Rabu, 10 April 2019

TEMUKAN DIRIKU MELALUI DIRIMU



Temukan diriku melalui dirimu di tanah 
Bila kamu tidak menemukan diriku di tanah
Temukanlah diriku di jiwa ragamu yang bergairah

Temukan diriku melalui dirimu di air
Bila kamu tidak menemukan diriku di air
Temukanlah diriku di senyumanmu dan di matamu yang bersinar

Temukan diriku melalui dirimu di angin
Bila kamu tidak menemukan diriku di angin
Temukanlah diriku bersama hijrahmu dan kesuksesanmu yang membahagiakan

Temukan diriku melalui dirimu di api
Bila kamu tidak menemukan diriku di api
Temukanlah diriku atas tercapainya cinta dan cita-citamu yang tak bertepi

Jumat, 15 Februari 2019

YANG AKU TAKUTKAN ESES


Yang aku takutkan ESES, hatiku kian mengeras dan sulit menerima nasehat, namun sangat cerdas menasehati.

Yang aku takutkan ESES, aku merasa paling benar, sehingga merendahkan orang lain.

Yang aku takutkan ESES, egoku terlalu tinggi, hingga merasa paling baik diantara yang lain.

Yang aku takutkan ESES, aku lupa bercermin, namun sibuk berprasangka buruk kepada yang lain.

Yang aku takutkan ESES, ilmuku akan membuatku menjadi sombong, hingga memandang yang lain berbeda denganku.

Yang aku takutkan ESES, lidah makin lincah membicarakan aib orang lain, namun lupa dengan aibku yang menggunung dan tak sanggup kubenahi.

Yang aku takutkan ESES, aku hanya hebat dalam berkata, namun buruk dalam berbuat.g

 Yang aku takutkan ESES, aku hanya cerdas dalam mengkritik, namun lemah dalam mengkoreksi diri sendiri.

SURAT CINTA UNTUK UKHTI ESES




BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAH WABARAKATUH,


UKHTI ESES apa kabar?,

aku bingung ukhti  ESES!!,

aku sudah menulis sebuah surat dan kubungkus rapi didalam amplom putih, namun, aku tak pernah berani memberikannya padamu. Hingga akhirnya aku putuskan untuk membuatnya diblog ini. Berharap suatu saat nanti kamu akan membacanya dan mengetahui isi hatiku ini dan sampai saat itu tiba aku akan menunggu jawabanmu.

Ukhti  ESES dengarkan kejujuran hati ini…

Setiap hari engkau selalu berikan senyuman terindahmu..

Namun, aku tak pernah tahu apa arti senyumanmu itu.

Disaat berjalan melintasiku engkau melirikku..

Sungguh semua itu menjadi tanda Tanya bagiku.

Mungkinkah apa yang kita rasakan sama…

Ukhti ESES…

Uraian jilbabmu panjang teruarai menutupi jutaan rambutmu     

Senyumanmu....

Lirikan matamu.....

Mengertikah ukhti engkau bahasa tubuhku..

Tanganku ini ingin menyentuhmu saat engkau menjadi yang halal untukku..

Kakiku ini ingin melangkah mendekatimu..

Mataku ini ingin tetap memandangmu..

dan mengertikah ukhti bahasa bibirku yang ingin berkata :

karena Allah aku sangat menyayangimu

karena Allah aku sangat mencintaimu

dan karena Allah maukah engkau menjadi yang halal untukku suatu saat nanti

hingga saat itu tiba aku akan menunggumu

Ukhti ESES, aku sadar.. Status kita berbeda..

Dan aku sadar ukhti.. aku bukan satu satunya orang yang mencintaimu..

Aku juga sadar ukhti.. aku bukan satu satunya orang yang kamu cintai..

Ukhti ESES

Salahkah aku jika aku ingin menjadikanmu satu satunya wanita dihatiku yang halal untukku wanita dunia dan akhirat..selamanya aku ingin tetap bersamamu..

Ukhti ESES. mungkin sulit bagimu menerima kenyataan ini..

tapi inilah kenyataanya ukhti.. mohon mengertilah ukhti..

Maaf ya ukhti, aku senekat ini menulis surat untukmu diblog ini, karena aku binggung dimana lagi aku ingin menuliskan setiap kata kata hati, satu buku sudah habis kutulis surat untukmu, namun tak satu suratpun yang aku berikan padamu.

Maaf juga ya ukhti atas kebodohanku,

Disetiap kekuranganku aku ingin menciptakan bahagia bersamamu

Ukhti semua ini aku lakukan

Karena aku sadar beberapa bulan lagi

Aku tidak bisa melihat senyumanmu itu

Mata indahmu..

Lembut suaramu..

Tawamu..

Semua itu tak dapat aku lihat dan kudengar,

Karena aku tahu kamu akan pergi tinggalkan kota ini.


Ukhti, aku suka cara kamu menjaga auratmu.

Dan aku juga suka saat kamu tersenyum dan cara kamu buat aku tersenyum.

Ukhti ESES, tempat terindahku didunia ini adalah

ketika wajahku berada dalam pikiranmu,

ketika namaku disebut disetiap do’amu, dan

ketika cintaku kekal berada dalam hatimu.


Ya Allah, aku tidak butuh wanita yang sempurna untuk jadi pendamping hidupku

Aku hanya ingin seseorang yang mau jadi pelengkap disetiap kekuranganku

Yang membuat aku merasa ada

Yang membuat aku tersenyum

Dan berkata : “aku beruntung memilikimu”

Yaitu dia

Aku harap apa yang aku rasakan juga rasa yang kamu rasakan,

Ukhti ESES, jadilah bidadari ku didunia dan disurga nanti.

Karna Cuma kamu penyemagat hidup ini.

Tanpamu hidup ini tak ada artinya

Ukhti ESES, aku sering memperhatikanmu, tentu saja kalau tidak dianggap lancang aku ingin menjadikanmu kekasih halal untukku, suatu saat nanti dimana dirimu benar benar siap. dan sekarang kita ta'aruf yuk, agar aku yakin bahwa ukhti milik ku, kita ta'aruf secara islam

tidak mesti bersentuhan tangan

Namun bersentuhan dalam hati

tidak harus berjalan berdua

Tapi cukuplah kita bertemu dalam do’a
aku sadar ukhti aku bukan orang pertama yang bilang ini pada ukhti, dan aku juga bukan orang pertama yang pernah ukhti cintai,
namun, yakinlah ukhti aku ingin menjadikanmu satu satunya wanita dalam hidup ini. untuk beberapa masa kedepan, bahkan saat malaikat maut datang memisahkan kita, aku tetap berdoa bahwa disurga nanti ukhti tetap menjadi bidadari surgaku.

ukhti ESES mohon kiranya ukhti mau menjawab kegelisahan dihati ini..
dengan jawaban yang menyejukan hati..

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Jumat, 08 Februari 2019

ESES MEMBANGUN MASA DEPAN


Aku disini bersama air mata, sunyi dan sepi. Menulis, SURAT CINTAKU UNTUK "AKU". Bismillahirrahmanirrahim, Buat Supardi Saminja yang sederhana,

Seandainya kamu percaya dirimu yang memiliki banyak kekurangan dan kelebihan.
Seandainya kamu percaya bahwa orang-orang disekitar mu begitu ikhlas mencintaimu.

Seandainya kamu percaya, bahwa tidak apa-apa untuk menjadi dirimu yang yang apa adanya, bukan yang  ada apanya.
Seandainya kamu percaya dengan menjadi orang lain, kamu tetap tidak akan menjadi apa-apa dan bukan siapa-siapa.

Seandainya kamu percaya, diusia ini kamu memiliki kenangan dan sejarah yang paling berharga.
Jadilah apa yang Allah SWT mau dengan menjadi diri sendiri, percaya dan yakinlah kepada dirimu.
Jadilah cita dan jadilah cinta yang belum pernah kamu temukan.

Aku tahu, apa yang kamu hatikan dan pikirkan selama ini.
Akan tetapi, semua itu bisa lama atau cepat kamu raih, tergantung do'a  dan usahamu.
Percayalah pesan leluhur orang Makassar, "BAJIMI KA BAJIKI' KODIMI KA KODIKI", artinya,  SESUATU BAIK KARENA KAMU BAIK , SESUATU BURUK KARENA KAMU  BURUK".

Ya, tergantung bagaimana hubunganmu kepada Allah dan dan hubunganmu kepada manusia.
Kamu tidak boleh lupa bahagia dalam kondisi dan situasi apapun.
Kamu harus bismillahirrahmanirrahim di setiap memulai aktivitas.
Kamu harus bersabar, harus bersyukur, dan harus ikhlas dengan masa-masa kamu jalani pada saat ini.

Aku mengerti, kehilangan ayah sekaligus guru kehidupan, itu tidak mudah.
Aku mengerti,  kamu sulit bahagia jika tidak mampu melaksanakan perintah Allah dan  jika tidak mampu menjauhi segala larangan Allah.

Tetapi, bertahanlah kamu di cita-cita  bismillah dan cinta bismillah.
Yakin dan percayalah 100% , bahwa Allah SWT menciptakan masalah dan solusi mu untuk tujuan mengenai kehidupanmu didunia ini dan juga di.alam keabadian.

Jangan menyerah terhadap harapan mu!
Jangan takut memulai lebih dulu untuk kebaikan!
Jangan menyerah terhadap diri mu yang suka menulis kisah kehidupan nyata didesa yang bernama, "ESES" yang ingin MEMBANGUN MASA DEPAN.

Bismillahirrahmanirrahim, Aku sangat mencintai mu
Alhamdulillah rabbill a'lamin, aku merindukan mu.

Senin, 14 Januari 2019

GURUKU AYAHKU


Guruku...ayahku...
Sekian lama bersamamu
Hari-hari yang kulalui penuh dengan kenangan bersamamu
Suka dan duka kulewati bersamamu

Guruku... ayahku...
Canda dan tawamu menghiasi hari-hari ku
Pribadi kesederhanaanmu yang membuatku bangga padamu
Sifatmu yang penuh kasih dan perhatianmu yang amat peduli padaku

Guruku... Ayahku
Aku sangat bangga padamu
Kamulah yang pertama mendorongku kekota menuntut ilmu
Kamu  tetap sosok  ayah yang menginspirasiku

Guruku... Ayahku...
Teako pebengi kuburangku nia appirui, itu wasiat titipanmu padaku
Amminro ko ambajiki kamponga, itu harapanmu padaku
Siri' cita-citamu adalah siri' cintqamu, itu ajaran prinsipmu padaku

Guruku... Ayahku...
Aku sayang padamu
Aku akan selalu mendo'akanmu
Aku akan selalu merindukanmu





Selasa, 08 Januari 2019

ESES MEMILIH JALAN YANG BENAR



ESES...
Lebih baik dihina saat memilih jalan yang benar dari pada berpura-pura menjadi keren tapi memilih jalan yang salah.

ESES...
Tidak perlu kekinian, karena yang kekinian akan alay pada waktunya. Jadi tak perlu repot-repot untuk menyamakan diri dengan kebanyakan orang,

ESES...
Karena sudah terlalu banyak orang yang sama seperti kebanyakan orang. Jadilah paling berbeda dalam hal kebaikan yang bermamfaat dan tidak merugikan bangsa, agama, hukum, budaya, dan juga tidak merugikan diri dan orang lain!

Jumat, 04 Januari 2019

MAKNA TAHUN BARU




Pada tanggal 28 Desember 2018 , pukul 02.00 malam, saat alarm shalat tahajjud berdering, atau lebih tepatnya 8 hari yang lalu adalah hari dimana seorang guru kehidupan kami yang sekaligus ayah panutan, pergi untuk selama-lamanya. Ya, kepergian seorang ayah yang menuju
ke alam abadi seakan membawa separuh kehidupan kami.

Kini kami sudah ikhlas menerima kenyataan pahit itu dan mulai menatap harapan baru di tahun yang baru. Tetapi yang menjadi pertanyaan kami, apa sebenarnya makna dan hakekat dari pergantian tahun 2018 ke  tahun 2019?

Menurut kami, makna dan hakekat dari pergantian tahun, paling tidak kami memaknai setiap pergantian tahun sebagai sebuah tonggak, sebuah kesempatan untuk menoleh sejenak apa yang telah kami lewati dalam rentang perjalanan waktu setahun terakhir.

Apakah sudah ada momentum-momentum berharga yang patut kami abadikan sebagai sebuah monumen kehidupan untuk kami jadikan pijakan melangkah ke depan? Atau adakah kekurangan yang harus kami kelola agar menjadi lebih baik ke depannya?

Yang pasti, yang lewat biarlah berlalu, yang akan datang akan kami hadapi dengan semangat baru, suka cita dan pengharapan yang tinggi. Oleh karena itu, harapan besar kami di tahun 2019 adalah menjadi pemanah yang terbaik di tahun 2019.

Maksudnya hanya ingin fokus dan konsentrasi penuh yang baik-baik saja,  yang bisa memanah pada sasaran yang dituju dengan berusaha maksimal menggerakan seluruh energi kami, berusaha mengapai apa yang ada, termasuk memikirkan segala dengan nalar yang tinggi, berusaha menghadirkan hati yang penuh ikhlas dan tulus menghadapi semua tantangan dan masaalah , dan yang penting harus bergerak, berpikir, melangkah buat kasih capek-capek tubuh, berusaha juga berjalan menyapa dan berkata kata-kata yang baik dan bermanfaat, dan sebagainya.

Terakhir harapan kami ditahun 2019, semoga kami bisa menghadirkan etos yang tidak mengenal kata jangan terlalu berharap untuk kemajuan, tidak boleh menyerah, tidak boleh berhenti berusaha, harus mau menghadapi semua tantangan dan hambatan. karena kalau tidak ketemu lagi yang namanya hambatan / tantangan / kekecewaan lagi. Itu tandanya, hidup kami sudah berakhir di dunia.

Selasa, 25 Desember 2018

ESES HANDPHONE MU BISA CEDERAI HUBUNGAN MU


Handphone yang ada ditangan mu saat ini, bisa cederai hubunganmu dengan orang lain m. Ya, hal yang penting dalam menjaga hubungan adalah menunjukkan minat dan perhatianmu pada orang lain. Termasuk kepada orang yang kamu seniorkan atau hormati.

Kalau begitu, hati-hati dengan gadget atau handphonemu, yang telah mencuri perhatianmu, lebih dari orang di sekitarmu. Apalagi dengan ibumu, ayahnu, adikmu, sepupumu, sahabatamu, dan atau semuanya.  Karena itu akan merusak perhatian dan komunikasi verbalmu dengan orang tuamu atau orang di sekitarmu.

Dapat dibayangkan, ada orang-orang di sekitarmu dan kamu hanya asyik dengan gadgetmu atau handphone mu. Wah! Bahasa-bahasa tubuh orang disekitarmu tidak kamu tangkap lagi dan orang sekitarmu bisa merasa kamu lecehkan dan sepelekan. Hati-hati dengan gadgetmu atau handphonemu, karena itu bisa merusakmu.

Komunikasi itu penting,! Dan itu gunanya kamu gaul, dan disitulah salah satu inti hidupmu .

Sabtu, 22 Desember 2018

ESES JADILAH ORANG SUKSES



ESES...
Jika tidak bisa menjadi yang pertama Jadilah yang terbaik..
Jika tidak bisa menjadi yang terbaik Jadilah yang berbeda..
Jika tidak bisa menjadi yang berbeda Jadilah orang yang sukses..
---------------------------------------------------------------------------
ESES...
Berkata memang lebih mudah daripada Bertindak, maka jangan kamu berkata sebelum kamu pernah bertindak..
---------------------------------------------------------------------------
ESES...
Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin yang menerpa..
---------------------------------------------------------------------------
ESES...
Semakin tinggi kedudukan dan tingkatan seseorang, semakin banyak pula rintangan dan tantangan yang menghadang..
---------------------------------------------------------------------------
ESES...
Jika tidak bisa memiliki seseorang setidaknya kau telah mencintainya..
Jika tidak bisa mencintainya setidaknya kau telah mengenalnya..
Jika tidak bisa mengenalnya setidaknya kau tau apa arti mengenal sebuah kata cinta..
---------------------------------------------------------------------------
ESES...
Menjadi terang tak harus memetik bintang, tapi teranglah karena kamulah bintang itu..
---------------------------------------------------------------------------
ESES...
Kalau orang bilang cinta itu pasir (Jika digenggam terlalu erat akan lepas), tapi aku berpendapat bahwa cinta itu seperti air, jika tidak bisa berenang maka kita akan tenggelam dan mati didalamnya..

ESES JADI YANG TERBAIK DAN JADILAH PALING BERBEDA




“ESES Bila kau tak bisa jadi yang terbaik, jadilah yang berbeda”. Kutipan yang tidak asing, namun menjadi tuas kehidupan bagi sebagian orang.

Menjadi yang terbaik. Ya, setiap orang berusaha sekuat tenaga demi mewujudkan itu. Lalu terlintas dalam pikiran, apakah indikator untuk menjadi yang terbaik itu? Seseorang yang terbaik ialah dia yang memiliki kriteria-kriteria superior yang disetujui oleh mayoritas.

Seringkali kita melihat bahwa menjadi yang terbaik diidentikkan dengan menjadi yang nomor satu. Padahal tak semestinya begitu. Dia nomor satu di bidang atletik, belum tentu dia nomor satu dalam seni. Lalu ada yang menyanggah, “menjadi yang terbaik, tidak harus menjadi nomor satu di segala bidang. Karena manusia bukanlah makhluk sempurna.”.

 Jika menjadi yang terbaik tidak bisa digeneralisasikan dan hanya terkotak pada bidang-bidang tertentu, maka tidak sepantasnya seseorang merasa kecewa jika ia belum bisa menjadi yang terbaik dalam suatu hal. Seharusnya ia berusaha menjadi yang terbaik dalam bidang lain yang mungkin lebih sesuai dengan dirinya. Tidak sepantasnya dia melabeli dirinya sendiri sebagai orang tak berbakat, atau bahkan lebih parah lagi orang tak berguna.

Demikian pula dengan orang lain. Orang yang hanya mengetahui dari apa yang bisa terlihat dan terdengar tidak sepantasnya melabeli seseorang hanya karena dia belum berhasil dalam suatu bidang.
Lalu, bagaimana jika di segala bidang ia tak dapat menjadi yang terbaik? Jawabannya adalah: menjadi yang berbeda.

Kemudian terbesit, apa indikator untuk menjadi yang berbeda itu? Seseorang yang berbeda adalah ia yang memiliki kriteria-kriteria superior orang minoritas. Menjadi berbeda diidentikkan dengan mereka yang tidak sejalan dengan nilai yang dijalani orang mayoritas. Ada pribadi yang merasa sedih ketika mengetahui dirinya berbeda. Namun disisi lain, ada pribadi yang sedang berjuang untuk membedakan diri.

 Lalu, terlintas pemikiran. Bukankah pada hakikatnya manusia diciptakan dalam keadaan yang berbeda-beda? Lalu harus sebeda apalagi?
Pada dasarnya, menjadi yang terbaik dan menjadi berbeda semata-mata adalah karena ingin terlihat. Manusia adalah makhluk yang menginginkan perhatian. Dengan menjadi yang terbaik dan atau menjadi berbeda, mata akan otomatis berfokus pada orang tersebut.

Lalu bagaimana jika gelar menjadi yang terbaik dan menjadi yang berbeda tidak berada dalam suatu pribadi? Maka yang terjadi adalah dia tidak terlibat dalam fokus pandang para manusia. Namun tak semestinya pribadi tersebut bersedih. Karena, jika masih ingat, masih ada Tuhan.

Tuhan adalah Sang Pencipta. Tuhan menciptakan manusia. Karena itulah, Tuhan tidak sama dengan manusia. Indera manusia terbatas, apalagi mata. Mata tak dapat memandang seseorang yang berada dibalik tembok. Indera manusia menipu, lagi-lagi mata. Gunung yang jauh terlihat kecil, namun pada kenyataannya sangatlah besar.

 Namun Tuhan tidak demikian. Tuhan dapat mengawasi semua umatnya, bahkan sampai gerak-geriknya. Tuhan dapat mendengar semua pembicaraan umatnya, bahkan sampai gumaman dalam hatinya. Lalu, masih pantaskah kita bersedih hanya karena tidak mendapat perhatian dari manusia lain?

Padahal kita adalah makhluk yang sama. Manusia. Sama-sama ciptaan Tuhan. Ya, kita semua adalah makhluk sama yang dibuat berbeda. Meskipun demikian, kita dapat menentukan perbedaan kita sendiri. Jika masih ingat, yang membedakan manusia di hadapan Tuhan adalah ketakwaannya.

RAHASIA ESES MENJADI YANG PALING BERBEDA





Ada pakem di dunia bisnis apabila kita ingin menjadi pemenang. Jadilah yang pertama, jadilah yang terbaik, dan jadilah yang berbeda. Untuk menjadi yang pertama diperlukan kreatifitas dan inovasi yang cerdas sehingga apa yang dihasilkan sulit ditiru oleh orang lain.

Sementara untuk menjadi yang terbaik diperlukan energi yang besar dan boleh jadi menghabiskan banyak waktu mengamati sepak terjang pesaing. Di dunia bisnis, sering disebut red ocean, lautan persaingan yang penuh dengan darah.

Saya lebih memilih, jadilah yang berbeda karena sesuatu yang berbeda itu mudah dikenali dan berada di blue ocean, persaingannya tidak berdarah-darah. Contoh sederhana, dalam dunia perbankan Grameen Bank melakukan strategi ini. Perbankan yang didirikan Muhammad Yunus ini saat ini menjadi pemipin pasar di bidang yang ditekuninya. Apa yang membuatnya berbeda? Banyak. Beberapa diantaranya adalah di saat perbankan sibuk mencari nasabah orang kaya, Grameen Bank mencari nasabah orang miskin.

Disaat perbankan lain fokus kepada nasabah kaum pria, Grameen Bank fokus kepada nasabah wanita, 97 persen nasabah Grameen Bank adalah wanita. Disaat koleteral atau jaminan menjadi suatu kewajiban bagi nasabah bank umum, di Grameen Bank tidak memerlukan jaminan. Di perbankan umum, orang datang ke kantor bank maka di Grameen Bank para karyawan yang mendatangi nasabah. Dan tentu masih banyak lagi perbedaan-perbedaan yang ada.

Karena kiprahnya yang luar biasa ini, M. Yunus dianugerahi hadiah Nobel. Saya pernah mendalami dan magang aplikasi konsep Grameen Bank ini di Amanah Ikhtiar Malaysia pada awal tahun 2000. Memang dampaknya luar biasa, begitu pulang ke Indonesia, konsep ini saya terapkan di 21 desa, programnya saya namakan Masyarakat Mandiri, yang bekerja dengan perusahaan besar ESES. Ketika itu hasilnya sangat luar biasa. Dibawah naungan ESES, program itu terus menggurita.

Dalam mengembangkan bisnis yang saya tekuni, saya juga lebih mengedepankan “jadilah yang berbeda” Saya terus menerus sampaikan ke tim saya, teruslah mencari yang berbeda yang itu bisa memberi banyak manfaat kepada para pengguna ide kita. Bisnis yang menggunakan pendekatan “jadilah yang berbeda” akan bertahan lama.

Begitupula dalam pengembangan profesi pribadi. Milikilah sesuatu yang berbeda di keahlian yang kita tekuni. Sesuatu yang berbeda yang benar-benar menjadi pembeda dengan yang lainnya. Semakin banyak pembeda di profesi yang kita pilih maka semakin eksis kita di profesi yang kita tekuni. Pembeda yang beragam menjadikan expertise kita semakin terasah dan diakui oleh banyak orang.

Pembedanya tentu tidak asal beda. Asal beda tanpa memperhatikan etika, tatakrama, budaya dan agama justeru menjerumuskan. Dan jangan sampai pembeda kita adalah sesuatu yang tercela apalagi merendahkan ahli agama, ilmuwan dan orang-orang yang punya banyak karya.

Boleh tahu apa pembeda Anda?

Salam ESES Salam SUKSES

Supardi Saminja
CEO Eses Satu Leadership
Founder Akademi Trainer
Inspirator Eses Sukses

Ingin ngobrol dengan saya?
FOLLOW saya di twitter: @supardisaminja.
 Atau, LIKE saya di facebook : Supardi Saminja

Jumat, 21 Desember 2018

JANGAN LUSSA' ESES



Jangan "Lussa' "! Kamu harus tahu apa itu lussa'? Dalam Bahasa Makassar, “lussa” yang bisa diartikan sebagai orang mudah gelisah, bingung, gerah, khawatir, takut, gagap, galau, gugup, panik, kacau, kusut dan atau ragu-ragu.

Orang yang suka berkarakter "lussa" akan membuat semua hal tidak lebih baik, bahkan semuanya makin salah dan berantakan. Malah, orang bisa tenggelam dilaut bukan karena tidak bisa berenang tapi karena orang itu sedang suka "lussa" sehingga tidak mau bergerak berusaha agar tidak tenggelam. Makanya, kamu jangan suka "lussa" disaat menghadapi beragam situasi yang kerap Sulit diprediksi!

Ditengah situasi sulit sekalipun, kamu harus berusaha untuk menguasai diri, bersikap tenang, bahkan pancarkan sikap tenang itu disekelilingmu karena bila kamu kehilangan kendali maka kamu akan kehilangan situasi bahkan situasi mengendalikanmu.

Patut pula kamu ingat, kontrol adalah juga ukuran kepemimpinanmu. Karena seharusnya seorang pemimpin dalam situasi tegang tidak boleh kalut, kamu harus bisa tersenyum sebab kamu menguasai dirimu. Lagi pula, semua faktor telah kamu perhitungan, bahkan pengetahuan tentang character building sudah dalam benakmu.

Kalau begitu, sebagian besar dari kesalahan dalam hidup disebabkan terlalu tergesa-gesa, yang orang Makassar bilang suka, "rapa-rapa", emosional dan kontrol diri yang terabaikan.

Untuk itulah, jangan "lussa" dan jangan suka "rapa-rapa"! kamu harus senantiasa menggunakan otak dan akal sehat, segala sesuatu mesti dianalisis, kemudian bertindak, dan kontrol terakhir adalah hatimu. Bila kamu sudah yakin dan percaya 100% , maka ucapkanlah bismillahirrahmanirrahim. Lakukan dan laksanakan!

ESES, ISTILAH BAHASA MAKASSAR






Tatto'ro : Gerakan terjatuh/hampir jatuh kedepan yang disebabkan oleh adanya ganjalan pada kaki, berpotensi besar menimbulkan rasa malu apabila terjadi di keramaian...

Ballo' : Minuman beralkohol khas Makassar...

Tattindola : Terjatuh kebelakang yang disebabkan oleh kacaunya keseimbangan tubuh

Pa'bi'bi' : Makanan ringan yang biasanya dimakan pada saat minum ballo' ataupun minuman keras lainnya...

Ciprut [Cipuru'] : Lapar...

CLB [cipuru' lantambangngi] : Rasa lapar yang biasa menyerang pada saat tengah malam....

TBC [ta'bangkana cipuru'na] : Sifat ini sangat menguras uang karena setiap kali kaget, pada saat itu juga langsung lapar...

Kucini'nu kutobo'nu : Dikarenakan oleh emosi yang sangat tinggi pada seseorang/dendam sehingga akan menikam orang tersebut kapanpun ia bertemu...

Lussa' : Kegelisahan yang timbul karena banyaknya persoalan pikiran yang tidak jelas arahnya...

Odo'-odo' : Cewek/cowok yang menjadi incaran untuk dijadikan pacar/pasangan hidup...

Ondos-ondos : Pendekatan kepada seseorang yang ingin dijadikan pasangan ataupun teman...

Ta'loko : Kebingungan yang disebabkan tidak adanya kegiatan ataupun sesuatu yang menarik [bete]...

Janjang birrisi' : Pandangan sinis kepada seseorang yang disebabkan oleh rasa benci, banyak contohnya pada pemeran antagonis di sinetron..

.Sepolo' : Gerakan menyambar dengan cepat...paling sering dipakai dalam dunia pertarungan ayam...

Lompo sala : Julukan yang diberikan kepada seseorang yang memiliki badan besar tapi otak yang kecil...

Pa'bambangngang na tolo : Sifat dimana seseorang yang langsung bertindak karena emosi tanpa memikirkan dampaknya...pendek akal...

Samberlap [sambarang bere'-bere' na lappo] : Istilah yang diberikan kepada seorang wanita yang tidak main pilih dalam memberikan "layanan"...

Paboya : Istilah yang biasanya diberikan kepada laki-laki yang gemar mencari sundal...

Poppongoro' : Suatu kegiatan yang dilakukan diluar akal sehat...

Lamba' doko : Sifat malas dan lambat dalam mengerjakan sesuatu...

Pappidokang : Sifat pada seorang laki-laki yang selalu mencampuri urusan wanita...

Pagolla : Seseorang yang selalu berjanji atau berbicara manis kepada orang lain dalam mencapai tujuan tertentu...penjilat...

Pabetol [Paballe toli] : Seseorang yang suka berbohong...

Pabote' : ----sda----

Caca, Carutu [Carita campur attu']: Pembicaraan yang tidak jelas dan tidak bermakna, biasa juga disebut omong kosong...

Ra'musu' : Kondisi capek yang amat sangat pada fisik...

Mi'nyara' : Sifat selalu membicarakan kebaikan dirinya kepada orang yang telah ditolong...

Talekang : Sikap berlebihan yang ditunjukkan di depan umum...Lambasena : Permainan lompat tali yang biasa dilakukan oleh anak-anak...

Ottong : Gerakan mengincar layangan orang lain...

Tappu' kalenna : Layangan yang tiba-tiba putus tanpa proses pertarungan...

Burrusu' : Kegiatan menarik celana ataupun baju seseorang dengan tujuan bersenang-senang ataupun mambuat malu orang tersebut...

Lambasa' : Julukan yang diberikan kepada sesuatu yang hancur atau hambar rasanya, baik itu makanan, minuman, orang, kendaraan, dll...

Pattolo-tolo : Omongan yang diucapkan untuk menyesatkan orang lain...Sigea' : Suatu perdebatan panjang...

Rantasa : Julukan yg di berikan kepada sesuatu yg kotor baik itu orang atau tempat...Tappanyu'nyu' : Terpleset...

Pakkarammula : Mengajak untuk memulai sesuatu...

Tattuntung : Terbentur atau terantuk oleh sesuatu yang keras di kepala ( biasanya dinding, tiang, palang dkk) karena lalai ketika berjalan...

Meru' : Meregangkan persendian untuk menghilangkan rasa pegal, lelah dan kantuk..., biasanya dilakukan ketika bangun dari tidur atau habis mengerjakan sesuatu...

Sikuyuang : Bau yang tak sedap pada jempol kaki disebabkan kuku yang tidak terawat...

Anassundala', Sundala' : Anak sundal, sundal....istilah menjurus kasar yang dipakai terhadap seseorang yang berarti kurang ajar, brengsek...Kaluru' : Rokok dan sejenisnya...

Tattiling : Hilangnya keseimbangan karena perasaan berputar-putar/pusing di kepala...Lacci', Dilacci', Mallacci', Pallacci': Lambung kiri tanpa weser/lampu zen...dahului tanpa pamit/rebut...misalnya dalam hal pacaran,

Dilacci', artinya pacar/incaran direbut orang lain... Mallacci', artinya merebut pacar orang lain...

Pallacci', artinya orang yang suka merebut pacar orang lain...

Pacce : Ungkapan terhadap sesuatu yang dianggap mengecewakan, payah, atau tidak sesuai dengan apa yang diharapkan...

Kalasi : Pandai berpura-pura, memainkan situasi, berakting, munafik,naiff...

Ongol-ongol : Tolol, bodoh, idiot...

Lingu-lingu : Linglung, tulalit...

Pancer [Panai' cera'] : Orang yang suka membuat orang lain naik darah/marah...

Ballisi' : Jengkel...tehadap seseorang atau sesuatu...

Jama-jamang Bukku' : Perbuatan yang hanya buang-buang waktu/sia-sia...

Oppo' : Double...melewati target/batas/porsi...

Ka'bu lampe/Ka'bu lamma : Istilah kotor...untuk mengungkapkan bahwa seseorang itu kurang ajar, brengsek...
Telaso : ----sda-----
Lakemon [Lao keko mai] : Mau kemana?...

