Sabtu, 14 Oktober 2017

Ingat tujuan kita diperantauan

Foto Supardi Saminja.



Sejenak merenungi diri kita sebagai MANUSIA PERANTAU, atau memikirkan diri kita sebagai MAHASISWA yang SANGAT jauh merantau dari kampung halaman, tinggal di kota keramaian, hidup bergaya seperti orang yang sangat kaya di perantauan, sekali pergi habis ratusan ribu, sekali makan kena ratusan ribu.
Pernahkah saat kita menghabiskan uang yang begitu banyak untuk SEKEDAR KESENANGAN, demi biar dikatain "INILAH ANAK GAUL", apakah ada waktu kita UNTUK memikirkan KELUARGA yang ada di kampung halaman ?
Pernahkah kita juga pikirkan berapa penghasilan orang tua kita sehari dibandingkan banyaknya pengeluaran kita sekali jalan? Pernahkah kita pikirkan apa yang orang tua makan saat kita makan di restoran mewah?
Apakah kita malu jadi orang miskin sehingga kita berpura-pura jadi orang kaya di perantauan ini? Bukankah kita tidak ingin menyangkal bahwa orang tua kita yang hidup dikampung tak seenak hidup kita di perantauan ?
INGAT TUJUAN KITA DIPERANTAUAN INI! . Mengapa harus mudah terpengaruh ajakan yang membuat kita lupa siapa sebenarnya diri kita, yang membuat kita jauh dari tujuan dan cita-cita semula, yang membuat kita lupa kepada Allah, yang membuat kita mudah bergaul dengan sabu-sabu, free seks, minuman keras dan sejenisnya.
Yang membuat kita membohongi diri kita sendiri dan berpura-pura jadi orang lain, hanya karena demi mengikuti zaman penuh kehura-huraan, dengan melupakan ajaran agama islam , lupa nasehat orang tua, dan lupa kearifan lokal yang berlandaskan genius culture. Bukannya kita iri atau tidak bisa seperti orang lain .
Tetapi harus kita sadari secepatnya, bahwa kita masih tahu batas, tahu batas perintah dan larangan agama, batas etika, dan batasan yang bermanfaat dan yang merugikan . Marilah kita hidup sederhana yang tidak akan membuat kita mati, tetapi perbuatan itu sebagai syukur atas perjuangan kita ditanah rantauan.
Ingat, BAHAGIA ITU BUKAN SYUKUR, TETAPI SYUKURLAH YANG MEMBUAT KITA BAHAGIA. Dan ayo Kejar dan capailah dulu tujuaan utama atau cita-cita besar kita di tanah perantauan ini . Kelak kita sukses dan kaya, kita bisa ajak orang tua kita merasakan kesenangan itu. Karena cita-cita kita itu bukan untuk kepentingan kita sendiri, tetapi harus bermanfaat bagi diri, orang lain, bagi agama islam dan bangsa, atau dunia kalau bisa.
Kalau Begitu, jadilah kita MANUSIA PERANTAU. Apakah alasan kita merantau karena mencari ilmu, harta, tahta, wanita, atau alasan lainya? Tetapi yang pasti MANUSIA PERANTAU MAKASSAR itu tidak akan BALIK KEKAMPUNG JIKA TUJUAN DAN CITA-CITA BESARNYA BELUM TERWUJUD.
Karena prinsipnya MANUSIA PERANTAU MAKASSAR, "bajikangngangi matea ri kampong'na tau nikanre gallang-gallang na lammotereka rikamponga tena angerang assele", artinya lebih baik mati dikampung orang dimakan cacing daripada pulang kekampung tanpa membawa hasil.
