Minggu, 26 Agustus 2018

ESES SEORANG PENGUSAHA




ESES Seorang  Pengusaha…
Ketika orang lain baru mulai bekerja, aku sudah menyelesaikan ¼ dari pekerjaanku hari itu. Tetapi ketika orang lain selesai dengan pekerjaannya, aku baru menyelesaikan ¾ dari pekerjaanku.

ESES Seorang  Pengusaha…
Aku bekerja 2 kali lebih banyak dari yang dilakukan orang lain, bukan karena ada yang  menyuruh aku melakukannya. Bukan pula karena aku harus melakukannya, tetapi karena aku memang senang melakukannya.

ESES Seorang  Pengusaha…
Ketika akhir bulan tiba, orang-orang lain yang bekerja umumnya gembira menerima upah dari pekerjaannya. Akupun gembira, tetapi bukan karena menerima upah dari pekerjaanku – karena aku masih mampu membayar upah para bekerja.

ESES Seorang  Pengusaha…
Ketika segala sesuatunya tidak berjalan semestinya, orang lain bisa menyalahkan atasannya, bisa menyalahkan system, bisa menyalahkan pasar, bisa menyalahkan krisis dan bahkan bisa menyalahkan cuaca. Tidak demikian denganku, the buck stops here – nobody else to blame, semua masalah menjadi tanggung jawabku – tidak ada orang lain yang patut disalahkan.

ESES Seorang  Pengusaha…
Ketika orang lain melihat masalah di sekitar mereka, aku melihatnya peluang untuk diatasi. Ketika orang lain melihat sampah, aku melihatnya bahan baku untuk industri.

ESES Seorang  Pengusaha…
Ketika orang lain sibuk untuk menabung kelebihan uang mereka, aku juga selalu sibuk untuk mencari solusi bagaimana mendanai berbagai ide usaha. Orang lain mendapat bagi hasil yang pasti, tidak demikian dengan dana usahaku – tidak ada yang bisa memberikan jaminan yang pasti.

ESES Seorang  Pengusaha…
Di akhir pekan, di hari liburan – orang lain bisa sepenuhnya istirahat dengan melupakan segala persoalan pekerjaannya. Tidak demikian denganku, tidak ada waktu untuk berlibur dari tanggung jawab – aku harus tetap siaga dimanapun aku berada.

ESES Seorang  Pengusaha…
Ketika orang lain berlibur adalah berlibur – tidak ada yang boleh mengganggunya, kadang aku-pun ber –‘libur’ tetapi bukan untuk berlibur – aku mencari peluang dengannya.

ESES Seorang  Pengusaha…
Di akhir malam, ketika orang lain berdoa untuk mendapatkan pekerjaan, jabatan yang baik dan karir yang cemerlang nanti. Akupun berdoa untuk mampu menjaga amanah, untuk diberi dan dipertemukan dengan orang-orang yang jujur – adil – dan hati-hati agar tidak ada rasa bimbang di hati.

ESES Seorang  Pengusaha…
Orang lain akan pensiun pada waktunya, menikmati hari tua dengan dana pensiunnya atau dengan tunjangan hari tuanya. Tidak denganku, usia tidak menghalangiku untuk tetap bekerja, dana pensiun dan tunjangan hari tua-ku telah habis ketika aku membutuhkan modal usaha.

ESES Seorang  Pengusaha…
Ketika istri-istri orang lain sibuk mengelola penghasilan para suami mereka, istriku-pun sibuk – bukan untuk mengelola penghasilanku, tetapi untuk ikut berusaha dan menjaga agar orang lain tetap bisa bekerja.

ESES Seorang  Pengusaha…
Ketika anak-anak orang lain mendapatkan jatah uang saku bulanannya, anak-anakku harus bekerja untuk memperoleh uang sakunya. Bagi anak-anakku, uang saku bukan something to be given (sesuatu yang harus diberikan) kepada mereka, tetapi something to be earned (sesuatu yang harus diusahakan) oleh mereka.

ESES Seorang  Pengusaha…
Satu demi satu usaha terus aku rintis, bukan karena aku ingin terus bertambah kaya – karena memang ternyata tidak semuanya berbuah hasil. Tetapi karena aku memang senang melakukannya, untuk tetap bisa berbuat adil.

ESES Seorang  Pengusaha…
Aku tahu domainku hanya untuk berusaha dan bekerja dengan senang, masalah hasil adalah domain dan kuasa dari Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku hanyalah pelaku, Dia-lah Sang Penentu.

ESES Seorang  Pengusaha…
Karenanya, tidak patut aku berbangga dengan hasil usaha, tetapi syukurku yang terus aku panjatkan atas kesempatan yang telah diberikanNya kepadaku  untuk tetap bisa berusaha. Karena aku seorang pengusaha, tugasku hanya berusaha …

PENGUSAHA ITU ESES





PENGUSAHA ITU ESES, Ketika orang lain MASIH terlelap, aku sudah berkeringat.
Ketika orang lain SUDAH terlelap, aku masih bersemangat
Apakah aku lelah? Tidak, karena kulakukan dengan penuh HASRAT.

PENGUSAHA ITU ESES, Ketika orang bahagia menerima gaji, aku bahagia karena bisa MEMBAYAR GAJI.
Ketika orang lain sibuk menyalahkan orang lain karena bisnis tak sesuai rencana, aku SIBUK BELAJAR agar bisnisku terus bersinar.

PENGUSAHA ITU ESES, Ketika orang lain melihat MASALAH, aku melihatnya di situ ada PELUANG.
Ketika orang lain melihat SAMPAH, aku melihatnya itu bisa menjadi UANG.

PENGUSAHA ITU ESES, Ketika orang lain sibuk menjaga GENGSI, aku sibuk menyiapkan produk atau jasa yang meningkatkan gengsi. Namun, ketika orang lain sibuk ditagih KARTU KREDIT aku justru ditawari banyak kredit dari berbagai lembaga keuangan.

PENGUSAHA ITU ESES, Ketika istri orang lain sibuk mengatur KEUANGAN , istriku justru membanyak belanja untuk menambah barang DAGANGAN.

PENGUSAHA ITU ESES, Ketika orang lain sibuk mencari LEMBURAN, aku sibuk mencari tempat untuk LIBURan

PENGUSAHA ITU ESES, Ketika orang lain takut saat usia PENSIUN, saat itu justru aku sedang amat BAHAGIA karena bisnisku telah menggurita.
Saat usia sudah senja orang lain masih sibuk dengan urusan DUNIA, aku sudah amat sibuk menggapai cinta dari SANG MAHA.

PENGUSAHA ITU ESES, Kelak aku ingin bersanding dengan para saudagar sahabat NABI, di kehidupan yang ABADI.
Akupun ingin mengajak Anda yang membaca tulisan ini, bermain-main di taman SURGAWI. Mau?

ESES SATU ITULAH PENGUSAHA




Seribu jadi satu juta
Satu juta jadi satu milyar
Satu Milyar jadi satu trilyun
Satu Trilyun jadi bangkrut
ESES SATU Itulah Pengusaha

Modalnya adalah dengkulnya
Tak punya dengkul pun,
bisa pinjem dengkul orang lain.
Pengalaman kerjanya adalah,
Tak pernah melamar pekerjaan
Keberaniannya adalah optimisme
terhadap duitnya orang lain
ESES SATU Itulah Pengusaha

Kemandirian adalah jiwanya.
Memulai usaha sendiri
Mengangkat dirinya sendiri
jadi direktur di perusahaannya sendiri
menjual barangnya sendiri
tidak laku ya dibeli sendiri
ESES SATU Itulah Pengusaha

Perjuangan adalah hari-harinya
Hutang adalah darahnya
Keuntungan adalah keringatnya
Tak berhutang hidup pun terasa hampa
baginya berhutang pun tetap mulia
ESES SATU itulah Pengusaha

Hidungnya panjang
Matanya tajam
Senyumnya mekar
Telinganya lebar
ESES SATU Itulah Pengusaha

Jumat, 24 Agustus 2018

UKHTI Siri'NaPacce ZAMAN NOW





Ukhti Siri'NaPacce' Zaman now.
Bukan cantik
wajahmu yang dilihat.
Tetapi kecantikan konsistenmu dalam menjaga sholatmu.

