Minggu, 21 Juni 2020

ESES KITA HARUS MELANGKAH





Sekecil apapun ESES kita semua harus melangkah . Karena keberhasilan yang ada pasti bukan daro mereka yang hanya diam apa ada adanya,  terjebak dari kondisi dan cara yg kemarin .

Hari ini harus ada yang baru ( tidak termasuk  istri), ada step tangga yg kita naiki, ada calobersi yg terjadi dan terus sempurnakan abdi & ibadha kita

Ingat ditangan kita, ratusan juta rakyat, hidupnya ada dipundak kita.

Kau boleh kaya, kau boleh pangkatmu tinggi, kau boleh hebat dengan politik dan lain-lain.   Tetapi kalau tidak ada beras dan makanan di sekitar mu , hah.!!!!??? Kau bisa apa saudara.

Kalau begitu itu hargai kami dan petani kita . Kami berjuang untuk bangsa, yang harus MAJU, MANDIRI  DAN MODERN.

Jumat, 12 Juni 2020

TENA ANTU KUPAKASIRIKI'


SESUNGGUHNYA yang kita cari di dunia ini adalah merasa cukup. Kurang lebih, merasa yang penting cukup-cukup mi saja. Atau anekdotnya, yang penting "ganna'-ganna'ji" (jangan gana2ji) riballa...He..he...

Orang yang masih merasa serba kurang, itu adalah tanda-tanda orang miskin. Mereka adalah orang yang tidak tahu bersyukur/kufur nikmat. Sementara orang yang sederhana tetapi merasa cukup, sesungguhnya adalah orang yang menikmati dirinya sebagai orang kaya. Dan ujungnya, dia tenteram.  Juga, bahagia.

Saat kita merasa cukup-cukup ji dengan keluarga, kita bisa nikmati apa saja yang kita miliki. Sedangkan ketika kita merasa tidak cukup maka yang kita miliki seakan tidak punya arti.

Selanjutnya, akan mendorong kita pada titik akhir yakni tidak bisa menikmati apa yang ada. Itu juga karena pikiran kita tertuju pada benda yang belum kita miliki dan selalu diliputi kekhawatiran hari esok yang suram.

Ujung-ujungnya, bisa membuat kita tidak sehat berpikir, tidak sehat bathin, tidak sehat profesionalisme. Bahkan, bisa serakah/korup dan akhirnya sakit karena stres dan masih banyak penyakit lainnya.

Padahal, hidup ini bukan hanya kerja cari pangkat, uang dan jabatan. Mestinya, hidup kita harus bermakna pada diri sendiri, keluarga, rakyat, pemerintah dan negara.

Kalau begitu, mari kita katakan terima kasih ya... Tuhan. Engkau telah mencukupkan aku dan jadikan aku orang yang tahu merasa cukup dengan kerahmatanMu..

Ingat pesan ini dan hadirkan dalam diri kita, Tena antu kupakasirikki', kecintaan ini harus berbalas dengan kebaikan pada rakyat, pada bangsa yang lebih besar.

Rabu, 01 April 2020

SEJARAH BIRINGBULU


Abad Tumanurung.

Berbicara tentang Sejarah Biringbulu, tidaklah terlepas dari Sejarah Kerajaan Gowa. Kecamatan Biringbulu terbentuk dari hasil pemekaran Kecamatan induk Tompobulu, pada masa kerajaan silam hingga kini tetap merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Gowa. Biringbulu kini merupakan salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Gowa sebelah tenggara.

Ketika Kerajaan Gowa diperintahkan oleh Tumanurung Bainea sebagai Raja Gowa pertama (1320), maka wilayah kerajaan Gowa saat itu hanya terbatas pada 9 daerah kecil yang disebut Kasuwiang.

Kesembilan daerah kecil itu kemudian lebih dikenal dengan nama Kasuwiang Salapanga.
Kesembilan kasuwiang dimaksud adalah : Tombolo, Lakiung, Saumata, Parang-parang, Data, Agang Jeknek, Bisei, Kalling dan Sero.[1]
Masing-masing Kasuwiang memiliki pemerintahan tersendiri, namun mereka terikat dalam suatu persekutuan yang dikoordinir oleh seorang pemimpin yang dituakan yang disebut Paccallaya sebagai ketua dewan legislatif.

Dari wilayah Gowa yang disebutkan pada masa Tumanurunga, nampak bahwa, belum ada daerah Biringbulu atau salah satu daerah kecil lainnya yang disebutkan dalam Kasuwiang Salapang. Ini menandakan, bahwa Biringbulu dan daerah kerajaan kecil lainnya sekitar itu belum bergabung dalam kerajaan Gowa pada saat itu.
Kondisi negeri Kasuwiang tetap utuh hingga masa pemerintahan Raja Gowa V, Karangpang ri Gowa (1420-1445).

Pemerintahan Tumanurunga, tak hanya ada di Gowa. Di beberapa daerah perkampungan di Biringbulu, maupun di Kecamatan induk Tompobulu, warga setempat juga mengenal Tumanurung sebagai raja pertama yang memerintah di negerinya.         

Seperti halnya di Kampung Garentong Desa Rappoala Kecamatan Tompobulu, di puncak gunung desa itu terdapat dua buah batu Tumanurung. Batu yang satu diyakini sebagai tempat turungnya Batara Gowa dan yang satu lagi istrinya bernama Nasiah Karaeng Bau.