Sejenak merenungi diri kita sebagai MANUSIA PERANTAU, atau memikirkan diri kita sebagai MAHASISWA yang SANGAT jauh merantau dari kampung halaman, tinggal di kota keramaian, hidup bergaya seperti orang yang sangat kaya di perantauan, sekali pergi habis ratusan ribu, sekali makan kena ratusan ribu.
Pernahkah saat kita menghabiskan uang yang begitu banyak untuk SEKEDAR KESENANGAN, demi biar dikatain "INILAH ANAK GAUL", apakah ada waktu kita UNTUK memikirkan KELUARGA yang ada di kampung halaman ?
Pernahkah kita juga pikirkan berapa penghasilan orang tua kita sehari dibandingkan banyaknya pengeluaran kita sekali jalan? Pernahkah kita pikirkan apa yang orang tua makan saat kita makan di restoran mewah?
Apakah kita malu jadi orang miskin sehingga kita berpura-pura jadi orang kaya di perantauan ini? Bukankah kita tidak ingin menyangkal bahwa orang tua kita yang hidup dikampung tak seenak hidup kita di perantauan ?
INGAT TUJUAN KITA DIPERANTAUAN INI! . Mengapa harus mudah terpengaruh ajakan yang membuat kita lupa siapa sebenarnya diri kita, yang membuat kita jauh dari tujuan dan cita-cita semula, yang membuat kita lupa kepada Allah, yang membuat kita mudah bergaul dengan sabu-sabu, free seks, minuman keras dan sejenisnya.
Yang membuat kita membohongi diri kita sendiri dan berpura-pura jadi orang lain, hanya karena demi mengikuti zaman penuh kehura-huraan, dengan melupakan ajaran agama islam , lupa nasehat orang tua, dan lupa kearifan lokal yang berlandaskan genius culture. Bukannya kita iri atau tidak bisa seperti orang lain .
Tetapi harus kita sadari secepatnya, bahwa kita masih tahu batas, tahu batas perintah dan larangan agama, batas etika, dan batasan yang bermanfaat dan yang merugikan . Marilah kita hidup sederhana yang tidak akan membuat kita mati, tetapi perbuatan itu sebagai syukur atas perjuangan kita ditanah rantauan.
Ingat, BAHAGIA ITU BUKAN SYUKUR, TETAPI SYUKURLAH YANG MEMBUAT KITA BAHAGIA. Dan ayo Kejar dan capailah dulu tujuaan utama atau cita-cita besar kita di tanah perantauan ini . Kelak kita sukses dan kaya, kita bisa ajak orang tua kita merasakan kesenangan itu. Karena cita-cita kita itu bukan untuk kepentingan kita sendiri, tetapi harus bermanfaat bagi diri, orang lain, bagi agama islam dan bangsa, atau dunia kalau bisa.
Kalau Begitu, jadilah kita MANUSIA PERANTAU. Apakah alasan kita merantau karena mencari ilmu, harta, tahta, wanita, atau alasan lainya? Tetapi yang pasti MANUSIA PERANTAU MAKASSAR itu tidak akan BALIK KEKAMPUNG JIKA TUJUAN DAN CITA-CITA BESARNYA BELUM TERWUJUD.
Karena prinsipnya MANUSIA PERANTAU MAKASSAR, "bajikangngangi matea ri kampong'na tau nikanre gallang-gallang na lammotereka rikamponga tena angerang assele", artinya lebih baik mati dikampung orang dimakan cacing daripada pulang kekampung tanpa membawa hasil.

