Minggu, 18 Januari 2026

Lentera senja: Dia tidak sendiri






 LENTERA SENJA


Dia tidak sendiri.

Jika malam datang terlalu cepat,

rembulan setia menunggu—

tak pernah ingkar pada gelap.


Jika dada terasa sempit,

ada api kecil di dalam jiwa

yang menolak padam,

itulah semangat yang belum menyerah.


Pagi selalu datang membawa senyum,

lewat wajah orang tua yang berdoa diam-diam,

keluarga yang tetap percaya,

teman yang hadir tanpa banyak tanya.

Mereka seperti matahari—

tidak selalu terlihat,

tapi selalu menyinari bumi.


Namun dengar baik-baik, wahai diri:

kemiskinan bukan sekadar tak punya harta,

ia adalah pikiran yang menyerah,

hati yang takut bermimpi,

dan jiwa yang berhenti berjuang.


𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐮 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐤𝐞𝐦𝐢𝐬𝐤𝐢𝐧𝐚𝐧!


Lebih berbahaya dari miskin adalah mati pelan-pelan

dalam rasa cukup yang palsu,

dalam malas yang dibenarkan,

dalam doa tanpa usaha.


𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐭𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐤𝐞𝐤𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧!


Kekayaan bukan sekadar angka,

ia adalah keberanian untuk bangkit,

akal yang bekerja,

tangan yang bergerak,

dan hati yang bersih.


Dan jika semua terasa berat,

ingat—

ada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

yang tidak pernah tidur,

tidak pernah lalai,

dan tidak pernah salah menepati janji.


Maka mulai hari ini,

mulailah dengan BISMILLAH—

doa, usaha, dan ikhtiar.

Melangkah dengan iman,

berjalan dengan harapan,

dan menang dengan izin Tuhan

Tidak ada komentar: