Jumat, 21 Desember 2018

ESES, ISTILAH BAHASA MAKASSAR






Tatto'ro : Gerakan terjatuh/hampir jatuh kedepan yang disebabkan oleh adanya ganjalan pada kaki, berpotensi besar menimbulkan rasa malu apabila terjadi di keramaian...

Ballo' : Minuman beralkohol khas Makassar...

Tattindola : Terjatuh kebelakang yang disebabkan oleh kacaunya keseimbangan tubuh

Pa'bi'bi' : Makanan ringan yang biasanya dimakan pada saat minum ballo' ataupun minuman keras lainnya...

Ciprut [Cipuru'] : Lapar...

CLB [cipuru' lantambangngi] : Rasa lapar yang biasa menyerang pada saat tengah malam....

TBC [ta'bangkana cipuru'na] : Sifat ini sangat menguras uang karena setiap kali kaget, pada saat itu juga langsung lapar...

Kucini'nu kutobo'nu : Dikarenakan oleh emosi yang sangat tinggi pada seseorang/dendam sehingga akan menikam orang tersebut kapanpun ia bertemu...

Lussa' : Kegelisahan yang timbul karena banyaknya persoalan pikiran yang tidak jelas arahnya...

Odo'-odo' : Cewek/cowok yang menjadi incaran untuk dijadikan pacar/pasangan hidup...

Ondos-ondos : Pendekatan kepada seseorang yang ingin dijadikan pasangan ataupun teman...

Ta'loko : Kebingungan yang disebabkan tidak adanya kegiatan ataupun sesuatu yang menarik [bete]...

Janjang birrisi' : Pandangan sinis kepada seseorang yang disebabkan oleh rasa benci, banyak contohnya pada pemeran antagonis di sinetron..

.Sepolo' : Gerakan menyambar dengan cepat...paling sering dipakai dalam dunia pertarungan ayam...

Lompo sala : Julukan yang diberikan kepada seseorang yang memiliki badan besar tapi otak yang kecil...

Pa'bambangngang na tolo : Sifat dimana seseorang yang langsung bertindak karena emosi tanpa memikirkan dampaknya...pendek akal...

Samberlap [sambarang bere'-bere' na lappo] : Istilah yang diberikan kepada seorang wanita yang tidak main pilih dalam memberikan "layanan"...

Paboya : Istilah yang biasanya diberikan kepada laki-laki yang gemar mencari sundal...

Poppongoro' : Suatu kegiatan yang dilakukan diluar akal sehat...

Lamba' doko : Sifat malas dan lambat dalam mengerjakan sesuatu...

Pappidokang : Sifat pada seorang laki-laki yang selalu mencampuri urusan wanita...

Pagolla : Seseorang yang selalu berjanji atau berbicara manis kepada orang lain dalam mencapai tujuan tertentu...penjilat...

Pabetol [Paballe toli] : Seseorang yang suka berbohong...

Pabote' : ----sda----

Caca, Carutu [Carita campur attu']: Pembicaraan yang tidak jelas dan tidak bermakna, biasa juga disebut omong kosong...

Ra'musu' : Kondisi capek yang amat sangat pada fisik...

Mi'nyara' : Sifat selalu membicarakan kebaikan dirinya kepada orang yang telah ditolong...

Talekang : Sikap berlebihan yang ditunjukkan di depan umum...Lambasena : Permainan lompat tali yang biasa dilakukan oleh anak-anak...

Ottong : Gerakan mengincar layangan orang lain...

Tappu' kalenna : Layangan yang tiba-tiba putus tanpa proses pertarungan...

Burrusu' : Kegiatan menarik celana ataupun baju seseorang dengan tujuan bersenang-senang ataupun mambuat malu orang tersebut...

Lambasa' : Julukan yang diberikan kepada sesuatu yang hancur atau hambar rasanya, baik itu makanan, minuman, orang, kendaraan, dll...

Pattolo-tolo : Omongan yang diucapkan untuk menyesatkan orang lain...Sigea' : Suatu perdebatan panjang...

Rantasa : Julukan yg di berikan kepada sesuatu yg kotor baik itu orang atau tempat...Tappanyu'nyu' : Terpleset...

Pakkarammula : Mengajak untuk memulai sesuatu...

Tattuntung : Terbentur atau terantuk oleh sesuatu yang keras di kepala ( biasanya dinding, tiang, palang dkk) karena lalai ketika berjalan...

Meru' : Meregangkan persendian untuk menghilangkan rasa pegal, lelah dan kantuk..., biasanya dilakukan ketika bangun dari tidur atau habis mengerjakan sesuatu...

Sikuyuang : Bau yang tak sedap pada jempol kaki disebabkan kuku yang tidak terawat...

Anassundala', Sundala' : Anak sundal, sundal....istilah menjurus kasar yang dipakai terhadap seseorang yang berarti kurang ajar, brengsek...Kaluru' : Rokok dan sejenisnya...

Tattiling : Hilangnya keseimbangan karena perasaan berputar-putar/pusing di kepala...Lacci', Dilacci', Mallacci', Pallacci': Lambung kiri tanpa weser/lampu zen...dahului tanpa pamit/rebut...misalnya dalam hal pacaran,

Dilacci', artinya pacar/incaran direbut orang lain... Mallacci', artinya merebut pacar orang lain...

Pallacci', artinya orang yang suka merebut pacar orang lain...

Pacce : Ungkapan terhadap sesuatu yang dianggap mengecewakan, payah, atau tidak sesuai dengan apa yang diharapkan...

Kalasi : Pandai berpura-pura, memainkan situasi, berakting, munafik,naiff...

Ongol-ongol : Tolol, bodoh, idiot...

Lingu-lingu : Linglung, tulalit...

Pancer [Panai' cera'] : Orang yang suka membuat orang lain naik darah/marah...

Ballisi' : Jengkel...tehadap seseorang atau sesuatu...

Jama-jamang Bukku' : Perbuatan yang hanya buang-buang waktu/sia-sia...

Oppo' : Double...melewati target/batas/porsi...

Ka'bu lampe/Ka'bu lamma : Istilah kotor...untuk mengungkapkan bahwa seseorang itu kurang ajar, brengsek...
Telaso : ----sda-----
Lakemon [Lao keko mai] : Mau kemana?...

Panras [Panrasurasu] : Orang yang kerjanya berbuat kacau, ricuh, onar saja...

Japrot [Jappa parontang] : Jalan kaki bareng-bareng...ungkapan kalau tidak ada kendaraan atau ongkos/bermaksud hemat, bermaksud menuju suatu tempat...

Porenu, poreta', porena : Ungkapan penyangkalan dan ketidaksenangan kepada orang lain....

Boya, Boyai, Boyako : ----sda----Issengko : ----sda----

Limbi' : Lima ratus rupiah...Sibi' : Seratus rupiah...Sisa' : Seribu rupiah...

Tanya'ma' : Ungkapan terhadap sesuatu yang tidak perlu dipertanyakan lagi...

Pete'-pete' : Angkot...

Mariki di' : Ungkapan formal ketika akan berpisah/meninggalkan suatu tempat, pamit/minta diri...

Nasusaikokah : Ungkapan ketidaksenangan......untuk menyatakan bahwa hal tersebut bukan urusan anda...

Kassa' : Kuat, perkasa...

Tappu' : Putus...

Sallo : Lama atau kelamaan...

Ronk, Rong : Dong....

Lale : Sifat seseorang dimana setiap tingkahnya tidak jauh dari hal-hal yang porno...

Patua-tuai/Patoa-toai : Sifat seseorang yang tidak menghormati orang lain...

Tompol : Pukul, hajar...biasanya neeh hadiah bagi orang yang patoa-toai...

Goco' : Kocok (untuk domino)..., bisa juga dipakai sebagai istilah dari kegiatan yang dilakukan seseorang yang nafsunya sudah di ubun-ubun tapi tidak memiliki pelampiasan...kerennya o-n-a-n-i.....

Sekke' : Pelit...Gammara' : Ungkapan untuk mengatakan bahwa sesuatu itu sangat bagus, indah, elok...(untuk benda atau tempat), tampan, gagah, cantik, waow...(untuk orang)...

Mo'jo' : Ngambek...Jappo' : Rusak, busuk...

Garring coto : Keadaan sakit ingin makan coto...

Ngarru' : Menangis histeris...


ESES, INI KAMUS BAHASA MAKASSAR





INGIN AMAN DAN MERASA NYAMAN DI MAKASSAR, MAKA KUASAI BAHASANYA."

ABJAD

A
Aba, Ayah = mangge
Aba-aba = Parenta, Komando
Abad = Aba', Pariama, Jammang
Abadi = Nannung, a'nannungang, Ma'nannungang
Abai = Sayu
Abang/Kakak = Daeng
Abon = Abong
Abstrak = Tena na'nyata
Abuh = Bakka'
Abuk = Bu'bu' Kayu
Abur = Labo (Mengabur = A'labo-labo)
Acar = Acara'
Acap = A'mole-mole
abdi = ata
abis [habis] = labbusu'
abjad = hurupu'
acak = ta'siara'
Adat = Kabiasang
Adik = Andi'
ada = nia' | mengadakan = a'pa'nia' | adalah = iami | seadanya = iamonjo |
adalah = iamintu
adzan = bang
adil = adele'
adu =  Lotteng, appasiba'ji | adu ayam = appabbate jangang
Aduk/Mengaduk = A'garu, accampuru'
Adzab = Sessa
Afiat = Salewangang
ahli = to/u panrita
air = je'ne' | air mata = je'ne' mata | air jeruk = je'ne' lemo | air
kencing = je'ne' mea | air sembahyang = je'ne' sambayang |
ajak = akkiyo'
Ajudan = Pa'lapa' Barambang
ajar = ajara' | mengajar = anggangajara' | ajaran = ajarrang |
pengajar = pangngajara' | pengajaran = pappiajarrang/pangngajarakkang
| belajar = appilajara' | pelajaran = pappilajarrang
Ahli = Panrita
Ajal = a'jala'
akad = aka'
akal = akkala' | tidak masuk akal = tena antama ri akkala' | akal
pendek = bodo akkala' | mengakali = anngakali | mencari akal = a'boya
akkala'
akan = punna
akar = akara'
akhirat = Anja'
akhir = Konteng
akil baligh = balere'
akur = singai/sipakatau
akrab = sanna singaina/sipa'agadang
aku = nakke/inakke
Aklamasi = Jo'jo' nisamaturuki
Aksara = Hurupu'
Aktif - Siga
Akut = Tasilolongang
Akur = Situru'
atap = Sira'
Atas = Rate  | Di Atas = Irate
alis = kannying
Allah = Alla ta Ala/Karaeng Alla ta Ala
Almarhum = Tumatea (Kalau Raja Gowa disebut "Tumenanga")
Alhasil = Tattappana, kale'bakanna
Alih = Lette'
Alias = iareka
Alim = Cara'de'
Alimbu'bu' = Laso Anging
alinea = Barrisi' beru
Alir = Solong
Alis = Kannying
Alot = Ku'mili'
Alun = Galluru' (Mengalun = anggalluru')
Aman = Amang, Sannang
Amanah = Papparampe
Amanat = Papparampe, Pappasang
Amandemen - ussulu' nipinrana rancangang undang-undanga
Amar = Parenta
Amarah = Larro
Amat/Mengamati - Antileki
Amat = Ta'lalo dudu
Ambisi = Kella
Ambruk = Rumbang
Amirul Haj = Pangngulunna ha'jia
Amis = Manynyere'
Amnesti = Popporo' hukungang
Amplop = Ampolo'
Ampun = Popporo'
Amal = Panggaukang baji'
Amarah = larro

