Selasa, 18 Agustus 2015

MENJADI PEMBICARA YANG BAIK



Lihatlah disekeliling kita, banyak sekali orang maupun kaum yang tinggi peradabannya karena mulut, dan tidak sedikit pula yang hancur luluh lantak karena mulutnya juga.
Lalu, bagaimana cara agar kita menjadi pembicara yang baik? Pembicara yang selalu mengutamakan perkataan yang benar walaupun itu pahit, pembicara yang berbicara ada dasarnya (Al-Qur’an, Al-Hadits, Ilmu Pengetahuan), pembicara yang saat tahu ia benar ia tidak takut dicemooh oleh orang-orang yang salah.
Jadi, inilah kiat-kiat dari saya untuk menjadi pembicara yang baik, diantaranya:
1.  Jika ingin berbicara suatu ilmu, maka pelajarilah dahulu sebelum memberitahukannya kepada orang lain. Atau dengan kata lain, pelajari sebelum menyebarkan ke orang banyak. Agar tidak terjadi kesalahan fatal.
2.   Selalu berdo’a kepada Allah Yang Maha Kuasa, semoga terhindar dari perkataan yang bodoh dan sia-sia.
3.  Berkata jika mempunyai data terhadap hal yang ingin dibicarakan. jangan taklid buta (hanya membaca satu referensi) atau ikut-ikutan, tetapi gali lah lagi dari sumber-sumber terpercaya lainnya. Jika usdah menguasai, sampaikan.
4.  Biasakan untuk menjadi pendengar yang baik. karena pembicara yang baik adalah pendengar yang baik juga. Jangan berbicara sebelum selesai mendengar.
5.  Jangan pernah gugup untuk berbicara tentang kebenaran.
Itulah 5 hal dari saya untuk Anda agar menjadi Pembicara yang baik. Tidaklah semudah menuang air dalam menjadi Pembicara yang baik, butuh kejujuran, ilmu yang cukup, serta data-data yang akurat untuk menyampaikan sebuah informasi.

Langkah pertama



Tiada satupun manusia di dunia ini yang mempunyai tempuhan perjalanan hidup semudah menggelindingkan roda di bidang miring. Tiada satupun manusia yang benar-benar hidup dalam kebahagian kecuali sudah benar imannya.
Semua akan berawal pada langkah pertama. Ketika manusia menginjakkan kaki di langkah pertama, itulah kali pertama Ia akan menentukan pilihan hidupnya untuk langkah menuju pijakan selanjutnya. Langkah yang memulai dan menentukan awal perjalanan tiap-tiap manusia.
Setiap manusia tentunya memiliki langkah yang berbeda-beda. Dan hanya satu hal yang bisa membuat langkah pertama dan yang terakhir pada tiap-tiap manusia sama; yakni iman.
Tidak dipungkiri lagi, langkah pada pijakan yang pertama ini kadangkala harus diambil secara nekat. Biasanya, orang-orang sentimen akan berhadapan dengan kita pada langkah pertama ini, hingga Ia membuat kita membatalkan langkah menuju pijakan yang kedua.
Manusia yang kuat tentu saja tidak akan peduli dengan semua ucapan dan cemoohan manusia-manusia sentimen itu. Baginya, cacian dan cemoohan itu bagaikan lemparan bola tenis di dalam dadanya. Semakin keras ia dibanting, maka akan semakin tinggi pantulannya. Begitu pula dengan dirinya, semakin banyak cacian dan cercaan yang menimpanya, Ia akan menjadi kuat, dan semakin kuat. Karena baginya, perkataan manusia-manusia sentimen itu hanya ada dua kemungkinan: Kritikan dan omong kosong.
Ketika perkataan tersebut berupa kritikan, maka manusia kuat ini akan mengumpulkan kritikan-kritikan tersebut untuk memperbaiki dirinya menjadi hamba Tuhan yang  semakin baik. Dan jika perkataan tersebut berupa omong kosong, maka manusia kuat ini akan beranggapan itu hanyalah angin yang lalu-lalang di telinganya, menghembus begitu deras, begitu cepat.
Kita bisa menilik banyak sejarah, di mana manusia-manusia kuat,  nekat, dan pemberani yang sangat tegas menapakkan kakinya pada pijakan pertama ini menerima banyak hujatan dan kesusahan yang bertubi-tubi menyerang mereka layaknya ‘meteor shower’. Alhasil, pada langkah pertama inilah pembuktian kekuatan iman mereka dan disinilah mereka diuji oleh Allah.
Ketika manusia tegar dan kuat menghadapi hujatan dan kesusahan-kesusahan tersebut, maka ia dapat menuju pijakan selanjutnya. begitupun sebaliknya, apabila ia tidak bersabar dalam menghadapi hujatan dan kesusahan-kesusahan itu, bukan tidak mungkin ia akan berbalik arah dan membatalkan langkah pertamanya.
Sungguh, di dunia ini tiada hal yang mudah kecuali menjadi orang ‘biasa’. Menjadi orang ‘biasa’ adalah salah satu hal yang paling mudah, atau bisa kita sebut mereka adalah manusia-manusia yang lebih memilih “EASY PATH”. Coba lihat orang-orang istimewa, mereka lebih memilih “HAL YANG TIDAK BIASA” dilakukan orang lain pada umumnya. Sehingga sejarah pun dapat mengenang mereka. Mereka sudah tiada, tetapi nama-nama mereka masih terus disebut, bahkan hingga kini.
Begitu pentingnya pijakan pertama ini, karena pijakan/langkah pertama inilah yang akan membawa kita menuju jalan-jalan selanjutnya. pilih mana? EASY PATH atau EXPERT PATH. Semua tergantung pilihan Anda. Semua ada konsekuensinya, semuanya mempunyai ‘cause and effect’.

Tips Sukses Menjalankan Usaha Katering.

1.  Menyiapkan Modal 
Modal merupakan hal pertama yang harus anda siapkan untuk membuka usaha katering ini. Apabila anda hanya memiliki sedikit modal untuk dapat membuka usaha katering anda, anda bisa menyiasatinya dengan menggunakan alat – alat dapur yang sudah anda miliki di rumah. Untuk modal awal bisnis katering, umumnya dengan modal sebesar Rp. 2.000.000 sudah bisa membantu anda untuk membuka usaha katering. Sedangkan untuk mengmebangkan usaha yang anda miliki, anda dapat memanfaatkan modal dari keuntungan yang anda dapatkan selama bisnis katering anda berlangsung.
2    2. Meningkatkan Pengetahuan
Anda harus mengetahui betul mengenai berbagai macam informasi mengenai jenis – jenis masakan yang saat ini banyak di minati dan di gemari oleh masyarakat. Anda bisa menambah informasi tersebut dari internet, pengalam seseorang ataupun buku – buku panduan kuliner.
  3. Menyiapkan Mental Yang Kuat
Untuk dapat memulai sebuah usaha atau bisnis, anda harus berani menanggung apapun resiko di depan nanti. Buanglah jauh – jauh perasaan khawatir dan takut, sebab hal tersebut justru akan membuat anda tidak yakin untuk berhasil. Selalu fikirkan hal – hal yang positif dan yakinkan diri anda bahwa anda dapat membangun dan menjalankan usaha katering anda ini hingga sukses.
4   4. Kualitas Masakan
Agar setiap pelanggan ataupun konsumen yang memesan katering di tempat anda puas, hal utama yang harus anda perhatikan adalah kualitas masakan yang anda olah. Usahakan untuk selalu menjaga kualitas makanan anda dengan selalu memilih bahan makanan yang segar, menjaga kebersihan dan menghindari berbagai macam bahan – bahan pengawet makanan yang dapat membahayakan kesehatan.
5   5. Pemasaran Dan Promosi
Untuk dapat memasarkan dan mempromosikan makanan anda, anda bisa memulainya dengan memberikan label kemasan di setiap makanan yang anda jual kepada konsumen, mempromosikan melalui jejaring sosial, melalui koran, leaflet, menyediakan kartu nama, ataupun melalui mulut ke mulut dari saudara , tetangga hingga kerabat yang anda miliki. Di dalam melakukan pemasaran bisnis anda, usahakan bahwa anda memiliki kepercayaan diri yang tinggi, sehingga para pelanggan tidak akan sungkan untuk membeli dan memesan makanan katering di tempat anda.
6     6. Harga
Sebagai pemula yang terjun ke dunia katering, sebaiknya anda jangan mematok harga yang terlalu tinggi dalam setiap makanan anda. Anda bisa memberikan promo di awal bagi setiap konsumen yang mmebeli di tempat anda, sehingga apabila makanan yang anda olah terbukti lezat, maka secara otomatis mereka akan kembali untuk membeli di tempat anda meskipun anda sudah menaikkan harga katering anda. Upayakan untuk memasang harga makanan anda seimbang dan mampu bersaing dengan harga katering di pasaran yang lainnya.