Kebakaran adalah ujian

Inilah kebakaran yang terjadi pada salah satu pertokoan dekat "COLUMBUS" yang ada disekitar Balla Lompoa Gowa. Mari kita jadikan insiden kebakaran ini sebagai kesadaran kepada kita agar sentiasa memeriksa keselamatan rumah kita dan sekaligus menjadikan kebakaran yang terjadi ini sebagai pengingat bahwa barang benda/harta yang kita kumpulkan selama ini akan lenyap dalam sekejap jika Allah menghendaki.

COPOT APLIKASINYA DAN JAUHI PERMAINAN LUDO STAR


Foto Supardi Saminja.
Catur dan ludo adalah dua permainan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia Raya. Namun banyak juga diantara mereka yang tidak mengetahui hukumnya. Pokoknya, asal bisa main!! Mereka tak mau pusing tentang hukumnya.

Karena itu, kami mengajak anda membahas dan cari tahu hukum kedua permainan ini. Seorang muslim tak boleh asal melakukan sesuatu. Tapi ia harus tahu tentang perkara yang ia lakukan. Apalagi jika ia adalah seorang yang tak memiliki bekal ilmu agama.

Ketahuilah bahwa banyak diantara manusia yang celaka dunia-akhiratnya, akibat ia enggan dan malu bertanya tentang urusan yang ia kerjakan.

Allah -Ta’ala- berfirman,

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ [الأنبياء : 7]

“Maka bertanyalah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada Mengetahui”. (QS. Al-Anbiyaa’ : 7)

Para pembaca yang budiman, bermain ludo adalah permainan yang diharamkan dalam agama. Sebab, ia merupakan sarana yang mengantarkan dan mengajarkan manusia untuk berjudi.

Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam– bersabda,

مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ فَكَأَنَّمَا صَبَغَ يَدَهُ فِي لَحْمِ خِنْزِيرٍ وَدَمِهِ

“Barangsiapa yang bermain ludo, maka seakan-akan ia mencelupkan tangannya ke dalam daging babi dan darahnya”. (HR. Muslim (no.2260)



Hadits ini merupakan dalil gamblang tentang pengharaman bermain ludo dan sejenisnya.

Al-Imam An-Nawawiy –rahimahullah– berkata,

وَهَذَا الْحَدِيث حُجَّة لِلشَّافِعِيِّ وَالْجُمْهُور فِي تَحْرِيم اللَّعِب بِالنَّرْدِ

“Hadits ini adalah hujjah bagi Asy-Syafi’iy dan mayoritas ulama dalam mengharamkan permainan ludo”. [Lihat Syarh Shohih Muslim (15/15)]

Di dalam hadits yang lain, Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

« مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ »

“Barangsiapa yang bermain ludo, maka sungguh ia telah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya(no. 4940) dan Ahmad dalam Al-Musnad (4/397). Hadits ini di-hasan-kan oleh Syu’aib Al-Arna’uth dalam Takhrij Al-Musnad (no. 19551)]

Perhatikan hadits ini baik-baik!! Apakah mungkin Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam– menyatakan bahwa pemain ludo adalah orang yang durhaka, lalu permainannya tidak haram?!! Jelas permainan ludo itu haram, sebab pelakunya dianggap durhaka.

Al-Imam Abul Abbas Ahmad bin Umar Al-Qurthubiy –rahimahullah– berkata saat mengomentari hadits di atas,

((وهذا نصٌّ في تحريم النَّرد ، وهو المراد بقوله : (( فكأنما صبغ يده في لحم خنزير ودمه )) ، فإنَّ هذا الفعل في الخنزير حرام ؛ لأنَّه إنما عنى بذلك تذكية الخنزير ، وهي حرام بالاتفاق ، ولذلك لم يختلف فيه ، ويلحق به كل ما يقامر به ، كالشطرنج ، والأربعة عشر ، وغير ذلك مما في معناه)) انظر : المفهم لما أشكل من تلخيص كتاب مسلم – (18 / 50)

“Ini merupakan nash tentang pengharaman ludo. Permainan itulah yang dimaksud dalam sabdanya yang berbunyi, “… maka seakan-akan ia mencelupkan tangannya ke dalam daging babi dan darahnya”. Sesungguhnya perbuatan ini (yakni, mencelupkan tangan) pada babi adalah haram. Karena, beliau hanyalah memaksudkan dengan hal itu penyembelihan babi. Sementara menyembelih babi adalah haram berdasarkan kesepakatan ulama. Oleh karena itu, permainan ludo tidak diperselisihkan (tentang keharamannya). Dikategorikan juga ke dalam permainan ludo, segala permainan yang dijadikan alat (sarana) judi, seperti bermain catur, permainan 14, dan sejenisnya yang semakna dengannya”. [Lihat Al-Mufhim limaa Asykala min Talkhish Kitab Muslim (8/70)]

