Sabar dan ikhlas itu bagian dari iman. Tapi pasrah membisu saat dizalimi bukan ajaran.
Benar, kita hanya berusaha. Allah penentu segalanya. Tapi jangan jadikan takdir
sebagai tameng ketidakadilan.
Daun jatuh memang karena kehendak Allah. Tapi harga jatuh? Sering karena salah kelola, kebijakan tak berpihak, dan suara rakyat yang sengaja dibungkam.
Takdir Allah itu suci. Jangan dicemari oleh kelalaian dan kepentingan manusia.
Berdo'a itu wajib. Berusaha itu perintah. Menegakkan keadilan itu kewajiban.
Allah tidak menurunkan masalah. lalu menyuruh kita diam. Allah menurunkan akal, nurani,
dan keberanian untuk meluruskan yang timpang.
Ikhlas—ya. Diam terhadap ketidakadilan—
Tidak. π₯.
Leluhur Makassar selalu ingat kan,
π
“Akkareso kamma ata’, anganreko kamma Karaeng.”
Artinya:
π Bekerjalah seperti rakyat jelata—rendah hati, total, tanpa banyak tuntutan.
π Tapi hiduplah (makanlah) seperti Karaeng—bermartabat, pantas, dan terhormat.
Maknanya kurang lebih seperti ini:
Kerja: jangan manja, jangan pilih-pilih, jangan merasa tinggi. Kerja harus keras, jujur, dan ikhlas.
Hasil: jangan takut hidup layak. Keringat yang halal wajib berbuah kesejahteraan dan kehormatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar