MANUSIA DAN LINGKUNGAN
A. PENGERTIAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN
1. Pengertian manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan , perkembangan ,dan mati ,dan seterusnya,serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik itu positif maupun negative.
2. Pengertian lingkungan.
Lingkungan adalah suatu media di mana makhuk hidup tinggal, mencari penghidupannya,dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balikdengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya,terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan rill.
B. KORELASI ANTARA MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN
1. Pengertian ekologi.
Ekologi terdiri atas rumah tangga,dan logos yang berarti firman atau ilmu.jadi secara harfiah ekologi adalah ilmu kerumah tanggaan.ilmu ini mirip dengan ekonomi.
Kita mengenal beberapa definisi untuk ekologi,misalnya:
Ekologi ialah cabang biologi yang mempelajari hubungan timbal balik manusiadengan lingkungannya.
Ekologi ialah studi ilmiah tentang interaksi yang menentukan penyebaran dan kepadatan makhluk hidup.
Ekologi ialah Biologi Lingkungan.
Bertolak dari definisi”Ekologi ialah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya”maka kita dapat mengambil sudut pandang ekologi untuk membahas kajian manusia dan lingkungan dengan sokong oleh segi kepentingan manusia ,yaitu oleh manusia untuk manusia.
2. Lingkungan hidup manusia.
Manusia hidup,tumbuh,dan berkembang dalam lingkungan alam dan sosial-budayanya.Dalam lingkungan alamnya manusia hidup dalam sebuah ekosisten yakni,suatu unit atu satuan fungsional dari makhluk-makhluk hidup dengan lingkungannya. Dalam ekosisten terdapat komponen abiotik pada umumnya merupakan factor lingkungan yang mempengaruhi makhluk-makhluk hidup diantaranya:
Tanah Merupakan tempat tumbuh tumbuhan dan tempat tinggal manusia dan hewan
Udara atau gas-gas yang membentuk atmosfer.
Air sebagai tempat tinggal hewan air dan kebutuhan bagi makhluk di darat
Cahaya seperti matahari
Suhu atau temperature.
Sedangkan komponen biotic di antaranya adalah:
Produsen kelompok yang dapat menghasilkan makanan dari zat – zat anorganik
Konsume kelompok yang menggunakan makanan (pemakan produsen)
Pengurai makhluk hidup (organism) yang mengurai sisa – sisa atau mahluk yang sudah mati
Selain itu di dalam lingkungan terdapat faktor-faktor Selain itu di dalam lingkungan terdapat faktor-faktori berikut ini:
Rantai makanan siklus makanan dariprodusen sampai pengurai
Habitat tempat hidup mkhluk tertentu
Populasi jumlah seluruh spesies yang ada pada suatu tempat
Komunikasi interaksi antara makhluk hidup
Biosfer hubungan tanpa batar antara ekosistem
C. PENGARUH MANUSIA PADA ALAM LINGKUNGAN HIDUPNYA
Manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya.Komunitas biologis di tempat mereka hidup.perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di kota-kota,di bandingkan dengan di hutan rimba di mana penduduknya masih sedikit dan primitif.
Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif ataupun negative.berpengaruh bagi manusia karena manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut,dan berpengaruh tidak baik karena dapat dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya.
D. SUMBER ALAM
Sumber alam dapat di golongkan ke dalam dua bagian yakni:
Sumber alam yang dapat di perbaharui(renewable resources)atau di sebut pula sumber-sumber alam biotik.yang tergolong ke dalam sumber alam ini adalah semua makhluk hidup,hutan,hewan-hewan ,dan tumbuhan-tumbuhan.
Sumber alam yang tidak di perbaharui(nonrenewable resources) atau di sebut pula sebagai golongan sumber alam biotik.yang tergolong ke dalam sumber abiotik adalah tanah,air,bahan-bahan galian,mineral,dan bahan-bahan tambang lainnya.
Sumber alam biotik mempunyai kemampuan diri atau bertambah,misalkan tumbuhan dapat berkembang biak dengan biji atau spora,dan hewan-hewan menghasilkan keturunannya dengan telur atau melahirkan. Oleh karena itu sumber daya alam tersebut di katakan sebagai sumber daya alam yang masih dapat di perbaharui.lain halnya dengan sumber daya alam abiotik yang tidak dapat memperbahrui dirinya .Bila sumber minyak,batu bara atau bahan-bahan lainnya telah habis di gunakan manusia,maka habislah bahan-bahan tambang tersebut.
Sumber alam biotik dapat terus di gunakan atau di manfa’atkan oleh manusia,bila manusia menggunakannya secara bijaksana dalam penggunaan berarti memerhatikan siklus hidup sumber alam tersebut,dan di usahakan jangan sampai sumber alam itu musnah.Sebab, sekali suatu jenis species di bumi musnah,jangan berharap bahwa jenis tersebut dapat muncul kembali.seyogianya manusia menggunakan baik sumber daya biotik dan abiotik secara tepat dan bertanggung jawab.
Penggunaan sumber-sumber Alam
Manusia memandang alam lingkungannya dengan bermacam-macam kebutuhan dan keinginan.Manusia bergulat dan bersaing dengan species lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam hal ini manusia memiliki kemampuan lebih besar di bandingkan organisme lainnya, terutama pada penggunaan sumber-sumber alamnya. Berbagai cara telah di lakukan manusia dalam menggunakan sumber-sumber alam berupa tanah,air,fauna,flora,bahan-bahan galian,dan sebagainya.
a. Pertanian dan tanah panen lebih dari 1 kali setahun, penggunaan pupuk, penggunaan pestisida, dll.
b. Hutan terbagi 2 yaitu: hutan lindung dan hutan penghasil
c. Air merupakan kebutuhan manusia dan makhluklain dan sebisa mungkin air terhindar dari pencemaran
d. Bahan tambang penggunaan hasi tambang seperti baja dan lain – lain
E. PERMASALAHAN-PERMASALAHAN YANG TIMBUL
1. Masalah erosi dan banjir
Merupakan gejala alamia dan sering kali disebut sebagai erosi geologi. Peristiwa erosi terjadi secara perlahan – lahan terutama dengan adanya bantuan media air.
2. Pencemaran lingkungan
a. Pencemaran tanah sampah – sampah hasil industry yang mengakibatkan pencemaran tanah ini.
b. Pencemaran air tercampurnya bahan pencemar secara langsung atau tidak langsung pada air.
c. Pencemaran udara terjadi saat komonen udara berada dalam jumlah ambang normal.
d. Pencemaran suara merupakan kebisingan yang terjadi akibat aktifitas manusia.
3. Kehutanan
Usaha-usahayang di lakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi hutan antara lain:
1. Melarang penebangan kayu tanpa ijin pemerintah(Departemen kehutanaan).
2. Mencabut ijin perusahaan HPH yang melanggar peraturan.
3. Menebang hutan secara selektif,
4. Melakukan peremajaan tanaman.
5. Melakukan rehabilitasi dan reboisasi areal hutan yang rusak,dan
6. Melakukan penanaman di lahan keritis.
F. IPTEK DAN KELESTARIAN HIDUP
1. Pandangan baru terhadap lingkungan.
Masalah lingkungan hidup sebenarnya bukan permasalahan yang baru.kerusakan lingkungan oleh aktivitas manusia yang makin meningkat,antara lain tercemarnya lingkungan oleh pestisida serta lembah industri dan transportasi,rusaknya habitat tumbuhan dan hewan langka,serta menurunnya nilai estetika alam,merupakan beberapa masalah lingkungan hidup.
Pada tahun 1970-an,masalah lingkungan hidup makin meluas.hal ini berkaitan dengan meningkatnya atmosfer bumi sebagai akibat tidak terkendali nya efek rumah kaca.pemanasan gelobal pada tiga dekade akhir abad ke-20 telah menimbulkan:
a. Peningkatan suhu,
b. Perubahan iklim terutama curah hujan,
c. Peningkatan intensitas dan kualitas badai,
d. Kenaikan suhu serta permukaan air laut.
Hal tersebut menyebabkan sebagian besar wilayah di dunia sering mengalami bencana.sementara itu,air hujan semkain asam sehingga merusak lahan pertanian,hutan dan biota lainnya.
Pada saat yang sama,para ahli menemukan lapisan ozon di sekitar antatika.Lubang tersebut semakin besar dari tahun ke tahun,sehingga sinar ultra violet yang berbahaya bagi kehidupan makhluk di bumi semakin banyak masuk ke treposter.
2. Dampak perkembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan Teknologi,serta perubahan Sosial Ekonomi terhadap masalah lingkungan hidup
Manusia menciptakan teknologi dengan maksud agar hidupnya lebih mudah, praktis, efisien dan tidak banyak mengalami kesulitan .namun ,tidak jarang.Iptek justru menimbulkan masalah serius bagi kehidupan manusia.para petani mungkin sangat terbantu dengan kemajuan teknologi seperti traktor,alat penyemprot dan penyiram tanaman,dan berbagi jenis pastisida yang cukup ampuh untuk memberantas hama.namun di sisi lain penggunaan pastisida yang berlebihan juga menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup suatu ekosistem.jadi,jelas bahwa perkembangan dan penerapan Iptek tidak selalu membawa dampak positif,namun juga dampak negative.
PEMENANG TIDAK BERHENTI MELAWAN TAKDIR DAN ORANG YANG BERHENTI MELAWAN TAKDIR TIDAK PERNAH MENJADI PEMENANG
Sabtu, 11 Juni 2011
Masalah Lingkungan Hidup
Kamis, 09 Juni 2011
Lima Hukum komunikasi yang efektif
| |||||||||||||
Cara aMembanguan aaaKomunikasi yang Efektif

Keterampilan Terpenting dalam Kepemimpinan
Kemampuan mengembangkan komunikasi yang efektif merupakan salah satu keterampilan yang amat diperlukan untuk pengembangan diri kita baik sebagai pemimpin maupun sebagai anggota sebuah tim. Paling tidak kita harus menguasai empat jenis keterampilan dasar dalam komunikasi, yaitu menulis, membaca (bahasa tulisan), mendengar, dan berbicara (bahasa lisan). Perhatikan, hampir setiap saat kita menghabiskan waktu untuk mengerjakan setidaknya salah satu dari keempat hal itu. Oleh karena itu, kemampuan untuk menguasai keterampilan dasar komunikasi dengan baik mutlak kita perlukan demi efektifitas dan keberhasilan kita.
Menurut Covey, komunikasi merupakan keterampilan terpenting dalam hidup kita. Kita menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk berkomunikasi. Namun, sama seperti kita tidak pernah memperhatikan cara kita bernafas, komunikasi kita anggap sebagai hal yang otomatis terjadi begitu saja. Kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukan komunikasi dengan efektif. Sebagai contoh, kita tidak pernah mempelajari bagaimana menulis efektif, bagaimana membaca cepat dan efektif, bagaiamana berbicara secara efektif, dan bagaimana menjadi pendengar yang baik.
Integritas : Fondasi Utama Komunikasi Efektif
Covey menekankan konsep kesalingtergantungan untuk menjelaskan hubungan antarmanusia. Menurut Covey, unsur terpenting pada komunikasi bukan sekedar pada apa yang kita tulis atau kita katakan, tetapi lebih pada karakter kita dan bagaimana kita menyampaikan pesan itu. Jika pesan yang kita sampaikan di bangun dari hubungan manusia yang dangkal, bukan dari diri kita yang paling dalam, orang lain akan melihat dan membaca sikap kita. Jadi syarat utama dalam komunikasi efektif adalah karakter yang kokoh yang dibangun dari fondasi integritas pribadi yang kuat.
Untuk memperjelas konsep ini, kita bisa menggunakan analogi sistem bekerjanya sebuah bank. Jika kita memdepositokan integritas kita di dalam rekening bank emosi orang lain melalui sopan santun, kebaikan hati, kejujuran, dan memenuhi setiap komitmen kita, berarti kita menambah cadangan kepercayaan orang itu terhadap kita. Kepercayaan orang itu menjadi lebih tinggi. Ketika kepercayaan semakin tinggi, komunikasi pun mudah, cepat, dan efektif.
Dalam hubungan komunikasi yang efektif, kepercayaan merupakan dasar terciptanya teamwork. Kepercayaan ini hanya bisa muncul kalau kita mempunyai integritas, yang mencakup hal hal yang lebih dari sekedar kejujuran. Kalau kejujuran mengatakan kebenaran atau menyesuaikan kata kata kita dengan realitas, integritas menyesuaikan realitas dengan kata kata kita. Integritas bersifat aktif, sedangkan kejujuran bersifat pasif.
Setelah kita memiliki integritas sebagai fondasi utama dalam membangun komunikasi efektif, berikutnya kita perlu memperhatikan Lima Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laes of Effective Communication). Dalam buku Make Yourself A Leader yang ditulis oleh Aribowo Prijosaksono dan Ping Hartono Lima hukum ini dikembangkan dan dirangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi, yaitu REACH, yang berarti merengkuh atau meraih. Pada dasarnya komunikasi adalah upaya kita untuk meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain.
Hukum #1: Respect
Rasa hormat dan saling menghargai (respect) merupakan hukum pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Kita harus ingat bahwa manusia selalu ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita harus mengkritik atau memarahi seseorang, kita bisa melakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaan seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik secara individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.
Menurut Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus. Seorang ahli psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan bahwa prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai. Sifat ini merupakan rasa lapar manusia yang harus dipenuhi (bukan harapan atau keinginan yang bisa ditunda). Lebih jauh Carnegie mengatakan bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya.
Hukum #2: Empathy
Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasarat utama dalam memiliki sifat empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.
Secara khusus Covey menempatkan kemampuan mendengarkan sebagai salah satu dari tujuh kebiasaan manusia yang sangat efektif. Covey mnyebutnya sebagai komunkasi empatik, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti. Kita perlu memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu untuk dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan dalam membangun sinergi dengfan orang lain.
Rasa empati akan memampukan kita untuk menyampaikan pesan (message). Cara dan sikap empati juga akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerima pesan yang kita sampaikan.
Dalam komunikasi untuk membangun kerjasama tim, rasa empati sangat memegang peranan. Dengan empati kita bisa memahami perilaku anggota tim kita, seperti kebutuhan, keinginan, minat, harapan, dan kesenangan mereka. Rasa empati akan menimbulkan respek. Rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.
Dalam membangun komunikasi dengan empati, kita harus mempunyai kemampuan untuk mendengar dan siap menerima masukan apa pun dengan sikap positif. Banyak di antara kita yang tidak mau mendengarkan saran, apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan.
Hukum #3: Audible
Pesan yang kita sampaikan harus audible, artinya pesan dapat diterima dan dimengerti oleh penerima pesan dengan baik. Untuk itu, pesan bisa disampaikan melalui berbagai media, seperti alat bantu audio visual.
Dari sisi media untuk penyampaian pesan, penggunaan teknologi bisa membantu melipatgandakan pancaran sinyal pesan yang kita sampaikan sehingga pesan bisa diterima oleh jauh lebih banyak orang. Sebagai contoh dengan menggunakan media internet, kita bisa berkomunikasi dengan mudah dan murah kepada banyak orang.
Hukum #4: Clarity
Hukum keempat dalam membangun komunikasi yang efektif adalah pesan yang kita sampaikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berlainan. Pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana.
Clarity dapat pula berarti keterbukaan. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap transparan sehingga dapat menimbulkan rasa percaya dari penerima pesan atau anggota tim kita. Keterbukaan akan mencegah timbulnya sikap saling curiga yang akan menurunkan semangat dan antusisme tim kita.
Hukum #5: Humble
Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama, yaitu respect. Untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Sikap rendah hati adalah sikap yang penuh melayani, sikap menghargai, mau mendengar dan menerima kritik, tidak sombong, tidak memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar.
Jika kita membangun komunikasi berdasarkan pada lima hukum pokokkomunikasi yang efektif ini, kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal yang dapat membangun jaringan hubungan dengan orang lain dengan penuh penghargaan (respect), karena hal inilah yang dapat membangunhubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan saling menguatkan.
1
/ 32
Reading should be social! Post a message on your social networks to let others know what you're reading. Select the sites below and start sharing.
Set your preferences for next time...Choose 'auto' to readcast without being prompted.
Share & Embed
Iel~v ~lernyvequ
Fhdydfqny I~e`aelg ER
C dl~ved adl @elgm~lgdl Hea~z
d gyk~z 4―v v~icevvekl
q~n, 42qh Vnzq 9::8
:7 Zdo ?
Veqe Mhdey~llevd H
Fhelqud Anwe
Veqe Hdody
Anvqyed l d
Dvqyenvd Dayedld
Leqd U~dleqd
Zydvqhe Z~qye
Znqd Mklvnz " Zkmkm Idhdvdl
Zyk`kg~n
Nqemd @elgm~lgdl Hea~z
(Dlqykzkvnlqevcn, Iekvnlqyev, Nmkvnlqyev%
I~ce 3 Mnvdq~dl Nmkvevqnc
Nmkvevqnc I~ce
(Cdl~ved hdlud vnidgde vd`dh vdq~ `dzevdl
Znydl Cdl~ved udlg Vncdmel Invdy%
Cdl~ved qnyhdadz @elgm~lgdl
(V~ionfq udlg Inyznydl Vnidgde Znlgn`k`d%
Zdhdc Cnlgnlde @elgm~lgdl
Qnkye#qnkye nqemd `elgm~lgdl
An`dzdl Zyelvez Annz Nfk`kgu?
Mna~a~mdl Qnzdq Cdl~ved adl @elgm~lgdl Hea~z%
Nlreyklqcnlq dq Evv~nv, Hdm Dvdve @elgm~lgdl Hea~z,
Cdl~ved adl Myevev Nmk`kge
Znkz`n/ Vzkmn Dik~q
Ecz`ncnlqdve adl Yn nmve Aeye (~c~c, znyvkld`, dmqeffl v vkved`%
Vecz~`dl
ZNQD MKLVNZ
ZKMKM IDHDVDL
Cdqnye Zncdhdcdl ? (qnkye% qnlqdlg `elgm~lgdl hea~z
Cdhdvevwd adzdq cnlon`dvmdl znyinaddl ininydzd qnkye nqemd `elgm~lgdl
adl mklvnm~nlvelud qnyhdadz
Akvnl cncelqd vdq~ dqd~ a~d mn`kczkm cnczynvnlqdvemdl mnyod
mn`kczkm cnynmd
I~ce vnidgde vdq~ mnvdq~dl nmkvevqnc
Mnvdq~dl cdl~ved anlgdl `elgm~lgdl hea~zlud
Cnlgncidlgmdl zdhdc udlg qnzdq qnlqdlg `elgm~lgdl hea~z
Ynb`nmve qnyhdadz bnlkcnld mny~vdmdl d`dc inyadvdymdl qnkye nqemd
`elgm~lgdl hea~z
D`dc udlg eladh adl `nvqdye cny~zdmdl odceldl idge mn`dlgv~lgdl hea~z
cdl~ved adl vngd`d `dzevdl mnhea~zdl udlg dad ae ad`dclud ^lq~m cnlodcel
mn`dlgv~lgdl hea~z meqd adl gnlnydve cnladqdlg aehdydzmdl dgdy qnqdz
cnce`me mnhe~zdl adl `elgm~dl ad`dc v~dvdld udlg idem adl cnlunldlgmdl,
idludm hd` ae`dm~mdl ~lq~m cnlodcel mn`dlgv~lgdl hea~z d`dc vncnvqd,
vnqeadmlud meqd hdy~v cny~idh vemdz ad`dc cncdladlg adl cnczny`dm~mdl
d`dc vnidgde hd` i~mdl vnidgde v~ciny mnmduddl udlg vedz aenmvz`keqdve,
mdzdl adl ae cdld vdod
Wd`d~z~l d`dc qeadm cnce`eme mnelgeldl adl mncdcz~dl dmqeb#nmvz`keqdqeb
qnyhdadz cdl~ved, zny`dhdl qdze zdvqe, dzd udlg qnyodae zdad d`dc, `dlgv~lg
dqd~ qeadm `dlgv~lg, dmdl qnydvd znlgdy~hlud idge mnhea~zdl cdl~ved
@elgm~lgdl udlg eladh adl `nvqdye dmdl cncidwd znlgdy~h zkveqeb idge
mnvnhdqdl adl idhmdl mnvn`dcdqdl cdl~ved Ingeq~z~l vnid`emlud, `elgm~lgdl
udlg y~vdm adl qnydlfdc z~ldh, dmdl cncidwd znlgdy~h i~y~m idge
mnhea~zdl cdl~ved
Cnl~y~q v~yrnu Nlreyklcnlqd` Znybkycdlfn Elanx (NZE% 9::8 adye ^lernyveqdv
Ud`n, Elaklnved mele inydad ae ~y~qdl mn#4:9 adye 415 lngdyd udlg inywdwdvdl
`elgm~lgdl, vnadlgmdl Cd`duved cnlnczdqe znyelgmdq 92, od~h ae dqdv
Elaklnved
Cnlgnlde znlgn`k`ddl `elgm~lgdl udlg inldy, aezny`~mdl wdwdvdl cnlgnlde
zncidlg~ldl veve nmk`kge ~lq~m zncidlg~ldl inymn`dlo~qdl Cdl~ved
Elaklnved aedo~ymdl inyhnlqe cnludmeqe d`dc dqd~ zny~vdmdl `elgm~lgdl hea~z
`dellud, mnc~aedl inyvdcd zncnyelqdh, cnlgnvdhmdl znydq~ydl `dydlgdl
zny~vdmdl `elgm~lgdl hea~z Hd` udlg qdm md`dh znlqelglud, inyvemdz o~o~y adl
qeadm cnlnyecd ~dlg v~dz adye zny~vdhddl udlg cnlfkid ~lq~m cny~vdm
`elgm~lgdl hea~z Hd` ele aemdynldmdl, idgdecdldz~l o~gd, dldm f~f~
Elaklnved ldlqelud o~gd cnci~q~hmdl `elgm~lgdl hea~z udlg `nieh idem
(V~`qdl Hdcnlgm~ I~wklk EX, Okgodmdyqd, 99 Dg~vq~v 9::8=h q q z ? + +
InyeqdLNQfkc+%
ZYK@KG^N
Vn`dlo~qlud, Vdyqemd Dg~vqel ad`dc dyqemn` )Ze`eh Cdld, Cdo~ dqd~ @elgm~lgdl
Hea~z Y~vdm ;) (Gkkg`n#Dld`eqem, 9::8%, Vddq ele mny~vdmdl `elgm~lgdl adl
zk`~ve v~adh vnancemedl dm~q, idhmdl qny~v inyqdcidh zdydh Aevecz~`mdl
vnfdyd vecz`evqev, inlq~m mny~vdmdl adl qelgmdq znlfncdydl zdad elqelud
aevnidimdl k`nh mncdo~dl zncidlg~ldl ela~vqye adl qnmlk`kge udlg qeadm
vnidlaelg anlgdl ~zdud zn`nvqdyedl `elgm~lgdl Znydldl lngdyd#lngdyd cdo~
ad`dc cnlu~cidlg znlfncdydl adl mny~vdmdl `elgm~lgdl hea~z vdlgdl
invdy
Mnvnecidlgdl d`dc zny`~ aefezqdmdl ~lq~m cnlodcel vem`~v mnhea~zdl
inyidgde cdfdc cdmh`~m ae i~ce ele, dzdmdh eq~ iny~zd q~ci~h#q~ci~hdl,
hnwdl dqd~ ieldqdlg qnycdv~m ae ad`dclud cdl~ved Ie`d `elgm~lgdl d`dc
mnhe`dlgdl mnvnecidlgdl, znyz~qdydl vem`~v dmdl qnyz~q~v adl yndmve d`dc
dmdl c~lf~` iny~zd inlfdld ae cdldcdld Vnidi, ad`dc `elgm~lgdl hea~z
qnyadzdq inycdfdc#cdfdc vem`~v udlg vd`elg inymdeqdl anlgdl inycdfdc#
cdfdc cdmh`~m adl inlad d`dc Inyadvdymdl hd` qnyvni~q ae dqdv on`dv`dh
idhwd zncnyelqdh vnidgde zncngdlg mnm~dvddl ad`dc znlgn`k`ddl
`elgm~lgdl hea~z udlg dlqdyd `del cnlgncidl b~lgve znlgdq~ydl, zncielddl,
znyeeldl adl znlgdwdvdl ad`dc znlgn`k`ddl `elgm~lgdl hea~z cncngdlg
znydldl udlg vdlgdq znlqelg
@elgm~lgdl dad`dh mkcieldve dlqdyd mklaeve bevem udlg cnlfdm~z mndaddl
v~ciny adud d`dc vnznyqe qdldh, dey, nlnyge v~yud, celnyd`, vnyqd b`kyd adl
bd~ld udlg q~ci~h ae dqdv qdldh cd~z~l ae ad`dc `d~qdl,anlgdl mn`ncidgddl
udlg cn`ez~qe fezqddl cdl~ved vnznyqe mnz~q~vdl idgdecdld cnlgg~ldmdl
`elgm~lgdl bevem qnyvni~q Anlgdl mdqd `del, `elgm~lgdl cny~zdmdl v~ciny
znlghdve` adye vnqedz hd` udlg ae i~q~hmdl cdl~ved ~lq~m cnl~lodlg
mni~q~hdl hea~z adl vnidgde qdczdq inymncidlg iedm adyezdad cdmh`~m hea~z
qny~qdcd cdl~ved
:7ZDO+Cdl~ved adl @elgm~lgdl Hea~z+Vnz 42, 9::8
Nqemd @elgm~lgdl Hea~z
Vemdz adl znye`dm~ vnvnkydlg qnyhdadz vnv~dq~ vdlgdq aeqnlq~mdl k`nh
idgdecdld zdladlgdl vnvnkydlg qnyhdadz vnv~dq~ eq~ Hd` qnyvni~q iny`dm~
~lq~m idludm hd`, qnycdv~m cnlgnlde h~i~lgdl cdl~ved anlgdl d`dc
`elgm~lgdllud Cdl~ved cnce`eme zdladlgdl qnyqnlq~ qnyhdadz d`dc, ae cdld
zdladlgdl eq~ qn`dh cnlodae `dladvdl idge qeladmdl adl znye`dm~ cdl~ved
qnyhdadz d`dc Zdladlgdl qnyvni~q aeidhdv ad`dc qegd qnkye ~qdcd, udlg
aemnld` vnidgde Vhd``kw Nlreyklcnlqd` Nqhefv, Elqnycnaedqn
Nlreyklcnlqd` Nqhefv,a d l Annz Nlreyklcnqd` NqhefvMnqegd qnkye ele
aemnld` o~gd vnidgde Dlqykzkvnlqevcn, Iekvnlqyevcn, adl Nmkvnlqyevcn
Dlqykzkvnlqevcn
Aeldcdmdl inyadvdymdl mdqd dlqykzkv 3 cdl~ved, dad`dh v~dq~
zdladlgdl udlg cnlnczdqmdl cdl~ved vnidgde z~vdq adye vevqnc
d`dc vncnvqd Zdladlgdl ele inyeve zncemeydl idhwd vngd`d mnieodmdl
udlg aedcie` cnlgnlde `elgm~lgdl hea~z hdy~v aele`de inyadvdymdl
cdl~ved adl mnznlqelgdllud Mdynld z~vdq zncemeydl dad`dh cdl~ved,
cdmd mnieodmdl qnyhdadz d`dc hdy~v aedydhmdl ~lq~m cnlgdiae zdad