Amanah : Amana
Amat = sanna'
Amuk = Jallo' | Mengamuk = A'jallo' | diamuk = Nijallo'
Ambil = alle | mengambil = angngalle | mengambilkan = angngalleang |
mengambil dari = angngalle ri | pengambilan = pangngalleang
Anak = ana'
Anatomi = Pangngassengang lento-lentona batang kalea
Anda = ikau (kasar) ikatte (halus)
Andai = ka'de', Ebara'
Andal/Mengandalkan = Ampattoang
Andil = Andele'
Andong = Bendi
Anggun = Ga'ga
Aneka = a'rupa-rupa
Angin = anging
Angkasa = rammang
Angsur = ansuru'
anjing = kongkong
antar = antara'
antara = passingaleng
Angkasa = Alla'
Angkat = angka'
Angkuh = Tampo
Angkut/Mengangkut = Angngerang
Anjing = Kongkong
Antar/Mengantar = Angngiring, Angngulu, Angngerang
Anus = Tara, Paja
Antuk/Mengantuk = Ta'do'do'
apa = apa | ini apa = apanne | apa boleh buat = apa pode'/paleng tida apa = tena angngapa | mengapa =                                       angngapai |
Apalagi = Apapole
Aparat = Parewa
Apung = Mawang
Arah = Olo, Tuju
Arak = Ballo'
Arit = Pakkai'
Aroma = Rasa, Bau'
Arti = Battuang
Arung = Limbang
Asa = Panrannuang
Asal = Assala', Uru-uruna
Asam = Camba, Kacci
Asas = Pondameng, Poko'
Api = pepe' | korek api = colo' | gunung berapi = moncong pepe'
Apung = Mawang
Asal = battu | berasal = battu ri
Asap = ambu
Asin = ce'la, Pa'ja, Kannasa'
Asik = Assipa'
Asing = maraeng | orang asing = to maraeng
Asu = Kongkong
Asuh = Parakai, Piara
Asli = ( untuk penggunaan pada Ijazah/Surat = Tuleng, Cerita =Tojeng, Sifat = Simemanganna)
Atap = Pattongko'
Atas = rate| dari atas = battu rate | atasmu = irate nu | di atas = iratena | ke atas = nai'
Atur = atoro' | mengatur = angngatoro' | aturan = atorrang | Teratur = ta'ataoro'
Awal Mula = Pakarammula, Uru-Uru
Ayah = Mangge
Ayam = jangang | ayam betina = jangang gana | ayam jantan = jangang laki | ayam muda = jangang rungka
Ayo = ambe (Mari/Kemari)



B
Babad = Riwaya'
Babak = Baba' | Babak kedua = Baba' Pinruang
Babat = Tabbasa' | membabat = Attabbasa'
Babi = Bawi
Baca = baca | membaca = ammaca | bacaan = bacang
Bacok = Anne'ba, Annobo'
Bacot = Bawa, Munceng
Badan = kale
Badik = Badi'
Bagaimana = Antekamma
Bagai = kammai | bagaikan = kamma tongi |bagaimana = antekamma | sebagaimana = kammaya
Bagi = bage | membagi = a'bage
Baginda = Karaengta
Bagus = baji'
Bahagia = nyammang/annyammang | sudah bahagia hidupnya = annyamammi tallasa'na
Bahak = Ammakala'
Bahasa = basa, Bicara | bahasa makassar = basa mangkasara'
Bahaya = Bala, Kapanrakang
Bahan = Parekang (Bahan Makanan = Parekang Kanre)
Bahar = Tamparang, Binanga Lompo
Bahas/Membahas = Ampasibicarangi
Baik = baji'| orang baik = to baji' | baiknya = baji'na | memperbaiki = appakabajiki | ada baiknya | nia' baji'na
Bahtera = Biseang
Bahwa = angkanaya
Bahwasanya = Sitojeng-tojenna
Bajak (alat sawah) = Pa'jeko
Baju = Baju
Bakau = Bangko
Bakti = Kasuiang
Bala = Bala, Kacilakang
Bala = Lokoang, Sorodadu
Bau = a'rasa, | Bau Ketiak = Sakkulu'
Bajak = pa'jeko | membajak = appa'jeko
Baju = Baju
Bakar = tunu | membakar = attunu | terbakar = akkanre | rumah terbakar = balla akkanre
Bakul = karanjeng
Balik = Bulinta', A'boko, Ammotere', Ammaliang, Ammongkasa'
Baling-baling = inro-inri, panjo'jo' anging
Bambu = Bulo | bambu runcing = bulo cidu'
Bakmi = Kanre-kanreang cina
Ban = bang
Banci = Kawe-kawe
Bandar = bandara'
Bandel = Bambala'
Bangau = kondo
Banget = Sanna', ta'lalo
Bangkit = ammenteng
Bangku = bangko
Bangsa = pa'rasangang/Butta
Bangun = menteng/mangung| bangun tidur = ammuriang | bangun rumah = ammangung balla
Banjir = A'ba
Bantal = pa'lungang
Banting = manting
Bantu = Ammalii / ambalii
Banyak = jai | orang banyak = tau jai | kebanyakan = jai dudu
Bapak = mangge | ibu bapak = anrong mangge
Baptis = Je'ne sarani
Barat = rinngang | Selatan = Wara'/warakkang | utara = timboro'/timborang | timur = kalau'
Bareng = siagang
Baring = tinro-tinro
Baris = barisi' | membaris = a'barrisi'
Baru = beru | orang baru = tau beru
Bagaikan = Rapangi
Basah = basa
Batas = Alla'
Batik = bate'
Batuk = ta'roko
Bau = botto'
Basmi = Tangkasi, pila'busi, ampataenai
Basuh = Bissa
Batal = Tena najari, Tasi'rai
Bawa = ngerang | membawa = anngerang |membawa diri = anggerang kale | Membawakan = angngeranggang
Bawah = rawa | di bawah = irawa
Bawang = lasuna
Bayang = tau-tau
Bayar = bayara'
Bayi = Ana' lolo
Bebas = lappasa', laloasa
Bebek = kiti'
Becak = beca'/tigaroda
Becek = cammara'
Beda =  maraeng, sisala
Bedak = ba'ra', tappung
beduk = Ganrang
Begini = Kamma anne
Begitu = Kammaanjo/Kammaantu
Beha = Kutang
Bejana = Pammoneang
Bekal = Bokong, Pataja
Bekam = Appasulu' cera' ra'masa'
Bedil = ba'dili'
Beduk = ganrang
Begini = kammanne
Begitu = kammanjo | Begitulah = begitumi
Belah = Pue
Belai (belaian) = Anynyonyo', Belai-belai =Akkatu'-katu'
Belajar = pilajara'
Belakang = boko, Dongko' | di belakang = ri boko/Ri Dongko'
Belanda = Balanda
Belalang = katimbang
Belang = ballang
Belanga = Uring
Belanja = balanja
Belantara = romang tani sallang-sallang, Parang tattara'
Belas = Si'na
Belatik = Bengisi'
Belatuk = Bantinotto'
Belebas = balabasa'

Beli = malli
Beliau = ri passingalinna
Belut = Londeng
Betapa = Lanri
Betul = Cocoki
Benak = pikkirang
Benang = bannang
Benar = Tojeng
Bengkak = akkambang
Benjol = Kambussulu'
Benih = sessara', Bine
Beranda = Palladang
Berat = battala'
Berani = Barani, Rewa
Bersatu = Siama'
Berbaur = Sirurungang
Bersalaman = A'jama' Taeng
Beri = sare | Pemberian = Passare
Bekas = Bate
Bekal = Bokong
Begitu = Kamma  | Begitulah = Kamma Tojengi
Bintang = Bintoeng
Buah = Rappo
Bunga = Rente
Buat = Pare'  | Membuat = Appare'
Buang = Pela'
Bunuh = Buno
Bunyi = Sa'ra  | Suara = Sa'ra | Berbunyi/Bersuara = Assa'ra
Busa = Busa
Buka = Sungke
Budak = ata
Bukit = bulu'
Bukan = teai
Bulan = Bulang
Butuh = Parallu | Perlu = Parallu
Bungkus = roko'
Burung = Jangang-Jangang
Bisu = Pepe
Bonggol = Tampalisu
Bongkah/gumpalan = Donteng
Bom = bong
Bola = golo'
boleh = akkulle
boneka = dato'-dato'
bosan = nala'ju
bongkar = bongkara'
bopeng = Karo'ba'
Bilas = ngembong (membilas = angngembong)
bilik = rinring
bimbang = bata-bata
bimbing = renreng
bina = paenteng (membina = appaenteng/appakabajik)
binasa = panra'
binatang = olok-olok
bingkai = biring (membingkai = assare biring)
biru = gauk
bisa/racun = ammoso
bisa = akkulle
bisik = abisi'-bisi'





C
Cabang = Tangke
Cabai = Lada
Cabik = Kakka' | Menyabik = Anngakka'
Cabul = Lale
Cabut = Kakka' | Menyabik = Anngakka'
Cacing = Gallang-gallang
Cahaya = Singara'
Cair = solong
Cakap = Gammra'
Cakrawala = Langi'
Campur = campurang
Canda = Kakalakara'
Cangkul = Bingkung
Cantik = Ga'ga
Capai = Dodong
Caping = Saraung
Capung = Bereng-Bereng
Cari = Boya | Mencari = A'boya
Cat = Ce'
Catat = Tulisi' | Mencatat = Annulisi'
Cedera = Loko'
Cekcok = A'besere'
Cela = Calla
Celah = Salassara'
Celana = Saluara'
Cemburu = Kodi cini'
Cengeng = Jabe
Cengkeh = Cingki
Cepat = Inta'
Ceper = Bodo
Cerah = Singara ' Allo | Bambang Allo
Cerdas = Cara'de'
Cerewet = Calleda'
Cerita = Carita
Cermin = Carammeng
Cilik = Caddi
Cipta = Pare' | Ciptaan = Parekang
Cium = ara' | Mencium = Angngara'
Cocok = coco', Annaba
Coklat = Sikola'
Comot = Akka'
Congkak = Tampo, Gambang
Cubit = Kabbi'/Ka'bili'
Cuci = Bissa | Mencuci Tangan = Abbissa Lima | Mencuci Celana | Saluara'
Cukai = Ballo limung
Cukur = Cukkuru' | Tukang Cukur = Pacukkuru'
Cuma = Ji | Cuma Dua = rua ji
Curi = Lukka' | Mencuri = A'lukka' | Pencuri = Palukka'



D

Daerah = Bori'
Dagang = Balu'/A'balu' (Berdagang), Balukang (dagangan)
Dahaga = A'mara kallong
Dahi = Ubung-ubung
Dahulu = Riolo
Dalam = Lalang, Lantang (Kedalaman)
Damai = Sannang
Damba = Ero'
Dan = Siagang
Dandan = A'mode
Dangkal = Esa'
Dapta = Gappa
Dapur = Pappalluang
Darah = Cera'
Darat = Butta
Dari = Assala', Battu
Datang = Battu
Datar = Lappara'
Daun = Leko'
Debar = Dumba'
Dekat = Ammani
Delman = Bendi
Demam = Bangbang
Demikian + Kammanjo
Dengan = Siagang
Dengar = Lanngere', Allangere' (mendengar), Pilanggeri (Dengarkan)
Dengkul = Kulantu'
Dengkur = A'moro'
Dengung = Dangngung
Denyut = Dumba'
Depan = Riolo
Deras = Sarro, Bosi sarro (hujan Deras)
Derita = Pacce
Deras = Sarro
Desak = Siappi'
Dewa = Barata
Dialog = Sipabbicara
Diam = Sannang
Dinding = Rinring
Dikit = Sikedde'
Dinihari = Bari'basa'
Diri = Kale, Ammenteng (berdiri), Sikale-kale (sendiri), Appaenteng (mendirikan)
Do'a/Permohonan = Panganro
Dokter = Dottoro'
Dosa = Dosa, Doraka
Dua = Rua
Duduk = Mempo
Duel = Sibajji
Duga = A'bata-bata
Dunia = Lino
Duri = Katinting
Dusta = Balle, A'balle-balle (berdusta)
Duduk = Mempo




E

Edan/Gila = Pongoro'
Efisien = Tassike'de'
Egois = Tinggi Ero'
Ejek = Appa'lila
Ekor = Inkong
Ekstrim = Kaminang
Elak = Lecceng, A'lecceng (mengelak)
Elok = Ga'ga
Elus =  purusu' | Elus-Elus = Puru'-Purusu'
Emak = Anrrong, Amma'
Emas = Bulaeng
Emosi = Larro, Pa'larroang (emosional)
Empat = Appa'
Empedu = Pai' (juga digunakan untuk kata 'Pahit)
Enak = Assi'pa'
Encer = encere'
Endap, Mengendap = A'dakka-dakka
Endus, Mengendus = Anngara', Kongkong Anngara (Anjing Mengendus), Anngara' Taipa (Mencium Bau Mangga)
Enggan = Malasa', Battala' Jappa/battala' ero'
Engkau = Ikau (Kasar), Ikatte (Halus)
Enteng = Lomo-lomo
Era = Wattu
Esa = Se're
Esoh = Ammuko


F
Fajar = Pa'jara', Singara' ri bangkenna langika ri lammubana Matanna Alloa
Fakta = Rupa, Gau', Kasingarang, Butti
Faktor = Saba'
Faham = Pangngassengang
Faedah = Matu-matu
Faktur = dattara' barang-barang pappikatu ampakasingaraki jaina siagang ballina baranga
Fana = Amminra-minra, Gesara'
Fanatik = tenteng Tangara'
Fantasi = Mao-mao
Fatwa - tappu' iareka panggappana tupanritayya
Filsuf = Panrita pikkiri'
Firasat = Pakkasu'mang
Firma = Pirma




