Selasa, 18 Agustus 2015

Cara Membuat Barang Dagangan Anda Laku Keras



Berikut ini berbagai cara agar barang dagangan anda dapat laku keras di pasaran.
1.    Buatlah produk anda unik dan inovatif
Jika anda ingin agar produk anda laku keras di pasaran, usahakan agar produk itu tidak memiliki banyak kompetitor. Semakin unik dan inovatif akan semakin bagus. Namun harus tetap diperhatikan dari segi fungsi dan manfaat yang akan diperoleh konsumen. Jika hanya unik tapi tidak memberikan nilai tambah sama saja tidak menambah nilai jual.
2.    Produk menjadi kebutuhan konsumen
Konsep dasar dari sebuah bisnis adalah pemenuhan kebutuhan konsumen berupa produk. Jika anda berharap produk dapat laku keras di pasaran, maka pastikan bahwa produk ini dibutuhkan oleh konsumen. Hal ini juga akan menentukan target pasar yang akan anda bidik sesuai dari kebutuhan penggunaan produk.
Kebutuhan setiap konsumen pun berbeda-beda. Mereka akan cenderung menggunakan skala prioritas untuk menentukan barang atau jasa mana dulu yang akan dibeli. Dalam kondisi seperti ini anda bisa memanfaatkan kekuatan mempengaruhi psikologis konsumen.
3.    Tetapkan target pasar yang jelas dan spesifik
Penentuan target pasar sangat penting untuk mengefektifkan pemasaran yang dilakukan. Anda tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk memasarkan produk pada orang yang tidak tepat. Berikan penawaran hanya pada orang-orang yang menjadi target pasar anda. Jika perlu berikan pelayanan lebih apabila calon konsumen tersebut membeli dalam jumlah banyak.
4.    Mengikuti perkembangan zaman
Kebutuhan akan produk setiap waktu akan berkembang sesuai dengan gaya hidup dan tuntutan zaman. Misalkan saat ini sedang banyak penggunaan gedget canggih, maka trend pasar juga akan condong ke sana. Semakin anda bisa mengikuti perkembangan pasar, semakin besar kemungkinan produk dan layanan anda laku dengan keras.
5.    Lakukan stretegi marketing yang jitu
Penjualan tidak akan mencapai jumlah yang diinginkan jika tidak dilengkapi dengan strategi marketing yang baik. Perhatikan juga cara memperkenalkan produk kepada konsumen. Agar bisa laku keras di pasaran, konsumen harus mengetahui fungsi dan kegunaan produk anda. Selain itu juga kelebihan yang anda tawarkan dibandingkan produk lain yang serupa.
Tentunya tidak mudah menjual barang dagangan anda dalam waktu sekejap. Selalu pelajari perilaku pasar agar anda bisa melakukan penjualan dengan cara yang tepat dan efisien. Pada dasarnya setiap produk memiliki karakteristik yang berbeda dan cenderung berpola. Pola inilah yang harus anda temukan sendiri agar bisa sukses dalam menjalankan bisnis.

Tips-tips agar Anda sukses dalam berjualan



Berikut ini adalah tips-tips agar Anda  sukses dalam berjualan:
1.  Action atau Tindakan
Tips yang pertama adalah Action atau Tindakan. Sama halnya jika Anda  ingin bisa berenang, maka ada suatu action atau tindakan yang Anda  harus lakukan untuk bisa berenang seperti mulai mauk ke dalam kolam, lalu belajar renag.
Nah sama halnya dalam berjualan, Anda  harus berani mencoba untuk menjual suatu produk. Karena jika Anda  tidak pernah mencoba untuk menjual, maka Anda  tidak akan tahu bagaimana rasanya menjual atau berjualan.
Yang harus Anda  lakukan adalah hanya mencari suatu produk dan Anda  coba tawarkan ke orang-orang bisa dengan online maupun offline. Banyak sekali cara menawarkan suatu produk, misalnya jika Anda  melakukannnya secara offline, Anda  bisa menawarkan produk yang Anda  jual tersebut kepada teman-teman dekat Anda , atau tetangga atau saudara-saudara Anda .
Nah ada juga yang secara online, hal ini sangatlah cocok bagi Anda  yang kurang percaya diri jika harus bertatap muka secara langusung. Anda  bisa memanfaatkan internet sebagai sarana menawarkan atau mempromosikan produk Anda  seperti dengan media jejaring social seperti, facebook, twitter, googlePlus ataupun yang lainnya. Dengan online Anda  juga bisa membuka toko online sendiri atau website sendiri, atau Anda  juga bisa mempromosikan atau penawaran Anda  dengan membuka thread post di suatu forum jual beli seperti FJB Kasus, FJB detik dan lain sebagainya.
Tetapi tetap harus Anda  latih rasa percaya diri Anda  karena itu bisa jadi nilai positif untuk diri Anda  serta membuat Anda  menjadi orang yang sukses.
2.   Antisipasi Penolakan
Pada saat Anda  menjual suatu pruduk dan ditolak itu adalah hal yang biasa dalam berjualan. Ketahuilah apa alasan mereka menolak, namun biasanya orang menolak itu karena tidak punya uang ataupun tidak suka dengan produknya atau yang lainnya. Maka dari itu, Anda  harus siapkan mental serta jawaban untuk semua penolakan itu.
3.    Tawarkan Ke Lebih Banyak Orang
Ilmu berjualan sangatlah sederhana, semakin banyak orang yang Anda  tawari maka akan banyak juga peluang Anda  dalam sukses berjualan.
4.    Don’t Giveup Jangan Mudah Menyerah
Janganlah pernah menyerah untuk menawarkan produk Anda , kebanyakan orang yang gagal itu Karena patah semangat dalam berjualan.
5.    Jangan Menganggap Anda  Adalah Sales
Saat Anda  menawarkan suatu produk Anda , janganlah Anda  menganggap bahwa diri Anda  adalah sales walaupun Anda  memanglah sales, karena akan banyak yang memandang sebelah mata. Seharusnya Anda  besikaplah seperti CEO dan bayangkan Anda  adalah seorang CEO maka di mata orang-orang juga akan terlihat beda.