mnznlqelgdl cdl~ved
D`dc ae`ehdq hdlud vnidgde kionm, d`dq adl vdydld idge zncnl~hdl
mni~q~hdl adl mnznlqelgdl cdl~ved Anlgdl ancemedl d`dc ae`ehdq
qeadm cncz~lude le`de ad`dc aeyelud vnlaeye D`dc aezdladlg adl
aezny`dm~mdl hdlud vnidgde d`dq idge znlfdzdedl q~o~dl cdl~ved
Aeq~a~h vnidgde vd`dh vdq~ znlunidi idge qnyodaelud myevev `elgm~lgdl
hea~z Zdladlgdl ele`dh udlg qn`dh cnlunidimdl cdl~ved inydle
cn`dm~mdl qeladmdl nmvz`keqdqeb qnyhdadz d`dc, anlgdl cnlg~ydv
mnmduddl d`dc ance mnznlqelgdllud Wd`d~ idludm myeqem ae`klqdymdl
qnyhdadz qnkye dlqykzkvnlqyevcn, ldc~l vninldylud dyg~cnl udlg dad
ae ad`dclud f~m~z vnidgde `dladvdl udlg m~dq idge znlgncidlgdl
vemdz mnzna~`edl qnyhdadz d`dc Cdl~ved cnci~q~hmdl `elgm~lgdl
hea~z udlg idem, cdmd ance mnznlqelgdl hea~zlud, cdl~ved cnce`eme
mnwdoeidl cncn`ehdyd adl cn`nvqdyemdl d`dc `elgm~lgdllud
:7ZDO+Cdl~ved adl @elgm~lgdl Hea~z+Vnz 42, 9::8
Dlqykzkvnlqyevcn inyvebdq elvqy~cnlqd`ev, ae cdld zk`d h~i~lgdl
cdl~ved anlgdl d`dc hdlud qnyidqdv zdad yn`dve elvqy~cnlqd` vncdqd
D`dc ae`ehdq vnidgde d`dq idge zncnl~hdl mni~q~hdl adl mnznlqelgdl
cdl~ved Md`d~z~l cdl~ved inyvebdq znya~`e qnyhdadzd d`dc, hd` eq~
ae`dm~mdl vncdqd#cdqd ance cnlodcel mni~q~hdl adl mnznlqelgdl
hea~z cdl~ved, adl i~mdl dqdv znyqecidlgdl idhwd d`dc cncz~lude
le`de zdad aeyelud vnlaeye Qnkye ele on`dv inyvebdq ngkevqev mdynld hdlud
cnlg~qdcdmdl mnznlqelgdl cdl~ved Eq~`dh vnidilud qnkye ele
aedlggdz vnidgde vni~dh nqemd `elgm~lgdl udlg adlgmd` adl vnczeq
(vhd``kw nlreyklcnlqd` nqhefv%
Dlqykzkvnlqyevcn inyvebdq qnk`kgev mdynld znyqecidlgdl udlg aedcie`
~lq~m znya~`e qnyhdadz d`dc aeadvdymdl zdad dmeidq adye qeladmdl eq~
idge mnznlqelgdl cdl~ved Qnkye dlqykzkvnlqevcn qn`dh qn`dh aeq~a~h
vnidgde vd`dh vdq~ znlunidi idge qnyodaelud myevev `elgm~lgdl hea~z
Zdladlgdl ele`dh udlg qn`dh cnlunidimdl cdl~ved inydle cn`dm~mdl
qeladmdl nmvz`keqdqeb qnyhdadz d`dc, anlgdl cnlg~ydv mnmduddl d`dc
ance mnznlqelgdllud
Wd`d~ idludm myeqem ae`klqdymdl qnyhdadz qnkye dlqykzkvnlqyevcn,
ldc~l vninldylud dyg~cnl udlg dad ae ad`dclud f~m~z vnidgde
`dladvdl udlg m~dq idge znlgncidlgdl vemdz mnzna~`edl qnyhdadz
d`dc Cdl~ved cnci~q~hmdl `elgm~lgdl hea~z udlg idem, cdmd ance
mnznlqelgdl hea~zlud, cdl~ved cnce`eme mnwdoeidl cncn`ehdyd adl
cn`nvqdyemdl d`dc `elgm~lgdllud
Iekvnlqyev
Iekvnlqyevcn dad`dh v~dq~ zdladlgdl udlg cnlnczdqmdl d`dc
vnidgde udlg cncz~lude le`de ad`dc aeyelud vnlaeye, `nzdv adye
mnznlqelgdl cdl~ved Anlgdl ancemedl, iekvnlqyevcn cnlk`dm qnkye
dlqykzkvnlqyevcn udlg cnludqdmdl idhwd hdlud cdl~ved`dh udlg
cncz~lude le`dead`dc aeyelud vnlaeye Qnkye iekvnlqyevcn inyzdladlgdl
idhwd cdmh`~m hea~z i~mdl hdlud cdl~ved vdod
:7ZDO+Cdl~ved adl @elgm~lgdl Hea~z+Vnz 42, 9::8
Dad idludm hd` adl onlev cdmh`~m udlg cnce`eme mnhea~zdl Zdladlgdl
iekvnlqyevcn cnladvdymdl ckyd`eqdv zdad mn`~h~ydl mnhea~zdl, nlqdh
zdad cdl~ved dqd~ zdad cdmh`~m hea~z `dellud Mdynld udlg cnlodae
z~vdq znyhdqedl adl elgel aein`d ad`dc qnkye ele dad`dh mnhea~zdl, cdmd
vnfdyd ckyd` iny`dm~ zyelvez idhwd vnqedz mnhea~zdl ae c~md i~ce ele