G

Gadai = Ta'ggala (dalam pengertian barang gadaian) karena Ta'gala juga berarti Pegang
Gagah/Ganteng = Ga'ga/Gammara'
Gali = Kekkese | Galian = Kekkesang | Menggali = A'kkekese
Gantung = Pasai' | Menggantung = Appasai' (dipakai untuk benda/barang)
Garam = Ce'la
Garis = Garrisi'
Ganti = Sambe (Mengganti = Passambe)
Gatal = Katala'
Garuk = Kangkang
Gawang = Pakkiperang | Penjaga Gawang = Kippere'
Gembira = Rannu
Gemuk = Co'mo'/Battala'
Gemuk/Grease = Gommo'
Gencar = Sarring
Genggam = Ta'gala Jarre
Gelap : Sassang
Gelang = Ponto | Pergelangan = Pappontoang
Geli = Gele'-Gele'/Kaleme' (bahasa Konjo/Selayar)
Gelisah = Lussa'
Genderang = Ganrang
Genap : Ganna’
Gentar = Bentere'

Gerak = Gio'  | Bergerak = A'gio'
Gerimis/Rintik-Rintik = Ricci'-Ricci'

Geser = Palette' (dipakai juga untuk kata pindah)
Gemar = Ngai/Angngai
Gogoso' = Beras Ketan dibungkus Daun Pisang lalu dibakar
Gombal = Odo'/Ngodo' (dikapai juga untuk kata Intip)
Goreng = Sanggara' | Menggoreng = Annyanggara'
Gosong/Hangus = Mutung/Ammutung
Gua = Liang
Gugur/Jatuh = Tu'guru/Dappe'/Nanggala'
Gula = Golla | Gula Pasir = Golla Kassi' | Gula Merah = Golla Eja
Gulungan = Galluru'
Gunting = Goncing/Gonting | Menggunting = Anggoncing
Guntur/Petir = Gunturu'/Latte
Gunung = Bulu'/Bonto (bahasa Konjo/Selayar)
Gusar = Gangrakang/Bata-Bata
Gila = Pongoro'







H
Habis = La'busu'  | Kehabisan = Kala'busang
Hari : Allo
Haji : A’ji

Halal : hallala’

Hampir : a’Biring

Harapan : Minasa

Haram : Harang

Hamba : Ata
Hampir = Sike'de' mami  | Sedikit = Sike'de'

Hati-Hati = Katutui

Hancur : Ancuru'/Panra’ (semakna dengan kata Rusak)

Habis : La’busu’
Hanyut = Mammanyu'
Hangus = Laburu' (biasanya ungkapan ini digunakan jika seseorang menginvestasikan uangnya pada bidang tertentu dan uangnya itu tidak dikembalikan karena usaha tersebut bangkrut)

Hangus = Ammutung

Haus : Kalotoro' (diambil dari kata Kering)

Hasut/Menghasut : Pakabambang

Hajar : Amba’, Menghajar : Angngamba’

Halau/Halang : Tarai
Hebat = Palla'

Hembus/Berhembus : Miri'/Ammiri'
Hutan : Romang
Hujan : Bosi
Hunian = Pammantangang
Hidup = Tallasa'  | Kehidupan = Patallassang

Hitung = Bilang



I
Ikan : Juku’

Inap/Menginap : A’bangngi, Penginapan : Pa’bangngiang

Ikut : amminawang

Ikat : Sikko’, mengikat : Annyikko’
Ikrar : Aru

Ingat : Ngu'rangi | Mengingat : Mangngu'rangi
Indah : Ga’ga

Iri : Pa'mai' kodi

Izin : ising | Minta izin : appala' kana

Irama : sa'ra-sa'ra

Islam : isalang

Imbauan :

Iris : Polong

Istri : baine, beristri : a’baine

Ingin : ero’
Imbang = Puli

Impian/mimpi : so’na, bermimpi : asso’na
Imam = Imang
Istana : Balla' lompoa
Itu = Anjo
Ini = Anne







J
Jatah = Tawa, bageang
Jalan = Oloang, Agang
Jampi = baca-baca
Jari = Karemeng
Jeruk = Lemo
Jejak : Bate, Jejak Kaki : Bate Bangkeng/Bate Onjo’

Jangan/tak ingin : tea

Jam : Tatte'
Jauh = Bella
Janji = Janji
Jatuh = tu'guru'
Jalar = Lamba'

Jimat/mantra : Baca-baca

Jelas : a’nassa
Jelek = Kodi
Jerat = Sambang
Jerawat = sarussu'

Jerit = sa’ra
Jernih = Ci'nong
Jengkel = Ballisi'
Jendral = Karaeng Tumakajannangang
jejak = Bate (jejak kaki = Bate Bangkeng)

Jemput : angngalle/mengambil
Jembatan = Jambatang
Jika = Punna

Juga = Tongi | Beri Juga = Sare Tongi
Jongkok = cengke



K
Kakak = Daeng
kaki : bangkeng
Kapur : leo’
Kaget = Ta'bangka
Kayu = Kayu
Karet = Gatta

Keras : terasa’

Kamar : kamara’
Kambing = Bembe
Kampung : Pa'rasangang
Kalah = Beta
Kasihan = Kamaseang, | Kasihan Sekali = Kodong
Kaya = Kalumanyyang
Kecewa = Salasa
Kecil = Ca'di
Keras = Terasa'

Kertas : bujang

Keris : Sele’
Kering = Kalotoro'

Kembang : Bunga

Kemarau :
Keluar = Solle'  | Tukang Jalan = Pasolle'
Kepala = Ulu
Kera = Dare'
Kerbau = Tedong

Kering : Kalotoro’
Kerja = Anjama
Keruh = Pucca'
Keluar = Sulu'
Keluarga = Pammanakang, Bija
Kena = Taba
Kenang = Kasu'mang  | Mengenang = Makasu'mang

Kencing : Ta’mea

Kejam : Sakkang
Kejadian = Kajariang

Kembali : motere’/pulang

Kira-kira = Rai-rai
Kuasa = Koasa
Kursi = Kadera
Kuning = Kunyi'
Kuningan = Gallang
Kucing = miong
Kuda = Jarang
Kurus = Roso'



L
Langit = Langi'
Lain = Maraeng
Laki-laki : Bura’ne

Lawan : Ewa, bali (bali juga bisa berarti membantu, misalnya “Bali rong tawwa”)
Lari = Lari
Lagu = Kelong | Menyanyi = Akkelong
Lampu = Lampu
Lama = Sallo
Lapar = Cipuru'
Lalat = Katingngalo
Laut = Tamparang
Lahir = Lassu  | Dilahirkan = Nikalassukang
Layar = Sombala'  | Berlayar = Mannyombalang
Leher = Kallong

Lepas : Lappasa’

Lempar : annyambila

Lemari : Lamari
Lembar = Lawara'
Lembut = alusu'

Lebih : la’bi

Leleh : Solong, Meleleh : Assolong

Lemas/lemah/loyo/lambat : dodong

Lihat :cini’, melihat : Maccini’

Licin : laccu’

Lilin : Tai bani
Lirik = Tile  | Melirik = Attile

Lebah : bani

Lurus : lambusu’
Ludah : Pi'ru
lobang = Kali'bong

Lomba = Lumba | Berlomba = Pa'lumbang | Berlomba = Pa'lumba
lombok = Lada
Lompat = lumpa'
Lonte = Pasundala'
Longgar = Longgang
Lontar = Sambila
Lorong = agang ca'di
Loper = paerang surakkabara'
loteng = Pammakkang
Luap = Lumpa (meluap = a'lumpa)
Luar = Pantarang
Luas = Luara'
Luban = dupa
lucu = Appaka mele'mele' (kelucuan = Ka alla'-alla')
Ludah = pi'ru
Ludes = tangkasa', lannying, la'busuk tabasikali
luhur = tinggi, labbiri'
Luka = loko'
Lukis = papatta, pasukbik
Luluh = remo-remo
Lulur =ba'ra' kunyi'
Lumas = assamoroki
lumpur = Peo'
Lumur/berlumuran = attalaka
Lumrah = biasa, samara'
Lumpuh = Peso'
Lumut = lumu'
Lunak = Lu'mu'
Lunas = lulasa'
Lunas Utangnya = Lappasaki Inrangna
Luncur = coccoro'
Lunta/terlunta-lunta = Ta'ronang-ronang
Luntang-Lantung = Tappere-pere
Luntur = amminra
Lupa, terlupakan = takkaluppa
Luput = ta'lappasa'
Lurah = Kapala kampong
Lurus = Lambusu'
Lusa = ammembara'
lusin = Losi
Lutut = kulantu'
Lutung = dare' le'leng


M
Matahari = Mata Allo
Maaf = popporo'
Mabuk = nisa'ring
Macam = sanrupa
Madu = cani'
Maha Esa = Kaminang Kuasa
Maha Kuasa = Kaminang Koasayya
Mahal = Ka'jala'
Maha mulia = Kaminang Mala'biri'
Maha raja = Karaeng lompo, Sombayya
Mahar = Sunrang
Maha Rupa = Kaminang Ga'ga
Maha Suci = Kaminang Lannying
Mahir = cara'de'
Mahkamah = Pangngadelang
Majikan = Punggawa
Makam = Pattarawangngang
Makar = akkala' kodi ero ansambei pamarentayya
Mahkota = Salokoa, Songkok kalompoang
Maksud = tujuang
Malaikat = malaika'
Malapetaka = kacilakang
Malu = Siri'
Mau = Ero'
Malam = Bangngi
Malas = kuttu
Makan = Nganre, ka'do'
Marah = a'moro-moro
Maksud = Pattuju
mampir = sengka
mampus = mate
Manakala = Punna
Manca Negara = Pa'rasangang Pantara'
Mancung = cidu'
Manfaat = guna, matu-matu (bermanfaat = A'matu-matu)
Mangga = taipa
Mangkat = ammaliang, tummenang (kemangkatan = Katumenangang)
Mangkok = Cangkiri', timbokang
Mangkubumi = Pabicara butta
Mani = Je'ne' Mani
Manik-Manik = Rante
Manipulasi = Panggaukang Jekkong
Manis = te'ne
Matahari = Mata allo
Mantra = baca-baca
Marah = larro
Maret = bulang Maka tallu
Marga = bija
Marhum = tu ammoterang/Tu ammaliang
Marwah = Kala'birang
Masa = wattu
Masak = Ti'no'
Masalah = passala'
Masam = Kacci
Masjid = Masigi'
Masuk = antama
Masyarakat = au jai, tumabutta
Masygul = Simpung, susa Pa'mai'
Masyhur = Alla'bang Mange-mange
Matang = ti'no'
Materialistis = assipak pa'barang-barangang
Mawar = Bunga Rosi
Mayat = Maya'
Megah = la'biri' nakala'bangngang
Meleset = Ta'le'ro'
Melotot = a'buncilla' mata
Melulu = simata-mata ; taena Maraeng
Mempelai = Kalabine
Mendung = a'rammang
mengapa = angngapa
mengkilap = accilak
menjual = a'danggang, a'balu'
menit = Mani'
Mentimun = bonte'
Mentega = mantega
Merah = eja
Mercon = Baraccung
Merdu = Bajiki nilangngere'
Merem = akka'dang
Merica = marica
meringis = a'ringisi'
Meriam = Mariang
Merpati = Bodo bangkeng
Mesra = Jarre', singai dudu
Mesin = masina
Mesum = ja'dala'
Mewek = angngarru'
Mikro = ca'di
Militer = Tantara
mimisan = samorang
mimpi = So'na
Minum = nginung
Minta = Pala'  | Meminta = Mappala'/Appala' | Permintaan = Pappala'
Milik = Pata  | Pemilik = Patanna |Pemilik Barang = Patanna Barang
Miskin = Kasi-Asi
Mirip = Lasanrupai/Lasangkammai
Miris = tiroang
Minyak - Minnya'
Minggir = biring, a'sa'ri'
Minoritas = golongan ca'diyya
Misal = ebara'
Mistar = Balabasa'
Model/Mode = Modele'
Modern = Beru/Modereng
Modus = cara= Atorang
Mogok= mogo' (tena na ero' a'jappa)
Mohon = appala' (bermohon diri =appala' kana, Permohonan = pappala')
Molekul = tawang kaminang ca'dina apa-apayya
Moncong = Munceng
Mondar-Mandir = samalona
Montok = Bondeng
Monyet = Dare'
Monopoli = annunggalengi
Monyong = munceng
Morat-marit = taena nasilolongang
Moril = pa'mai'
Motto = to'do', janji
Moyang = Boe', nene', turiolo
Muallaf = Tu beru antama' Islam
Muamalah = pangngassengan Passala tujaia
Muak = nila'ju, ringi'
muasal = assala'
Muara = bawa Binanga
Mubah = taena na harang, taena na wajib
Mubazir = ta'liwa-liwa, sia-sia, Labo
Muda = Lolo
Mujur = Upa'
Mulai = ampakaramula
Mulia = La'biri', tinggi empoanna
Mulus= Tangkasa', kebo' la'lasa'
Muncul = mumba
Mungil = Camane'-mane'
Mungkar = kadorakang
Mungkin = Nakulle
Muntah = Ta'langnge
Murah = lammoro'
Murka = larro
Murni = Tuleng, Tangkasa' (memurnikan = ampakatuleng, Kemurnian = Katulengang/Katangkasang)
Murung = susa Pa'mai', Simpung
Musafir = Tau alla'lang
Museum = Tampa' pammantangngang barang-barang riolo
Mustahil = Mustahele', taena lalanganna
mustajab = ammoso
mustika = Kulau
Mutiara = muttiara
Mutasi = pasisambeang pagawe
Mutlak = attantua
Membawa = Ngerang | Bawa = Erang
Menang = Ammeta
Meninggal/Mati = Ammoterang/Mate
Mendidih = A'rere
Menghadiri = Angngiyori
Mengalir/meleleh = solong
Mengasihi = Mamase
Mengenang = Makkasu'mang
Medan = Parang
Meja = Mejang
Mesin = Masina
Mulia = Sunggu
Mulut = Bawa
Musuh = Bali


