Kamis, 12 Maret 2015

Rencana pengembangan usaha

Berikut hal-hal penting mengenai penyusunan rencana pengembangan usaha
1. Pengembangan Kegiatan Usaha
Komunikasi adalah suatu proses penyimpanan dann penerimaan pernyataan dan informasi dari seseorang atau badan usaha kepada orang atau badan usaha lainnya. Komunikasi antar badan usaha perlu ditingkatkan, terutama dengan rekanan, langganan bahkan dengan saingan.
Kebijakan dalam berkomunikasi dengan beberapa badan usaha dapat membantu suatu tujuan bisnis yaitu suatu keuntungan yang diharapkan. Komunikasi merupakan kunci utama keberhasilan didalam bisnis dan memperbanyak relasi bisnis. Ketrampilan didalam komunikasi dengan badan-badan usaha lainnya merupakan modal dasar menuju suatu keberhasilan didalam usaha
Komunikasi antar badan usaha sangat penting dan perlu dilaksanakan sebaik-baiknya. Badan usaha lainnya adalah pihak-pihak yang membantu perusahaan dalam kegiatan bisnis seperti bank, asuransi dan sebagainya. Komunikasi dengan badan-badan lainnya dilakukan untuk kegiatan yang berkaitan dengan bisnis maupun dengan kegiatan sampingan lainnya yaitu bersifat relasi kerja
Peningkatan komunikasi antar badan usaha dapat dilakukan secara formal maupun secara nonformal. Meningkatkan komunikasi antarbadan usaha secara formal antara lain melalui:
a. Seminar-seminar dalam bisnis
b. Penataran-penataran yang berhubungan dengan bisnis
c. Pelatihan-pelatihan dalam bisnis
Meningkatkan komunikasi antar badan usaha secara non formal dilakukan dengan cara berikut:
a. Obrolan bisnis pada waktu diadakan resepsi pernikahan, perpisahan dan sebagainya
b. Adanya kekeluargaan yang diteruskan dengan pembicaraan bisnis
c. Negosisasi dalam bisnis
Negosiasi merupakan ujung tombak bagi keberhasilan dalam berbisnis. Para pengusaha sebagian besar waktunya digunakan untuk bernegosiasi dengan mitra usahanya. Oleh karena itu para pengelola usaha perlu meningkatkan dan merumuskan tentang bagaimana cara untuk memenangkan suatu negosiasi dalam bisnis. Dengan adanya negosisasi yang tepat dan penuh kreatif, berarti akan memperbanyak keuntugan perusahaan hingga berjuta-juta rupiah. Memperbanyak negosiasi dalam bisnis memang sangat penting agar perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan perusahaan serta memperoleh keuntungan
2. Faktor-faktor pendukung dan penghambat kegiatan usaha
a. Faktor-faktor pendukung kegiatan usaha
Faktor-faktor pendukung kegiatan usaha adalahsebagai berikut:
1) Faktor manusia
2) Faktor keuangan
3) Faktor permodalan
4) Menurut sumbernya :
a) Modal sendiri
b) Modal asing
5) Menurut lama penggunaannya
a) Modal pasif jangka pendek
b) Modal pasif jangka panjang
6) Faktor organisasi
7) Faktor perencanaan
8) Faktor mengatur bisnis
9) Faktor pajak dan asuransi
10) Faktor fasilitas pemerintah
11) Catatan bisnis yang meliputi:
a) Neraca laporan
b) Laporan rugi/laba
c) Perubahan modal perusahaan administrasi perusahaan
d) Administrasi perusahaan
e) Banyaknya karyawan perusahaan
f) Pemasaran dan penjualan
g) Para pesaing
h) Mitra bisnis
i) Para pelanggan
j) Pasar yang dituju banyaknya produk dan persediaan
b. Faktor-faktor penghambat kegiatan usaha
Pada dasarnya faktor-faktor penghambat kegiatan bisnis adalah sebagai berkut:
1) Kurangnya pengalaman didalam usaha
2) Tidak tepat memilih jenis usaha
3) Tidak ada perencanaan usaha yang tepat
4) Keuangan usaha kurang sekali
5) Tidak ada ketertarikan pada bifang usaha yang ditekuni
6) Idak ada dukungan pemerintah daerah
7) Tidak mempunyai keahlian dalam usaha
8) Tidak mempunyai semangat kewirausahaan
9) Tidak percaya pada kemampuan sendiri
c. Menganalisis peluang (opportunity) yang ada
Jika dianalisis kegiatan usaha yang dikelola sebenarnya banyak yang menguntungkan. Peluang usaha banyak sekali, asal, ulet, berusaha keras untuk maju dan percaya kepada kemampuan sendiri. Sebenarnya pada zaman sekarang pemerintah daerah banyak membantu bahkan memberikan fasilitas kepada perusahaan-perusahaan yang mempunyai semangat berusaha. Peluang bisnis bukanlah peluang jika tidak sanggup menemukan tindakan-tindakan yang mungkin layak untuk diwujudkan
Adapun modal utama untuk meraih kesuksesan diantaranya sebagai berikut:
1) Pola berpikir yang mengarah kepada sikap dan kemauan untuk sukses
2) Kepribadia yang kuat untuk sukses
3) Kecakapan didalam bekerja
4) Menerapkan manajemen yang baik
5) Berani memikul segala risiko dalam bisnis
Langkah-langkah yang mantap dalam pengelolaan usaha adalah sebagai berikut:
1) Seorang pengusaha atau calon pengusaha harus mempunyai pemasaran hasil produksi
2) Menciptakan penyaluran distribusi agar hasil produksi perusahaan cepat sampai ketangan konsumen atau pembeli
3) Cara memproduksi
4) Cara pengawasan atau pengendalian produksi
5) Cara memperoleh bahan baku

Berikut hal-hal penting mengenai penyusunan rencana pengembangan usaha
1. Pengembangan Kegiatan Usaha
Komunikasi adalah suatu proses penyimpanan dann penerimaan pernyataan dan informasi dari seseorang atau badan usaha kepada orang atau badan usaha lainnya. Komunikasi antar badan usaha perlu ditingkatkan, terutama dengan rekanan, langganan bahkan dengan saingan.
Kebijakan dalam berkomunikasi dengan beberapa badan usaha dapat membantu suatu tujuan bisnis yaitu suatu keuntungan yang diharapkan. Komunikasi merupakan kunci utama keberhasilan didalam bisnis dan memperbanyak relasi bisnis. Ketrampilan didalam komunikasi dengan badan-badan usaha lainnya merupakan modal dasar menuju suatu keberhasilan didalam usaha
Komunikasi antar badan usaha sangat penting dan perlu dilaksanakan sebaik-baiknya. Badan usaha lainnya adalah pihak-pihak yang membantu perusahaan dalam kegiatan bisnis seperti bank, asuransi dan sebagainya. Komunikasi dengan badan-badan lainnya dilakukan untuk kegiatan yang berkaitan dengan bisnis maupun dengan kegiatan sampingan lainnya yaitu bersifat relasi kerja
Peningkatan komunikasi antar badan usaha dapat dilakukan secara formal maupun secara nonformal. Meningkatkan komunikasi antarbadan usaha secara formal antara lain melalui:
a. Seminar-seminar dalam bisnis
b. Penataran-penataran yang berhubungan dengan bisnis
c. Pelatihan-pelatihan dalam bisnis
Meningkatkan komunikasi antar badan usaha secara non formal dilakukan dengan cara berikut:
a. Obrolan bisnis pada waktu diadakan resepsi pernikahan, perpisahan dan sebagainya
b. Adanya kekeluargaan yang diteruskan dengan pembicaraan bisnis
c. Negosisasi dalam bisnis
Negosiasi merupakan ujung tombak bagi keberhasilan dalam berbisnis. Para pengusaha sebagian besar waktunya digunakan untuk bernegosiasi dengan mitra usahanya. Oleh karena itu para pengelola usaha perlu meningkatkan dan merumuskan tentang bagaimana cara untuk memenangkan suatu negosiasi dalam bisnis. Dengan adanya negosisasi yang tepat dan penuh kreatif, berarti akan memperbanyak keuntugan perusahaan hingga berjuta-juta rupiah. Memperbanyak negosiasi dalam bisnis memang sangat penting agar perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan perusahaan serta memperoleh keuntungan
2. Faktor-faktor pendukung dan penghambat kegiatan usaha
a. Faktor-faktor pendukung kegiatan usaha
Faktor-faktor pendukung kegiatan usaha adalahsebagai berikut:
1) Faktor manusia
2) Faktor keuangan
3) Faktor permodalan
4) Menurut sumbernya :
a) Modal sendiri
b) Modal asing
5) Menurut lama penggunaannya
a) Modal pasif jangka pendek
b) Modal pasif jangka panjang
6) Faktor organisasi
7) Faktor perencanaan
8) Faktor mengatur bisnis
9) Faktor pajak dan asuransi
10) Faktor fasilitas pemerintah
11) Catatan bisnis yang meliputi:
a) Neraca laporan
b) Laporan rugi/laba
c) Perubahan modal perusahaan administrasi perusahaan
d) Administrasi perusahaan
e) Banyaknya karyawan perusahaan
f) Pemasaran dan penjualan
g) Para pesaing
h) Mitra bisnis
i) Para pelanggan
j) Pasar yang dituju banyaknya produk dan persediaan
b. Faktor-faktor penghambat kegiatan usaha
Pada dasarnya faktor-faktor penghambat kegiatan bisnis adalah sebagai berkut:
1) Kurangnya pengalaman didalam usaha
2) Tidak tepat memilih jenis usaha
3) Tidak ada perencanaan usaha yang tepat
4) Keuangan usaha kurang sekali
5) Tidak ada ketertarikan pada bifang usaha yang ditekuni
6) Idak ada dukungan pemerintah daerah
7) Tidak mempunyai keahlian dalam usaha
8) Tidak mempunyai semangat kewirausahaan
9) Tidak percaya pada kemampuan sendiri
c. Menganalisis peluang (opportunity) yang ada
Jika dianalisis kegiatan usaha yang dikelola sebenarnya banyak yang menguntungkan. Peluang usaha banyak sekali, asal, ulet, berusaha keras untuk maju dan percaya kepada kemampuan sendiri. Sebenarnya pada zaman sekarang pemerintah daerah banyak membantu bahkan memberikan fasilitas kepada perusahaan-perusahaan yang mempunyai semangat berusaha. Peluang bisnis bukanlah peluang jika tidak sanggup menemukan tindakan-tindakan yang mungkin layak untuk diwujudkan
Adapun modal utama untuk meraih kesuksesan diantaranya sebagai berikut:
1) Pola berpikir yang mengarah kepada sikap dan kemauan untuk sukses
2) Kepribadia yang kuat untuk sukses
3) Kecakapan didalam bekerja
4) Menerapkan manajemen yang baik
5) Berani memikul segala risiko dalam bisnis
Langkah-langkah yang mantap dalam pengelolaan usaha adalah sebagai berikut:
1) Seorang pengusaha atau calon pengusaha harus mempunyai pemasaran hasil produksi
2) Menciptakan penyaluran distribusi agar hasil produksi perusahaan cepat sampai ketangan konsumen atau pembeli
3) Cara memproduksi
4) Cara pengawasan atau pengendalian produksi
5) Cara memperoleh bahan baku
- See more at: http://top-studies.blogspot.com/2014/11/penyusunan-rencana-pengembangan-usaha.html#sthash.jISbCGhc.dpuf

Berikut hal-hal penting mengenai penyusunan rencana pengembangan usaha
1. Pengembangan Kegiatan Usaha
Komunikasi adalah suatu proses penyimpanan dann penerimaan pernyataan dan informasi dari seseorang atau badan usaha kepada orang atau badan usaha lainnya. Komunikasi antar badan usaha perlu ditingkatkan, terutama dengan rekanan, langganan bahkan dengan saingan.
Kebijakan dalam berkomunikasi dengan beberapa badan usaha dapat membantu suatu tujuan bisnis yaitu suatu keuntungan yang diharapkan. Komunikasi merupakan kunci utama keberhasilan didalam bisnis dan memperbanyak relasi bisnis. Ketrampilan didalam komunikasi dengan badan-badan usaha lainnya merupakan modal dasar menuju suatu keberhasilan didalam usaha
Komunikasi antar badan usaha sangat penting dan perlu dilaksanakan sebaik-baiknya. Badan usaha lainnya adalah pihak-pihak yang membantu perusahaan dalam kegiatan bisnis seperti bank, asuransi dan sebagainya. Komunikasi dengan badan-badan lainnya dilakukan untuk kegiatan yang berkaitan dengan bisnis maupun dengan kegiatan sampingan lainnya yaitu bersifat relasi kerja
Peningkatan komunikasi antar badan usaha dapat dilakukan secara formal maupun secara nonformal. Meningkatkan komunikasi antarbadan usaha secara formal antara lain melalui:
a. Seminar-seminar dalam bisnis
b. Penataran-penataran yang berhubungan dengan bisnis
c. Pelatihan-pelatihan dalam bisnis
Meningkatkan komunikasi antar badan usaha secara non formal dilakukan dengan cara berikut:
a. Obrolan bisnis pada waktu diadakan resepsi pernikahan, perpisahan dan sebagainya
b. Adanya kekeluargaan yang diteruskan dengan pembicaraan bisnis
c. Negosisasi dalam bisnis
Negosiasi merupakan ujung tombak bagi keberhasilan dalam berbisnis. Para pengusaha sebagian besar waktunya digunakan untuk bernegosiasi dengan mitra usahanya. Oleh karena itu para pengelola usaha perlu meningkatkan dan merumuskan tentang bagaimana cara untuk memenangkan suatu negosiasi dalam bisnis. Dengan adanya negosisasi yang tepat dan penuh kreatif, berarti akan memperbanyak keuntugan perusahaan hingga berjuta-juta rupiah. Memperbanyak negosiasi dalam bisnis memang sangat penting agar perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan perusahaan serta memperoleh keuntungan
2. Faktor-faktor pendukung dan penghambat kegiatan usaha
a. Faktor-faktor pendukung kegiatan usaha
Faktor-faktor pendukung kegiatan usaha adalahsebagai berikut:
1) Faktor manusia
2) Faktor keuangan
3) Faktor permodalan
4) Menurut sumbernya :
a) Modal sendiri
b) Modal asing
5) Menurut lama penggunaannya
a) Modal pasif jangka pendek
b) Modal pasif jangka panjang
6) Faktor organisasi
7) Faktor perencanaan
8) Faktor mengatur bisnis
9) Faktor pajak dan asuransi
10) Faktor fasilitas pemerintah
11) Catatan bisnis yang meliputi:
a) Neraca laporan
b) Laporan rugi/laba
c) Perubahan modal perusahaan administrasi perusahaan
d) Administrasi perusahaan
e) Banyaknya karyawan perusahaan
f) Pemasaran dan penjualan
g) Para pesaing
h) Mitra bisnis
i) Para pelanggan
j) Pasar yang dituju banyaknya produk dan persediaan
b. Faktor-faktor penghambat kegiatan usaha
Pada dasarnya faktor-faktor penghambat kegiatan bisnis adalah sebagai berkut:
1) Kurangnya pengalaman didalam usaha
2) Tidak tepat memilih jenis usaha
3) Tidak ada perencanaan usaha yang tepat
4) Keuangan usaha kurang sekali
5) Tidak ada ketertarikan pada bifang usaha yang ditekuni
6) Idak ada dukungan pemerintah daerah
7) Tidak mempunyai keahlian dalam usaha
8) Tidak mempunyai semangat kewirausahaan
9) Tidak percaya pada kemampuan sendiri
c. Menganalisis peluang (opportunity) yang ada
Jika dianalisis kegiatan usaha yang dikelola sebenarnya banyak yang menguntungkan. Peluang usaha banyak sekali, asal, ulet, berusaha keras untuk maju dan percaya kepada kemampuan sendiri. Sebenarnya pada zaman sekarang pemerintah daerah banyak membantu bahkan memberikan fasilitas kepada perusahaan-perusahaan yang mempunyai semangat berusaha. Peluang bisnis bukanlah peluang jika tidak sanggup menemukan tindakan-tindakan yang mungkin layak untuk diwujudkan
Adapun modal utama untuk meraih kesuksesan diantaranya sebagai berikut:
1) Pola berpikir yang mengarah kepada sikap dan kemauan untuk sukses
2) Kepribadia yang kuat untuk sukses
3) Kecakapan didalam bekerja
4) Menerapkan manajemen yang baik
5) Berani memikul segala risiko dalam bisnis
Langkah-langkah yang mantap dalam pengelolaan usaha adalah sebagai berikut:
1) Seorang pengusaha atau calon pengusaha harus mempunyai pemasaran hasil produksi
2) Menciptakan penyaluran distribusi agar hasil produksi perusahaan cepat sampai ketangan konsumen atau pembeli
3) Cara memproduksi
4) Cara pengawasan atau pengendalian produksi
5) Cara memperoleh bahan baku
- See more at: http://top-studies.blogspot.com/2014/11/penyusunan-rencana-pengembangan-usaha.html#sthash.jISbCGhc.dpuf

Pengertian Inovatif dalam Kewirausahaan

A. INOVATIF
1. Pengertian Inovatif
Untuk menjadi manusia yang mempunyai semangat wirausaha diperlukan orang-orang yag bersifat kreatif dan inovatif. Para wirausaha yang sukses selalu menggunakan taktik dan strategi tersendiri dengan membuat produk atau pelayanan yang unik dan khusus dengan inovatif-inovatif baru, sehingga tidak .
memandang usaha yang lain sebagai pesaing
inovasi adalah suatu proses yang mengubah ide baru atau aplikasi baru menjadi produk yang berguna. Inovasi juga diartikan sebagai proses mengubah peluang menjadi gagasan atau ide-ide yang rumit bahkan inovasi berasal dari ide-ide yang sepele dan sejenis saja, asal merupakan yang baru dan baik dari yang telah ada. Sedangkan kemampuan inovatif seorang wirausaha merupakan proses mengubah peluang suatu gagasan dan ide-ide yang dapat dijual.
2. Pentingnya Inovatif
Jika seorang wirausaha ingin sukses dalam kegiatan usahanya, maka ia akan membuat produk dengan inovasi baru. Hal ini dikarenakan dalam dunia bisnis sekarang, produk-produk dan pelayanan tanpa adanya inovatif tidak akan berkembang dan tidak semakin sukses dalam berwirausaha. Keterlambatan melakukan inovasi terhadap produk akan membawa perkembangan dan perubahan dalam otonomi (Joseph Schumpeter).
Proses inovasi atau perumusan baru, baik pada usaha unit menengah maupun besar muncul disebabkan adanya proses khusus melakukan persiapan dalam penelitian dan pengembangan. Pada unit usaha kecil penemuan baru lebih banyak terjadi karena pengalaman atau secara tidak sengaja. Hasilnya dapat langsug ditetapkan dengan atau ujicoba secara lanjut. Sikap kreatif akan mendorong anak mengadakan penemuan baru, misalnya pelajar kreatif dapat menggunakan barang –barang bebas untuk dibuat produk baru.
Sebagai ilustrasi pentingnya inovasi dalam mengembangkan dan mempertahankan suatu bisnis dapat dilihat pada “S diagram” hubungannya dengan product life cycle berikut ini:


clip_image001
Pada masa kematangan produk harus ada inovasi untuk mendongkrak permintaan dan mempertahankan kesinambungan bisnis
Gambar : S diagram
Disamping itu, perlu diketahui juga bahwa setiap konsumen dalam membuat keputusan membeli suatu produk dengan merk atau dari penjual tertentu tidak semata-mata dia butuh tetapi ada pertimbangan lain yang biasanya sangat fundamental yaitu ada sesuatu yang berbeda dari produk tersebut dari produk sejenis yang lain. Sesuatu yang khas dan beda tersebut dikenal dengan unique sales point. Oleh karena itu, setiap bisnis (apapun bisnisnya) harus bisa menawarkan unique sales point apabila menginginkan produk yang ditawarkan dapat menguasai pasar atau sukses. Unique sales point ini dapat dikembangkan melalui produk maupun atribut produknya. Keberhasilan dalam mengembangkan unique sales point ini sangat dipengaruhi oleh kreativitas dan kemampuan berinovasi dari pemilik.
3. Prinsip-prinsip Inovasi
a. Prinsip keharusan
1) Keharusan menganalisi peluang
Semua sumber peluang inovatif harus dianalisis secara sistematis. Tujuannya adalah mencari peluang yang benar-benar sesuai dengan inovasi yang akan dilakukan
2) Keharusan memperluas wawasan
Makin banyak hal-hal baru yang kita dapat, makin mudah bagi kita untuk mencari gagasan yang inovatif, memperluas wawasan dapat dilakukan dengan cara lebih banyak membaca, melihat, mendengar dan merasakan
3) Keharusan untuk bertindak efektif
Syarat bagi keefektifan sebuah inovasi adalah kesederhanaan sehingga timbul pernyataan “hal ini sebetulnya sederhana, mengapa tak terpikirkan sebelumnya”
4) Keharusan untuk tidak berpikir muluk
Memiliki impian yang besar memang bagus, hal ini merupakan sumber inspirasi untuk melakukan sebuah inspirasi. Tetapi akan lebih baik jika dari ha-hal lebih kecil terlebih dahulu
b. Prinsip larangan
1) Larangan untuk berlagak pintar
Jangan melakukan hal yang melebihi kemampuan yang dimiliki karena hal tersebut akan mengakibatkan kegagalan
2) Larangan untuk rakus
Tetaplah focus pada tema inovasi yang telah dipilih. Semakin kita menjauh dari tema tersebut akan makin menyebar pekerjaan yang dilakukan dan ini juga akan mengakibatkan kegagalan
3) Larangan untuk berpikir terlalu jauh kedepan
Semakin kita berpikir terlalu jauh kedepan semakin banyak unsur ketidakpastian yang dihadapi termasuk juga ketidakpastian untuk mencapai keberhasilan
4. Inovasi Hubungannya Dengan Sikap Kewirausahaan Lainnya
a. Inovasi dan Kreatifvitas
Seorang pakar ekonomi pada zaman klasik yaitu Jean Baptise Say menyatakan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang mampu memindahkan sumberdaya yang kkurang produktif menjadi sumberdaya yang produktif sehingga memberi nilai ekonomis. Orang yang berpikir kreatif dan inovatif mampu mengubah suatu masalah menjadi peluang. Sebagai contoh mereka menjual pakaian dalam anti perkosaan, menjual rompi anti senjata dan lain-lain tetapi hanya sedikit orang yang mampu memikirkan hal tersebut, karena tidak semua orang dapat berpikir kreatif dan inovatif.
b. Inovasi dan Kerja Keras
Thomas Alfa Edison mengembangkan bahwa inovasi itu terdiri 1% inspirasi dan 99% keringat. Untuk mencapai keberhasilannya maka ia harus bekerja keras siang dan malam sehingga menemukan lampu. Dalam tahap menuju realisasi gagasan tersebut kemungkinan kita akan menghadapi respon atau komentar negative dari orang sekeliing kita, kemungkinan lain adalah kegagalan yang kita hadapi bertubi-tubi, sehingga kita berpikir bahwa memang tidak mungkin mewujudkan yang ada tersebut tidak boleh membuat kita patah semangat
c. Inovasi dan Prestatif
Seorang yang inovatif biasanya sekaligus orang yang prestatif. Ia selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam segala situasi. Orang yang prestatif sangat menyukai persaingan sehat. Persaingan membuat orang selalu berpikir tentang apa yang dapat dilakukan untuk menjadi yang terbaik. Gagasan-gagasan besar belum pernah dipikirkan orang sebelumnya akan menjadikan sebagai pioner dan berdiri paling depan
5. Mengembangkan Cara Berpikir Inovatif
Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan untuk berpikir secara inovatif, tetapi kemungkinan ini hanya berkemauan keras untuk mengembangkan kemampuannya tersebut menjadi suatu keberhasilan. Untuk mengembangkan cara berpikir inovatif, dapat dilakukan dengan cara-cara tersebut:
a. Membiasakan memiliki mimpi
b. Memperkaya sumber ide
c. Membiasakan diri menerima perbedaan dan perubahan
d. Menumbuhkan sikap empati
e. Merupakan kemampuan inovatif
6. Menerapkan Kemampuan Inovatif
Seorang wirausaha yang inovatif dikenal mempunyai kemampuan menggabungkan imajinasi dan pikiran kreatif secara sistematis dan logis. Kombinasi tesebut menjadi bekal penting bagi keberhasilan didalam berwirausaha. Menurut Kuratko (1995) ada 4 jenis proses penerapan kemampuan inovatif yaitu:
a. Penemuan (invensi) adalah produk, jasa atau proses yang benar-benar baru
b. Pengembangan (ekstensi) adalah pemanfaatan baru atau penerapan lain pada produk, jasa atau proses yang ada
c. Penggandaan (duplikasi) adalah replikasi kreatif atas konsep yang telah ada
d. Sintesis adalah kombinasi atas konsep dan faktor-faktor yang telah ada dalam penggunaan atau formulasi baru
Faktor-faktor yang mendukung tercapainya keberhasilan penerapan kemampuan inovasi menurut James Brian Quinn (1945) adalah perusahaan berikut:
a. Iklim inovasi visi
Perusahaan yang inovatif mempunyai visi yang singkat dan jelas, serta member dukungan nyata untuk terwujudnya suasana inovatif
b. Orientasi pasar
Perusahaan yang inovatif melandaskan visi mereka dengan kenyataan yang ada dipasar
c. Organisasi yang tetap datar dan kecil
Kebanyakan perusahaan yang inovatif berusaha menjaga keseluruhan perusahaan tetap datar serta tim proyek yang terkecil
d. Proses belajar interaktif
Didalam suatu lingkungan yang inovatif, proses belajar dan penelitian ide-ide mengabaikan garis fungsi tradisional dalam suatu perusahaan
Dalam hubungannya dengan bisnis, inovasi dapat dilakukan terhadap:
a. Produk, seperti :design/bentuk/corak dsb
b. Atribut produk, seperti : harga, distribusi, kemasan, merk dsb
7. Menerapkan Kemampuan Inovatif Dalam Pola Asuh Di Sekolah
Kunjungilah secara rutin perpustakaan sekolah atau pergi ketoko buku dan carilah buku-buku yang memberikan ide baru. Juga biasakan memperbanyak daftar pustaka untuk tugas makalah yang diberikan guru, hal ini akan memperkaya wawasan
Usahakan bersikap aktif saat diskusi dikelas. Ungkapan pendapat tak perlu malu atau segan, juga jangan merasa tersinggung atau marah bila ada teman menyangga pendapat yang kita ajukan. Ini akan melatih kita untuk menerima perbedaan
Gunakan waktu istirahat untuk berdiskusi dengan teman sekelas tentang keadaan saat ini. Munculkanlah gagasan yang terlintas untuk menghadapi keadaan. Jangan takut ditertawakan, ini akan melatih kita membangun impian-impian besar yang didasarkan kepada kebutuhan

A. INOVATIF
1. Pengertian Inovatif
Untuk menjadi manusia yang mempunyai semangat wirausaha diperlukan orang-orang yag bersifat kreatif dan inovatif. Para wirausaha yang sukses selalu menggunakan taktik dan strategi tersendiri dengan membuat produk atau pelayanan yang unik dan khusus dengan inovatif-inovatif baru, sehingga tidak .
memandang usaha yang lain sebagai pesaing
inovasi adalah suatu proses yang mengubah ide baru atau aplikasi baru menjadi produk yang berguna. Inovasi juga diartikan sebagai proses mengubah peluang menjadi gagasan atau ide-ide yang rumit bahkan inovasi berasal dari ide-ide yang sepele dan sejenis saja, asal merupakan yang baru dan baik dari yang telah ada. Sedangkan kemampuan inovatif seorang wirausaha merupakan proses mengubah peluang suatu gagasan dan ide-ide yang dapat dijual.
2. Pentingnya Inovatif
Jika seorang wirausaha ingin sukses dalam kegiatan usahanya, maka ia akan membuat produk dengan inovasi baru. Hal ini dikarenakan dalam dunia bisnis sekarang, produk-produk dan pelayanan tanpa adanya inovatif tidak akan berkembang dan tidak semakin sukses dalam berwirausaha. Keterlambatan melakukan inovasi terhadap produk akan membawa perkembangan dan perubahan dalam otonomi (Joseph Schumpeter).
Proses inovasi atau perumusan baru, baik pada usaha unit menengah maupun besar muncul disebabkan adanya proses khusus melakukan persiapan dalam penelitian dan pengembangan. Pada unit usaha kecil penemuan baru lebih banyak terjadi karena pengalaman atau secara tidak sengaja. Hasilnya dapat langsug ditetapkan dengan atau ujicoba secara lanjut. Sikap kreatif akan mendorong anak mengadakan penemuan baru, misalnya pelajar kreatif dapat menggunakan barang –barang bebas untuk dibuat produk baru.
Sebagai ilustrasi pentingnya inovasi dalam mengembangkan dan mempertahankan suatu bisnis dapat dilihat pada “S diagram” hubungannya dengan product life cycle berikut ini:


clip_image001
Pada masa kematangan produk harus ada inovasi untuk mendongkrak permintaan dan mempertahankan kesinambungan bisnis
Gambar : S diagram
Disamping itu, perlu diketahui juga bahwa setiap konsumen dalam membuat keputusan membeli suatu produk dengan merk atau dari penjual tertentu tidak semata-mata dia butuh tetapi ada pertimbangan lain yang biasanya sangat fundamental yaitu ada sesuatu yang berbeda dari produk tersebut dari produk sejenis yang lain. Sesuatu yang khas dan beda tersebut dikenal dengan unique sales point. Oleh karena itu, setiap bisnis (apapun bisnisnya) harus bisa menawarkan unique sales point apabila menginginkan produk yang ditawarkan dapat menguasai pasar atau sukses. Unique sales point ini dapat dikembangkan melalui produk maupun atribut produknya. Keberhasilan dalam mengembangkan unique sales point ini sangat dipengaruhi oleh kreativitas dan kemampuan berinovasi dari pemilik.
3. Prinsip-prinsip Inovasi
a. Prinsip keharusan
1) Keharusan menganalisi peluang
Semua sumber peluang inovatif harus dianalisis secara sistematis. Tujuannya adalah mencari peluang yang benar-benar sesuai dengan inovasi yang akan dilakukan
2) Keharusan memperluas wawasan
Makin banyak hal-hal baru yang kita dapat, makin mudah bagi kita untuk mencari gagasan yang inovatif, memperluas wawasan dapat dilakukan dengan cara lebih banyak membaca, melihat, mendengar dan merasakan
3) Keharusan untuk bertindak efektif
Syarat bagi keefektifan sebuah inovasi adalah kesederhanaan sehingga timbul pernyataan “hal ini sebetulnya sederhana, mengapa tak terpikirkan sebelumnya”
4) Keharusan untuk tidak berpikir muluk
Memiliki impian yang besar memang bagus, hal ini merupakan sumber inspirasi untuk melakukan sebuah inspirasi. Tetapi akan lebih baik jika dari ha-hal lebih kecil terlebih dahulu
b. Prinsip larangan
1) Larangan untuk berlagak pintar
Jangan melakukan hal yang melebihi kemampuan yang dimiliki karena hal tersebut akan mengakibatkan kegagalan
2) Larangan untuk rakus
Tetaplah focus pada tema inovasi yang telah dipilih. Semakin kita menjauh dari tema tersebut akan makin menyebar pekerjaan yang dilakukan dan ini juga akan mengakibatkan kegagalan
3) Larangan untuk berpikir terlalu jauh kedepan
Semakin kita berpikir terlalu jauh kedepan semakin banyak unsur ketidakpastian yang dihadapi termasuk juga ketidakpastian untuk mencapai keberhasilan
4. Inovasi Hubungannya Dengan Sikap Kewirausahaan Lainnya
a. Inovasi dan Kreatifvitas
Seorang pakar ekonomi pada zaman klasik yaitu Jean Baptise Say menyatakan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang mampu memindahkan sumberdaya yang kkurang produktif menjadi sumberdaya yang produktif sehingga memberi nilai ekonomis. Orang yang berpikir kreatif dan inovatif mampu mengubah suatu masalah menjadi peluang. Sebagai contoh mereka menjual pakaian dalam anti perkosaan, menjual rompi anti senjata dan lain-lain tetapi hanya sedikit orang yang mampu memikirkan hal tersebut, karena tidak semua orang dapat berpikir kreatif dan inovatif.
b. Inovasi dan Kerja Keras
Thomas Alfa Edison mengembangkan bahwa inovasi itu terdiri 1% inspirasi dan 99% keringat. Untuk mencapai keberhasilannya maka ia harus bekerja keras siang dan malam sehingga menemukan lampu. Dalam tahap menuju realisasi gagasan tersebut kemungkinan kita akan menghadapi respon atau komentar negative dari orang sekeliing kita, kemungkinan lain adalah kegagalan yang kita hadapi bertubi-tubi, sehingga kita berpikir bahwa memang tidak mungkin mewujudkan yang ada tersebut tidak boleh membuat kita patah semangat
c. Inovasi dan Prestatif
Seorang yang inovatif biasanya sekaligus orang yang prestatif. Ia selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam segala situasi. Orang yang prestatif sangat menyukai persaingan sehat. Persaingan membuat orang selalu berpikir tentang apa yang dapat dilakukan untuk menjadi yang terbaik. Gagasan-gagasan besar belum pernah dipikirkan orang sebelumnya akan menjadikan sebagai pioner dan berdiri paling depan
5. Mengembangkan Cara Berpikir Inovatif
Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan untuk berpikir secara inovatif, tetapi kemungkinan ini hanya berkemauan keras untuk mengembangkan kemampuannya tersebut menjadi suatu keberhasilan. Untuk mengembangkan cara berpikir inovatif, dapat dilakukan dengan cara-cara tersebut:
a. Membiasakan memiliki mimpi
b. Memperkaya sumber ide
c. Membiasakan diri menerima perbedaan dan perubahan
d. Menumbuhkan sikap empati
e. Merupakan kemampuan inovatif
6. Menerapkan Kemampuan Inovatif
Seorang wirausaha yang inovatif dikenal mempunyai kemampuan menggabungkan imajinasi dan pikiran kreatif secara sistematis dan logis. Kombinasi tesebut menjadi bekal penting bagi keberhasilan didalam berwirausaha. Menurut Kuratko (1995) ada 4 jenis proses penerapan kemampuan inovatif yaitu:
a. Penemuan (invensi) adalah produk, jasa atau proses yang benar-benar baru
b. Pengembangan (ekstensi) adalah pemanfaatan baru atau penerapan lain pada produk, jasa atau proses yang ada
c. Penggandaan (duplikasi) adalah replikasi kreatif atas konsep yang telah ada
d. Sintesis adalah kombinasi atas konsep dan faktor-faktor yang telah ada dalam penggunaan atau formulasi baru
Faktor-faktor yang mendukung tercapainya keberhasilan penerapan kemampuan inovasi menurut James Brian Quinn (1945) adalah perusahaan berikut:
a. Iklim inovasi visi
Perusahaan yang inovatif mempunyai visi yang singkat dan jelas, serta member dukungan nyata untuk terwujudnya suasana inovatif
b. Orientasi pasar
Perusahaan yang inovatif melandaskan visi mereka dengan kenyataan yang ada dipasar
c. Organisasi yang tetap datar dan kecil
Kebanyakan perusahaan yang inovatif berusaha menjaga keseluruhan perusahaan tetap datar serta tim proyek yang terkecil
d. Proses belajar interaktif
Didalam suatu lingkungan yang inovatif, proses belajar dan penelitian ide-ide mengabaikan garis fungsi tradisional dalam suatu perusahaan
Dalam hubungannya dengan bisnis, inovasi dapat dilakukan terhadap:
a. Produk, seperti :design/bentuk/corak dsb
b. Atribut produk, seperti : harga, distribusi, kemasan, merk dsb
7. Menerapkan Kemampuan Inovatif Dalam Pola Asuh Di Sekolah
Kunjungilah secara rutin perpustakaan sekolah atau pergi ketoko buku dan carilah buku-buku yang memberikan ide baru. Juga biasakan memperbanyak daftar pustaka untuk tugas makalah yang diberikan guru, hal ini akan memperkaya wawasan
Usahakan bersikap aktif saat diskusi dikelas. Ungkapan pendapat tak perlu malu atau segan, juga jangan merasa tersinggung atau marah bila ada teman menyangga pendapat yang kita ajukan. Ini akan melatih kita untuk menerima perbedaan
Gunakan waktu istirahat untuk berdiskusi dengan teman sekelas tentang keadaan saat ini. Munculkanlah gagasan yang terlintas untuk menghadapi keadaan. Jangan takut ditertawakan, ini akan melatih kita membangun impian-impian besar yang didasarkan kepada kebutuhan
- See more at: http://top-studies.blogspot.com/2013/11/pengertian-inovatif-kewirausahaan.html#sthash.4hm49mAR.dpuf

Ciri-ciri Orang Kreatif

Tidak ada orang bodoh di dunia ini, yang ada hanyalah orang-orang kreatif, jadi anda-anda yang sering dianggap bodoh oleh orang lain, maka semua anggapan mereka adalah salah, karena sebenarnya anda adalah orang yang kreatif. Mau bukti? Ok mari sma kita simak ciri-ciri orang kreatif.
Berikut adalah ciri-ciri orang kreatif menurut versi saya adalah
  1. Berani Beda
Kenapa sih kita takut jika berbeda dengan yang lain? Kalau itu tidak menyimpang dari nilai-nilai adab dan agama, saya rasa itu tidaklah menjadi masalah, di Indonesia ini kita sering diajarkan untuk tidak kreatif. Dari kecil hingga saya dewasa dalam pelajaran buku sd rata-rata isinya sama, begini isinya “Ibu pergi ke pasar membeli sayuran” dari dulu selalu membeli, kenapa tidak menjual, dari dulu selalu ibu kenapa tidak bapak, dan seterusnya, kalau anda punya berpikiran yang sama dengan saya, maka anda adalah orang yang kreatif, kalau saja buku itu diganti isinya dengan “Ibu pergi kepasar menjual sayuran”, maka saya rasa semua orang akan menjadi pengusaha.
Berani berbeda adalah ia yang memiliki jiwa kreatif, ketika orang lain berpikir hal yang sama, maka dia akan berpikir hal yang berbeda, contoh orang selalu berpikir bahwa semua usaha harus diawali dengan modal, tapi untuk orang yang kreatif, usaha bisa dilakukan tanpa modal, ketika orang lain menghitung dulu baru buka usaha, maka orang kreatif adalah ia membuka usaha dulu baru berhitung, ketika orang lain berpikir bahwa bagaimana membuat ide agar menjadi bagus, maka orang kreatif adalah ia yang membaguskan idenya, ketika orang lain jadi Pegawai, orang kreatif adalah ia yang menjadi bos minimal untuk dirinya, ketika orang lain sibuk dengan teori maka orang kreatif adalah ia yang sibuk dengan action, ketika orang lain sibuk dengan mimpinya, maka orang kreatif dalah ia yang mewujudkan mimpinya.
  1. Tidak Takut Dengan Saingan (Competitor)
Bagi orang kreatif, Saingan adalah anugerah Allah yang menjadikan kita agar lebih bijaksana dan kreatif dalam mengambil keputusan, Saingan adalah al yang biasa bagi orang yang kreatif, justru orang yang takut dengan saingan artinya ia tidak kreatif. Saingan adalah kunci sukses bagi orang yang berpikir kreatif. Misal produk anda memiliki fungsi yang sama dengan produk competitor, maka orang kreatif adalah ia yang menjadikan fungsinya dengan menambah, jangan mengurangi fungsi.
  1. Orang Tidak Terlalu Pintar
Rata-rata orang yang terlalu pintar atau orang pintar, misal ia memiliki IPK yang sangat tinggi ataupun tinggi, maka kebanyakan dari orang tersebut adalah akan menjadi pegawai atau dosen, namun bagi orang yang tidak terlalu pintar misal IPK 2, maka cendrung akan menghasilkan usaha, kenapa semua ini bisa terjadi, itu dia, Allah itu maha adil, orang yang tidak terlalu pintar itu ia cendrung berpikir berani untuk usaha, karena tidak ada perusahaan yang menerima seperti dia, karena rata-rata perusahaan itu mencari karyawan atau pegawai yang pintar, toh seleksinya aja ketat sekali. Tapi justru yang pemiliknya tidak lebih pintar daripada karyawannya.
Namun sebaliknya orang yang pintar dengan IPK 3,an yang ada justru ia berpikir bagaimana dapat pekerjaan, bagaimana mencari kerja, bagaimana ikut perusahaan A dan B dan seterusnya.
  1. Selalu Berpikir Menggunakan Otak Kanan
Otak kanan adalah otak yang berpikir tentang keberanian, sedangkan otak kiri cendrung hitung-hitungan, linier, rasional, lurus, teratur, sehingga orang yang selalu berpikir otak kiri, maka ia akan selalu jadi karyawan dan penuh dengan ketakutan dalam bertindak, takut. Karena penuh dengan perhitungan. Ingat lo, karyawan disini adalah ia yang menjalankan usaha orang lain, bukan yang menjadi pemiliknya. Sehingga dengan otak kanan kita akan cendrung berani melakukan, karena kunci sukses pertama adalah keberanian.
  1. Merasa Lebih Bangga Dengan Produk Sendiri
Berapapun gajinya namun jika itu bukan produk sendiri, maka orang kreatif akan merasa tidak bangga dengan produk orang lain, ia lebih bangga dengan produknya sendiri walaupun produknya lebih menghasilkan pemasukan lebih sedikit dibandingkan dengan produk orang lain. Berapa banyak orang yang keluar dari pekerjaan nya karena ingin menjalankan usahanya sendiri, itu karena ia adalah orang yang kreatif.
Sampai kapan negara ini mau maju jika semua paradigma pembelajaran di sekolah selalu ingin jadi karyawan, ingin kerja di perusahaan A, ingin kerja, semua jawabannya adalah ingin kerja. Padahal negara yang maju adalah negara yang berani memberikan paradigma siswanya agar kelak ketika lulus, maka akan membuka sebuah pekerjaan untuk orang lain, janganlah kita selalu menjadi peminta, tapi jadilah orang yang selalu memberi

konsep Kewirausahaan

Secara konseptual Kewirausahaan mempunyai arti learning about entrepreneurship dimana seseorang belajar mengembangkan kemampuan yang dimiliki untuk menciptakan sesuatu yang baru .
Kewirausahaan tidak sama dengan berdagang, namun berdagang itu sendiri merupakan bagian dari kewirausahaan.
Ada 2 aspek yang dibutuhkan dalam kewirausahaan , yaitu :
1. Mindset (pola pikir) , maksudnya pola pikir yang kreatif , inovatif serta dapat mengembangkan atau mengubah sesuatu menjadi hal baru menjadi unik.
2. Methode ( pola tindakan) , maksudnya tindakan yang dilakukan untuk membuat sesuatu hal yang baru itu .
Isi dari mindset wirausaha , diantaranya :
a.memiliki "locus of control internal" , adalah pusat kendali kehidupan seseorang yang berasal dari kemauan atau tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang tidaak terparuh oleh orang lain
b.toleransi untuk ambiguitas,maksudnya menciptakan sesuatu yang unik yang dapat menjadi pusat perhatian orang banyak sehingga orang lain tertarik dengan apa yang diciptakannya
c.kesediaan untuk menggaji orang yang lebih cerdas dari dirinya
d.konsistensi untuk selalu berkreatifitas,membangun dan mengubah berbagai hal
e.Dorongan yang kuat untuk peluang dan kesempatan.