Menurut informasi dari salah seorang tokoh masyarakat setempat, bahwa Batara Gowa ini merupakan Tumanurung yang muncul bersamaan dengan proses terjadinya Butta Gowa. Dari situlah, tanah Gowa mulai dibentuk hingga menyebar ke daerah sekitarnya. Itulah sebabnya, kawasan sekitar itu dikenal dengan nama Butta Towa (negeri yang usianya paling tua).

Demikian halnya Biringbulu, ada beberapa kerajaan kecil yang dulunya diperintah oleh seorang tokoh bernama Dampang. Ketika warga kelompok itu melakukan perang saudara, maka datanglah Tumanurung yang dianggap sebagai tokoh kharismatik. Tokoh Tumanurung itu turun di Ponceng (sekarang berubah menjadi Pencong). Tumanurung itulah yang membangun kerajaan Pencong hingga membuat masyarakatnya sejahtera.

Di Lauwa, juga ada sosok pemimpin Tumanurung yang diyakini berasal dari kayangan, masyarakat setempat mengenalnya dengan nama Batara Lauwa. Jejak kehadiran Tumanurung di Lauwa, kini masih bisa dibuktikan dengan adanya sebuah bekas kaki dan tangan yang ada pada sebuah batu di bukit Karaeng Daeng ri Moncong.

Demikian masyarakat lainnya di Kecamatan Biringbulu, juga mengenal adanya Tumanurunga, yang hingga kini dikenal dengan Patanna Pa’rasangang (pemilik negeri). Makamnya atau tempat Tumanurung disayang (lenyap) setiap saat didatangi pesiarah dengan membawa persembahan (pa’rappo).

Sebelum Gowa melakukan ekspansi ke wilayah kerajaan sekitarnya, sudah ada beberapa kerajaan tetangga yang berdiri. Di bagian tenggara, ada dua kerajaan besar, namanya kerajaan Datara dan Garing yang sangat besar pengaruhnya bagi daerah sekitarnya.

Konon, ketika pertama kali kedua kerajaan ini berdiri, masing-masing memiliki Tumanurung. Di Kerajaan Garing rajanya bernama Tanikobbika Nammikki (belum dicolek sudah kaget). Ini pertanda bahwa pemimpin pertamanya itu adalah perempuan atau ratu. Demikian pula di Datara, Tumanurungnya disebut Labba Simboleng (si sanggul lebar) juga seorang perempuan.

Kedatangan kedua Tumanurung ini, masing-masing membawa benda pusaka. Tumanurung di Garing membawa Baju Rante (Baju Rantai) yang hingga kini masih tetap dilestarikan oleh pewarisnya. Sedangkan sanggul lebar yang dibawa oleh Labba Simboleng, tak lain adalah sebuah mahkota yang mirip Salokoa.

Namun mahkota dimaksud kini sudah tidak ada lagi. Sisa senjata peninggalan berupa Baddili (bedil) yang kini masih tersimpang di Datara.
Kerajaan Datara saat itu meliputi Datara, Lauwa, Malakaji, Rappoala, Lembaya, Batu Ma’lonro, Sapaya dan beberapa daerah sekitar Lompobattang.

Mengenai nama Tompobulu sebenarnya bukanlah nama baru yang muncul setelah paskah kemerdekaan, tetapi dulunya adalah sebuah perkampungan kecil yang ada di puncak gunung yang paling tinggi di Tonrorita.

Tompobulu Tonrorita merupakan wilayah pegunungan yang paling tinggi. Di puncak gunung itu terdapat sebuah lubang berukuran 60x60 cm yang ditutupi batu. Bila batu itu dibuka, angin yang bertiup di puncak gunung itu akan berhembus sampai kedasar gua.

Menurut catatan sejarah dari mantan Camat Tompobulu, H. Mansyur Naro pada tahun 1974 menjelaskan, bahwa di Tompobulu pada awalnya merupakan sebuah kerajaan kecil yang berdiri sendiri sampai tahun 1640 M. Wilayah kerajaan itu terbentuk, karena adanya persekutuan dari empat pemerintahan kecil daerah itu yang disebut Baku Appaka (empat pemerintahan adat) terdiri dari Arung Ponceng dari Pencong, I Bara Dg. Merela dari Datara, Kampung Badienglolo di Lauwa dan TAU TOWA dari  SANRANGAN .

Dengan demikian, Lauwa yang sekarang menjadi Ibukota Kecamatan Biringbulu, dulunya merupakan salah satu anggota Baku Appaka, yang merupakan anggota legislatif dari kerajaan Datara.     

[1] Abd. Razak Dg. Patunru, Sejarah Gowa, 1963, Hal. 1

Sumber : Buku Sejarah Biringbulu yang disusun oleh Zainuddin Tika, dkk.

Senin, 03 Februari 2020

KKB ATTALASA DI TANAH BERUTALLASA





#BERUTALLASA KUAT
#BERUTALLASA HEBAT
Kita masih dalam suasana hari jadinya yang ke-6 bagi Kerukunan Keluarga Berutallasa (KKB) Gowa, yang seharusnya diperingati pada tanggal 26 Januari 2020, yang juga memang mengingatkan bahwa tanggal 26 Januari 2014 itu, hari lahirnya organisasi ini.

Tulisan ini hanyalah renungan atau anggaplah ini hanya sebagai catatan tercecer yang sudah terlupakan selama 6 Tahun MEMBANGUN KENANGAN diorganisasi ini.

Siapapun kita,  harus ingat kalimat ini! “Dunia itu seperti buku catatan berhalaman 1000, mereka-mereka yang kukuh berdiam di rumahnya, hanya akan terpaku pada satu halaman, tanpa pernah tahu isi dari 999 halaman lainnya.”