N
Nabi = Na'bi
Nadi = Pappontoang Lima
Nadir = Langgara', masagala
Nafkah = Balanja, Panggappang, gaji
Nafas = Napasa'
Nahi = Pappisangka
Naif = tuna
Naik = nai'
Nak = ana'
Nanti = Sallang
Nasib = Sare
Nasi = kanre
Nama = Areng
Nampak = kacinikang
Nama = areng
Nanas = pandang
Nangka = Rappo cidu'
Narapidana = tu nitarungku
Nasab = lo'lorrang, turunang
Nasehat = naseha', Pasang
Negara/Negeri = pa'rasangang
Nelayan = Patorani, Pajakkala' juku'
Ngawur = assala' appau
Ngumpet = accokko
Niaga = danggang
Nihil = kosong, tena apa-apa
Nikah = nikka
Niat = Nia' (Nia' juga bisa berarti "ada")
Nikah = Nikka/Bunting
Niscaya = tantu
Nista = calla, Panra', tuna
Noda = batti'
Nongkrong = ammoppoki
nonton = accini'-cini'
Nomor = nomoro'
Nyaman = Nyamang
Nyanyi = kelong
Nyaris = sike'deki
Nyawa = Nyawa
Nyata = Singara', a'nassa
Nyenyak = Jannang
Nyeri = mala', tilu
Nyolong = a'lukka'


O
Oase = butta sombo', Butta co'mo'
Obat = Pa'balle
Obeng = obeng
Obor = Sulo
Obyek = passala tujuang
odol = odolo'
oknum = tau
Olah = linrung
Oleh = ri, mange
Oleng = ta'lingge
Oligarki = pammarenta Borongang
Obrol = Accarita
Ompong = cammo
ompol = Mea
Ombak = Bombang
Om = Purinang
Onani = appasulu' je'ne' mani na tena assigau'
Orang = Tau
Ongkos = Ongkoso'
Otak = Ota'
Omel/Mengomeli/memarahi = Kalarroi
oper = oporo'
Oposisi = patantang
Optimis = pa'minasa
Organ = bageang
Ordonansi = paratorang
otonom = pamarenta kale-kale
otot = ura' terasa', ura' lompo


P
Pabrik = pabere'
Pacar = karontigi
Pacul = Bingkung
Pajak = Sima'

Parang = Berang
Padang = parang
Padat = ma'ma', ma'masa', terasa', kassa', rassi
Padi = ase
Pagi = Bari'basa' | Pagi-pagi = bari'-bari'basa'
Paha = bongga
Paham = pahang
Pahlawan = Tubarani
Pahit = pai'
Pailit = Bangkuru'
Pakai = Pake
Pakar = Tu cara'de'
Paksa = Passa, pirokkolo'
Paku = paku
Palang = palang
Palem = poko'-poko' sanrupayya kaluku
Pamit = appala' kana
Palu = palu, tunrung
Paman = purina
Panca = Lima
Pancawarna = lima tanja'
Pancaroba = pasisambeanna musinga
Panci = Panci, Uring
Pancing = Pekang  | Pemancing = Papekang
Pandan = Pandang
Pandang = cini', tile
Panen = akkatto'
Pandu = pajo'jo'
Pangan = kanre
Pangeran = ana' karaeng
Panggar = dasere' pangngalloang juku'
Panggil = kio'
Pangkal = pokok
Pangkas = cukkuru', tangkasi
Pangku = Riwa
Pangling = Takkaluppa
Panik = lingu, lippu
Panjang = la'bu
Pantai = biring Tamparang
Pantang = kasipalli
Pantas = Siratang
Patah = Tepo'
Patuh = Matu-Matu
Parah = Sanna'
Pamer = Jalla
Panjat : angngambi’

Panjang = La'bu

Pantat : tara, Paja
Pantau = attoa'
Panu : Pano

Panas = Bambang
Pandai = Cara'de'
Pantas = Siratang
Pasang = Tannang
Pasar : Pasara'
Pasti = Nassa
Paksa = Passa
Papas = lo'loso'
Parang = Berang
Paras = rupa
Paruh = totto' jangang-jangang
Pas = coco'
Pasal = Pasala'
Pasar = pasara'
Pasir = kassi'
Pasti = attantu
Patah = tepo'
Pawang = Pinati
Pecah = Reppe'
pecinan = paccinang
pedagang = padanggang, pabalu'
Pedas = bambang, passe
pedati = garoba
peduli = jampang
pegal = mala'
pegang = ta'gala'

pelangi = Turawe

Pelapah = Palapa

Pelayan = Palayang, Patummama, Paparaka, Paparutusu’

Pelet = Jori’-jori’na kayua, ballanna kayua

Peluit = paloi’

Peluk = Raka’

Pelukis = pagambara’

Pelumpung = alara’

Peluru = Peloro’

Pemancar = Pamancara’, papala’bang

Pematang = tingkasa’ (Pematang Sawah = Tingkasa’ Tana)

Pemilik = Pata

Pemuda = Tau Rungka

Pemudi = Tau lolo

Pemuka = Pangngulu

Penasaran = Lompo Pa’mai’

Penat = mangngang

Penatu = Binatu

Pengantin = Bunting

Pengap = sumammang

Pengasuh = patumama, patarinti

Pengawal = pappinawang

Pengecut/Penakut = Ballorang

Pengembara = Palili’

Pengemis = Pa pala’-pala’

Penggal = Kere’, polong

Penghasut = Pakabambang, pato’do’-to’do’

Penghuni = Tummantang

Penginapan = Pa’bangngiang, Pammantangang

Pengungsi = tu a’lette’

Penjuru = Singkulu’

Pensil = potolo’

Pensiun = pansiung

Pentil = Pantili’, ulu susu

Pentungan = palu-palu gatta

Perakit = pasusung

Peramah = pasomberang, sombere’

Perampok = Paella’

Perang = bundu’

Perapian = katupepe’

Perawan = ana’ rara

Pemeras = papacco’

Perasan = paccokang

Perbahasaan = leco-leco kana

Perban = parabang

Percaya = tappa’

Percik = ricci’, racci’

Percuma = tena matu-matuna

Perdu = popporang

Perduli = Paduli

Periang = parannuang, baji’ pa’mai’

Perih = Pacce

Perihal = saba’, passala’

Periksa = Paressa

Perintah = parenta, passuroang

Peringkat = tingkatang

Perintis = Paulu, Pasungke

Periode = Rewasa

Perisai = lengu’, pa’lapa’

Periuk = Uring

Perkakas = pakkakasa’

Perkara = passala’, kajariang

Perkasa = Gassing

Perkosa = Gau’ bawang (Memperkosa = A’gau’ bawang)

Perkutut = Bukkuru’

Perlahan = Palang-palang

Perlu = parallu

Permadani = ambala’

Permai = ga’ga

Pernah = Le’ba’

Perniagaan = Pa’danggangngang

Pijit : pica’
Pisah = Sa'la'  | memisahkan = Appasisa'la' | terpisahkan = Tassa'la' | Berpisah = assa'la'
Pisang : Unti

Pincang : keppang
Pinggir = Biring

Pilih : ammile | memilih : ammilei

Pesan : Pasang
Perahu = Biseang, Lopi
Perang : bundu’
Perampok : Paella'
Perasaan = Pa'mai'
Percaya : Tappa'
Perempuan : baine
Perjanjian = Ulu Kana
Pergi = Lampa
Pembantu = Suro
Pendek = Bodo
Pengadilan = Pangadelang
Penutup = Pattongko
Penguasa (Dunia) = Batara
Peluk = Raka' |memeluk = A'raka'
Pelihara = Katuo
Pelit = kikkiri'
Pesan = Pasang

Pemain = Pakarena

Penjelasan = Patuturang
Pohon = Poko'
Pulang = Maliang, Ammotere'
Pintu = Pakke'bu'
Pemalu = Pangngali'



Q






R
Rakus = kella-kella
Ramah = Sombere'
Rambut = u'
Raja = Karaeng
Rakyat = Tumabuttayya
Rasa/Perasaan = Pa'mai'
Renang = Selang  | Berenang = Asselang
Rokok = Kaluru'
Rezki = Dalle'
Rumah = Balla'
Ruang = Bili'
Runtuh = Runtung
Rusak = Panra'
Rembulan = Bulang
Resah = kodi pakkasia'
Rindu = Nakku'





S
Sayang = Sayang
Saya = Nakke  | Aku = Nakke
Sambar = Rambang
Samar = Bunrang
Sampai = Rapi'
Sampah = Loro
Sangat = Lanri
Sakit = Garring
Sabar = Sa'bara'
Satu = Se're'
Sama = Sangkamma
Sasaran = Odo'
Salam = Sallang
Santan = Santang
Seandainya = Ka'de'
Sedikit = Sikadde'
Selalu = Tuli  | Selalu Menunggu = Tuli Mattayang
Sempit = seppa'
Semprot = Sappuru'
Senyum = Muri
Sebatang = Sipappa'
Seberang = Ba'leang | Menyeberang = anta'le
Sedikit Sekali = Sikadde' Dudu
Sepi/Sunyi = Sino
Seperti = Kontu
Sehat = Salewangang
Suka-suak gue dong = Ero'-ero'ku
Sumur = Bungung
Sendal = Sandala'
Suara = sa'ra  | Bersuara = Assa'ra
Sutra = Sa'be
Susah = simpung, Susa
Sungai = Binanga
Syukur = Sukkuru'
Sial = Su'lu
Sisa = Sesa
Sisir = Jangka
Singgah = sengka
Sihir/Santet = Doti/Guna-Guna
Simpan = Boli'
Silsilah = Sitambung
Sombong = Tinggilangga




T
Tabungan = Boli-Boli'
Tapisan = Soro
Tanah = Butta
Tanda = Bate  | Membekas = A'bate
Tak = Tanri  |Tak Terkalahkan = Tanri Beta | Tak Mau = Tea
Takdir = Taka'dere'
Tai = Tai
Tampar = Tampiling
Tagihan = Passingngarrang
Tatap = Janjang
Takut = Malla'
Tawan = Tawang
Temu = Buntulu' | Menemukan = ammuntulu' |Temu (Obat) =Tammu
Tempa = De'de'
Tendang = Sempa'
Terima = Tarima
Terlarang = Pammali
Terbang = Anri'ba'
Telur = Bayao
Telan = A'lu'  | Menelan = a'lukkang
Teman = Agang
Tetes= Matti'  | Menetes = ammatti'
Tikam = tobo'
Timba = Se'ro'
Tinju = Jaguru'
Tinggal = Ammantang
Tidur = Tinro
Tua = Toa




U
Uang = Doe'
Uban = Uang
Uap = Sau'
Ubin = Tegele'
Ubi = Lame  | Ubi Kayu = Lame Kayu | Ubi Jalar = Lame Lamba'
Ulama = Anrong guru
Urat = ura'
Ubi = Lame
Utang/Hutang = inrang
Ujian = Paccoba
ujung = Ujung, Cappa'
UDang - Doang
Udara = Anging
Uduk = Kanre santang
Ulah = gio'-gio'
Ular = Ulara'
Ulang = kuling, a'mole-mole
Ulat = olo'
Ummat = umma'
Umpama = Ebara'
Umpet = Accakko
Unjuk = appiasseng
Upacara = tanra Kalompoang
Upaya = Usaha, Pakulle
Urine = Mea
Urus = urusu', Pasilolongang
Urut = uru'
Usaha = Pakulle
Usam = Kato'mese'
Usul = Usulu', pappala'
Usung = Sompo, bule'
Usus = Parru'
Utang = Inrang
utuh = A'memung
Utus = anggutusu'
Uzur = Salibanra