Tekad yang kuat merupakan salah satu kunci untuk mencapai keberhasilan.kesulitan,tantangan,halangan bukanlah penghalang untuk mencapai kesuksesan .semakin banyak halangan semakin terbiasa/kebal juga kita menghadapi hal-hal yang sulit.dan kesulitan tersebut merupakan awal dari suatau perjuangan untuk mencapai tujuan.karena semakin banyak rintangan semakin dekat jalan kita untuk mencapai kesuksesan.kuncinya jangan menyerah ,optimis dan yakin kita bisa.
untuk menjadi seorang entrepreneurship dibutuhkan untuk memiliki opportunity creator,innovator karena semakin majunya perkembangan zaman semakin tinggi pula daya saing sehingga untuk bersaing diluar sana diperlukan ide-ide yang kreatif,inovatif unik serta diterima dipasaran.
jiwa kewirausahaan bukanlah suatu kebetulan tapi jiwa kewirausahaan harus ditanam dari hati dengan modal optimis,tekad yang kuat dan yakin bisa.
"Tidak ada orang sukses yang berawal dari kesuksesan tapi orang sukses berawal dari suatu kegagalan"
 " Orang sukses bersedia melakukan hal-hal yang orang tidak sukses tidak melakukan " 

Ciri-Ciri Kewirausahaan dan Berfikir Kreatif

Ciri-ciri umum kewirausahaan
  1. Memiliki Motif Berprestasi Tinggi. Wirausaha melakukan sesuatu hal secara tidak asal-asalan, sekalipun hal tersebut dapat dilakukan oleh orang lain.  
  2. Memiliki Perspektif ke Depan. Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan, apapun impian atau target kita ingat kata kunci SMART (Specific, Measurable, Achieveable, Reality-based, Time-frame) yang berarti harus spesifik dan jelas , teratur, dapat dicapai, berdasarkan realitas atau kondisi kita saat ini dan memiliki jangka waktu tertentu.
  3. Memiliki Kreatifitas Tinggi. Hal-hal yang belum terfikirkan oleh orang lain sudah terfikirkan olehnya dan wirausaha mampu membuat hasil inovasinya tersebut menjadi permintaan.
  4. Memiliki Sifat Inovasi Tinggi. Seorang wirausaha harus segera menerjemahkan mimpi-mimpinya menjadi inovasi untuk mengembangkan bisnisnya, sifat inovatif dapat ditumbuhkan dengan memahami bahwa inovasi adalah suatu contoh suatu kerja keras, terobosan dan perbaikan yang terus menerus.
  5. Memiliki Komitmen Terhadap Pekerjaan. Menurut Sony Sugema terdapat tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha yang sukses yaitu : Mimpi, Kerja keras, dan Ilmu.
  6. Memiliki Tanggung Jawab. Komitmen sangat diperlakukan dalam pekerjaan sehingga mampu melahirkan tanggung jawab.
  7. Memiliki Kemandirian atau Ketidaktergantungan Terhadap Orang Lain. Orang yang mandiri adalah orang yang tidak suka mengandalkan orang lain namun justru mengoptimalkan segala daya dan upaya yang dimilikinya sendiri.
  8. Memiliki Keberanian Menghadapi Resiko. Berani mengambil resiko yang telah diperhitungkan sebelumnya merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proposional terhadap resiko yang akan diambil. Resiko yang diperitungkan dengan baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Wirausaha harus bias belajar mengelola resiko dengan cara mentransfer atau berbagi resiko ke pihak lain seperti bank, investor, konsumen, pemasok dan lain sebagainya.
  9. Selalu Mencari Peluang. Seorang wirausaha sejati mampu melihat sesuatu dalam perspektif atau dimensi yang berlainan pada satu waktu.
  10. Memiliki Jiwa Kepemimpinan. Seorang wirausaha harus memiliki kemampuan dan semangat untuk mengembangkan orang-orang disekelilingnya, seorang pemimpin lebih baik tidak diukur dari berapa banyak pengikut atau pegawainya, tetapi kualitas orang-orang yang mengikutinya serta berapa banyak pemimpin baru disekelilingnya.
  11. Memiliki Kemampuan Manajerial. Kemampuan manajerial seseorang dapat dilihat dati 3 kemampuan yaitu : Kemampuan teknik, Kemampuan pribadi/personal  dan Kemampuan emosional.
  12. Memiliki Kemampuan Personal. Seorang wirausaha harus memperkaya diri dengan berbagai keterampilan personal contoh: seorang pemilik toko roti dan kue harus memiliki kemampuan personal dalam membuat kue dengan berbagai macam resep.
Berfikir kreatif dalam kewirausahaan
Menurut Zimerer (1996) untuk mengembangkan keterampilan berfikir seseorang menggunakan otak sebelah kiri sedangkan untuk belajar mengembangkan keterampilan kreatif digunakan otak sebelah kanan. Zimerer mengemukakan beberapa kidah atau kebiasaan , kewirausahaan yaitu:
  1. Create, innovate, and activate (ciptakan, temukan, dan aktifkan)
  2.  Always be on the look out for new opportunities (selalu mencari peluang baru)
  3.  Keep it simple (berfikir sederhana)
  4.  Try it, fix it, do it (selalu mencoba, memperbaiki dan melakukannya)
  5.  Shoot for the top (selalu mengejar yang terbaik, terunggul, dan ingin sepat mencapai sasaran)
  6.  Don’t be ashamed to smart small (jangan malu untuk memulai dari hal-hal kecil)
  7.  Don’t fear failure : learn form it (jangan takut gagal, belajarlah dari kegagalan)
  8.  Never give up (tidak pernah menyerah atau berhenti karena wirausaha bukan orang yang mudah menyerah)
  9.  Go for it (berusaha untuk terus mengejar apa yang diinginkan)