang yang cerdas secara spiritual, hidupnya penuh makna.”

Spiritual Quotient (SQ) membawa kita ke dimensi yang lebih dalam, yaitu kecerdasan dalam memahami tujuan hidup dan nilai-nilai kebaikan universal. SQ tidak selalu terikat pada agama tertentu, melainkan lebih kepada kesadaran diri, integritas, dan hubungan harmonis dengan diri sendiri, sesama, serta alam semesta. Ini adalah fondasi moral dan etika yang membimbing tindakan dan keputusan kita. Individu dengan SQ yang tinggi cenderung menunjukkan ketulusan, empati, kepedulian, dan keteguhan hati dalam menghadapi tantangan. Mereka juga dikenal karena konsistensi antara nilai-nilai yang mereka yakini dengan tindakan nyata. SQ membantu kita menemukan makna dalam setiap aspek kehidupan dan menjalani hidup dengan tujuan yang lebih besar.

๐Ÿš€ 3. Entrepreneurship Quotient (EnQ)

> “Melihat peluang di balik setiap tantangan.”

Entrepreneurship Quotient (EnQ) menyoroti kemampuan inovasi dan keberanian untuk bertindak. Ini adalah kecerdasan yang memungkinkan seseorang untuk menciptakan ide-ide baru, menemukan solusi kreatif untuk masalah, dan yang terpenting, berani mengambil risiko untuk mewujudkan ide-ide tersebut. EnQ tidak hanya terbatas pada dunia bisnis; ini juga mencakup jiwa kewirausahaan sosial atau kemampuan untuk melihat tantangan sebagai peluang. Mengasah EnQ berarti mengembangkan kreativitas, kepemimpinan, dan kemandirian. Contoh nyata dari EnQ adalah keberanian untuk memulai usaha, mengembangkan inovasi sosial yang memberikan dampak positif, atau memiliki pemikiran visioner yang mampu melihat potensi di masa depan.

๐Ÿค 4. Social Quotient (SoQ)

> “Kesuksesan tak pernah sendirian.”

Terakhir, Social Quotient (SoQ) menekankan kecerdasan dalam berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain. Di dunia yang semakin terhubung, kemampuan untuk membangun komunikasi yang efektif dan menumbuhkan sikap inklusif sangatlah penting. SoQ adalah fondasi bagi kepemimpinan, kolaborasi, dan toleransi. Individu dengan SoQ yang tinggi mampu membangun relasi yang kuat, membentuk tim yang hebat, dan bekerja secara harmonis dalam kelompok. Mereka juga memiliki kemampuan untuk memimpin dan berorganisasi secara efektif, memastikan bahwa tujuan bersama dapat tercapai melalui kerja sama. SoQ mengakui bahwa kesuksesan seringkali merupakan hasil dari sinergi dan hubungan yang positif dengan orang lain.

๐Ÿ”— Kesimpulan: Bangun Diri secara Holistik

Konsep ESES sangat relevan di era modern ini, di mana kecerdasan tidak lagi diukur hanya dari kemampuan akademik. ESES mendorong kita untuk membangun diri secara holistik, tidak hanya menjadi pribadi yang pintar secara intelektual, tetapi juga:

 * Bijaksana secara spiritual, menemukan makna dan tujuan dalam hidup.

 * Kreatif secara kewirausahaan, mampu melihat peluang dan menciptakan solusi.

 * Peduli secara sosial, membangun hubungan positif dan berkontribusi pada komunitas.

> “Orang hebat bukan hanya yang tahu banyak, tapi juga yang hidup bermakna dan bermanfaat.”

Dengan mengembangkan keempat dimensi ESES, kita dapat menjadi individu yang lebih seimbang, resilient, dan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.


Rabu, 04 Juni 2025

ESES kecerdasan multidimensi.

 











*ESES merupakan konsep yang mencerminkan kecerdasan multidimensi.* 


Artinya, ESES menekankan bahwa manusia tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kecerdasan di berbagai dimensi lain yang sama pentingnya dalam kehidupan.

 *Berikut penjelasan ESES sebagai kecerdasan multidimensi:* 

---

 *✅ E= ducational Quotient (Kecerdasan Akademik)* 

Dimensi ini mencerminkan kemampuan dalam memahami, menganalisis, dan mengaplikasikan pengetahuan secara logis dan rasional. Umumnya diukur lewat nilai atau prestasi akademik.

---

 *✅ S= piritual Quotient (Kecerdasan Spiritual)* 

Mencerminkan kedalaman makna hidup, nilai-nilai moral, kesadaran diri, dan hubungan dengan Tuhan atau alam semesta. Kecerdasan ini membantu seseorang membuat keputusan berdasarkan hati nurani dan nilai kebaikan.

---

 *✅ E = ntrepreneurship Quotient (Kecerdasan Kewirausahaan)* 

Menggambarkan kemampuan untuk berpikir kreatif, inovatif, berani mengambil risiko, dan menciptakan peluang. Penting untuk kemandirian, kepemimpinan, dan membangun solusi atas masalah nyata.

---

 *✅ S= ocial Quotient (Kecerdasan Sosial)* 

Menunjukkan kemampuan untuk berinteraksi, membangun relasi yang sehat, bekerja sama, berempati, dan memimpin dalam komunitas atau kelompok.

---

๐Ÿ”„ *ESES =: Kecerdasan Multidimensi* 

Dengan menggabungkan keempat dimensi ini, *ESES menunjukkan bahwa seseorang yang utuh dan sukses bukan hanya cerdas secara akademik,* tetapi juga memiliki:


 *nilai moral dan spiritual yang kuat,* 

 *jiwa wirausaha yang inovatif,* 

 *serta kemampuan sosial yang baik.*

ESES: Kecerdasan Multidimensi Manusia


๐Ÿ” Apa itu ESES?


ESES adalah konsep kecerdasan multidimensi yang mencakup 4 aspek utama:


 *E= ducational Quotient (Kecerdasan Pendidikan)* 


 *S= piritual Quotient (Kecerdasan Spiritual)* 


 *E= ntrepreneurship Quotient (Kecerdasan Kewirausahaan)* 


 *S= ocial Quotient (Kecerdasan Sosial)* 

---


๐Ÿง  *1. E= ducational Quotient (EQ)* 


> “Ilmu adalah cahaya.”


๐Ÿ”น Kemampuan berpikir logis, menganalisis, dan memecahkan masalah.

๐Ÿ”น Diperoleh melalui proses belajar formal maupun informal.

๐Ÿ”น Mengasah kecerdasan intelektual dan akademik.


Contoh: Prestasi belajar, berpikir kritis, keterampilan membaca & menulis.

---


๐Ÿ™ *2. S= piritual Quotient (SQ)* 


> “Orang yang cerdas secara spiritual, hidupnya penuh makna.”


๐Ÿ”น Kecerdasan dalam memahami tujuan hidup dan nilai kebaikan.

๐Ÿ”น Berkaitan dengan kesadaran diri, kejujuran, integritas, dan hubungan dengan Allah, manusia serta alam semesta.

๐Ÿ”น Dasar moral dan etika dalam kehidupan.


Contoh: Ketulusan, empati, kepedulian, keteguhan hati, Konsisten, 

---


๐Ÿš€ *3. E= ntrepreneurship Quotient (EnQ)* 


> “Melihat peluang di balik setiap tantangan.”


๐Ÿ”น Kemampuan menciptakan ide, solusi, dan inovasi.

๐Ÿ”น Siap mengambil risiko dan bertindak secara mandiri.

๐Ÿ”น Mengasah kreativitas, kepemimpinan, dan jiwa bisnis.


Contoh: Membuka usaha, membuat inovasi sosial, berpikir visioner.

---


๐Ÿค *4. S= ocial Quotient (SoQ)* 


> “Kesuksesan tak pernah sendirian.”


๐Ÿ”น Kecerdasan berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain.

๐Ÿ”น Menumbuhkan komunikasi yang baik dan sikap inklusif.

๐Ÿ”น Fondasi kepemimpinan, kolaborasi, dan toleransi.


Contoh: Membangun relasi, membangun tim hebat, bekerja dalam tim, memimpin , dan berorganisasi.

---


๐Ÿ”— Kesimpulan: Bangun Diri secara Holistik


 *ESES* membantu kita tumbuh tidak hanya pintar, tapi juga:

Bijaksana secara spiritual.

Kreatif secara kewirausahaan.

Peduli secara sosial.

> “Orang hebat bukan hanya yang tahu banyak, tapi juga yang hidup bermakna dan bermanfaat.”

---

Jenis kecerdasan ESES

 



"ESES" adalah kepanjangan yang menggabungkan empat jenis kecerdasan atau "quotient" untuk pengembangan diri dan keberhasilan yang holistik, sebagai berikut:

 * Educational Quotient (EQ) - Kecerdasan Pendidikan: Merujuk pada ukuran kemampuan individu dalam memperoleh, memahami, dan menerapkan pengetahuan. Ini berkaitan dengan tingkat pendidikan formal, prestasi akademik, dan kemampuan belajar secara berkelanjutan. Kecerdasan ini mencerminkan sejauh mana seseorang mampu menguasai informasi dan keterampilan yang relevan dalam konteasi pendidikan.

 * Spiritual Quotient (SQ) - Kecerdasan Spiritual: Ini adalah kecerdasan jiwa atau kecerdasan batin yang berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menemukan makna, tujuan, dan nilai-nilai dalam hidupnya. SQ melibatkan kesadaran diri, belas kasih, kebijaksanaan, serta kemampuan untuk mengatasi kesulitan dan menemukan kedamaian batin. Ini bukan hanya tentang agama, tetapi tentang koneksi dengan diri sendiri dan alam semesta yang lebih besar.

 * Entrepreneurship Quotient (EQ) - Kecerdasan Kewirausahaan: Mengacu pada potensi dan kecenderungan seseorang untuk menjadi seorang wirausaha. Ini melibatkan kemampuan untuk melihat peluang, berinovasi, mengambil risiko yang terukur, serta membangun dan mengembangkan bisnis atau proyek. Kecerdasan ini mencakup kreativitas, inisiatif, ketahanan, dan kemampuan memecahkan masalah dalam konteks kewirausahaan.

 * Social Quotient (SQ) - Kecerdasa Sosial: Atau dikenal juga sebagai kecerdasan sosial. Ini adalah kemampuan seseorang untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Meliputi empati, kemampuan membangun dan menjaga hubungan, memahami isyarat sosial, serta menavigasi situasi sosial yang kompleks. Seseorang dengan SQ tinggi mampu bekerja sama dengan baik dalam tim dan memiliki jaringan sosial yang kuat.

Secara keseluruhan, konsep ESES ini menekankan bahwa keberhasilan dan kesejahteraan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual (IQ) semata, tetapi juga oleh keseimbangan dan pengembangan keempat Kecerdasan ini.

Jenis kecerdasan ESES atau kapasitas yang penting untuk pengembangan pribadi




Empat jenis kecerdasan ESES  atau kapasitas yang penting untuk pengembangan pribadi dan profesional seseorang:

1. Educational Quotient (EQ) – Kecerdasan Pendidikan

Merujuk pada tingkat kemampuan seseorang dalam memperoleh, memahami, dan menerapkan pengetahuan akademis atau formal. Ini mencakup prestasi akademik, kemampuan belajar, berpikir kritis, dan problem solving.

2. Spiritual Quotient (SQ) – Kecerdasan Spiritual

Mengacu pada kemampuan seseorang dalam memahami makna hidup, nilai-nilai moral, dan hubungan dengan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri (misalnya Allah sebagai Tuhan yang maha Esa, alam semesta, atau nilai kemanusiaan). SQ mencakup kesadaran diri yang dalam, empati, dan integritas.

3. Entrepreneurship Quotient (EQ) - Kecerdasan Kewirausahaan 

Ini adalah kapasitas seseorang untuk berpikir dan bertindak sebagai seorang wirausahawan, termasuk kreativitas, inovasi, pengambilan risiko yang terukur, kepemimpinan, dan manajemen sumber daya untuk menciptakan nilai atau solusi.

4. Social Quotient (SQ) – Kecerdasan Sosial

Merupakan kemampuan dalam membangun dan menjaga hubungan sosial yang sehat. Ini mencakup komunikasi, kerja sama, empati, kepemimpinan sosial, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan sosial.

Intinya: Konsep ESES adalah pendekatan holistik dalam pengembangan individu, yang tidak hanya mengandalkan aspek akademis (Educational), tetapi juga spiritual, kewirausahaan, dan sosial. Cocok diterapkan dalam pendidikan karakter, kepemimpinan, dan pengembangan sumber daya manusia.

ESES: Educational Quotient, Spiritual Quotient, Entrepreneurship Quotient, Social Quotient



ESES adalah singkatan dari empat jenis kecerdasan atau kemampuan yang berbeda, yaitu:

1. E = Educational Quotient (Kecerdasan Pendidikan): kemampuan secara  akademis dan pengetahuan.

2. S = Spiritual Quotient (Kecerdasan Spiritual): kemampuan mengaplikasikan hubungan baik kepada Allah, hubungan baik terhadap sesama manusia, dan hubungan baik terhadap alam semesta serta memaknai hidup didalam mengembangkan kesadaran diri.

3. E = Entrepreneurship Quotient (Kecerdasan Kewirausahaan): kemampuan memulai dan menjalankan bisnis dengan sukses, bahagia dan disertai adanya perkembangan dan kemajuan yang tiga kali jauh lebih baik.

4. S = Social Quotient (Kecerdasan Sosial): kemampuan berinteraksi, beraksi dan berkomunikasi dengan orang lain dalam hubungan sosial. 

Jenis kecerdasan ESES: Educational Quotient, Spiritual Quotient, Entrepreneurship Quotient, Social Quotient

ESES: Educational quotient (kecerdasan pendidikan atau EQ),  Spiritual Quotient (kecerdasan spiritual atau SQ), Entrepreneurship Quotient ( Kecerdasan Kewirausahaan atau EQ), Social Quotient (Kecerdasan Sosial atau SQ)

1. Educational quotient (kecerdasan pendidikan, atau EQ)

Sebuah kecerdasan pendidikan, atau EQ, adalah skor yang dirancang untuk menilai tingkat subjek pendidikan umum. Meskipun terkait dengan kecerdasan intelektual, tidak ada korelasi langsung antara keduanya. Seseorang dengan IQ tinggi, mungkin memiliki EQ yang rendah, dan sebaliknya.

Pendidikan Quotient (EQ) yang Anda sebutkan sebenarnya lebih dikenal sebagai istilah yang mirip dengan Intelligence Quotient (IQ), namun lebih spesifik pada kemampuan akademis atau pendidikan. Istilah yang lebih umum digunakan dalam konteks ini adalah Achievement Quotient atau Academic Quotient, yang mengukur pencapaian akademis seseorang.

Namun, ada istilah lain yang juga menggunakan singkatan EQ, yaitu Emotional Quotient, yang lebih umum dikenal sebagai Emotional Intelligence (EI). Emotional Intelligence mengacu pada kemampuan seseorang untuk mengenali dan memahami emosi diri sendiri dan orang lain, serta menggunakan kemampuan ini untuk mengarahkan pikiran dan perilaku.

Jadi, ada dua konsep yang berbeda:

1. *Achievement Quotient/Academic Quotient*: Mengukur pencapaian akademis.

2. *Emotional Quotient/Emotional Intelligence*: Mengukur kecerdasan emosional.

Kedua konsep ini memang berbeda dari Intelligence Quotient (IQ), yang mengukur kecerdasan intelektual secara umum.

2. Spiritual Quotient (kecerdasan spiritual atau SQ) adalah kecerdasan spiritual atau kecerdasan jiwa yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya dan mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan.

Ciri-ciri Kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik akan ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bersikap fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, mampu menghadapi penderitaan dan rasa sakit, mampu mengambil pelajaran yang berharga dari suatu kegagalan, mampu mewujudkan hidup sesuai dengan visi dan misi, mampu melihat keterkaitan antara berbagai hal, mandiri, serta pada akhirnya membuat seseorang mengerti akan makna hidupnya.

Kecerdasan Spiritual (SQ) memang merupakan kemampuan untuk memahami dan mengembangkan diri secara spiritual, serta menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Ciri-ciri yang Anda sebutkan, seperti kemampuan untuk bersikap fleksibel, memiliki kesadaran yang tinggi, dan mampu menghadapi penderitaan, merupakan indikator penting dari kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik.

Dengan kecerdasan spiritual yang kuat, seseorang dapat:

- Mengembangkan kesadaran diri dan memahami makna hidup

- Menghadapi tantangan dan kesulitan dengan lebih baik

- Membuat keputusan yang lebih bijak dan seimbang

- Membangun hubungan yang lebih harmonis dengan diri sendiri dan orang lain

- Mencapai kepuasan dan kebahagiaan yang lebih mendalam

Kecerdasan spiritual dapat dikembangkan melalui praktik-praktik seperti meditasi, refleksi diri, dan pengembangan kesadaran spiritual. Dengan demikian, seseorang dapat meningkatkan kemampuan untuk memahami diri sendiri dan orang lain, serta menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

3. Entrepreneurship Quotient (EQ) adalah ukuran yang digunakan untuk menilai kemampuan seseorang dalam memulai dan menjalankan bisnis dengan sukses. EQ mencakup berbagai aspek, seperti:


- Kreativitas dan inovasi

- Kemampuan mengambil risiko

- Kemampuan memecahkan masalah

- Kemampuan memimpin dan mengelola tim

- Kemampuan mengembangkan strategi bisnis

- Kemampuan mengelola keuangan dan sumber daya


Seseorang dengan EQ yang tinggi biasanya memiliki kemampuan untuk:


- Mengidentifikasi peluang bisnis dan mengembangkan ide-ide inovatif

- Mengambil risiko yang terukur dan mengelola ketidakpastian

- Memecahkan masalah dan mengatasi tantangan dengan efektif

- Memimpin dan mengelola tim dengan baik

- Mengembangkan strategi bisnis yang efektif dan mencapai tujuan


EQ sangat penting bagi mereka yang ingin menjadi entrepreneur sukses. Dengan memiliki EQ yang tinggi, seseorang dapat meningkatkan kemampuan untuk memulai dan menjalankan bisnis dengan sukses, serta mencapai tujuan dan impian mereka.

4. Social Quotient (SQ) adalah ukuran yang digunakan untuk menilai kemampuan seseorang dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain dalam konteks sosial. SQ mencakup berbagai aspek, seperti:

- Kemampuan berkomunikasi efektif

- Kemampuan membangun hubungan

- Kemampuan memahami dan mengelola emosi orang lain

- Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial

- Kemampuan memecahkan konflik

Seseorang dengan SQ yang tinggi biasanya memiliki kemampuan untuk:

- Berkomunikasi dengan jelas dan efektif

- Membangun hubungan yang kuat dan positif dengan orang lain

- Mengelola konflik dan situasi sulit dengan baik

- Beradaptasi dengan perubahan sosial dan lingkungan

- Memahami dan menghargai perbedaan pendapat dan budaya

SQ sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks pribadi maupun profesional. Dengan memiliki SQ yang tinggi, seseorang dapat membangun hubungan yang lebih baik, mencapai tujuan dengan lebih efektif, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Selasa, 03 Juni 2025

ESES : hal besar dimulai dari hal kecil

 




Inilah salah satu alasan kita tidak boleh meremehkan hal kecil, karena "hal besar dimulai dari hal kecil". 



ESES: "Singkammai bulu na tingkokokona! Satu kata dengan perbuatan



Tojeng"  arti dari bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia, "Kebenaran" .Menjunjung tinggi kebenaran secara konsisten dalam perkataan dan tindakan. "Singkammai bulu na tingkokokona! Satu kata dengan perbuatan. 

Mau pesan undangan, hubungi ESES 

Selamat Hari Lahir Pancasila, semoga sukses

ESES : Tidak ada atasan, yang tidak memiliki atasan, kecuali Tuhan

 




"Tidak ada atasan, yang tidak memiliki atasan, kecuali Tuhan".


Hari ini jadi helper, bisa jadi besok jadi owner. 

Dani insya Allah bisa jadi lusa jadi jutawan tenar. 


Mau nikah, pesan aja di ESES ❗

Selamat hari buruh 2025, semoga Sukses❗

Jumat, 01 Maret 2024

JAGA NAMAMU ESES !

 


Kalau kamu punya nama, kamu punya pangkat, kamu punya kedudukan, ingatlah bahwa semua orang yang perna mendengar namamu itu akan menjadi pengawasmu. Bahkan istri dan anak-anakmu akan di perhatikan tingkah lakumu oleh banyak orang.


Kalau begitu, jaga napasmu, jaga keputusanmu, dan jaga rekam jejakmu. Apapun yang kau torehkan, ada orang lain yang akan menilaimu. 


Ingat, kau bagaikan macam putih siraja siang. Tapi ada kambing hitam yang juga siap mencelakakanmu! Kuncinya ada pada ibadah, doa, dan kepasrahanmu pada-Nya. Selamat kerja sahabat!

JANGAN PAPPIDOKANG ESES!

 


BICARA soal kesuksesan pemimpin,cakupannya sangat luas. Kesuksesan pemimpin bisa mengenai kesuksesan pencapaian target, performance team yang tinggi, sukses mengubah kultur perusahaan dan sebagainya.


      Selama anda menjadi pemimpin, bagaimanakah hidup anda sehari-hari? Inilah sebuah pertanyaan penting bagi pemimpin. Berapa lamakah pekerjaan anda bisa tinggalkan? Sehari? Atau lebih lama dari itu? Apakah saat anda tinggalkan tidak ada yang berubah?


      Perfomance team tetap tinggi, target bulanan tembus, pekerjaan teratur dan kinerja bagus? Atau ketika anda tinggalkan maka anda semakin degdegan, tidak bisa tidur, ragu dengan kinerja tim anda dan penuh kekhawatiran? Atau anda mencoba untuk santai tetpi telepon anda berdering terus karena tim tidak dapat mengambil keputusan, dan membutuhkan arahan dan bimbingandari anda?


      Jika yang terakhir anda hadapi maka anda belumlah pemimpin yang sukses. Pemimpin yang sukses bisa tidur tenang dan berlibur lama sementara pekerjaan di kantor tetap beres dikerjakan orang-orang yang anda pimpin.


      Di manakah letaknya kesalahan pemimpin jika demikian? Ketidakmampuan mendewasakan tim, kegagalan mendelegasikan pekerjaan dengan baik akan berujung mimpi buruk. Pendelegasikan pekerjaan merupakan sesuatu yang menarik untuk dipelajari karena menyangkut ketenangan hidup anda.


      Hersey-Blanchard dalam Teori Situasional Leadership berpendapat pendelegasian merupakan tingkat yang tertinggi dalam kepemimpinan. Setiap tugas diperlukan suatu leadership style yang berbeda dan yang paling tinggi adalah ketika pemimpin mampu mendelegasikan sehingga walaupun minim kontrol, pekerjaan dapat berjalan.


      Mendegelasikan artinya suatu tindakan untuk memberikan otoritas kepada orang lain atau mempercayakan tugas kepada orang  yang dapat bertanggung jawab. Ketika kita mampu mendelegasikan suatu pekerjaan dengan baik maka berarti efektivitas kita sebagai pemimpin bertanbah.


      Ada beberapa kiat sukses dalam mendelegasikan pekerjaan. Salah satunya tidak “pampidokang”.dalam Bahasa Makassar, “pampidokang” diartikan sebagai orang yang terlalu banyak mencampuri pekerjaan pekerjaan atau urusan orang lain dalam dunia manajemen, sikap “pampidokang” sedapat mungkin harus dihindari. Kalaulah hal itu bukan urusan  dan kewenangan kita, tidak usah dicampuri. Beri kesempatan kepada mereka yang memang berwewenang.


      Mengenai pemaknaan “pampidokang”, bisa juga didekatkan pada orang-orang atau pemimpin yang tidak PeDe, tidak percaya diri, biasanya justru intelektualnya rendah, dia mau dibilang hebat, hanya dia yang hebat, sehingga semuanya dia urus sendiri. Oleh karena itu, pemimpin tidak boleh “pampidokang” yang maunya mengurusi sendiri semuanya- sebab, pemimpin itu harus mampu mendelegasikan tanggung jawab pada semua pihak sesuai tugas dan tanggung jawab pada semua pihak sesuai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Rabu, 28 Februari 2024

Pengusaha bukan penguasa



Seribu jadi satu juta

Satu juta jadi satu milyar

Satu Milyar jadi satu trilyun

Satu Trilyun jadi bangkrut

Itulah…Pengusaha


Modalnya adalah dengkulnya

Tak punya dengkul pun,

bisa pinjem dengkul orang lain.

Pengalaman kerjanya adalah,

Tak pernah melamar pekerjaan

Keberaniannya adalah optimisme

terhadap duitnya orang lain

Itulah…Pengusaha


Kemandirian adalah jiwanya.

Memulai usaha sendiri

Mengangkat dirinya sendiri

jadi direktur di perusahaannya sendiri

menjual barangnya sendiri

tidak laku ya dibeli sendiri

Itulah…Pengusaha


Perjuangan adalah hari-harinya

Hutang adalah darahnya

Keuntungan adalah keringatnya

Tak berhutang hidup pun terasa hampa

baginya berhutang pun tetap mulia

Itulah…Pengusaha


Hidungnya panjang

Matanya tajam

Senyumnya mekar

Telinganya lebar

Itulah…Pengusaha

Selasa, 20 Februari 2024

KERJA DULU , LALU MAKAN

 


Kamu hanya bisa bahagia dan sukses, kalau kamu melewati susahnya kehidupan. 