V
Vagina = Leang Kataunna bainea, Telang, Sombong
Vaksinasi = Subbi' lappantama' pa'balle
Vakum = kosong
Valid = assa
Variasi = rupa-rupanna
Vas pok = Pammantangang Bunga-bunga
versi = sirupa panggappa ri kalenna
ventilasi = passile'basanna hawayya ri ballaka
versus = a'bali
Veteran = Pabunduk riolo
Veto = pattola' ri se'rea panggappa iareka undang-undang
via = Battu mange
Volunter = pajama sukarela
Vonis = katappukanna parakarayya
Vokalis = Pakelong
Vulkanis = tana, kampong bate moncong Pepe'





W
Wabah = Garring a'lele mange-mange
Wacana = kana-kana, bicara
Waduh = edede
Waduk = kollang pannampungang je'ne'
Wafat = Mate
wah = kana nisa'bu' punna lannasaki
Wahai = kana passa'bu' lapakainga'
Waktu : Wattu
Waspada = Sangga
Wajah = Rupa | Muka = Tanja
Wajib = waji'
wakaf = wakkapa', Pammari-mariang
Wakil = wakkele'
waktu = wattu

Wejangan : Pappasang

Walau = Manna
Walet = Jangang-jangang rewata
Walhasil = ri kale'bakkanna
Waliullah = awallina Allata'ala
Wallahu'a'lam = Alla ta'alaji angissengi
Wangi = Bau'
Wangsa = Pammanakkanna Karaenga
WAnita = Baine
Waras = Salewangang
Waris = warisi'
Warna = Tanja', Cura'
Warna Sari = A'rupa-rupa Bunga
Warna-Warni = A'rupa-rupa tanja'na
Warna Warta = A'rupa-rupa Kareba
Wartawan = Warattawang
Wartawati = Warattawang baine
WArung = Ga'de
Wasiat = Pasang, Pappasang
Wassalam = Salama'
Waspada = Majaga, Sadia
Was-was = bata-bata, Pakkasia' kodi
Wawancara = Passibicarang
Wayang = tau-tau kuli' nipare'
Welas = kasih pangngamaseang
Wewangian = bau-bauang
Wuwungan = Coppo' Balla'
Wira = Carita Sinrili' Tubarani
Wilayah = Daerah
Waow = Iyya Tawwa






Y
Ya = iyye'/Iyyo' (Sopan), iyo (Kasar)
Yang Mana = Kerea | Yang Manakah = Kereami injo
Yang Maha Kuasa = Karaeng Malompoa/Karaeng Alla Ta'ala
Yakni = iamintu
Yasin = Yasing
Yatim= Kukang
Yayasan = Yayasang, Passe're-se'reang
Yel = Kana-kana Pa'ganti', Pa'ngara, Palompo sumanga'
Yurisdiksi = kakoasang angngadeli


Z
Zakar = Laso, Katauang Bura'ne
Zakat = Sakka'
Zalim = Lalim
Zamrud = Jamarro'
Zam-Zam = Je'ne' zamzam
Zebra = Jarang A'balo-balo le'leng na kebo'
Ziarah = siara, assiara
Zuhur = lohor







ANGKA

0 = Nolo'/Kosong/Lobbang

1 = Se're
2 = Rua
3 = Tallu
4 = Appa'
5 = Lima
6 = Annang
7 = Tuju
8 = Sagantuju/Sangantuju
9 = Salapang
10 = Sampulo

11 = SampulonSe're
12 = SampulonRua
13 = SampulonTallu
14 = Sampulong Ngappa
15 = Sampulollima
16 = Sampulong Ngannang
17 = Sampulon Tuju
18 = Sampulos Sagantuju/Sampulong Sangantuju
19 = Sampulong Salapang
20 = Ruampulo
21 = Ruampulos Se're
2......... (perhatikan frase di atas, mirip pada hitungan sepuluh hingga dua puluh)

100 = Sibilangngang
101 = Sibilangngang Asse're
102 = Sibilangngang Anrua

1000 = Sisabbu
1001 = Sisabbu Asse're
1002 = Sisabbu Anrua

2001 = Ruassabbu Asse're

2012 = Ruassabbus Sampulo Anrua (jangan percaya kiamat palsu)


HARI
Senin = Sanneng
Selasa = Salasa
Rabu = Araba'
Kamis = Kammisi'
Jum'at = Juma'
Sabtu = Sattu
Minggu = Minggu

BULAN
Sebelum tahun 1520 M
- Naagai (Januari)
- Palagunai (Februari)
- Bisaakai (Maret)
- Jettai (April)
- Sarawanai (mei)
- Pe’dawaranai (Juni)
- Sujiwi (Juli)
- Pacciekai (Agustus)
- Pociyai (September)
- Mangasierai (Oktober)
-Mangase’tiwi (November)
-Mangalompai (Desember)

Setelah Islam dijadikan sebagai agama resmi Kerajaan ditahun 1605M maka nama bulan berubah menjadi nama bulan Hijriah.

Dan untuk penyebutan Nama Bulan Masehi
januari = janijari,

Februari =paberewari

Maret = marasa

April = aberele

Mei = mai'

Juni = juni

Juli = juli

September = satembere

Oktober = okttoboro

November = novembere

Desember = desembere

Istilah dan Peribahasa

- Butta Passolongang Cera' =Tanah Tumpah Darah
- Piti Rambang-Rambangi = Tak Pandai Memilih
- Bulaeng Tau = Manusia Yang sangat baik dan memiliki akhlak terpuji
- Kama' Mallang = Susah mengeluarkan AB nya (sulit BAB)
- Bura'ne Pampidokang = laki-laki yang ingin mengurus segala sesuatu yang semestinya urusan perempuan, misalnya pergi ke pasar membeli sayur, memasak, mencuci, dan sejenisnya.
- Teai Samara' = tidak biasa, bukan sembarangan
- Annompang = membersihkan senjata badik, keris menggunakan jeruk nipis
- Berbicara Kotor = Appali'bo
- Lamba' doko = malas, lambat loading
- Kasipalli = Larangan/Pantang untuk dilakukan disebabkan kepercayaan orang terdahulu pada sesuatu hal, misalnya Kasipalli kalau seseorang menjahit di malam hari.
- Puru-Puru Singkulu' = di nisbahkan kepada seseorang yang telah memberikan sesuatu lantas meminta kembali pemberiannya itu, menurut orang Makassar, hal tersebut dapat memicu orang itu menderitaPenyakit puru-puru Singkulu' (Bisul pada sikunya)
-Galang Santa' = di nisbahkan pada seseorang yang ketinggalan, misalnya siswa yang tidak naik kelas dan sejenisnya
- kikkiri' Gallang = kikir/pelit Staduim empat
- Parakang Doe' = Di Nisbahkan pada seseorang yang Mata Duitan
- Passappi' = Pengapit, biasanya dinisbahkan pada Orang yang mengapit Pasangan Pengantin (Passappi' Bunting)

TAJWID CINTA ESES




Ketika ku pertama melihatmu, hatiku tak mampu memaknai rasa, seakan berjumpa dengan ayat الٓم،الر،طه،يٓس، dan seterusnya, meskipun singkat namun maknanya terungkap

Saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah, yang hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar …

Aku di matamu mungkin bagaikan Nun mati di antara Idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada …

Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang …

Jika Mim mati bertemu Ba disebut Ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta …

Namun, cinta kita bukanlah seperti ikhfa yang tak terlihat nyata apabila nun mati bertemu dengan ke 15 hurufnya …

Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain, melebur jadi satu …

Sayang dan cintaku padamu bagai Mad Wajib Muttashil, harus senantiasa panjang …

Cintaku padamu seperti Mad Lazim, paling panjang di antara yg lainnya …

Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro, terpantul-pantul dengan keras …

Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yg menyatu …

Akan tetapi, janganlah kau ubah cinta ini seperti Nun mati dalam Iqlab yang di ubah dengan Mim.

Sayangku padamu seperti mad thobi’I dalam Al-Quran.. Buanyaaakkk beneerrrrr …

Semoga dalam hubungan kita ini seperti Idgham Bilaghunnah yg cuma berdua, Lam dan Ro’ …

Meski perhatianku gak terlihat seperti Alif Lam Syamsiah, namun cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariah, terbaca jelas …

Kau dan Aku sepeti Idgham Mutaqooribain, perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya …

Aku harap cinta kita seperti Waqaf Lazim, terhenti sempurna diakhir hayat ….

Sayang, hubungan kita ini layaknya Waqaf Kafi yang berhenti akan lebih baik daripada dilanjutkan …

Seperti Hamzah Qat’ie yang perlu disebut, begitu pula namamu yang harus kusebut sebelum aku tertidur dan bermimpi indah …

Di dalam hatiku cuma ada kamu, layaknya Idgham Mithlain Sighair, uma satu, yaitu mim …

Tersebab mendo’akanmu kini do’aku seperti Mad Far’i, lebih panjang bacaannya dari yang biasa …

Layaknya huruf Tafkhim, mamamu pun bercetak tebal di fikiranku …

Seperti hukum Imalah yang dikhususkan untuk Ro’ saja, begitu juga aku yg hanya untukmu …

Sama halnya dengan Mad ‘Aridh dimana tiap Mad bertemu Lin Sukun Aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu …

Kita awali cerita cinta kita seperti Mad Mukhaffaf ataupun Mutsaqqal Harfi, yaitu permulaan surat yang hurufnya dibaca jelas dan dipanjangkan …

Dan kita juga harus mengakhirinya saat maut menjemput dengan kenangan sepanjang masa seperti Mad ‘Iwadh, walaupun hurufnya di akhir kalimat, dia harus tetap dibaca panjang …

Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti Mad Aridh Lissukun …

Kamis, 20 Desember 2018

PEMIMPIN MAKASSAR



Harus mau membangun tesa, antitesa dan sintesa yang bagaimana karakter budaya  Makassar mampu menjadi penopang dengan model teori dan implementasi karakter.

Karakter orang  Makassar ketika menjadi seorang pemimpin memiliki agama yang baik, menjunjung tinggi masalah adat istiadat, tidak sombong, jujur yang paling penting harus cerdas.

Karena orang cerdas itu tidak tinggal diam selalu bergerak mau menemui resiko dan ulet dalam bekerja, seperti itu cerminan karakter seorang  pemimpin Makassar.

Bukan hanya itu, pemimpin yang baik mampu menemukan kebutuhan dan harapan yang dipimpinnya, bagaimana mampu pecahkan masalah bersama dan bagaimana menjaga suasana yang kondusif. Sehingga seorang  pemimpin akan dipercaya oleh yang dipimpinnya.

CARA ESES MENDAPATKAN UANG SAAT TIDUR



11 cara ESES yang bisa anda gunakan untuk benar-benar mendapatkan uang saat anda tidur.

1. Mulai blog.

Mungkin cara paling populer untuk mendapatkan penghasilan pasif adalah dengan membuat blog anda sendiri. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk set-up dan untuk memulai bisnis ini hanya butuh biaya yang murah. Anda cukup membeli nama domain anda dan anda perlu membayar untuk hosting.

Setelah itu, mulailah membuat konten yang luar biasa, yang dapat membuat orang-orang tertarik membaca atau share konten anda. Misalnya, jika anda seorang akuntan yang telah membantu pemilik usaha kecil dan pajak mereka, maka kisah tersebut bisa menjadi konten blog anda. Saya pribadi punya blog faktur untuk membantu pelanggan mengetahui segala sesuatu yang perlu mereka ketahui tentang faktur. Bahkan blog ini menarik ribuan sign up per bulan.

Pastikan topik yang anda tulis adalah tentang sesuatu yang populer saat ini. Jika anda hanya menulis tentang kesukaan anda, saya ragu apakah akan ada cukup banyak orang yang mengunjungi situs anda untuk menghasilkan uang. Tapi, anda tidak pernah tahu.

Setelah anda mendapatkan pengikut, anda dapat mulai “membuat uang” dari blog anda dengan :

a. Mendapatkan komisi sebagai afiliasi.

Ini adalah dimana anda meng-endorse produk atau jasa orang lain di situs anda. Pastikan produk atau layanan tersebut relevan dengan blog anda. Misalnya, blog akuntansi bisa menjadi afiliasi untuk akuntansi atau software faktur.Setelah anda menemukan mitra afiliasi, anda akan diberi kode yang unik sehingga setiap kali pengunjung mengklik link di situs anda, anda akan mendapatkan komisi.

b. Jual-iklan.

Jika situs anda memiliki traffic untuk menjadi afiliasi, maka itu juga mungkin cukup baik bagi pengiklan untuk membeli iklan di situs anda. Anda mungkin memulainya dari nominal kecil, seperti membuat di bawah Rp 100.000 per iklan. Tapi, pada akhirnya anda dapat mengisi tambahan tiga digit “0” di belakang nominal anda! Sekali lagi, situs anda harus berkualitas.

c. Mencari sponsor.