7 Hal Yang Diabaikan dalam Memulai Usaha Kuliner



Usaha kuliner memang sudah mewabah sejak lama di Indonesia. Banyak usahawan dan usahawati sudah mengenyam kesuksesan setelah menggeluti usaha kuliner dengan modal yang pas-pasan. Ini memang bukan membangun bisnis dalam satu malam, karena dibutuhkan waktu yang panjang dan kerja keras.
Meskipun demikian banyak hal penting yang sering diabaikan pengusaha kuliner, diantaranya:
1. Usaha Kuliner Berhubungan dengan Rasa
Secara otomatis, makanan enak akan selalu diburu orang. Namun yang perlu Anda ketahui adalah bagaimana membuat cita rasa makanan yang kamu jual selalu stabil dan tidak pernah berkurang meskipun usaha Anda sudah maju. Konon banyak usaha kuliner yang menurunkan kualitas cita rasanya saat mereka sudah maju.
2. Usaha Kuliner Berhubungan dengan Kesabaran
Jangan berpikir kalau Anda langsung untung besar saat pertama kali membuka usaha kuliner. Usaha ini berhubungan erat dengan kesabaran yang kamu miliki. Kamu harus siap saat makanan yang kamu jual tidak laku dan Anda akan mengalami kerugian berhari-hari. Yang paling penting, tidak boleh putus asa dan tetap menjalani usaha Anda dengan telaten.
3. Usaha Kuliner Berhubungan dengan Kebersihan dan Kerapian
Namanya juga usaha makanan, tidak heran kalau penyajiannya harus selalu menjaga kebersihan dan kerapian.  Tidak peduli dimana pun lokasi restoran atau tempat makan itu berada, Anda harus bisa meyakinkan tamu kalau usaha Anda itu higenis dan makanan yang disajikan tidak  akan membuat mereka sakit perut.
Pelayan yang rapi, bersih dan tidak berkeringat akan membuat pengunjung tersugesti kalau mereka berada di restoran yang tepat. Cara menghidangkan makanan yang tidak tumpah-tumpah juga akan mengisyaratkan kalau restoran itu cukup profesional.
4. Usaha Kuliner Berhubungan dengan Layanan
Pelayan yang selalu tersenyum dan ramah akan lebih disukai, meskipun makanannya bercita rasa pas-pasan. Sebaliknya, pelayan bermuka cemberut  akan menyebabkan makanan yang seharusnya enak menjadi hambar.

Makanan yang dihidangkan lebih cepat akan membuat pembeli senang, apalagi bila rasanya maknyosss. Jadi, usahakan memilih pelayan yang tepat untuk usaha kuliner Anda.
5. Usaha Kuliner tidak Harus Memiliki Modal Besar
Ini jelas tidak selalu benar. Anda bisa kok memulai usaha kuliner dari rumah, misalnya katering kecil-kecilan untuk teman yang mengadakan pesta. Bisa juga menyiapkan snack kotakan untuk acara kantoran. Promosi bisa dilakukan melalui media sosial seperti Facebook atau Path.
6. Usaha Kuliner itu Berhubungan dengan Kreatifitas
Usaha kuliner itu ibarat laboratorium dan Anda sebagai pihak yang melakukan percobaan. Be creative dengan menghasilkan makanan-makanan baru yang bercitarasa tinggi. Jangan Anda berpatokan terus menerus dengan makanan klasik yang rasanya itu-itu saja.
7. Usaha Kuliner yang Maju tidak Melulu Berhubungan dengan Lokasi
Tidaklah dipungkiri kalau lokasi memang menentukan majunya suatu usaha kuliner. Tetapi, Anda tidak perlu berpegang teguh dengan patron di atas karena itu tidak sepenuhnya benar. Banyak kok contoh usaha kuliner yang lokasinya tidak strategis namun selalu mendapat serbuan pengunjung.
Kunci dari kesuksesan itu sebenarnya adalah promosi, promosi, dan promosi selain cita rasa yang stabil. Anda juga bisa memberikan potongan diskon untuk makanan tertentu sehingga bisa menarik pengunjung.