Perhatikanlah tanda kutipan di atas adalah pernyataan bukanlah sebuah prinsip, tekad atau kepercayaan, bahwa kelak jika kita beranjak dewasa, kita harus menyiapkan diri untuk bergegas meninggalkan rumah atau kampung halaman hanya semata-mata ingin mengetahui isi dari 999 halaman lainnya yang belum diketahui.

Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa orang-orang rumahan atau orang-orang kampungan lebih berpengetahuan, lebih memiliki 1001 keahlian dan lebih berpengalaman dari orang-orang yang pernah atau sedang mengecap warna-warni dunia luar ala anak perantauan.

Terlepas dari itu semua, tanpa kita mau membanding-bandingkan mana yang terbaik yang harus kita lakukan untuk hidup kita, dan tanpa mengurangi semangat jiwa kelana teman-teman di perantauan.

Ya, sebagai perantau yang baik, kita harus menghormati adat istiadat, budaya, atau kebiasaan berkehidupan masyarakat setempat. Tanpa mempedulikan suku, agama, dan ras, semua perantau yang datang akan diberi kesempatan untuk turut serta atau ikut ambil bagian dalam perayaan adat, atau berpakaian adat di hari-hari tertentu yang dianggap sakral menurut budayanya.

Hidup di tanah rantau tentunya sangat berbeda dengan apa yang kita alami di kampung halaman. Kita benar-benar disuguhkan oleh pemandangan yang tidak biasa. Hingar bingar kota metropolitan yang penuh glamour dan kemewahan, menawarkan beragam cerita fantasi yang kadang semu dan bisa membuat kita terrerbius lalu perlahan menjerumuskan kita ke arah pergaulan bebas.

Tak sedikit pula, beberapa sahabat ditanah perantau yang terjerumus masuk ke dalam pergaulan bebas, entah itu pemakaian obat-obatan terlarang,  seks bebas, atau masuk dalam lingkaran prostitusi.

Hal yang harus pahami bahwa orang yang pergi merantau  tentu memiliki alasan tersendiri untuk meninggalkan kampung halaman dan merantau ke negeri orang.

Ada yang meninggalkan kampung halaman lalu merantau karena putus sekolah. Ada yang merantau karena ingin melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, ada yang karena faktor ekonomi, ada yang kesulitan biaya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya dengan alasan biaya yang terlalu mahal dikampung karena penghasilan orangtua yang tidak cukup.

Dan ada pula yang terpaksa melarikan diri meninggalkan kampung halaman dengan alasan kurang cocoknya hubungan kekeluargaan antar sanak saudara, hingga ada yang merantau atas ijin dan restu dari orangtua atau keluarga.

Hidup di tanah rantau itu seperti apa? Seperti banyak orang ketahui, hidup dirantau susah-susah gampang dan relatif berbeda dengan hidup di kampung halaman. Di kampung halaman misalanya, jika kita mendapat masalah, kita masih memiliki tempat bersandar untuk meluapkan keluh kesah pada orangtua atau keluarga. Tapi di tanah rantau, kita benar-benar dipaksa untuk hidup mandiri, mengatur segala sesuatu sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Kita dipaksa untuk pintar mengatur waktu dan uang gaji di setiap bulannya atau mengatur uang hasil jualan dari usaha yang dirintis. Jika tidak, maka akan terjadi hal seperti kelaparan, stres, dan tentunya kebodohan dan kemiskinan makin terawat. Miris!

Bagi sahabat-sahabat yang belum sempat merantau atau masih bertahan hidup di kampung halaman dengan orangtua, keluarga atau orang-orang terdekat, ingatlah: merantau ke negeri orang, sejatinya bukan tujuan utama untuk hidup ke arah yang lebih baik.

Merantau, tidak menjamin bahwa pasti kita akan sukses kelak jika kembali ke kampung halaman. Kita harus butuh persiapan matang yang tidak tergesa-gesa, persiapan hati dan mental, karena kita akan bertahan hidup tanpa ketergantungan pada orang lain di negeri orang.

Tetapi lewat tulisan ini,  ingin mengajak semua sahabat-sahabat di perantaun yang berasal ditanah Gowa dan Jeneponto terkhusus dari Desa Berutallasa, marilah kita pandai-pandai membawa diri dalam pergaulan. Tidak semua orang harus kita jadikan kawan atau lawan, pandailah memilah dan memilih yang patut dan tidak patut untuk dijadikan contoh tauladan, dan saling menjaga satu sama lain, demi masa depan kita bersama.

Merantau adalah proses pembenahan diri. Tiap langkah kaki kita dimanapun berpijak, ada harapan besar untuk meraih kesuksesan yang ditanam oleh orang-orang yang mencintai dan merindukan kita , terutama orangtua, sanak saudara dan keluarga besar kita yang ada di kampung halaman. Maka pantang bagi kita untuk mundur, karena mundur adalah tanda dari sebuah kegagalan. Tetaplah semangat!

Catat baik-baik manusia perantau!
Jika kesepian dan kerinduan datang mengetuk hati maka lawanlah dengan ketegaran yang hebat, bangunlah mental sekuat baja dan sekeras batu karang, tanpa harus mengurangi jiwa toleransi, kekeluargaan, saling menghargai dan menghormati baik  antar sesama perantau atau sesama masyarakat dan penduduk asli di tempat perantauan.

Kita tidak akan pernah tahu, seberapa berat tantangan yang akan kita hadapi. Tetaplah berusaha dan berdoa kepada Allah SWT untuk yang terbaik bagi masa depan kita, karena Allah selalu punya cara sendiri untuk mengatur langkah kaki kita ke arah yang baik pula. "Teako Kaluppai Karaenga Atala na teako kalupai a'gau baji mange ri parannu tau", arti dari Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia, " jangan lupa Allah Taala dan lupa berbuar baik sesama manusia!



Teruslah berjuang, sahabat-sahabat perantau! Titip rindu untuk kampung halaman! Hadirkan, biseang Katallasang (Perahu Kehidupan diambil dari Bahasa Makassar).

Biseang Katallassang harus di maknai bagaimana seseorang mampu mengarungi kehidupan dengan kejujuran. Karena di dalam Biseang Katallassang itu terdapat Sompe malempu’ atau berlayar yang lurus. Yang berarti kejujuran,” .

Sompe itu dipakai untuk menuju ke arah mata angin. Mengantar untuk memenuhi sebuah amanah. Untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan kejujuran kepada seseorang. Dan, terkadang untuk mendapatkan hal tersebut ada badai, ada ombak dan ada tantangan kehidupan. Biseang katalassang ini diinginkan oleh semua orang.

Namun, Filosofi Biseang Katalassang sudah ada pada karakter Sudah di contohi oleh Syekh Yusuf Al-Makkasari,  Sultan Hasanuddin, dan pemimpin Manusia Bugis-Makassar yang masih berpegang teguh pada "Siri Napacce". Hal tersebut jarang ditemukan sekarang ini pada karakter para pemimpin

Kalau begitu, ada pesan untuk kita semua, terutama yang ada di Desa Berutallasa, terutama  baik yang ada dikampung halaman maupun  yang masih ditanah perantauan, agar memperhatikan desa Berutallasa kita tercinta. Karena memajukan Desa adalah dasar sebagai benteng pembangunan negara.

Selanjutnya, perhatikan juga tanda-tanda ada desa dikorupsi,  yaitu:
1. Tidak ada Papan Proyek
2. Laporan Realisasi sama persis dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) .
3. Lembaga Desa, pengurusnya Keluarga Kades semua bahkan rangkap jabatan.
4. BPD Mati Kiri alias Pasif alias Makan Gaji Buta
5. KADES Pegang Semua UANG, Bendahara hanya berfungsi di Bank saja.
6. Perangkat Desa yang Jujur dan Vokal biasanya "dipinggirkan"
7. Banyak Kegiatan Terlambat Pelaksanaannya dari Jadwal, Padahal Anggarannya Sudah Ada.
8. Musyawarah desa pesertanya sedikit. Muka yang hadir itu-itu aja dari tahun ke tahun. Yang kritis biasanya tidak diundang malah dianggap musuh
9. BUMDES Tidak Berkembang dan dikelola sendiri oleh kades
10. Belanja Barang atau Jasa di MONOPOLI KADES.
11. Tidak ada sosialisasi terkait kegiatan kepada masyarakat.
12. PEMDES Marah ketika ada yang menanyakan Anggaran kegiatan dan Anggaran Desa.
13. Bantuan masyarakat dibagikan  dimalam hari
14. KADES dan PERANGKAT dalam waktu singkat, mampu membeli Mobil dan membangun rumah dengan harga atau biaya ratusan juta. Padahal sumber penghasilan TIDAK SEPADAN dengan apa yang terlihat sebagai pendapatannya.

Jadi, KKB HARUS HIDUP DI TANAH BERUTALLASA AGAR BISA menghadirkan warisan nilai-nilai kearifan lokal seperti, Sipakkatau, Sipassiriki, Sipaccei, Sipangngaliki, dan Assipangadakang yang menjadi pedoman hidup bagi orang yang berasal dari Tanah  Makassar, terutama dari Desa Berutallasa.

*) Penulis adalah perantau asal Berutallasa. Saat ini tinggal di Palopo  berjuang untuk Attalasa

Minggu, 02 Februari 2020

Ber-ayahkan Pengalaman


Lahir di Sanrangan, besar di perantauan, ber-ayahkan pengalaman, ber-ibu keberanian, semoga Allah merahmati setiap perjalanan kehidupan

Keberanian modal diperantauan


Silaturrahmi melahirkan persaudaraan
Persaudaraan melahirkan kebersamaan
Kebersamaan melahirkan persatuan
Persatuan melahirkan Kekuatan
Kekuatan melahirkan keberanian
Keberanian modal diperantauan.

Sabtu, 30 November 2019

ESES INTERNATIONAL, Taburlah Benih Terbaik untuk Memanen Hasil Terbaik


Allah Sang sutradara terbaik yang maha puitis, Maha Pengasih dan Maha Penyayang...

Allah, telah menjadikan manusia sebagai mahluk paling sempurna diantara ciptaan-Nya. Dan Allah menghamparkan langit, samudera, bumi, padang ilalang, sungai, dan pegunungan untuk menopang kehidupanmu.

Lalu, nikmat apalagi yang kamu harus ingkari? Segala kebutuhanmu dihamparkan di atas permukaan bumi. Di dalam perut bumi. Di langit. Di kedalaman samudera. Bahkan, dalam aliran sungai. Juga,  lebatnya hutan. Di atas semua itulah, rezeki yang Tuhan janjikan padamu.

Kamu harusnya tak berdiam diri. Sekadar berharap doa terwujud dalam kenihilan usaha.

Bergeraklah, untuk menggapainya! Berusahalah untuk mewujudkan kemakmuranmu! Karena, usaha tak akan mengkhianati hasil.

Lihatlah hamparan tanah itu. Rasakanlah hangat mentari itu. Atau gairah aliran sungai yang tak henti mengalir. Juga,  kesetiaan deburan ombak menyapa pantai.

Untuk siapa semua itu? Untuk manusia yang berpikir dan bersyukur.

Termasuk kamu ESES INTERNATIONAL...Ya, kamu ESES INTERNATIONAL yang mengimplementasikan rasa syukur itu dalam usaha mewujudkan kemakmuran bersama.

Gerakkan dayamu. Gunakan potensimu. Pakai tangan dan pikiran. Gelorakan semangat dan tekadmu. Murnikan ketulusanmu.

 Lalu, gemburkanlah tanah itu dengan cangkulmu.
Taburkan benih-benih unggul.

Siapa yang menabur benih yang baik. Maka, dialah yang akan menuai panen terbaik di atas rahmat dan karunia Ilahi.

Senin, 25 November 2019

ESES INTERNATIONAL, JANGAN GALAU



Pesan ini untuk kamu ESES INTERNATIONAL !
Dalam ajaran agama  islam sangat dianjurkan ajarkan selalu berbuat baik sesama manusia dan  harus baik hubungan dengan Allah agar
di ujung jalan nanti menemui kesuksesan dan kebahagian.

Kalau begitu, kamu tak perlu risau, gamang, galau apa lagi khawatir!

Kalau kemarin dan hari ini kamu sudah berbuat baik. Kamu tidak menipu orang dan telah kerja dengan maksimal!

Ingat,  "What You Think, You Become", artinya, "Kamu akan menjadi seperti yang kamu pikirkan".

Yakin dan percayailah mimpi besarmu! Kalau kamu percaya mimpimu, mimpimu akan raih menjadi kenyataan .

Sabtu, 16 November 2019

TIDAK ADA KATA GENTAR




Percayalah 100 %, Pasti Allah selalu  bersama kita .

Ya, hidup adalah kritik
 Hidup adalah pewarisan makna
 Hidup adalah uang
Dan hidup adalah cinta

Tidak ada kehidupan tanpa masalah
Tidak ada kehidupan tanpa ujian
Tidak ada kehidupan tanpa lelah
Tidak ada kehidupan tanpa bosan

Ingat!!!
kita masih di dunia
Kita belum di surga

Kalau begitu permasalahan hidup adalah tantangan yang harus ditaklukkan dan kita adalah orang-orang biasa menghadapi tantangan itu

Allah Swt telah menganugerahkan akal hati dan kemampuan untuk menggapai dari satu sukses ke satu sukses yang lain dan mampu memecahkan dari satu masalah ke masalah yang lain

 Jadi simpulkan saja,
Tidak ada kata gentar
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata takut
Tidak kata berhenti berbuat baik

karena,
Sahabat selalu menolong kita
Orang tua selalu mengdukung kita Dan isya Allah berpihak kepada kita..

Yakin ada Allah SWt bersama kita dan kita rendah hati dalam junjungan budaya "Siri' Na Pacce" , pengamalan ajaran agama islam dan etika yang selalu dirawat.

Insya Allah besok matahari  masih terbit dengan energi yang lebih kuat akan bersinar untuk kerahmatan kita semua.

Asal...
Mau jadi bibit yang berkualitas tanpa pernah protes dimana lahan mana ditanam.

Dan ESES INTERNATIONAL,  "jangan Kuttu Balala",  arti dari Bahasa Indonesia Ke Bahasa Makassar, jangan " Malas tapi kuat makan.

Rabu, 13 November 2019

BUGIS-MAKASSAR ITU PUNYA TEMAN



Kalau kamu punya keberanian, maka pasti akan ada yang akan menyamaimu


"Hati-hatilah dengan keberanianmu. Kalau kanu hambur-hamburkan secara murah keberanianmu, tunggu ada orang yang mempermalukanmu."

"Kalau begitu, kamu tidak bisa jalan sendiri, kamu tidak boleh hebat sendiri. Hebatnya orang Bugis-Makassar itu karena karena ada temannya.

 hebatnya orang Bugis-Makassar juga karena dia mempekerjakan orang lain.


"Dia setia berteman, senasib sepenanggungan.

Ia percaya siapapun yang menanamkan prinsip tersebut, tak terkecuali pejabat, tidak akan mengambil hak-hak orang lain.

"Wariskan itu ke anak.

Minggu, 15 September 2019

TAKDIRMU TAKDIRKU

Pahitnya Penantian, akan lenyap ketika  takdirmu takdirku dipertemukan waktu.
#ESESInternational

Rabu, 24 Juli 2019

ESES ITU PENGUSAHA


Jika kamu ESES tidak suka Bekerja dengan orang lain,berarti panggilan hatimu ESES itu untuk menjadi pengusaha

Sabtu, 20 Juli 2019

ESES WANITA SUMBER INSPIRASI

Didekat kita sesungguhnya ada pesona keajaiban. Yaitu makhluk yang cantik , unik, memiliki data tarik yang luar biasa, Dan memiliki sinar yang lebih tajam Dari sinar Dari ultraviolet yang menusuk kedalam jantung orang yang memandangnya.

Kecantikannya menjadi sumber inspirasi para seniman, keindahannya menjadi sumber kreasi para penulis Dan fotografer. Kekuatannya menjadi pendorong para pejuang, pengusaha, petani, penguasa, Dan berbagai profesi lainnya.

Didunia kemolekannya menjadi sumber mata pencaharian para pekerja hiburan, gerak-geriknya menjadi sajian infotaiment, fisiknya satu tapi menjadi bermacam-macam personifikasi.

Para pujangga tidak pernah kehabisan kata sanjungan, para budayawan mendeskripsikan dengan bermacam-macam kreasi. Sumbernya satu tapi bisa ditafsirkan menjadi beribu-ribu pengertian, ITULAH yang disebut WANITA.

Senin, 08 Juli 2019

DOANGANG ESES



Doangang Punna La Naungko Ri Butta

I kau Butta kuonjo'
Palewanga' Tallasakku
Eranga' mange Ri Kaminang Mate'nea.

Doangang Punna A'jappa

Bunga ribireang kukangkang
Bunga bulang kusoeang
Bunga ni ngaia ri lino
i nakke ngaseng pata saba' Allahu Ta'ala.

Doangang Punna Lattinro

Kupantinromi tubuku
kukalimbu' sahada'ku
Patampulo malaeka'
Anjagaia' i lalang tinro Saba' Allahu Ta'ala.

Doangang Punna Ambangung Tinro

Kukangkangmi anne linoa
Kupasapu ri rupangku
Kuerang kale
Butta salama' kuonjo' Lanri Allahu Ta'ala.

Doangang Sollana Ni Kamaseangko

I nakke minne Ana' I lalang mate'ne
Napinawanga' pammuji
Ata - Karaeng
Mammuji Mangngamaseang aseng ri nakke Barakka' La Ilaha Illallah.

Doangang Pa'bongka Setang

Kau setang kau longga'
Pali'-palili kalennu
Lammaloi yukkung
Baja' bassia
Panggala-gala Buttayya Hu.. Kunpayakun.

Doangang Parampa' Nassu

Limbu'bu'jintu pa'mai'nu
Bombangjintu nassunu
Kulappa' na kuonjokang Tamammoterang.

Doangangna Raja Gowa wettu na Lellungi Balandae

I nakke Mine
Barambang bet betea
Tonasak batang jambua
Dongkokku dongko Gassa
Bukkuleng, Bukkuleng takkekek
Tamamminra Bukkulengku
Barakka La Ilaha Illallah.

Doangang Panggagara Bassi

Ijunnia jintu Areng tojeng tojenna Bassia
Ri karaenna Allahta'ala sakra' kating

Sabtu, 29 Juni 2019

ESES BISNISKU SURGAKU

ESES ku ESES mu
Kekasihku Ibadahku
Ibadahku Bisnisku
Bisnisku Surgaku
Surgaku Masa Depanku
Masa Depanku Aksiku
#Eses
#BisniskuSurgaku
#SupardiSaminja
#MembangunMasaDepan

Senin, 17 Juni 2019

MANUSIA PARAKANG


Parakang kok manusia...
Mendusta tanpa dosa...
Tak punya amalan agama, budaya, adat hingga suara kebenaran

Namanya manusia parakang
Anatominya pasti rakus...
Organ tubuhnya pasti angkuh...
Lagak bagaikan malaikat pemberi rezeki...


Dustanya manusia parakang menderu laksana angin bahorok...
Bobrok penuh fatamorgana konspirasi penguasa dzalim...

Menolong melonglo laksana pahlawan kesiangan...
Berorasi bagai Soekarno....
Kahlil Jibran pun malu dibuatnya...

Mengaburkan pandangan jiwa....
Bagai oase di Padang gersang...
Busuk aroma berbalut wewangian memuakkan...

Parfum asli tapi palsu dikemas sedemikian rupa hingga banyak yang terkesima dibuatnya....
Aslinya penuh kebohongan

Penuh kemunafikan...
Feodalisme millenial bangkit membredel aspirasi penentangnya...
Aaahhh...sudahlah

Aku muak melihat dustanya manusia Parakang membungkus kepalsuan ini...
Yang jelas manusia parakang lebih hina dari sampahku.  Sampah  lebih berguna, bernilai rupiah pula...


Jauhlah dari manusia parakang penjilat tahta dan jabatan.  Sekali lagi, jauhilah Manusia  parakang  dusta itu....

PEMUDA KALKULATOR


Saat ini pemuda sudah kehilangan jati dirinya sebagai agen-agen perubahan, di mana pemuda  hari-hari ini telah memilih untuk bungkam terhadap berbagai persoalan rakyat kecil, buruh, tani, dan nelayan.

Pemuda lebih memilih untuk tidak pusing dan tidak mau tahu dengan persoalan-persoalan yang terjadi hari ini di tengah masyarakat yang semakin terhimpit oleh kerasnya kehidupan. Kehidupan yang semakin tidak menunjukkan keadilan terhadap mereka yang dizalimi oleh segelintir penguasa di negeri ini.

Pemuda entah pergi kemana ketika rakyat yang berada di bawah kolong-kolong jembatan, tempat-tempat kumuh, desa-desa, hingga seluruh pelosok negeri sedang menanti gebrakanmu! Rakyat kecil menggantungkan harapan mereka kepada kalian, para pemuda  yang katanya adalah orang-orang terpelajar dan intelektual. Rakyat menanti kebangkitan kalian, wahai para pemuda !!!

Pemuda hari-hari ini lebih merasa senang sebaga pemuda kalkulator,  senang dengan tampil di berbagai media televisi dan elektronik lainnya untuk menjadi penonton dalam berbagai acara yang sama sekali tidak menunjukkan bahwa mereka adalah ujung tombak dari kemajuan bangsa ini, tidak menunjukan bahwa mereka adalah pribadi-pribadi yang peduli dengan nasib rakyat yang tertindas, pemuda  hari ini sedang asyik menonton penderitaan rakyat.