Panras [Panrasurasu] : Orang yang kerjanya berbuat kacau, ricuh, onar saja...

Japrot [Jappa parontang] : Jalan kaki bareng-bareng...ungkapan kalau tidak ada kendaraan atau ongkos/bermaksud hemat, bermaksud menuju suatu tempat...

Porenu, poreta', porena : Ungkapan penyangkalan dan ketidaksenangan kepada orang lain....

Boya, Boyai, Boyako : ----sda----Issengko : ----sda----

Limbi' : Lima ratus rupiah...Sibi' : Seratus rupiah...Sisa' : Seribu rupiah...

Tanya'ma' : Ungkapan terhadap sesuatu yang tidak perlu dipertanyakan lagi...

Pete'-pete' : Angkot...

Mariki di' : Ungkapan formal ketika akan berpisah/meninggalkan suatu tempat, pamit/minta diri...

Nasusaikokah : Ungkapan ketidaksenangan......untuk menyatakan bahwa hal tersebut bukan urusan anda...

Kassa' : Kuat, perkasa...

Tappu' : Putus...

Sallo : Lama atau kelamaan...

Ronk, Rong : Dong....

Lale : Sifat seseorang dimana setiap tingkahnya tidak jauh dari hal-hal yang porno...

Patua-tuai/Patoa-toai : Sifat seseorang yang tidak menghormati orang lain...

Tompol : Pukul, hajar...biasanya neeh hadiah bagi orang yang patoa-toai...

Goco' : Kocok (untuk domino)..., bisa juga dipakai sebagai istilah dari kegiatan yang dilakukan seseorang yang nafsunya sudah di ubun-ubun tapi tidak memiliki pelampiasan...kerennya o-n-a-n-i.....

Sekke' : Pelit...Gammara' : Ungkapan untuk mengatakan bahwa sesuatu itu sangat bagus, indah, elok...(untuk benda atau tempat), tampan, gagah, cantik, waow...(untuk orang)...

Mo'jo' : Ngambek...Jappo' : Rusak, busuk...

Garring coto : Keadaan sakit ingin makan coto...

Ngarru' : Menangis histeris...


ESES, INI KAMUS BAHASA MAKASSAR





INGIN AMAN DAN MERASA NYAMAN DI MAKASSAR, MAKA KUASAI BAHASANYA."

ABJAD

A
Aba, Ayah = mangge
Aba-aba = Parenta, Komando
Abad = Aba', Pariama, Jammang
Abadi = Nannung, a'nannungang, Ma'nannungang
Abai = Sayu
Abang/Kakak = Daeng
Abon = Abong
Abstrak = Tena na'nyata
Abuh = Bakka'
Abuk = Bu'bu' Kayu
Abur = Labo (Mengabur = A'labo-labo)
Acar = Acara'
Acap = A'mole-mole
abdi = ata
abis [habis] = labbusu'
abjad = hurupu'
acak = ta'siara'
Adat = Kabiasang
Adik = Andi'
ada = nia' | mengadakan = a'pa'nia' | adalah = iami | seadanya = iamonjo |
adalah = iamintu
adzan = bang
adil = adele'
adu =  Lotteng, appasiba'ji | adu ayam = appabbate jangang
Aduk/Mengaduk = A'garu, accampuru'
Adzab = Sessa
Afiat = Salewangang
ahli = to/u panrita
air = je'ne' | air mata = je'ne' mata | air jeruk = je'ne' lemo | air
kencing = je'ne' mea | air sembahyang = je'ne' sambayang |
ajak = akkiyo'
Ajudan = Pa'lapa' Barambang
ajar = ajara' | mengajar = anggangajara' | ajaran = ajarrang |
pengajar = pangngajara' | pengajaran = pappiajarrang/pangngajarakkang
| belajar = appilajara' | pelajaran = pappilajarrang
Ahli = Panrita
Ajal = a'jala'
akad = aka'
akal = akkala' | tidak masuk akal = tena antama ri akkala' | akal
pendek = bodo akkala' | mengakali = anngakali | mencari akal = a'boya
akkala'
akan = punna
akar = akara'
akhirat = Anja'
akhir = Konteng
akil baligh = balere'
akur = singai/sipakatau
akrab = sanna singaina/sipa'agadang
aku = nakke/inakke
Aklamasi = Jo'jo' nisamaturuki
Aksara = Hurupu'
Aktif - Siga
Akut = Tasilolongang
Akur = Situru'
atap = Sira'
Atas = Rate  | Di Atas = Irate
alis = kannying
Allah = Alla ta Ala/Karaeng Alla ta Ala
Almarhum = Tumatea (Kalau Raja Gowa disebut "Tumenanga")
Alhasil = Tattappana, kale'bakanna
Alih = Lette'
Alias = iareka
Alim = Cara'de'
Alimbu'bu' = Laso Anging
alinea = Barrisi' beru
Alir = Solong
Alis = Kannying
Alot = Ku'mili'
Alun = Galluru' (Mengalun = anggalluru')
Aman = Amang, Sannang
Amanah = Papparampe
Amanat = Papparampe, Pappasang
Amandemen - ussulu' nipinrana rancangang undang-undanga
Amar = Parenta
Amarah = Larro
Amat/Mengamati - Antileki
Amat = Ta'lalo dudu
Ambisi = Kella
Ambruk = Rumbang
Amirul Haj = Pangngulunna ha'jia
Amis = Manynyere'
Amnesti = Popporo' hukungang
Amplop = Ampolo'
Ampun = Popporo'
Amal = Panggaukang baji'
Amarah = larro

Amanah : Amana
Amat = sanna'
Amuk = Jallo' | Mengamuk = A'jallo' | diamuk = Nijallo'
Ambil = alle | mengambil = angngalle | mengambilkan = angngalleang |
mengambil dari = angngalle ri | pengambilan = pangngalleang
Anak = ana'
Anatomi = Pangngassengang lento-lentona batang kalea
Anda = ikau (kasar) ikatte (halus)
Andai = ka'de', Ebara'
Andal/Mengandalkan = Ampattoang
Andil = Andele'
Andong = Bendi
Anggun = Ga'ga
Aneka = a'rupa-rupa
Angin = anging
Angkasa = rammang
Angsur = ansuru'
anjing = kongkong
antar = antara'
antara = passingaleng
Angkasa = Alla'
Angkat = angka'
Angkuh = Tampo
Angkut/Mengangkut = Angngerang
Anjing = Kongkong
Antar/Mengantar = Angngiring, Angngulu, Angngerang
Anus = Tara, Paja
Antuk/Mengantuk = Ta'do'do'
apa = apa | ini apa = apanne | apa boleh buat = apa pode'/paleng tida apa = tena angngapa | mengapa =                                       angngapai |
Apalagi = Apapole
Aparat = Parewa
Apung = Mawang
Arah = Olo, Tuju
Arak = Ballo'
Arit = Pakkai'
Aroma = Rasa, Bau'
Arti = Battuang
Arung = Limbang
Asa = Panrannuang
Asal = Assala', Uru-uruna
Asam = Camba, Kacci
Asas = Pondameng, Poko'
Api = pepe' | korek api = colo' | gunung berapi = moncong pepe'
Apung = Mawang
Asal = battu | berasal = battu ri
Asap = ambu
Asin = ce'la, Pa'ja, Kannasa'
Asik = Assipa'
Asing = maraeng | orang asing = to maraeng
Asu = Kongkong
Asuh = Parakai, Piara
Asli = ( untuk penggunaan pada Ijazah/Surat = Tuleng, Cerita =Tojeng, Sifat = Simemanganna)
Atap = Pattongko'
Atas = rate| dari atas = battu rate | atasmu = irate nu | di atas = iratena | ke atas = nai'
Atur = atoro' | mengatur = angngatoro' | aturan = atorrang | Teratur = ta'ataoro'
Awal Mula = Pakarammula, Uru-Uru
Ayah = Mangge
Ayam = jangang | ayam betina = jangang gana | ayam jantan = jangang laki | ayam muda = jangang rungka
Ayo = ambe (Mari/Kemari)



B
Babad = Riwaya'
Babak = Baba' | Babak kedua = Baba' Pinruang
Babat = Tabbasa' | membabat = Attabbasa'
Babi = Bawi
Baca = baca | membaca = ammaca | bacaan = bacang
Bacok = Anne'ba, Annobo'
Bacot = Bawa, Munceng
Badan = kale
Badik = Badi'
Bagaimana = Antekamma
Bagai = kammai | bagaikan = kamma tongi |bagaimana = antekamma | sebagaimana = kammaya
Bagi = bage | membagi = a'bage
Baginda = Karaengta
Bagus = baji'
Bahagia = nyammang/annyammang | sudah bahagia hidupnya = annyamammi tallasa'na
Bahak = Ammakala'
Bahasa = basa, Bicara | bahasa makassar = basa mangkasara'
Bahaya = Bala, Kapanrakang
Bahan = Parekang (Bahan Makanan = Parekang Kanre)
Bahar = Tamparang, Binanga Lompo
Bahas/Membahas = Ampasibicarangi
Baik = baji'| orang baik = to baji' | baiknya = baji'na | memperbaiki = appakabajiki | ada baiknya | nia' baji'na
Bahtera = Biseang
Bahwa = angkanaya
Bahwasanya = Sitojeng-tojenna
Bajak (alat sawah) = Pa'jeko
Baju = Baju
Bakau = Bangko
Bakti = Kasuiang
Bala = Bala, Kacilakang
Bala = Lokoang, Sorodadu
Bau = a'rasa, | Bau Ketiak = Sakkulu'
Bajak = pa'jeko | membajak = appa'jeko
Baju = Baju
Bakar = tunu | membakar = attunu | terbakar = akkanre | rumah terbakar = balla akkanre
Bakul = karanjeng
Balik = Bulinta', A'boko, Ammotere', Ammaliang, Ammongkasa'
Baling-baling = inro-inri, panjo'jo' anging
Bambu = Bulo | bambu runcing = bulo cidu'
Bakmi = Kanre-kanreang cina
Ban = bang
Banci = Kawe-kawe
Bandar = bandara'
Bandel = Bambala'
Bangau = kondo
Banget = Sanna', ta'lalo
Bangkit = ammenteng
Bangku = bangko
Bangsa = pa'rasangang/Butta
Bangun = menteng/mangung| bangun tidur = ammuriang | bangun rumah = ammangung balla
Banjir = A'ba
Bantal = pa'lungang
Banting = manting
Bantu = Ammalii / ambalii
Banyak = jai | orang banyak = tau jai | kebanyakan = jai dudu
Bapak = mangge | ibu bapak = anrong mangge
Baptis = Je'ne sarani
Barat = rinngang | Selatan = Wara'/warakkang | utara = timboro'/timborang | timur = kalau'
Bareng = siagang
Baring = tinro-tinro
Baris = barisi' | membaris = a'barrisi'
Baru = beru | orang baru = tau beru
Bagaikan = Rapangi
Basah = basa
Batas = Alla'
Batik = bate'
Batuk = ta'roko
Bau = botto'
Basmi = Tangkasi, pila'busi, ampataenai
Basuh = Bissa
Batal = Tena najari, Tasi'rai
Bawa = ngerang | membawa = anngerang |membawa diri = anggerang kale | Membawakan = angngeranggang
Bawah = rawa | di bawah = irawa
Bawang = lasuna
Bayang = tau-tau
Bayar = bayara'
Bayi = Ana' lolo
Bebas = lappasa', laloasa
Bebek = kiti'
Becak = beca'/tigaroda
Becek = cammara'
Beda =  maraeng, sisala
Bedak = ba'ra', tappung
beduk = Ganrang
Begini = Kamma anne
Begitu = Kammaanjo/Kammaantu
Beha = Kutang
Bejana = Pammoneang
Bekal = Bokong, Pataja
Bekam = Appasulu' cera' ra'masa'
Bedil = ba'dili'
Beduk = ganrang
Begini = kammanne
Begitu = kammanjo | Begitulah = begitumi
Belah = Pue
Belai (belaian) = Anynyonyo', Belai-belai =Akkatu'-katu'
Belajar = pilajara'
Belakang = boko, Dongko' | di belakang = ri boko/Ri Dongko'
Belanda = Balanda
Belalang = katimbang
Belang = ballang
Belanga = Uring
Belanja = balanja
Belantara = romang tani sallang-sallang, Parang tattara'
Belas = Si'na
Belatik = Bengisi'
Belatuk = Bantinotto'
Belebas = balabasa'

Beli = malli
Beliau = ri passingalinna
Belut = Londeng
Betapa = Lanri
Betul = Cocoki
Benak = pikkirang
Benang = bannang
Benar = Tojeng
Bengkak = akkambang
Benjol = Kambussulu'
Benih = sessara', Bine
Beranda = Palladang
Berat = battala'
Berani = Barani, Rewa
Bersatu = Siama'
Berbaur = Sirurungang
Bersalaman = A'jama' Taeng
Beri = sare | Pemberian = Passare
Bekas = Bate
Bekal = Bokong
Begitu = Kamma  | Begitulah = Kamma Tojengi
Bintang = Bintoeng
Buah = Rappo
Bunga = Rente
Buat = Pare'  | Membuat = Appare'
Buang = Pela'
Bunuh = Buno
Bunyi = Sa'ra  | Suara = Sa'ra | Berbunyi/Bersuara = Assa'ra
Busa = Busa
Buka = Sungke
Budak = ata
Bukit = bulu'
Bukan = teai
Bulan = Bulang
Butuh = Parallu | Perlu = Parallu
Bungkus = roko'
Burung = Jangang-Jangang
Bisu = Pepe
Bonggol = Tampalisu
Bongkah/gumpalan = Donteng
Bom = bong
Bola = golo'
boleh = akkulle
boneka = dato'-dato'
bosan = nala'ju
bongkar = bongkara'
bopeng = Karo'ba'
Bilas = ngembong (membilas = angngembong)
bilik = rinring
bimbang = bata-bata
bimbing = renreng
bina = paenteng (membina = appaenteng/appakabajik)
binasa = panra'
binatang = olok-olok
bingkai = biring (membingkai = assare biring)
biru = gauk
bisa/racun = ammoso
bisa = akkulle
bisik = abisi'-bisi'





C
Cabang = Tangke
Cabai = Lada
Cabik = Kakka' | Menyabik = Anngakka'
Cabul = Lale
Cabut = Kakka' | Menyabik = Anngakka'
Cacing = Gallang-gallang
Cahaya = Singara'
Cair = solong
Cakap = Gammra'
Cakrawala = Langi'
Campur = campurang
Canda = Kakalakara'
Cangkul = Bingkung
Cantik = Ga'ga
Capai = Dodong
Caping = Saraung
Capung = Bereng-Bereng
Cari = Boya | Mencari = A'boya
Cat = Ce'
Catat = Tulisi' | Mencatat = Annulisi'
Cedera = Loko'
Cekcok = A'besere'
Cela = Calla
Celah = Salassara'
Celana = Saluara'
Cemburu = Kodi cini'
Cengeng = Jabe
Cengkeh = Cingki
Cepat = Inta'
Ceper = Bodo
Cerah = Singara ' Allo | Bambang Allo
Cerdas = Cara'de'
Cerewet = Calleda'
Cerita = Carita
Cermin = Carammeng
Cilik = Caddi
Cipta = Pare' | Ciptaan = Parekang
Cium = ara' | Mencium = Angngara'
Cocok = coco', Annaba
Coklat = Sikola'
Comot = Akka'
Congkak = Tampo, Gambang
Cubit = Kabbi'/Ka'bili'
Cuci = Bissa | Mencuci Tangan = Abbissa Lima | Mencuci Celana | Saluara'
Cukai = Ballo limung
Cukur = Cukkuru' | Tukang Cukur = Pacukkuru'
Cuma = Ji | Cuma Dua = rua ji
Curi = Lukka' | Mencuri = A'lukka' | Pencuri = Palukka'



D

Daerah = Bori'
Dagang = Balu'/A'balu' (Berdagang), Balukang (dagangan)
Dahaga = A'mara kallong
Dahi = Ubung-ubung
Dahulu = Riolo
Dalam = Lalang, Lantang (Kedalaman)
Damai = Sannang
Damba = Ero'
Dan = Siagang
Dandan = A'mode
Dangkal = Esa'
Dapta = Gappa
Dapur = Pappalluang
Darah = Cera'
Darat = Butta
Dari = Assala', Battu
Datang = Battu
Datar = Lappara'
Daun = Leko'
Debar = Dumba'
Dekat = Ammani
Delman = Bendi
Demam = Bangbang
Demikian + Kammanjo
Dengan = Siagang
Dengar = Lanngere', Allangere' (mendengar), Pilanggeri (Dengarkan)
Dengkul = Kulantu'
Dengkur = A'moro'
Dengung = Dangngung
Denyut = Dumba'
Depan = Riolo
Deras = Sarro, Bosi sarro (hujan Deras)
Derita = Pacce
Deras = Sarro
Desak = Siappi'
Dewa = Barata
Dialog = Sipabbicara
Diam = Sannang
Dinding = Rinring
Dikit = Sikedde'
Dinihari = Bari'basa'
Diri = Kale, Ammenteng (berdiri), Sikale-kale (sendiri), Appaenteng (mendirikan)
Do'a/Permohonan = Panganro
Dokter = Dottoro'
Dosa = Dosa, Doraka
Dua = Rua
Duduk = Mempo
Duel = Sibajji
Duga = A'bata-bata
Dunia = Lino
Duri = Katinting
Dusta = Balle, A'balle-balle (berdusta)
Duduk = Mempo




E

Edan/Gila = Pongoro'
Efisien = Tassike'de'
Egois = Tinggi Ero'
Ejek = Appa'lila
Ekor = Inkong
Ekstrim = Kaminang
Elak = Lecceng, A'lecceng (mengelak)
Elok = Ga'ga
Elus =  purusu' | Elus-Elus = Puru'-Purusu'
Emak = Anrrong, Amma'
Emas = Bulaeng
Emosi = Larro, Pa'larroang (emosional)
Empat = Appa'
Empedu = Pai' (juga digunakan untuk kata 'Pahit)
Enak = Assi'pa'
Encer = encere'
Endap, Mengendap = A'dakka-dakka
Endus, Mengendus = Anngara', Kongkong Anngara (Anjing Mengendus), Anngara' Taipa (Mencium Bau Mangga)
Enggan = Malasa', Battala' Jappa/battala' ero'
Engkau = Ikau (Kasar), Ikatte (Halus)
Enteng = Lomo-lomo
Era = Wattu
Esa = Se're
Esoh = Ammuko


F
Fajar = Pa'jara', Singara' ri bangkenna langika ri lammubana Matanna Alloa
Fakta = Rupa, Gau', Kasingarang, Butti
Faktor = Saba'
Faham = Pangngassengang
Faedah = Matu-matu
Faktur = dattara' barang-barang pappikatu ampakasingaraki jaina siagang ballina baranga
Fana = Amminra-minra, Gesara'
Fanatik = tenteng Tangara'
Fantasi = Mao-mao
Fatwa - tappu' iareka panggappana tupanritayya
Filsuf = Panrita pikkiri'
Firasat = Pakkasu'mang
Firma = Pirma




G

Gadai = Ta'ggala (dalam pengertian barang gadaian) karena Ta'gala juga berarti Pegang
Gagah/Ganteng = Ga'ga/Gammara'
Gali = Kekkese | Galian = Kekkesang | Menggali = A'kkekese
Gantung = Pasai' | Menggantung = Appasai' (dipakai untuk benda/barang)
Garam = Ce'la
Garis = Garrisi'
Ganti = Sambe (Mengganti = Passambe)
Gatal = Katala'
Garuk = Kangkang
Gawang = Pakkiperang | Penjaga Gawang = Kippere'
Gembira = Rannu
Gemuk = Co'mo'/Battala'
Gemuk/Grease = Gommo'
Gencar = Sarring
Genggam = Ta'gala Jarre
Gelap : Sassang
Gelang = Ponto | Pergelangan = Pappontoang
Geli = Gele'-Gele'/Kaleme' (bahasa Konjo/Selayar)
Gelisah = Lussa'
Genderang = Ganrang
Genap : Ganna’
Gentar = Bentere'

Gerak = Gio'  | Bergerak = A'gio'
Gerimis/Rintik-Rintik = Ricci'-Ricci'

Geser = Palette' (dipakai juga untuk kata pindah)
Gemar = Ngai/Angngai
Gogoso' = Beras Ketan dibungkus Daun Pisang lalu dibakar
Gombal = Odo'/Ngodo' (dikapai juga untuk kata Intip)
Goreng = Sanggara' | Menggoreng = Annyanggara'
Gosong/Hangus = Mutung/Ammutung
Gua = Liang
Gugur/Jatuh = Tu'guru/Dappe'/Nanggala'
Gula = Golla | Gula Pasir = Golla Kassi' | Gula Merah = Golla Eja
Gulungan = Galluru'
Gunting = Goncing/Gonting | Menggunting = Anggoncing
Guntur/Petir = Gunturu'/Latte
Gunung = Bulu'/Bonto (bahasa Konjo/Selayar)
Gusar = Gangrakang/Bata-Bata
Gila = Pongoro'







H
Habis = La'busu'  | Kehabisan = Kala'busang
Hari : Allo
Haji : A’ji

Halal : hallala’

Hampir : a’Biring

Harapan : Minasa

Haram : Harang

Hamba : Ata
Hampir = Sike'de' mami  | Sedikit = Sike'de'

Hati-Hati = Katutui

Hancur : Ancuru'/Panra’ (semakna dengan kata Rusak)

Habis : La’busu’
Hanyut = Mammanyu'
Hangus = Laburu' (biasanya ungkapan ini digunakan jika seseorang menginvestasikan uangnya pada bidang tertentu dan uangnya itu tidak dikembalikan karena usaha tersebut bangkrut)

Hangus = Ammutung

Haus : Kalotoro' (diambil dari kata Kering)

Hasut/Menghasut : Pakabambang

Hajar : Amba’, Menghajar : Angngamba’

Halau/Halang : Tarai
Hebat = Palla'

Hembus/Berhembus : Miri'/Ammiri'
Hutan : Romang
Hujan : Bosi
Hunian = Pammantangang
Hidup = Tallasa'  | Kehidupan = Patallassang

Hitung = Bilang



I
Ikan : Juku’

Inap/Menginap : A’bangngi, Penginapan : Pa’bangngiang

Ikut : amminawang

Ikat : Sikko’, mengikat : Annyikko’
Ikrar : Aru

Ingat : Ngu'rangi | Mengingat : Mangngu'rangi
Indah : Ga’ga

Iri : Pa'mai' kodi

Izin : ising | Minta izin : appala' kana

Irama : sa'ra-sa'ra

Islam : isalang

Imbauan :

Iris : Polong

Istri : baine, beristri : a’baine

Ingin : ero’
Imbang = Puli

Impian/mimpi : so’na, bermimpi : asso’na
Imam = Imang
Istana : Balla' lompoa
Itu = Anjo
Ini = Anne







J
Jatah = Tawa, bageang
Jalan = Oloang, Agang
Jampi = baca-baca
Jari = Karemeng
Jeruk = Lemo
Jejak : Bate, Jejak Kaki : Bate Bangkeng/Bate Onjo’

Jangan/tak ingin : tea

Jam : Tatte'
Jauh = Bella
Janji = Janji
Jatuh = tu'guru'
Jalar = Lamba'

Jimat/mantra : Baca-baca

Jelas : a’nassa
Jelek = Kodi
Jerat = Sambang
Jerawat = sarussu'

Jerit = sa’ra
Jernih = Ci'nong
Jengkel = Ballisi'
Jendral = Karaeng Tumakajannangang
jejak = Bate (jejak kaki = Bate Bangkeng)

Jemput : angngalle/mengambil
Jembatan = Jambatang
Jika = Punna

Juga = Tongi | Beri Juga = Sare Tongi
Jongkok = cengke



K
Kakak = Daeng
kaki : bangkeng
Kapur : leo’
Kaget = Ta'bangka
Kayu = Kayu
Karet = Gatta

Keras : terasa’

Kamar : kamara’
Kambing = Bembe
Kampung : Pa'rasangang
Kalah = Beta
Kasihan = Kamaseang, | Kasihan Sekali = Kodong
Kaya = Kalumanyyang
Kecewa = Salasa
Kecil = Ca'di
Keras = Terasa'

Kertas : bujang

Keris : Sele’
Kering = Kalotoro'

Kembang : Bunga

Kemarau :
Keluar = Solle'  | Tukang Jalan = Pasolle'
Kepala = Ulu
Kera = Dare'
Kerbau = Tedong

Kering : Kalotoro’
Kerja = Anjama
Keruh = Pucca'
Keluar = Sulu'
Keluarga = Pammanakang, Bija
Kena = Taba
Kenang = Kasu'mang  | Mengenang = Makasu'mang

Kencing : Ta’mea

Kejam : Sakkang
Kejadian = Kajariang

Kembali : motere’/pulang

Kira-kira = Rai-rai
Kuasa = Koasa
Kursi = Kadera
Kuning = Kunyi'
Kuningan = Gallang
Kucing = miong
Kuda = Jarang
Kurus = Roso'



L
Langit = Langi'
Lain = Maraeng
Laki-laki : Bura’ne

Lawan : Ewa, bali (bali juga bisa berarti membantu, misalnya “Bali rong tawwa”)
Lari = Lari
Lagu = Kelong | Menyanyi = Akkelong
Lampu = Lampu
Lama = Sallo
Lapar = Cipuru'
Lalat = Katingngalo
Laut = Tamparang
Lahir = Lassu  | Dilahirkan = Nikalassukang
Layar = Sombala'  | Berlayar = Mannyombalang
Leher = Kallong

Lepas : Lappasa’

Lempar : annyambila

Lemari : Lamari
Lembar = Lawara'
Lembut = alusu'

Lebih : la’bi

Leleh : Solong, Meleleh : Assolong

Lemas/lemah/loyo/lambat : dodong

Lihat :cini’, melihat : Maccini’

Licin : laccu’

Lilin : Tai bani
Lirik = Tile  | Melirik = Attile

Lebah : bani

Lurus : lambusu’
Ludah : Pi'ru
lobang = Kali'bong

Lomba = Lumba | Berlomba = Pa'lumbang | Berlomba = Pa'lumba
lombok = Lada
Lompat = lumpa'
Lonte = Pasundala'
Longgar = Longgang
Lontar = Sambila
Lorong = agang ca'di
Loper = paerang surakkabara'
loteng = Pammakkang
Luap = Lumpa (meluap = a'lumpa)
Luar = Pantarang
Luas = Luara'
Luban = dupa
lucu = Appaka mele'mele' (kelucuan = Ka alla'-alla')
Ludah = pi'ru
Ludes = tangkasa', lannying, la'busuk tabasikali
luhur = tinggi, labbiri'
Luka = loko'
Lukis = papatta, pasukbik
Luluh = remo-remo
Lulur =ba'ra' kunyi'
Lumas = assamoroki
lumpur = Peo'
Lumur/berlumuran = attalaka
Lumrah = biasa, samara'
Lumpuh = Peso'
Lumut = lumu'
Lunak = Lu'mu'
Lunas = lulasa'
Lunas Utangnya = Lappasaki Inrangna
Luncur = coccoro'
Lunta/terlunta-lunta = Ta'ronang-ronang
Luntang-Lantung = Tappere-pere
Luntur = amminra
Lupa, terlupakan = takkaluppa
Luput = ta'lappasa'
Lurah = Kapala kampong
Lurus = Lambusu'
Lusa = ammembara'
lusin = Losi
Lutut = kulantu'
Lutung = dare' le'leng


M
Matahari = Mata Allo
Maaf = popporo'
Mabuk = nisa'ring
Macam = sanrupa
Madu = cani'
Maha Esa = Kaminang Kuasa
Maha Kuasa = Kaminang Koasayya
Mahal = Ka'jala'
Maha mulia = Kaminang Mala'biri'
Maha raja = Karaeng lompo, Sombayya
Mahar = Sunrang
Maha Rupa = Kaminang Ga'ga
Maha Suci = Kaminang Lannying
Mahir = cara'de'
Mahkamah = Pangngadelang
Majikan = Punggawa
Makam = Pattarawangngang
Makar = akkala' kodi ero ansambei pamarentayya
Mahkota = Salokoa, Songkok kalompoang
Maksud = tujuang
Malaikat = malaika'
Malapetaka = kacilakang
Malu = Siri'
Mau = Ero'
Malam = Bangngi
Malas = kuttu
Makan = Nganre, ka'do'
Marah = a'moro-moro
Maksud = Pattuju
mampir = sengka
mampus = mate
Manakala = Punna
Manca Negara = Pa'rasangang Pantara'
Mancung = cidu'
Manfaat = guna, matu-matu (bermanfaat = A'matu-matu)
Mangga = taipa
Mangkat = ammaliang, tummenang (kemangkatan = Katumenangang)
Mangkok = Cangkiri', timbokang
Mangkubumi = Pabicara butta
Mani = Je'ne' Mani
Manik-Manik = Rante
Manipulasi = Panggaukang Jekkong
Manis = te'ne
Matahari = Mata allo
Mantra = baca-baca
Marah = larro
Maret = bulang Maka tallu
Marga = bija
Marhum = tu ammoterang/Tu ammaliang
Marwah = Kala'birang
Masa = wattu
Masak = Ti'no'
Masalah = passala'
Masam = Kacci
Masjid = Masigi'
Masuk = antama
Masyarakat = au jai, tumabutta
Masygul = Simpung, susa Pa'mai'
Masyhur = Alla'bang Mange-mange
Matang = ti'no'
Materialistis = assipak pa'barang-barangang
Mawar = Bunga Rosi
Mayat = Maya'
Megah = la'biri' nakala'bangngang
Meleset = Ta'le'ro'
Melotot = a'buncilla' mata
Melulu = simata-mata ; taena Maraeng
Mempelai = Kalabine
Mendung = a'rammang
mengapa = angngapa
mengkilap = accilak
menjual = a'danggang, a'balu'
menit = Mani'
Mentimun = bonte'
Mentega = mantega
Merah = eja
Mercon = Baraccung
Merdu = Bajiki nilangngere'
Merem = akka'dang
Merica = marica
meringis = a'ringisi'
Meriam = Mariang
Merpati = Bodo bangkeng
Mesra = Jarre', singai dudu
Mesin = masina
Mesum = ja'dala'
Mewek = angngarru'
Mikro = ca'di
Militer = Tantara
mimisan = samorang
mimpi = So'na
Minum = nginung
Minta = Pala'  | Meminta = Mappala'/Appala' | Permintaan = Pappala'
Milik = Pata  | Pemilik = Patanna |Pemilik Barang = Patanna Barang
Miskin = Kasi-Asi
Mirip = Lasanrupai/Lasangkammai
Miris = tiroang
Minyak - Minnya'
Minggir = biring, a'sa'ri'
Minoritas = golongan ca'diyya
Misal = ebara'
Mistar = Balabasa'
Model/Mode = Modele'
Modern = Beru/Modereng
Modus = cara= Atorang
Mogok= mogo' (tena na ero' a'jappa)
Mohon = appala' (bermohon diri =appala' kana, Permohonan = pappala')
Molekul = tawang kaminang ca'dina apa-apayya
Moncong = Munceng
Mondar-Mandir = samalona
Montok = Bondeng
Monyet = Dare'
Monopoli = annunggalengi
Monyong = munceng
Morat-marit = taena nasilolongang
Moril = pa'mai'
Motto = to'do', janji
Moyang = Boe', nene', turiolo
Muallaf = Tu beru antama' Islam
Muamalah = pangngassengan Passala tujaia
Muak = nila'ju, ringi'
muasal = assala'
Muara = bawa Binanga
Mubah = taena na harang, taena na wajib
Mubazir = ta'liwa-liwa, sia-sia, Labo
Muda = Lolo
Mujur = Upa'
Mulai = ampakaramula
Mulia = La'biri', tinggi empoanna
Mulus= Tangkasa', kebo' la'lasa'
Muncul = mumba
Mungil = Camane'-mane'
Mungkar = kadorakang
Mungkin = Nakulle
Muntah = Ta'langnge
Murah = lammoro'
Murka = larro
Murni = Tuleng, Tangkasa' (memurnikan = ampakatuleng, Kemurnian = Katulengang/Katangkasang)
Murung = susa Pa'mai', Simpung
Musafir = Tau alla'lang
Museum = Tampa' pammantangngang barang-barang riolo
Mustahil = Mustahele', taena lalanganna
mustajab = ammoso
mustika = Kulau
Mutiara = muttiara
Mutasi = pasisambeang pagawe
Mutlak = attantua
Membawa = Ngerang | Bawa = Erang
Menang = Ammeta
Meninggal/Mati = Ammoterang/Mate
Mendidih = A'rere
Menghadiri = Angngiyori
Mengalir/meleleh = solong
Mengasihi = Mamase
Mengenang = Makkasu'mang
Medan = Parang
Meja = Mejang
Mesin = Masina
Mulia = Sunggu
Mulut = Bawa
Musuh = Bali