Ini sedikit berbeda dari sekedar menjual iklan di situs anda. Sponsor mungkin hanyalah sebagian kecil dari konten anda. Sponsor atau logo tetap tertanam dalam footer anda.



2. Menjual produk informasi anda sendiri.

Jika anda memiliki pengetahuan di daerah tertentu, maka anda dapat mulai menciptakan produk, seperti eBook atau video, dan menjualnya di blog anda. Mungkin butuh banyak waktu untuk membuat dan memasarkan produk anda, tetapi setelah semua pekerjaan selesai, anda tinggal mengatur kembali konten anda dan mengumpulkan hasil dari penjualan anda.



 3. Dapatkan royalti.

Jika anda seorang musisi, aktor, atau penulis berbakat, maka anda bisa mendapatkan royalti dari pekerjaan anda. Dengan kata lain, orang akan membayar atas bakat atau aset kreatifitas anda.

Jika anda tidak cukup berbakat tapi masih tertarik untuk mendapatkan royalti, cobalah cek Royalty Exchange . Ini adalah pasar di mana anda dapat membeli dan menjual royalti.



4. Buat komunitas keanggotaan.

Jika anda telah membuktikan diri untuk menjadi tokoh otoritas, maka anda dapat membuat sebuah komunitas keanggotaan di mana anda membayar biaya bulanan untuk menerima tambahan konten berkualitas tinggi dan informasi yang tidak tersedia untuk non-anggota.

Salah satu contoh favorit saya adalah Timothy Sykes yang menghasilkan lebih dari $ 100.000 per bulan pendapatan pasif melalui komunitas keanggotaannya yang membahas bagaimana cara orang dapat menghasilkan uang di saham penny perdagangan.



5. Pasang auto responder.

model bisnis online lain yang umum adalah menggunakan penjawab otomatis untuk menjual jasa, produk atau keanggotaan. Ini adalah dimana orang meninggalkan alamat e-mail mereka di situs anda dan kemudian mereka akan menerima e-mail otomatis yang berisi link untuk mendownload produk atau informasi berkualitas yang anda tawarkan, serta tindak lanjut dengan serangkaian email.

Anda akan membutuhkan layanan seperti OptinMonster untuk auto responder. Saya juga menyarankan anda membaca panduan this Quick Sprout untuk mulai belajar menggunakan auto responder.



6. Balik website.

Jika anda telah menghabiskan waktu dan usaha dalam membangun sebuah situs web dan anda telah mendapatkan banyak traffic, maka anda mungkin dapat menjualnya kepada pihak yang berkepentingan dengan listing di pasar seperti Flippa. Saya sudah membeli dan menjual banyak situs di sini dan menghasilkan banyak uang.



7. Menjual produk fisik.

Sama seperti dengan situs blogging, ada beberapa cara untuk mendapatkan penghasilan pasif dengan menjual produk fisik. Mungkin salah satu cara terbaik adalah dengan menjual sampah lama anda di eBay.

Bahkan jika anda tidak memiliki apa-apa lagi untuk dijual, anda dapat memulai “drop shopping”. Ini adalah dimana anda menjual produk untuk sebuah perusahaan di eBay atau Amazon dan mereka akan mengurus sisanya, termasuk pengiriman.

Anda juga dapat meluncurkan toko eCommerce anda sendiri dengan menggunakan Shopify . Mereka benar-benar memberikan semua yang anda butuhkan untuk menjual produk secara online dari toko online lengkap, termasuk tombol buy pada channel media sosial anda.



 8. Berinvestasi di saham atau share.

Bila anda berinvestasi dalam saham, anda akan menjadi pemegang taruhan. Itu hak anda untuk berbagi keuntungan mereka. Berinvestasi dalam saham telah menjadi cara yang populer untuk mendapatkan penghasilan pasif selama bertahun-tahun. Dan berkat internet, penelitian dan berinvestasi di saham lebih mudah dari sebelumnya.

Perlu diingat bahwa saham yang anda investasikan dapat mengubah berbagai tahap kehidupan. Sebagai contoh, saya mencari investasi yang bisa mendatangkan keuntungan untuk putri saya, seperti rencana CA529 yang akan digunakan untuk biaya kuliahnya .



9. Pinjaman peer-to-peer.

Perusahaan seperti LendingClub , Propser , dan Harmoney telah menciptakan sebuah industri baru dimana setiap orang dapat menjadi pemberi pinjaman. Mereka kemudian akan mencocokkan anda dengan konsumen yang lebih suka dengan sistem tersebut atau memiliki kesulitan mengamankan pinjaman dari bank. Anda bisa mendapatkan suku bunga yang lebih tinggi dari pinjaman yang anda keluarkan karena anda sedang berhadapan langsung dengan peminjam.



10. Menyewakan properti.

Berkat Airbnb, anda dapat menyewakan rumah anda saat berlibur atau saat rumah anda tidak digunakan. Anda juga bisa menyewakan garasi anda, ruang parkir, atau ruang kantor yang tidak terpakai. Ini adalah penghasilan tambahan yang bagus tanpa usaha keras melakukan banyak hal kecuali menempatkan iklan.



 11. Sewa perantara.

Hal ini juga dikenal sebagai arbitrase. Dan pada dasarnya adalah di mana orang lain melakukan pekerjaan untuk anda. Misalnya, anda bisa memulai layanan untuk  dog walking service  atau desain web perusahaan, tetapi outsourcing anjing berjalan aktual atau coding untuk orang lain. Anda jauh lebih baik melakukan apapun terkecuali menjadi perantara yang bertugas memasarkan layanan ini.

Sukses untuk anda, salam hebat luar biasa !!

Minggu, 16 Desember 2018

KEBIASAAN PENGUSAHA ESES SUPER SUKSES




Berikut 8 kebiasaan yang selalu dilakukan para pengusaha ESES super sukses, yaitu:

1. Berpikir ala pengusaha sukses dan bukan meniru sikapnya

Jika Anda hanya mengamati tindak-tanduk para pengusaha, tak banyak yang bisa Anda pelajari darinya. Kebanyakan sikap para pengusaha sangat istimewa dan cenderung aneh.

Meski menunjukkan sikap yang rata-rata berbeda, tapi semua pengusaha sukses menunjukkan pla pikir yang sama.

Singkatnya, para pengusaha selalu menggunakan formula act (bertindak), learn (belajar), build (bangun), dan repeat (ulangi).

Bagi Anda yang pernah melihat seorang pengusaha terjun ke bisnis yang serba tidak pasti, itu bukan karena dirinya tak mempunyai rencana apapun. Dia bertindak, belajar dari apa yang ditemukannya dan bertindak kembali.

2. Mengikuti kebutuhan konsumen

Menemukan gagasan merupakan hal yang mudah. Bukan tidak mungkin, Anda memunculkan banyak gagasan atau produk baru saat terdesak. Namun gagasan baru bisa tidak bernilai banyak jika hanya memiliki sedikit manfaat.

Di samping itu, tak ada jaminan ada yang mau langsung membeli gagasan baru Anda. Saat mulai memikirkan sesuatu, konsumen harus jadi prioritas.

Jika Anda memulainya dengan kebutuhan konsumen, meski produknya belum terwujud, Anda sudah punya pasar sendiri.

3. Jangan ingin kaya

Para pengusaha terbaik tidak menjadikan kekayaan sebagai tujuan awal. Kekayaan hanya dianggap sebagai produk atau hasil dari kerja kerasnya berbisnis.

Alasan Anda tidak boleh fokus pada kekayaan adalah karena ruang gerak akan terbatas dan tidak fokus pada konsumen. Selain itu, Anda juga akan kesulitan menemukan kebutuhan pasar.

4. Memasarkan dengan cara berbeda

Melakukan pemasaran memang seringkali dilakukan dengan banyak spekulasi. Saat yang lain pergi ke kanan, Anda akan mencoba langkah ke kiri.

Memulai hal yang baru memang berisiko, tapi bertaruh dan mencoba cara yang berbeda bisa jadi jalan menuju keberuntungan.

Namun dalam mencoba hal tersebut, Anda harus menentukan waktu dan tempat yang tepat. Berspekulasi juga harus diiringi dengan langkah-langkah yang realistis dan tidak ceroboh terlebih dalam memasarkan produk.

5. Tidak langsung mulai dengan dana besar

Mendanai perusahaan merupakan hal terparah yang seringkali gagal dipahami para pemula bisnis. Langsung memulai usaha dengan modal besar merupakan langkah yang kurang tepat.

Meski memang benar, bisnis tersebut bisa membuat orang lain terpukau tapi hanya berlaku dalam jangka pendek. Mengambil langkah kecil saat memulai usaha bisa membantu Anda memperoleh keuntungan besar nantinya.

6. Membangun tim

Pendiri perusahaan harus berani mendelegasikan sebagian tugas pada karyawannya. Satu orang tak bisa melakukan berbagai hal yang bisa membuat bisnis jadi besar.

Tanpa tim kerja, perusahaan Anda tak bisa bergerak cepat karena semuanya harus melalui keputusan satu orang.

7. Para pengusaha sukses bermain dengan kekuatannya

Para pengusaha sukses adalah mereka yang berani menerima kekalahannya dan memuji serta memanfaatkan kekuatannya untuk berbisnis. Tindakan tersebut dapat membuatnya berkonsentrasi pada upaya-upaya terbaik yang bisa dilakukan.

Para pengusaha sukses tak akan terlalu sedih dengan segala kekurangannya. Hal ini mengingat dimana ada inovasi di situ ada pemimpi dan eksekutor mimpi saat seseorang bisa mengubahnya menjadi kenyataan.

8. Mengubah hambatan menjadi aset

Ungkapan mati satu tumbuh seribu memang terdengar klasik bahkan sebagian menganggapnya kuno. Namun para pengusaha sukses menerimanya sebagai suatu kebenaran. Apapun hambatannyam para pengusaha sukses selalu mampu mengubahnya menjadi jalan menuju keberhasilan.

Menerima segala hambatan sebagai aset yang berharga bisa membuat bisnis Anda semakin lancar. Hal ini karena Anda akan fokus pada masalah dan berupaya mengatasinya, bukan menghindarinya seperti yang biasa dilakukan banyak orang.

Mengatasi masalah hingga ke akarnya bisa membuat Anda melahirkan produk baru bahkan memperoleh pembelian dalam jumlah besar. 

Sabtu, 15 Desember 2018

TIPS ESES MEMANCING LAHIRNYA GAGASAN HEBAT




Tips dari ESES yang bisa membuat Anda memancing lahirnya berbagai gagasan hebat:

1. Sering melakukan observasi

Ide cemerlang tak akan datang dengan berdiam diri. Anda harus melatih otak untuk berpikir secara kreatif.

Buat jadwal khusus untuk menstimulasi otak Anda untuk berpikir dengan cara yang berbeda. Anda bisa mengamati orang yang tengah berlalu lalang, sikapnya atau kecenderungan yang muncul. Melihatnya akan menghadirkan perspektif dan cara berpikir baru. Hal tersebut bisa memancing berbagai ide baru untuk berbisnis.

2. Banyak bergaul

Jalan-jalan dengan teman atau rekan kerja bisa membuat pola pikir Anda berbeda. Tak hanya itu, Anda juga bisa memanfaatkan jejaring sosial untuk menambah teman bicara.

Orang-orang baru tak mengenali Anda secara mendalam. Anda pun harus berpikir kembali untuk menceritakannya secara singkat dan jelas.  Kegiatan sederhana ini bisa memancing dan melatih Anda berpikir rinci. Tentu saja, kebiasaan ini dapat melahirkan berbagai gagasan bisnis yang kreatif.

3. Sering membaca buku

Bukan hal yang asing lagi, buku merupakan cara hebat untuk menciptakan berbagai pikiran baru dan menstimulasi munculnya sejumlah inovasi.

Membaca buku bisnis atau kisah pengusaha sukses dapat mengaktifkan kemampuan kreatifitas Anda dengan lebih baik. Berbagai pikiran kreatif akan mucul sebagai gagasan bisnis yang cemerlang.

4. Rajin mengeksplorasi situs internet

Google memang terkenal memberikan berbagai informasi pada sebagian besar pengguna internet di dunia. Namun jika Anda ingin mendapat gagasan bisnis tak terduga, Anda bisa berpetualang di dunia internet. Dengan begitu, banyak hal dapat ditemukan untuk menstimulasi lahirnya berbagai ide brilian.

5. Membuat catatan harian

Merekam isi pikiran, perasaan dan pengalaman hidup, paling baik dilakukan dengan mencatat. Kebiasaan menulis seperti ini juga merupakan cara hebat untuk memancing berbagai ide brilian. Jika Anda belum memilikinya, belum terlambat untuk memulainya saat ini.