Rakyat kecil yang tertindas, sepertinya kalian sudah tidak dapat lagi berharap dengan orang-orang yang dahulu kalian dapat banggakan dan andalkan untuk mendengar keluh dan kesah kalian ketika penguasa menutup telinga dan mata mereka atas penderitaan yang sedang kalian hadapi. Pemuda kebanggaan kalian sudah pergi meninggalkan kalian dan ikut dengan para bersama-sama menonton penderitaan yang sedang kalian alami.

Sungguh ini adalah sebuah kemunduran yang begitu menyakitkan!!! Wahai rakyat kecil yang tertindas menangislah karena sudah tidak ada lagi yang memperdulikanmu karena pemuda kebanggaanmu telah memilih untuk BUNGKAM! Bungkam karena memilih menjadi pemuda kardus, pemuda sampah, pemuda hedonis, pemuda kalkulator, pemuda parakang

Selasa, 11 Juni 2019

KELAK KAMU AKAN MERINDUKAN AKU SEBAGAI SESUATU YANG TAK PERNAH KAMU TEMUKAN PADA SIAPA PUN



Kelak kamu akan merindukanku. Sebagai seorang yang paling peduli, namun memilih memutuskan pergi karena tersingkir oleh perbedaan kegagahan fisik.

Ya, sakit memang rasanya jika tidak dipilih oleh seseorang yang di cintai karena alasan tidak memiliki kegagahan fisik.

Lelah rasanya dan tidak ada lagi harapan rasanya jika sudah berurusan dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah swt.

Lalu apa yang harus aku dilakukan lagi selain lebih baik pergi saja, karena sangat mustahil rasanya membuatmu jatuh cinta padaku, seseorang yang hanya punya, "Cinta bismillah", ketulusan dan tahunya hanya mencintaimu tapi tidak punya kegagahan fisik untuk diberikan padamu.

Tapi ingatlah kamu, saat ini mungkin aku tidaklah begitu berarti apa-apa bagi dirimu, karena kegagahan fisiknya dia yang menghalangi penglihatanmu untuk melihat ketulusan hatiku.

Kelak saat aku sudah tak lagi ada untukmu, aku yakin dan percaya 100% bahwa kamu akan segera mampu melihat lebih jauh ketulusanku untukmu.

Kelak kamu akan merindukanku sebagai sosok yang paling peduli dan pada akhirnya memutuskan untuk pergi karena tersingkir oleh kegagahan fisik dan kekayaan.

Dia terlalu sempurna untuk kujadikan saingan dalam mendapatkan perhatianmu dan memikatmu. Tapi satu hal yang terlupakan olehmu kesempuranaan kegagahan fisik dan kekayaan yang dimiliki oleh dia tidak akan pernah mampu membeli ketulusan dan rasa peduli yang sama seperti yang aku berikan padamu.

Kelak kamu akan merindukanku, sebagai sosok yang paling memahami tentangmu dan akhirnya memutuskan untuk pergi karena keegoisanmu.

Kelak kamu akan memahami bahwa kamu butuh seseorang yang paling bisa memahamimu, bukan yang bisa kamu pamerkan di hadapan sahabat-sahabatmu.

Maka jangan heran jika suatu saat nanti, kamu juga bisa merasakan merindui seseorang yang dulu membayangkan saja menjadi sesuatu yang menyebalkan bagimu.

Suatu saat nanti kamu pasti akan mencariku, karena kamu sadar bahwa akulah sosok yang paling tepat untukmu.

Akan ada saatnya dimana kamu akan mencariku, karena kamu mulai menyadari betapa kamu membutuhkanku. Dan hanya akulah yang paling pantas untuk kamu pilih.

Sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan pasti akan menjadi kebutuhan kamu, sudah terbiasa nyaman dengan perhatinku dan kamu akan membutuhkan perhatianku dengan sendirinya.

Ada saatnya kamu akan menyadari bahwa kesempurnaan kegagahan fisik itu tidak selamanya mampu membuatmu bahagia dalam setiap saat. Akan ada saatnya dimana kamu akan menyadari bahwa kegagahan fisik yang kamu cari-cari sampai mengabaikanku itu hanyalah sebuah kekhilafan atau penggoda untuk membuatmu menyesali telah menyia-nyiakan diriku.

Jangan tanyakan apa yang telah aku lakukan sampai membuatmu merindukanku.

Kelak kamu akan merindukanku sebagai sesuatu yang tak pernah kamu temukan pada siapa pun, jangan bertanya-tanya pada dirimu sendiri atau orang lain mengapa bisa merinduiku, sebab kamu tidak akan menemukan jawaban apapun dari pertanyaanmu.

Kecuali penyesalan yang hanya membuatmu merasa ingin menemukan diriku kembali, sekalipun aku tidak hilang namun menyerah.

Senin, 10 Juni 2019

SEGERA LUPAKAN


Di dalam Islam sebenarnya tidak dikenal istilah meminta maaf melainkan yg utama adalah memberi maaf. Ambil maafku dan kuambil maafmu!

Mengapa kita harus bisa memberikan maaf, karena sadar manusia adalah tempatnya berbagai kemungkinan kesalahan. Maka maafkan kesalahan/ kekhilafan orang lain bahkan sebelum dia minta maaf sekalipun.

Adalah bentuk kesadaran dan kebesaran jiwa Islami kita ( orang pemaaf itu pasti bukan pendendam dan pembenci dan orang seperti yang di cari didalam kehidupan . Karena bisa dipercaya komitmen nya ).