Disana - sini  pasti jelas ada lelah, ada penolakan, ada tangis, ada air mata, ada ini dan itu yang jelek -jeleknya, ada kekecewaan, ada hati yang sakit, bahkan ada frustasi yang kamu harus taklukkan. 


Dari berbagai referensi yang ada,  jangan 

kamu pikir, orang bisa langsung jadi presiden, jadi menteri , bisa langsung jadi anggota DPR , dan atau bisa langsung jadi pengusaha yang sukses dan bisa langsung berleha-leha?


Tentu jawabannya Tidaklah, harus berproses dulu, harus mau bersabar, harus banyak bersyukur, mau ikhlas, harus ditempa dulu, marangkak dulu, jatuh bangun dulu, harus taklukkan tantangan agar bisa survive di segala cuaca dan arena.


Ingat sekali lagi, mencetak kehidupan masa depan itu  yang tentukan kamu dan ridho Allah. Jika ingin sukses, kamu harus kerja keras , mau kerja cerdas, harus ada kerja ikhlas, dan harus dikerjakan dengan tuntas.


Tetapi Jika kamu ingin masa tua sengsara,

maka mulai dari muda silahkan hidup sesuka kamu. Kamu tidak mau ambil resiko, tidak mau melaksanakan perintah Allah juga tidak mau menjauhi larangan Allah, tidak mau berbuat baik sama orang lain, tidak mau pelajari ini dan itu. 


Kalau begitu mari manfaatkan waktu yang ada! Para leluhur selalu berpesan "AKKARESOKO ROLO NAMPA ANGGANREKO ",  arti dari Bahasa MAKASSAR Ke Bahasa INDONESIA, "KERJA DULU , LALU MAKAN!".


Ayo di pagi ini, 

Bismillahirrahmanirrahim. semoga yang sudah direncanakan, yang akan atau yang sedang dilakukan, dan yang akan dilakukan mendapatkan hasil yang terbaik.


Akkareso paki, nappaki gappa, nappaki nganre, arti dari Bahasa Makassar kedalam bahasa Indonesia, kerjalah, lalu dapat sesuatu, lalu bisa makan.


Dan Jangan "ERO ANGNGANRE TEI AKKARESO", Artinya dari bahasa Makassar ke dalam Bahasa Indonesia, "MAU MAKAN TAPI TIDAK MAU KERJA". Maunya cuma makan dan  tidur.

BISAMU, BIASAMU




 Setelah hingar bingar pemilihan umum usai, inilah saatnya kita kembali bersantai, kembali bekerja, kembali cetak ini dan itu atau kembali ke profesi masing-masing.


Lupakan dulu hiruk pikuk Pemilihan presiden, saling sindir,  saling serang, dan perang isu.


Mari kembali ikat persahabatan, jahit silaturahmi, rawat persatuan, dan kembali lanjutkan kebiasaan atau hoby yang berguna dan yang ada manfaatnya.


Oke gas oke gas, menuju perubahan dengan

pilih satu hal yang paling kamu senangi, lalu kerjakan dengan baik. Jadikan itu sebagai kebiasaan, sebagai hobi yang harus kamu latih dan kembangkan secara terus-menerus.


Insya Allah, cepat atau lambat, kamu awalnya bisa menjadi biasa, jadi pintar, bahkan bisa mengusai atau ahli di bidang ini dan itu,  kamu akan menemukan dirimu yang sesungguhnya, menemukan biasamu jadi bisamu, serta menemukan jalan yang mungkin akan menentukan masa depanmu, yakini dan percayalah tentang itu! 


Oang Makassar bilang, "Tappa paki nampa nigaukangi, gaukangi nampa akulle anjari", artinya dari Bahasa Makassar kedalam Bahasa Indonesia, percayalah lalu kerjakan, kerjakan maka terjadi sesuatu". Inilah "kekuatan iman", atau biasa juga disebut" The power of Faith".


Jadi percayalah, apapun kebiasaan atau hoby selama itu berguna dan bermanfaat, tidak melanggar hukum agama, tidak melanggar hukum, dan tidak melanggar adat istiadat, 


Don't stop here! Jangan berhenti disini, terus saja maju dan kembangkan! Jangan peduli ini dan itu, selama ini dan itu baik, yakinlah dan percayalah bahwa kamu akan mendapatkan manfaat dan orang lain pun akan merasakan hal yang sama.


Pada akhirnya kamu akan memiliki nilai di mata orang lain dan bangga dengan dirimu sendiri. Di starata inilah kamu akan mendapatkan kepuasaan diri, kepuasaan materi dan kepuasaan karena telah menjadi dirimu sendiri.


Don't stop here! Jangan berhenti sampai disini! teruslah maju dan berkembang mempelajari hal-hal baru dan belajar menyukai hal-hal baru,  agar apapun yang kamu kerjakan akan memberikan pengaruh yang baik bagi dirimu, bagi keluargamu, bagi masyarakat dan tentunya bagi agamamu itu sendiri.


Berhenti mencela! Ingat pesan leluhur orang Makassar , teamako accalla callai niatonja antu callannu", artinya, "Janganlah kamu saling mencela, ada juga itu celamu".


Jadi tetap semangat itu, jangan sampai menyerah dan kalah oleh keadaan. Tetap berusaha dan percayalah usaha itu akan sampai di puncak pencapaian.

Selasa, 14 November 2023

ESES lelahmu menjadi lillah




 Selamat hari lahir Daengku, semangat kerja nya dan semoga tetap dlm lindungan Allah ๐Ÿ˜‡ dengan kebaikan yg tak banyak orang tahu, Terimakasih sudah berperan menjadi apapun dan siapapun dlm keluarga kecil kita ๐Ÿ’ž sabarku melayanimupun belum banyak berkorban untuk memudahkan jalanmu.

Tapi ketahuilah di balik beratnya bebanmu, diamku menjuta doa di setiap langkahmu, semoga lelahmu menjadi lillah, peluhmu menjadi pahala tak terhingga ๐Ÿ™๐Ÿ˜‡ tetaplah merendah hati dan jgn meninggi  Krn kita bukan langit, sebab air tidak pernah berisik untuk nunjukin aksinya, slalu taburkan kebaikan di usia yang bermanfaat.! 

Panjang umur dan sehat selalu  Suamiku ๐Ÿ˜‡๐Ÿ’ž

Rabu, 25 Oktober 2023

8 Falsafah Hidup Orang Makassar

 

UNTUK MEMBANGUN PERADABAN GOWA TALLO YANG MEGAH TERNYATA RAHASIANYA ADA PADA RAKYATNYA YANG MEMEGANG TEGUH NILAI2 KEARIFAN LOKAL


Selain terkenal dengan kulinernya yang enak-enak, Orang Makassar  juga terkenal dengan karakteristik orang-orangnya yang lugas, terutama dalam berbinis. Orang-orang suku Makassar kukuh memegang prinsip yang diajarkan turun -temurun. 