6. Meditasi/Berfikir tenang

Mendapatkan ide cemerlang saat pikiran sedang kacau tentu sangat sulit. Anda butuh waktu untuk sendiri. Meditasi sejenak bisa membantu Anda menjernihkan pikiran dari bisnis dan tekanan harian yang Anda terima.

Dengan bermeditasi Anda bisa menyelesaikan berbagai persoalan dengan lebih tenang. Dua jam setiap minggu bisa membuat berbagai ide hebat mengalir di pikiran Anda.

7. Olahraga teratur

Kreativitas lahir dari berbagai kegiatan terstruktur. Olahraga ringan dapat membantu Anda untuk lebih berkonsentrasi. Dengan lebih fokus, Anda bisa menghasilkan ide-ide cemerlang.

TANDA BISNIS ESES HEBAT








Berikut empat pertanda yang bisa kita jadikan acuan untuk mengetahui apakah ide bisnis kita ESES cukup hebat.

1. Menjangkau pasar yang luas atau pasar yang berlipat.

Ide bisnis bisa dikatakan hebat apabila pasarnya bisa dengan mudah diidentifikasi dan diukur. Menurut Shermak, ide bisnis dibilang hebat jika pemilik ide bisa menggambarkan demografi pasar dan jumlah pasar cukup besar untuk menghasilkan uang.

Ciri lain dari ide bisnis yang hebat adalah produk atau layanan bisnis bisa berlaku di pasar lainnya. Misalnya, jika sebuah bisnis bisa sukses di pasar Jakarta, maka bisa juga sukses di pasar Makassar.

2. Berkembang dan menyebar dengan cepat dan mudah.

Wade Gilchrist, konsultan startup dan host TechStartRadio, menilai bahwa ide bisnis yang membutuhkan waktu satu tahun atau lebih untuk berkembang bukan termasuk ide bisnis yang baik.

Hal ini karena lanskap teknologi masa kini berubah dengan cepat sehingga peluang tidak bisa bertahan dalam waktu lama. Ada pun ide bisnis yang mudah berkembang biasanya berupa consumer product karena dibutuhkan dan mudah didapat oleh masyarakat.

3. Hasrat.

Ciri lain ide bisnis yang hebat adalah kita sebagai pelaku bisnis memiliki hasrat atau passion dalam mengerjakannya. Hasrat menjadi salah satu kunci kesuksesan sebuah bisnis. Hasratlah yang dibutuhkan pada tahap awal bisnis untuk bisa melangkah lebih jauh.

4. Mampu bersaing.

Menurut Shermak keberadaan kompetitor sebenarnya pertanda bahwa sebuah ide bisnis merupakan ide bisnis yang baik. Keberadaan kompetitor bisa jadi menandakan bahwa pasar sebuah bisnis tersedia luas. Hanya saja yang menjadi kunci di sini adalah eksekusi, bagaimana sebuah bisnis bisa berjalan dengan adanya kompetitor.

PEGANGAN PARA MILIARDER ESES



Tujuh fakta bisnis yang selalu menjadi pegangan para miliarder ESES , berikut ini.

1. Menyadari kekuatan

Anehnya, sebagian besar orang bisnis tidak tahu fakta dan sosok mereka. Anda harus tahu harga dan dimensi dari segala sesuatu yang Anda tawarkan. Jika Anda mem-branding diri sebagai ahli, Anda harus siap memiliki pengetahuan yang mengesankan tentang industri Anda. Sangat mudah untuk belajar sendiri tentang segala sesuatu yang Anda tawarkan.


2. Memanfaatkan alat yang ada

Banyak miliarder yang memiliki alat yang tepat untuk menjalankan bisnisnya. Namun, mereka perlu belajar bagaimana menggunakannya dengan sempurna. Mereka tidak perlu tahu segala sesuatu tentang alat dan sejarahnya; yang perlu diketahui hanya bagaimana menggunakannya. Ketika seorang miliarder mampu membuat kliennya terkesan dengan alat-alat yang sudah dikuasainya, dia tinggal menunggu uang masuk ke rekeningnya.


3. Menghargai waktu

Miliarder tahu bagaimana memanfaatkan dan menghargai waktunya dengan melakukan kontrol jadwal. Jika Anda selalu terlambat dengan layanan yang Anda tawarkan, Anda tidak memiliki hak untuk meningkatkan bisnis. Sebaliknya, mereka yang menguasai waktu akan memiliki kekuatan untuk melayani semua klien dengan ketekunan maksimal.


4. Tahu mengarahkan energi

Seorang pelayan menyombongkan diri dengan mengatakan dia yang paling cepat dan paling banyak mendapatkan uang. Namun seorang miliarder akan mengatakan orang semacam ini sesungguhnya menipu dirinya sendiri. Dia berpikir bahwa berjalan bolak-balik agar terlihat sibuk dan membuatnya mendapatkan lebih banyak uang bisa menjadikannya miliarder. Meskipun muda, dia kehabisan tenaga setiap malam karena energi salah arahnya. Hal ini membuatnya terlihat ceroboh. Bekerja lebih keras tidak akan pernah mengalahkan bekerja secara cerdas.


5. Mengenal para personil

Mengetahui personil Anda dapat membantu menciptakan bisnis yang sempurna. Jika Anda memiliki orang yang tepat selaras dengan model bisnis Anda, Anda tidak akan terbendung. Setiap area dalam bisnis Anda menuntut keahlian dan Anda harus menempatkan orang-orang terbaik di area tersebut. Jika mampu, gaji mereka dengan bayaran tinggi, jangan sampai mereka meninggalkan Anda tiba-tiba.


6. Mengetahui fungsi uang

Ketika mengetahui fungsi uang, Anda harus menumbuhkannya. Anda harus tahu persis berapa banyak yang Anda peroleh, habiskan, dan simpan. Anda harus selalu berusaha untuk memiliki surplus pada akhir setiap bulan. Jika Anda melakukannya, keuntungan Anda akan meningkat dalam jumlah yang tak terhitung. Mengetahui urusan keuangan Anda adalah cara yang paling pasti untuk menjadi kaya.


7. Mengenal para pelanggan

Sebagai pengusaha, bos yang sebenarnya adalah pelanggan Anda. Mereka membayar Anda. Bahkan, semua uang yang pernah Anda terima akan datang dari orang lain, jadi Anda memperlakukan mereka lebih baik. Memastikan bahwa pelanggan Anda puas harus menjadi prioritas tertinggi Anda. Ini adalah elemen sederhana yang harus diketahui jika Anda ingin sukses dalam bisnis. Tidak peduli apa industri Anda, mengenal pelanggan Anda adalah yang terbaik dan paling efektif untuk meningkatkan bisnis Anda

Jumat, 14 Desember 2018

HAL YANG DIREMEHKAN

Guru Saminja Upa berkata: "Bukan "Barang bermerek" yang membuat seseorang menjadi terkenal, melainkan "7 Hal" yang diremehkan 90% orang":

1. Karakter yang baik adalah "merek" terbaik dalam hidupmu.
Orang yang memiliki karakter baik akan jauh lebih dikenal daripada mereka yang hanya menggunakan barang-barang bermerek
Untuk memiliki karakter yang baik tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun!
Kamu hanya perlu memperbaiki emosi kamu, memperbaiki kualitas diri, berpikir positif, dan memperkaya batin.
Maka semua perkataan, sikap, dan perilaku kamu akan berubah menjadi baik.

2. Jangan memperdulikan orang lain secara berlebihan dan jangan terlalu mengurusi urusan orang lain.
Di dunia ini, akan selalu ada orang yang membuatmu sedih, cemburu, dan marah
Namun itu sebenarnya bukan karena mereka yang jahat, tapi karena kamu yang terlalu mengambil hati atas omongan, sikap, dan perilaku mereka.
Untuk memiliki hidup yang tenang, maka pertama-tama harus belajar untuk tidak ambil pusing.
Kalau kamu tidak ambil pusing dengan apa mereka katakan atau lakukan, maka kamu tidak akan merasa tersakiti.
Kalau kamu tidak ambil pusing, maka kamu tidak akan merasa marah.
Sekalinya kamu menyimpan dendam karena perkataan atau perbuatan buruk mereka padamu, kamu sudah kalah.
Orang yang tidak ambil pusing, selamanya tidak akan terkalahkan.

3. Orang yang hidupnya "cuek", mudah merasa bahagia, sedangkan orang yang hidupnya terlalu waspada, mudah merasa khawatir.
Ini karena orang yang waspada selalu melihat kenyataan
Semakin melihat kenyataan, maka akan semakin khawatir.
Sedangkan orang yang hidupnya "cuek"
Walaupun mungkin dalam keadaan hidup yg sederhana dan sulit, namun akan lebih terasa lebih bermakna.

4. Untuk menjadi orang yang berpengaruh, harus memiliki karakter yang kuat.
Orang yang memiliki karakter kuat, nada suaranya tegas, sifatnya tidak sombong, tidak memaksakan kehendaknya, elegan, tenang, dan sederhana.

Orang yang memiliki karakter kuat, dapat berperan dengan baik dalam kelompok dan melakukan tanggung jawabnya dengan serius.
Dia tidak akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan ketenaran dan keuntungan.
Mereka bisa membuat dunia lebih terang walaupun suatu saat terpuruk sekalipun.  Namun dengan karakternya yang kuat, mereka akan bisa bangkit dengan mudah.

5. Nasihat hidup
Walaupun jalan panjang dan berliku, namun jika dijalani selangkah demi selangkah dengan pantang menyerah pasti akan tiba di garis akhir.

Walaupun jalan pendek dan lurus, jika kamu tidak mulai melangkah, tetap tidak akan tiba di garis akhir.

Jangan menjadikan masalahmu di hari kemarin menjadi batu sandunganmu di hari ini.

Orang yang mengikuti jalan orang lain adalah orang yang meremehkan kemampuannya sendiri.

Keserakahan adalah kemiskinan yang paling hebat, sedangkan bersyukur adalah kekayaan yang paling nyata.

Setelah merasakan dingin, baru tahu apa artinya kehangatan matahari.

Orang-orang yang sudah mengalami kesulitan dalam hidup baru bisa memahami betapa berharganya hidup.

6. Jadilah sabar dan tekun
Hilangkan ketidaksabaranmu, kurangi kemalasanmu.
Ubahlah sifatmu yang mudah marah dan tidak tahan godaan.
Cungkillah matamu yang mudah tertarik pada apapun.
Jahitlah mulutmu yang suka membicarakan aib orang lain (bergunjing).
Lakukanlah apa yang harus kamu lakukan dengan tenang
Bekerjalah dengan keras jika itu memang harus.

7. Kekasih adalah jalan, teman adalah pohon
Hidup perlu memilih jalan yang benar dengan banyak pohon di sampingnya.

Saat banyak uang jangan sampai tersesat, saat tidak punya uang bersandarlah pada pohon.

Saat bahagia jangan lupakan jalan, saat beristirahat bernaunglah di bawah pohon.

Semoga Bermanfaat 🙏🏻

KE LUAR SAMA DENGAN KELUAR


Sebagai seorang yang punya ketertarikan terhadap dunia bahasa, ada rasa tertantang untuk memecahkan masalah yang oleh sebagian orang mungkin sudah dianggap lelucon dan dianggap tidak akan ditemukannya jawaban yang memuaskan .

Untuk mulai menemukan jawabannya, pertama  telaah terlebih dulu isi pertanyaannya dan apa yang diinginkan oleh pertanyaan . Jika sudah di telaah pertanyaan di atas, maka yang menjadi inti pertanyaannya adalah kalimat Keluar itu ke mana. Sedangkan kalimat-kalimat sebelumnya adalah premis yang membangun pertanyaan tersebut.

Jika di bedah premis-premis tersebut, maka akan ditemukan bahwa premis itu terdiri dari sebuah verba (kata kerja) yang dipasangkan dengan frasa preposisional yang menunjukkan arah atau tempat yang biasa dituju oleh verba tsb. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar yang ada:

’Naik’ adalah verba, pasangannya adalah frasa ‘ke atas’ karena arah yang dituju oleh sesuatu yang naik biasanya adalah arah yang lebih atas dari tempat awalnya. ‘Masuk’ adalah verba, pasangannya adalah frasa ‘ke dalam’ karena tempat yang dituju oleh sesuatu yang masuk adalah bagian dalam suatu ruangan.

Hasil telaah tersebut memberikan  kesimpulan bahwa apa yang diinginkan oleh pertanyaan tersebut adalah pasangan dari verba ‘keluar’, dan ia haruslah berbentuk frasa preposisonal yang diwali oleh prepososisi ‘ke-‘ yang menunjukkan arah atau tempat yang biasa dituju oleh sesuatu yang keluar.