Ukhti Siri'NaPacce' Zaman now.
Bukan pesona tubuhmu yang dinilai.
Tetapi pesona komitmen hijab syar'imu di dunia nyata dan mayamu.

Ukhti Siri'NaPacce' Zaman now.
Bukan banyaknya kebaikanmu yang dihitung.
Tetapi kebaikan niat bismillahmu harus menjadi kebiasaanmu.

Ukhti Siri'NaPacce' Zaman now.
Bukan suara indahmu yang didengar.
Tetapi yang didengar adalah bahasa suara dakwah mu.

Ukhti Siri'NaPacce' Zaman now.
Bukan keahlianmu berbicara mu yang dirasa.
Tetapi yang dirasa adalah keteladanmu yang berbicara pada orang muda dan orang tuamu.

Ukhti Siri'NaPacce' Zaman now.
Bukan keberanianmu hijrahmu yang dipikir.
Tetapi yang dipikirkan adalah tentang keberanianmu menjaga rasa malumu.

Ukhti Siri'NaPacce' Zaman now.
Bukan kehebatan bergaulmu yang dijempol.
Tetapi yang dijempol adalah kehebatanmu yang tetap bergaul dengan tetap menjaga aqidah dan akhlakmu.

Ukhti siri' na pacce



Kamu seorang ukhti Siri' na Pacce' sejati yang bukan dilihat dari kecantikan paras wajahmu, tetapi dari kecantikan hati yang konsisten menjaga kesucian wudhu dan sholatmu.

Kamu seorang ukhti Siri' na Pacce' sejati yang bukan dilihat dari bentuk tubuhmu yang mempesona, tetapi sejauh mana kamu komitmen dalam menutupi tubuhmu dengan hijab syar'i di dunia nyata dan dunia mayamu.

Kamu seorang ukhti Siri' na Pacce' sejati yang bukan seberapa  banyak kebaikan yang kamu berikan, tetapi selalu bismillah dalam berbuat dan memberikan kebaikan pada orang lain yang menjadi keikhlasan dan kebiasaanmu.

Kamu seorang ukhti Siri' na Pacce' sejati yang bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaramu, tetapi menda'wahkan kebenaran Al-Qur'an dan As-sunah adalah bahasa pilihan dan tantanganmu.

Kamu seorang ukhti Siri' na Pacce' sejati yang bukan dilihat keahlianmu berbahasa, tetapi biarkan keteladanmu yang  berbicara kepada orang muda dan orang tuamu.

Kamu seorang ukhti Siri' na Pacce' sejati yang bukan dilihat dari keberanianmu dalam berpakaian hijrah, tetapi sejauh mana keberanianmu mempertahankan prinsip malu dan kehormatanmu.

Kamu seorang ukhti Siri' na Pacce' sejati yang bukan dilihat dari kekhawatiranmu digoda orang di jalan, tetapi dari kekhawatiran  yang mengundang orang jadi tergoda karena pengaruh perkataan dan perbuatanmu.

Kamu seorang ukhti Siri' na Pacce'  sejati yang bukan dilihat dari seberapa banyak dan besar ujian yang kamu jalani, tetapi dari sejauh mana kemampuan menghadapi ujian itu dengan rasa sabar dan syukurmu.

Kamu seorang ukhti Siri' na Pacce' sejati yang bukan dilihat dari seberapa banyak harta yang kamu kuasai, tetapi sudahkah kamu sisihkan harta itu dengan membantu sesamamu manusia dengan kesederhanaan  dan kemudahanmu.

Kamu seorang ukhti Siri' na Pacce' sejati yang bukan dilihat dari sifat supel kamu dalam bergaul, tetapi dari sejauh mana bisa bergaul dengan tetap sejalan  aqidah dan akhlakmu.

Kamis, 23 Agustus 2018

Makassar tetap Makassar


Makassar tetap Makassar.
Tetap teladani  keberanian ayam jantan dari timur Sultan Hasanuddin.
Tetap contohi
Kesufian tuanta salamaka Syekh Yusuf.

Makassar tetap Makassar.
Jangan biarkan perawan desa ditelanjangi di tengah kota.
Jangan biarkan lipa’ sa’be diganti dengan rok mini.
Jangan biarkan Pemuda kerjanya cuma mabuk-mabukan dan berzina.
Jangan biarkan aru tubarania diganti dengan kata sundala'.

Makassar tetap Makassar.
Persaudaraan harus setinggi puncak bawakaraeng.
Persaudaraan harus
setebal kabut malino.
Persaudaraan harus
sederas air terjun bantimurung.
Persaudaraan harus
seputih pasir pantai bira.
Persaudaraan harus
sebiru laut apparalang.
Persaudaraan harus
 seelok pulau kadingareng.
Persaudaraan harus
sekokoh benteng Rotterdam.

Makassar tetap Makassar.
Biarkanlah Lagu anging mammiri  meliuk- liuk.
Biarkanlah Tari pakarena  berlenggak-lenggok.
Biarkanlah Papui - ’pui disuarakan.
Biarkanlah pakiok bunting bersemayam
Biarkanlah Ganrang pakanjara menggelegar.

Ayo beramal Sholeh


Jika syetan tidak bisa jadikan kita jahat, maka syetan akan jadikan kita orang yang malas beramal sholeh. Di hari
raya haji ini, ayo kita beramal sholeh dan kurbankan sifat kebinatangan yang ada pada diri kita yaitu jahat, sombong, riya, serakah, kikir, dan hanya memikirkan dunia. Selamat hari raya idul adha. Mohon maaf lahir dan batin.

Dilangit Makassar



Di langit Makassar
Warna memancar menembus kabut
Di sana ada ribuan cahaya
Yang setia menghias hitam saat hari tenggelam.

Di langit Makassar
Ada rindu tersimpan untuk seorang hamba
Yang jauh rimbanya
Hingga mata ini buta memandangnya.

Di langit Makassar
Bintang bintang menari bersama dingin
Sepi dan sunyi mendukung malam hingga subuh
Menanti sang surya kembali.

Di langit Makassar
Bisa terlihat kerlap- kerlip
Manik langit menyanyi dengan bisu
Menghibur hati hamba yang remuk.

Di langit Makassar
Bintang bulan bersama
Bercengkrama dalam jarak
Hingga jasad takbisa merengkuh.

Di langit Makassar
Bintang mencumbu dingin
Hitam kembali membawa kantuk
Menutup mulut yang terbuka
Membawa ke  mimpi.

Di langit Makassar
Hitam mencekat
Menutup warna
Membawa deru angin.

Di langit Makassar
Mata memandang buram
Jauh di sana terlihat bintang bulan
Bersama hanya saat hitam membayang mata.

Di langit Makassar
Disini menanti di bawah
Menikmati malam hingga larut terbawa
Berdiri di bawah tempat di mana bintang mengoyahkan langit.

Di langit Makassar
Terasa sangat indah
Menusuk mata hingga otak
Keindahannya hanya malam hitam yang punya.