N
Nabi = Na'bi
Nadi = Pappontoang Lima
Nadir = Langgara', masagala
Nafkah = Balanja, Panggappang, gaji
Nafas = Napasa'
Nahi = Pappisangka
Naif = tuna
Naik = nai'
Nak = ana'
Nanti = Sallang
Nasib = Sare
Nasi = kanre
Nama = Areng
Nampak = kacinikang
Nama = areng
Nanas = pandang
Nangka = Rappo cidu'
Narapidana = tu nitarungku
Nasab = lo'lorrang, turunang
Nasehat = naseha', Pasang
Negara/Negeri = pa'rasangang
Nelayan = Patorani, Pajakkala' juku'
Ngawur = assala' appau
Ngumpet = accokko
Niaga = danggang
Nihil = kosong, tena apa-apa
Nikah = nikka
Niat = Nia' (Nia' juga bisa berarti "ada")
Nikah = Nikka/Bunting
Niscaya = tantu
Nista = calla, Panra', tuna
Noda = batti'
Nongkrong = ammoppoki
nonton = accini'-cini'
Nomor = nomoro'
Nyaman = Nyamang
Nyanyi = kelong
Nyaris = sike'deki
Nyawa = Nyawa
Nyata = Singara', a'nassa
Nyenyak = Jannang
Nyeri = mala', tilu
Nyolong = a'lukka'


O
Oase = butta sombo', Butta co'mo'
Obat = Pa'balle
Obeng = obeng
Obor = Sulo
Obyek = passala tujuang
odol = odolo'
oknum = tau
Olah = linrung
Oleh = ri, mange
Oleng = ta'lingge
Oligarki = pammarenta Borongang
Obrol = Accarita
Ompong = cammo
ompol = Mea
Ombak = Bombang
Om = Purinang
Onani = appasulu' je'ne' mani na tena assigau'
Orang = Tau
Ongkos = Ongkoso'
Otak = Ota'
Omel/Mengomeli/memarahi = Kalarroi
oper = oporo'
Oposisi = patantang
Optimis = pa'minasa
Organ = bageang
Ordonansi = paratorang
otonom = pamarenta kale-kale
otot = ura' terasa', ura' lompo


P
Pabrik = pabere'
Pacar = karontigi
Pacul = Bingkung
Pajak = Sima'

Parang = Berang
Padang = parang
Padat = ma'ma', ma'masa', terasa', kassa', rassi
Padi = ase
Pagi = Bari'basa' | Pagi-pagi = bari'-bari'basa'
Paha = bongga
Paham = pahang
Pahlawan = Tubarani
Pahit = pai'
Pailit = Bangkuru'
Pakai = Pake
Pakar = Tu cara'de'
Paksa = Passa, pirokkolo'
Paku = paku
Palang = palang
Palem = poko'-poko' sanrupayya kaluku
Pamit = appala' kana
Palu = palu, tunrung
Paman = purina
Panca = Lima
Pancawarna = lima tanja'
Pancaroba = pasisambeanna musinga
Panci = Panci, Uring
Pancing = Pekang  | Pemancing = Papekang
Pandan = Pandang
Pandang = cini', tile
Panen = akkatto'
Pandu = pajo'jo'
Pangan = kanre
Pangeran = ana' karaeng
Panggar = dasere' pangngalloang juku'
Panggil = kio'
Pangkal = pokok
Pangkas = cukkuru', tangkasi
Pangku = Riwa
Pangling = Takkaluppa
Panik = lingu, lippu
Panjang = la'bu
Pantai = biring Tamparang
Pantang = kasipalli
Pantas = Siratang
Patah = Tepo'
Patuh = Matu-Matu
Parah = Sanna'
Pamer = Jalla
Panjat : angngambi’

Panjang = La'bu

Pantat : tara, Paja
Pantau = attoa'
Panu : Pano

Panas = Bambang
Pandai = Cara'de'
Pantas = Siratang
Pasang = Tannang
Pasar : Pasara'
Pasti = Nassa
Paksa = Passa
Papas = lo'loso'
Parang = Berang
Paras = rupa
Paruh = totto' jangang-jangang
Pas = coco'
Pasal = Pasala'
Pasar = pasara'
Pasir = kassi'
Pasti = attantu
Patah = tepo'
Pawang = Pinati
Pecah = Reppe'
pecinan = paccinang
pedagang = padanggang, pabalu'
Pedas = bambang, passe
pedati = garoba
peduli = jampang
pegal = mala'
pegang = ta'gala'

pelangi = Turawe

Pelapah = Palapa

Pelayan = Palayang, Patummama, Paparaka, Paparutusu’

Pelet = Jori’-jori’na kayua, ballanna kayua

Peluit = paloi’

Peluk = Raka’

Pelukis = pagambara’

Pelumpung = alara’

Peluru = Peloro’

Pemancar = Pamancara’, papala’bang

Pematang = tingkasa’ (Pematang Sawah = Tingkasa’ Tana)

Pemilik = Pata

Pemuda = Tau Rungka

Pemudi = Tau lolo

Pemuka = Pangngulu

Penasaran = Lompo Pa’mai’

Penat = mangngang

Penatu = Binatu

Pengantin = Bunting

Pengap = sumammang

Pengasuh = patumama, patarinti

Pengawal = pappinawang

Pengecut/Penakut = Ballorang

Pengembara = Palili’

Pengemis = Pa pala’-pala’

Penggal = Kere’, polong

Penghasut = Pakabambang, pato’do’-to’do’

Penghuni = Tummantang

Penginapan = Pa’bangngiang, Pammantangang

Pengungsi = tu a’lette’

Penjuru = Singkulu’

Pensil = potolo’

Pensiun = pansiung

Pentil = Pantili’, ulu susu

Pentungan = palu-palu gatta

Perakit = pasusung

Peramah = pasomberang, sombere’

Perampok = Paella’

Perang = bundu’

Perapian = katupepe’

Perawan = ana’ rara

Pemeras = papacco’

Perasan = paccokang

Perbahasaan = leco-leco kana

Perban = parabang

Percaya = tappa’

Percik = ricci’, racci’

Percuma = tena matu-matuna

Perdu = popporang

Perduli = Paduli

Periang = parannuang, baji’ pa’mai’

Perih = Pacce

Perihal = saba’, passala’

Periksa = Paressa

Perintah = parenta, passuroang

Peringkat = tingkatang

Perintis = Paulu, Pasungke

Periode = Rewasa

Perisai = lengu’, pa’lapa’

Periuk = Uring

Perkakas = pakkakasa’

Perkara = passala’, kajariang

Perkasa = Gassing

Perkosa = Gau’ bawang (Memperkosa = A’gau’ bawang)

Perkutut = Bukkuru’

Perlahan = Palang-palang

Perlu = parallu

Permadani = ambala’

Permai = ga’ga

Pernah = Le’ba’

Perniagaan = Pa’danggangngang

Pijit : pica’
Pisah = Sa'la'  | memisahkan = Appasisa'la' | terpisahkan = Tassa'la' | Berpisah = assa'la'
Pisang : Unti

Pincang : keppang
Pinggir = Biring

Pilih : ammile | memilih : ammilei

Pesan : Pasang
Perahu = Biseang, Lopi
Perang : bundu’
Perampok : Paella'
Perasaan = Pa'mai'
Percaya : Tappa'
Perempuan : baine
Perjanjian = Ulu Kana
Pergi = Lampa
Pembantu = Suro
Pendek = Bodo
Pengadilan = Pangadelang
Penutup = Pattongko
Penguasa (Dunia) = Batara
Peluk = Raka' |memeluk = A'raka'
Pelihara = Katuo
Pelit = kikkiri'
Pesan = Pasang

Pemain = Pakarena

Penjelasan = Patuturang
Pohon = Poko'
Pulang = Maliang, Ammotere'
Pintu = Pakke'bu'
Pemalu = Pangngali'



Q






R
Rakus = kella-kella
Ramah = Sombere'
Rambut = u'
Raja = Karaeng
Rakyat = Tumabuttayya
Rasa/Perasaan = Pa'mai'
Renang = Selang  | Berenang = Asselang
Rokok = Kaluru'
Rezki = Dalle'
Rumah = Balla'
Ruang = Bili'
Runtuh = Runtung
Rusak = Panra'
Rembulan = Bulang
Resah = kodi pakkasia'
Rindu = Nakku'





S
Sayang = Sayang
Saya = Nakke  | Aku = Nakke
Sambar = Rambang
Samar = Bunrang
Sampai = Rapi'
Sampah = Loro
Sangat = Lanri
Sakit = Garring
Sabar = Sa'bara'
Satu = Se're'
Sama = Sangkamma
Sasaran = Odo'
Salam = Sallang
Santan = Santang
Seandainya = Ka'de'
Sedikit = Sikadde'
Selalu = Tuli  | Selalu Menunggu = Tuli Mattayang
Sempit = seppa'
Semprot = Sappuru'
Senyum = Muri
Sebatang = Sipappa'
Seberang = Ba'leang | Menyeberang = anta'le
Sedikit Sekali = Sikadde' Dudu
Sepi/Sunyi = Sino
Seperti = Kontu
Sehat = Salewangang
Suka-suak gue dong = Ero'-ero'ku
Sumur = Bungung
Sendal = Sandala'
Suara = sa'ra  | Bersuara = Assa'ra
Sutra = Sa'be
Susah = simpung, Susa
Sungai = Binanga
Syukur = Sukkuru'
Sial = Su'lu
Sisa = Sesa
Sisir = Jangka
Singgah = sengka
Sihir/Santet = Doti/Guna-Guna
Simpan = Boli'
Silsilah = Sitambung
Sombong = Tinggilangga




T
Tabungan = Boli-Boli'
Tapisan = Soro
Tanah = Butta
Tanda = Bate  | Membekas = A'bate
Tak = Tanri  |Tak Terkalahkan = Tanri Beta | Tak Mau = Tea
Takdir = Taka'dere'
Tai = Tai
Tampar = Tampiling
Tagihan = Passingngarrang
Tatap = Janjang
Takut = Malla'
Tawan = Tawang
Temu = Buntulu' | Menemukan = ammuntulu' |Temu (Obat) =Tammu
Tempa = De'de'
Tendang = Sempa'
Terima = Tarima
Terlarang = Pammali
Terbang = Anri'ba'
Telur = Bayao
Telan = A'lu'  | Menelan = a'lukkang
Teman = Agang
Tetes= Matti'  | Menetes = ammatti'
Tikam = tobo'
Timba = Se'ro'
Tinju = Jaguru'
Tinggal = Ammantang
Tidur = Tinro
Tua = Toa