Memberi maaf tidak serta merta menyelesaikan masalah, tapi setidaknya melepas beban bagi yang bersalah. Soal menghapus dosa atau tidak Wallahu a'lam bishawab. Biar lah Allah yg maha tahu.

Kuberikan maaf dalam bentuk lahir berupa jabatan tangan, pesan tertulis atau sekedar senyuman, tapi yang utama batin yang tak berucap dan bersuara menghapuskan dendam dan kemarahan dengan tuntas, memberi artikulasi yang dalam bahwa semua telah selesai . Masalah dan lembaran yang lalu kita segera lupakan. Mari kita sama songsong masa depan yg lebih menjanjikan . Aku suka ki semua . Aku tidak  punya arti apa-apa  tanpa kehadiran mu semua . Mari pastikan sinar mentari besok pasti akan lebih cerah!

KEKUATAN IMAN


Tuhan tak akan memberikan beban ujian kepada hambanya lebih dari yang bisa dipikul. Ini harus diimani, harus dijadikan kekuatan iman dengan sungguh-sungguh.

Kalau demikian berarti masalah itu seharusnya tidak untuk melemahkan manusia melainkan untuk membuatnya lebih KUAT, TANGGUH dan BESAR!

Maka perhatikanlah bagaimana badai berlaku atas pepohonan, bukan untuk menumbangan mereka tetapi untuk semakin menguatkan akar tertancap ke bumi.

Dunia ini adalah tempatnya masalah, datang silih berganti dengan harapan dan kemenangan seperti berlakunya siang dan malam, terang dan gelap, kemarau dan musim penghujan.

Setiap keadaan akan membawamu kemana, tergantung pilihan respon masing-masing.
Hujan yang seharusnya berkah, akan menjadi masalah banjir bahkan memakan korban, tergantung bagaimana persiapan dan respon masing-masing. Saat panas kemarau datang, itu seharusnya berkah untuk mengeringkan, membangun dan sebagainya, tapi itu juga bisa menjadi masalah berupa kekeringan, kekurangan air dan sebagainya.

Masalah dan tantangan akan bawa kamu pada kondisi yang makin baik atau sebaliknya . Itu semua tergantung kamu sendiri!

Karena masalah yg ada itu akan membawamu makin sengsara tergantung pilihan persiapan, dan respon kamu, tergantung PRESEPSI dan PRASANGKA yang kamu bangun sendiri di alam pikiranmu.

Oleh karena itu, ubahlah presepsimu, cara berpikirmu dan persangkaanmu terhadap masalah karena yakinlah, meski itu tak akan mengubah kenyataan tetapi akan merubah akibat dari masalah itu terhadap perasaanmu, kualitas kesehatanmu, kualitas hidup pribadimu bahkan ketokohanmu dan lain-lain.

Intinya, JIKA MAU MENGUBAH KENYATAAN HIDUP MU. MAKA MULAI UBAH PRESEPSI MU TENTANG MASALAH YG ADA. Ingat jangan sekalipun pernah berprasangka buruk terhadap apa yang datang dari Tuhanmu, karena sesungguhnya Tuhanmu akan berlaku sebagaimana engkau prasangkakan.

Fa Inna Ma'al ’usri yusra… Inna ma’al usri yusra, “Maka dibalik kesulitan mu ada hikma yg Allah sertakan di dalam nya dan “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan (Al Qur’an surah An Nasroh: 5&6)”.

 Begitulah Allah tidak akan membiarkan hambanya menjalani sendiri masalahnya tanpa menyediakan pertolongan-Nya. ini harus dipercayai sepercaya-cayanya dan diyakini seyakin-yakinnya.

Memang sekilas semua masalah akan membuatmu tertarik bahkan seakan terlempar dari zona rasa nyaman, rasa tenang dan damai. Pasti saja masalah dan tantangan yg datang itu akan menganggu pikiranmu, konsentrasimu, fisikmu, psikismu sampai akhirnya kita temukan cara-cara mengatasinya dan semua akan kembali terasa normal.

Ingatlah kata orang bijak, jika pintu di depanmu tertutup, yakinlah di tempat lain banyak pintu-pintu lain yang terbuka. Jadi jangan pernah meratapi pintu yang tertutup tetapi bersegeralah bangkit mencari pintu-pintu lain yang terbuka.

Intiny! Hadirkan dirimu sebagai orang yang berkepribadian positif dan dengan perlahan tapi pasti lingkungan dan semesta akan merespon sebagaimana yang engkau harapkan! maka selalulah berharap yang positif karena itu cara terbaik untuk mengundangnya masuk ke dalam dirimu.

Dengan demikian, perasaanmu akan jauh lebih tenang, pikirnamu lebih husnudzon, jauh dari dendam apalagi amarah yang membakar, karena semua itu hanyalah bisikan syaitan yang sesaat yang akan membawa kerusakan besar berkepanjangan bila diperturutkan. Jadikanlah sholat dan sabar sebagai sahabatmu dan jadikan sahabat dan handai taulanmu sebagai penghiburmu karena itulah arti persahabatan dan persaudaraan.

Sekaligus langkah positif menawar masalah dan tantangan yang lagi engkau hadapi, yakin dirimu hari esok akan terbit mentari yang akan bersinar lebih terang.

Selamat mengakhiri syahrul ramadhan mu tahun ini dan kita doa bersama di pertemukan dengan ramdahan tahun yang akan datang dalam kehidupan yg makin maju, makin sehat dan makin bahagia bersama keluarga dan bangsa indonesia yang damai .