Sabtu, 18 Agustus 2018

ESES KAWAN LAWAN KAWAN



ESES KAWAN LAWAN KAWAN
Mengaku kawan tapi melawan
melawan kawan
kawan melawan
Perkawanan berubah
Perlawanan

ESES KAWAN LAWAN KAWAN
Dulu kawan
Sekarang lawan
lawan Sekarang
Tunggu dulu kawan

ESES KAWAN LAWAN KAWAN
Kawan lawan kawan
Perkawanan jangan berlawanan
Kita kawan harus berkawanan
Kita jangan lawan melawan

ESES KAWAN LAWAN KAWAN
Lupakan lawan kawan
Berlawanan sudah usang
Bergandengan lawan masa mendatang

ESES KAWAN LAWAN KAWAN
Maaf kawan maaf
Semua biar terkenang
Lupakan berlawanan
Mari kawan
Lawan masa depan dengan berkawan

Kamis, 09 Agustus 2018

Mari ke masjid



Kita boleh saja tahu pantai, gunung, dan bukit sebagai tempat terindah bagi pandangan mata. Tapi,  ke Masjid saja dulu! Karena sangat sedikit dari kita yang tahu bahwa masjid adalah tempat terindah dan mendamaikan yang sebenarnya ada di sekitar kita .

Kamu hebat



Kamu hebat jika kamu tetap rendah hati dikala berada diketinggian dan kamu hebat jika kamu tetap percaya diri dikala kamu berada diketerpurukan.

Pembuktian sekarang



Akan ku sambut
Kata-kata pesimismu
Dengan pembuktian
Yang Akan membuatmu percaya.

Ayo ke masjid





Cita-cita  jadi imam! Cita-cita  jadi guru! Cita-cita jadi dokter! Cita-cita jadi tentara! Cita-cita jadi polisi! Cita-cita jadi Presiden! Cita-cita jadi pengusaha! Cita-cita jadi penghapal 30 juz Al-Qur'an.

Itu kata-kata yang masih teringat saat kita masih kecil yang kepolosan, saat dimana kita berbicara cita-cita  masa depan,  dan pada saat juga itu kita masih aktif belajar mengaji di Masjid Al-Amin, yang terletak di Sanrangan.

Ya, masa kecil yang penuh cerita lucu dan mengukir sejuta kenangan, terutama saat kita berlari kesana-kemari, tertawa, bercanda bersama, dan bahkan ada aksi konyol-konyolan.

Tetapi, kini diantara kita sudah ada yang mulai lupa masjid ini atau  masjid yang ada  dimana saja. Apakah karena kita sudah merasa perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki atau perempuan adalah perjalanan ke mesjid?

Jawabannya mungkin sebagian dari kita ada yang sudah menjadi orang kaya yang sudah tidak sanggup berkunjung ke masjid untuk shalat berjamaah.

Jangankan sehari lima waktu, bahkan banyak pula dari kita yang seminggu sekalipun terlupa, tidak jarang pula seumur hidup kita tidak pernah singgah ke masjid lagi. Astagfirullah, mudah-mudahan itu bukan kita!

Ada juga diantara kita yang merasa perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid juga, padahal bisa jadi kita sudah menjadi orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu menemukan masjid.

Walaupun kita sudah mampu mencari ilmu hingga ke universitas di kota Makassar ataupun ke Jakarta , mudah melangkahkan kaki ke Bali, Surabaya  dan ke universitas luar negeri dengan semangat yang membara.

Namun ke masjid tetap saja perjalanan yang tidak mampu kita datangi, padahal kita sudah tamat sekolah SD, SMP, SMA, S1, S2, dan bahkan bertitle S3.

Memang ini perasaan yang sangat menakutkan sebenarnya bagi yang menyadari.  kita merasa perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid.

Padahal kita ini seorang pemuda-pemudi yang kuat dan bertubuh sehat,  yang kadang diantara ada yang mampu menaklukan puncak gunung Bawakaraeng dan Lompobattang pun.

Realita yang ada, kita sering mengeluh ketika kita di ajak ke mesjid, alasan kita pun bermacam-macam,
ada kata "sebentar saja", "santai nikmati masa muda", dan ada juga ucapan merasa tidak nyaman di cap sebagai "orang alim".

Sudah lupakah pesan Guru mengaji di kampung? Guru mengaji kita berpesan,  jangan jadikan perjalanan terjauh dan terberat itu adalah  masjid!

Berbahagialah di antara kita yang bila sejak kecil telah terbiasa dan terus- menerus melangkahkan kaki ke masjid . Karena bagi kita yang tahu mengenai sejauh manapun kita melangkahkan kaki
tidak ada perjalanan yang paling kita banggakan selain perjalanan ke masjid.

Mudah-mudahan dengan mengingat masa kecil kita waktu belajar mengaji di masjid ini atau di masjid mana saja, kita terdorong untuk
mengetahui rahasia
sejati perjalanan ke mesjid.

Perjalanan ke masjid sejatinya adalah perjalanan untuk menjumpai Rabb kita. Perjalanan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw
serta perjalanan yang akan membedakan kita dengan orang-orang yang lupa dengan keberadaan Allah SWT.

Ayo ke masjid! Jangan  biarkan diri kita di didik dengan pemikiran tentang perjalanan dan terberat  itu adalah perjalanan ke mesjid.

Teruslah datang ke masjid jika adzan telah berkumandang. Kita harus lakukan itu,  walaupun kita harus merangkak dalam gelap subuh demi mengenal nikmat Allah SWT yang diberikan kepada kita disetiap waktu.

Selasa, 31 Juli 2018

Beraksilah








Ingin melihat dunia, membacalah.
Ingin dilihat dunia, menulislah.
Ingin memahami dunia, mendengarlah.
Ingin pembeda dunia, berpikirlah.
Ingin menggerakkan dunia, berbicaralah.
Ingin merasakan dunia, berjalanlah
Ingin meraih dunia, beraksilah.
Ingin mengubah dunia, pimpinlah
Ingin mengusai dunia, bermedialah.
Ingin menaklukkan dunia, berimanlah
#supardisaminja

Minggu, 15 Juli 2018

Manusia Sulappa Appa


Dreaming, believing, and making it happen. Itu karakter kamu sebagai Manusia Makassar, Manusia Siri'na pacce, dan sekaligus karaktermu selaku Manusia Sulappa Appa. Kalau ada yang kamu impikan, kalau ada yang kamu mau gapai, harus kamu percaya apa yang kamu mau gapai, harus kamu jangkau apa yang kamu mau gapai.

Kalau mau gapai pulau harapan dibalik fatamorgana, harus mau melepas tambat perahu dari dermaga, mau kehilangan pandangan pantai saat ini, mau kehilangan selimut hangat dipantai itu. Mau mengarungi samudera, mau berhadapan dengan badai dan gelombang.

 Kalau ada badai gelombang menghadangmu, jangan bawa menyamping perahumu! Hadapi badai itu dengan badai tenang! Karena kebenaran melalui cita-citamu adalah bagian dari takdir dari Tuhan yang maha kuasa.

Manusia Siri' na pacce







Selain itu kamu mesti bisa mengatakan dan  mengerjakan sesuatu yang menjadi kekuatan imanmu.

Dan kamu harus mampu menuliskan kata-kata untuk dinikmati oleh orang banyak, bagai secangkir minuman buat dahaga kehidupan. Kamu harus memilih kata sederhana agar tak sulit di cerna, tapi dimengerti.

Kamu harus percaya bahwa kekuatan menulis kata  sebagai bentuk kesaksian terhadap suasana batin yang bergelora, mengekspresikan kejujuran bagi kalbu dan nurani.

Memang, menulis sesuatu kata itu punya hak untuk hidup sebagai lambang kebebasan dan kesejukan dalam situasi hidup yang diwarnai konflik, kekacauan, dan kekerasan.

Mungkin kamu tidak bisa hidup 1.000 tahun lagi, tetapi tulisan Kata-katamu bisa hidup 1.000 tahun lagi dan bahkan sampai lebih dari itu. Karena tulisan Kata-katamu menjadi sangat berarti bagi dirimu dan orang lain.

Tulisan Kata-katamu ini adalah sebuah interpretasi terhadap nilai dan norma yang tumbuh dalam dirimu sebagai manusia Makassar berkarakter siri na pacce .

Terus biasakan dirimu menulis! Tak perlu alasan atau syarat yang mengharuskan kamu seorang sastrawan. Karena mungkin hanya dengan menulis pesanmu sampai, hatimu nyaman, kenanganmu tersimpan, dan 
kamu tidak usah risau dengan kata-katamu dibaca atau tidak baca, suka atau tidak disuka. Yang penting menulislah! Karena mungkin dengan menulis, kamu akan dikenang.

Sekali lagi tulisan kata-katamu harus mengajak  dirimu dan orang banyak untuk bernyanyi tentang keadilan, motivasi, renungan diri sendiri dan orang lain, menegur secara halus tentang perlawanan, dan tentang kedamaian, oh betapa indahnya hidup.

ESES

 


SAYA itu apa yg saya impikan, apa yg saya percaya, dan saya buat itu semua menjadi nyata, itulah SAYA

Ciptakan karaktermu


Ciptakan karaktermu sebelum kamu menjadi pemimpin. Kamu harus menjadi dirimu sendiri, tidak perlu menjelma menjadi apapun. Jangan buang keberanianmu sebab karaktermu terbangun dari sana.

Selamat jalan Ramadhan




Aku masih melihat bangunan itu masih  berdiri kokoh diluar sana. Tetapi, mengapa kamu terlalu cepat  meninggalkanku? Sedangkan aku sendiri masih berdiri disini, belum siap menghadapi perpisahan ini.

Mengingat kemesraan ini  baru saja tercipta, masih ingin kurasakan lebih lama denganmu. Kamu telah banyak mengajari diriku, mendidik jiwaku, dan membimbing hatiku dengan segala lemah-lembutmu dan juga nasehat-nasehat baikmu.

Mengapa berat sekali rasanya hati dan pikiranku  menghadapi perpisahan ini. Sedangkan aku masih saja haus, masih butuh, dan masih ingin terus belajar mencintaimu. Karna belum sempurna kumencintaimu.

Maka ijinkan aku tetap mencoba mencintaimu, di sisa waktu ini. Dipenghabisan pertemuan diriku dan dirimu.  Ramadhan  kembalilah dilain waktu! Berjanjilah Ramadhan! Aku masih setia menunggu kembali dirimu!

Dan kamu tidak pernah mengatakan, "jangan terlalu berharap!". Makanya aku selalu berharap apa bila kamu kembali lagi kesini, temuilah aku, dan seandainya kamu tidak melihat lagi diriku disini, berarti aku sudah dipanggil oleh Allah SWT. Selamat jalan Ramadhan!

Hadirkan yang baik-baik

Hadirkan yang baik-baik itu di pikiran baikmu,  di hati baikmu, di niat baikmu, di tulisan baikmu, di perkataan baikmu, dan di perbuatan baikmu.  Taburkan kebaikan itu di manapun bisamu. Percaya dan yakinlah bahwa kebaikan-kebaikan yang kamu taburkan aman diatas di angin, di air, di tanah, dan di api. Itu semua akan menjadi investasimu untuk menjadi kebaikan padamu, keluargamu, agamamu, dan juga pada bangsa dan negaramu.

Manusia "Siri Na Pacce" masa kini.







Manusia "Siri Na Pacce" masa kini.
Mengedepankan budaya "Sipassiriki na  Sipappacei".
Tetapi hayati, ini  prinsip untuk menjaga kehormatan diri.
Jangan halalkan semua cara demi menaikkan gengsi.

Manusia "Siri Na Pacce" masa kini.
Bukan hobi yang selalu mengkritisi.
Tetapi terdepan  memberikan solusi.
Harus bisa simpati,  bukan antipati.

Manusia "Siri Na Pacce" masa kini.
Jangan terlalu berharap mengaku berani.
Tetapi kalau masih takut dihadapan birokrasi.
Terus melawan,  melawan agar tidak didzalimi .

Manusia "Siri Na Pacce" masa kini.
Jangan sekedar pamer intelegensi.
Tetapi tidak mampu beraksi.
Semangat, berbuat saja dulu agar ada hasil menjadi saksi.

Manusia "Siri Na Pacce" masa kini.
Kehidupan ini harus dijalani.
Tetapi segala resiko tetap diantisipasi.
Dan apapun yang terjadi hadapi, ya hadapi.

Selasa, 24 April 2018

MARS KERUKUNAN KELUARGA BERUTALLASA ( KKB ) GOWA

KERUKUNAN KELUARGA BERUTALLASA
MENGHIMPUN PUTRA-PUTRI DAERAH
DIPEDESAAN DAN DIPERANKAN
DEMI TERCAPAINYA PERSATUAN DAN KESATUAN
DESA BERUTALLASA TERCINTA

WALAUPUN "ASSISALAI KATALLASSANGA”
TAK MENGHALANGI JALINAN RASA PERSAUDARAAN
DINEGERI RANTAU DAN DIKAMPUNG HALAMAN
SEMUA TETAP BERSATU
BAGAI GENDANG, SULING, KECAPI, DALAM SATU HARMONI

KERUKUNAN KELUARGA BERUTALLASA
BERPEGANG TEGUH PADA PRINSIP LELUHUR BANGSA
BERPEDOMAN PADA BUDAYA "SIRI' NA PACCE"
DEMI MENJAGA CITRA DAERAH

Reef:
WALAUPUN "ASSISALAI KATALLASSANGA”
TAK MENGHALANGI JALINAN RASA PERSAUDARAAN
DINEGERI RANTAU DAN DIKAMPUNG HALAMAN
SEMUA TETAP BERSATU
BAGAI GENDANG, SULING, KECAPI, DALAM SATU HARMONI

KERUKUNAN KELUARGA BERUTALLASA
MENJADI PENGOBAT RINDU
AKAN KAMPUNG HALAMAN
WALAUPUN  DIRIMU TINGGAL DIKAMPUNG HALAMAN
WALAUPUN DIRIMU JAUH DI NEGERI SEBERANG
TANAH LELUHUR TAK TERLUPAKAN....



Senin, 23 April 2018

Tanah Kelahiran Jangan Lupakan!



Kerukunan Keluarga Berutallasa Adalah Organisasi Yang Menghimpun Putra-Putri Pedesaan Dan Perantauan. Dengan Tujuan Demi Tercapainya Semangat Kebersaman Dan Semangat Kemajuan Didalam Berutallasa Dan Diluar Berutallasa.

Walaupun “Assisalai Katallassanga”, Tak Menghalangi Rasa Persaudaraan Dipedesaan Dan Diperantauan. Semua Tetap Bersatu, Seperti Bersatunya Warna-Warni Dalam Satu Pelangi.

Ingat! Kerukunan Keluarga Berutallasa Selalu Berpegang Teguh Pada Prinsip leluhur Bangsa, Berpedoman Pada Budaya ”Siri’ Na Pacce”, Demi Menjaga Nama Baik Desa Berutallasa.

Kalau Begitu, Kerukunan Keluarga Berutallasa Menjadi Pengobat Rindu Akan Kampung Halaman. Walaupun Sebagian Ada Orang Yang Kini Telah Jauh Tinggal Diperantaun Dan Ada Juga Orang Yang Sekarang Tinggal Dipedesaan. Tanah Kelahiran Jangan Lupakan!