U
Uang = Doe'
Uban = Uang
Uap = Sau'
Ubin = Tegele'
Ubi = Lame  | Ubi Kayu = Lame Kayu | Ubi Jalar = Lame Lamba'
Ulama = Anrong guru
Urat = ura'
Ubi = Lame
Utang/Hutang = inrang
Ujian = Paccoba
ujung = Ujung, Cappa'
UDang - Doang
Udara = Anging
Uduk = Kanre santang
Ulah = gio'-gio'
Ular = Ulara'
Ulang = kuling, a'mole-mole
Ulat = olo'
Ummat = umma'
Umpama = Ebara'
Umpet = Accakko
Unjuk = appiasseng
Upacara = tanra Kalompoang
Upaya = Usaha, Pakulle
Urine = Mea
Urus = urusu', Pasilolongang
Urut = uru'
Usaha = Pakulle
Usam = Kato'mese'
Usul = Usulu', pappala'
Usung = Sompo, bule'
Usus = Parru'
Utang = Inrang
utuh = A'memung
Utus = anggutusu'
Uzur = Salibanra




V
Vagina = Leang Kataunna bainea, Telang, Sombong
Vaksinasi = Subbi' lappantama' pa'balle
Vakum = kosong
Valid = assa
Variasi = rupa-rupanna
Vas pok = Pammantangang Bunga-bunga
versi = sirupa panggappa ri kalenna
ventilasi = passile'basanna hawayya ri ballaka
versus = a'bali
Veteran = Pabunduk riolo
Veto = pattola' ri se'rea panggappa iareka undang-undang
via = Battu mange
Volunter = pajama sukarela
Vonis = katappukanna parakarayya
Vokalis = Pakelong
Vulkanis = tana, kampong bate moncong Pepe'





W
Wabah = Garring a'lele mange-mange
Wacana = kana-kana, bicara
Waduh = edede
Waduk = kollang pannampungang je'ne'
Wafat = Mate
wah = kana nisa'bu' punna lannasaki
Wahai = kana passa'bu' lapakainga'
Waktu : Wattu
Waspada = Sangga
Wajah = Rupa | Muka = Tanja
Wajib = waji'
wakaf = wakkapa', Pammari-mariang
Wakil = wakkele'
waktu = wattu

Wejangan : Pappasang

Walau = Manna
Walet = Jangang-jangang rewata
Walhasil = ri kale'bakkanna
Waliullah = awallina Allata'ala
Wallahu'a'lam = Alla ta'alaji angissengi
Wangi = Bau'
Wangsa = Pammanakkanna Karaenga
WAnita = Baine
Waras = Salewangang
Waris = warisi'
Warna = Tanja', Cura'
Warna Sari = A'rupa-rupa Bunga
Warna-Warni = A'rupa-rupa tanja'na
Warna Warta = A'rupa-rupa Kareba
Wartawan = Warattawang
Wartawati = Warattawang baine
WArung = Ga'de
Wasiat = Pasang, Pappasang
Wassalam = Salama'
Waspada = Majaga, Sadia
Was-was = bata-bata, Pakkasia' kodi
Wawancara = Passibicarang
Wayang = tau-tau kuli' nipare'
Welas = kasih pangngamaseang
Wewangian = bau-bauang
Wuwungan = Coppo' Balla'
Wira = Carita Sinrili' Tubarani
Wilayah = Daerah
Waow = Iyya Tawwa






Y
Ya = iyye'/Iyyo' (Sopan), iyo (Kasar)
Yang Mana = Kerea | Yang Manakah = Kereami injo
Yang Maha Kuasa = Karaeng Malompoa/Karaeng Alla Ta'ala
Yakni = iamintu
Yasin = Yasing
Yatim= Kukang
Yayasan = Yayasang, Passe're-se'reang
Yel = Kana-kana Pa'ganti', Pa'ngara, Palompo sumanga'
Yurisdiksi = kakoasang angngadeli


Z
Zakar = Laso, Katauang Bura'ne
Zakat = Sakka'
Zalim = Lalim
Zamrud = Jamarro'
Zam-Zam = Je'ne' zamzam
Zebra = Jarang A'balo-balo le'leng na kebo'
Ziarah = siara, assiara
Zuhur = lohor







ANGKA

0 = Nolo'/Kosong/Lobbang

1 = Se're
2 = Rua
3 = Tallu
4 = Appa'
5 = Lima
6 = Annang
7 = Tuju
8 = Sagantuju/Sangantuju
9 = Salapang
10 = Sampulo

11 = SampulonSe're
12 = SampulonRua
13 = SampulonTallu
14 = Sampulong Ngappa
15 = Sampulollima
16 = Sampulong Ngannang
17 = Sampulon Tuju
18 = Sampulos Sagantuju/Sampulong Sangantuju
19 = Sampulong Salapang
20 = Ruampulo
21 = Ruampulos Se're
2......... (perhatikan frase di atas, mirip pada hitungan sepuluh hingga dua puluh)

100 = Sibilangngang
101 = Sibilangngang Asse're
102 = Sibilangngang Anrua

1000 = Sisabbu
1001 = Sisabbu Asse're
1002 = Sisabbu Anrua

2001 = Ruassabbu Asse're

2012 = Ruassabbus Sampulo Anrua (jangan percaya kiamat palsu)


HARI
Senin = Sanneng
Selasa = Salasa
Rabu = Araba'
Kamis = Kammisi'
Jum'at = Juma'
Sabtu = Sattu
Minggu = Minggu

BULAN
Sebelum tahun 1520 M
- Naagai (Januari)
- Palagunai (Februari)
- Bisaakai (Maret)
- Jettai (April)
- Sarawanai (mei)
- Pe’dawaranai (Juni)
- Sujiwi (Juli)
- Pacciekai (Agustus)
- Pociyai (September)
- Mangasierai (Oktober)
-Mangase’tiwi (November)
-Mangalompai (Desember)

Setelah Islam dijadikan sebagai agama resmi Kerajaan ditahun 1605M maka nama bulan berubah menjadi nama bulan Hijriah.

Dan untuk penyebutan Nama Bulan Masehi
januari = janijari,

Februari =paberewari

Maret = marasa

April = aberele

Mei = mai'

Juni = juni

Juli = juli

September = satembere

Oktober = okttoboro

November = novembere

Desember = desembere

Istilah dan Peribahasa

- Butta Passolongang Cera' =Tanah Tumpah Darah
- Piti Rambang-Rambangi = Tak Pandai Memilih
- Bulaeng Tau = Manusia Yang sangat baik dan memiliki akhlak terpuji
- Kama' Mallang = Susah mengeluarkan AB nya (sulit BAB)
- Bura'ne Pampidokang = laki-laki yang ingin mengurus segala sesuatu yang semestinya urusan perempuan, misalnya pergi ke pasar membeli sayur, memasak, mencuci, dan sejenisnya.
- Teai Samara' = tidak biasa, bukan sembarangan
- Annompang = membersihkan senjata badik, keris menggunakan jeruk nipis
- Berbicara Kotor = Appali'bo
- Lamba' doko = malas, lambat loading
- Kasipalli = Larangan/Pantang untuk dilakukan disebabkan kepercayaan orang terdahulu pada sesuatu hal, misalnya Kasipalli kalau seseorang menjahit di malam hari.
- Puru-Puru Singkulu' = di nisbahkan kepada seseorang yang telah memberikan sesuatu lantas meminta kembali pemberiannya itu, menurut orang Makassar, hal tersebut dapat memicu orang itu menderitaPenyakit puru-puru Singkulu' (Bisul pada sikunya)
-Galang Santa' = di nisbahkan pada seseorang yang ketinggalan, misalnya siswa yang tidak naik kelas dan sejenisnya
- kikkiri' Gallang = kikir/pelit Staduim empat
- Parakang Doe' = Di Nisbahkan pada seseorang yang Mata Duitan
- Passappi' = Pengapit, biasanya dinisbahkan pada Orang yang mengapit Pasangan Pengantin (Passappi' Bunting)

TAJWID CINTA ESES




Ketika ku pertama melihatmu, hatiku tak mampu memaknai rasa, seakan berjumpa dengan ayat الٓÙ…،الر،طه،ÙŠٓس، dan seterusnya, meskipun singkat namun maknanya terungkap

Saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah, yang hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar …

Aku di matamu mungkin bagaikan Nun mati di antara Idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada …

Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang …

Jika Mim mati bertemu Ba disebut Ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta …

Namun, cinta kita bukanlah seperti ikhfa yang tak terlihat nyata apabila nun mati bertemu dengan ke 15 hurufnya …

Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain, melebur jadi satu …

Sayang dan cintaku padamu bagai Mad Wajib Muttashil, harus senantiasa panjang …

Cintaku padamu seperti Mad Lazim, paling panjang di antara yg lainnya …

Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro, terpantul-pantul dengan keras …

Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yg menyatu …

Akan tetapi, janganlah kau ubah cinta ini seperti Nun mati dalam Iqlab yang di ubah dengan Mim.

Sayangku padamu seperti mad thobi’I dalam Al-Quran.. Buanyaaakkk beneerrrrr …

Semoga dalam hubungan kita ini seperti Idgham Bilaghunnah yg cuma berdua, Lam dan Ro’ …

Meski perhatianku gak terlihat seperti Alif Lam Syamsiah, namun cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariah, terbaca jelas …

Kau dan Aku sepeti Idgham Mutaqooribain, perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya …

Aku harap cinta kita seperti Waqaf Lazim, terhenti sempurna diakhir hayat ….

Sayang, hubungan kita ini layaknya Waqaf Kafi yang berhenti akan lebih baik daripada dilanjutkan …

Seperti Hamzah Qat’ie yang perlu disebut, begitu pula namamu yang harus kusebut sebelum aku tertidur dan bermimpi indah …

Di dalam hatiku cuma ada kamu, layaknya Idgham Mithlain Sighair, uma satu, yaitu mim …

Tersebab mendo’akanmu kini do’aku seperti Mad Far’i, lebih panjang bacaannya dari yang biasa …

Layaknya huruf Tafkhim, mamamu pun bercetak tebal di fikiranku …

Seperti hukum Imalah yang dikhususkan untuk Ro’ saja, begitu juga aku yg hanya untukmu …

Sama halnya dengan Mad ‘Aridh dimana tiap Mad bertemu Lin Sukun Aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu …

Kita awali cerita cinta kita seperti Mad Mukhaffaf ataupun Mutsaqqal Harfi, yaitu permulaan surat yang hurufnya dibaca jelas dan dipanjangkan …

Dan kita juga harus mengakhirinya saat maut menjemput dengan kenangan sepanjang masa seperti Mad ‘Iwadh, walaupun hurufnya di akhir kalimat, dia harus tetap dibaca panjang …

Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti Mad Aridh Lissukun …