Al-Imam Abul Fadhl Iyadh Al-Yahshobiy –rahimahullah– berkata saat menjelaskan hadits ini, usai membawakan pernyataan Imam Malik yang mengharamkan catur,

إكمال المعلم بفوائد مسلم – (7 / 201)

ويرى الشطرنج شراً من النرد وألهى منها، وهذا الحجة حجة له، فإن كان ورد فى النردشير قيست الشطرنج عليها، لاشتراكهما فى كونهما شاغلين عما يفيد فى الدين والدنيا، موقعين فى القمار أو التشاجر الحادث فيهما عند التغالب

“Al-Imam Malik memandang permainan catur lebih buruk dan lebih melalaikan dibanding permainan ludo. Hujjah ini adalah hujjah bagi Malik. Walaupun hadits ini datang dalam hal ludo, tapi catur diqiyaskan dengan ludo. Karena, kesamaan keduanya dalam melalaikan dari sesuatu yang memberikan faedah di dalam agama dan dunia; keduanya menjerumuskan (manusia) daam perjudian ataukah dalam perseteruan yang muncul pada kedua permainan itu, ketika saling mengalahkan”. [Lihat Ikmaal Al-Mu’lim Syarh Shohih Muslim (7/101)]

Permainan ini pernah ditanyakan kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –rahimahullah– sebagai berikut:

Pertanyaan: Seorang lelaki bermain catur seraya berkata, “Catur lebih baik dibandingkan bermain ludo”. Apakah pernyataan ini benar. Apakah bermain catur dengan taruhan atau tanpa taruhan adalah haram? Apa pandangan para ulama tentang catur?”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –rahimahullah– berkata dalam memberikan jawaban,

الْحَمْدُ لِلَّهِ ، اللَّعِبُ بِالشِّطْرَنْجِ حَرَامٌ عِنْدَ جَمَاهِيرِ عُلَمَاءِ الْأُمَّةِ وَأَئِمَّتِهَا كَالنَّرْدِ . وَقَدْ صَحَّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : { مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ فَكَأَنَّمَا صَبَغَ يَدَهُ فِي لَحْمِ خِنْزِيرٍ وَدَمِهِ }

وَقَالَ : { مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ } وَثَبَتَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ مَرَّ بِقَوْمِ يَلْعَبُونَ بِالشِّطْرَنْجِ فَقَالَ : مَا هَذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ ؟ وَرُوِيَ أَنَّهُ قَلَبَ الرُّقْعَةَ عَلَيْهِمْ . وَقَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْ السَّلَفِ : الشِّطْرَنْجُ مِنْ الْمَيْسِرِ وَهُوَ كَمَا قَالُوا ؛ فَإِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ الْمَيْسِرَ وَقَدْ أَجْمَعَ الْعُلَمَاءُ عَلَى أَنَّ اللَّعِبَ بِالنَّرْدِ وَالشِّطْرَنْجِ حَرَامٌ إذَا كَانَ بِعِوَضِ وَهُوَ مِنْ الْقِمَارِ وَالْمَيْسِرِ الَّذِي حَرَّمَهُ اللَّهُ . وَالنَّرْدُ حَرَامٌ عِنْدَ الْأَئِمَّةِ الْأَرْبَعَةِ سَوَاءٌ كَانَ بِعِوَضِ أَوْ غَيْرِ عِوَضٍ ؛ وَلَكِنَّ بَعْضَ أَصْحَابِ الشَّافِعِيِّ جَوَّزَهُ بِغَيْرِ عِوَضٍ ؛ لِاعْتِقَادِهِ أَنَّهُ لَا يَكُونُ حِينَئِذٍ مِنْ الْمَيْسِرِ . وَأَمَّا الشَّافِعِيُّ وَجُمْهُورُ أَصْحَابِهِ وَأَحْمَد وَأَبُو حَنِيفَةَ وَسَائِرُ الْأَئِمَّةِ فَيُحَرِّمُونِ ذَلِكَ بِعِوَضِ وَبِغَيْرِ عِوَضٍ ؛ وَكَذَلِكَ الشِّطْرَنْجُ صَرَّحَ هَؤُلَاءِ الْأَئِمَّةُ بِتَحْرِيمِهَا : مَالِكٌ ؛ وَأَبُو حَنِيفَةَ وَأَحْمَد وَغَيْرُهُمْ . وَتَنَازَعُوا أَيُّهُمَا أَشَدُّ ؟