Lagu mars Kerukunan Keluarga Berutallasa (KKB) Gowa

Kerukunan Beluarga Berutallasa
Menghimpun putra-putri daerah
Dipedesaan dan diperantauan
Demi tercapainya semangat kebersamaan, semangat kemajuan
Didesa Berutallasa dan luar Berutallasa

Walaupun “assisalai katallassanga”
Tak menghalangi rasa persaudaraan
Dipedesaan dan diperantauan
Semua tetap bersatu
Seperti warna-warni dalam satu pelangi

Kerukunan Beluarga Berutallasa
Berpegang teguh pada prinsip leluhur bangsa
Berpedoman pada budaya ”siri’ na pacce”
Demi citra desa Berutallasa

Reef:
Walaupun “assisalai katallassanga
Tak menghalangi rasa persaudaraan
Dipedesaan dan diperantauan
Semua tetap bersatu
Seperti warna-warni dalam satu pelangi

Kerukunan Beluarga Berutallasa
Menjadi pengobat rindu
Akan kampung halaman
Walaupun  dirimu dipedesaan dan diperantauan
Tanah leluhur tak terlupakan      

Rabu, 04 April 2018

JANGAN BUANG-BUANG WAKTU


Kata-kata "JANGAN MKI BUANG2 WAKTU LGI" menjadi ejekan dan hardikan ketika kita masih mengingat, saat dimana kita masih berwajah anak-anak kecil yang polos, dan yang apa adanya di waktu masih Sekolah Dasar Negeri  Sanrangan.

Ada cerita menarik saat masih dibangku SD, yaitu ketika mau menyontek keteman, tetapi teman belum mau memberikan dan katanya, "sebentar" atau "tunggu dulu". Tentu kita akhirnya jengkel dan berujar, weee....INGAT WAKTU WASIT".

Ya, kurang lebih seperti itulah tingkah laku kita di sekolah dasar ketika ada ulangan matematika dan bahasa Indonesia, yang kadang memaksa kita menyontek karena tidak belajar dan mungkin saja karena terlalu sibuk mengembala kambing kala itu.

Apakah ada makna "ingat waktu wasit dan jangan mki buang2 waktu lgi" yang kita lontarkan saat itu?

Tentu ada maknanya,  "ingat waktu wasit dan jangan mki buang2 waktu lgi". Maksudnya kita sangat jelas " kalau mau memberikan jawaban contekan tetapi waktu sudah habis, maka untuk apa lagi?". Itulah tandanya bila waktu sangat penting, malah waktulah yang tidak bisa diubah, selalu berjalan sesuai manajemen alam yang baku. Dan Allah sebagai wasit akan menghentikan waktu sesuai yang ditetapkan.

Seiring dengan umur kita yang terus bertambah dan semua orang, mau kaya, mau miskin, mau cantik atau gagah, mau pintar atau bodoh, pengusaha atau penguasa, rakyat atau presiden, kandidat pemimpin atau bukan, semua memiliki waktu dengan jatah yang sama.

Tetapi yang menjadi pertanyaan, mengapa ada diantara kita, ada yang berhasil, ada yang pintar, ada yang kaya, juga ada yang tidak seperti yang diharapkan, bahkan gagal yang yang didapatkan?

Jawabannya, mungkin  kita telah menyia-nyiakan waktu dan membiarkan waktu itu berlalu tanpa tujuan, tanpa manfaat, dan tanpa pewarisan makna.

Kalau begitu, dengan mengingat waktu kita sekolah di SDN Sanrangan, berarti kita mau mengingat kembali tentang perlunya  memiliki keterampilan.  Keterampilan menentukan tujuan yang bisa menjadi penyebab.

Sebab tanpa tujuan dan target yang jelas, akan membingungkan mencari jalan pintas dalam mencapai tujuan yang telah kita targetkan.

Ingat pesan leluhurnya orang Sanrangan! "Teako assuluki ripakke'bu' ballaka punna tenapa nugappai katallassanga, na tea tongko assuluki ripakke'bu' ballaka punna tenapa nuassengi anjo lanu mangea" artinya" jangan keluar dipintu rumah jika belum menemukan kehidupan dan jangan juga keluar di pintu rumah jika belum mengetahui arah petunjuk yang jelas.

Itulah sebabnya, kita mungkin harus fokus dan yakini apa yang telah menjadi cita-cita agar dipertahankan dan dipertanggungjawabkan. Kita harus manfaatkan waktu sebaik mungkin. Dan terakhir, semoga Allah mempertemukan apa yang yang selama ini kita impikan.

Selasa, 03 April 2018

BERHENTILAH HINA ISLAM

Berhentilah menghina islam!! Berhentilah hina cadar dan adzan!! Karena menghormatimu dan memuliakanmu sebagai Ibu Indonesia bukan karena sari kondemu, bukan karena kidung merdumu, bukan gemulai tarimu,  bukan lenggak-lenggok tubuhmu apalagi karena kemolekan ragamu. Tapi rasa menghormatimu dan memuliakanmu itu ada,
 karena hadirnya ketaqwaanmu, kecantikan akhlaqmu, kehalusan budipekertimu, ketangguhan sikapmu, kesabaranmu, keuletanmu,  ketegaranmu dan semua sifat hebatmu seorang Ibu Indonesia, hingga mampu melahirkan putra-putri terbaikmu, yang kelak bermanfaat bagi agamamu, bangsamu dan juga negaramu.

Selasa, 20 Februari 2018

Maluku ada di Maluku


Dibibir sungai Salari yang ada di Sanrangan ini banyak orang berdiri dan ada juga sebagian yang duduk dengan kesederhanaan. Kita semua yang hadir disini sedang menikmati indahnya keberanian diri kita untuk menampilkan yang apa adanya. Kita semua menyadari bahwa “MALUKU ADA DI MALUKU”, artinya kita harus menempatkan malu itu pada kedudukannya dan tidak perlu malu berlebihan. Karena Maluku itu bukan di Makassar, tetapi Maluku itu ada di Ambon.


Ingat, dan percayalah! Apabila didalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat kebaikan, maka jaminan hidup kita untuk sekarang dan diwaktu yang akan datang adalah tidak akan menemukan kemajuan, kesuksesan, dan kebahagiaan.

Mengapa bisa demikian? Jawabannya, karena walaupun ada peluang, walaupun ada modal, walaupun ada bakat, dan walaupun banyak jaringan persahabatan yang berkualitas, berbagai rintangan hidup yang sudah kita hadapi, semua itu tidak ada bermamfaat dan tidak berguna sama sekali jika terus malu yang bukan pada seharusnya dan tidak  berani tampil ambil bagian. Maka pantaslah orang lain berkata kepada kita dengan kata “JANGAN TERLALU BERHARAP” untuk bisa meraih prestasi gemilang jika terus saja malu dengan tidak mau mempraktekkan ilmu itu dalam berusaha dan beramal.

Memang betul! Kesempatan dan peluang apapun yang kita miliki tidak berguna dan tidak bermamfaat sama sekali, kalau kita tidak memiliki keberanian. Lalu yang menjadi pertanyaan, apakah keberanian itu? Berani itu hanya ada jika kita benar, jika kita punya ide, dan jika kita punya kesiapan.. Berani juga ada kalau kita punya idealisme, punya siri’ cinta dan siri’ cita-cita. Tetapi, berani kita tidak boleh asal nekat-nekatan yang bisa saja berujung penjarah, kesia-sian atau malah bisa kematian yang akan kita dapatkan.

Oleh karena itu, kita malu pada yang salah, berani pada yang benar seperti orang-orang hebat itu. Boleh berani tapi tidak menyombongkan keberanian itu. Berani kita harus terukur dan harus jelas. Karena berani kita itu bagian untuk mengejar dan memujudkan siri’ cinta dan siri’ cita-cita yang sudah diuji akan membawa mamfaat bagi orang banyak. Keberanian kita tidak boleh melanggar rambu-rambu hukum, harus yang dibenarkan agama kita, dan adat istiadat budaya kita.