Kesimpulan sekarang, bahwa jawaban dari pertanyaan tersebut adalah ‘Ke luar’. Tidak memuaskan? Ya, bisa jadi! Lalu mengapa harus buang-buang waktu untuk membedah ini itu kalau jawabannya cuma begitu! Itu kan tidak menjawab pertanyaaan dan malah mengulangi pertanyaannya!

Tunggu dulu! Perlu di garis bawahi bahwa ada perbedaan antara ‘keluar’ dan ‘ke luar’.

‘Keluar’ adalah verba sedangkan ‘ke luar’ adalah frasa preposisional. Karenanya, penulisan pun bebeda. ‘Keluar’ sebagai verba ditulis serangkai, sedangkan ‘ke luar’ di tulis terpisah antara ‘ke’ dan ‘luar’. ‘Ke luar’ adalah frasa prepoposional yang terdiri dari preposisi ke- dan kata luar.

Mengapa jawabannya adalah ‘Ke luar’? Karena arah/tempat yang dituju oleh sesuatu yang keluar adalah bagian luar dari sebuah ruangan.

DETEKSI KESOMBONGAN DIRI KITA



SOMBONG adalah PENYAKIT yang sering menghinggapi kita semua. Siapa saja dan apapun status ataupun jabatan kita.

★ Ditingkat Satu

SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR MATERI, dimana kita merasa,
Lebih kaya,
Lebih berkuasa,
Lebih tinggi jabatan,
Lebih rupawan, dan
Lebih terhormat daripada orang lain.

★★ Ditingkat ke Dua

SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR KECERDASAN, kita merasa,
Lebih rajin,
Lebih pintar,
Lebih kompeten,
Lebih berpengalaman,
Lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

★★★ Ditingkat ke Tiga

SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR KEBAIKAN, kita sering menganggap diri,
Lebih bermoral,
Lebih pemurah,
Lebih banyak amalnya,
Lebih bersemangat berjuang dan beribadah,
Lebih banyak kontribusinya untuk umat.
Lebih besar dari orang lain berdasarkan apa yang sudah dicapai, seraya meremehkan orang lain dengan menganggapnya orang kecil.
Lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik, Semakin TINGGI TINGKAT KESOMBONGAN kita, semakin sulit pula kita mendeteksinya.

SOMBONG karena MATERI mudah terlihat. Namun, SOMBONG karena PENGETAHUAN, apalagi SOMBONG karena KEBAIKAN, SULIT TERDETEKSI. Karena, seringkali hanya berbentuk benih-benih halus didalam bathin kita.

Cobalah setiap hari, kita INTROSPEKSI diri kita. Kadang kita butuh orang lain untuk mengintropeksi diri, kita butuh kritikan dan masukan orang lain. Sadarilah, bahwa setiap hal yang baik dan yang bisa kita lakukan hendaklah kita banyak-banyak bersyukur supaya kita tidak menjadi buta dengan kepongahan dan kesombongan itu sendiri.

KESOMBONGAN hanya akan membawa kita pada KEJATUHAN yang semakin dalam, dan disamping itu KESOMBONGAN juga tidak disukai baik oleh PENGHUNI BUMI maupun PENGHUNI LANGIT.

Tetaplah BERSABAR dan RENDAH HATI. Sebab, kadang orang yang kita hadapi ternyata lebih hebat dari kita.

Semoga Bermanfaat.
Silahkan dibagikan, jika bermanfaat!

Selasa, 11 Desember 2018

AKTIVIS YANG TAK LAGI KRITIS


Mahasiswa, siapa yang tidak  dengan kenal mahasisawa?

Secara pengertian singkat mahasisawa adalah orang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Di Indonesia jenjang pendidikan umum di kelompokkan dalam empat kelas yang pertama SD/MI (sekolah dasar), SMP/MTS (sekolah menegah pertama), SMA/MA (sekolah menengah akhir), dan terakhir UNIVERSITAS (secara gampang biasanya orang menyebut kampus).

Dan ada juga julukan-julukan yang di berikan masyarakat pada seseorang yang sedang menempuh pendidikan di jenjang-jenjang tertentu.

Contohnya saja bagi orang yang sedang menempuh pendidikan di SD,SMP,MA biasanya orang menjulukinya dengan siswa, dan bagi pelajar yang sedang menempuh pendidikan di kampus orang biasanya memanggilnya dengan sabutan mahasiswa.

Mahasiswa dikenal sebagai  agent of change ( Generasi Perubahan ),  Social Control ( Generasi Pengontrol ), Iron Stock( Generasi Penerus ), Moral Force( Gerakan Moral ) ,dan semacamnya.

Mahasiswa dikenal oleh masyarakat secar luas karena mahasiswa banyak melakukan pengabdian dan membuat perubahan di lingkungannya. Bahkan dulu mahasiswa sangat berperan dalam menjaga stabilitas politik Indonesia.

Sebelum penulis masuk kampus,  penulis membayangkan bahwa mahasiswa adalah orang yang serba bisa dan serba tahu lebih-lebih yang aktif dalam organisasi, dan mahasiswa adalah orang yang sangat tajam dalam hal pemikiran.

 Tapiapi setelah penulis merasakan juga pendidikan di kampus, ternyata mahasiswa yang bagi penulis berbeda jauh dengan fakta yang ada di lapangan, walau tak semua mahasiswa seperti penulis temukan,  tapi hampir 80% mahasiswa yang pernah penulis temui tak seperti bayangan penulis sebelum masuk kampus.

Menurut hemat penulis, mahasiswa kini sangat jauh ketimbang mahasiswa tempo dulu, termasuk penulis sendiri mengakui bahwa tak bisa sama seperti mahasiswa dulu. Mahasiwa sekarang lebih mementingkan kepentingan sendiri dari pada pengabdian kepada masyarakat dan juga kebanyakan mahasiswa kini tak peduli dengan keadaan kampus.

Mereka acuh tak acuh terhadap kebijakan pihak kampus walau kebijakan tersebut mencekik mereka sendiri. Mereka lebih sibuk memikirkan nilai, IP dan semacamnya .

Padahal lebih banyak hal lain yang lebih penting dari pada itu. Dan mahasiswa sekarang layaknya seperti para siswa-siswa yang sedang menempuh pendidikan di SMP/SMA , dan mahasiswa masa kini labih terpengaruh westernisasi,  mereka lebih memerhatikan fasion, food . mereka sudah tak peka lagi terhadap keadaan sosial di sekitar nya.

Sungguh sangat di sayangkan para mahasiswa dan aktifis yang dulunya terkenal sangat kritis lebih-lebih kepada kebijakan orang atas yang tak memihak pada golongan bawah.

Mungkin ada beberapa faktor yang mendalangi kenapa mahasiswa dan aktivis sekarang tidak lagi kritis. Salah satunya perkembangan jaman yang sangat kompleks ini membuat para mahasiswa terjerat pada arus globalisasi yang orientasi nya pada kesenangan belaka.

Sungguh sangat di sayangkan jika mahasiwa tetap seperti itu ? bagai manakah nasib bangsa ini kedepannya, karena seperti yang kita ketahui bahwa kampus adalah miniatur Negara. Sedangkan mahasiswanya sudah tak perduli lagi terhadap keadaan kampusnya.

Marik kita berpikir bersama untuk Indonesia lebih baik.
Salam pergerakan.

Sabtu, 08 Desember 2018

TIDAK ADA KATA GAGAL



Ingatkanlah kamu, bahwa ketika kamu sudah bekerja keras dan optimal dengan segala kemampuan pun telah kamu gerakkan dengan tulus dari jiwa dan hatimu maka pengakuan dan penilaian orang lain tidak lagi penting.

Orang lain mau hargai itu atau tidak? Orang lain mau akui kerjamu itu sebagai prestasi dan keberhasilan atau bukan? Adalah tidak penting, persetan dengan penilaian orang lain! Tidak penting lagi kata gagal itu. Kamu harud yakin ada Allah SWT yang tahu apa yang terbaik untukmu. 

TIDAK SEMUA LUKA MEMBAHAYAKAN MU


Kalau kelakuan orang menyakitimu dan kamu tetap merasa tidak salah dan itu adalah bagian dari pen-zaliman pada dirimu maka segeralah kamu cari jalan keluar. Cari perisai dan perlindungan yang tepat agar luka yang ada jangan menjadi makin terbuka dan parah bagimu!

Selanjutnya simak dan teliti lebih dalam kalau luka dari pen-zaliman itu tidaklah terlalu dalam dan mungkin tidak mematikanmu, jangan membalasnya dengan kematian karena tidak semua pen-zaliman dan perlakuan menyakitkan itu menjadi luka yang berbahaya. Mungkin saja Tuhan menyimpan hikmah di balik itu. Ingat, semua perbuatan zalim dan melukai orang lain akan dibalas oleh Allah.


Jumat, 07 Desember 2018

JANGAN PAMPIDOKANG


BICARA soal kesuksesan pemimpin, cakupannya sangat luas. Kesuksesan pemimpin bisa mengenai kesuksesan pencapaian target, performance team yang tinggi, sukses mengubah kultur perusahaan dan sebagainya.

Selama kita menjadi pemimpin, bagaimanakah hidup kita sehari-hari? Inilah sebuah pertanyaan penting bagi pemimpin. Berapa lamakah pekerjaan kita bisa tinggalkan? Sehari? Atau lebih lama dari itu? Apakah saat kita tinggalkan tidak ada yang berubah?

Perfomance team tetap tinggi, target bulanan tembus, pekerjaan teratur dan kinerja bagus? Atau ketika kita tinggalkan maka kita semakin deg-degan, tidak bisa tidur, ragu dengan kinerja tim kita dan penuh kekhawatiran? Atau kita mencoba untuk santai tetapi telepon kita berdering terus karena tim tidak dapat mengambil keputusan, dan membutuhkan arahan dan bimbingan dari kita?

Jika yang terakhir kita hadapi maka kita belumlah pemimpin yang sukses. Pemimpin yang sukses bisa tidur tenang dan berlibur lama. Sementara pekerjaan di kantor tetap beres dikerjakan orang-orang yang kita pimpin.

Di manakah letaknya kesalahan pemimpin jika demikian Ketidakmampuan mendewasakan tim, kegagalan mendelegasikan pekerjaan dengan baik akan berujung mimpi buruk. Pendelegasikan pekerjaan merupakan sesuatu yang menarik untuk dipelajari karena menyangkut ketenangan hidup kita.

Hersey-Blanchard dalam Teori Situasional Leadership berpendapat pendelegasian merupakan tingkat yang tertinggi dalam kepemimpinan. Setiap tugas diperlukan suatu leadership style yang berbeda dan yang paling tinggi adalah ketika pemimpin mampu mendelegasikan sehingga walaupun minim kontrol, pekerjaan dapat berjalan.

Mendegelasikan artinya suatu tindakan untuk memberikan otoritas kepada orang lain atau mempercayakan tugas kepada orang  yang dapat bertanggung jawab. Ketika kita mampu mendelegasikan suatu pekerjaan dengan baik maka berarti efektivitas kita sebagai pemimpin bertambah.

Ada beberapa kiat sukses dalam mendelegasikan pekerjaan. Salah satunya tidak “pampidokang”.dalam Bahasa Makassar, “pampidokang” diartikan sebagai orang yang terlalu banyak mencampuri pekerjaan-pekerjaan atau urusan orang lain dalam dunia manajemen, sikap “pampidokang” sedapat mungkin harus dihindari. Kalaulah hal itu bukan urusan  dan kewenangan kita, tidak usah dicampuri. Beri kesempatan kepada orang lain yang memang berwewenang.

Mengenai pemaknaan “pampidokang”, bisa juga didekatkan pada orang-orang atau pemimpin yang tidak PeDe, tidak percaya diri, biasanya justru intelektualnya rendah, maunya dibilang hebat, maunya diakui hanya dirinya yang hebat, sehingga semuanya urusan mau diurus sendiri.

Oleh karena itu, pemimpin tidak boleh “pampidokang” yang maunya mengurusi sendiri semuanya- sebab, pemimpin itu harus mampu mendelegasikan tanggung jawab pada semua pihak sesuai tugas dan tanggung jawab pada semua pihak sesuai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Kamis, 06 Desember 2018

DILARANG MISKIN


Kalau hari ini  kita tidak merasa optimis memandang masa depan itu merupakan pemikiran yang salah, karena kehidupan di dunia sudah sangat maju dan fasilitas teknologi telah memberikan ruang untuk tidak menjadi miskin.

Masa depan kita tidak boleh menganggur apalagi miskin, karena era kita sudah difasilitasi oleh teknologi dan modernisasi, itu artinya peluang kerja kita dibuka luas.

Dan kita tidak mungkin bisa menjadi orang sukses jika sebelumnya tidak berdarah-darah dalam berusaha dan berjuang dalam mencapai misi hidup. Karena kita tidak mungkin bisa menjadi orang sukses jika tidak menerobos tantangan hidup.