Prinsip-prinsip yang berupa pepatah ini menjadi pedoman mereka dalam bertindak dan bertutur kata. 


Ini dia tujuh prinsip yang senantiasa dipegang teguh oleh pengusaha Makassar (dan Bugis):


1. Teai mangkasara' punna bokonna loko' (Bukan orang Makassar kalau yang luka di belakang)


Maknanya, orang  Makassar tidak boleh lari dari masalah, apalagi dalam bisnis. Setiap persoalan diselesaikan dengan cara menghadapinya langsung, bukan dengan kabur menghindar. 


Setiap kegagalan dijadikan cambuk untuk mencoba kembali, hingga usahanya berhasil.


2. Ku alleanngi tallanga na toalia (lebih baik tenggelam daripada kembali)


Pantang bagi orang Makassar menyerah dalam tujuan yang diinginkannya. Mereka mengibaratkan seorang seorang pelaut yang memilih kapalnya tenggelam daripada pulang tidak membawa hasil.


Tenggelam dalam hal ini juga punya makna tak masalah kamu gagal berapa kali, tapi suatu saat keberhasilan yang akan kamu petik.


3. Ejapi nikana doang (Seseorang dikenali atas karya dan perbuatan)


Orang-orang Makassar tak terbuai dengan andai-andai dan keberhasilan semu. Capaian dinilai jika memang hasilnya nampak terlihat. Prinsip ini juga bisa bermakna bahwa mereka mengutamakan karya dan ingin dikenal dengan sebagai seseorang pekerja keras. Karena perpaduan dua hal ini bisa membuat orang Makassar dihormati.


4. Anggulungmi naung batu lompoa nanggulung nai' batu-batu cakdia (Batu besar bergulir ke bawah, sedangkan batu kecil bergulir ke atas)


Kesuksesan dan keberhasilan jangan membuatnya sombong dan lupa diri. Karena orang-orang sukses yang sombong akan jatuh, dan orang-orang rendah diri akan menanjak naik.

Pepatah ini juga bisa bermakna bahwa kesuksesan itu berputar. Kadang yang di atas akan tergantikan oleh yang ada di bawah.


5. Caradde na Kanatojeng (pintar dan jujur)


Prinsip orang Makassar sangat mengajarkan kejujuran dan kepintaran. Orang pintar yang tidak jujur hanya akan melahirkan penipu. Orang jujur yang tidak pintar, akan dimanfaatkan kepolosannya dan akan dibodoh-bodohi.


6. Bajikkangangi tattilinga naia tallanga (Lebih baik miring daripada tenggelam)


 Prinsip-prinsip orang Makassar banyak diilhami dari falsafah-falsah pelaut. Ini karena suku Makassar sejak dulu terkenal sebagai pelaut ulung. Salah satunya adalah pepatah ini.


Pepatah ini bermakna, tak mudah merintis bisnis. Adakalanya mengalami kerugian hingga bangkrut. Bagi orang Makassar, prinsip ini berarti lebih baik rugi daripada bangkrut. Karena itu, berbisnislah dari hal-hal kecil, sehingga tidak mudah bangkrut.


Hal ini juga bisa bermakna, bahwa orang Makassar berusaha sekeras-kerasnya untuk tidak bangkrut. Tidak apa-apa merugi, asal jangan sampai gulung tikar. 


Gambaran orang makassar terkait poin 6 ini ada pada bisnis UKM yang banyak di geluti orang makassar. Orang makassar cenderung lebih banyak terjun di dunia bisnis UKM seperti Kuliner lantaran UKM salah satu bisnis yang tahapan polanya dari modal sedikit kemudian dikembangkan perlahan hingga membesar. Bisnis kuliner juga telah banyak membuka lapangan pekerjaan, dalam data resmi pemerintah, UKM menyerap 90 % tenaga kerja di banding bisnis Korporate. 


7. Le'ba kusuronna biseangku, kucampa'na sombalakku, tamassaile punna teai labuang (Bila perahu telah kudorong, layar telah terkembang, takkan ku berpaling kalau bukan labuhan yang kutuju)


Prinsip ini sangat dipegang teguh oleh pengusaha dan perantau asal Makassar. Mereka malu untuk melihat kebelakang. Mereka hanya fokus untuk melihat ke depan. Pandangan ke depan dimaknai sebagai tujuan yang akan dicapai. Sementara, pandangan ke belakang hanya jadi simbol menyerah dan lepas tangan. 


8. Tallu Cappa


Salah satu identitas yang dimiliki oleh manusia Makassar adalah merantau. Melakukan perjalanan dan menetap di tempat lain untuk mencari kehidupan. Selain dikenal sebagai perantau, manusia Makassar juga dikenal dengan kehebatannya dalam mengarungi lautan. Tidak salah jika mereka dijuluki pelaut ulung. Ada kebiasaan yang dipegang teguh oleh orang tua ketika melepas anaknya ke perantauan. Para orang tua tidak hanya membekali anak mereka dengan uang tapi ada tallu cappa' mereka sematkan di hati anak mereka.  "Jika ini gagal, sorongi lasonu (sorong kemaluanmu) dengan kata lain kawini putri raja, ketua adat, atau mereka yang berpengaruh di negeri tersebut" Dalam pappasang to riolo (pesan para leluhur) dikatakan: “Nia tallu cappa’ bokonna to lampaiyya, iyamintu: Cappa’ lila, Cappa’ laso, Cappa’ badi’. (Ada tiga ujung yang harus menjadi bekal bagi yang bepergian, yaitu ujung lidah, ujung kemaluan, dan ujung badik).  “Oe ana’… a’ngu’rangiko, nia’ antu tallu cappa nuerang (Duhai, anak, ingatlah selalu, ada tiga ujung yang harus kau bawa sebagai bekal) Kalo dikampungnya ko orang jaga baik-baik tiga ujung itu. Kau akan jadi untung atau merugi, tergantung bagaimana kau berperilaku dengan tiga ujung yang kau bawa.” Tiga ujung yang menjadi bekal setiap orang Makassar ini sepintas terkesan vulgar dan sadis. Namun hakikatnya tidak demikian. Perantau Makassar dibekali dalam dirinya tiga ‘alat’: lidahnya, kemaluannya, dan badiknya. Lidah dan kemaluan sudah ada sejak lahir, sementara badik adalah diri kedua yang harus dimiliki setiap laki-laki Makassar saat mereka sudah baligh. Sampai pada pembahasan ini, dalam budaya Makassar dikenal pesan: “Teyai bura'ne punna tena ammallaki badik” (Bukan laki-laki jika tidak memiliki badik), yang sering bersamanya, minimal ada tersimpan di rumahnya, miliknya.   Merantau bagi manusia Makassar berarti penaklukan, adaptasi, atau paling rendah bertahan di negeri orang dengan hidup tidak direndahkan. Tallu Cappa adalah tahapan dalam proses penaklukan, adaptasi atau bertahan tersebut. Dalam situasi apapun, ketiga ujung ini berperan menurut situasi dan kondisi.  Jika keadaan masih bisa diselesaikan atau dimenangkan dengan cara berucap atau berdiplomasi, sorongi lilanu (sorong lidahmu) dan menangkan hati mereka dengan ucapan santun dan ujaran lembut. Jika ini gagal, sorongi lasonu (sorong kemaluanmu) dengan kata lain kawini putri raja, ketua adat, atau mereka yang berpengaruh di negeri tersebut. Jika ini masih juga gagal, sorongi badi’nu (sorong badikmu), perangi, kuasai atau tundukkan mereka dengan perkelahian (pertempuran).  Budaya Tallu Cappa sangat dikenal di kalangan orang Makassar sebagai falsafah hidup, beriringan dengan budaya siri’ na pacce (rasa malu dan kesetiakawanan) baik di tanah adat sendiri, terlebih di negeri orang. Tallu Cappa digunakan di banyak aspek kehidupan: sosial, politik, maupun ekonomi.  