Berani dibutuhkan untuk sukses kita dan membawa kita menuju kesuksesan di masa depan yang harus lebih baik dengan berlandaskan pada berani karena benar dan tulus. Dan semoga Allah SWT sengaja menghadirkan kita sebagai orang berani pada yang baik-baik untuk menjadi solusi pada masalah yang ada.

Jumat, 02 Februari 2018

Siri'nu siri'ku , paccenu pacceku



Hatimu dan hatiku itu adalah gabungan dari "Harga diri dan kesetiakawanan". Lalu pertanyaan, mengapa hatimu dan hatiku bisa terasa sakit saat harga diri terluka, dan mengapa hatimu dan hatiku bisa merasa sedih, bahagia, terluka, bangga?

Jawabannya, itu Karena hatimu dan hatiku  juga memiliki harga diri dan, kesetiakawanan, itu hatimu dan hatiku, tentu saja hati orang lain pun begitu.

Kamu dan aku pun tahu, bahwa kalau kata-kata bisa memiliki dua sisi, kebaikan dan kehancuran, bisa membahagiakan bisa menyakiti, entah tertulis entah terucap.

Kalau begitu, kamu dan aku  adalah orang Makassar yang punya prinsip , "siri'nu siri'ku , paccenu pacceku ", artinya, "harga dirimu  harga diriku , kesetiakawananmu kesetiakawananku ". Harga diri dan kesetiakawanan bagimu dan bagiku, ibarat rumah ia adalah tiang, ia atap, dan ia juga dinding.

Jadi ,  mestinya kamu dan aku tidak perlu takut menderita bila  memiliki sahabat.

Kamu dan aku tak perlu ragu meraih siri' cinta dan siri' cita cita bila masih memiliki teman, tak perlu bingung bila kamu dan aku masih saling memberi dan saling menerima.

Kamu dan aku adalah satu yang di persatukan pada "percaya" dan "yakin" bahwa kamu dan aku bisa saling menyelamatkan karena hadirnya siri'nu siri'ku , paccenu pacceku.

Jumat, 19 Januari 2018

SIRI' CITA-CITA



Jika memang siri' cinta adalah pertarungan harga diri, maka harga diri tersebut harus diangkat setegak-tegaknya melalui kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas yang menghadirkan prestasi, berjiwa pelopor dan senantiasa bergerak kearah kesuksesannya siri' cita-cita. 

Sabtu, 06 Januari 2018

SIRI' CINTA




Untukmu seseorang yang pernah menorehkan luka.

Aku sudah memaafkanmu.
Untuk semua kesalahanmu dan juga harapan-harapanku kepadamu.

Sesekali aku membuka lembaran memori kenangan tentangmu, 
Bukan maksudku untuk mengenangmu, 
Bukan.

Aku hanya ingin memastikan bahwa kali ini hatiku sudah baik-baik saja.
Tak ada lagi sesak dalam dada.

Ya.
Jika dulu aku diselimuti oleh sesak dan isak.

Kini, telah aku pastikan.
Sekali lagi, aku benar-benar sudah baik-baik saja.

Aku tak lagi labil dalam menyikapi luka. 
Semua luka yang pernah ada, memang pernah membuatku terjatuh.

Namun aku sadar.
Luka tak selamanya tentang keterjatuhan.
Namun tentang sebuah pembelajaran.

Aku belajar untuk tak menaruh harap sembarangan.
Aku belajar untuk mencintai tanpa mengharapkan balasan.

Aku belajar untuk meletakkan cinta pada jalan yang benar.
Ya, jalan yang direstui oleh Tuhan.

Dan, kali ini aku malas berkawan dengan harapan.
Biarlah do'a yang kulangitkan dan menjadi penenang.
Memuhasabah diri untuk menuju perbaikan.

Untukmu seseorang yang pernah menorehkan luka.

Aku sadar, kesuksesan siri' cintamu tergantung siri' cita-citamu, atau , kesuksesan siri' cita-citamu tergantung siri' cintamu. 

Dan kini, siri' cintamu itu telah dikuatkan oleh siri' cita-citamu demi tercapainya impian besar

Semoga disana kamu baik-baik saja.
Terima kasih untuk sebuah perkenalan.

Terima kasih untuk sebuah cinta yang pernah kamu tawarkan untuk menjadikanku masa depan.

Walaupun pada akhirnya semua hanya berakhir dengan kata pergi.

Tak kupungkiri, bahwa kamu adalah seseorang yang pernah teramat kusayangi.  

Meskipun aku tahu  itu haram sebelum kamu dihalalkan,  karena yang halal itu untukku menyebut namamu dalam do'aku. 

Dariku, seseorang yang pernah menempatkanmu pada palung hati dan juga do'a pada Sang Ilahi di sepertiga malam .

Senin, 01 Januari 2018

1000 ketidakpastian menghantui kita


Hari ini dan esok adalah awal yang baik bagi kita memulai merajut kepastian langkah yang akan kita ayun bersama kedepan. Kita tentu memimpikan masa depan yang makin sukses dan gemilang, walau seribu ketidakpastian tetap menghantui kita. Tapi dengan komitmen yang tulus akan arti persaudaraan, persahabatan, rasa kekeluargaan, ketulusan, dengan menghadirkan peduli, berbagi, dan berkeadilan, di antara kita akan menjadi pasti, bagaikan pastinya hari ini dan besok akan terbit matahari dari ufuk timur.

Maaf karena telah membuat kecewa





Terimakasih untuk semuanya,dan sy minta maaf krn telah membuat kecewa. Itulah sepenggal kata langsung dari ESES.

Dari sepenggal kalimat kecewa yang diucapkan ESES diatas, kamu diajak untuk memperhatikan dengan siapa kamu akrab sekarang? Kalau kamu akrab dengan orang sombong, jahat, maling, koruptor maka mungkin saja kamu sudah mulai jadi orang sombong, jahat, maling dan koruptor! Kalau kamu akrab dengan ahli maksiat, ahli malas dan ahli bodoh, jangan-jangan kamu sudah ikut merasakan nikmatnya zona nyaman dari hasil maksiat, malas, dan bodoh!

Kalau kamu akrab  orang yang senang olahraga, suka beramal, halus budi bahasanya, sayang sama anak yatim piatu , kamu baik sama saudaramu dan tentunya kamu juga harus baik sama orang tua, terutama orang tua kamu sendiri, yang pastikan kamu terjangkit perilaku yang sama.

Kalau begitu, waspadialah! Pergaulanmu yang akrab akan membentukmu dan akan menjerumuskanmu. Jaga dengan siapa kamu akrab. Berhentilah sekarang yang akan membahayakanmu, yang tidak mendekatkan pada impian besarmu, atau yang mendekatkan pada kegagalan total! Kamu hindari  yang nakal itu!

Jaga kehormatanmu. Jaga komitmenmu dan juga temanmu yang baik itu. Kamu harus saling menuntun pada kebaikan dan saling menghormati di mata orang banyak dan kamu juga tidak lupa untuk saling menasehati pada kebaikan.

JANGAN MAU HINAKAN DIRIMU!







JIKA memang Allah ingin menolong dan mengizinkan dirimu menjadi seorang yang hebat dan baik, misalnya kamu diizinkan oleh Allah menjadi seorang pengusaha kaya dan berkuasa, maka tentu begitu banyak yang baik yang datang padamu dan dekat – dekat padamu. Bahkan yang tidak mengenalimu pun akan mengaku sebagai saudara.