Siapa dan Di Mana dia ‘Figur Teladan’ Kita?




Dewasa ini, manusia telah mengalami serangkaian perjalanan hidup dengan problematika yang kompleks. Bagaimana tidak, sekarang agenda-agenda kejahatan telah terpampang di mana-mana, seakan setiap hari dunia ini penuh dengan orang-orang penzalim dan orang-orang terzalimi. Seakan setiap harinya dunia ini terus bergulir dengan fase kriminalitas yang tiada hentinya..
Di saat hal seperti itu datang, ada hal yang lebih parah lagi yang membuat pemikiran pemuda-pemudi masa kini seakan semakin mengalami penurunan dan degradasi akhlak. Mereka kehilangan ‘figur teladan’ yang seharusnya menjadi panutan bagi mereka dalam menjalankan prinsip-prinsip hidup yang baik dan membentuk karakter mereka.
Dan yang membuat sangat parah lagi adalah, mereka pada dasarnya kehilangan ‘figur teladan’ bukan karena ‘figur teladan’ tersebut hilang, tetapi karena mereka sendirilah yang melupakan ‘figur teladan tersebut’. Mereka -pemuda pemudi- itu lebih tertarik kepada kebudayaan dan kemajuan peradaban barat yang SEMU. Sekali lagi saya katakan, mereka lebih tertarik dan bahkan lebih condong kepada kebudayaan dan kemajuan peradaban barat yang SEMU.
Alhasil, mereka akhirnya mencari-cari idola mereka dan menjadikannya sebagai panutan hidup. Alangkah meningkatnya kebobrokan moral setelah mereka lebih condong kepada eksistensi dunia barat. Mereka meniru gaya fashion para artis-artis ‘yang kekurangan kain’ dan mengikuti trend yang notabennya ‘menghambur-hamburkan harta’.
Sebagian dari mereka -pemuda pemudi- mengaku hanya mengambil sisi positif dan membuang sisi negatifnya saja, tetapi, karena mereka lebih disibukkan pada dunia barat itu, mereka akhirnya lupa terhadap ‘figur teladan’ yang telah hilang dari dalam hati, kehidupan, dan keseharian mereka.
Sepertinya barat telah berhasil melancarkan propagandanya kepada pemuda-pemudi sekalian. Mereka menerbitkan tokoh-tokoh fiktif mereka laksana pahlawan dunia untuk membalikkan mata fisik dan mata batin pemuda-pemudi agar pemuda-pemudi lupa siapa seharusnya ‘figur teladan’ mereka.
Tidak hanya membuat tokoh fiktif yang ‘dimisalkan’ sebagai pahlawan dunia saja, bahkan mereka tak segan-segan membelokkan sejarah asli dari pada penulisan sejarah dunia.
Dracula yang mereka tuliskan dalam bentuk novel-novel dan untuk di kemudian masa dijadikan sebagai salah satu perfilman, memuat kebohongan dan kedustaan belaka. Mereka memutarbalikkan fakta layaknya orang yang berpura-pura tuli dan buta. Mereka melancarkan propagandanya, dan menyerang para penentangnya dengan pemikiran-pemikiran dan serangan cacian mereka yang dengan eloknya mereka lantunkan layaknya kebenaran, yang sejatinya padahal itu hanyalah kata-kata dusta.
Mereka pintar berkata dan berbicara, tetapi isi dari perkataan yang mereka ucapkan itu tidak lain dan tidak bukan hanyalah tipu daya.