Poin kedelapan ini nampaknya hanya orang makassar, bugis, mandar, luwu saja yang bisa lakukan ya, agak sulit dikerjakan oleh orang luar sulsel.. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜Ž


Itulah delapan prinsip orang Makassar yang bisa juga kamu tiru agar sukses dan mencapai impianmu selama ini!


Dari berbagai sumber

MANUSIA MAKASSAR, MANUSIA SIRI NA PACCE.

 


"Saya orang Bugis Makassar...

Dan rasanya harga diri jauh lebih tinggi daripada pangkat maupun jabatan...

Biarkan saya hadapi, dan berikan saya kesempatan membuktikan bahwa saya sudah terbiasa mengurus rakyat...

Dan saya berharap nasehat nasehat orang tua saya, Nasehat budaya saya dari sana bahwa Kalau berani berbuat, Berarti harus berani bertanggung jawab... 

Dan saya siap bertanggung jawab....!!!"


By... Prof. Dr. Syahrul Yasin Limpo


MANUSIA MAKASSAR, MANUSIA SIRI NA PACCE....

SYL : HADAPI TANTANGAN

 


Tak ada yang dapat menahan awan berarak. Hanya orang yang mau menghadapi tantangan dan badai yang dapat meraih tahapan lebih besar.                                           


Jika ada ombak menghadang jangan membawa menyamping perahumu, apalagi balik belakang untuk pulang. Hadapi gelombang itu. Ketulusanmu adalah seni. Budayamu adalah peganganmu atau tenggelam hanya dari Allah SWT.


Presiden Roselve menyatakan pada saat Amerika di ujung kehancuran, 1938: “Jika tak ada lagi yang dapat kau beri kepada bangsamu, hadirkan rasa seni. Hanya seni bisa selamatkan diri kamu.”  Jabatan bukan segala-galanya bagi kita orang Bugis – Makassar.


“Punna tena takammana, lampako barang-barang, lampako jama-jamang, mantangko pacce mantangko siri.” Jagakanka’ ini!


Satu saya mau raih sesudah jadi gubernur, cuma sebuah catatan bersih seperti yang sudah saya jalani.


(Diucapkan SYL pada saat malam in memorium AM Mochtar di gedung DKM Societet de Harmonie Makassar, Nopember 2012).

MANUSIA MAKASSAR, MANUSIA SIRI' NA PACCE

 


Siri’ji nanimmantang attalasa’ ri linoa, punna tenamo siri’nu matemako kaniakkangmami anggara’na olo-oloka. Artinya, hanya karena rasa malu kita bisa hidup di dunia ini, jika rasa malu itu sudah hilang, maka lebih baik mati, karena engkau tak berarti lagi sama sekali bahkan binatang lebih berharga dibanding dirimu.

Oleh karena itu,

Bagi MANUSIA MAKASSAR,

SIRI' NA PACCE (RASA MALU) wajib jadi pegangan tiap individu. SIRI' itulah yang mengontrol semua tingkah laku dalam bermasyarakat kapanpun dan di manapun berada. Intinya dimanapun

 kiprah tidak masalah, asalkan "SIRI NA PACCE jadi pegangan.

Rabu, 28 Juni 2023

ESES MULAI SAJA



Tentu anda tahu Walt Disney Company, salah satu media kerja sama terbesar di dunia dalam hal pendapatan. Perusahaan yang terdiri dari berbagai macam bidang yaitu jaringan televisi, saluran kabel, perusahaan produksi dan distribusi terkait dan stasiun televisi. Salah satu ikon kartun yang paling terkenal adalah Mickey Mouse. Pertanyaannya dari mana Walt Disney memulai? Dari garasi mobil.

 

Anda tentu juga tau tentang Apple, Steve Jobs. Dari mana Steve Jobs memulai merakit apple pertamanya? Dari garasi milik keluarga Jobs.

 

Tentu anda juga tahu tentang Google. Mesin pencari terbesar di dunia ini dulunya hanyalah sebuah proyek penelitian dua lulusan Standford, yaitu Larry Page dan Sergey Brin yang dikerjakan di garasi rumah. Dari ruangan sempit dan ala kadarnya itu sekarang kantor google menjadi kantor paling fenomenal di dunia. 


Merek Harley Davidson saat ini terkenal dengan barang barang keren dan mewah. Tapi ternyata semua berawal dari kesederhanaan. Willian S Harley dan Arthur Davidson sudah bereksperimen sejak muda di sebuah garasi miliknya. Siapa menyangka saat ini Harley Davidson menjadi produsen Sepeda Motor ikonis di dunia.


Nama Amazon bukan hanya sekedar nama sungai dan hutan belantara lagi. Tahun 1994, yang disebut dengan era awal internet, Jeff Bezoz mendirikan toko online miliknya. Kantor pertama berada di garasi miliknya. Bahkan sebuah pintu tua diubah menjadi meja kerjanya. 