Oleh karena itu, jadilah kamu seorang hebat dan baik, apalagi kalau kamu diizinkan oleh Allah bisa menjadi seorang pengusaha kaya dan berkuasa tetapi jangan sombong. Hati-hati, jangan lupa diri! Ingatlah shalat berjama'ah di masjid dengan tepat waktu. Rajinlah beribadah, jangan lupa bantu orang miskin, tolonglah orang lemah, dan juga harus ada anak peliharaanmu dari anak yatim piatu, ingat dan catat itu!

Jangan mau hinakan dirimu! Harus pastikan dirimu sebagai orang berharga, itu hal paling utama, sehingga membuat saudaaramu dan orang lain pun masih menghargaimu dan mengakui dirimu.

Untuk itulah, jangan miskin, tidak boleh malas, tidak boleh ada alasan tidak tahu ini dan itu, jangan bodoh dan hina. Carilah kehidupanmu di jalan Allah dengan bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja ikhlas, dan bekerja total. temukanlah rezeki Allah yang banyak tersimpan dan luar biasa di siang dan malamnya dunia yang telah disiapkan untukmu.

Juga ingat, seorang sahabat sejatimu adalah yang tidak berubah karena naik turunnya kehidupanmu. Waspadialah juga, selalu saja banyak penjilat di sekitarmu kala kamu sukses. Untuk itulah, jangan hinakan dirimu dengan menjebak diri ke para penjilat.

Atau kamu harus juga mau mengubah cara kebiasaan berpikirmu, ubah lingkungan kebiasaanmu , ubah aktivitas kebiasaanmu, dan ubah juga buku bacaanmu yang tidak mendekatkanmu pada cita-cita besarmu dan Surga Akhirat-Nya Allah.

Minggu, 31 Desember 2017

ENERGIKAN SABARMU, ENERGI SYUKURMU



HIDUP adalah perjalanan yang digariskan memiliki 2 rasa, manis dan getir, lapang dan sesak, suka dan duka, nikmat dan musibah;  serta  sabar dan syukur.

Tak seorangpun manusia di dunia bisa lepas dari 2 rasa itu, pun juga mereka yang dicintaiNya. Makin besar agung nikmat, besar pula musibahnya.

Imanpun tak menjamin kita selalu berlimpah dan tertawa. Tapi ia menyediakan lembut elusanNya dalam apapun dera yang menimpa.

Maka dengan hadirnya energi sabar dan energi syukur adalah wahana yang akan membawa hamba, menselancari kehidupan nan berrasa dua itu dengan iman di dalam dada.

Kalau begitu, dengan hadirnya energi sabar dan energi syukur dalam keseharian dan dalam semua tantangan yang ada, untuk itulah Nabi Muhammad Saw  nyatakan betapa menakjubkan hidup dan ihwal orang beriman. Semua urusannya adalah kebaikan dan sekaligus ibadah, mengapa bisa demikian?

Sebab atas musibah dia bersabar, dan energi sabar itu membuatnya meraih pahala tanpa hingga, dicintaiNya, dan dibersamai Allah Subhanahu Wata’ala di segala rasa.

Sebab dalam karunia dia bersyukur; dan energi syukur itu membuatnya sang nikmat melekat, kian berganda berlipat, menenggelamkannya dalam rahmat.

Tapi pertanyaannya, apakah hakikat energi sabar, energi syukur itu? hakikat energi sabar, energi syukur sebenarnya satu saja; keduanya ungkapan iman untuk menyambut penuh ridha segala karuniaNya, apapun jua bentuknya.

Maka energi sabar adalah juga sebentuk energi syukur;  dalam menyambut karunia Allah yang berbentuk kesusahan, kesedihan, dan  kemiskinan.

Maka energi syukur  adalah sebentuk energi sabar dalam menyambut karunia Allah yang berupa kemudahan, kebahagiaan, dan kekayaan.

Lihatlah Nabi Ayub yang berhasil menghadirkan energi syukur atas segala kesusahan, dan kemiskinan. Tetapi,  Allah Subhanahu Wata’ala mengugurkan dosa dan masih memberi hati serta lisan tuk mendzikirNya.

Pun Nabi Sulaiman yang menghadirkan energi sabar atas kemaharajaan jin, hewan, dan manusia. Sabar dengan merunduk, syukur agar tak jumawa-durjana seperti Fir’aun.

Energi sabar ada di 4 hal;

1). Sabar dalam taat, sebab ia kadang terasa berat, ibadah terasa beban, keshalihan terasa menyesakkan. Tapi dengan hadirnya energi syukur-lah, Allah itu dekat.

2). Sabar dalam menjauhi maksiat, sebab ia kadang terlihat asyik, kedurhakaanpun tampak cantik. Tapi dengan hadirnya energi sykur-lah, iman itu rasa malu padaNya.

3). Sabar dalam menghadapi musibah, sebab ia niscaya bagi iman di dada. Dengan hadirnya energi Sykur-lah dosa gugur; dan beserta kesulitan selalu ada kemudahan.

4). Sabar dalam membersamai orang benar; sebab kawan lurus dan tulus kadang lebih menjengkelkan dari musuh nan menyamar. Dan dengan hadirnya salam energi syukur  ada ukhuwah.

Sebab pahalanya disempurnakan tak terbatas bagi orang sabar, sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran.

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. [QS; Az Zumar : 10]

Dari ayat tersebut diatas, maka energi sabar pun sebenarnya tiada batasnya. Hanya saja bentuknya dapat kita pilih.

Salah satu contoh nyata sabar dalam kehidupan nyata, seperti saat melamar lalu diminta menunggu dua tahun; menjaga diri semasa itu adalah energi sabar. Bahkan mencari calon lain untuk bersegera,  itupun juga butuh energi sabar.

Maka iman menuntun taqwa; ialah cerdik dan peka hati dalam memilih bentuk energi sabar dan energi syukur atas segala wujud ujian cinta dariNya.

Taqwa itulah yang membawa energi sabar kita untuk mendapatkan kejutan nan mengundang energi syukur; jalan keluar dari masalah dan rezeki tak terduga.

Selanjutnya firman Allah yang berbunyi dalam QS. Ath Thalaq
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” [QS: Ath Thalaq: 2-3]

Tiap nikmat yang disyukuri juga berpeluang mengundang musibah yang harus disabari;  seperti tampannya Nabi Yusuf dan cinta Nabi Ya’qub padanya.

Maka tak ada kata jangan terlalu berharap untuk menghadirkan energi sabar dan energi syukur; sebab ia 2 tali yang hubungkan kita denganNya; hingga hidup terasa surga sebelum surga.

“Jika sabar dan syukur itu 2 kendaraan,” ujar Umar, “Aku tak peduli naik yang mana.” Keduanya berlintasan ridhaNya; berjurusan surga.

Segala puji bagi Allah yang memberikan energi sabar, energi syukur ; kita milikNya; pasti akan kembali padaNya.

Sabtu, 30 Desember 2017

AKUNTANSI KEHIDUPAN



          Dosa Jangan di ➕
          Amal Jangan di ➖
          Cinta Jangan di ➗
          Hidup hanya   1  ❌

🌺 Gugur Bunga karena Layu.
👻 Gugur Iman karena Nafsu.
💞 Gugur Cinta karena Cemburu.

😂 Tertawa karena Bahagia
😭 Menangis karena Derita
💀 Bertobat karena Dosa
🙏 Beribadah karena Iman

💔 Hidup tanpa Cinta, Pasti Hampa
💰 Hidup gila Harta, Pasti Celaka
😓 Hidup penuh Dosa, Akan Binasa
😊 Hidup Bersyukur, Akan Bahagia

Hiduplah tiap hari seperti Akuntansi :
1. Mengalikan (x) keGembiraan
2. Mengurangi (-) keSedihan
3. Menambahkan (+) Semangat
4. Membagi ( : ) keBahagiaan
5. Meng-kuadratkan Kasih Sayang antar sesama

Ada 3 hal dalam hidup yang tidak bisa kembali:
⏰1. Waktu  
💋2. Ucapan
⌛3. Kesempatan    
*Jagalah itu, jangan sampai menyesal karenanya.