cncz~lude le`de ckyd` udlg vdcd, vnhelggd hdy~v ae`ela~lge adl
aevn`dcdqmdl K`nh mdynld eq~, mnhea~zdl vnqedz cdmh`~m hea~z zdlqdv
aeznyqecidlgmdl vnfdyd vnye~v ad`dc vnqedz mnz~q~vdl adl qeladmdl
ckyd`, idhmdl `nzdv adye znyqecidlgdl ~lq~lg#y~ge idge mnznlqelgdl
cdl~ved
Iekvnlqyevcn cnlnmdlmdl mnwdoeidl qnyhdadz d`dc inyv~ciny adye
znyqecidlgdl idhwd mnhea~zdl dad`d vnv~dq~ udlg inyle`de, idem
mnhea~zdl cdl~ved cd~z~l vznvenv `del ae i~ce ele Iekvnlqyevcn
cn`ehdq d`dc adl vn`~y~h evelud cncz~lude hdymdq adl le`de ad`dc
aeyelud vnlaeye D`dc cncz~lude le`de o~vqy~ mdynld dad mnhea~zdl udlg
qnymdla~lg ae ad`dclud Cdl~ved ae`ehdq vnidgde vd`dh vdq~ idgedl vdod
adye mnvn`~y~hdl mnhea~zdl udlg dad ae i~ce, adl i~mdl cny~zdmdl
z~vdq adye vn`~y~h d`dc vncnvqd Cdmd vnfdyd iek`kgev cdl~ved qeadm dad
inadlud anlgdl cdmh`~m hea~z `dellud
Qnkye iekvnlqyevcn aevni~q o~gd elqnycnaedqn nlreyklcnlqhd` nqhefv,
hdy~v aecnlgnyqe anlgdl idem, mh~v~vlud cnludlgm~q mna~a~mdl
cdl~ved adl cdmh`~m hea~z udlg `del ae i~ce ele Zdad elqelud qnkye
iekvnlqyevcn inyz~vdq zdad mkc~leqdv iekqev adl vn`~y~h mnhea~zdl
udlg dad ae ad`dclud Cdl~ved qeadm cnlgkyidlmdl mnhea~zdl `dellud
ingeq~ vdod dqdv advdyd zncdhdcdl idhwd d`dc adl vngd`d evelud qeadm
inyle`de ad`dc aeyelud vnlaeye
:7ZDO+Cdl~ved adl @elgm~lgdl Hea~z+Vnz 42, 9::8
Nmkvnlqyev
Zdladlgdl ele aeadvdymdl zdad zncdhdcdl idhwd vnfdyd nmk`kgev,
idem cdmh`~m hea~z cd~z~l inlad#inlad diekqem vd`elg qnymdeq vdq~
vdcd `del Dey ae v~lgde, udlg qnycdv~m diekqem, vdlgdq cnlnlq~mdl
idge mnhea~zdl udlg dad ae ad`dclud ^adyd, wd`d~z~l eadm qnycdv~m
cdmh`~m hea~z, ldc~l vdlgdq cnlnlq~mdl idge mn`dlgv~lgdl vn`~y~h
cdmh`~m hea~z Adl ingeq~ vnqny~vlud Odae nmkvnlqyencn vn`del vnod`dl
anlgdl iekvnlqyevcn ‖ ae cdld mna~dlud vdcd#vdcd cnlnlqdlg
zdladlgdl dlqykzkvnlqyevcn ‖ o~gd cnlfdm~z mkc~leqdv udlg `nieh
`~dv, udmle mkc~leqdv nmk`kgev vn`~y~hlud Odae nmkvnlqyevcn cnl~lq~q
qdlgg~lg odwdi ckyd` udlg vdcd ~lq~m vn`~y~h ynd`eqdv iek`kgev
Nmkvnlqyevcn, aevni~q o~gd annz nlreyklcnlqd` nqhefv Znyhdqedl adye
qnye ele i~mdl hdlud inyz~vdq zdad cdl~ved cn`delmdl zdad cdmh`~m
hea~z vn`~y~hlud ad`dc mdeqdl ad`dc ~zdud cnlgdqdve znyvkd`dl
`elgm~lgdl hea~z Cdl~ved i~mdl `dge z~vdq adye a~led ckyd`A n n z
nfk`kgu cncl~vdqmdl znyhdqedl mnzdad vnc~d cdmh`~m hea~z ae i~ce,
i~mdl hdlud ance mnznlqelgdl odlgmd znlanm, cn`delmdl ance
mnznlqelgdl vn`~y~h mkc~leqdv nmk`kge
Annz Nfk`kgu cnlgdl~q zyelvez iekvzhnyef ngk`eqdyedl#evc, udeq~
znlgdm~dl idhwd vn`~y~h kygdlevcn adl cdmh`~m hea~z dad`dh
dlggkqd udlg vdcd vqdq~vlud adye v~dq~ mnvn`~y~hdl udlg qnymdeq
vnhelggd cncz~lude v~dq~ cdyqdidq udlg vdcd Ele cnludlgm~q v~dq~
znlgdm~dl idhwd hdm ~lq~m hea~z adl inymncidlg ~lq~m vnc~d
cdmh`~m (idem hdudqe cd~z~l lkl hdudqe% dad`dh vni~dh hdm ~lrnyvd`
udlg qeadm ievd aedidemdl
Vemdz annz nfk`kgu qnyhdadz `elgm~lgdl vdlgdq on`dv, udeq~ qeadm hdlud
cnc~vdqmdl znyhdqedl zdad adczdm znlfncdydl idge mnvnhdqdl
cdl~ved, qnqdze o~gd zdad mnhea~zdl vnfdyd mnvn`~y~hdl D`dc hdy~v
aezdladlg o~gd adye vnge le`de adl b~lgve i~adud, vkved`, vzeyeq~d`,
cnaev, adl iek`kgev
:7ZDO+Cdl~ved adl @elgm~lgdl Hea~z+Vnz 42, 9::8
I~ce 3 Mnvdq~dl Nmkvevqnc
Zncdhdcdl udlg vncdmel idem adl cnladvdy qnlqdlg d`dc dmdl vdlgdq
cncidlq~ cdl~ved cnludadyde mnwdoeidl adl qdlgg~lg odwdilud idge
zn`nvqdyedl `elgm~lgdl hea~zlud vnlaeye Vemdz qnyhdadz `elgm~lgdl o~gd
cny~zdmdl vemdz udlg vnfdyd `dlgv~lg dqd~ qdm `dlgv~lg, vdady dqd~ qeadm
vdady, aedydhmdl zdad aeye vnlaeye adl ~cdq cdl~ved vn`~y~hlud Hd` qnyvni~q
qnyodae mdynld i~ce cny~zdmdl v~dq~ mndlnmdydgdcdl hdudqe udlg vd`elg
inygdlq~lg vdq~ anlgdl udlg `dellud ?
Nmkvevqnc I~ce
Ae ad`dc i~ce cnlgdla~lg inyidgde `dzevdl mnhea~zdl, udlg ad`dc
mniny`dlgv~lgdllud vd`elg qnymdeq vdq~ vdcd `del Mnvn`~y~hdl `dzevdl
mnhea~zdl qnyvni~q aevni~qi ek v b n y (iekv 3 hea~z, vzhnyn 3 ik`d% udlg qnyaeye
adye idludm nmkvevqnc udlg qdm qnyheq~lg o~c`dhlud Nmkvevqnc (kemkv 3
y~cdh, vuvqncd 3 mnvn`~y~hdl% aecdmv~a vnidgde ~lv~y mnhea~zdl vni~dh
`elgm~lgdl (kygdlevcn%, udlg cny~zdmdl vni~dh vevqnc, udmle v~dq~
mnvn`~y~hdl udlg qnyaeye dqdv idgedl udlg vd`elg qnymdeq, adl vd`elg
cncznlgdy~he Vnc~d nmkvevqnc cnlfdm~z vn`~y~h inlq~m mnhea~zdl udlg
dad ae ad`dclud, udlg vd`elg inyelqnydmve vdq~ vdcd `del
Cdl~ved hdlud vnidgde vd`dh vdq~ `dzevdl
Wd`d~z~l cdl~ved cny~zdmdl cdmh`~m udlg zd`elg cdo~, udlg cnce`eme
dmd` i~ae adl mnhnladm inidv, ldc~l cdl~ved hdlud cny~zdmdl vd`dh vdq~
`dzevdl mnhea~zdl udlg iny`dlgv~lg ae i~ce ele, adl qeadm `nieh adye eq~
Cdl~ved adzdq cncznlgdy~he `elgm~lgdllud, adl vnid`emlud, `elgm~lgdl
o~gd zdvqe cncznlgdy~he cdl~ved Md`d~ `elgm~lgdl y~vdm cdmd mnhea~zdl
cdl~ved dmdl qnydlfdc, adl zdad dmheylud ievd z~ldh
Manusia Dan Lingkungan Hidup
DownloadPrintMobileCollectionsReport Document
Report this document?
Please tell us reason(s) for reporting this documentInfo and Rating
Reads:
169,301
Uploaded:
10/01/2008
Category:
Rated:
199 Ratings()
Character Building IV Bab 2. Manusia dan Lingkungan Hidup
Share & Embed
Related Documents
Print this document
High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).Add this document to your Collections
This is a private document, so it may only be added to private collections.
Finished? Back to Document
Sign up
Use your Facebook login and see what your friends are reading and sharing.
Other login options
Login with FacebookSignup
Why Sign up?
| Discover and connect with people of similar interests. | |
| Publish your documents quickly and easily. | |
| Share your reading interests on Scribd and social sites. | |
Login Successful
Now bringing you back...Reset your password
Please enter your email address below to reset your password. We will send you an email with instructions on how to continue.
- About
- Press
- Blog
- Partners
- Scribd 101
- Web Stuff
- Scribd Store
- Support
- FAQ
- Developers / API
- Jobs
- Terms
- Copyright
- Privacy
Choose the language in which you want to experience Scribd:
scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd.
Langganan:
Postingan (Atom)
Commenting has been disabled.