Terdapat kesamaan dari beberapa perusahaan besar dunia di atas. Mereka memulainya dari garasi. Garasi melambangkan sebuah ruangan yang tidak terpakai. Melambangkan tempat yang enggan kita berlama lama jika tidak memang perlu untuk melakukannya. Sesuatu yang bukan menjadi solusi pertama jika ada kesulitan.


Mengapa mereka bisa menggunakan hal yang terlihat tidak berguna untuk membangun perusahaan sebesar saat ini? 

Kuncinya adalah memulai. Mereka punya impian besar, tervisualisasikan dalam benaknya lalu memulai langkah setapak untuk mewujudkannya.

Memang betul, banyak orang mengatakan,

"LEBIH BAIK MEMILIKI USAHA KECIL MESKIPUN AWALNYA KECIL MENJADI BESAR. DARIPADA JADI BOS BESAR TETAPI TETAP KECIL DI PERUSAHAAN BESAR".

Ya, berbicara tentang usaha kecil berarti berbicara mendekati tentang Kekayaan yang bukan hanya uang. Kesehatan, kedamaian, nama baik untuk perusahaan besar, pengamalan agama yang baik dan keluarga adalah kekayaan.

Semua orang menginginkan predikat kaya. Ada yang menginginkan kaya gairah, kaya ilmu, kaya gagasan, kaya ibadah, kaya hati, dan kaya harta yang baik-baik . Lalu disisi lain, jangan mau mati miskin dalam keadaan yang jelek-jelek. Katakanlah miskin itu seperti miskin gairah, miskin ilmu, miskin gagasan, miskin ibadah, miskin hati, dan miskin harta

Oleh karena itu, alangkah bagusnya mungkin kalau kekayaan nama baik ITU hadir untuk memberi mamfaat bagi diri, orang lain, agama, dan bahkan bangsa dan negara. 

Terakhir, Ingat baik-baik dan catat baik! 

ESES hadir untuk :

E =ducational (Kependidikan) 


S =pritual ( Kerohanian)


E = conomial ( Keekonomian)


S = ocial ( Kesosialan)

Dan asal kata ESES terinspirasi dari kata PErSEuS. Hadir nya ESES Diharapkan menjadi pahlawan bagi kaum lemah. Sebagai mana kita ketahui bahwa Perseus merupakan pahlawan pertama dalam mitologi Yunani yang telah mengalahkan berbagai monster yang dikirim oleh dewa-dewa Olimpus.

Atau bisa juga kepanjangan ESES diambil dari huruf SS , yang di ambil dari kata S = UPARDI S = AMINJA. ITU sejarah dan cikal bakal "SS" dibaca "ESES".

Serta ingatlah pesan ini,

Bisnismu menentukan masa depan mu, Pekerjaanmu menentukan masa depan bossmu.

 Sekecil apapun usahamu kamu adalah boss nya, dan sebesar apapun jabatanmu kamu adalah pegawainya.

Sekedar catatan tambahan, pada tanggal 17 April  2019 saat pemilihan presiden, dan pemilihan anggota DPR secara serentak, ESES Memulai usaha di garasi milik orang lain. Dengan menjual minuman sekitar 20 gelas dengan harga Rp 5.000. Semua orang yang hadir saat itu awalnya heran dan ada juga menertawakan, tapi dengan The power of Faith, insya Allah ESES BISA JADI BESAR. 

JANGAN KECEWAKAN HATI

 




Sadar sebagai anak desa yang terbuang dikota perantauan. Ingin selalu berusaha menguatkan diri dengan mengatakan, “JANGAN KECEWAKAN HATI”. Karena memang hidup tidak selalu romantis seperti romantisnya  film  “ADA APA DENGAN CINTA”, perjuangan tidak selamanya indah sebagaimana indahnya isi novel  “KUPINAG KAU DENGAN BISMILLAH ”, dan keinginan tidak selalu lurus semisal lurusnya kehebatan “SUPERMAN“ yang sering terdengar ditelinga.


Begitupun disini ada rasa suka dan duka yang terasa dikota perantauan, yaitu rasa rindu pada keluarga yang ada dikampung halaman, ketika diri ini SEDANG DICUCI AIR MATA DERITA, DIPAKAIKAN KERINGAT DARAH JUANG, DAN DIWARNAI JALAN PENUH DURI yang seolah terlihat buruk. 


Bila memang harus kenyataannya seperti itu, bukan berarti boleh menyerah begitu saja dikota perantauan sampai yang namanya sukses, cinta dan cita-cita itu bisa terwujud. 


Mengapa? Karena hati ini selalu berteriak melarang bersedih, melarang diam, dan melarang berhenti berusaha!  WALAUPUN 1000 KETIDAKPASTIAN SUKSES, CINTA, dan CITA-CITA YANG TETAP MENGHANTUI DIRI INI. Atau walaupun situasi, dan kondisi hidup yang sedang berada dijalan yang buntu, dan sangat gelap.


Kalau begitu apa kira-kira modal, sekaligus rahasia orang perantau sukses yang paling sulit dikalahkan dalam berusaha itu?


Jawabannya, berdasarkan referensi yang dalam buku, ternyata awalnya adalah modal niat Bismillahir rahmanir rahiim, dukungan do’a orang tua, uang, berani, knowledge, skill, attitude, selalu bersemangat, selalu berperilaku jujur, selalu menghadirkan kepedulian, dan suka berbagi. 


Atau pernah terdengar ditelinga bahwa mungkin kebiasaan orang perantau sukses itu selalu bersikap adil, tidak mudah menyerah, selalu melaksanakan perintah Allah dan selalu menjauhi larangan Allah, selalu ikhlas, selalu bersyukur, selalu ceria, selalu percaya diri, tidak suka buang-buang waktu, selalu kreatif, selalu tampil beda, Jaringan teman banyak  yang  produktif, selalu mengandalkan pertolongan Allah, dan masih banyak lagi.


Intinya, yang membuat diri ini selalu berusaha bertahan pada yang baik-baik adalah besarnya kekuatan percaya dan yakin pada Allah, cinta, cita-cita, dan tentunya ditambah dengan harapan besar bahwa, apa yang bisa diubah, diusahakan,  dan disempurnakan pada hari ini, harus pasti lebih baik daripada kemarin. 


Dan BESOK HARUS PASTI LEBIH BAIK DARIPADA HARI INI, SEPERTI PASTINYA BESOK AKAN TERBIT MATAHARI.

Selasa, 02 Mei 2023

ESES JADI SOLUSI

 Kalau kamu bukan bagian dari solusi,

berarti kamu bagian dari masalah itu sendiri.

https://sulsel.herald.id/2023/02/12/melalui-wholesaler-gethering-2023-sidu-kenalkan-produk-sidu-maxi/