“Alhamdulillah, bermain catur adalah haram di sisi mayoritas ulama umat dan para pemukanya, seperti halnya bermain ludo.

Sungguh telah shohih dari Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda,

مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ فَكَأَنَّمَا صَبَغَ يَدَهُ فِي لَحْمِ خِنْزِيرٍ وَدَمِهِ

“Barangsiapa yang bermain ludo, maka seakan-akan ia mencelupkan tangannya ke dalam daging babi dan darahnya”. (HR. Muslim (no.2260)

Beliau juga bersabda,

« مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ »

“Barangsiapa yang bermain ludo, maka sungguh ia telah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya(no. 4940) dan Ahmad dalam Al-Musnad (4/397). Hadits ini di-hasan-kan oleh Syu’aib Al-Arna’uth dalam Takhrij Al-Musnad (no. 19551)]

Telah tsabit dari Ali bin Abi Tholib -radhiyallahu anhu- bahwa beliau pernah melewati kaum yang bermain catur seraya beliau berkata, “Arca-arca apakah ini yang kalian berdiam diri padanya?!”

Diriwayatkan juga bahwa beliau membalik papan catur di depan mereka. Sekelompok ulama salaf berkata, “Catur termasuk judi”. Memang permasalahannya seperti apa yang dinyatakan oleh mereka. Karena, Allah telah mengharamkan perjudian. Sungguh para ulama ijma’ (sepakat) bahwa bermain ludo dan catur adalah haram jika disertai dengan taruhan. Dia termasuk bagian dari perjudian yang Allah haramkan.

Bermain ludo haram menurut para ulama yang empat (Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’iy dan Ahmad), sama saja apakah dengan taruhan atau tanpa taruhan. Hanya saja sebagian pengikut Asy-Syafi’iy membolehkannya tanpa taruhan. Karena, mereka ini meyakini bahwa ketika itu bermain ludo bukan lagi judi!!

Adapun Imam Asy-Syafi’iy dan mayoritas pengikut beliau, Ahmad, Abu Hanifah, dan seluruh ulama, maka mereka mengharamkan hal itu, baik dengan taruhan, maupun tanpa taruhan.

Demikian pula bermain catur telah ditegaskan oleh para imam-imam itu tentang pengharamannya, seperti Imam Malik, Abu Hanifah, Ahmad dan selainnya. Mereka hanya berselisih tentang manakah yang lebih berat (pengharamannya). [Lihat Majmu’ Fatawa (32/243) karya Ibnu Taimiyyah]

Jadi, bermain ludo dan catur adalah haram!! Karena, ia adalah dua sarana yang mengantarkan seseorang kepada judi sebagaimana halnya kebiasaan memegang daging babi atau darahnya adalah sarana yang bisa mengantarkan kepada penyantapan babi.

Disana juga ada permainan-permainan lain yang bisa diqiyaskan (dianalogikan) dengan ludo dan catur, seperti bermain halma, monopoli, ular tangga, domino, Joker, poker.

Selain itu, bermain ludo, catur dan sejenisnya merupakan penyebab lupanya seseorang dari mengingat Allah.

Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah Ad-Dimasyqiy –rahimahullah– berkata,

وكذلك المغالبات التي تلهي بلا منفعة كالنرد والشطرنج وأمثالهما مما يصد عن ذكر الله وعن الصلاة لشدة التهاء النفس بها واشتغال القلب فيها أبدا بالفكر

ومن هذا الوجه فالشطرنج أشد شغلال للقلب وصدا عن ذكر الله وعن الصلاة ولهذا جعله بعض العلماء أشد تحريما من النرد

“Demikian pula perlombaan yang melalaikan, tanpa manfaat, seperti permainan ludo, catur dan semisalnya diantara perkara yang melalaikan dari dzikrullah (mengingat Allah) dan sholat, karena saking lupanya jiwa gara-gara permainan itu dan sibuknya hati dalam berpikir pada permainan itu.

Dari sisi inilah, bermain catur lebih menyibukkan hati dan memalingkannya dari mengingat Allah dan sholat. Karena inilah, sebagian ulama menganggapnya lebih haram dibandingkan bermain ludo”. [Lihat Al-Furusiyyah (hal. 170), karya Ibnul Qoyyim, dengan tahqiq Masyhur hasan Salman, cet. Dar Al-Andalus, 1414 H]



Permainan catur secara khusus melibatkan gambar makhluk yang diharamkan dalam agama. Ketahuilah bahwa gambar makhluk bernyawa, baik yang berdimensi, maupun tidak, semua diharamkan dalam agama. Insya Allah, nanti akan kami tampilkan materi khusus tentang hukum gambar makhluk bernyawa.

BENARKAH SURGA DAN NERAKA ADALAH PILIHAN?




Sebelum menjawab, terlebih dahulu mari perhatikan ayat ini:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali ‘Imran: 14)
Berdasarkan ayat di atas yang menjelaskan bahwa mencintai wanita dan dunia adalah fitrah manusia. Seorang laki-laki tidak dilarang mencintai wanita selama aplikasi cintanya tidak melanggar syariat. Seorang manusia tidak dilarang mencintai dunia selama kecintaannya tidak mennjerumuskan kepada maksiat. Namun sadarkah, sejatinya di balik keindahan itu semua adalah fitnah (ujian) untuk manusia? Dan tentu iblis selalu berupaya menggoda manusia.
Selanjutnya, Terkait kalimat "SURGA DAN NERAKA ADALAH PILIHAN". Maka setidaknya mari kita sejenak renungkan, perhatikan, atau setidaknya mari ingat pesan ini sebagai penambah ilmu.
Jangan lupa musuh sesungguhnya itu pernah dalam suatu Konferensi iblis, syaitan dan jin. Mereka sepakat bahwa biarkanlah mereka pergi ke Masjid, biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka. TAPI CURI WAKTU MEREKA.
Hingga mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah”.
“Inilah yang akan kita lakukan” kata iblis.
”Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!”.
“Bagaimana kami melakukannya?” tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan dan jin. Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupannya dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikirannya,”
Jawab sang iblis.
- “Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA, DAN BELANJA SERTA BERHUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG”.
- “Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 – 12 jam seminggu. Hingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong.”
“Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka.”
- “Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja. Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah.”
- “Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan”.
Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD, dan PC di rumah Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko toko di dunia ini.”
Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan Rasul-Nya”.
- “Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid.
Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip serta infotainment selama 24 jam sehari”.
- “Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan”, Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalo g-katalog, undi an-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.
- “Muat gambar wanita cantik yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, hingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka”.
- “Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala”.
- “Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran. Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga”.
- “Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat.”.
- “Sibukkan mereka hingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, dugem, fitness, mall, pertandingan-pertandingan, konser musik, dan bioskop.”
- “Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK, DAN SIBUK. Perhatikan jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti. Hingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.
- “Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah. Dan Dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/ kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah).”
- “PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL dan ini RENCANA YANG BAGUS.” Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT ORANG BERIMAN MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT DAN SENANG HURA-HURA, dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah sang Pencipta.”
“Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Allah dan Rasul-Nya”.
Sekarang pertanyaanya adalah
“APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL??” ingat dan percayalah! BAHWA SURGA DAN NERAKA ADALAH PILIHAN. DAN TENTU Pilihan itu YANG MENENTUKAN!
“ Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang menentukan “ (QS. Arra'du ayat 11).

Silahturahmi itu hobi



Silaturahmi menjadi salah satu rutinitas yang seharusnya menjadi hobi karena dalam silaturahmi kita dapat menemukan gagasan dan ide yang mungkin saja kita lewati, atau dengan kita bersilaturahmi akan semakin menambah teman, menambah umur, rezeki, bisa jadi menemukan jodoh, dan juga menambah pahala.
Kalau begitu, kita harus percaya bahwa seringkali dalam momentum silaturahmi kita dipertemukan dengan hal-hal yang luar biasa dan mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Silaturahmi adalah belajar, mengingatkan kita pada kata-kata bijak Martin Vanbee: "belajarlah dari kesalahan orang lain. Kita tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri".
Ayo ciptakan harmoni kehidupan melalui silaturahmi, dan mulai sekarang harus menambah prinsip bahwa SILATURAHMI ITU HOBI. Serta jangan pernah mau memutuskan tali silaturahmi! Apabila memutuskan silaturahmi berarti sudah siap hidup sendiri didunia dan tidak mau mengenal siapa mereka.

Semangat kebersamaan, semangat kebermajuan




Jaga kebersamaan, jangan sia- siakan masa muda, jangan saling mengejek yang bisa merusak hubungan pertemanan, dan satu lagi jangan malas berusaha karena kesuksesan itu tidak jauh beda dari apa yang diusahakan! Kurang lebih seperti itulah pesan yang disampaikan oleh BAPAK KEPALA DESA BERUTTALASA, Jheky Hasan saat duduk bersama dengan teman-teman yang ada di Makassar.

Dari pesan-pesan kebaikan diatas, memang jika kita mau sukses dibidang apa saja? Syaratnya mungkin sudah kita tahu tetapi biasanya mengabaikan, padahal tidak ada kesuksesan tanpa jiwa dan badan yang harus terjaga tetap bugar dan sehat, pikiran yang dijaga untuk tetap punya harapan besar dan bijaksana, mau menjaga terus kepercayaan orang lain dan kita jangan mau bangun kebencian diantara sesama teman.
Didalam pertemanan, kita harus selalu berusaha untuk memperlihatkan semangat perubahan baru terhadap orang lain, atau kita juga membiasakan diri kita berempati, menyukai nasehat-nasehat baik yang bermamfaat, suka menolong orang lain tanpa orang lain minta lebih dahulu jika kita memang mampu.

Dan kita harus menggunakan waktu kita sebaik - baik-baiknya, dan apabila ada kesempatan yang cukup longgar dalam bentuk apapun yang kita rasakan saat ini, kita harus tahu kalau itu rahmat Allah, serta kita harus tahu berterima kasih kepada orang yang pernah menolong kita.
Ingat! selain kita minta bantuan kepada Allah SWT, kita juga sebagai manusia biasa yang memiliki kelemahan dan kekurangan tentu membutuhkan pertolongan dari manusia.

Oleh karena itu, mulai detik ini usahakan jaga pertemanan kita, pelihara hubungan persaudaraan kita, rawatlah rasa kekeluargaan kita, pelihara amanah dan komitmen kita, jangan kita putuskan silaturahmi, perbaiki terus disiplin hidupnya kita , dalam segala hal termasuk disiplin ibadah sholat.
Insya Allah kesuksesan dan kebahagiaan tidak akan kemana, dan bisa saja kesuksesan dan kebahagiaan sedang menunggu kita dibeberapa langkah ke depan dengan tidak boleh berhenti berusaha keras, harus berusaha cerdas, mau berusaha ikhlas, dan selalu berusaha total.