LALU, SIAPA FIGUR TELADAN KITA ITU?
Peradaban barat yang semu itu telah menghancurkan karakter dan kepribadian kita, khusunya umat Islam. Kita memiliki banyak sekali sejarah-sejarah yang membangkitkan semangat dan membuat hati takjub, akan tetapi kita seakan telah dicegah untuk mengetahuinya, karena kita sudah seperti ‘ditarik’ oleh dunia barat yang sejatinya gelap itu.
Cobalah anda tanyakan kepada anak-anak zaman sekarang, siapa yang kenal dengan Abu Bakr Ash-Shiddiq, Umar ibn Khaththab ra., Utsman ibn Affan, Ali ibn Abi Thalib, Siti Fatimah, Siti Aisyah.
Coba anda tanyakan nama-nama Ilmuwan dan tokoh-tokoh muslim lainnya seperti Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, Ibnu Al-Haitsami, Abu Qasim Al-Zahrawi, Muhammad Al-Fatih, Sulaiman Al-Qanuni.., apa jawab mereka?
Dan coba tanyakan lagi kepada anak-anak zaman sekarang siapa itu Spiderman, apa itu sinchan, siapa itu batman, Terlebih lagi, jika anda orang yang tahu tentang sejarah ASLI Dracula dan menanyakannya kepada anak zaman sekarang, pasti anak-anak tersebut akan menjawab dari kaca mata barat. Karena, dracula yang terekspos masa kini adalah pemalsuan. Mungkin mereka akan menjawab, “Oh, itu dia penghisap darah”, dan sebagainya.
Setelah itu, akhirnya kita sadari, bahwasanya ada sesuatu yang hilang dari kita. Lalu, siapa figur teladan kita?

Jika anda banyak membaca sejarah-sejarah Islam, mereka para pejuang, pejihad, dan Ilmuwan Islam, bagaimana mereka dapat bersinar dan mengangkat Islam, karena mereka selalu menjadikan Rasulullah sebagai figur teladan. Mereka tidak pernah menjadikan K-POP, J-POP, Boyband, dan TOKOH FIKTIF sebagai figur teladan mereka.

YA, FIGUR TELADAN KITA ADALAH RASULALLAH, yang selama ini sering kita lupakan, na’udzubillahi min dzalik.
Masha Allah, Mari saudara-saudaraku, mari kita bangkit dari keterpurukan ini. Kita harus menyuarakan kebenaran di antara para pendzalim tersebut. Kita harus menyelamatkan saudara-saudara kita lainnya yang terdzalimi secara fisik, apalagi yang terdzalimi secara akal dan pikiran.
Mari, kita jadikan hanya Rasulallah Muhammad saw., sebagai figur teladan kita, bukan yang lain.

MENJADI PEMBICARA YANG BAIK



Lihatlah disekeliling kita, banyak sekali orang maupun kaum yang tinggi peradabannya karena mulut, dan tidak sedikit pula yang hancur luluh lantak karena mulutnya juga.
Lalu, bagaimana cara agar kita menjadi pembicara yang baik? Pembicara yang selalu mengutamakan perkataan yang benar walaupun itu pahit, pembicara yang berbicara ada dasarnya (Al-Qur’an, Al-Hadits, Ilmu Pengetahuan), pembicara yang saat tahu ia benar ia tidak takut dicemooh oleh orang-orang yang salah.
Jadi, inilah kiat-kiat dari saya untuk menjadi pembicara yang baik, diantaranya:
1.  Jika ingin berbicara suatu ilmu, maka pelajarilah dahulu sebelum memberitahukannya kepada orang lain. Atau dengan kata lain, pelajari sebelum menyebarkan ke orang banyak. Agar tidak terjadi kesalahan fatal.
2.   Selalu berdo’a kepada Allah Yang Maha Kuasa, semoga terhindar dari perkataan yang bodoh dan sia-sia.
3.  Berkata jika mempunyai data terhadap hal yang ingin dibicarakan. jangan taklid buta (hanya membaca satu referensi) atau ikut-ikutan, tetapi gali lah lagi dari sumber-sumber terpercaya lainnya. Jika usdah menguasai, sampaikan.
4.  Biasakan untuk menjadi pendengar yang baik. karena pembicara yang baik adalah pendengar yang baik juga. Jangan berbicara sebelum selesai mendengar.
5.  Jangan pernah gugup untuk berbicara tentang kebenaran.
Itulah 5 hal dari saya untuk Anda agar menjadi Pembicara yang baik. Tidaklah semudah menuang air dalam menjadi Pembicara yang baik, butuh kejujuran, ilmu yang cukup, serta data-data yang akurat untuk menyampaikan sebuah informasi.