*Ada 3 hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang:
👹1. Amarah  
😏2. Keangkuhan
👿3. Dendam  
*Hindarilah ia selalu.

*Ada 3 hal yang tidak boleh hilang
💙1. Harapan  
💛2. Keikhlasan  
❤3. Kejujuran  
*Peliharalah ketiganya.

*Ada 3 hal yang paling berharga
💞1. Kasih Sayang
💗2. Cinta    
💝3. Kebaikan
*Pupuklah itu semua.

*Ada 3 hal dalam hidup yang tidak pernah pasti
1. Kekayaan  
2. Kejayaan
3. Mimpi    
*Jangan terobsesi karenanya.

*Ada 3 hal yang dapat membentuk watak seseorang
☝1. Komitmen        
✌ 2. Ketulusan        
👌3. Kerja Keras        
*Upayakanlah sekuatnya.

Ada 3 hal yang membuat kita sukses
👍1. Tekad        
👍2. Kemauan        
👍3. Fokus
*Usahakan dengan sungguh-sungguh.

Ada 3 hal yang tidak pernah kita tahu
👍1. Rejeki        
👍2. Umur
👍3. Jodoh    
*Semuanya itu diatur oleh Allah.

TAPI, ada 3 hal dalam hidup yang PASTI
1. Tua    
2. Sakit    
3. Kematian
*Persiapkanlah




Minggu, 17 Desember 2017

JANGAN PANIK!




Ketika Situasi Dan Kondisi Tidak Bersahabat, Apakah Kita Harus Mengeluh, Marah, Bertindak Tanpa Perhitungan Dan Berbuat Ceroboh? Tentu Bukan Pilihan Orang Cerdas.

Pilihan Orang Cerdas Itu, harus Mengusai Dirinya, Tidak Gegabah Dan Selalu Berbuat Dengan Perhitungan Yang Matang.
Orang Yang Panik Mudah Berbuat Kesalahan, mudah Menyalahkan Orang Lain Dan Mudah Sekali Menyerah Terhadap Situasi Dan Kondisi.

Kalau Begitu, Tata Dirimu Dengan Mengusai Pikiran, tindakan Dan Ucapan. Jika Semua Itu Tertata Dengan Baik, Niscaya Akan Mendatangkan Pengaruh Dan Faedah.

YA ALLAH, RIDHAILAH CINTA DAN CITA-CITAKU




Ya Allah, terima kasih engkau telah melengkapi perjalanan hidupku dengan hitam dan putihnya kehidupan. Apapun yang terjadi, itulah yang terbaik untukku.

Malam ini kupadu tangis dan senyum. Ada cinta, cita-cita dan kerinduan, seakan mencari bayang yang tak pasti kunjung datang. Disini ada galau, tapi kuharus sabar untuk menyabarkan hati dan diri untuk mencoba mengatakan "aku tetaplah manusia biasa" yang takkan pernah dapat menyembunyikan sedih dalam kegembiraan yang palsu.

Dalam kepasrahanku ya allah , bolehkan aku meminta satu hal dari-mu ya allah ? Ya Allah, ridhai pilihan cinta dan cita-citaku. Karena aku berharap tidak ada lagi rasa sedih, tangis dan sesal dikemudian hari.

Ya Allah , izinkanlah aku menjadi seorang pemimpin yang baik, yang tak mengenal menyerah. Supaya bisa memberikan arti hidup kepada siapapun yang mengenaliku..

Terima kasih kepada semua keluargaku dan sahabatku yang mengalirkan air hati dipipi, memaklumi duka yang mungkin masih tersisa untuk melengkapi senyum bahagiaku. Tuhan segalanya kupasrahkan pada-mu.




Kamis, 14 Desember 2017

KAU SAHABATKU, AKU SAHABATMU

Sahabat dunia akhirat kita itu adalah sahabat yang saling mengingatkan untuk mematuhi perintah dan menjauhi segala larangan dari Allah, dan sekaligus bisa menjadi jimat dan obat mujarab yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga persahabatan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Karena sahabat bisa menjadi solusi terbaik kalau kita stress, sahabat adalah penasihat dan penular kebaikan, sahabat juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, sahabat bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, sahabatlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita.

Selasa, 12 Desember 2017

GELORA PERJUANGAN

Selama masih ada manusia dimuka bumi ini, maka selama itu pula manusia selalu butuh yang namanya cinta , sukses, sehat, dinul Islam , aktualisasi diri, penghargaan, bahagia , dan sebagainya.

Atas dasar Kebutuhan itulah yang mendorong setiap individu untuk mengubah dan menentukan masa depannya, jadi Presiden atau Preman, jadi kuper atau super, jadi pecundang atau Pemenang, jadi Penguasa atau Pengusaha, atau terserah mau jadi apa?

Tidak perlu terlalu Peduli , sedih, lemah, takut, dan Malu , jika dahulu kita Sangat Terkenal sebagai orang yang banyak nakalnya ,  dosa dimana-mana, banyak hinaan, jelek, gagal, bodoh , miskin sekali, malas, kuper, Kampungan, atau apapun yang tidak baik-baik itu.

Yang penting itu ada kemauan , komitmen, keyakinan, dan bertanggungjawab terhadap visi misi hidup,  pasti akan hadir kemampuan . tidak ada yang tidak mungkin didunia ini, semua masih memungkinkan .

Asalkan kita mau bersungguh-sungguh melakukan perubahan dari segi pola pikir , tindakan, lingkungan, atau ubah Semuanya kearah yang paling terbaik , insya Allah kita akan berubah.

Sebaliknya, kalau kita berhenti Berusaha Menjadi orang Yang Pertama , terbaik, dan berbeda dalam Melakukan Perubahan. Maka kita kesulitan menggenggam  kemenangan, dan itu tandanya kita kalah total. Mengapa? Karena orang yang tidak mau melakukan perubahan, TIDAK MELAKUKAN APA-APA, tidak punya apa-apa, BUKAN SIAPA-SIAPA dan sudah dinggap tidak pernah hidup.

INGAT, “TIDAK PENTING DIMANA KITA BERDIRI , YANG PENTING KEMANA KITA AKAN MELANGKAH, TIDAK PENTING SIAPA DIRI KITA SEKARANG, YANG PENTING KITA INGIN MENJADI SEPERTI APA DIMASA DEPAN, TIDAK PENTING SIAPA ORANG TUA KITA , YANG PENTING KITA INGIN MENJADI ANAK BAGAIMANA”

KALAU BEGITU, GELORA PERJUANGAN  PEMIKIRAN, GAGASAN DAN HARAPAN BESAR KITA TIDAK BOLEH BERHENTI! JANGAN  JADIKAN KETERBATASAN SEBAGAI JEBAKAN DAN  PENJARA YANG MEMBATASI KEBEBASAN, PERBEDAAN, DAN KEMERDEKAAN.

KITA HARUS BERANI MENEMBUS BATAS DENGAN  SELALU BERSYUKUR, BEKERJA KERAS , BEKERJA CERDAS, BEKERJA IKHLAS , BEKERJA TUNTAS, DAN HARUS SELALU PUNYA HARAPAN YANG LEBIH BAIK DIMASA YANG AKAN DATANG.

DAN SELAMAT BERJUANG, SELAMAT MENGIKUTI PROSES DEMI PROSES! SEMOGA  RIDHO ALLAH SELALU ADA DALAM SETIAP YANG KITA HATIKAN, PIKIRKAN, LAKUKAN, HASILKAN, DAN YANG KITA DIAMALKAN.